spot_img
Beranda blog Halaman 70

Dorong Ekonomi Sektor UMKM , Anggota Komisi D DPRD Jateng H. Siswanto Hadiri Peresmian Green House dam Mentoring UMKM Batursari Demak

0

DEMAK (Pertamanews.id) – Upaya penguatan ekonomi kreatif dan sektor pertanian modern di Desa Batursari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, mendapat dorongan baru dengan diresmikannya Green House Sarwo Ijo Farm, Sabtu (9/8). Kegiatan ini dirangkai dengan mentoring bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa.

Peresmian yang berlangsung di kawasan Puncang Tama, Batursari, ini dihadiri Anggota DPRD Jawa Tengah H. Siswanto, ST, MT, Kepala Desa Batursari Sutikno, SE, Ketua Penyelenggara Septia Lutfi, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat dalam mendorong potensi lokal.

Anggota Komisi D DPRD Jateng dari Fraksi Partai Golkar, H. Siswanto, ST, MT yang menegaskan, UMKM memiliki peran strategis sebagai ujung tombak ekonomi rakyat.

“UMKM bukan hanya soal usaha kecil, tapi juga tentang bagaimana mengembangkan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Dengan inovasi dan dukungan teknologi, UMKM di desa bisa menembus pasar yang lebih luas,” ujar dia yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Demak.

Ia menambahkan, keberhasilan UMKM sangat bergantung pada kemauan pelaku usaha untuk terus belajar, beradaptasi dengan tren pasar, dan memanfaatkan peluang kolaborasi.

Menurutnya, pemerintah daerah bersama DPRD siap memfasilitasi pelatihan, akses permodalan, dan pembukaan jejaring pemasaran agar produk lokal dapat bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.

Selain sektor pertanian melalui Green House Sarwo Ijo Farm yang akan mengoptimalkan produksi hortikultura dengan sistem modern, kegiatan ini juga memperkuat aspek perlindungan usaha melalui materi khusus tentang Hak Kekayaan Intelektual (HaKI).

Dosen, Praktisi Hukum yang juga Konsultan Hak Kekayaan Intelektual, Henri P., ST, SH, MH, MM, C.Med, CLA dalam paparannya menjelaskan pentingnya pelaku usaha memahami hak cipta, merek, dan paten.

“HaKI bukan sekadar formalitas, tapi menjadi tameng hukum dan aset tak berwujud yang bisa meningkatkan nilai usaha,” tegasnya.

Mentoring UMKM ini dipandu moderator Dr. Sudarwanto, SPd, MPd, yang memastikan diskusi berjalan interaktif. Peserta mendapatkan kesempatan bertanya langsung mengenai peluang pengembangan usaha, pemasaran digital, hingga prosedur pendaftaran HaKI.

Sementara itu,Kepala Desa Batursari, Sutikno, SE, berharap peresmian Green House dan program mentoring ini menjadi awal transformasi ekonomi desa.

“Kami ingin Batursari mebagai pusat UMKM yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing tinggi, sehingga dapat menambah nilai ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga ” katanya.

Dengan kombinasi inovasi pertanian modern dan pemberdayaan UMKM, kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan warga, serta memperkuat ketahanan ekonomi di tingkat desa.

Pembangunan Green House Sarwo Ijo Farm diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi tanaman hortikultura, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi petani muda dan pelajar. Dengan penerapan teknologi pertanian yang efisien, hasil panen dapat lebih konsisten dan bernilai jual tinggi, sekaligus membuka peluang ekspor di masa depan.

Dengan kombinasi inovasi pertanian modern dan penguatan UMKM, Batursari diharapkan mampu menjadi role model desa mandiri berbasis ekonomi kreatif dan pertanian berkelanjutan di Jawa Tengah.

Hotel Ciputra Semarang Tancap Gas ke Masa Depan Melalui Think Tank 2025

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Hotel Ciputra Semarang, hotel bintang lima yang berlokasi strategis di jantung Kota Semarang, sukses menggelar Think Tank 2025 dengan tema Empowered Communication by Creating Positive Energy, Engagement, Result.

