spot_img
Beranda blog Halaman 65

Integritas Nyata dalam Governansi, Amien Sunaryadi Dianugerahi GRC Lifetime Achievement Award 2025

0

YOGYAKARTA (Pertamanews.id) – Amien Sunaryadi didapuk sebagai penerima GRC Lifetime Achievement Award 2025 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Governansi, Manajemen Risiko & Kepatuhan (GRK). Penghargaan ini diberikan kepada figur nasional atas dedikasi, kontribusi nyata dan kepemimpinan yang visioner dalam memajukan governansi, manajemen risiko dan kepatuhan (GRC) di Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Asosiasi GRK Indonesia dan komunitas GRC yang telah memberikan award ini kepada saya. Passion saya selama ini lebih ke pemberantasan korupsi, sehingga banyak hal yang saya ketahui di bidang ini,” ujar Amien saat menerima penghargaan di Yogyakarta, (22/08/2025).

GRC Lifetime Achievement Award 2025 mengingatkan Amien soal pencapaiannya pada 25 tahun lalu. Ia bersama rekan-rekannya membentuk Lembaga Pengkajian Good Governance (LPGG) dan berhasil menjadi pemenang dalam Development Marketplace Innovative Competition 2000 (DM-2000) yang diselenggarakan Bank Dunia di Washington DC. Berangkat dari inovasi tersebut, Amien berharap GRC juga dapat diterapkan tidak hanya di suatu perusahaan saja, namun di lingkungan DPR sebagai bentuk perbaikan demokrasi di Indonesia.

Sepanjang kiprah profesionalnya, pengalaman Amien memang tidak jauh dari bidang anti korupsi, anti penyuapan, manajemen risiko, Good Corporate Governance (GCG), dan bidang sejenis lainnya. Track record yang menjunjung tinggi integritas ini terus ia emban dengan penuh dedikasi hingga kini, salah satunya dulu adalah sebagai Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2003–2007.

Di sektor energi, Amien pernah menjabat sebagai Kepala SKK Migas periode 2014 – 2018. Ia memimpin peningkatan tata kelola SKK Migas dan pengawasan terhadap kontraktor kontrak kerja sama (K3S) dengan menerapkan Prinsip 4 NO’s (no bribery, no kickback, no gift dan no luxurious hospitality) dan menerapkan Sistem Manajemen Anti-Penyuapan SNI ISO-37001:2016 di SKK Migas.

Saat ini, Amien aktif sebagai Ketua Komite Pengawas Perpajakan (Komwasjak), Kementerian Keuangan sejak Mei 2023 dan Ketua Umum Forum Manajemen Risiko (FMR) BUMN Periode 2024 – 2027. Ia sangat vokal dalam mengkampanyekan isu-isu governansi dan anti korupsi di berbagai forum.

Sebagai Komisaris Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sejak 2023, Amien juga tegas dalam mengawasi penerapan GCG di PGN, tidak hanya soal mematuhi peraturan. Lebih dari itu, penerapan GCG penting untuk memelihara integritas dan kepatuhan dalam keberlangsungan bisnis perusahaan secara jangka panjang.

Ia bersama Dewan Komisaris PGN lainnya mendukung penuh penerapan Whistleblowing System (WBS) dengan melakukan pengawasan secara menyeluruh dan memastikan diterapkannya sanksi bagi pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.

Beberapa waktu lalu, PGN berhasil meraih penghargaan internasional ASEAN Corporate Governance Conference & Awards 2025 (ASEAN CGCA 2025). PGN termasuk ke dalam jajaran 50 Public Listed Companies (PLC) teratas di ASEAN dan 5 Terbaik di Indonesia berdasarkan hasil penilaian ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) 2024. Penghargaan ini merupakan bukti komitmen kuat PGN dalam menerapkan prinsip-prinsip GCG di setiap proses, keputusan serta langkah strategis perusahaan. Tentunya tidak lepas dari pengawasan yang ketat agar implementasi GCG di PGN selalu disiplin dan berintegritas.

STIEMA Targetkan Akreditasi Unggul, Siapkan Transformasi Jadi Universitas Sains Teknologi Ekonomi Digital Indonesia

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Perguruan Tinggi (PT) kini dituntut tidak hanya sekadar mencetak lulusan, tetapi juga menjamin mutu pendidikan yang diakui secara nasional maupun internasional. Akreditasi unggul menjadi salah satu tolok ukur penting yang semakin diperebutkan setiap program studi (prodi).

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Semarang (STIEMA) termasuk di antaranya. Kampus ekonomi yang sudah melahirkan ribuan angkatan sarjana dan magister ini menargetkan seluruh prodi dapat meraih akreditasi unggul pada periode 2026–2028.

