spot_img
Beranda blog Halaman 7

Rayakan Paskah, ZERU Sky Terrace Tawarkan Dinner & Brunch Premium

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Menyambut momen Paskah dengan nuansa elegan, ZERU Sky Terrace di Padma Hotel Semarang menghadirkan program spesial bertajuk “An Easter Culinary Rendezvous: Dinner & Sunday Brunch” pada 4–5 April 2026.

Program eksklusif akhir pekan ini menawarkan pengalaman bersantap premium dengan menghadirkan kolaborasi chef internasional serta dua konsep dining yang dirancang khusus untuk memanjakan pecinta kuliner di Kota Semarang.

Sorotan utama dalam perayaan ini adalah kolaborasi “Four Hands” antara Stéphane Simond, kreator di balik CORK French Tavern, dan Surya Mahardika selaku Chef de Cuisine ZERU Sky Terrace.

Keduanya menghadirkan menu eksklusif yang memadukan teknik kuliner Prancis klasik dengan sentuhan modern yang inovatif.

Chef Stéphane, yang memiliki pengalaman lebih dari 17 tahun di dunia kuliner internasional, dikenal dengan pendekatannya dalam menginterpretasikan masakan Prancis secara kontemporer.

Bersama Chef Surya, mereka menciptakan sajian musiman yang menggabungkan keanggunan cita rasa Prancis dengan konsep rooftop dining khas ZERU yang dinamis dan lebih dekat dengan selera pengunjung.

Rangkaian acara dimulai dengan Dinner eksklusif pada Sabtu, 4 April 2026 pukul 18.00 WIB. Bertempat di rooftop ZERU yang menawarkan panorama kota, tamu akan disuguhkan hidangan multi-course pilihan seperti Beef Tartare signature, Grilled Hokkaido Scallop, hingga Wood-Fire Wagyu Beef MB6.

Pengalaman bersantap ini semakin lengkap dengan pilihan wine premium yang menambah kesan mewah dan berkelas.

Kemudian, perayaan berlanjut dengan Easter Sunday Brunch pada Minggu, 5 April 2026 pukul 11.00–14.30 WIB.

Konsep brunch yang hangat dan santai ini menyajikan beragam menu Prancis dan internasional, mulai dari Live Salad Station, Mezze & Canapés, aneka roti homemade, hingga sajian khas seperti Parmesan Wheel dengan pilihan meat & pasta.

Untuk hidangan utama, tersedia Wood-Fired Grilled Australian Steak MB6 serta berbagai pilihan dessert yang menggugah selera.

Tak hanya menawarkan kuliner, acara ini juga dirancang sebagai pengalaman keluarga dan lifestyle dining, lengkap dengan suasana hangat serta panorama Kota Semarang dari ketinggian.

Aktivitas seperti Golden Egg Hunt turut menambah keseruan bagi para tamu yang datang bersama keluarga.

Melalui program spesial ini, Padma Hotel Semarang mengajak masyarakat merayakan Paskah dengan perpaduan kemewahan kuliner, kebersamaan, dan pengalaman rooftop yang berkesan di jantung kota.***

Irwan Hidayat Dorong Budaya Nabung Saham di Kalangan Karyawan Sido Muncul

0

UNGARAN (Pertamanews.id) — Momentum Lebaran dimanfaatkan Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat, untuk mengajak karyawannya mulai menabung saham.

Kampanye ini digelar di pabrik Sido Muncul Ungaran, Senin (30/3), bekerja sama dengan Ina Sekuritas.

Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat mengatakan kebiasaan masyarakat membawa pulang uang saat Lebaran sering berujung habis tanpa perencanaan jelas.

Ia mendorong agar dana tersebut dialihkan menjadi tabungan saham yang lebih produktif.

“Kalau uangnya cuma disimpan atau dibawa pulang, setahun bisa habis tanpa terasa. Kenapa tidak ditabung dalam bentuk saham,” katanya.

Irwan menilai masyarakat Indonesia masih minim literasi investasi saham, terlihat dari jumlah investor yang baru sekitar 3–4 persen dari total penduduk. Angka ini jauh tertinggal dibandingkan Amerika Serikat yang mencapai lebih dari 60 persen.

