spot_img
Beranda blog Halaman 7

WFA Masih Dikaji, Pemkot Semarang Tegaskan Pelayanan Publik Tak Boleh Terganggu

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang memastikan rencana penerapan Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) akan dilakukan secara selektif dan tetap mengutamakan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Meski demikian, kebijakan tersebut masih menunggu arahan resmi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang, Joko Hartono, menyampaikan hal tersebut usai kegiatan Apel Pagi Terpusat dan Halal Bihalal Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriyah di Halaman Balaikota Semarang, Senin (30/3).

Ia menegaskan bahwa Pemkot Semarang akan mengikuti kebijakan pemerintah pusat terkait penerapan WFA, dengan tetap mempertimbangkan karakteristik pekerjaan ASN di daerah yang sebagian besar membutuhkan kehadiran fisik.

“Kami ikuti nanti yang diputuskan oleh Kementerian Dalam Negeri. Karena kami menginduknya di Kementerian Dalam Negeri. Tapi yang jelas di Pemerintah Daerah itu kita adalah pelayan masyarakat garda terdepan. Yang jenis-jenis pekerjaannya, jenis-jenis layanannya itu menuntut kehadiran fisik,” ujar Joko.

Menurutnya, tidak semua jenis pekerjaan dapat dilaksanakan dari jarak jauh atau secara WFA.

Oleh karena itu, Pemkot Semarang akan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam mengimplementasikan kebijakan tersebut.

“Yang jelas untuk jenis-jenis pekerjaan yang membutuhkan kehadiran secara fisik, tetap kita akan hadir secara fisik,” tegas Joko.

Pihaknya menambahkan, selama masa libur Lebaran, ASN di Kota Semarang telah diberikan kesempatan untuk menerapkan skema WFA secara terbatas. Namun demikian, mayoritas ASN tetap masuk kerja karena tuntutan pelayanan publik yang tidak bisa ditinggalkan.

Dirinya menyebutkan bahwa per 30 Maret 2026, seluruh ASN telah diwajibkan kembali bekerja secara fisik di kantor dan kehadirannya dipantau secara ketat.

Selain itu, Pemkot Semarang juga memastikan bahwa disiplin ASN tetap menjadi perhatian utama. Pengawasan kehadiran dilakukan secara langsung, termasuk melalui inspeksi mendadak (sidak), guna menjamin pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

Lebih lanjut, Joko kembali menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap rencana penerapan WFA.

Pemerintah Kota Semarang berkomitmen menjaga kualitas layanan, khususnya pada sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. (Adv)

Disinformasi Produk, Irwan Hidayat Pilih Dialog dan Edukasi

0

KABUPATEN SEMARANG (Pertamanews.id) – Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat, memilih pendekatan edukatif dalam merespons berbagai serangan terhadap produk di media sosial. Ia menilai, langkah tersebut lebih efektif dibandingkan menempuh jalur hukum.

Irwan mengungkapkan, setiap kali muncul unggahan negatif terkait produk seperti Tolak Angin, pihaknya langsung melakukan penelusuran untuk mengetahui sumber serta motif di balik konten tersebut.

“Setelah ditelusuri, ternyata banyak yang hanya ikut-ikutan repost tanpa memahami dampaknya,” ujarnya saat Kampanye Menabung Saham di Agrowisata Sido Muncul, Senin (30/3).

Ia menyebut, mayoritas pelaku bukan pihak berkepentingan, melainkan netizen yang sekadar mencari perhatian. Bahkan, tidak sedikit di antaranya merupakan pengguna produk Sido Muncul sendiri.

“Mereka tidak tahu dan tidak berpikir panjang soal efek postingannya,” katanya.

Irwan menegaskan, pihaknya tidak gegabah membawa persoalan ke ranah hukum. Ia lebih memilih berdialog langsung guna memberikan pemahaman kepada pihak terkait.

