spot_img
Beranda blog Halaman 8

Harmoni Mahakarya dan Sesaji Rewanda, Strategi Pemkot Semarang Rawat Budaya Goa Kreo

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang akan menyuguhkan perpaduan apik antara seni pertunjukan modern dan ritual adat sakral melalui rangkaian Mahakarya Goa Kreo dan Sesaji Rewanda di kawasan Gunungpati pada akhir pekan ini.

Dimulai dengan pagelaran Mahakarya Legenda pada Jumat (27/3) malam di Plaza Kandri, rangkaian ini mencapai puncaknya melalui ritual tahunan Sesaji Rewanda di Obyek Wisata Goa Kreo pada Sabtu (28/3) pagi sebagai bentuk pelestarian warisan sejarah Sunan Kalijaga.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan bahwa sinergi kedua acara ini merupakan upaya strategis pemerintah dalam menjaga ekosistem budaya agar tetap relevan di tengah modernitas.

“Kami tidak ingin tradisi hanya menjadi cerita masa lalu yang statis. Melalui Mahakarya Goa Kreo, kami memberi ruang bagi kreativitas generasi muda untuk merepresentasikan legenda secara artistik. Sementara melalui Sesaji Rewanda, kita membumikan kembali nilai-nilai spiritual dan rasa syukur kepada Sang Pencipta melalui penghormatan terhadap alam,” ujar Agustina.

Momentum sakral pada Sabtu pagi ditandai dengan pemberangkatan rombongan kirab Sesaji Rewanda yang bergerak dari Masjid Al-Mabrur menuju pelataran Goa Kreo.

Dalam prosesi tersebut, replika kayu jati yang menjadi representasi sejarah perjuangan Sunan Kalijaga dipikul oleh delapan orang, diiringi barisan sembilan Santri Kanjengan serta sosok ikonik Kera Bangbintulu.

“Replika kayu jati ini menjadi pengingat bahwa pembangunan peradaban, seperti halnya Masjid Agung Demak dulu, membutuhkan gotong royong dan harmoni dengan alam. Kera-kera di Goa Kreo adalah bagian dari sejarah dakwah Sunan Kalijaga yang harus kita jaga habitatnya,” lanjutnya.

Tahun ini, sebanyak enam jenis gunungan dikirab sebagai pusat perhatian, mulai dari Gunungan Sesaji, Buah, Nasi Kuning, Hasil Bumi, Kupat Lepet, hingga Nasi Golong.

Setelah didoakan, gunungan tersebut dipersembahkan secara simbolis kepada kawanan kera sebagai bentuk sedekah alam, sebelum akhirnya dinikmati bersama oleh masyarakat sebagai wujud “ngalap berkah” atau mencari keberkahan dari hasil bumi yang melimpah.

Wali Kota juga menyoroti dampak ekonomi dari sinkronisasi dua acara besar ini.

Dengan adanya pagelaran di malam hari dan ritual di pagi hari, diharapkan wisatawan memiliki alasan lebih kuat untuk tinggal lebih lama dan menikmati atmosfer Desa Wisata Kandri.

“Kami mengundang seluruh masyarakat untuk hadir dan menyaksikan langsung sakralnya ritual ini. Selain edukasi sejarah, pengunjung juga bisa menikmati suasana alam Goa Kreo yang asri,” pungkasnya. (Adv)

Hujan Ekstrem Landa Tembalang, Pemkot Semarang Lakukan Penguatan Tanggul Kali Babon

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang bergerak cepat dengan memperkuat tanggul di sepanjang Kali Babon, Kecamatan Tembalang sebagai langkah tanggap darurat sekaligus antisipasi lanjutan menyusul kembali terjadinya banjir di sejumlah wilayah Kecamatan Tembalang akibat hujan ekstrem.

Hujan lebat yang mengguyur Kota Semarang sejak Rabu (25/3) malam hingga Kamis (26/3) dini hari, menyebabkan banjir kembali melanda sejumlah titik, antara lain wilayah Rowosari, Meteseh, Sumberejo, Grand Permata Tembalang, hingga Dinar Indah.

