spot_img
Beranda blog Halaman 76

Sosialisasi MBG di Desa Rejowinangun Kalsel, DPR & BGN Tekankan Gizi Sebagai Fondasi SDM Unggul

0

TANAH BAMBU (Pertamanews.id) – Dalam upaya memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia masyarakat, anggota Komisi IX DPR RI Mariana, bersama Badan Gizi Nasional (BGN) melaksanakan kegiatan strategis di Kota Tanah Bumbu Desa Rejowinangun guna mengatasi permasalahangizi yang masih menjadi tantangan serius di masyarakat.

Kegiatan sosialisasi bersama mewujudkan generasi sehat Indonesia ini bertempat di Gedung Serba Guna, Desa Rejowinangun Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan Rabu, 6 Agustus 2025. Tujuan sosialisasi program MBG adalah untuk menambah wawasan masyarakat mengenai pentingnya menjalani pola hidup sehat.

Acara sosialisasi program MBG dihadiri oleh anggota Komisi IX DPR RI Mariana, Tenaga Ahli SDM dan Madya Badan Gizi Nasional Mochamad Halim, dan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Adventina.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program penyediaan makanan bergizi gratis yang dirancang secara terstruktur dan berkelanjutan, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat penanganan stunting dan memperbaiki status gizi nasional.

Dalam sambutannya, Mariana menekankan bahwa intervensi gizi sejak dini merupakan kunci dalam menciptakan generasi unggul Indonesia.

“Gizi yang cukup dan seimbang bukan hanya tentang pertumbuhan fisik, tetapi juga menyangkut kecerdasan, produktivitas, dan daya saing bangsa. Kami ingin memastikan bahwa setiap anak Indonesia tumbuh dalam lingkungan yang mendukung potensi maksimal mereka,” ujar Mariana.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya peran lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat dalam menyukseskan program ini. “Keberhasilan program ini tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan keterlibatan penuh dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan keluarga sebagai unit terkecil yang menentukan kualitas gizi harian anak,” tambahnya.

Kemudian, Tenaga Ahli SDM dan Madya Badan Gizi Nasional Mochamad Halim menegaskan bahwa pemenuhan gizi masyarakat merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas bangsa. Menurutnya, intervensi gizi yang tepat dan berkelanjutan akan menentukan arah masa depan Indonesia, baik dari aspek kesehatan publik maupun daya saing ekonomi.

“Gizi yang baik adalah pondasi pembangunan nasional. Anak-anak yang mendapatkan asupan bergizi sejak dini akan tumbuh menjadi generasi yang sehat secara fisik, cerdas secara mental, dan kuat secara emosional. Ini bukan sekadar program sosial, tetapi strategi pembangunan SDM yang akan menentukan posisi Indonesia dalam peta global ke depan,” ujar Halim.

Ia juga menekankan pentingnya literasi gizi di tingkat akar rumput. Dalam program ini, tidak hanya makanan bergizi yang disediakan, tetapi juga edukasi yang menyeluruh kepada keluarga, pengelola sekolah, dan tokoh masyarakat mengenai pentingnya pola makan yang seimbang dan beragam.

“Kami ingin membangun ekosistem masyarakat yang sadar gizi, dari rumah tangga hingga institusi pendidikan. Pola konsumsi masyarakat perlu diarahkan agar tidak hanya kenyang, tetapi juga bernilai gizi tinggi,” jelas Halim.

Lebih jauh, ia menyoroti aspek keamanan dalam pelaksanaan program, khususnya terkait sistem pendaftaran dan kemitraan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi).

“Kami tidak ingin upaya mulia ini tercoreng oleh praktik-praktik menyimpang. Oleh karena itu, kami tegaskan bahwa semua bentuk kerja sama dan pendaftaran dapur SPPG hanya dilakukan melalui website resmi Badan Gizi Nasional. Tidak ada jalur alternatif, tidak ada pungutan dalam bentuk apa pun. Masyarakat harus waspada terhadap oknum yang mencoba memanfaatkan program ini untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Tanah Bumbu Adventina menyampaikan analisis mendalam mengenai tantangan gizi nasional yang kompleks. Ia menyoroti fenomena kekurangan gizi, kelebihan gizi, dan kekurangan mikronutrien yang kini dihadapi oleh berbagai kelompok usia di Indonesia.