Acara yang berlangsung penuh antusiasme ini menjadi ajang bertukar ide segar dan out of the box dari para peserta untuk menjawab tantangan dan peluang di dunia perhotelan.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bapak Michael G. Predikaris, General Manager Cluster Hotel Ciputra Jakarta dan Hotel Ciputra Semarang, serta dipimpin oleh Ibu Erny Kusmastuti, General Manager Hotel Ciputra Semarang.

Berbagai topik strategis dibahas, mulai dari tren terbaru industri perhotelan, konsep keberlanjutan (sustainability), peran Artificial Intelligence (AI) dalam membentuk masa depan industri, hingga penerapan konsep IKIGAI untuk memupuk motivasi dan tujuan kerja yang selaras.

Sesi ini juga menjadi momentum untuk meninjau kinerja hotel terkini dan memperkuat komitmen dalam mencapai target anggaran tahun 2025.

Erny Kusmastuti menyampaikan, “Think Tank 2025 ini bukan sekadar diskusi, tetapi sebuah langkah nyata untuk menguatkan sinergi, menumbuhkan energi positif, dan memacu kreativitas tim. Dengan kolaborasi yang solid dan visi yang jelas, saya yakin Hotel Ciputra Semarang akan terus memberikan pelayanan terbaik dan berinovasi demi pengalaman tamu yang tak terlupakan.”

KAI Imbau Perhatikan Jadwal, Argo Muria Segera Layani Batang Demi Kenyamanan Penumpang

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Komitmen KAI Daop 4 Semarang untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat kembali ditunjukkan dengan menambah daftar kereta api yang berhenti untuk naik turun penumpang di Stasiun Batang.

Per 15 Agustus 2025 nanti, KAI Daop 4 Semarang akan menambahkan KA Argo Muria relasi Stasiun Semarang Tawang – Gambir pp untuk melayani masyarakat di Stasiun Batang.

Dengan kehadiran KA Argo Muria yang menggunakan kereta eksekutif New Generation, pelanggan dari dan menuju Batang kini dapat merasakan pengalaman perjalanan kelas eksekutif yang lebih nyaman dan modern.

Kereta eksekutif New Generation memiliki desain kabin yang lebih lega, pencahayaan ambient, kursi ergonomis yang dapat diputar, serta fasilitas colokan listrik di setiap tempat duduk.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo mengatakan bahwa sehubungan dengan hal tersebut KAI Daop 4 juga melakukan penyesuaian jadwal KA Argo Muria keberangkatan Stasiun Semarang Tawang.

“KA Argo Muria yang awalnya berangkat dari Stasiun Semarang Tawang pukul 17.00 WIB, menjadi berangkat lebih awal pukul 16.55 WIB. Kami mengimbau kepada masyarakat yang sudah terbiasa menggunakan KA Argo Muria dari Stasiun Semarang Tawang agar memastikan kembali jadwal keberangkatannya kembali nantinya agar tidak tertinggal kereta,” kata Franoto.

Franoto menambahkan bahwa untuk stasiun-stasiun Daop 4 selanjutnya seperti Pekalongan dan Tegal, jadwal kedatangan dan keberangkatan KA Argo Muria masih sama seperti jadwal semula.

Berikut jadwal terbaru KA Argo Muria relasi Stasiun Semarang Tawang – Gambir per 15 Agustus 2025 nantinya:

  • Semarang Tawang: berangkat 16.55
  • Batang: datang 17.51 berangkat 17.53
  • Pekalongan: datang 18.02 berangkat 18.04
  • Tegal: datang 18.42 berangkat 18.44
  • Cirebon: datang 19.30 berangkat 19.35
  • Bekasi: datang 21.40 berangkat 21.42
  • Jatinegara: datang 21.55 berangkat 21.57
  • Gambir: datang 22.11

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Customer Service KAI di stasiun atau Contact Center KAI melalui telepon di 121, WhatsApp 08111-2111-121, email cs@kai. id, atau media sosial KAI121.

Penambahan pemberhentian KA Argo Muria di Stasiun Batang merupakan bagian dari inisiatif strategis KAI Daop 4 Semarang untuk memperluas jangkauan layanan kereta api kelas unggulan, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat di wilayah Batang dan sekitarnya.