“Di Indonesia yang pernah beli saham itu baru sekitar 3 sampai 4 persen. Sementara di Amerika bisa sampai 62 persen penduduknya berinvestasi di saham,” ujarnya.

Ia menjelaskan konsep yang ia dorong bukan sekadar investasi, melainkan menabung secara bertahap sesuai kemampuan. Karyawan dapat menyisihkan sebagian penghasilan, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah, untuk dibelikan saham perusahaan yang memiliki rekam jejak baik.

“Jangan dianggap investasi yang berat, tapi menabung dalam bentuk saham. Bisa pilih perusahaan yang sudah terbukti seperti BCA, BRI, Mandiri, atau Sido Muncul sendiri,” jelasnya.

Irwan mengakui selama ini edukasi saja tidak cukup untuk mengubah kebiasaan masyarakat. Karena itu, ia memilih memberi contoh langsung dengan mendorong karyawan Sido Muncul menjadi investor saham.

“Kalau cuma diajari, orang sering lupa. Yang paling penting itu praktik. Maka saya mulai dari karyawan sendiri,” tegasnya.

Dari sekitar 4.000 karyawan Sido Muncul, saat ini baru sekitar 30 orang yang memiliki saham. Kondisi ini menjadi alasan kuat bagi manajemen untuk menggencarkan kampanye literasi keuangan di internal perusahaan.

“Dari 4.000 karyawan, yang punya saham baru sekitar 30 orang. Ini yang ingin kita ubah,” tandasnya.

Ia berharap ke depan semakin banyak karyawan yang rutin menabung saham sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang. Dengan cara ini, kesejahteraan karyawan diharapkan meningkat seiring pertumbuhan perusahaan tempat mereka bekerja.***

Agustina Wilujeng Apresiasi Komitmen ASN Jaga Stabilitas Kota Selama Libur Lebaran

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang menggelar Apel Pagi Terpusat yang dilanjutkan Halal Bihalal Idul Fitri 1 Syawal 1447 H di Halaman Balaikota Semarang, Senin (30/3/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, hingga pimpinan BUMD sebagai momentum memperkuat soliditas pasca Lebaran.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN yang tetap menjalankan tugas selama masa libur Lebaran sehingga Kota Semarang tetap kondusif dan menjadi tujuan singgah para pemudik.

“Secara khusus, saya menyampaikan apresiasi setinggi- tingginya kepada seluruh ASN yang tetap bersiaga bertugas selama masa Lebaran kemarin dan hasilnya, Kota Semarang sangat damai dan menjadi destinasi kunjungan wisata bagi para pemudik dan mereka-mereka yang akan menuju ke kota-kota lainnya yang melewati Kota Semarang,” ujarnya.

Menurutnya, dedikasi ASN yang tetap siaga menjadi kunci terciptanya rasa aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan yang melintas di Kota Semarang.

Ia menegaskan kontribusi tersebut mencerminkan kualitas pelayanan publik yang membanggakan.

“Terima kasih, saudara-saudara sekalian tetap berdiri ikhlas guna memastikan Kota Semarang tetap kondusif, aman dan nyaman bagi setiap pemudik dan wisatawan. Kontribusi saudara adalah wajah asli pelayanan publik Kota Semarang yang membanggakan,” lanjutnya.

Dalam evaluasinya, Agustina menyebut arus mudik dan balik Lebaran tahun ini berjalan relatif lancar dengan minim gangguan berarti. Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan berbagai pihak berjalan efektif dalam mengendalikan situasi.

“Kejadian-kejadian istimewa juga tidak begitu banyak. Artinya bahwa proses pengendalian yang disiapkan oleh jajaran baik dari Polri maupun dari Polda, Kapolrestabes, bekerja sama dengan seluruh komponen dari pemerintah kota, dari kabupaten dan dari provinsi berjalan dengan sangat lancar,” terang Agustina.

Ia menambahkan tingginya mobilitas pemudik yang singgah di Kota Semarang, meski hanya sebentar, memberikan dampak positif terhadap citra dan perekonomian kota.

Agustina menegaska, meskipun ASN secara administratif mendapatkan masa libur, namun pada praktiknya mereka tetap menjalankan fungsi pemantauan, terutama menghadapi potensi bencana dan lonjakan aktivitas masyarakat selama periode Lebaran.