Target ambisius tersebut disampaikan Ketua STIEMA, Dr. Cahyani Tunggal Sari, SE, MA, MM dalam kegiatan pelepasan wisudawan di Hotel Patra Jasa Semarang, kemarin.

“Akreditasi unggul bukan hanya pencapaian administratif, tetapi komitmen kami untuk menghadirkan mutu perkuliahan terbaik. Kami ingin mahasiswa memiliki daya saing tinggi, akses lebih luas terhadap beasiswa, serta peluang internasional yang lebih terbuka,” ujar dia.

Akreditasi unggul, menurut Cahyani, akan membawa banyak keuntungan bagi mahasiswa maupun kampus. Di antaranya adalah peningkatan pengakuan kualitas pendidikan, akses kemitraan riset, hingga peluang pertukaran akademik dengan perguruan tinggi luar negeri.

Bagi mahasiswa, status akreditasi unggul juga menjadi jaminan ketika melanjutkan studi atau memasuki dunia kerja.

“Kami ingin lulusan STIEMA tidak hanya diakui di tingkat nasional, tetapi juga mampu berkompetisi di ranah global,” tegasnya.

Salah satu prodi yang kini tengah dipacu meraih akreditasi unggul adalah Magister Manajemen (MM). Prodi ini baru saja meluluskan 20 mahasiswa angkatan ke-III yang siap mengabdikan diri di berbagai bidang profesi.

Tantangan Transformasi

Selain fokus pada akreditasi, STIEMA juga tengah menyiapkan langkah besar, yakni bertransformasi menjadi Universitas Sains Teknologi Ekonomi Digital Indonesia.

Perubahan bentuk ini sejalan dengan kebutuhan zaman yang semakin menuntut integrasi antara ekonomi, teknologi, dan digitalisasi. Namun, Cahyani menekankan bahwa pihaknya masih harus menunggu asesmen resmi dari pemerintah.

“Transformasi ini bukan sekadar perubahan nama, tetapi juga reposisi visi dan misi perguruan tinggi agar lebih adaptif dengan kebutuhan industri digital. Kami ingin menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan era 5.0,” katanya.

Pada wisuda periode ke-39 kali ini, STIEMA melepas 407 lulusan, termasuk 20 orang dari program magister. Mereka, menurut Cahyani, tidak hanya dibekali ilmu akademis, tetapi juga nilai integritas, jiwa kepemimpinan, dan kepekaan sosial.

Ia berharap, lulusan tidak berhenti pada orientasi menjadi karyawan atau pegawai, melainkan juga berani mengambil peran sebagai wirausaha. “Kita butuh generasi yang mampu membuka lapangan kerja, bukan sekadar mencari pekerjaan. Termasuk bagi yang ingin merintis bisnis digital, kampus mendorong sepenuhnya,” ujarnya.

Dengan strategi percepatan akreditasi, dorongan inovasi, dan langkah menuju universitas digital, STIE Semarang berharap dapat menempatkan diri sebagai salah satu kampus ekonomi unggulan di Jawa Tengah.

“Visi kami jelas, mencetak generasi berdaya saing global, berintegritas, sekaligus bermanfaat bagi masyarakat,” pungkas Cahyani

Promo Merdeka KAI Berlanjut, Tiket Murah Bisa Dipesan Hingga 31 Agustus

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Antusiasme masyarakat terhadap program Promo Merdeka yang diluncurkan PT Kereta Api Indonesia (Persero) pada momentum HUT ke-80 Kemerdekaan RI mendapat sambutan luar biasa. Tingginya minat inilah yang membuat KAI memutuskan untuk memperpanjang periode promo hingga 31 Agustus 2025.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, menjelaskan perpanjangan ini merupakan bentuk apresiasi perusahaan kepada pelanggan sekaligus upaya memperkuat pilihan kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu.

“Promo ini awalnya hanya berlaku pada 17 Agustus. Namun karena tingginya animo masyarakat, kami memperpanjangnya hingga 31 Agustus. Kami berharap masyarakat semakin terbiasa memilih kereta api sebagai transportasi andalan,” kata Ixfan, kemarin.

Dalam program perpanjangan tersebut, KAI menawarkan potongan harga 20 persen untuk 60 perjalanan kereta api. Jumlah itu terdiri dari 52 Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) yang berangkat dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen, serta delapan KA lokal Pangrango relasi Bogor–Sukabumi.

Diskon berlaku untuk pembelian tiket pada 21–31 Agustus 2025, dengan periode keberangkatan di tanggal yang sama. Pemesanan dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI, laman kai.id, maupun seluruh channel resmi penjualan tiket KAI. Namun, promo ini tidak berlaku untuk kelas kereta khusus seperti Luxury, Priority, Compartment, Imperial, Panoramic, maupun kereta wisata.

