spot_img
Beranda blog Halaman 61

Harga Emas Kembali Tembus Rekor, Saatnya Dapatkan Harga Jual Emas Terbaik di Butik LAKUEMAS

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Setelah sempat stagnan beberapa waktu, harga emas global baru saja menembus rekor tertinggi di level US $3,509 per troy ounce.

Harga ini mengalami kenaikan signifikan sebanyak +5,46% dalam jangka waktu satu minggu perdagangan.

Kenaikan harga emas ini memicu optimisme pasar terhadap emas sebagai aset safe haven.

Kondisi kenaikan harga emas ini juga menguntungkan bagi orang-orang yang sudah berinvestasi emas sejak lama.

Dengan harga emas yang naik signifikan ini bisa menjadi momentum tepat bagi mereka untuk melakukan aksi take profit apabila harganya sudah sesuai dengan target keuntungan yang sudah diincar.

Ketika ingin menjual emas, penting untuk memilih tempat yang tepat dan terpercaya seperti Butik LAKUEMAS. Sebagai bagian dari ekosistem emas terpercaya di Indonesia, Butik LAKUEMAS hadir untuk memberikan layanan Jual-Beli Emas dengan harga terbaik, kompetitif, dan transparan dibandingkan dengan kompetitor.

Pelanggan dapat dengan mudah menjual emas mereka dengan proses yang aman, cepat, dan nyaman.

Esther Napitupulu selaku Brand Manager LAKUEMAS menyatakan “Sebagai pelopor dalam industri perdagangan emas di Indonesia, Butik LAKUEMAS dapat menawarkan harga emas yang sangat kompetitif, dan terus berupaya untuk memberikan pelanggan kami nilai terbaik untuk setiap gram emas yang akan dijual. Kami memahami betapa pentingnya mendapatkan harga yang adil dan menguntungkan, terutama di saat harga emas sedang melonjak tinggi seperti sekarang ini. Kami mengajak masyarakat yang ingin memanfaatkan momentum kenaikan harga emas yang signifikan ini dengan segera datang langsung ke Butik LAKUEMAS yang berlokasi di Jakarta Pusat- Cempaka Mas dan Bekasi. Kedua butik ini siap melayani masyarakat yang ingin menjual emas mereka di tengah tren harga yang menguat. Dengan layanan profesional dan harga terbaik, LAKUEMAS terus berkomitmen menjadi mitra terpercaya masyarakat dalam berinvestasi emas. “

Keunggulan Butik LAKUEMAS

Butik LAKUEMAS berkomitmen untuk memberikan harga terbaik di pasar. Dengan sistem penilaian yang transparan dan akurat, sehingga akan mendapatkan harga yang adil dan menguntungkan.

Layanan di Butik LAKUEMAS selalu mengutamakan kenyamanan pelanggan mulai dari penilaian hingga proses transaksi, agar dapat menciptakan pengalaman yang menyenangkan bagi para pelanggan.

Keamanan dan kecepatan juga menjadi prioritas Butik LAKUEMAS dalam setiap transaksi dengan tetap berkomitmen menyediakan informasi yang jelas dan transparan mengenai harga dan proses.

Selain Butik LAKUEMAS, LAKUEMAS juga memberikan kemudahan akses bagi para pelanggannya untuk dapat melakukan transaksi jual-beli emas di seluruh toko-toko ritel

Central Mega Kencana yaitu MONDIAL, Frank & co., dan The Palace Jeweler. Adapun, LAKUEMAS sendiri merupakan bagian dari ekosistem Central Mega Kencana yang telah memiliki kiprah selama lebih dari 50 tahun memberikan layanan serta akses terpercaya bagi masyarakat Indonesia dalam ranah industri ritel perhiasan emas dan berlian.

PI Niaga Berikan Bibit Pohon untuk Karyawan Pendonor

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Sebagai bentuk apresiasi sekaligus dorongan untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, PT Pupuk Indonesia Niaga (PI Niaga) memberikan bibit tanaman buah kepada karyawan yang berhasil mendonorkan darahnya.

Program ini dilaksanakan bertepatan dengan kegiatan donor darah yang digelar perusahaan pada bulan Agustus lalu.

Shinta, Sekper PI Niaga menyampaikan bahwa pemberian bibit pohon merupakan simbol kepedulian ganda, tidak hanya pada sesama melalui donor darah, tetapi juga terhadap kelestarian lingkungan.