“Masalah gizi saat ini tidak lagi berdiri sendiri, melainkan saling tumpang tindih dan mengakar lintas generasi. Oleh karena itu, pendekatan harus bersifat holistik, integratif, dan berbasis data, dengan memperkuat edukasi, peningkatan akses pangan bergizi, dan pengawasan distribusi makanan sehat,” jelas Adventina.

Lebih lanjut, beliau mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut serta dalam pengawasan mutu dan keamanan pangan, terutama di lingkungan sekolah dan komunitas.

“Kesadaran kolektif menjadi kunci keberhasilan jangka panjang. Kesehatan anak bukan hanya urusan pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama,” imbuhnya.

Program ini menjadi bukti bahwa sinergi antara lembaga legislatif, pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dapat menciptakan perubahan nyata. Lebih dari sekadar pemberian makanan, inisiatif ini berorientasi pada pembentukan budaya hidup sehat yang akan membawa Indonesia menuju generasi emas 2045 sehat, cerdas, dan berdaya saing global.***

Program Makan Bergizi Gratis Disosialisasikan di Desa Rejowinangun Kalsel

0

TANAH BAMBU (Pertamanews.id) – Dalam rangka memperkuat pondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia, anggota Komisi IX DPR RI Mariana bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) menyelenggarakan kegiatan strategis di Desa Rejowinangun, Tanah Bumbu.

Kegiatan sosialisasi ini dirancang untuk menjawab persoalan gizi yang masih menjadi tantangan serius, terutama bagi anak-anak dan ibu hamil.

Sosialisasi dengan mengangkat tema bersama mewujudkan generasi sehat Indonesia ini bertempat di Gedung PKK Kapet, Simpang Empat, Batulicin Tanah Bumbu, pada Rabu, 06 Agustus 2025.

Tujuan sosialisasi program MBG adalah untuk menambah wawasan masyarakat mengenai pentingnya menjalani pola hidup sehat.

Acara sosialisasi program MBG dihadiri oleh anggota Komisi IX DPR RI Mariana, Tenaga Ahli SDM dan Madya Badan Gizi Nasional Mochamad Halim, dan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Adventina.

Program MBG merupakan bagian dari skema penyediaan makanan bergizi secara gratis yang dilaksanakan secara terstruktur dan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam upaya percepatan penanganan stunting serta peningkatan status gizi nasional secara menyeluruh.

Anggota Komisi IX DPR RI Mariana menegaskan bahwa intervensi gizi sejak usia dini adalah fondasi utama dalam membentuk generasi emas Indonesia di masa depan.

“Gizi yang cukup dan seimbang bukan hanya soal tumbuh kembang fisik, melainkan berhubungan erat dengan kapasitas intelektual, produktivitas, dan daya saing bangsa. Setiap anak Indonesia berhak tumbuh dalam lingkungan yang mendukung potensi maksimalnya,” tegas Mariana.

Ia juga mendorong sinergi antarsektor, termasuk peran aktif keluarga dan masyarakat.

“Keberhasilan program ini bergantung pada gotong royong berbagai pihak—dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga para tokoh masyarakat. Keluarga adalah lini pertama pertahanan gizi anak,” tambahnya.

Kemudian, Tenaga Ahli SDM dan Madya Badan Gizi Nasional Mochamad Halim dalam paparannya menekankan bahwa pemenuhan gizi bukan sekadar urusan kesejahteraan sosial, tetapi investasi jangka panjang bagi kualitas bangsa. 

“Gizi yang optimal adalah prasyarat mutlak bagi bangsa yang ingin maju. Kita ingin mencetak generasi yang kuat secara fisik, tajam dalam berpikir, dan tangguh menghadapi tantangan global,” ujarnya.