“Memang kita berkomitmen, dan kita membuat seruan, dan Alhamdulillah ini berhasil, bahwa ASN walaupun mereka liburan panjang, tetapi tidak sepenuhnya libur,” ungkap Agustina.

Melalui apel dan halal bihalal ini, Pemerintah Kota Semarang berharap semangat kebersamaan, keikhlasan, dan dedikasi yang telah ditunjukkan selama masa Lebaran dapat terus terjaga dan ditingkatkan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada warga Kota Semarang. (Adv)

Monitoring Ramadan-Idulfitri 2026, BPH Migas Pastikan Pasokan Energi di Tarakan Aman

0

TARAKAN (Pertamanews.id) — Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melakukan monitoring ketersediaan energi selama Ramadan dan Idulfitri 2026 di Kota Tarakan.

Kegiatan ini turut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, pemerintah daerah, serta pihak terkait lainnya.

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, memastikan bahwa penyediaan dan distribusi energi di Tarakan berada dalam kondisi aman dan terkendali.

Ia menyebutkan, stok bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) mencukupi, serta distribusinya berjalan lancar tanpa kendala di lapangan.

“Seluruh distribusi terkonfirmasi aman dan lancar, serta masyarakat tidak mengalami kendala,” ujarnya.

Selain itu, jaringan gas kota (jargas) yang dikelola PGN saat ini telah melayani sekitar 34.145 sambungan rumah tangga di Tarakan.

Penyaluran gas dinilai berjalan baik dan mampu mendukung kebutuhan energi rumah tangga, terutama untuk memasak.

Dari sisi biaya, penggunaan jargas dinilai lebih efisien. Rata-rata pengeluaran masyarakat berkisar antara Rp25.000 hingga Rp75.000 per bulan, tergantung tingkat konsumsi.

Jika dibandingkan dengan LPG non-subsidi, biaya penggunaan jargas hanya sekitar 29 persen, sedangkan dibandingkan LPG subsidi sekitar 72 persen, sehingga memberikan penghematan yang signifikan.

Pasokan gas yang berasal dari Pertamina EP Tarakan dan Medco juga dilaporkan dalam kondisi stabil tanpa gangguan, sehingga mendukung keberlanjutan layanan jargas.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Tarakan, Ajat Jatnika, dalam kesempatan itu mengusulkan penambahan jaringan gas kota untuk sekitar 10.000 sambungan rumah tangga.

Usulan tersebut difokuskan pada dua kelurahan yang hingga kini belum terlayani jargas. Menurut Ajat, penambahan tersebut diharapkan dapat mendorong cakupan layanan jargas di Tarakan hingga mencapai 100 persen. Usulan tersebut telah disampaikan kepada pemerintah pusat dan saat ini masih menunggu tindak lanjut.

“Diharapkan dapat direalisasikan melalui dukungan program pemerintah pusat,” katanya.

Ia juga mengapresiasi upaya seluruh pihak dalam memastikan ketersediaan energi, khususnya di wilayah yang relatif jauh dari pusat distribusi, sehingga masyarakat dapat menikmati layanan energi yang merata dan berkelanjutan.

Sementara itu, General Manager Sales and Operation Region (SOR) III PGN, Hedi Hedianto, menegaskan komitmen perusahaan untuk menjaga keandalan penyaluran gas serta mendukung pengembangan jaringan gas kota di Tarakan sesuai kebijakan pemerintah.

“Pada prinsipnya, kami berkomitmen untuk terus mendistribusikan jargas kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam kegiatan monitoring tersebut, rombongan juga meninjau langsung sejumlah pelanggan PGN, di antaranya Warung Teras serta rumah tangga di RT 05 Kelurahan Karang Rejo.

Sejumlah pelanggan menyampaikan apresiasi atas distribusi gas yang dinilai berjalan dengan baik dan stabil.***

Serius Tangani Sampah, Pemkot Semarang Resmikan Kerja Sama Proyek PSEL

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Keseriusan Pemerintah kota atau Pemkot Semarang dalam upaya penanganan sampah memasuki tahap yang lebih konkret melalui Penandatanganan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Penyelenggaraan Pengolah Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan menjadi Energi Listrik (PSEL) Wilayah Semarang Raya, pada Sabtu (28/3) di Ruang Rapat Gedung B Lantai 5 Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Penandatanganan yang dilakukan antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Semarang, dan Pemerintah Kabupaten Kendal, serta disaksikan oleh Menteri Lingkungan Hidup, menjadi penanda bahwa pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan di wilayah Semarang Raya mulai dijalankan secara terstruktur.