KAI menegaskan, tiket dengan harga promo tetap dapat dibatalkan atau diubah jadwal sesuai ketentuan yang berlaku, meski jumlah kursi promo tersedia dalam jumlah terbatas.

Lebih dari sekadar memberikan keringanan harga, perpanjangan Promo Merdeka juga dikaitkan dengan dukungan KAI terhadap agenda pembangunan berkelanjutan.

Program ini mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal ramah lingkungan, yang sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya SDG 11 tentang kota berkelanjutan, SDG 13 tentang penanganan perubahan iklim, serta SDG 8 terkait pertumbuhan ekonomi.

“Kami mengajak masyarakat segera memanfaatkan kesempatan ini. Promo berlaku selama kuota masih tersedia, jadi jangan sampai kehabisan,” tutur Ixfan.

Dengan perpanjangan promo ini, KAI berharap bisa semakin memperkuat citra positif transportasi kereta api sekaligus mendukung mobilitas masyarakat, pariwisata, hingga pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah tujuan.

Wisata Kota Lama Semarang Kembali Bergeliat, Wali Kota Agustina Janji Tertibkan Parkir dan PKL

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, meninjau langsung sejumlah titik prioritas penataan kawasan kota melalui kegiatan gowes bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD)Minggu pagi (24/8). Rute bersepeda dimulai dari Klenteng Tay Kak Sie, menyusuri kawasan Sungai Semarang, hingga berakhir di Kota Lama.

Dalam kesempatan tersebut, Agustina memastikan beberapa lokasi strategis akan segera mendapat perhatian khusus, mulai dari pembangunan jembatan di sekitar Jalan Inspeksi, penataan Jalan Arief Rahman Hakim, kawasan Pasar Johar, hingga Jalan Sugiono.

“Sejumlah titik ini akan kita benahi secara bertahap. Misalnya, di Jalan Inspeksi dekat Klenteng Tay Kak Sie, kita siapkan pembangunan jembatan yang akan meningkatkan konektivitas. Kawasan Pasar Johar dan sekitarnya juga akan kita tata agar lebih representatif,” ujar Agustina.

Selain infrastruktur, penataan kawasan wisata bersejarah Kota Lama menjadi perhatian utama. Menurutnya, geliat wisatawan yang kembali ramai pascapandemi harus diimbangi dengan kebersihan dan kenyamanan lingkungan.

“Kota Lama harus kembali rapi dan bersih. Wisatawan sudah mulai datang, jadi semua pihak perlu ikut menjaga agar kawasan ini selalu nyaman dikunjungi,” imbuhnya.

Agustina juga menyoroti persoalan parkir dan keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang kerap menimbulkan kesemrawutan. Ia menegaskan akan ada penertiban parkir liar dan penataan PKL agar tidak mengganggu estetika kawasan heritage.

“Parkir tidak boleh semrawut. Ada titik-titik yang memang tidak diperbolehkan parkir dan harus dikembalikan fungsinya. Begitu juga dengan pedagang, harus tetap rapi supaya kawasan Kota Lama semakin indah,” tegasnya.

Wali Kota mengajak masyarakat Semarang untuk ikut menjaga fasilitas umum serta mendukung upaya penataan agar kawasan Sungai Semarang dan Kota Lama menjadi ruang publik yang tertib, asri, dan menarik.

“Pemerintah bisa menata, tapi keberlanjutannya ada di tangan masyarakat. Kalau kita bersama-sama merawat, maka Kota Lama akan semakin berkelas dan membanggakan,” pungkasnya.

Bersama Mewujudkan Inklusifitas, Membangun Transportasi Publik untuk Semua

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Sebagai moda transportasi massal, kereta api digunakan oleh berbagai kalangan masyarakat, sehingga penting bagi penyedia layanan untuk menjamin setiap pelanggan merasakan pengalaman perjalanan yang setara tanpa terkecuali.

Oleh karena itulah, KAI Daop 4 terus berkomitmen untuk menghadirkan layanan transportasi publik yang inklusif, aman, dan nyaman

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa inklusivitas merupakan pilar utama dalam penyelenggaraan transportasi publik modern.

Transportasi bukan hanya sarana mobilitas, tetapi juga ruang sosial yang harus ramah terhadap keberagaman. Karena itu, setiap kebijakan dan layanan yang diberikan diarahkan untuk mengakomodasi kebutuhan seluruh pelanggan.