“Dengan menanam pohon di sekitar tempat tinggal, karyawan tidak hanya berkontribusi pada kesehatan masyarakat melalui donor darah, tetapi juga membantu mengurangi dampak perubahan iklim,” ujarnya.

Kegiatan donor darah menjadi agenda rutin PI Niaga dalam rangka mendukung ketersediaan stok darah nasional yang kali ini berkolaborasi dengan Rekind Grup dalam menggelar kegiatan donor darah dan bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Timur.

Acara yang dilaksanakan pada Kamis, 7 Agustus 2025, bertempat di Gedung ROB 2, Jakarta Selatan dan berhasil menarik partisipasi 167 yang terdiri dari Direksi dan karyawan dari PI Niaga dan Rekind Grup.

Sementara itu, inisiatif pemberian bibit pohon ini menjadi langkah baru perusahaan untuk mengintegrasikan kepedulian sosial dengan keberlanjutan lingkungan.

Dengan program ini, PI Niaga berharap semakin banyak karyawan yang tergerak untuk terlibat dalam kegiatan sosial dan menjaga lingkungan sekitar.

Melalui aksi kecil menanam pohon, kontribusi nyata terhadap mitigasi perubahan iklim dapat terus digalakkan dari lingkup terkecil, yakni rumah dan keluarga.

PI Niaga Peduli Lingkungan Hijau

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – PT Pupuk Indonesia Niaga (PI Niaga) menunjukkan komitmennya terhadap lingkungan hijau dengan mendukung keberlangsungan taman-taman di kompleks perkantoran Rekind, Kalibata, Jakarta Selatan.

Sebagai bentuk kepedulian nyata, PI Niaga menyerahkan pupuk ramah lingkungan untuk memastikan seluruh tanaman tumbuh subur dan hijau.

Kompleks perkantoran Rekind yang menjadi rumah bagi PI Niaga ini dikenal memiliki lahan yang dipenuhi oleh taman-taman asri, menciptakan suasana kerja yang nyaman dan sejuk.

Namun, agar keindahan dan kesuburan taman tetap terjaga, diperlukan perawatan ekstra, salah satunya adalah pemupukan.

Menyadari hal tersebut, PI Niaga berinisiatif memberikan bantuan pupuk yang tidak hanya efektif, tetapi juga aman bagi lingkungan.

Pupuk yang diberikan adalah pupuk cair hayati yang mengandung mikrobakteri baik dan unsur hara organik.

Pupuk ini berfungsi ganda, yaitu menyuburkan tanaman dan sekaligus memperbaiki struktur tanah. Dengan demikian, tanaman dapat menyerap nutrisi secara optimal tanpa meninggalkan residu kimia yang berbahaya bagi lingkungan.

“Kami ingin memastikan lingkungan kerja kami tetap asri dan hijau. Dengan memberikan pupuk organik ini, kami berharap dapat membantu menjaga keindahan taman-taman di sini, sekaligus menunjukkan bahwa Pupuk Indonesia Niaga sangat peduli terhadap kelestarian lingkungan,” ujar Shinta, mewakili manajemen PI Niaga.

Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa PI Niaga tidak hanya berfokus pada bisnis, tetapi juga pada tanggung jawab sosial dan lingkungan dalam menjaga kelestarian lingkungan sekitar.

Seminar Nasional Kedokteran Unnes, Sido Muncul Perkuat Literasi Herbal bagi Tenaga Medis

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Upaya menjadikan jamu dan obat herbal sebagai bagian dari sistem kesehatan nasional terus diperkuat. PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk kembali menggelar Seminar Nasional Pemanfaatan Obat Herbal Menuju Indonesia Sehat di Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (Unnes), Selasa (2/9/2025).

Kegiatan yang sudah memasuki pelaksanaan ke-53 sejak 2007 ini menghadirkan 250 peserta dari kalangan dokter, apoteker, hingga tenaga kesehatan. Mereka mengikuti secara luring di ruang B106 Fakultas Kedokteran Unnes maupun daring melalui platform Zoom.

Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat, menegaskan saintifikasi jamu merupakan langkah krusial agar herbal tidak sekadar dipandang sebagai tradisi, melainkan diakui secara ilmiah dan mendapat tempat di dunia medis.