Penandatanganan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang dilanjutkan dengan pembahasan tindak lanjut PSEL di wilayah lain di Jawa Tengah sebagai upaya percepatan penanganan sampah secara regional.

Dalam kerja sama tersebut, para pihak menyepakati arah kebijakan pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan melalui pembangunan PSEL sebagai solusi atas peningkatan timbulan sampah yang belum dapat tertangani optimal dengan sistem eksisting.

Pendekatan ini diarahkan untuk mengurangi volume sampah secara signifikan sekaligus menghasilkan energi listrik sebagai nilai tambah.

Kesepakatan ini juga menetapkan skema kolaborasi lintas daerah, di mana Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berperan dalam koordinasi dan pengawasan, sementara Pemerintah Kota Semarang dan Pemerintah Kabupaten Kendal bertanggung jawab pada aspek teknis seperti penanganan sampah, penyediaan sarana prasarana, serta pemenuhan pasokan sampah sebagai bahan baku PSEL.

Melalui Perjanjian Kerja Sama, pengaturan tersebut diturunkan ke dalam langkah operasional yang mencakup seluruh tahapan penyelenggaraan PSEL, mulai dari perencanaan, pembangunan, hingga operasional dan pemeliharaan, termasuk pengelolaan risiko, penguatan kelembagaan, serta pengalokasian anggaran.

Bagi Kota Semarang, langkah ini bukan sekadar proses administratif. Ini adalah jawaban atas kebutuhan pengelolaan sampah di kota dengan timbulan harian yang besar.

Melalui kerja sama regional bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Kendal, sistem pengolahan sampah diarahkan lebih modern, terintegrasi, dan memberi dampak jangka panjang bagi lingkungan.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menegaskan bahwa Pemerintah Kota Semarang telah menyiapkan langkah paralel selama masa pembangunan yang diperkirakan berlangsung sekitar tiga tahun.

Selain memastikan kesiapan teknis, Pemkot Semarang juga tetap menggerakkan pengurangan sampah dari sumbernya.

“Masyarakat Kota Semarang menunggu pembangunan PSEL ini. Kami siap memenuhi kebutuhan feeding sebesar 1.100 ton sampah per hari sesuai perjanjian. Sambil menunggu proses pembangunan, kami akan menguatkan gerakan Semarang Wegah Nyampah dan memperbanyak bank sampah agar pengurangan dari hulu tetap berjalan,” ujar Agustina.

Menurutnya, pendekatan ini penting agar pengelolaan sampah berjalan seimbang antara kesiapan teknologi dan partisipasi masyarakat.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menilai penandatanganan kerja sama ini sebagai langkah fundamental dalam menjawab persoalan sampah yang telah menjadi isu nasional. Ia menekankan bahwa kota-kota besar membutuhkan pendekatan berbasis teknologi untuk menangani volume sampah dalam skala besar.

“Pengelolaan sampah menjadi energi listrik merupakan langkah efektif untuk mereduksi timbulan sampah secara signifikan. Ini bagian dari upaya percepatan penanganan sampah secara nasional,” ujarnya.

Di tingkat provinsi, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memastikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi besar pengelolaan sampah di Jawa Tengah, termasuk melalui pembentukan satuan tugas percepatan penanganan sampah serta pengembangan teknologi alternatif seperti refuse derived fuel(RDF).

Ia juga menekankan bahwa tantangan pengelolaan sampah di Jawa Tengah masih cukup besar.

Dari 35 kabupaten/kota, sebanyak 29 daerah masih menerapkan praktik open dumping yang secara regulasi telah dilarang sejak Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008.

Saat ini, tingkat pengelolaan sampah di Jawa Tengah baru mencapai sekitar 30 persen, sedikit di atas rata-rata nasional yang berada di kisaran 24,9 persen.