“Transportasi publik adalah ruang bersama yang perlu menghadirkan kenyamanan bagi semua orang. KAI Daop 4 Semarang berkomitmen menciptakan lingkungan perjalanan yang ramah bagi setiap kalangan, mulai dari anak-anak hingga lansia, termasuk kelompok rentan dan disabilitas,” ujar Franoto.

Untuk mewujudkan hal tersebut, KAI menghadirkan berbagai fasilitas yang ramah inklusi. Fasilitas tersebut antara lain ruang laktasi bagi ibu menyusui, mushola di berbagai stasiun, toilet ramah difabel, serta fasilitas ruang tunggu khusus bagi pelanggan prioritas seperti lansia, ibu hamil, dan lainnya. Selain itu, KAI Daop 4 juga menyediakan fasilitas khusus bagi pelanggan disabilitas, sehingga mereka dapat melakukan perjalanan dengan lebih mudah dan mandiri.

Kebijakan kawasan bebas rokok di seluruh kereta api merupakan salah satu bentuk nyata penerapan prinsip inklusif dalam layanan transportasi publik. Merokok di ruang bersama berpotensi mengurangi kenyamanan dan bahkan membahayakan kesehatan penumpang lain, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penyandang penyakit pernapasan. Oleh karena itu, KAI Daop 4 menegaskan komitmennya untuk menjaga agar ruang perjalanan tetap sehat, bersih, dan ramah bagi semua orang.

Lebih dari sekadar aturan, kebijakan bebas rokok juga mencerminkan upaya KAI dalam melindungi hak setiap individu untuk menikmati perjalanan dengan aman. Dengan menerapkan kawasan bebas asap rokok, KAI tidak hanya menjaga kenyamanan pelanggan, tetapi juga ikut mendukung agenda kesehatan publik nasional maupun global. Hal ini sejalan dengan rekomendasi berbagai lembaga kesehatan internasional yang menekankan pentingnya ruang publik bebas asap demi menjamin kualitas hidup masyarakat.

KAI juga terus memperkuat layanan digital. Aplikasi KAI Access hadir dengan fitur yang memudahkan pelanggan melakukan pemesanan tiket, perubahan jadwal, hingga akses informasi perjalanan. Pengembangan digitalisasi ini merupakan bentuk inklusivitas di era modern, yang menjamin kemudahan akses layanan bagi seluruh kalangan.

Franoto menambahkan, pentingnya inklusifitas dalam transportasi umum juga tercermin dalam komitmen global. Prinsip aksesibilitas dan keadilan dalam mobilitas menjadi bagian dari Sustainable Development Goals (SDGs) poin 10 tentang pengurangan ketimpangan serta poin 11 tentang kota dan komunitas berkelanjutan.

“Kami percaya bahwa inklusifitas bukan hanya kewajiban moral, melainkan juga standar internasional yang perlu diterapkan. Dengan menyesuaikan layanan pada regulasi nasional sekaligus kebijakan global, KAI ingin menjadikan kereta api sebagai moda transportasi yang semakin ramah, setara, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat modern,” jelas Franoto.

Dengan konsistensi menghadirkan layanan inklusif, KAI berharap kereta api tetap menjadi moda transportasi pilihan utama masyarakat. Kereta api bukan hanya sarana untuk mencapai tujuan perjalanan, tetapi juga simbol keterhubungan dan kebersamaan antarindividu dari latar belakang yang berbeda.

“KAI Daop 4 mengajak seluruh pelanggan untuk bersama-sama menjaga kenyamanan dan ketertiban selama perjalanan. Dengan saling menghargai dan mematuhi aturan, kita dapat mewujudkan transportasi publik yang benar-benar inklusif, sehat, dan menyenangkan bagi semua,” tutup Franoto.

KPK Ajak UNDIP Cetak Agen Perubahan Antikorupsi di Perguruan Tinggi

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – UNDIP menggelar kuliah umum antikorupsi bertema ” Pencegahan Korupsi dalam Memperkuat Integritas dan Budaya Antikorupsi di Lingkungan Perguruan Tinggi” yang diikuti oleh mahasiswa baru Universitas Diponegoro pada Jum’at 22 Agustus 2025 di Muladi Dome, Tembalang, Semarang.

Kuliah umum ini digelar bertujuan mengedukasi para mahasiswa baru untuk menghindari dan memberantas korupsi sejak dini. Hadir sebagai narasumber Dr. Fitroh Rohcahyanto, S.H. selaku wakil ketua KPK.

Rektor UNDIP, Prof Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. dalam sambutannya menyampaikan bahwa UNDIP menjadi salah satu kampus yang tergabung dalam Penguatan Integritas Ekosistem Perguruan Tinggi Negeri (PIE PTN) “UNDIP terpilih sebagai 1 (satu) dari 7 (tujuh) PTN/PTKN yang dijadikan pilot project dan diberikan pendampingan dari KPK dalam implementasi PIE PTN.” ungkapnya.