“Melalui kebijakan ini, kami ingin memastikan bahwa masyarakat Batang memiliki akses langsung terhadap layanan kereta api unggulan yang nyaman dan cepat tanpa harus menuju stasiun di kota tetangga. Hal ini juga sejalan dengan visi kami dalam mendorong pertumbuhan wilayah melalui peningkatan konektivitas,” tutup Franoto.

Program MBG Disosialisasikan di Kampar Riau, Fokus Cegah Stunting dan Malnutrisi

0

KAMPAR (Pertamanews.id) – Pemerintah melalui Komisi IX DPR RI terus mendorong peningkatan gizi masyarakat melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program MBG merupakan langkah nyata pemerintah dalam memerangi gizi buruk seperti stunting dan malnutrisi.

Sosialisasi dengan mengangkat tema bersama mewujudkan generasi sehat Indonesia ini bertempat di Aula Kantor Kelurahan Pulau, Bangkinang pada Rabu, 6 Agustus 2025. Tujuan sosialisasi program MBG adalah untuk menambah wawasan masyarakat mengenai pentingnya menjalani pola hidup sehat.

Acara sosialisasi program MBG dihadiri oleh anggota Komisi IX DPR RI Sahidin, Tenaga Ahli Bidang Keuangan sekaligus Kepala Badan Gizi Nasional Beny Sudarmaji, Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi BGN Yasmien Nuur Ditrie (Zoom), dan Lurah Pulau Suriati.

Dalam kesempatannya, anggota Komisi IX DPR RI Sahidin menekankan pentingnya program MBG sebagai bagian dari strategi nasional untuk menciptakan generasi emas Indonesia. Ia menyampaikan bahwa tugas Komisi IX DPR RI adalah mengawal pelaksanaan program ini agar benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

“Program MBG membutuhkan pentingnya sinergi antara pusat dan daerah dalam mendukung kebijakan gizi nasional. Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga berperan aktif dalam pengawasan dan edukasi lingkungan sekitar,” tutur Sahidin.

Kemudian, Tenaga Ahli Keuangan, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Beny Sudarmaji menjelaskan bahwa Program MBG merupakan program prioritas nasional yang bertujuan untuk menciptakan generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas sejak usia dini. Program ini menyasar anak-anak usia PAUD hingga SD.

“Pelaksanaan MBG tidak sekadar memberikan makanan gratis, tetapi memastikan makanan yang diberikan bernutrisi, sehat, dan sesuai standar gizi nasional. BGN juga telah merancang sistem kontrol, pelatihan pelaksana lapangan, dan pemantauan berkelanjutan untuk menjamin kualitas program,” papar Beny Sudarmaji.

Selain itu, Beny juga menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi lokal. Program MBG didesain untuk melibatkan petani, UMKM, dan penyedia pangan lokal sebagai pemasok bahan baku makanan bergizi, sehingga ada dampak ekonomi langsung di masyarakat.

Senada, Yasmien Nuur Ditrie, selaku Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi (via Zoom) menyoroti pentingnya edukasi gizi sebagai kunci utama keberhasilan program MBG. Menurutnya, literasi gizi harus ditanamkan sejak dini dan menjadi bagian dari budaya sehari-hari.

“Program MBG melibatkan banyak pihak, mulai dari pelaksana lapangan (SPPG), tenaga kesehatan dan kependidikan, pemerintah, orang tua, hingga petani lokal. Dampaknya tidak hanya pada pemenuhan kebutuhan gizi anak (sekitar 20–30% kebutuhan kalori harian), tetapi juga pada pertumbuhan ekonomi daerah dan kebiasaan makan sehat jangka Panjang,” jelas Yasmien.

Ia juga menyampaikan bahwa peran orang tua sangat penting dalam membentuk pola makan anak. Kebiasaan makan sehat, edukasi melalui contoh, dan keterlibatan anak dalam menyiapkan makanan merupakan bagian dari strategi besar program ini untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan mandiri.

Menanggapi program MBG, Lurah Pulau Suriati menegaskan bahwa pemerintah daerah dan masyarakat setempat mendukung penuh inisiatif Presiden RI melalui program MBG yang bertujuan membentuk generasi sehat, cerdas, dan tangguh.