Lebih lanjut, Halim mengangkat pentingnya membangun ekosistem masyarakat sadar gizi melalui edukasi yang komprehensif. Ia menyebutkan bahwa strategi pembangunan sumber daya manusia harus dimulai dari perut yang sehat dan otak yang terasah sejak dini.

“Kami tidak hanya memberikan makanan bergizi, tetapi juga membekali masyarakat dengan pengetahuan tentang pola makan sehat, pentingnya keberagaman pangan, dan praktik konsumsi yang bertanggung jawab. Semua lini, mulai dari rumah tangga hingga sekolah, harus menjadi bagian dari gerakan sadar gizi,” jelasnya.

Secara khusus, Halim juga menyoroti aspek tata kelola program melalui sistem pendaftaran Dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi). Ia menekankan pentingnya keterbukaan informasi dan integritas proses.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap dapur yang tergabung adalah mitra terpercaya yang memenuhi standar keamanan pangan dan etika pelayanan. Untuk itu, kami mengingatkan seluruh calon mitra dan masyarakat bahwa proses pendaftaran Dapur SPPG hanya dapat dilakukan melalui situs resmi Badan Gizi Nasional,” tegas Halim.

Ia mengingatkan bahwa tidak ada jalur khusus atau pungutan biaya apapun dalam proses tersebut.

“Kami menolak segala bentuk praktik tidak resmi. Jika ada yang mengaku sebagai perantara atau meminta imbalan dalam pendaftaran Dapur SPPG, masyarakat diminta segera melaporkan. Transparansi adalah prinsip utama kami,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Tanah Bumbu, memberikan analisis menyeluruh terkait kompleksitas tantangan gizi yang dihadapi masyarakat Indonesia saat ini, mulai dari kekurangan gizi, kelebihan gizi, hingga defisiensi mikronutrien.

“Ketiganya saling bertumpuk dan memerlukan pendekatan terpadu, berbasis data, serta kolaborasi lintas sektor. Edukasi dan akses pangan yang berkualitas harus berjalan beriringan dengan pengawasan distribusi makanan sehat,” paparnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam menjaga mutu pangan, terutama di lingkungan pendidikan.

“Kesehatan anak adalah cerminan kesadaran kolektif. Kualitas gizi bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama,” tutupnya.

Program ini membuktikan bahwa kolaborasi antara lembaga legislatif, pemerintah pusat dan daerah, serta masyarakat, dapat menjadi kekuatan besar dalam mendorong perubahan. Bukan sekadar aksi sosial sesaat, melainkan langkah nyata menuju pembentukan budaya hidup sehat demi terwujudnya Generasi Emas 2045: sehat, cerdas, dan siap bersaing di panggung dunia.

Sosialisasi Program MBG Hadir di Desa Tanjung Kemala OKU, Disambut Antusias Warga

0

OKU SUMSEL (Pertamanews.id) – DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam mewujudkan generasi sehat Indonesia. Program MBG merupakan langkah nyata Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memberikan penguatan gizi.

Sosialisasi dengan mengangkat tema bersama mewujudkan generasi sehat Indonesia ini bertempat di Desa Tanjung Kemala, Batu Raja Timur, OKU pada Selasa 5 Agustus 2025. Kegiatan sosialisasi program MBG yang diinisiasi DPR RI dan BGN mendapat antusiasme dari warga setempat.

Acara sosialisasi program MBG dihadiri oleh anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani, Staf Analisis Madya Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN Alwin Supriyadi, Anggota DPRD Kabupaten Oku Induk komisi 3 Sapriyanto, 

Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani menyambut baik langkah pemerintah dalam menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat, terutama untuk mendukung kelompok anak-anak, lansia, dan ibu hamil. Program ini merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap pentingnya kesejahteraan gizi masyarakat yang terkadang terbatas aksesnya.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, masalah gizi masih menjadi tantangan serius di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di wilayah kita tercinta OKU Induk. Angka stunting dan kasus kekurangan gizi pada anak-anak masih cukup memprihatinkan dan perlu kita tangani secara bersama-sama,” terang Irma Suryani.