“Saya malah kasihan, karena yang dicari hanya ketenaran. Kalau dibawa ke hukum, malah tambah susah,” ungkapnya.

Ia pun mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam bermedia sosial, khususnya saat menyebarkan informasi. Menurutnya, verifikasi menjadi hal penting sebelum membagikan konten ke publik.

“Kalau tidak tahu, sebaiknya tidak usah posting. Kalau sudah terlanjur, lebih baik dihapus,” tegasnya.

Pendekatan edukatif ini dinilai menjadi langkah strategis dalam menjaga citra perusahaan. Selain mampu meredam potensi konflik, cara tersebut juga mendorong peningkatan literasi digital di masyarakat. ***

Sido Muncul Gaspol Ekspansi dan Digitalisasi Jelang Pergantian Kepemimpinan

0

UNGARAN (Pertamanews.id) — PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk mulai mematangkan proses regenerasi kepemimpinan. Direktur perusahaan, Irwan Hidayat, memastikan transisi ke generasi penerus dilakukan secara bertahap, terstruktur, dan transparan, dengan target rampung pada 2027.

Irwan mengungkapkan, rencana pergantian pengurus telah dipublikasikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 17 Maret 2026. Ia kembali dipercaya memimpin sementara, terutama karena faktor pengalaman dan posisinya sebagai yang paling senior di antara anggota keluarga.

“Kenapa saya dipilih, karena saya paling tua. Tapi tugas saya hanya mengantar ke generasi penerus,” ujarnya.

Menurut Irwan, proses regenerasi kali ini jauh lebih kompleks dibanding sebelumnya. Jika generasi pendiri hanya terdiri dari lima bersaudara, kini terdapat 13 anggota keluarga dari lima cabang keluarga yang akan terlibat dalam kepemimpinan.

“Kalau dulu kami berlima cukup saling tahu, cukup telepon. Sekarang sudah 13 orang dari lima keluarga, jadi harus ada aturan yang transparan,” jelasnya.

Dalam satu tahun ke depan, manajemen akan fokus menyempurnakan seluruh aspek perusahaan sebelum estafet kepemimpinan diserahkan.

Pembenahan dilakukan mulai dari regulasi internal, sistem produksi, keuangan, hingga aspek lingkungan agar memenuhi standar maksimal.

“Kami ingin menyerahkan perusahaan dalam kondisi sempurna, patuh 100 persen terhadap aturan. Jangan sampai ada celah saat diserahkan ke generasi berikutnya,” tegas Irwan.

Di sisi bisnis, perusahaan juga menyiapkan strategi penguatan kinerja melalui peningkatan penjualan dan ekspansi pasar global. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperluas pemasaran produk suplemen serta membuka kantor pemasaran di luar negeri.

“Kami dorong penjualan, terutama suplemen dan ekspor. Tahun ini kami fokus membangun kantor marketing di luar negeri,” katanya.

Untuk mendukung tata kelola perusahaan yang lebih modern, Sido Muncul juga tengah mengembangkan sistem digital berbasis monitoring real-time. Sistem ini memungkinkan seluruh aktivitas bisnis terpantau secara langsung tanpa menunggu laporan berkala.

“Kami buat sistem monitoring real time, jadi semua proses bisa langsung dikontrol, tidak menunggu laporan setelah kejadian,” imbuhnya.

Meski transisi kepemimpinan akan dilakukan dalam beberapa tahun ke depan, Irwan menegaskan para pendiri tidak akan serta-merta melepas perusahaan.

Pendampingan terhadap generasi penerus akan tetap dilakukan selama dua hingga tiga tahun setelah transisi.

“Kami tidak akan meninggalkan begitu saja. Tetap kami dampingi agar transisi berjalan baik,” ujarnya.

Terkait kepemimpinan, Irwan menilai posisi CEO idealnya tetap dipegang oleh keluarga selama memiliki kompetensi yang memadai. Menurutnya, pemilik perusahaan memiliki tingkat tanggung jawab dan komitmen yang lebih tinggi dibandingkan profesional eksternal.