“Saya berharap dengan adanya sosialisasi program MBG ini membuat pengetahuan bertambah dan dapat disebarluaskan ke lingkungannya masing-masing.

Sosialisasi ini menjadi momen penting dalam memperluas pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi sejak dini, serta menguatkan sinergi lintas sektor dalam mendukung program MBG. Diharapkan, hasil dari kegiatan ini mampu mendorong implementasi program yang tepat sasaran dan berdampak nyata bagi anak-anak Indonesia.***

Indosat Ooredoo Hutchison Perkenalkan Teknologi AI Canggih Hadapi Ancaman Spam dan Scam di Indonesia

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) meluncurkan inovasi terbarunya dalam memperkuat perlindungan digital masyarakat.

Berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi), Indosat meluncurkan fitur Anti-Spam dan Anti-Scam, solusi berbasis kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) yang dirancang untuk melindungi pengguna dari berbagai ancaman penipuan digital yang terus meningkat.

Solusi ini hadir sebagai respons terhadap ancaman yang nyata. Berdasarkan Asia Scam Report 2024 dari Global Anti-Scam Alliance (GASA), sebanyak 65% masyarakat Indonesia menerima upaya penipuan setiap minggunya, mulai dari pesan teks phishing, tawaran kerja palsu, hingga skema penipuan investasi. Kondisi ini menunjukkan urgensi atas perlindungan digital yang lebih kuat dan inklusif.

Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam Indosat bekerja secara otomatis dan real-time untuk mendeteksi pengirim pesan atau penelepon mencurigakan, menyaring potensi ancaman, serta memberikan peringatan kepada pelanggan.

Teknologi ini dikembangkan di atas fondasi AIvolusi5G, kombinasi kecanggihan AI dengan jaringan 5G milik Indosat yang responsif, adaptif, dan relevan.

Dengan kemampuan pemrosesan langsung di jaringan (on-network), fitur ini tidak memerlukan perangkat canggih atau koneksi premium, sehingga dapat diakses oleh semua kalangan, di mana pun mereka berada.

Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, menegaskan komitmen Indosat dalam menciptakan ruang digital yang aman dan terpercaya.

“Indosat meyakini bahwa perlindungan digital adalah hak dasar setiap masyarakat Indonesia. Kolaborasi kami dengan Tanla dalam menghadirkan solusi AI powered Anti-Spam dan Anti-Scam menunjukkan bahwa teknologi dapat melindungi kehidupan digital sehari-hari. Dibangun di atas Sovereign AI Factory milik Indosat yang didukung GPU NVIDIA Blackwell tercanggih, solusi ini memperkuat kemampuan Indonesia dalam menghadapi spam dan scam secara real-time, memperkokoh ketahanan digital bangsa dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap dunia digital.”

Peluncuran fitur Anti-Spam dan Anti-Scam ini berkolaborasi dengan Tanla, mitra teknologi AI, dan didukung oleh kolaborator global seperti, Mastercard, GSMA, dan GASA.

Dengan semangat gotong royong, Indosat bersama para mitra berkolaborasi untuk menanggulangi permasalahan spam dan scam di Indonesia.

Peluncuran ini juga menyoroti bagaimana inovasi yang diinisiasi perusahaan memainkan peran penting dalam memerangi penipuan dan memastikan akses digital yang lebih aman, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh kawasan Asia Pasifik.

Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif ini.

“Pemerintah menyambut baik langkah kolaboratif yang diinisiasi oleh Indosat sebagai bagian dari upaya kolektif membangun ruang digital yang aman. AI harus membawa teknologi lebih dekat dan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang. Indonesia tidak ingin hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pembentuk arah pemanfaatan AI yang sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat.”

Inovasi ini merupakan bagian dari transformasi Indosat menuju AI-TechCo, dengan komitmen menghadirkan solusi yang aman, modern, dan inklusif.

Melalui kampanye “AI untuk Kita Semua”, Indosat memastikan bahwa teknologi AI dapat diakses dan dirasakan manfaatnya oleh semua orang, tanpa terkecuali. Peluncuran ini juga sejalan dengan tujuan besar Indosat dalam memberdayakan Indonesia.