Sebagai bentuk komitmen untuk membangun generasi masa depan yang lebih sehat dan cerdas, pemerintah bersama DPR RI mendorong pelaksanaan program makan bergizi gratis di sekolah. Ini merupakan salah satu langkah nyata untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak kita, khususnya mereka yang berada di usia sekolah dasar.

“Kami menyadari bahwa keberhasilan program ini tidak mungkin tercapai tanpa keterlibatan semua pihak, terutama masyarakat lokal. Oleh karena itu, kami sangat mengapresiasi dukungan dan kerjasama dari para tokoh masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ulu Induk yang selama ini telah menjadi ujung tombak dalam memberikan edukasi dan contoh kepada warga,” tambah Irma.

Badan Gizi Nasional akan memberikan pendampingan, ilmu, dan arahan dalam menyusun program ini agar sesuai dengan standar gizi nasional. Pemerintah daerah juga turut berperan aktif dalam pelaksanaan program MBG dengan melakukan monitoring dan pengawasan di seluruh Kecamatan. 

Harapannya tentunya dengan program MBG ini bertujuan untuk memastikan kualitas makanan yang disajikan sesuai dengan standar kesehatan dan kebutuhan gizi siswa. 

Dengan adanya program MBG, diharapkan dapat meningkatkan kesehatan dan gizi anak- anak di Kabupaten OKU, serta mendukung proses belajar mengajar yang lebih optimal.

Berdasarkan riset, Indonesia diproyeksikan akan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045 dan program ini dapat menjadi pilar penting dalam mendukung generasi muda yang sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan.***

Terima Amnesti dari Presiden, Sebanyak 65 Narapidana di Jateng Langsung Bebas

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Sebanyak 65 (enam puluh lima) narapidana di berbagai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) di Jawa Tengah langsung menghirup udara bebas setelah menerima amnesti dari Presiden Republik Indonesia yang terlaksana pada hari Sabtu (02/07) hingga petang.

Pemberian amnesti ini merupakan bagian dari kebijakan pemerintah dalam rangka memberikan keadilan restoratif serta mendorong reintegrasi sosial bagi para warga binaan yang dinilai telah menunjukkan perubahan sikap dan perilaku selama menjalani masa hukuman.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Tengah, Mardi Santoso dalam keterangannya menyebutkan bahwa keputusan ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 17 Tahun 2025 Tentang Pemberian Amnesti. Para narapidana yang memperoleh amnesti telah melalui proses seleksi ketat dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk perilaku selama di lapas, keikutsertaan dalam program pembinaan, serta rekomendasi dari pihak lapas.

“Dari total narapidana yang diusulkan, 65 di antaranya memenuhi seluruh syarat dan langsung dinyatakan bebas. Ini bukan sekadar hadiah, tetapi bentuk penghargaan atas usaha mereka untuk berubah dan kembali menjadi bagian dari masyarakat,” ujar Mardi Santoso saat menyerahkan SK bebas.

Para mantan narapidana yang kini berstatus bebas menyambut keputusan ini dengan haru dan penuh syukur. Salah satu mantan narapidana dari Lapas Kelas I Semarang, mengaku tak menyangka akan kembali ke rumah lebih cepat dari yang diperkirakan.

“Ini seperti mimpi. Saya sangat senang dan berjanji tak akan kembali ke jalan yang salah,” kata Kusnun terpidana Perlindungan Anak yang berkebutuhan khusus tersebut sambil menahan air mata.

Pemerintah berharap, pemberian amnesti ini dapat menjadi pemicu semangat bagi narapidana lain untuk terus berbenah dan menjalani proses pembinaan dengan serius. Selain itu, dukungan masyarakat juga dianggap penting agar para mantan narapidana dapat benar-benar diterima kembali di lingkungan sosial tanpa stigma negatif.

Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mengatasi over kapasitas di berbagai Lapas/Rutan di Indonesia serta memperkuat pendekatan hukum yang lebih manusiawi.