“Kalau dunia kedokteran bisa memasukkan pemanfaatan herbal dalam kurikulumnya, maka jamu punya pijakan yang kuat. Bahan bakunya pun kami siapkan dengan standar yang ketat, sehingga dokter bisa merasa aman dan yakin menggunakan herbal sebagai pendamping obat farmasi,” ujarnya.

Irwan menambahkan, literasi herbal bagi tenaga medis adalah kunci utama. Melalui seminar berulang kali, dokter diharapkan memahami secara menyeluruh khasiat maupun batasan obat herbal. “Kalau dokter sudah yakin, mereka bisa meresepkan jamu bersamaan dengan obat farmasi. Itu akan menjadi titik balik penting dalam pengakuan jamu,” imbuhnya.

Sido Muncul kini tengah menyusun kompendium herbal berupa catatan ilmiah tentang manfaat berbagai tanaman obat. Buku ini akan dibagikan kepada para dokter sebagai rujukan praktis. “Jadi dokter tidak hanya mendengar cerita, tetapi punya dasar ilmiah. Misalnya, kunyit, jahe, temulawak, semuanya lengkap tertulis,” kata Irwan.

Kolaborasi Industri, Pemerintah, dan Akademisi

Seminar nasional ini menghadirkan enam narasumber dalam dua sesi. Pada sesi pertama, hadir Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM RI, Mohamad Kashuri; Direktur Produksi dan Distribusi Farmasi Kementerian Kesehatan RI, Dita Novianti Sugandi Argadiredja; serta Irwan Hidayat yang menekankan pentingnya industri herbal berbasis Good Manufacturing Practices (GMP).

Sesi kedua menghadirkan akademisi dari berbagai perguruan tinggi, yakni Dr. dr. Neni Susilaningsih (Universitas Diponegoro) dengan paparan uji manfaat Tolak Angin, Dr. apt. Ipang Djunarko (Universitas Sanata Dharma) yang meneliti uji toksisitas subkronis, serta Prof. Dr. dr. Mahalul Azam (Dekan Fakultas Kedokteran Unnes) yang membahas peran perguruan tinggi dalam riset fitofarmaka.

Menurut Irwan, pendekatan lewat jalur kedokteran jauh lebih efektif ketimbang membuat jalur baru. “Kedokteran adalah pintu resmi. Kalau jalur sendiri, malah tidak efisien. Maka kami ingin meyakinkan dokter bahwa herbal ini aman, standar, dan bermanfaat,” tegasnya.

Dukungan Kampus dan Riset Berkelanjutan

Rektor Unnes, Prof. Dr. S. Martono, M.Si., menilai seminar ini membuka wawasan baru sekaligus meluruskan berbagai persepsi keliru tentang obat herbal. “Herbal kerap dianggap tradisi, sedangkan farmasi dipandang ilmiah. Padahal keduanya bisa beriringan. Dengan riset dan regulasi yang tepat, jamu bisa masuk ke pelayanan kesehatan modern,” ujarnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Unnes, Prof. Dr. dr. Mahalul Azam, M.Kes., menegaskan, pihaknya terus mendorong kolaborasi riset dan inovasi berbasis tanaman obat. “Seminar ini memperkuat komitmen kami untuk menghasilkan penelitian fitofarmaka yang bermanfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Lewat kolaborasi industri, pemerintah, dan akademisi, pemanfaatan herbal diharapkan makin terintegrasi dengan sistem kesehatan nasional. Harapan besar pun disampaikan Irwan agar jamu tidak lagi sebatas warisan budaya, melainkan menjadi bagian dari pelayanan kesehatan modern.

“Kalau industri bisa menghadirkan produk yang terstandar, pemerintah memberi regulasi yang tepat, dan kampus melahirkan riset-riset ilmiah, maka jamu bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri sekaligus berkontribusi pada program Indonesia Sehat,” pungkasnya.

Upacara Harlah ke-80, Kajati Hendro Bacakan Amanat Jaksa Agung dan 7 Perintah Harian Jaksa Agung

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-80 Kejaksaan Republik Indonesia menjadi momentum penting bagi institusi Adhyaksa untuk melakukan transformasi. Tema yang diusung tahun ini, “Transformasi Kejaksaan Menuju Indonesia Maju”, selaras dengan arah pembangunan nasional 2025 serta kebijakan strategis yang tengah dijalankan pemerintah.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Tengah, Dr. Hendro Dewanto, membacakan amanat Jaksa Agung RI, Burhanuddin, dalam upacara peringatan Harlah Kejaksaan di halaman Kejati Jateng, Selasa (2/9/2025).