Suara ‘Duk-Duk’ di Rel Kereta, Ternyata Karena Celah yang Disengaja

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Bagi penumpang kereta api, suara “duk-duk” yang terdengar saat melintasi rel mungkin sudah tidak asing lagi.

Suara ini muncul setiap kali roda kereta melintas di atas sambungan antar batang rel. Namun, tahukah Anda bahwa celah di antara sambungan rel itu bukanlah cacat konstruksi, melainkan bagian dari desain teknis yang sangat penting?

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta menjelaskan bahwa keberadaan celah pada sambungan rel berfungsi untuk menjaga kestabilan dan keselamatan jalur rel, khususnya dalam menghadapi perubahan suhu.

Menurut Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, celah antar sambungan rel adalah bagian dari rekayasa termal yang sudah diperhitungkan secara matang.

Celah tersebut dibutuhkan untuk mengantisipasi pemuaian dan penyusutan rel akibat fluktuasi suhu, terutama saat terkena panas matahari secara langsung.

“Rel terbuat dari baja, yang secara alami akan memuai saat panas dan menyusut saat dingin. Tanpa celah, pemuaian ini bisa menyebabkan rel melengkung, atau bahkan retak karena tekanan yang terlalu besar,” ujar Ixfan.

Fenomena ini dikenal dalam fisika sebagai thermal expansion atau pemuaian termal. Di siang hari, suhu permukaan rel bisa meningkat drastis, yang akan memicu pemuaian panjang rel.

Jika tidak ada ruang ekspansi yang cukup, risiko seperti track buckling—pelengkungan rel yang membahayakan bisa terjadi dan membahayakan perjalanan kereta api.

“Celah ini menjadi solusi untuk menyerap tekanan dari pemuaian tersebut, sehingga beban tidak terkonsentrasi di satu titik sambungan,” jelasnya.

Untuk menyambungkan rel yang memiliki celah ini, KAI menggunakan perangkat tambahan berupa rail joint bars (plat sambungan) dan fish bolts (baut khusus).

Sistem ini tak hanya menjaga fleksibilitas rel terhadap perubahan suhu, tapi juga mempermudah perawatan serta penggantian rel ketika dibutuhkan.

Meski demikian, di jalur strategis dengan lalu lintas tinggi, KAI mulai banyak menggunakan jenis rel modern yakni Continuous Welded Rail (CWR), yaitu rel panjang tanpa celah sambungan konvensional.

Pada rel jenis ini, manajemen ekspansi termal dilakukan dengan metode yang lebih kompleks, seperti penggunaan rail anchor dan sistem ballast retention untuk menjaga kestabilan struktur rel.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa suara sambungan rel dan celah antar batang rel adalah bagian dari sistem keselamatan yang telah memenuhi standar internasional,” katanya.

Dengan edukasi ini, KAI berharap masyarakat semakin memahami kompleksitas teknis di balik sistem perkeretaapian nasional, dan mengapresiasi upaya yang terus dilakukan untuk menjaga keamanan, kenyamanan, dan keandalan perjalanan kereta api di Indonesia.

Wali Kota Agustina Siap Bertemu Pemkab Demak Bahas Dampak TPA Ilegal di Wilayah Perbatasan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyatakan kesiapan untuk berdialog dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak guna menyelesaikan persoalan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) ilegal yang berada di kawasan perbatasan antara Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang (Semarang) dan Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen (Demak). Lokasi TPA liar tersebut berada tak jauh dari kawasan Brown Canyon.

Permasalahan TPA ilegal ini mendapat sorotan dari masyarakat karena menimbulkan tumpukan sampah dan aktivitas pembakaran terbuka yang mengganggu lingkungan sekitar. Asap yang ditimbulkan dikhawatirkan berdampak langsung terhadap warga di wilayah Kota Semarang.

Menanggapi hal itu, Agustina menyebut bahwa perlu ada koordinasi lintas wilayah untuk mencari solusi bersama. Ia juga berharap Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dapat berperan sebagai fasilitator pertemuan antara kedua pemerintah daerah.

“Kalau Pemerintah Provinsi mempertemukan kita, ya kita siap bertemu,” kata Agustina, Selasa (5/8).