Kawasan-kawasan tersebut memang tercatat sebagai wilayah yang rentan terdampak saat curah hujan tinggi.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menegaskan bahwa pihaknya langsung melakukan langkah cepat berbasis koordinasi teknis untuk mengendalikan situasi.

“Pada saat debit Kali Plumbon meningkat tadi malam, kami langsung berkoordinasi dengan BBWS terkait pengaturan pintu air di Bendung Pucanggading. Bukaan pintu diarahkan ke Banjir Kanal Timur sehingga elevasi air di hulu bisa ditekan,” terangnya.

Pengaturan aliran tersebut terbukti mampu mengurangi tekanan air di wilayah hulu, sehingga limpasan di kawasan Meteseh dan Rowosari tidak setinggi kejadian banjir sebelumnya.
Selain itu, Pemkot Semarang juga langsung melakukan perkuatan tanggul darurat pada titik-titik kritis.

Penanganan juga dilakukan melalui pemasangan sandbag dan kisdam sebagai upaya menahan potensi luapan susulan, mengingat intensitas hujan masih berpotensi tinggi.

Di sisi lain, Agustina juga menyoroti keterbatasan intervensi pada kawasan perumahan baru yang terdampak banjir.

“Perumahan-perumahan baru di Meteseh dan Rowosari saat ini belum diserahterimakan, sehingga masih menjadi tanggung jawab pengembang. Pemerintah Kota belum dapat melakukan penanganan permanen di kawasan tersebut,” jelasnya.

Meski demikian, Pemerintah Kota tetap hadir dengan melakukan langkah-langkah konkret, seperti pembersihan lumpur pasca genangan, penanganan darurat di lapangan, serta penyiapan personel dan logistik untuk mengantisipasi kondisi lanjutan. Kejadian ini juga memperkuat catatan bahwa banjir akibat curah hujan ekstrem masih menjadi tantangan serius di Kota Semarang.

Sebelumnya, pada awal Maret 2026, wilayah lain seperti Mangkang dan Tlogosari juga mengalami banjir akibat kombinasi hujan tinggi dan kerusakan infrastruktur seperti talud jebol.

Untuk itu, Pemerintah Kota Semarang menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem pengendalian banjir secara menyeluruh, mulai dari koordinasi pengelolaan pintu air, penguatan tanggul, hingga mendorong percepatan penyelesaian kewajiban pengembang dalam penyediaan infrastruktur dasar.

“Kami pastikan Pemerintah Kota akan terus siaga, bergerak cepat, dan hadir di tengah masyarakat. Penanganan banjir harus dilakukan secara terpadu, dari hulu hingga hilir,” tegas Agustina.

Sebagai langkah lanjutan, Pemkot Semarang terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi cuaca dan debit air, serta menyiagakan personel di titik-titik rawan guna memastikan respons cepat dapat dilakukan setiap saat.

Dengan langkah cepat, terukur, dan kolaboratif ini, diharapkan dampak banjir dapat ditekan dan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berlangsung. (Adv)

ARTOTEL Bianti Jawab Tren Pernikahan Gen Z dengan Konsep Eco dan Intimate

0

YOGYAKARTA (Pertamanews.id) – ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta menghadirkan berbagai paket pernikahan dengan pilihan venue yang fleksibel, mulai dari ballroom elegan, area outdoor di Garden Barley and Barrel, hingga Vanilla Sky Lounge yang menawarkan pemandangan kota Yogyakarta dari ketinggian.

Usai perayaan Lebaran, tren pernikahan kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Momen berkumpulnya keluarga besar kerap menjadi titik awal keputusan menuju jenjang pernikahan. Tak heran, periode pasca-Hari Raya dikenal sebagai salah satu musim tersibuk bagi industri wedding, khususnya di Yogyakarta.

Memasuki 2026, konsep pernikahan mengalami pergeseran. Pernikahan kini tidak lagi identik dengan acara besar dan masif, melainkan lebih mengarah pada perayaan yang intimate, hangat, dan penuh makna. Calon mempelai pun semakin menitikberatkan pada pengalaman tamu, mulai dari suasana hingga alur acara yang terasa lebih personal.