“Kalau dari keluarga mampu, lebih baik dari keluarga. Tidak ada yang lebih total daripada pemilik,” tandasnya.

Ia memastikan seluruh calon penerus telah dibekali pendidikan dan pengalaman yang cukup, bahkan sebagian memiliki rekam jejak kerja antara 15 hingga 25 tahun.

“Semua berpendidikan baik dan punya pengalaman panjang, jadi tidak diragukan,” pungkasnya.***

Rayakan Paskah, ZERU Sky Terrace Tawarkan Dinner & Brunch Premium

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Menyambut momen Paskah dengan nuansa elegan, ZERU Sky Terrace di Padma Hotel Semarang menghadirkan program spesial bertajuk “An Easter Culinary Rendezvous: Dinner & Sunday Brunch” pada 4–5 April 2026.

Program eksklusif akhir pekan ini menawarkan pengalaman bersantap premium dengan menghadirkan kolaborasi chef internasional serta dua konsep dining yang dirancang khusus untuk memanjakan pecinta kuliner di Kota Semarang.

Sorotan utama dalam perayaan ini adalah kolaborasi “Four Hands” antara Stéphane Simond, kreator di balik CORK French Tavern, dan Surya Mahardika selaku Chef de Cuisine ZERU Sky Terrace.

Keduanya menghadirkan menu eksklusif yang memadukan teknik kuliner Prancis klasik dengan sentuhan modern yang inovatif.

Chef Stéphane, yang memiliki pengalaman lebih dari 17 tahun di dunia kuliner internasional, dikenal dengan pendekatannya dalam menginterpretasikan masakan Prancis secara kontemporer.

Bersama Chef Surya, mereka menciptakan sajian musiman yang menggabungkan keanggunan cita rasa Prancis dengan konsep rooftop dining khas ZERU yang dinamis dan lebih dekat dengan selera pengunjung.

Rangkaian acara dimulai dengan Dinner eksklusif pada Sabtu, 4 April 2026 pukul 18.00 WIB. Bertempat di rooftop ZERU yang menawarkan panorama kota, tamu akan disuguhkan hidangan multi-course pilihan seperti Beef Tartare signature, Grilled Hokkaido Scallop, hingga Wood-Fire Wagyu Beef MB6.

Pengalaman bersantap ini semakin lengkap dengan pilihan wine premium yang menambah kesan mewah dan berkelas.

Kemudian, perayaan berlanjut dengan Easter Sunday Brunch pada Minggu, 5 April 2026 pukul 11.00–14.30 WIB.

Konsep brunch yang hangat dan santai ini menyajikan beragam menu Prancis dan internasional, mulai dari Live Salad Station, Mezze & Canapés, aneka roti homemade, hingga sajian khas seperti Parmesan Wheel dengan pilihan meat & pasta.

Untuk hidangan utama, tersedia Wood-Fired Grilled Australian Steak MB6 serta berbagai pilihan dessert yang menggugah selera.

Tak hanya menawarkan kuliner, acara ini juga dirancang sebagai pengalaman keluarga dan lifestyle dining, lengkap dengan suasana hangat serta panorama Kota Semarang dari ketinggian.

Aktivitas seperti Golden Egg Hunt turut menambah keseruan bagi para tamu yang datang bersama keluarga.

Melalui program spesial ini, Padma Hotel Semarang mengajak masyarakat merayakan Paskah dengan perpaduan kemewahan kuliner, kebersamaan, dan pengalaman rooftop yang berkesan di jantung kota.***

Irwan Hidayat Dorong Budaya Nabung Saham di Kalangan Karyawan Sido Muncul

0

UNGARAN (Pertamanews.id) — Momentum Lebaran dimanfaatkan Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat, untuk mengajak karyawannya mulai menabung saham.