Dalam amanat tersebut, Jaksa Agung menegaskan bahwa Kejaksaan sebagai lembaga penegak hukum memiliki peran sentral dalam mewujudkan keadilan, kepastian, dan kemanfaatan hukum. Wewenang kejaksaan, kata dia, tidak hanya sebatas penuntutan, tetapi juga meliputi penanganan perkara korupsi, intelijen penegakan hukum, pemulihan aset, pengacara negara, hingga kewenangan lain yang diatur undang-undang.

“Integritas adalah harga mati yang harus dijunjung tinggi. Itu merupakan refleksi dari kehormatan institusi,” tegas Burhanuddin.

Ia juga meminta seluruh insan Adhyaksa mencermati perkembangan hukum di Indonesia, khususnya menjelang berlakunya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Nasional pada awal 2026 dan pembahasan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RKUHAP). Kedua aturan tersebut, lanjutnya, akan membawa dinamika baru sekaligus menjadi parameter penting transformasi penegakan hukum.

“Peraturan tersebut bukan hanya hukum formil dan materiil, tetapi juga menjadi tantangan baru yang kompleks bagi kejaksaan dalam melaksanakan tugas dan kewenangannya,” ujarnya.

Selain itu, Jaksa Agung juga menyampaikan tujuh perintah harian kepada jajaran Adhyaksa, di antaranya menanamkan semangat kesatuan berlandaskan nilai Tri Krama Adhyaksa, mendukung agenda pemberantasan korupsi dalam kerangka Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, serta mewujudkan jaksa yang profesional, terstandarisasi, dan berintegritas.

“Jagalah integritas dan jangan mencederai marwah institusi dengan perbuatan tercela. Kejaksaan adalah sentral penegakan hukum di negara ini,” katanya menegaskan.

Sementara itu, Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejati Jateng, Irwansyah, menilai momentum Harlah ke-80 ini harus menjadi pijakan untuk memperkuat peran kejaksaan dalam pembangunan hukum nasional.

“Sebagaimana tema yang diusung, kejaksaan harus mampu bertransformasi menghadapi tantangan ke depan, termasuk menyongsong berlakunya KUHP baru pada 2026,” ujarnya usai upacara.

Irwansyah menambahkan, sebagaimana ditekankan Jaksa Agung, insan Adhyaksa diharapkan dapat mengedepankan penegakan hukum yang berhati nurani dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Agustina Wilujeng Siap Sulap Pantai Mangunharjo Jadi Magnet Baru Wisata Bahari

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengungkapkan rencananya untuk mendorong pengembangan wisata Pantai Mangunharjo di Kecamatan Tugu.

Hal itu ia sampaikan usai melaksanakan kegiatan gowes bersama OPD dan masyarakat di wilayah Mangunharjo, Kelurahan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu pada Minggu (31/8).

Dalam kegiatan gowes yang dimulai dari SMPN 28 Semarang Mangkang dan berakhir di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Mangunharjo, Agustina didampingi Ketua DPRD Kota Semarang Kadar Lusman yang juga merupakan tokoh masyarakat setempat, Pj Sekda Kota Semarang Budi Prakosa, serta sejumlah Kepala OPD.

Rombongan gowes sekaligus menikmati panorama indah matahari terbenam di kawasan pesisir barat Semarang tersebut.

“Kenapa gowesnya ke sini? Karena kita ingin membangun Pantai Mangunharjo, yang terletak di wilayah Mangkang Kulon, menjadi wisata pantai murah tapi indah untuk masyarakat umum,” ujar Agustina.

Ia menjelaskan, kawasan tersebut memiliki potensi besar, mulai dari panorama alam hingga keberadaan UMKM lokal.

Untuk itu, dirinya telah meminta Pj Sekda agar melakukan pemetaan dan penataan lingkungan. “Kalau memungkinkan, kita akan membangun lebih bersih dan lebih rapi, sehingga PKL bisa berjualan dengan sehat, tapi biaya ke sini harus tetap murah,” tegasnya.