Secara nasional, sekitar 66 persen pengelolaan sampah masih dilakukan dengan metode open dumping.

Apabila praktik tersebut dapat diakhiri dan beralih ke sistem yang lebih terkelola seperti sanitary landfill dan teknologi pengolahan modern, tingkat pengelolaan sampah secara nasional berpotensi meningkat hingga 58 persen. Sementara itu, untuk Jawa Tengah, penghentian praktik open dumping yang saat ini masih mencapai sekitar 83 persen berpotensi mendorong lonjakan tingkat pengelolaan sampah hingga mendekati 78 persen.

Kerja sama ini juga sejalan dengan arah pembangunan Kota Semarang melalui program “Semarang Bersih”, serta mendukung program strategis nasional pengembangan PSEL yang ditargetkan mulai beroperasi dalam beberapa tahun ke depan.

Penandatanganan kerja sama PSEL Semarang Raya ini menjadi titik penting peralihan dari tahap perencanaan menuju implementasi nyata pengelolaan sampah berbasis teknologi di Jawa Tengah.

Pemerintah Kota Semarang memastikan proses ini akan terus dikawal agar berjalan sesuai target dan memberikan dampak nyata bagi kualitas lingkungan serta pelayanan publik. (Adv)

Komitmen Hijau, Gets Premiere Semarang Ikut Earth Hour 2026

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Komitmen terhadap pelestarian lingkungan terus ditunjukkan Gets Premiere Semarang dengan kembali berpartisipasi dalam gerakan global Earth Hour 2026 yang digelar pada 28 Maret 2026.

Kegiatan ini menjadi simbol kepedulian industri perhotelan terhadap isu perubahan iklim sekaligus ajakan nyata kepada masyarakat untuk turut berkontribusi menjaga bumi.

Earth Hour merupakan gerakan internasional yang mengajak individu, komunitas, hingga pelaku industri di seluruh dunia untuk mematikan lampu serta penggunaan listrik yang tidak esensial selama satu jam.

Aksi sederhana ini menjadi simbol komitmen kolektif dalam mengurangi dampak perubahan iklim.

Pada momentum tersebut, Gets Premiere Semarang tak sekadar berpartisipasi, tetapi juga menghadirkan pengalaman berbeda bagi para tamu.

Tepat pukul 20.30 hingga 21.30 WIB, manajemen hotel akan melakukan pemadaman lampu di sejumlah area utama seperti lobby, restoran, serta area publik lainnya, dengan tetap menjaga standar keamanan dan kenyamanan.

Sebagai pengganti pencahayaan utama, suasana hotel akan disulap menjadi lebih hangat dan intim melalui cahaya lilin dan lampu temaram.

Atmosfer ini diharapkan mampu memberikan pengalaman unik sekaligus menjadi ruang refleksi tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara kenyamanan hidup dan kelestarian lingkungan.

Marcom Gets Premiere Semarang, Yeftania, menegaskan bahwa partisipasi ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan pihak hotel.

“Partisipasi dalam Earth Hour merupakan langkah kecil yang kami lakukan secara konsisten sebagai bagian dari tanggung jawab kami terhadap lingkungan. Kami percaya bahwa perubahan besar dapat dimulai dari tindakan sederhana, terlebih jika dilakukan secara bersama-sama,” ujarnya.

Melalui keikutsertaan dalam Earth Hour 2026, Gets Premiere Semarang berharap dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk peduli terhadap lingkungan.

Momentum ini juga diharapkan menjadi pengingat bahwa upaya menjaga bumi dapat dimulai dari hal-hal sederhana, namun berdampak besar bagi generasi mendatang.***

Jargas Dipuji Warga Tarakan, Aliran Lancar dan Lebih Hemat

0

TARAKAN (Pertamanews.id) – Pemanfaatan jaringan gas kota (jargas) di Tarakan mendapat apresiasi dari warga. Salah satunya disampaikan Sabira, warga Kelurahan Karang Rejo, Kecamatan Tarakan Tengah yang merasakan langsung manfaat penggunaan jargas dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Sabira, keberadaan jargas sangat membantu, terutama saat Ramadan dan menjelang Idulfitri, ketika kebutuhan memasak meningkat.