Kampanye ini digelar di pabrik Sido Muncul Ungaran, Senin (30/3), bekerja sama dengan Ina Sekuritas.

Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat mengatakan kebiasaan masyarakat membawa pulang uang saat Lebaran sering berujung habis tanpa perencanaan jelas.

Ia mendorong agar dana tersebut dialihkan menjadi tabungan saham yang lebih produktif.

“Kalau uangnya cuma disimpan atau dibawa pulang, setahun bisa habis tanpa terasa. Kenapa tidak ditabung dalam bentuk saham,” katanya.

Irwan menilai masyarakat Indonesia masih minim literasi investasi saham, terlihat dari jumlah investor yang baru sekitar 3–4 persen dari total penduduk. Angka ini jauh tertinggal dibandingkan Amerika Serikat yang mencapai lebih dari 60 persen.

“Di Indonesia yang pernah beli saham itu baru sekitar 3 sampai 4 persen. Sementara di Amerika bisa sampai 62 persen penduduknya berinvestasi di saham,” ujarnya.

Ia menjelaskan konsep yang ia dorong bukan sekadar investasi, melainkan menabung secara bertahap sesuai kemampuan. Karyawan dapat menyisihkan sebagian penghasilan, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah, untuk dibelikan saham perusahaan yang memiliki rekam jejak baik.

“Jangan dianggap investasi yang berat, tapi menabung dalam bentuk saham. Bisa pilih perusahaan yang sudah terbukti seperti BCA, BRI, Mandiri, atau Sido Muncul sendiri,” jelasnya.

Irwan mengakui selama ini edukasi saja tidak cukup untuk mengubah kebiasaan masyarakat. Karena itu, ia memilih memberi contoh langsung dengan mendorong karyawan Sido Muncul menjadi investor saham.

“Kalau cuma diajari, orang sering lupa. Yang paling penting itu praktik. Maka saya mulai dari karyawan sendiri,” tegasnya.

Dari sekitar 4.000 karyawan Sido Muncul, saat ini baru sekitar 30 orang yang memiliki saham. Kondisi ini menjadi alasan kuat bagi manajemen untuk menggencarkan kampanye literasi keuangan di internal perusahaan.

“Dari 4.000 karyawan, yang punya saham baru sekitar 30 orang. Ini yang ingin kita ubah,” tandasnya.

Ia berharap ke depan semakin banyak karyawan yang rutin menabung saham sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang. Dengan cara ini, kesejahteraan karyawan diharapkan meningkat seiring pertumbuhan perusahaan tempat mereka bekerja.***

Agustina Wilujeng Apresiasi Komitmen ASN Jaga Stabilitas Kota Selama Libur Lebaran

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang menggelar Apel Pagi Terpusat yang dilanjutkan Halal Bihalal Idul Fitri 1 Syawal 1447 H di Halaman Balaikota Semarang, Senin (30/3/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, hingga pimpinan BUMD sebagai momentum memperkuat soliditas pasca Lebaran.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN yang tetap menjalankan tugas selama masa libur Lebaran sehingga Kota Semarang tetap kondusif dan menjadi tujuan singgah para pemudik.

“Secara khusus, saya menyampaikan apresiasi setinggi- tingginya kepada seluruh ASN yang tetap bersiaga bertugas selama masa Lebaran kemarin dan hasilnya, Kota Semarang sangat damai dan menjadi destinasi kunjungan wisata bagi para pemudik dan mereka-mereka yang akan menuju ke kota-kota lainnya yang melewati Kota Semarang,” ujarnya.

Menurutnya, dedikasi ASN yang tetap siaga menjadi kunci terciptanya rasa aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan yang melintas di Kota Semarang.

Ia menegaskan kontribusi tersebut mencerminkan kualitas pelayanan publik yang membanggakan.