Konsep outdoor dengan pendekatan eco-conscious masih menjadi favorit generasi Z. Selain menghadirkan estetika natural, konsep ini juga mengusung nilai keberlanjutan melalui penggunaan bunga hidup, dekorasi yang dapat digunakan kembali, serta pendekatan yang lebih ramah lingkungan. Jumlah tamu yang lebih terbatas justru menciptakan suasana yang lebih eksklusif dan berkesan.

Menariknya, pergeseran juga terjadi pada bagian akhir acara. Jika sebelumnya resepsi menjadi puncak perayaan, kini banyak pasangan menjadikan after party sebagai highlight utama. Suasana santai dengan musik, cocktail, dan interaksi yang lebih dekat bersama sahabat menjadikan momen ini terasa lebih hidup. Konsep seperti sunset celebration hingga late night party pun semakin diminati pasangan muda.

Menjawab kebutuhan tersebut, ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta menawarkan beragam venue yang dapat disesuaikan dengan konsep pernikahan. Ballroom menjadi pilihan bagi pasangan yang menginginkan nuansa elegan dengan skala besar. Sementara itu, area Garden Barley and Barrel cocok untuk konsep outdoor yang hangat dan intimate, baik untuk akad maupun resepsi. Adapun Vanilla Sky Lounge menghadirkan pengalaman eksklusif dengan latar pemandangan kota, ideal untuk private celebration maupun after party yang modern dan stylish.

Keunggulan dari berbagai pilihan venue ini terletak pada kemudahan merancang rangkaian acara dalam satu lokasi. Prosesi sakral, resepsi, hingga after party dapat berlangsung secara terintegrasi dengan perpindahan venue yang nyaman bagi tamu undangan.

Dari sisi penawaran, ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta menghadirkan paket pernikahan mulai dari Rp40.000.000 untuk 100 tamu. Tersedia pula promo potongan harga hingga Rp5.000.000 bagi pasangan yang melakukan konfirmasi lebih awal, khususnya untuk periode setelah Lebaran yang dikenal sebagai peak season.

General Manager ARTOTEL Suites Bianti Yogyakarta, Reza Farhan, menyebutkan bahwa tren saat ini menunjukkan perubahan preferensi yang cukup jelas.

“Pasangan saat ini tidak hanya mencari venue, tetapi juga pengalaman yang menyeluruh. Mereka ingin setiap momen terasa lebih dekat, lebih personal, dan memiliki cerita, termasuk bagaimana mereka merayakan after party bersama orang-orang terdekat,” ujarnya.***

DLH Kota Semarang Minta Maaf, Tumpahan Sampah Langsung Dibersihkan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) merespons cepat laporan masyarakat terkait adanya tumpahan sampah yang berceceran di sekitar Jalan Sultan Agung, di dekat pertigaan pos polisi, sebagaimana unggahan yang viral di media sosial pada Selasa (24/3).

Tim kebersihan segera dikerahkan ke lokasi tak lama setelah informasi diterima untuk memastikan kelancaran lalu lintas dan kebersihan lingkungan.

“Kami bergerak cepat segera setelah mendapat laporan. Penanganan di lapangan dilakukan secara sigap oleh personel kami, di mana proses pembersihan total tidak memakan waktu lama, bahkan tidak sampai satu jam lokasi sudah kembali bersih,” ujar Kepala DLH Kota Semarang, Glory Nasarani.

Berdasarkan penelusuran melalui rekaman CCTV, peristiwa tersebut melibatkan truk milik DLH yang mengangkut sampah dari TPS Pasar Jangli menuju TPA.

Diketahui bahwa pengemudi memacu kendaraan dengan kecepatan hampir 60 km/jam, melebihi batas ketentuan yang seharusnya 40 km/jam. Hal ini dilakukan pengemudi karena harus mengejar jadwal pengangkutan sampah di dua lokasi lain yang juga mengalami beban angkut tinggi.