Pada kesempatannya, Dr. Fitroh Rohcahyanto, S.H. menyampaikan paparan materi antikorupsi, mengungkapkan “kita sudah tahu korupsi itu apa artinya, yang kurang kita ketahui adalah tentang kesadaran diri tentang sifat anti korupsi”.

Dr. Fitroh Rohcahyanto mengatakan bahwa kita bisa mencegah budaya korupsi mulai dari ruang kelas, karena pelanggaran integritas masih marak di sekolah dan kampus. Dari menyontek hingga gratifikasi, dan pengadaan yang tak transparan, “nyontek sana sini adalah cikal bakal korupsi” lanjutnya.

Jika ruang akademik kehilangan integritas, masa depan kehilangan pondasinya. Beliau juga memberikan motivasi pada mahasiswa untuk terus belajar dengan ikhlas, kejar ilmunya, jangan lupakan orang tua, dan jauhi perilaku korupsi. Seperti yang sudah diketahui bahwa korupsi bukanlah hal baru di Indonesia, tetapi sistemik.

Dr. Fitroh Rohcahyanto mengungkapkan bahwa korupsi bukanlah hal yang baru di Indonesia. Untuk memberantasnya kita butuh pembaruan sistem hukum, bukan hanya pergantian aktor.

Pada materinya juga disampaikan bahwa dalam pendidikan juga memiliki peran antikorupsi. Seperti yang tercantum di artikel United Nation Convention Against Corruption, menjelaskan bahwa peningkatan kesadaran masyarakat terhadap ancaman timbulnya korupsi dan peningkatan partisipasi aktif masyarakat dalam pencegahan serta memberantas korupsi.

Acara kuliah umum ini berlangsung dengan sangat seru dan penuh semangat, dilihat dari keaktifan mahasiswa baru dalam sesi tanya jawab, yang menanyakan tentang seluk beluk kegiatan KPK dalam memberantas korupsi di Indonesia dan tentang pengawasan uang untuk kegiatan negara.

Dengan menggelar kuliah umum pendidikan anti korupsi, harapannya kita semua bisa mencegah segala celah korupsi yang dapat terjadi di masa sekarang maupun masa mendatang.

UNDIP Kirim 57 Tim Ekspedisi Patriot, Wujud Nyata Dedikasi untuk Negeri

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Universitas Diponegoro (UNDIP) secara resmi melepas keberangkatan Tim Ekspedisi Patriot yang akan melaksanakan misi pengabdian masyarakat, penelitian, dan penjelajahan di wilayah transmigrasi di Indonesia. Pelepasan dilakukan di lapangan Widya Puraya, kampus UNDIP Tembalang oleh Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. selaku Rektor Universitas Diponegoro didampingi jajaran pimpinan universitas.

Tercatat 285 peserta mengikuti program Ekspedisi Patriot yang terdiri dari mahasiswa, alumni, dan dosen dari berbagai fakultas di Universitas Diponegoro. Mereka akan menjalankan serangkaian kegiatan seperti penelitian lapangan, edukasi masyarakat, pengembangan potensi daerah, serta promosi nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air.

Tim Ekspedisi Patriot merupakan salah satu program strategis Kementerian Transmigrasi yang menugaskan peneliti muda ke daerah transmigrasi untuk mengkaji potensi sumber daya, mengidentifikasi komoditas unggulan, serta merumuskan strategi pengembangan kawasan. Untuk menjalankan program unggulan tersebut, Kementerian Transmigrasi menggandeng 7 universitas terbaik Indonesia, salah satunya Universitas Diponegoro.

Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, S.E.,M.Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sebagai wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga untuk menanamkan semangat patriotisme di kalangan generasi muda.

Rektor UNDIP juga menekankan agar para peserta kembali menetapkan niat yang benar saat memutuskan untuk berangkat dan menjadi bagian dalam tim ekspedisi ini yaitu memberikan manfaat untuk masyarakat.

“Saudara-Saudara adalah insan terpilih yang menjadi representatif UNDIP. Kehadiran Saudara diharapkan memberikan manfaat dan kontribusi nyata bagi daerah/ wilayah yang menjadi tujuan,” ucap Rektor.

“Ingat selalu untuk menghormati budaya dan kearifan lokal dimana ditempatkan. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Hormati adat istiadat dimana kita berada. Jadilah penggerak yang memberikan inspirasi. Isi ruang-ruang publik dengan hal-hal positif yang membangun optimistis bangsa,” pesan Prof Suharnomo.