KAI Daop 1 Jakarta Luncurkan Well Being Challenge 2025 untuk Budayakan Gaya Hidup Sehat

0

JAKARTA (Pertamanews.id) — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta (KAI Daop 1 Jakarta) memulai langkah strategis dalam memperkuat budaya kesehatan di lingkungan kerja melalui peluncuran Well Being Challenge 2025, Selasa (5/8). Program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan tempat kerja yang sehat, aman, dan produktif.

Mengusung tema “Your Body, Your Team: Let’s Win This Challenge Together!”, peluncuran diselenggarakan secara hybrid dari Ruang Jayakarta Stasiun Cikini dan diikuti ratusan peserta melalui Zoom. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari jajaran manajemen hingga lini teknis di berbagai unit kerja.

Sebanyak 340 pekerja ditargetkan berpartisipasi aktif dalam program yang akan berlangsung selama 12 minggu. Fokus utama program adalah perubahan gaya hidup menuju kebugaran, dengan pendekatan bertahap: edukasi, pembentukan kebiasaan, konsistensi, dan evaluasi.

Kegiatan pembuka menghadirkan dr. Pauline Octaviani, Sp.GK, AIFO-K, dari RS Siloam Bekasi Timur, yang membawakan health talk bertajuk “Berat Badan Turun, Risiko Penyakit Hilang: Peran Gizi dalam Pencegahan Penyakit”.

Peserta juga menjalani pengukuran komposisi tubuh (body composition analyzer) dan konsultasi gizi individu untuk menyusun strategi kesehatan personal.

Manager Kesehatan KAI Daop 1 Jakarta, dr. Muhammad Wahyu Santoso, menekankan kesadaran kolektif terhadap kesehatan berkontribusi langsung terhadap keselamatan operasional perkeretaapian.

Program terbagi ke dalam dua kategori tantangan:

Weight Loss Challenge, ditujukan bagi pekerja dengan obesitas, difokuskan pada penurunan berat badan yang sehat melalui pendekatan gizi dan aktivitas fisik terukur.

Fitness Inspiration Challenge, diperuntukkan bagi para manajer agar menjadi teladan dalam membangun budaya kebugaran di masing-masing unit kerja.

Seluruh aktivitas peserta dipantau melalui platform digital dengan pelaporan harian dan mingguan. Sistem poin dan leaderboard disiapkan sebagai mekanisme pemacu motivasi dan kebersamaan.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, menjelaskaninisiatif ini sejalan dengan Employee Well-being Policy dari Kementerian BUMN serta implementasi Peraturan Direksi PT KAI tentang pemberian penghargaan bagi pekerja.

“Tubuh sehat bukan hanya soal individu, tapi juga menyangkut keselamatan dan produktivitas bersama. Ini juga bagian dari kontribusi kami terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), terutama poin 3 tentang kesehatan dan kesejahteraan,” ujar Ixfan.

Dengan pendekatan holistik dan dukungan penuh manajemen, Well Being Challenge 2025 diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan dalam membangun kultur kerja yang lebih sehat dan kompetitif di lingkungan KAI.

Yohana Citra Mahardhika Pimpin KNPI Kota Semarang, Fokus Lingkungan dan Pendidikan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Regenerasi kepemimpinan di tubuh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Semarang resmi bergulir. Yohana Citra Mahardhika dilantik sebagai Ketua DPD KNPI Kota Semarang periode 2025–2028, di Ruang Lokakrida, Gedung Moch Ichsan, Balai Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (5/8).

Mengusung semangat inklusif dan kolaboratif, Citra menyampaikan komitmennya untuk menjadikan KNPI sebagai katalisator perubahan. Dua isu strategis menjadi fokus awal kepengurusan baru: pengelolaan sampah dan penguatan pendidikan pemuda.

“KNPI harus menjadi rumah besar bagi seluruh pemuda, tempat lahirnya gagasan, kerja nyata, dan kolaborasi lintas organisasi,” tegas Citra dalam pidato perdananya.

Visi organisasi selama tiga tahun ke depan, lanjutnya, adalah membangun wadah kepemudaan yang progresif dan mampu mencetak generasi berdaya saing tinggi, khususnya di tengah tantangan global dan perkembangan teknologi yang kian pesat.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Wali Kota Semarang Agustina, jajaran Forkopimda, Ketua DPD KNPI Jawa Tengah Casytha Arriwi Kathmandu, senior KNPI, serta ratusan tokoh pemuda dari berbagai organisasi kepemudaan.