“Penanganan pertama dilakukan dengan menyapu sampah ke pinggir oleh personel kami sambil menunggu armada pendukung. Begitu armada datang, sampah langsung dinaikkan ke truk. Pada pukul 13.00 WIB, seluruh area dipastikan sudah bersih dan rapi kembali,” tambahnya.

Atas kejadian yang mengganggu kenyamanan masyarakat tersebut, Kepala DLH Kota Semarang secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat.

Pihaknya menegaskan bahwa tanggung jawab atas kelalaian personel di lapangan tetap berada pada pimpinan instansi.

“Selaku Kepala DLH, saya menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, pihaknya telah memanggil pengemudi yang bersangkutan untuk dimintai keterangan.

Meskipun yang bersangkutan dikenal memiliki rekam jejak kinerja yang baik selama ini, pihak dinas tetap memberikan sanksi tegas berupa teguran lisan maupun tertulis.

“Kami sudah memanggil driver yang bersangkutan dan memberikan teguran, baik secara lisan maupun peringatan tertulis. Jika kejadian serupa terulang kembali, kami tidak segan untuk memberikan sanksi yang lebih berat, termasuk pemecatan,” tambah Glory.

Selain pemberian sanksi, DLH Kota Semarang berkomitmen untuk melakukan evaluasi internal secara menyeluruh terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) pengangkutan sampah. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh petugas di lapangan kembali memahami dan mematuhi aturan keselamatan serta kebersihan selama bertugas. (Adv)

Kondisi Kondusif, Arus Mudik dan Arus Balik Lebaran 2026 di Semarang Tanpa Hambatan Berarti

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Arus mudik maupun arus balik Lebaran 2026 di Kota Semarang hingga berita ini diturunkan secara umum terpantau lancar dan kondusif.

Hal ini salah satunya terwujud karena sinergitas yang baik antara masyarakat, Pemerintah kota atau Pemkot Semarang dan juga Satlantas Polrestabes Semarang.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menerima laporan langsung dari Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, terkait perkembangan arus lalu lintas dan pergerakan pemudik selama periode pemantauan Posko Angkutan Lebaran.

Berdasarkan laporan tersebut, sejak 15 hingga 24 Maret 2026, jumlah kendaraan yang masuk dan melintas Kota Semarang terpantau tinggi. Melalui Gerbang Tol Kalikangkung, tercatat 377.193 kendaraan masuk dan 165.958 kendaraan keluar.

Di sejumlah ruas jalan utama kota, pergerakan kendaraan juga cukup padat. Jalan Perintis Kemerdekaan mencatat 594.074 kendaraan masuk dan 504.273 kendaraan keluar, sementara Jalan Siliwangi dilalui 661.815 kendaraan masuk. Di Jalan Brigjen Katamso, tercatat 263.129 kendaraan masuk dan 339.795 kendaraan keluar.

Sementara itu, mobilitas pemudik melalui berbagai simpul transportasi juga terpantau ramai lancar. Hingga Selasa (24/3) malam, tercatat 191.321 orang masuk ke Kota Semarang dan 177.044 orang keluar melalui moda transportasi kereta api, kapal laut, pesawat, dan bus antar kota.

Pergerakan penumpang paling tinggi tercatat di Stasiun Tawang dengan 73.405 penumpang masuk dan 68.891 penumpang keluar, serta Stasiun Poncol dengan 48.951 penumpang masuk dan 68.471 penumpang keluar.
Di Bandara Jenderal Ahmad Yani, tercatat 48.433 penumpang datang dan 34.559 penumpang berangkat, sementara di Pelabuhan Tanjung Emas terdapat 13.951 penumpang datang.

Agustina menyampaikan bahwa Kota Semarang memang menjadi simpul penting pergerakan arus mudik dan arus balik di Jawa Tengah, sehingga koordinasi lintas instansi terus dilakukan agar perjalanan masyarakat tetap aman dan lancar.