Prof. Dr.-Ing. Wiwandari Handayani, S.T., M.T., MPS, guru besar Departemen Perencanaan Wilayah dan Perkotaan (PWK) Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, pakar bidang ketahanan kota (city resilience) yang merupakan PIC Tim Ekspedisi Patriot UNDIP menyampaikan, “peserta ekspedisi patriot menjalankan program selama 4 bulan, yang sebelumnya akan mendapatkan pembekalan terlebih dahulu dari Kementerian Transmigrasi”.

Para penggerak dan peneliti muda ini akan melakukan kajian yang menghasilkan luaran rencana pengembangan Kawasan dan identifikasi potensi alam/daerah.
“Tujuannya adalaĥ lokasi transmigrasi nantinya, bukan hanya untuk memindahkan penduduk, tetapi mampu berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi,” imbuh Prof Wiwik, akrab disapa.

Tim Ekspedisi Patriot akan menjelajahi wilayah mencakup 13 provinsi, 35 kabupaten dan 57 kawasan transmigrasi selama 4 bulan.

Di lokasi tersebut, mereka akan melakukan berbagai kegiatan, seperti: pemetaan potensi sumber daya; pendampingan UMKM; pelatihan teknologi tepat guna; edukasi lingkungan; dan lainnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat jejaring kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, komunitas lokal, dan masyarakat, sekaligus mengangkat potensi wilayah yang selama ini belum banyak tersentuh.

Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro diinisiasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNDIP bekerja sama dengan Kementerian Transmigrasi. Diagendakan kegiatan berlangsung mulai sekitar 26-31 Agustus 2025 yang berakhir pada 9 Desember 2025.

Rapimda MKGR Jateng Tegaskan Dukungan untuk Adies Kadir sebagai Ketua Umum DPP

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Dukungan penuh kepada Dr. Ir. H. Adies Kadir, SH, M.Hum untuk kembali memimpin Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organisasi Masyarakat Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (Ormas MKGR) mengalir dari Jawa Tengah.

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) MKGR Jawa Tengah secara resmi mengusung Adies Kadir sebagai calon Ketua Umum periode mendatang.

Keputusan tersebut diambil dalam Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) yang digelar di Kantor DPD Partai Golkar Jawa Tengah, Semarang, Jumat (22/8).

“Kami dari DPD MKGR Jawa Tengah mendukung penuh Bapak Adies Kadir untuk melanjutkan kepemimpinan sebagai Ketua Umum DPP Ormas MKGR pada Musyawarah Besar ke-X,” ujar Ketua DPD Ormas MKGR Jateng, Ferry Wawan Cahyono, SPi, MSi, usai Rapimda.

Menurutnya, dukungan ini bukan sekadar pilihan politik internal, tetapi bagian dari upaya memperkuat soliditas organisasi hingga ke akar rumput. Kesinambungan kepemimpinan menjadi faktor strategis agar MKGR tetap relevan dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.

“Pengabdian MKGR harus terus berlanjut. Untuk itu, kesinambungan kepemimpinan di tubuh organisasi menjadi penting agar aspirasi kader dari seluruh daerah, termasuk Jawa Tengah, dapat terakomodasi dalam arah kebijakan ke depan,” tegasnya.

Sebagai salah satu organisasi pendiri Partai Golkar, MKGR memiliki sejarah panjang dan peran penting dalam dinamika politik Indonesia.

Organisasi ini tidak hanya menjadi pilar sosial yang menegakkan nilai kekeluargaan dan gotong royong, tetapi juga berfungsi sebagai wadah pengkaderan dan penguatan basis dukungan politik.

Dukungan DPD Ormas MKGR Jawa Tengah kepada Adies Kadir diyakini memberi sinyal kuat konsolidasi menjelang Musyawarah Besar ke-X. Lebih jauh, keputusan ini juga dianggap relevan dengan agenda politik nasional, khususnya dalam rangka menyongsong Pemilu 2029.

“MKGR adalah bagian penting dari keluarga besar Partai Golkar. Dukungan dari daerah menunjukkan adanya kesatuan visi untuk memperkuat organisasi, sekaligus menegaskan arah dukungan politik yang lebih solid,” ujar Ferry.

Rekam jejak Adies Kadir

Adies Kadir yang juga Wakil Ketua DPR RI dikenal sebagai figur sentral dalam tubuh MKGR dan Partai Golkar. Selain lama berkecimpung di dunia politik, ia juga pernah menjabat di berbagai posisi strategis, termasuk di legislatif.

Di bawah kepemimpinannya, MKGR dinilai berhasil menjaga eksistensi sekaligus memperluas jangkauan organisasi dalam kerja-kerja sosial maupun politik.