Ia mengaku tidak lagi khawatir kehabisan gas seperti saat masih menggunakan LPG tabung.

“Aliran gasnya lancar 24 jam, jadi kita tidak takut kehabisan saat memasak, apalagi di momen Ramadan,” ujarnya.

Dari sisi biaya, ia juga merasakan penghematan yang cukup signifikan. Jika sebelumnya menggunakan LPG 3 kilogram bisa menghabiskan hingga empat tabung dalam sebulan, kini pengeluarannya jauh lebih ringan.

“Sekarang paling tinggi bayar sekitar Rp60.000. Kalau dibandingkan dulu pakai LPG, jelas lebih hemat,” katanya.

Sabira menambahkan, dirinya telah menggunakan jargas sejak awal pemasangan di wilayahnya. Ia menilai penggunaan jargas lebih efisien dan membantu mengatur pengeluaran rumah tangga.

“Sebagai ibu rumah tangga tentu sangat terbantu karena lebih ekonomis,” tambahnya.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan pihak terkait atas layanan jargas yang dinilai stabil dan bermanfaat bagi masyarakat.

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Wahyudi Anas, memastikan ketersediaan energi di Tarakan dalam kondisi aman, termasuk selama periode Ramadan dan Idulfitri.

Ia menyebut, baik bahan bakar minyak (BBM), liquefied petroleum gas (LPG), maupun jargas dalam kondisi mencukupi dan distribusinya berjalan tanpa kendala.

“Seluruh distribusi energi terkonfirmasi aman dan lancar, sehingga masyarakat tidak mengalami kesulitan,”jelasnya.

Sementara itu, General Manager Sales and Operation Region (SOR) III PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Hedi Hedianto, menegaskan komitmen pihaknya untuk menjaga keandalan distribusi gas kepada masyarakat.

“Komitmen kami adalah memastikan penyaluran jargas tetap andal dan berjalan lancar agar masyarakat bisa terus merasakan manfaatnya,” ujarnya.***

Harmoni Mahakarya dan Sesaji Rewanda, Strategi Pemkot Semarang Rawat Budaya Goa Kreo

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang akan menyuguhkan perpaduan apik antara seni pertunjukan modern dan ritual adat sakral melalui rangkaian Mahakarya Goa Kreo dan Sesaji Rewanda di kawasan Gunungpati pada akhir pekan ini.

Dimulai dengan pagelaran Mahakarya Legenda pada Jumat (27/3) malam di Plaza Kandri, rangkaian ini mencapai puncaknya melalui ritual tahunan Sesaji Rewanda di Obyek Wisata Goa Kreo pada Sabtu (28/3) pagi sebagai bentuk pelestarian warisan sejarah Sunan Kalijaga.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa sinergi kedua acara ini merupakan upaya strategis pemerintah dalam menjaga ekosistem budaya agar tetap relevan di tengah modernitas.

“Kami tidak ingin tradisi hanya menjadi cerita masa lalu yang statis. Melalui Mahakarya Goa Kreo, kami memberi ruang bagi kreativitas generasi muda untuk merepresentasikan legenda secara artistik. Sementara melalui Sesaji Rewanda, kita membumikan kembali nilai-nilai spiritual dan rasa syukur kepada Sang Pencipta melalui penghormatan terhadap alam,” ujar Agustina.

Momentum sakral pada Sabtu pagi ditandai dengan pemberangkatan rombongan kirab Sesaji Rewanda yang bergerak dari Masjid Al-Mabrur menuju pelataran Goa Kreo.

Dalam prosesi tersebut, replika kayu jati yang menjadi representasi sejarah perjuangan Sunan Kalijaga dipikul oleh delapan orang, diiringi barisan sembilan Santri Kanjengan serta sosok ikonik Kera Bangbintulu.

“Replika kayu jati ini menjadi pengingat bahwa pembangunan peradaban, seperti halnya Masjid Agung Demak dulu, membutuhkan gotong royong dan harmoni dengan alam. Kera-kera di Goa Kreo adalah bagian dari sejarah dakwah Sunan Kalijaga yang harus kita jaga habitatnya,” lanjutnya.