Menurut Agustina, sebagian aset di kawasan Pantai Mangunharjo merupakan milik Pemerintah kota Semarang dan sebagian lainnya milik Pemerintah Provinsi atau Pemprov Jawa Tengah.

Adapun aset milik Pemprov yang ada di Pantai Mangunharjo adalah gedung Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Pemkot kini tengah mengajukan proses hibah agar aset tersebut dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.

“Ini sedang proses hibah, nanti ke depan kita maksimalkan supaya bisa dibangun lebih baik lagi,” tambahnya.

Selain soal pengembangan wisata, Agustina Wilujeng juga menekankan pentingnya menjaga suasana kondusif di tengah situasi keamanan di Indonesia termasuk Kota Semarang yang tengah menghangat.

Ia menyebut gowes sembari menyapa warga merupakan salah satu cara untuk mempererat kebersamaan.

“Kita gowes, sembari menyapa masyarakat agar mereka merasa rileks. Kalau buka medsos, saat ini kan bikin perut mules, jadi saya ingin menyapa istilahnya saling menghibur, situasi kondusif ini yang harus kita jaga,” ungkap Agustina.

Pantai Mangunharjo sendiri memiliki daya tarik khas bagi wisata pesisir Kota Semarang, mulai dari konservasi hutan mangrove, spot memancing dan TPI Mangkang, penjual UMKM di pesisir pantai, hingga panorama sunset yang eksotis.

Dengan pengembangan lebih lanjut, diharapkan Pantai Mangunharjo menjadi destinasi unggulan yang berkelanjutan, ramah lingkungan, dan inklusif.

Syngenta Seed Indonesia Resmikan Lab Karantina Terpadu, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

0


JAKARTA (Pertamanews.id) – Ketersediaan benih pertanian yang bermutu tinggi, sehat, dan bebas dari ancaman organisme pengganggu merupakan salah satu kunci dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Menjawab kebutuhan tersebut, PT Syngenta Seed Indonesia meresmikan Laboratorium Tindakan Karantina Tumbuhan Tertentu, sebuah fasilitas terpadu yang bertujuan memastikan setiap benih yang sampai ke tangan petani memenuhi standar mutu tertinggi dan bebas dari risiko penyebaran hama penyakit tanaman.

Kehadiran dan beroperasinya Laboratorium Karantina ini mendapat dukungan dari Badan Karantina Indonesia (Barantin).

Kepala Barantin Sahat M Panggabean menyatakan mendukung perusahaan untuk memiliki fasilitas laboratorium dengan standar karantina demi mendukung produksi dan distribusi produk serta akan membantu proses yang diperlukan perusahaan dalam membangun fasilitas laboratorium karantina mandiri sesuai regulasi.

“Kami mendukung jika ada perusahaan yang mau membangun laboratorium karantina sendiri sesuai ketentuan. Hal itu juga dapat membantu Barantin serta memastikan produksi dan distribusi produk perusahaan jadi lebih teratur. Hal ini adalah wujud dari sinergi antara Pemerintah dan swasta dalam mendukung tercapainya ketahanan pangan nasional melalui penyediaan benih bermutu tinggi yang bebas dari risiko penyebaran hama penyakit tanaman,” kata Kepala Barantin Sahat M Panggabean.

Badan Karantina Indonesia juga telah menetapkan laboratorium ini sebagai pihak ketiga resmi untuk melakukan tindakan karantina tumbuhan tertentu, mendukung pengendalian risiko penyebaran Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) secara nasional.

Beroperasinya laboratorium ini mendukung visi dan misi Syngenta di Indonesia untuk memberikan nilai dan inovasi secara tepat waktu dan berkesinambungan, mengutamakan mutu dalam setiap layanan, dan menjalin kerja sama dengan pemangku kepentingan terkait dalam memenuhi semua persyaratan dan peraturan yang berlaku.
Sebagai bagian penting dalam rantai pasok pertanian nasional, laboratorium karantina ini memberikan manfaat langsung bagi para petani, khususnya petani jagung.

Mereka kini dapat memperoleh benih jagung berkualitas tinggi dengan tepat waktu, tepat jumlah, dan aman untuk ditanam di seluruh wilayah Indonesia.