Agustina menegaskan bahwa Pemerintah Kota Semarang tetap memegang tanggung jawab atas pengelolaan wilayahnya.

Namun ia mengingatkan bahwa persoalan yang berdampak lintas batas, seperti asap pembakaran sampah dari wilayah Kabupaten Demak yang mencemari udara Kota Semarang, perlu ditangani secara bersama dengan dukungan dari pemerintah tingkat provinsi.

“Kalau itu (masalah) berada di wilayah Semarang, ya kami yang tangani. Tapi kalau pembakaran sampah terjadi di Demak dan asapnya masuk ke Semarang, itu harus kami laporkan ke Pemerintah Provinsi,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mengajak masyarakat di kawasan perbatasan untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah secara sembarangan, apalagi di lokasi yang bukan peruntukannya sebagai TPA.

“Masyarakat juga harus ikut peduli, tidak membuang sampah sembarangan. Kalau kita ingin lingkungan bersih, maka harus ada kesadaran bersama,” tambah Agustina.

Permasalahan TPA ilegal di wilayah perbatasan Semarang–Demak ini menjadi perhatian serius, terutama karena menyangkut kualitas lingkungan hidup dan kenyamanan warga.

Pemerintah daerah diharapkan dapat segera duduk bersama untuk membahas langkah-langkah penanganan yang menyeluruh dan berkelanjutan.

Dukung Penuh Program MBG, Kejati Jateng Verifikasi 120 Lokasi Dapur Gizi di Jawa Tengah

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Tengah, Dr. Hendro Dewanto, menegaskan komitmen penuh institusinya dalam mendukung dan mengawal secara ketat kebijakan strategis Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Badan Gizi Nasional (BGN), yang turut dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Deputi BGN Mayjen TNI (Purn) Dadang Hendrayudha dan Bupati/Wali kota se Jawa Tengah, di Kota Semarang, beberapa waktu lalu.

Dalam forum tersebut, Kajati Hendro menyampaikan, Kejati telah melakukan verifikasi lapangan (survei) terhadap 120 usulan lokasi pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diajukan oleh pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

“Hasil survei dari jajaran Kejaksaan di daerah menunjukkan 95 lokasi dinyatakan siap dibangun, sementara 25 lokasi lainnya belum memenuhi syarat. Untuk lokasi yang belum siap, kami dorong agar segera ditindaklanjuti oleh tim Satgas dan dikoordinasikan melalui Kejaksaan Negeri di masing-masing wilayah.” kata dia.

Ia menegaskan bahwa data hasil survei lengkap, termasuk titik koordinat lokasi, telah dikirimkan ke Badan Gizi Nasional sebagai acuan pelaksanaan pembangunan fisik dapur.

Lebih lanjut, Kajati Hendro menyatakan peran Kejaksaan tidak semata-mata sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam memastikan program nasional benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah mendukung penuh kebijakan Pemprov Jawa Tengah dalam percepatan Program Makan Bergizi Gratis. Kami akan terus mengawal setiap tahapan secara ketat mulai dari verifikasi, distribusi anggaran, hingga pelaksanaan di lapangan,” tegasnya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengungkapkan bahwa hingga akhir Juli 2025, realisasi penerima manfaat Program MBG baru mencapai 9,8 persen atau sekitar 953.912 orang, dari total sasaran sekitar 9,6 juta jiwa yang meliputi pelajar, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

“Kendala utama terletak pada minimnya jumlah dapur SPPG yang aktif. Dari kebutuhan 2.753 unit, saat ini baru tersedia 335 unit. Artinya, kita masih kekurangan lebih dari 2.400 dapur,” ujar Luthfi.

Ia meminta seluruh pemerintah daerah untuk segera mengaktifkan dapur-dapur yang sudah terdaftar dan menyelesaikan kendala teknis maupun administratif. Bahkan, ia telah menginstruksikan pembentukan Satgas MBG di setiap kabupaten/kota melalui SK Bupati/Wali Kota.

“Kalau sekarang baru 335 unit, berarti ada sesuatu yang tersumbat. Maka mari kita buka penyumbat itu bersama-sama. Ini wujud keseriusan kita dalam membangun generasi yang sehat dan tangguh,” kata Gubernur Luthfi.