Musyawarah Besar ke-X Ormas MKGR yang dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat dipandang sebagai momentum penting untuk menentukan arah organisasi lima tahun mendatang.

Dengan dukungan dari Jawa Tengah, yang dikenal sebagai salah satu basis penting Golkar, peluang Adies Kadir untuk kembali memimpin dinilai semakin kuat.

“DPD Jateng siap mengawal hasil Rapimda hingga forum Musyawarah Besar. Kami percaya kepemimpinan Bapak Adies akan mampu menjaga relevansi MKGR dalam menjawab dinamika kebangsaan,” pungkas Ferry.

Rapimda MKGR Jateng Teguhkan Konsolidasi, Perkuat Langkah Menuju Pemilu 2029

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Suasana hangat menyelimuti Kantor DPD Partai Golkar Jawa Tengah Jl. Kyai Saleh, Kota Semarang, Jumat (22/8). Puluhan pengurus Organisasi Masyarakat Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (Ormas MKGR) dari berbagai kabupaten/kota hadir memenuhi ruang rapat.

Mereka datang dengan semangat yang sama, yakni menyatukan langkah organisasi demi menguatkan peran strategis MKGR dalam mengawal perjalanan Partai Golkar menuju Pemilu 2029.

Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) ini bukan sekadar agenda rutin. Ia hadir di tengah dinamika politik pasca Pemilu 2024, ketika semua kekuatan partai mulai menata diri untuk menatap pertarungan lima tahun mendatang.

Bagi MKGR Jawa Tengah, Rapimda adalah ruang untuk mempertegas komitmen, merapatkan barisan, sekaligus memantapkan konsolidasi jelang Musyawarah Besar (Mubes) MKGR yang akan digelar akhir bulan ini.

Ketua DPD Partai Golkar Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menilai pelaksanaan Rapimda MKGR kali ini memiliki makna strategis. Menurutnya, konsolidasi ormas dan partai harus berjalan seiring agar ritme perjuangan di akar rumput tidak timpang.

“DPD Golkar saat ini sedang fokus konsolidasi Musda. Kehadiran Rapimda ini sangat tepat untuk menyatukan ritme organisasi dengan gerak partai,” ujar Saleh.

Ia menambahkan, keberadaan ormas pendiri seperti MKGR selalu menjadi energi tambahan bagi Partai Golkar di Jawa Tengah.

Dengan jaringan yang luas hingga tingkat desa, MKGR disebut dapat memainkan peran penting dalam menjaga soliditas kader sekaligus memperluas basis dukungan masyarakat.

Sementara itu, Ketua Ormas MKGR Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono menekankan, Rapimda 2025 difokuskan pada tiga hal besar.

Pertama, memperkuat silaturahmi dan konsolidasi seluruh pengurus, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Kedua, merapatkan barisan untuk memastikan seluruh program kerja berjalan efektif di semua level. Ketiga, menyerap aspirasi dari DPC yang nantinya akan dirangkum dan dibawa dalam forum Mubes nasional.

“Agenda organisasi kita sangat padat. Karena itu koordinasi menjadi kunci agar semua program bisa dijalankan dengan baik. Rapimda ini juga menjadi ruang untuk menyamakan visi menuju Mubes nasional,” kata Ferry.

Ia menggarisbawahi, Rapimda kali ini memiliki bobot lebih karena berlangsung pada tahun pertama pasca-Pemilu.

“MKGR harus melakukan konsolidasi internal secara berjenjang, sistematis, dan terukur. Hanya dengan cara itu kita bisa memastikan kesiapan organisasi menghadapi Pemilu lima tahun mendatang,” tegasnya.

Mitra Strategis Golkar

Lebih jauh, Ferry yang juga Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jawa Tengah menegaskan, MKGR berkomitmen menjadi mitra strategis Partai Golkar, bukan sebaliknya. Ormas ini, kata dia, hadir untuk memperkuat partai, mendukung setiap program kerja, serta menjadi solusi di lapangan.

“ MKGR Jateng mendukung penuh program kerja DPD Partai Golkar. Kita harus hadir sebagai solusi, bukan menjadi persoalan, agar organisasi berjalan solid dan produktif,” ujarnya.

Baginya, peran ormas pendiri seperti MKGR sangat menentukan. Bukan hanya karena faktor historis, melainkan juga karena ormas memiliki jangkauan yang mampu memperkuat simpul-simpul sosial di tengah masyarakat.

Rapimda MKGR Jawa Tengah 2025, menjadi titik pijak penting untuk mengawal konsolidasi internal, menyatukan visi, dan memperkuat barisan. Dengan basis yang kokoh, MKGR diharapkan dapat menjadi motor penggerak bagi Partai Golkar di Jawa Tengah.