Dalam sambutannya, Agustina mengajak pengurus KNPI yang baru segera merumuskan program konkret dan mengambil peran aktif dalam proses pembangunan daerah. Ia juga mendorong partisipasi pemuda dalam penyusunan kebijakan publik.

“Pembangunan tanpa mendengar suara pemuda adalah pembangunan yang timpang. Kita harus pastikan aspirasi kalian masuk dalam penyusunan anggaran 2026,” kata Agustina.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan generasi muda menghadapi bonus demografi dan arus transformasi digital. “Kesempatan besar terbuka lebar. Tapi semua bisa hilang jika kita tidak siap secara keterampilan dan karakter,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Jawa Tengah Casytha Arriwi Kathmandu mengibaratkan KNPI sebagai taman bunga berwarna yang mencerminkan keberagaman pemuda. Ia menitipkan tiga prinsip kepemimpinan: ngayomi (melindungi), ngayemi (menenangkan), dan ngayani (menguatkan).

“Kalau ini bisa dijaga, saya yakin KNPI Semarang akan menjadi teladan di Jawa Tengah,” ujarnya.

Kehadiran berbagai tokoh lintas generasi dalam acara pelantikan menjadi penanda penting bahwa semangat kebersamaan dalam tubuh KNPI tetap terjaga. Di bawah kepemimpinan Citra, organisasi ini diharapkan mampu memperkuat peran pemuda dalam menjawab persoalan-persoalan nyata di masyarakat—dari isu lingkungan hingga akses pendidikan.

Nikmati Kesenangan Kamar dan Kuliner Nusantara di Hotel Grandhika Semarang

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Dalam rangka memperingati hari jadi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke-80, Hotel Grandhika Semarang menghadirkan package Kamar sekaligus sajian makanan Nusantara yakni Nasi Campur Bali.

Siapa yang menolak hidangan yang kaya akan rempah disajikan dengan condiment yang lengkap berupa telor balado, kulit crispy, ayam masak bumbu Bali yang khas, sayuran dan rempah pilihan sangat kaya akan cita rasa kekayaan Nusantara.

Hotel yang memiliki Lokasi strategis di Pusat Kota Semarang ini sangat mudah untuk diakses karena dekat dengan berbagai tujuan pelancong, maupun bagi keperluan Bisnis dan kegiatan Pemerintahan lainnya di Kota Semarang.

Ketika Anda sedang ada kegiatan Bisnis, urusan perkantoran maupun wisata di Kota Semarang, tidak ada salahnya Anda mencoba promo ini, terutama di Bulan Agustus mendatang dengan harga Rp 680.000 nett /malam/kamar.

“Tanggal 12 Juli kemaren aku nginep di Hotel Grandhika Pemuda Semarang. Salah satu hotel terbaik buat keluarga, kamar nya nyaman banget, kolam renang nya ada di atas jadi bisa sambil liat pemandangan kota Semarang, makanannya juga enak enak banget kemaren aku langsung dimasak sama Chef Teguh”, ungkap Influecer Satrio Pamungkas yang diunggah di laman trip advisor Hotel Grandhika Pemuda Semarang.

Jika Anda menantikan berbagai promo yang menarik seputar kamar, food and beverage bahkan giveaway berupa bagi-bagi voucher kamar dan signature dish Hotel Grandhika Pemuda Semarang, Anda bisa berkunjung ke account resmi Instagram @grandhikapemudasemarang.

Selalu ada Informasi yang tentunya sayang Anda lewatkan. Untuk infromasi dan pemesanan lebih lanjut hubungi nomor WhatsApp kami official di 62- 811-2850-1712 atau Telp. (024) 2920 7788 dan jangan lupa follow Instagram @grandhikapemudasemarang untuk mengetahui update promo lainnya.