“Kita bersyukur arus mudik maupun arus balik di Kota Semarang hingga Selasa (24/3) malam terpantau lancar dan kondusif. Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat secara langsung di lapangan, baik rekan-rekan dari Satlantas Polrestabes Semarang, Dishub serta masyarakat yang terus bersinergi dalam melakukan pemantauan dan pengaturan lalu lintas,” ujar Agustina, Selasa (24/3).

Ia menambahkan bahwa pengamanan dan pengaturan selama masa mudik dan arus balik juga melibatkan berbagai pihak, termasuk Kodim, posko-posko yang didirikan oleh organisasi kemasyarakatan, serta posko yang dibentuk masyarakat secara mandiri. Kolaborasi tersebut turut mendukung terciptanya kondisi lalu lintas yang tertib dan kondusif di Kota Semarang selama periode Lebaran.

Dishub Kota Semarang bersama kepolisian dan instansi terkait terus melakukan pemantauan melalui Area Traffic Control System (ATCS) serta pengaturan langsung oleh petugas di sejumlah titik strategis.

Peningkatan arus kendaraan akibat kebijakan one way nasional terpantau terutama di beberapa simpang utama kota seperti Simpang Karyadi, Kaligarang, dan Sam Poo kong. Meski demikian, kondisi lalu lintas masih dapat dikendalikan melalui rekayasa lalu lintas dan pengaturan petugas di lapangan.

Di samping jalur utama, Pemkot Semarang bersama jajaran Satlantas Polrestabes juga telah mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan di titik-titik pusat oleh-oleh maupun destinasi wisata yang kerap menjadi tempat tujuan para pemudik.

Beberapa titik seperti Pandanaran, Lawang Sewu, Simpang Lima dan juga kawasan Kota Lama menjadi perhatian dalam pengaturan lalu lintas. Pihak Pemkot Semarang melalui Dishub dan Satlantas telah menyiapkan pengaturan kendaraan di wilayah tersebut untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat.

Pemkot Semarang mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan arus balik agar tetap mematuhi aturan lalu lintas, mengikuti arahan petugas, serta memperhatikan kondisi kendaraan dan menjaga kesehatan selama perjalanan.

Pemantauan arus lalu lintas dan pergerakan pemudik melalui Posko Angkutan Lebaran Kota Semarang akan terus dilakukan hingga masa arus balik selesai, guna memastikan mobilitas masyarakat berlangsung aman dan tertib. (Adv)

Perayaan Idul Fitri di Balaikota, Semarang Teguhkan Nilai Toleransi

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Halaman Balai Kota Semarang dipadati ribuan warga yang mengikuti Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah pada Sabtu (21/3) pagi.

Momentum ini tidak hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat dalam suasana Lebaran yang penuh kehangatan.

Pemerintah Kota Semarang kembali menggelar salat ied bersama sebagai agenda tahunan yang selalu dinantikan warga. Selain ibadah, kegiatan ini juga diisi dengan ramah tamah sederhana yang menghadirkan nuansa kebersamaan.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, mengaku bersyukur atas antusiasme masyarakat yang hadir. “Kami berterima kasih karena masyarakat begitu banyak yang hadir. Ini menjadi momen untuk saling memaafkan dan mempererat kebersamaan. Suasananya sangat hangat,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini juga dihadiri berbagai unsur masyarakat lintas agama, tokoh masyarakat, hingga jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Menurutnya, hal tersebut menjadi simbol kuatnya toleransi dan kebersamaan di Kota Semarang.

“Semua elemen hadir, dari tokoh agama hingga masyarakat umum. Ini menunjukkan Semarang sebagai kota yang rukun dan penuh kebersamaan,” katanya.

Usai pelaksanaan salat Ied, warga berkesempatan bersilaturahmi langsung dengan wali kota, wakil wali kota, serta jajaran pemerintah. Pemerintah juga menyediakan santap pagi sederhana bagi jamaah yang hadir.

Di tengah momentum Lebaran, Agustina memastikan pelayanan publik tetap berjalan, meskipun sebagian aparatur menjalankan sistem kerja fleksibel.

“Pelayanan kepada masyarakat tetap kami buka sesuai jadwal. Jika ada kebutuhan mendesak, kami siap melayani,” tegasnya.