Jateng Peringkat Dua Nasional

Berdasarkan data BGN per 28 Juli 2025, terdapat 2.378 unit dapur SPPG aktif secara nasional, yang melayani lebih dari 7,4 juta warga setiap harinya. Jawa Tengah menempati peringkat kedua secara nasional setelah Jawa Barat dalam hal jumlah dapur aktif.

Tiga kabupaten dengan jumlah dapur aktif terbanyak di Jateng adalah Banyumas 32 unit, Blora 21 unit, Cilacap 16 unit, Sementara itu, Batang, Pekalongan, dan Rembang menjadi daerah prioritas untuk percepatan pembenahan sarana dapur.

Deputi BGN Mayjen (Purn) Dadang Hendrayudha mengapresiasi cepatnya langkah Jawa Tengah dalam merespons pelaksanaan program MBG. Ia menilai keberhasilan Jateng merupakan model nasional kolaborasi vertikal dan horizontal antarinstansi.

“Sinergi antara Kejaksaan, pemerintah daerah, dan pusat sangat baik di Jawa Tengah. Ini bisa menjadi contoh untuk daerah lain dalam mempercepat solusi atas masalah gizi nasional,” ujarnya.

Ditambahkan Kajati Hendro, keberhasilan Program MBG tidak bisa hanya dibebankan pada satu pihak. Menurutnya, seluruh elemen, baik pusat maupun daerah, harus bekerja sama, termasuk pengawalan yang dilakukan oleh institusi Kejaksaan.

“Program ini menyangkut masa depan generasi penerus. Maka dari itu, Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah berkomitmen untuk terus mengawal setiap tahapannya mulai dari perencanaan, verifikasi, penyaluran anggaran, hingga pelaporan dan pelaksanaan. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami terhadap pembangunan sumber daya manusia,” tutupnya.

AXA Mandiri dan RS EMC Jalin Kemitraan Strategis untuk Transformasi Layanan Kesehatan

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) menandatangani kesepakatan dengan EMC Healthcare (RS EMC Group) untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan dalam program Custom Clinical Pathway (CCP).

CCP adalah pendekatan sistematis dalam pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk memberikan perawatan yang terstruktur, efisien, dan sesuai standar medis. AXA Mandiri dan RS EMC Group menyepakati program CCP untuk sebelas jenis penyakit. Momen penandatanganan ini menjadi simbol peresmian program CCP pertama AXA Mandiri bersama rumah sakit.

“Kerja sama ini meliputi penetapan tarif layanan rumah sakit yang transparan, efisien dan tepat guna bagi nasabah, rumah sakit dan perusahaan asuransi. Semoga rekanan rumah sakit lainnya bisa turut bergabung dalam program ini agar jangkauan CCP semakin luas, serta manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” tutur Direktur Kepatuhan AXA Mandiri, Rudy Kamdani.

Layanan khusus ini tersedia secara otomatis di RS EMC Group saat nasabah AXA Mandiri menjalani rawat inap. Nasabah akan mendapatkan biaya perawatan yang efisien dan transparan tanpa mengurangi kualitas pelayanan.
Dengan kehadiran program CCP ini, AXA Mandiri dan RS EMC Group mampu mengurangi beban biaya rawat inap bagi nasabah AXA Mandiri. Berdasarkan catatan AXA Mandiri terdapat sebelas penyakit yang paling banyak diklaim nasabah.

“Kami percaya bahwa kerja sama ini merupakan langkah penting dalam membangun sistem kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan tarif yang disepakati bersama, kami dapat memberikan pelayanan terbaik tanpa membebani masyarakat,” ujar Sales dan Marketing Director RS EMC Group, drg. Nailufar, MARS.

Kesepakatan ini juga mencerminkan semangat kolaborasi antara penyedia layanan kesehatan dan perusahaan asuransi untuk memastikan masyarakat mendapatkan hak atas pelayanan kesehatan yang layak.

Selain penandatanganan kerja sama, pada momen yang sama AXA Mandiri dan RS EMC Group berbagi pengalaman tentang layanan kesehatan agar edukasi dan inklusi asuransi semakin luas. Gelaran acara ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan antara rumah sakit rekanan dengan AXA Mandiri.