Giliaran Warga Desa Kurungan Nyawa yang Mendapat Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis

0

OKU TIMUR (Pertamanews.id) – DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperluas implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) seperti yang saat ini digelar di Desa Kurungan.

Kegiatan sosialisasi program MBG kali ini bertempat di Desa Kurungan Nyawa III, Buay Madang, OKU pada Senin, 4 Agustus 2025. Tujuan sosialisasi program MBG adalah untuk menambah wawasan masyarakat mengenai pentingnya menjalani pola hidup sehat.

Acara sosialisasi program MBG dihadiri oleh anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani, Staf Analisis Madya Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN Alwin Supriyadi, Anggota DPRD Oku Timur Eddy kurniansyah, Kades Kurungan Nyawa III⁠ Sunaryo.

Dalam kesempatannya, anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani menyambut baik langkah pemerintah dalam menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat, terutama untuk mendukung kelompok anak-anak, lansia, dan ibu hamil. 

“Program MBG merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap pentingnya kesejahteraan gizi masyarakat yang terkadang terbatas aksesnya,” ucap Irma Suryani.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, masalah gizi masih menjadi tantangan serius di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di wilayah kita tercinta OKU Timur. Angka stunting dan kasus kekurangan gizi pada anak-anak masih cukup memprihatinkan dan perlu kita tangani secara bersama-sama,” tambah Irma.

Sebagai bentuk komitmen untuk membangun generasi masa depan yang lebih sehat dan cerdas, pemerintah bersama DPR RI mendorong pelaksanaan program makan bergizi gratis di sekolah. Ini merupakan salah satu langkah nyata untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak kita, khususnya mereka yang berada di usia sekolah dasar.

Lebih lanjut, Irma menyampaikan program MBG bukan hanya soal memberikan makanan saja. Ini adalah bentuk investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Anak-anak yang memperoleh asupan gizi yang cukup akan tumbuh lebih sehat, memiliki daya pikir yang lebih baik, dan tentu saja lebih siap untuk bersaing di masa depan. 

“Kita ingin anak-anak OKU Timur menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia generasi yang unggul, berdaya saing, dan membanggakan,” imbuh Irma.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Irma berharap agar masyarakat dan pihak sekolah dapat memahami dengan baik tujuan dan pentingnya program makan bergizi gratis.

“Kita dapat bekerja sama menjaga kualitas makanan, kebersihan, dan distribusi agar program ini berjalan secara optimal dan berkelanjutan,” ucap Irma.

DPR RI bersama Badan Gizi Nasional terus memperluas implementasi program Makan Bergizi Gratis. Program MBG diharapkan dapat mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan kuat.***

DPD KNPI Banjarnegara Gandeng Konten Kreator Lokal: Teguhkan Komitmen sebagai Wadah Pemuda

0

BANJARNEGARA (Pertamanews.id) – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Banjarnegara terus membuktikan diri sebagai wadah yang inklusif dan progresif bagi generasi muda. Dalam rangkaian kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Orientasi Kepemimpinan Pemuda (Orientama) yang digelar di Curug Plethuk, Desa Pesangkalan, Kecamatan Pagedongan pada 2–3 Agustus 2025, KNPI menggandeng sejumlah konten kreator lokal sebagai mitra strategis untuk memperkuat peran pemuda dalam pembangunan daerah, khususnya di sektor digital dan pariwisata.

Dengan mengusung tema “Transformasi Gerakan Pemuda Menuju Banjarnegara Berdaya, Maju, dan Sejahtera”, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, termasuk dengan para kreator konten yang telah aktif mempromosikan Banjarnegara melalui platform digital.

Konten kreator yang hadir dan turut bersinergi dalam kegiatan ini antara lain Banjarnegara Terkini, Ini Banjarnegara, Cerita Anak Desa, dan Banjarnegara Zone. Kehadiran mereka disambut baik sebagai langkah konkret memperkuat branding Banjarnegara melalui narasi kreatif, informatif, dan inspiratif di media sosial.

Ketua Panitia Rakerda dan Orientama, Arizqi, menyatakan bahwa para konten kreator adalah bagian integral dari gerakan pemuda modern.