“Terima kasih, saudara-saudara sekalian tetap berdiri ikhlas guna memastikan Kota Semarang tetap kondusif, aman dan nyaman bagi setiap pemudik dan wisatawan. Kontribusi saudara adalah wajah asli pelayanan publik Kota Semarang yang membanggakan,” lanjutnya.

Dalam evaluasinya, Agustina menyebut arus mudik dan balik Lebaran tahun ini berjalan relatif lancar dengan minim gangguan berarti. Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan berbagai pihak berjalan efektif dalam mengendalikan situasi.

“Kejadian-kejadian istimewa juga tidak begitu banyak. Artinya bahwa proses pengendalian yang disiapkan oleh jajaran baik dari Polri maupun dari Polda, Kapolrestabes, bekerja sama dengan seluruh komponen dari pemerintah kota, dari kabupaten dan dari provinsi berjalan dengan sangat lancar,” terang Agustina.

Ia menambahkan tingginya mobilitas pemudik yang singgah di Kota Semarang, meski hanya sebentar, memberikan dampak positif terhadap citra dan perekonomian kota.

Agustina menegaska, meskipun ASN secara administratif mendapatkan masa libur, namun pada praktiknya mereka tetap menjalankan fungsi pemantauan, terutama menghadapi potensi bencana dan lonjakan aktivitas masyarakat selama periode Lebaran.

“Memang kita berkomitmen, dan kita membuat seruan, dan Alhamdulillah ini berhasil, bahwa ASN walaupun mereka liburan panjang, tetapi tidak sepenuhnya libur,” ungkap Agustina.

Melalui apel dan halal bihalal ini, Pemerintah Kota Semarang berharap semangat kebersamaan, keikhlasan, dan dedikasi yang telah ditunjukkan selama masa Lebaran dapat terus terjaga dan ditingkatkan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada warga Kota Semarang. (Adv)

Monitoring Ramadan-Idulfitri 2026, BPH Migas Pastikan Pasokan Energi di Tarakan Aman

0

TARAKAN (Pertamanews.id) — Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melakukan monitoring ketersediaan energi selama Ramadan dan Idulfitri 2026 di Kota Tarakan.

Kegiatan ini turut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, pemerintah daerah, serta pihak terkait lainnya.

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, memastikan bahwa penyediaan dan distribusi energi di Tarakan berada dalam kondisi aman dan terkendali.

Ia menyebutkan, stok bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) mencukupi, serta distribusinya berjalan lancar tanpa kendala di lapangan.

“Seluruh distribusi terkonfirmasi aman dan lancar, serta masyarakat tidak mengalami kendala,” ujarnya.

Selain itu, jaringan gas kota (jargas) yang dikelola PGN saat ini telah melayani sekitar 34.145 sambungan rumah tangga di Tarakan.

Penyaluran gas dinilai berjalan baik dan mampu mendukung kebutuhan energi rumah tangga, terutama untuk memasak.

Dari sisi biaya, penggunaan jargas dinilai lebih efisien. Rata-rata pengeluaran masyarakat berkisar antara Rp25.000 hingga Rp75.000 per bulan, tergantung tingkat konsumsi.

Jika dibandingkan dengan LPG non-subsidi, biaya penggunaan jargas hanya sekitar 29 persen, sedangkan dibandingkan LPG subsidi sekitar 72 persen, sehingga memberikan penghematan yang signifikan.

Pasokan gas yang berasal dari Pertamina EP Tarakan dan Medco juga dilaporkan dalam kondisi stabil tanpa gangguan, sehingga mendukung keberlanjutan layanan jargas.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Tarakan, Ajat Jatnika, dalam kesempatan itu mengusulkan penambahan jaringan gas kota untuk sekitar 10.000 sambungan rumah tangga.

Usulan tersebut difokuskan pada dua kelurahan yang hingga kini belum terlayani jargas. Menurut Ajat, penambahan tersebut diharapkan dapat mendorong cakupan layanan jargas di Tarakan hingga mencapai 100 persen. Usulan tersebut telah disampaikan kepada pemerintah pusat dan saat ini masih menunggu tindak lanjut.