Hal ini sekaligus mendukung program Asta Cita pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional dan menjaga keamanan hayati Indonesia.
“Syngenta berkomitmen penuh untuk mendukung pemerintah Indonesia dalam mewujudkan pertanian yang tangguh, berkelanjutan, dan mampu bersaing di kancah global. Pembangunan laboratorium terpadu ini merupakan langkah strategis kami untuk memastikan petani mendapatkan benih terbaik yang telah melalui proses karantina yang ketat dan terverifikasi,” jelas Christian Bayu, Direktur Syngenta Seed Indonesia.
Laboratorium yang dibangun di atas lahan seluas 2.000 m² ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas utama, antara lain Laboratorium pengujian mutu benih (fisik, fisiologis, dan kemurnian genetik), laboratirum pengujian kesehatan benih yang sudah mendapat izin resmi dari Badan Karantina Indonesia, laboratorium penelitan produksi benih seperti pengujian calon indukan benih, uji tanah, uji polen fertility dan enginering workshop untuk mendukung semua kegiatan operasi produksi benih.

Dalam hal kepatuhan terhadap standar mutu, PT Syngenta Seed Indonesia sudah memperoleh Sertifikasi Penjaminan Mutu dari Lembaga Sertifikasi Sistem Mutu dari Kementerian Pertanian (SNI ISO 9001:2015), Sertifikat Sistem Mutu dan Manajemen Lingkungan dari Bureau Veritas Indonesia (SNI ISO 9001:2015, ISO 14001:2015), dan sertifikasi sistem manajemen laboratorium penguji dari KAN (ISO17025:2017).

Dengan hadirnya laboratorium ini, petani kini memiliki akses terhadap produk benih yang terjamin kualitasnya, keamanan biologis yang teruji, serta distribusi benih yang lebih cepat dan merata ke seluruh wilayah Indonesia, termasuk antar pulau. Tidak hanya itu, kehadiran laboratorium ini juga membuat Indonesia sejajar dengan perusahaan-perusahaan benih di dunia.

“Benih bermutu dan berkualitas tinggi adalah salah satu kunci untuk meningkatkan hasil panen dan menjamin ketersediaan pangan nasional secara berkelanjutan. Kami optimistis laboratorium ini akan berperan penting dalam mencapai tujuan tersebut. Selain itu, hadirnya laboratorium ini merupakan perwujudan dari visi Petani MAJU dalam memberdayakan petani agar dapat memaksimalkan keuntungan dengan menggunakan benih bermutu tinggi,” tutup Christian Bayu. (***)

PI Niaga Dukung Program AKSI PI Grup

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Pupuk Indonesia Niaga, perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan pupuk dan lainnya, anggota holding Pupuk Indonesia dukung Program Ajang Kolaborasi Seluruh Insan (AKSI) 2025 di Desa Sumbersewu, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, Jawa Timur.

Program yang diikuti oleh karyawan Pupuk Indonesia Grup, termasuk Pupuk Indonesia Niaga menjadi upaya perusahaan membangun kepedulian karyawan terhadap masyarakat.

Sebanyak 100 karyawan Pupuk Indonesia Grup mengikuti Program AKSI tersebut. Program yang dibuka oleh Direktur SDM & Umum PT Pupuk Indonesia (Persero), Tina T Kemala Intan, Minggu (17/8/2025) ini menjadi upaya perusahaan membangun empati dan kepedulian karyawan terhadap masyarakat.

Tina menjelaskan bahwa, kegiatan AKSI ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan dan melibatkan karyawan Pupuk Indonesia Grup dari lintas unit kerja.

Para karyawan terjun langsung melaksanakan kegiatan TJSL di wilayah kerja operasional Pupuk Indonesia Grup. Untuk tahun lalu AKSI telah dilaksanakan di Dieng, Jawa Tengah sedangkan tahun ini diBanyuwangi, Jawa Timur.

Ia berharap kegiatan ini dapat menginspirasi insan Pupuk Indonesia Grup untuk berbuat positif yang berdampak pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan.

“Mari kita jadikan AKSI sebagai budaya Perusahaan yang mengedepankan kolaborasi khususnya dengan stakeholder di wilayah operasional Pupuk Indonesia Grup untuk mendukung keberlanjutan bisnis perusahaan,” ujar Tina.