Tahun ini, sebanyak enam jenis gunungan dikirab sebagai pusat perhatian, mulai dari Gunungan Sesaji, Buah, Nasi Kuning, Hasil Bumi, Kupat Lepet, hingga Nasi Golong.

Setelah didoakan, gunungan tersebut dipersembahkan secara simbolis kepada kawanan kera sebagai bentuk sedekah alam, sebelum akhirnya dinikmati bersama oleh masyarakat sebagai wujud “ngalap berkah” atau mencari keberkahan dari hasil bumi yang melimpah.

Wali Kota juga menyoroti dampak ekonomi dari sinkronisasi dua acara besar ini.

Dengan adanya pagelaran di malam hari dan ritual di pagi hari, diharapkan wisatawan memiliki alasan lebih kuat untuk tinggal lebih lama dan menikmati atmosfer Desa Wisata Kandri.

“Kami mengundang seluruh masyarakat untuk hadir dan menyaksikan langsung sakralnya ritual ini. Selain edukasi sejarah, pengunjung juga bisa menikmati suasana alam Goa Kreo yang asri,” pungkasnya. (Adv)

Hujan Ekstrem Landa Tembalang, Pemkot Semarang Lakukan Penguatan Tanggul Kali Babon

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang bergerak cepat dengan memperkuat tanggul di sepanjang Kali Babon, Kecamatan Tembalang sebagai langkah tanggap darurat sekaligus antisipasi lanjutan menyusul kembali terjadinya banjir di sejumlah wilayah Kecamatan Tembalang akibat hujan ekstrem.

Hujan lebat yang mengguyur Kota Semarang sejak Rabu (25/3) malam hingga Kamis (26/3) dini hari, menyebabkan banjir kembali melanda sejumlah titik, antara lain wilayah Rowosari, Meteseh, Sumberejo, Grand Permata Tembalang, hingga Dinar Indah.

Kawasan-kawasan tersebut memang tercatat sebagai wilayah yang rentan terdampak saat curah hujan tinggi.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menegaskan bahwa pihaknya langsung melakukan langkah cepat berbasis koordinasi teknis untuk mengendalikan situasi.

“Pada saat debit Kali Plumbon meningkat tadi malam, kami langsung berkoordinasi dengan BBWS terkait pengaturan pintu air di Bendung Pucanggading. Bukaan pintu diarahkan ke Banjir Kanal Timur sehingga elevasi air di hulu bisa ditekan,” terangnya.

Pengaturan aliran tersebut terbukti mampu mengurangi tekanan air di wilayah hulu, sehingga limpasan di kawasan Meteseh dan Rowosari tidak setinggi kejadian banjir sebelumnya.
Selain itu, Pemkot Semarang juga langsung melakukan perkuatan tanggul darurat pada titik-titik kritis.

Penanganan juga dilakukan melalui pemasangan sandbag dan kisdam sebagai upaya menahan potensi luapan susulan, mengingat intensitas hujan masih berpotensi tinggi.

Di sisi lain, Agustina juga menyoroti keterbatasan intervensi pada kawasan perumahan baru yang terdampak banjir.

“Perumahan-perumahan baru di Meteseh dan Rowosari saat ini belum diserahterimakan, sehingga masih menjadi tanggung jawab pengembang. Pemerintah Kota belum dapat melakukan penanganan permanen di kawasan tersebut,” jelasnya.

Meski demikian, Pemerintah Kota tetap hadir dengan melakukan langkah-langkah konkret, seperti pembersihan lumpur pasca genangan, penanganan darurat di lapangan, serta penyiapan personel dan logistik untuk mengantisipasi kondisi lanjutan. Kejadian ini juga memperkuat catatan bahwa banjir akibat curah hujan ekstrem masih menjadi tantangan serius di Kota Semarang.

Sebelumnya, pada awal Maret 2026, wilayah lain seperti Mangkang dan Tlogosari juga mengalami banjir akibat kombinasi hujan tinggi dan kerusakan infrastruktur seperti talud jebol.

Untuk itu, Pemerintah Kota Semarang menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem pengendalian banjir secara menyeluruh, mulai dari koordinasi pengelolaan pintu air, penguatan tanggul, hingga mendorong percepatan penyelesaian kewajiban pengembang dalam penyediaan infrastruktur dasar.