“Diharapkan dapat direalisasikan melalui dukungan program pemerintah pusat,” katanya.

Ia juga mengapresiasi upaya seluruh pihak dalam memastikan ketersediaan energi, khususnya di wilayah yang relatif jauh dari pusat distribusi, sehingga masyarakat dapat menikmati layanan energi yang merata dan berkelanjutan.

Sementara itu, General Manager Sales and Operation Region (SOR) III PGN, Hedi Hedianto, menegaskan komitmen perusahaan untuk menjaga keandalan penyaluran gas serta mendukung pengembangan jaringan gas kota di Tarakan sesuai kebijakan pemerintah.

“Pada prinsipnya, kami berkomitmen untuk terus mendistribusikan jargas kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam kegiatan monitoring tersebut, rombongan juga meninjau langsung sejumlah pelanggan PGN, di antaranya Warung Teras serta rumah tangga di RT 05 Kelurahan Karang Rejo.

Sejumlah pelanggan menyampaikan apresiasi atas distribusi gas yang dinilai berjalan dengan baik dan stabil.***

Kotta Hotel Semarang Dukung Earth Hour 2026 Dengan Aksi Nyata Dan Kolaborasi Komunitas

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kotta Hotel Semarang memperingati Earth Hour 2026 dengan mematikan lampu selama satu jam pada Sabtu (28/3) lalu, mulai pukul 20.30 hingga 21.30 WIB. Kegiatan ini menjadi bentuk dukungan terhadap gerakan global penghematan energi dan kepedulian lingkungan.

Selain aksi pemadaman lampu, Kotta Hotel Semarang juga menggelar sesi yoga bersama komunitas di area Amphitheater. Kegiatan tersebut berlangsung melalui kolaborasi dengan Metta Yoga dan diikuti sejumlah peserta dalam suasana minim cahaya.

Sesi yoga dirancang sebagai ruang refleksi sekaligus ajakan untuk lebih dekat dengan lingkungan melalui aktivitas yang tenang dan mindful. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman yang lebih bermakna dalam peringatan Earth Hour.

Hotel Manager Kotta Hotel Semarang, Donny Pangemanan, menyampaikan bahwa Earth Hour bukan hanya simbol mematikan lampu, tetapi juga bentuk kesadaran bersama terhadap keberlanjutan lingkungan.

“Earth Hour bukan hanya tentang mematikan lampu selama satu jam, tetapi tentang bagaimana kita membangun kesadaran bersama untuk menjaga bumi secara berkelanjutan. Melalui kolaborasi dengan komunitas seperti Metta Yoga, kami ingin menghadirkan pengalaman yang lebih bermakna sekaligus mengajak masyarakat untuk lebih mindful terhadap lingkungan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Kotta Hotel Semarang menegaskan komitmennya dalam menghadirkan program berkelanjutan yang tidak hanya berdampak bagi lingkungan, tetapi juga memberikan pengalaman positif bagi masyarakat dan tamu hotel.

Kotta Hospitality Management sendiri merupakan jaringan hospitality yang berdiri sejak 2022 dan mengelola sejumlah properti, di antaranya Kotta Hotel Semarang, Kotta Kyu Semarang, Kotta GO Tegal, dan Kotta GO Yogyakarta. Setiap unit mengusung konsep desain dan pengalaman yang berbeda sesuai karakter masing-masing lokasi.*

Serius Tangani Sampah, Pemkot Semarang Resmikan Kerja Sama Proyek PSEL

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Keseriusan Pemerintah kota atau Pemkot Semarang dalam upaya penanganan sampah memasuki tahap yang lebih konkret melalui Penandatanganan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Penyelenggaraan Pengolah Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan menjadi Energi Listrik (PSEL) Wilayah Semarang Raya, pada Sabtu (28/3) di Ruang Rapat Gedung B Lantai 5 Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Penandatanganan yang dilakukan antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Semarang, dan Pemerintah Kabupaten Kendal, serta disaksikan oleh Menteri Lingkungan Hidup, menjadi penanda bahwa pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan di wilayah Semarang Raya mulai dijalankan secara terstruktur.