Di samping program CCP, komitmen AXA Mandiri untuk melayani nasabah juga tercermin dalam pembayaran klaim dan manfaat. AXA Mandiri telah membayarkan total klaim dan manfaat asuransi sebesar Rp8,3 triliun di tahun 2024 serta melindungi lebih dari 3,8 juta tertanggung di seluruh Indonesia. Pencapaian ini mengukuhkan posisi AXA Mandiri sebagai perusahaan nomor satu di pangsa pasar bancassurance di Indonesia.

Juli 2025, KAI Daop 4 Bukukan Angka Keberangkatan Tembus 637 Ribu

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – KAI Daop 4 Semarang mencatat sebanyak 637.060 penumpang telah diberangkatkan sepanjang bulan Juli 2025. Jumlah tersebut meningkat 16,5% dari tahun sebelumnya yaitu 2024 yang mencatat volume total sebanyak 546.818 penumpang.

Jumlah total volume penumpang yang diberangkatkan KAI Daop 4 tersebut terdiri dari 555.997 penumpang Kereta Api Jarak Jauh dan 81.063 penumpang Kereta Api Lokal.

KAI Daop 4 juga mencatat kenaikan jumlah penumpang untuk masing-masing KA jarak jauh dan lokal. Untuk KA jarak jauh meningkat 11,8% dibanding 2024 yang mencatat volume sebanyak 497.254 penumpang. Adapun untuk KA lokal meningkat cukup signifikan yaitu sebanyak 63,5% dimana pada 2024 mencatat volume sebanyak 49.564 penumpang.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, mengungkapkan bahwa capaian volume penumpang selama Juli 2025 menunjukkan peran penting transportasi kereta api dalam mendukung mobilitas masyarakat, khususnya selama periode libur akhir pekan.

“Angka ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan. KAI yang terus kami tingkatkan. Kereta api kini menjadi pilihan utama karena menawarkan moda transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu. KAI Daop 4 akan terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik demi memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan,” ujar Franoto.

Adapun stasiun dengan volume keberangkatan KA Jarak Jauh terbanyak adalah Stasiun Semarang Poncol dengan jumlah 153.542 penumpang, disusul Stasiun Semarang Tawang sebanyak 149.272 penumpang, Stasiun Tegal 80.833 penumpang, Stasiun Pekalongan 64.180 penumpang, Stasiun Pemalang sebanyak 30.996 penumpang, dan Stasiun Cepu sebanyak 25.766 penumpang, dan Stasiun Weleri 20.279 penumpang

Sementara itu, untuk layanan KA Lokal, Stasiun Semarang Tawang mencatat keberangkatan tertinggi dengan 35.713 penumpang, diikuti Stasiun Ngrombo 14.416 penumpang, Stasiun Semarang Poncol 12.304 penumpang, Stasiun Cepu 3.408 penumpang, dan Stasiun Alastua 3.118 penumpang.

Jumlah volume ini menunjukkan bahwa transportasi kereta api masih menjadi pilihan utama bagi masyarakat untuk perjalanan antarkota dan regional. Franoto menyatakan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap layanan KAI terus meningkat karena peningkatan kualitas layanan, fasilitas yang ramah pelanggan, dan kemudahan akses melalui layanan digital seperti aplikasi Access by KAI.

“KAI Daop 4 Semarang memandang bahwa volume pelanggan yang tinggi merupakan bagian dari transformasi ekosistem mobilitas yang lebih berkelanjutan. Dengan tingginya jumlah penumpang KA Jarak Jauh dan Lokal, ada kontribusi langsung terhadap penguatan sektor-sektor pendukung lainnya seperti pariwisata, perdagangan, dan ekonomi lokal di sekitar stasiun,” ungkap Franoto.

Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, KAI Daop 4 terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat dan daerah, termasuk integrasi layanan antarmoda dan peningkatan pelayanan di stasiun. Selain itu, perusahaan juga aktif mendorong digitalisasi layanan, peningkatan aspek keselamatan dan keamanan, serta mendukung terciptanya sistem transportasi publik yang ramah lingkungan.