“Kami pastikan Pemerintah Kota akan terus siaga, bergerak cepat, dan hadir di tengah masyarakat. Penanganan banjir harus dilakukan secara terpadu, dari hulu hingga hilir,” tegas Agustina.

Sebagai langkah lanjutan, Pemkot Semarang terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi cuaca dan debit air, serta menyiagakan personel di titik-titik rawan guna memastikan respons cepat dapat dilakukan setiap saat.

Dengan langkah cepat, terukur, dan kolaboratif ini, diharapkan dampak banjir dapat ditekan dan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berlangsung. (Adv)

ARTOTEL Bianti Jawab Tren Pernikahan Gen Z dengan Konsep Eco dan Intimate

0

YOGYAKARTA (Pertamanews.id) – ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta menghadirkan berbagai paket pernikahan dengan pilihan venue yang fleksibel, mulai dari ballroom elegan, area outdoor di Garden Barley and Barrel, hingga Vanilla Sky Lounge yang menawarkan pemandangan kota Yogyakarta dari ketinggian.

Usai perayaan Lebaran, tren pernikahan kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Momen berkumpulnya keluarga besar kerap menjadi titik awal keputusan menuju jenjang pernikahan. Tak heran, periode pasca-Hari Raya dikenal sebagai salah satu musim tersibuk bagi industri wedding, khususnya di Yogyakarta.

Memasuki 2026, konsep pernikahan mengalami pergeseran. Pernikahan kini tidak lagi identik dengan acara besar dan masif, melainkan lebih mengarah pada perayaan yang intimate, hangat, dan penuh makna. Calon mempelai pun semakin menitikberatkan pada pengalaman tamu, mulai dari suasana hingga alur acara yang terasa lebih personal.

Konsep outdoor dengan pendekatan eco-conscious masih menjadi favorit generasi Z. Selain menghadirkan estetika natural, konsep ini juga mengusung nilai keberlanjutan melalui penggunaan bunga hidup, dekorasi yang dapat digunakan kembali, serta pendekatan yang lebih ramah lingkungan. Jumlah tamu yang lebih terbatas justru menciptakan suasana yang lebih eksklusif dan berkesan.

Menariknya, pergeseran juga terjadi pada bagian akhir acara. Jika sebelumnya resepsi menjadi puncak perayaan, kini banyak pasangan menjadikan after party sebagai highlight utama. Suasana santai dengan musik, cocktail, dan interaksi yang lebih dekat bersama sahabat menjadikan momen ini terasa lebih hidup. Konsep seperti sunset celebration hingga late night party pun semakin diminati pasangan muda.

Menjawab kebutuhan tersebut, ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta menawarkan beragam venue yang dapat disesuaikan dengan konsep pernikahan. Ballroom menjadi pilihan bagi pasangan yang menginginkan nuansa elegan dengan skala besar. Sementara itu, area Garden Barley and Barrel cocok untuk konsep outdoor yang hangat dan intimate, baik untuk akad maupun resepsi. Adapun Vanilla Sky Lounge menghadirkan pengalaman eksklusif dengan latar pemandangan kota, ideal untuk private celebration maupun after party yang modern dan stylish.

Keunggulan dari berbagai pilihan venue ini terletak pada kemudahan merancang rangkaian acara dalam satu lokasi. Prosesi sakral, resepsi, hingga after party dapat berlangsung secara terintegrasi dengan perpindahan venue yang nyaman bagi tamu undangan.

Dari sisi penawaran, ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta menghadirkan paket pernikahan mulai dari Rp40.000.000 untuk 100 tamu. Tersedia pula promo potongan harga hingga Rp5.000.000 bagi pasangan yang melakukan konfirmasi lebih awal, khususnya untuk periode setelah Lebaran yang dikenal sebagai peak season.

General Manager ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta, Reza Farhan, menyebutkan bahwa tren saat ini menunjukkan perubahan preferensi yang cukup jelas.

“Pasangan saat ini tidak hanya mencari venue, tetapi juga pengalaman yang menyeluruh. Mereka ingin setiap momen terasa lebih dekat, lebih personal, dan memiliki cerita, termasuk bagaimana mereka merayakan after party bersama orang-orang terdekat,” ujarnya.***