Penandatanganan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang dilanjutkan dengan pembahasan tindak lanjut PSEL di wilayah lain di Jawa Tengah sebagai upaya percepatan penanganan sampah secara regional.

Dalam kerja sama tersebut, para pihak menyepakati arah kebijakan pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan melalui pembangunan PSEL sebagai solusi atas peningkatan timbulan sampah yang belum dapat tertangani optimal dengan sistem eksisting.

Pendekatan ini diarahkan untuk mengurangi volume sampah secara signifikan sekaligus menghasilkan energi listrik sebagai nilai tambah.

Kesepakatan ini juga menetapkan skema kolaborasi lintas daerah, di mana Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berperan dalam koordinasi dan pengawasan, sementara Pemerintah Kota Semarang dan Pemerintah Kabupaten Kendal bertanggung jawab pada aspek teknis seperti penanganan sampah, penyediaan sarana prasarana, serta pemenuhan pasokan sampah sebagai bahan baku PSEL.

Melalui Perjanjian Kerja Sama, pengaturan tersebut diturunkan ke dalam langkah operasional yang mencakup seluruh tahapan penyelenggaraan PSEL, mulai dari perencanaan, pembangunan, hingga operasional dan pemeliharaan, termasuk pengelolaan risiko, penguatan kelembagaan, serta pengalokasian anggaran.

Bagi Kota Semarang, langkah ini bukan sekadar proses administratif. Ini adalah jawaban atas kebutuhan pengelolaan sampah di kota dengan timbulan harian yang besar.

Melalui kerja sama regional bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Kendal, sistem pengolahan sampah diarahkan lebih modern, terintegrasi, dan memberi dampak jangka panjang bagi lingkungan.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menegaskan bahwa Pemerintah Kota Semarang telah menyiapkan langkah paralel selama masa pembangunan yang diperkirakan berlangsung sekitar tiga tahun.

Selain memastikan kesiapan teknis, Pemkot Semarang juga tetap menggerakkan pengurangan sampah dari sumbernya.

“Masyarakat Kota Semarang menunggu pembangunan PSEL ini. Kami siap memenuhi kebutuhan feeding sebesar 1.100 ton sampah per hari sesuai perjanjian. Sambil menunggu proses pembangunan, kami akan menguatkan gerakan Semarang Wegah Nyampah dan memperbanyak bank sampah agar pengurangan dari hulu tetap berjalan,” ujar Agustina.

Menurutnya, pendekatan ini penting agar pengelolaan sampah berjalan seimbang antara kesiapan teknologi dan partisipasi masyarakat.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menilai penandatanganan kerja sama ini sebagai langkah fundamental dalam menjawab persoalan sampah yang telah menjadi isu nasional. Ia menekankan bahwa kota-kota besar membutuhkan pendekatan berbasis teknologi untuk menangani volume sampah dalam skala besar.

“Pengelolaan sampah menjadi energi listrik merupakan langkah efektif untuk mereduksi timbulan sampah secara signifikan. Ini bagian dari upaya percepatan penanganan sampah secara nasional,” ujarnya.

Di tingkat provinsi, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memastikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi besar pengelolaan sampah di Jawa Tengah, termasuk melalui pembentukan satuan tugas percepatan penanganan sampah serta pengembangan teknologi alternatif seperti refuse derived fuel(RDF).

Ia juga menekankan bahwa tantangan pengelolaan sampah di Jawa Tengah masih cukup besar.

Dari 35 kabupaten/kota, sebanyak 29 daerah masih menerapkan praktik open dumping yang secara regulasi telah dilarang sejak Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008.