Meski Pemilu 2029 masih empat tahun lagi, konsolidasi sejak dini dianggap sebagai kunci untuk membangun kepercayaan masyarakat sekaligus merebut kembali kejayaan Partai Golkar di kancah politik nasional maupun daerah.

Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, Rapimda kali ini tak hanya meneguhkan posisi MKGR sebagai ormas pendiri Golkar, tetapi juga menandai tekad bersama: memastikan mesin partai berjalan selaras dan siap memenangkan kontestasi politik 2029.

Kado HUT RI, PLN Salurkan Bantuan Pasang Listrik Gratis 2.821 Keluarga Prasejahtera di Seluruh Indonesia

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – PT PLN (Persero) memberikan kado spesial bagi masyarakat di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia dengan menyalurkan bantuan sambungan listrik gratis kepada 2.821 keluarga prasejahtera di seluruh Indonesia.

Bantuan ini disalurkan secara serentak di 38 provinsi melalui program Light Up The Dream (LUTD) pada Rabu (20/8).

LUTD merupakan program bantuan pemasangan sambungan listrik gratis bagi keluarga prasejahtera yang tinggal di wilayah berlistrik, namun belum mampu menyambung listrik ke rumah mereka.

Kegiatan yang berasal dari inisiasi dan donasi sukarela pegawai PLN ini telah dilaksanakan sejak tahun 2020 dan berhasil memberikan sambungan gratis kepada 37.088 pelanggan di seluruh Indonesia.

Romi Wahyudi, warga Ulak Karang Utara, Padang, Sumatera Barat yang merupakan salah satu penerima manfaat program LUTD, menyampaikan rasa syukurnya atas bantuan penyambungan listrik yang diberikan.

Dirinya menyampaikan, setiap harinya Ia sekeluarga harus hidup dengan penuh keterbatasan tanpa listrik, bahkan untuk penerangan sekalipun.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pegawai PLN dari pusat sampai daerah. Alhamdulilah, saya menikmati sambung listrik gratis yang diberikan sama PLN. Semoga berkat ini keluarga saya bisa memanfaatkannya menjadi lebih baik,” ujar Romi.

Bukan hanya penerima manfaat, program ini juga mendapatkan respons positif dari Pemerintah Daerah.

Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, mengapresiasi program inisiasi dari pegawai PLN ini, yang secara konsisten memberikan akses listrik untuk masyarakat kurang mampu.

“Apresiasi yang luar biasa untuk PLN dengan Light Up The Dream atau penyalaan listrik di Papua Barat Daya. Di kesempatan ini kita sampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya memberikan dukungan penuh untuk program ini dan diharapkan berlanjut di waktu mendatang. Mari kita berjuang bersama-sama untuk masyarakat kita bisa menikmati listrik,” kata Elisa.

Dukungan juga hadir dari Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos. Menurutnya, Light Up The Dream merupakan program yang sangat positif dari seluruh pegawai PLN untuk masyarakat Indonesia.

“Kita bersama-sama memastikan bahwa di Kemerdekaan Indonesia yang ke-80 seluruh masyarakat Indonesia, khususnya Maluku Utara bisa benar-benar merdeka dari rasa gelap dan merdeka untuk menikmati fasilitas listrik, sehingga mereka bisa mendapatkan akses pendidikan dan pekerjaan. Kami doakan yang terbaik kepada PLN untuk terus memastikan Indonesia menyala,” ujar Sherly.

Sementara itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan bahwa listrik adalah kebutuhan dasar masyarakat dan PLN sebagai tulang punggung ketenagalistrikan nasional memiliki tanggung jawab untuk memastikan akses tersebut dapat dinikmati oleh semua kalangan.

“Kegiatan ini merupakan cerminan kepedulian dan solidaritas insan PLN. Melalui LUTD, PLN ingin semua keluarga di Indonesia dapat memanfaatkan listrik untuk kehidupan lebih baik,” ucap Darmawan.

Pada tahun ini, sampai dengan Agustus 2025 tercatat sebanyak 7.978 keluarga prasejahtera di 38 provinsi telah mendapat sambungan listrik gratis lewat program tersebut.

Ke depan, PLN memastikan program LUTD akan terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sebagai bagian dari misi besar PLN mewujudkan keadilan energi untuk semua.

“Kami percaya bahwa akses terhadap listrik adalah pintu pembuka menuju kemajuan. Dengan hadirnya listrik, anak-anak bisa belajar, keluarga bisa lebih produktif, dan perekonomian serta kualitas hidup masyarakat juga meningkat,” pungkas Darmawan.