“Mereka adalah wajah baru pemuda yang punya daya pengaruh besar. Lewat kolaborasi ini, kami ingin menegaskan bahwa KNPI adalah rumah besar bagi seluruh pemuda, termasuk mereka yang berkarya lewat media digital,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Banjarnegara, Muhamad Nur Fahmi, menegaskan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan arah transformasi gerakan pemuda yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Pemuda hari ini tidak cukup hanya berkumpul, tapi juga harus mampu menjawab tantangan zaman. Dengan menggandeng konten kreator, kami ingin memperkuat posisi KNPI sebagai motor gerakan pemuda yang kreatif, kolaboratif, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah, terutama di sektor pariwisata,” ujar Fahmi.

Ia juga menambahkan bahwa potensi pariwisata Banjarnegara sangat besar, namun perlu ditopang oleh promosi yang menarik dan relevan dengan tren saat ini. Melalui peran konten kreator, diharapkan Banjarnegara bisa dikenal lebih luas sebagai daerah yang tidak hanya indah secara alamiah, tetapi juga kaya budaya dan potensi ekonomi.

Sinergi ini menjadi awal dari gerakan kolaboratif antara organisasi pemuda dan para penggiat digital lokal, sebagai bagian dari upaya kolektif menjadikan Banjarnegara lebih berdaya, maju, dan sejahtera.

Gaungkan Kepedulian Lingkungan dan Kepemimpinan Pemuda, DPD KNPI Banjarnegara Gelar Rakerda dan Orientama di Curug Plethuk

0

BANJARNEGARA (Pertamanews.id) – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Banjarnegara sukses menggelar kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Orientasi Tatap Muka Pengurus (Orientama) selama dua hari, 2–3 Agustus 2025, bertempat di kawasan wisata alam Curug Plethuk, Desa Pesangkalan.

Kegiatan ini diikuti oleh sedikitnya 100 pengurus KNPI dari berbagai kecamatan di Banjarnegara. Rangkaian acara meliputi: Rakerda, Pelatihan Kepemimpinan Pemuda, Orientasi Tatap Muka Pengurus, serta aksi nyata berupa tebar benih ikan, penanaman pohon, dan penandatanganan MoU “KNPI Peduli Wisata” sebagai bentuk kepedulian dan komitmen KNPI terhadap pelestarian lingkungan dan pengembangan potensi wisata daerah.

Ketua DPD KNPI Banjarnegara, Muhamad Nur Fahmi, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah konsolidasi organisasi, tetapi juga wujud nyata kontribusi pemuda dalam membangun daerah.

“Rakerda ini adalah momentum strategis bagi KNPI untuk menyusun langkah kerja ke depan. Lewat pelatihan dan aksi lingkungan, kami ingin menegaskan bahwa pemuda Banjarnegara siap menjadi pelopor perubahan, pelindung lingkungan, serta mitra aktif dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan,” ujar Fahmi.

Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah tokoh penting daerah, di antaranya:

  • Teguh Handoko, S.Sos – Kepala Dindikpora Banjarnegara
  • Suhardi, S.Pd, MM – Kabid Pemuda dan Olahraga
  • Sugijen, A.Ma – Majlis Pertimbangan Pemuda KNPI
  • Drs. Tulus Sugiharto, M.Si – Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan
  • Letkol Laut Farid Muldiyatno, S.T, M.T – Pegiat Konservasi Banjarnegara
  • Letkol Czi Teguh Prasetyanto, S.T – Dandim 0704 Banjarnegara
  • Aiptu. Arif Prayoga.,S.H – PS. KANIT BINPOLMAS SAT BINMAS POLRES BANJARNEGARA)

Kehadiran para tokoh tersebut menjadi bukti sinergi antara pemerintah, militer, dan organisasi kepemudaan dalam mendorong pembangunan Banjarnegara yang lebih inklusif, hijau, dan progresif.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan MoU “KNPI Peduli Wisata” sebagai simbol komitmen jangka panjang terhadap pelestarian lingkungan dan penguatan peran pemuda dalam menjaga alam Banjarnegara.