Saat ini, tingkat pengelolaan sampah di Jawa Tengah baru mencapai sekitar 30 persen, sedikit di atas rata-rata nasional yang berada di kisaran 24,9 persen.

Secara nasional, sekitar 66 persen pengelolaan sampah masih dilakukan dengan metode open dumping.

Apabila praktik tersebut dapat diakhiri dan beralih ke sistem yang lebih terkelola seperti sanitary landfill dan teknologi pengolahan modern, tingkat pengelolaan sampah secara nasional berpotensi meningkat hingga 58 persen. Sementara itu, untuk Jawa Tengah, penghentian praktik open dumping yang saat ini masih mencapai sekitar 83 persen berpotensi mendorong lonjakan tingkat pengelolaan sampah hingga mendekati 78 persen.

Kerja sama ini juga sejalan dengan arah pembangunan Kota Semarang melalui program “Semarang Bersih”, serta mendukung program strategis nasional pengembangan PSEL yang ditargetkan mulai beroperasi dalam beberapa tahun ke depan.

Penandatanganan kerja sama PSEL Semarang Raya ini menjadi titik penting peralihan dari tahap perencanaan menuju implementasi nyata pengelolaan sampah berbasis teknologi di Jawa Tengah.

Pemerintah Kota Semarang memastikan proses ini akan terus dikawal agar berjalan sesuai target dan memberikan dampak nyata bagi kualitas lingkungan serta pelayanan publik. (Adv)

Komitmen Hijau, Gets Premiere Semarang Ikut Earth Hour 2026

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Komitmen terhadap pelestarian lingkungan terus ditunjukkan Gets Premiere Semarang dengan kembali berpartisipasi dalam gerakan global Earth Hour 2026 yang digelar pada 28 Maret 2026.

Kegiatan ini menjadi simbol kepedulian industri perhotelan terhadap isu perubahan iklim sekaligus ajakan nyata kepada masyarakat untuk turut berkontribusi menjaga bumi.

Earth Hour merupakan gerakan internasional yang mengajak individu, komunitas, hingga pelaku industri di seluruh dunia untuk mematikan lampu serta penggunaan listrik yang tidak esensial selama satu jam.

Aksi sederhana ini menjadi simbol komitmen kolektif dalam mengurangi dampak perubahan iklim.

Pada momentum tersebut, Gets Premiere Semarang tak sekadar berpartisipasi, tetapi juga menghadirkan pengalaman berbeda bagi para tamu.

Tepat pukul 20.30 hingga 21.30 WIB, manajemen hotel akan melakukan pemadaman lampu di sejumlah area utama seperti lobby, restoran, serta area publik lainnya, dengan tetap menjaga standar keamanan dan kenyamanan.

Sebagai pengganti pencahayaan utama, suasana hotel akan disulap menjadi lebih hangat dan intim melalui cahaya lilin dan lampu temaram.

Atmosfer ini diharapkan mampu memberikan pengalaman unik sekaligus menjadi ruang refleksi tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara kenyamanan hidup dan kelestarian lingkungan.

Marcom Gets Premiere Semarang, Yeftania, menegaskan bahwa partisipasi ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan pihak hotel.

“Partisipasi dalam Earth Hour merupakan langkah kecil yang kami lakukan secara konsisten sebagai bagian dari tanggung jawab kami terhadap lingkungan. Kami percaya bahwa perubahan besar dapat dimulai dari tindakan sederhana, terlebih jika dilakukan secara bersama-sama,” ujarnya.

Melalui keikutsertaan dalam Earth Hour 2026, Gets Premiere Semarang berharap dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk peduli terhadap lingkungan.

Momentum ini juga diharapkan menjadi pengingat bahwa upaya menjaga bumi dapat dimulai dari hal-hal sederhana, namun berdampak besar bagi generasi mendatang.***