Di tempat yang sama, Direktur Keuangan dan SDM Pupuk Indonesia Niaga Dundi Insan Perlambang mengemukakan, “PI Niaga, sebagai anggota PIHC dan salah satu pilar dalam rantai distribusi pupuk nasional, mendukung Program AKSI ini dengan mengirimkan karyawan kami untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan AKSI tersebut. Kehadiran karyawan PI Niaga merupakan komitmen Perusahaan tidak hanya focus pada kinerja bisnis, tetapi juga pada pengembangan sumber daya manusia dan penguatan budaya kerja yang solid”.

Kegiatan AKSI ini digelar mulai tanggal 16 – 20 Agustus 2025 di Desa Sumbersewu. Ada total 100 karyawan aktif di Pupuk Indonesia Grup menjadi peserta AKSI, peserta ini dipilih melalui seleksi dari banyaknya pendaftar.

Seluruh karyawan ini menginap di rumah warga, untu merasakan bagaimana kehidupan sehari-hari di Desa Sumbersewu dengan potensi-potensi yang ada.

Dari ratusan karyawan ini dibagi lagi menjadi empat kegiatan aksi besar, yaitu Pilar Pertanian, Pilar Sosial, Pilar Pendidikan dan Pilar Lingkungan.

Adapun karyawan PI Niaga berada di Pilar Pertanian dengan tugas diantaranya pada Program SAPA TANI – Sosialisasi Pemupukan Berimbang & Analisis Uji Tanah bersama para Gapoktan di Desa Sumbersewu untuk tanaman Semangka dan Melon, Program SEMARAK Tani: Semangat Relawan Kolaboratif, yaitu kegiatan di lahan semangka untuk membersihkan lahan, pengolahan lahan, pemupukan lahan dan penanaman Kembali lahan semangka, serta Program SEHATI, Sayuran Hidroponik Ibu-Ibu Terampil dan Inovatif, suatu kegiatan sosialisasi bersama Ibu-ibu PKK Desa Sumbersewu untuk penanaman sayur hidroponik.

Semua kegiatan dalam empat pilar ini dilakukan Pupuk Indonesia Grup guna mendukung pengembangan ekonomi dan ekosistem yang ada di Desa Sumbersewu dengan harapan apa yang diberikan karyawan Pupuk Indonesia Grup ini menjadi sumbangsih yang bermanfaat buat seluruh masyarakat desa setempat.

Imigrasi Wonosobo Sabet Juara 2 Stand Terbaik di Festival UKM 2025

0

WONOSOBO (Pertamanews.id) – Penutupan Wonosobo Expo UKM 2025 berlangsung meriah di Gedung Sasana Adipura Kencana, Minggu (31/08/2025)malam.

Ribuan pengunjung memadati lokasi acara yang telah menjadi agenda tahunan dalam mendukung pertumbuhan UMKM lokal serta memperkuat peran pelayanan publik di Kabupaten Wonosobo.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia Expo, Ahmad Fathoni, menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta dan mitra yang telah berkontribusi aktif dalam perhelatan ini.

Ia menegaskan bahwa ajang ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah untuk mendorong penggunaan produk dalam negeri dan memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.

Tahun ini, Expo UKM mencatatkan kehadiran 137 stand dari berbagai instansi dan pelaku usaha lokal. Tidak hanya menyuguhkan produk-produk unggulan, tetapi juga menghadirkan layanan publik secara langsung kepada masyarakat.

Salah satu sorotan utama dalam penutupan adalah pengumuman pemenang stand terbaik, di mana Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Wonosobo berhasil menyabet Juara 2 Stand Terbaik.

Prestasi ini dinilai sebagai bentuk nyata inovasi pelayanan publik yang dikemas secara kreatif dan edukatif.

Kepala Subseksi Teknologi dan Informasi Keimigrasian, Dani, menerima penghargaan tersebut mewakili Kantor Imigrasi Wonosobo.

Dalam keterangannya, ia menyampaikan bahwa keikutsertaan di Expo UKM tidak hanya bertujuan memperkenalkan layanan keimigrasian, tetapi juga menjadi sarana membangun kepercayaan publik.

“Selama pameran berlangsung, kami tetap membuka layanan permohonan paspor. Banyak pengunjung yang memanfaatkan kesempatan ini untuk berkonsultasi langsung,” jelas Dani.

Meski hari terakhir, antusiasme masyarakat tidak surut. Stan Imigrasi Wonosobo tetap ramai dikunjungi hingga menjelang penutupan.

Pelayanan paspor, konsultasi keimigrasian, hingga edukasi tentang dokumen perjalanan menjadi daya tarik utama.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat melalui Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Yusuf Hariyanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan masyarakat yang mendukung suksesnya Expo 2025.

Yusuf juga mengungkapkan bahwa perputaran ekonomi selama pameran berlangsung mencapai Rp1,146 miliar, menunjukkan tingginya interaksi antara pelaku usaha dan konsumen.

“Ini bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan instansi pelayanan publik mampu memberikan dampak ekonomi yang riil,” ujarnya.

Keberhasilan Imigrasi Wonosobo dalam meraih predikat Stand Terbaik Kedua menjadi catatan penting bahwa pelayanan publik yang informatif dan inklusif mendapat tempat di hati masyarakat.

Tidak hanya soal administrasi, tetapi juga soal pendekatan humanis dan keterlibatan aktif dalam agenda daerah.

Dengan berakhirnya Wonosobo Expo UKM 2025, harapan besar disematkan pada kesinambungan sinergi antara pemerintah daerah, instansi vertikal, serta pelaku UMKM.

Sebuah kolaborasi yang tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat kualitas layanan publik yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

PLN Bangun Masa Depan Melalui Bantuan Sarana Prasarana Pendidikan di Sekolah Sekitar SUTET

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (PLN UIP JBT) melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) “PLN Peduli”, menyalurkan bantuan sarana pendukung pembelajaran kepada UPTD SPF SMP Negeri 2 Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang.

Bantuan yang disalurkan berupa perangkat teknologi pendidikan seperti laptop, printer, pemasangan jaringan internet untuk proyektor, serta globe untuk penunjang pembelajaran interaktif. Selain itu, PLN juga memberikan dukungan peningkatan kualitas literasi melalui bantuan lemari buku, kamus Bahasa Indonesia, kamus Bahasa Inggris, serta buku-buku ensiklopedia untuk memperkaya koleksi perpustakaan sekolah.

Sekolah yang berada tepat di bawah jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) ini memiliki 9 ruang kelas dengan total 394 siswa. Meski lokasinya cukup unik, aktivitas belajar mengajar tetap berjalan normal tanpa gangguan berarti.
Bantuan ini diberikan PLN untuk menunjang efektivitas proses belajar mengajar dan peningkatan kualitas pendidikan di sekolah tersebut.

General Manager PLN UIP JBT, Widya Anggoro Putro, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kepedulian PLN terhadap dunia pendidikan.

“Melalui program PLN Peduli, kami ingin menjadi bagian dari upaya mencerdaskan generasi bangsa. Pendidikan adalah pondasi masa depan. Dengan turut menyediakan sarana yang memadai, PLN berharap dapat menyalakan harapan serta membangun masa depan yang lebih baik,” ujar Anggoro.

Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Tengah 4 (PLN UPP JBT 4), Ainanto Nindyo menambahkan bahwa keberadaan infrastruktur kelistrikan seperti SUTET di sekitar sekolah telah dibangun dengan memperhatikan aspek keamanan dan kenyamanan warga sekitar.

“Kami pastikan keberadaan SUTET tidak mengganggu proses belajar para siswa. Justru dengan hadirnya PLN, kami ingin memberi dampak positif yang nyata bagi lingkungan sekitar pembangunan,” kata Ainanto.

Sementara itu, Kepala UPTD SPF SMP Negeri 2 Bergas, Suryanto, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian PLN terhadap dunia pendidikan, khususnya di sekolah yang dirinya pimpin.

“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Fasilitas pembelajaran yang lebih baik tentu akan memotivasi siswa dan guru dalam proses belajar mengajar. PLN tidak hanya membawa listrik, tapi juga harapan,” ungkap Suryanto.

Melalui bantuan ini, PLN berharap siswa-siswi SMP Negeri 2 Bergas dapat lebih semangat dalam menuntut ilmu begitu juga dengan guru-guru mendapat dukungan yang lebih memadai dalam menyampaikan materi pelajaran.

Program ini menjadi salah satu bentuk komitmen PLN dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), khususnya Tujuan 4 terkait pendidikan berkualitas.