Ia juga mengajak masyarakat dan pemudik untuk menikmati berbagai destinasi wisata di Kota Semarang yang tetap buka selama libur Lebaran, seperti kawasan Kota Lama hingga Lawang Sewu.

“Silakan mampir dan menikmati Kota Semarang. Banyak tempat menarik dan kuliner yang tetap buka selama Lebaran,” ujarnya.

Di sisi lain, Agustina mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga keselamatan selama perjalanan, terutama bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor.

“Utamakan keselamatan, patuhi aturan lalu lintas, dan jangan lupa menikmati momen kebahagiaan bersama keluarga,” pesannya.

Antusiasme warga terlihat jelas dari wajah-wajah bahagia yang memenuhi halaman balai kota sejak pagi hari. Salah satu warga, Filda, mengaku baru pertama kali mengikuti salat ied di lokasi tersebut.

“Ini pertama kali saya salat ied di Balai Kota. Suasananya hangat sekali, ramai, dan menyenangkan. Tadi juga bisa bersalaman langsung dengan ibu wali kota dan pak wakil,” ungkapnya. (Adv)

Agustina Pastikan Pelayanan Pemudik di Stasiun dan Bandara Tanpa Kendala

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng bersama jajaran Forkopimda melakukan pemantauan langsung ke sejumlah posko pelayanan mudik guna memastikan kesiapan dan keamanan menjelang puncak arus mudik Lebaran 2026, belum lama ini.

Berdasarkan hasil tinjauan di lapangan, arus kedatangan pemudik melalui jalur udara dan jalur darat terpantau masih terkendali.

“Dari hasil pantauan tadi di posko-posko, pelayanan dan pengawasan sampai dengan hari ini di Stasiun Tawang kemudian Bandara berjalan lancar,” ujar Agustina.

Meskipun jalur udara dan kereta api relatif stabil, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mulai mengantisipasi lonjakan signifikan pada jalur darat yang diprediksi akan mencapai puncaknya esok hari.

Koordinasi intensif telah dilakukan bersama Dinas Perhubungan dan Polrestabes Semarang untuk menyiapkan skema rekayasa lalu lintas guna mengurai kepadatan.

“Yang agak mengkhawatirkan nanti mungkin karena peak jalan daratnya itu besok. Tadi sudah kita lihat dari pantauan Dishub dan teman-teman di Polrestabes, kemungkinan besar akan mulai dilakukan rekayasa untuk one way,” jelasnya.

Terkait pelaksanaan sistem satu arah (one way) tersebut, Agustina menekankan keputusan operasional tetap mengikuti instruksi dari pemerintah pusat.

Ia berharap skema tersebut nantinya tidak memberikan dampak yang memberatkan bagi aktivitas warga lokal di dalam kota.

“Tapi kapan itu nanti menunggu arahan dari pusat dan kita berharap Semarang tidak begitu terdampak,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Agustina juga menitipkan pesan kepada seluruh warga Semarang agar menjadi tuan rumah yang baik dengan menyambut para pemudik dengan ramah.

Kepada para pelintas yang memasuki wilayah Semarang, ia mengimbau agar tetap mengutamakan keselamatan berkendara di atas kecepatan.

“Hati-hati di jalan, tidak usah terlalu tergesa-gesa, apapun keselamatan nomor satu. Kami seluruh jajaran pemerintah berusaha maksimal untuk membuat Idul Fitri dapat terlaksana dengan baik bagi setiap orang,” tegasnya.

Agustina juga memberikan apresiasi dan pengingat khusus bagi para petugas yang berjaga di posko pelayanan selama masa mudik.

Dia meminta para petugas untuk menjaga kondisi fisik dan tetap meluangkan waktu bagi keluarga di tengah tugas negara yang padat.

“Jaga kesehatan, kesabaran, istirahat yang cukup dan jangan lupa kalau waktunya pas tidak jadwal, tengoklah rumah karena keluarga juga membutuhkan perhatian pada saat lebaran ini,” pungkasnya. (Adv)

Wali Kota Agustina Tegaskan ASN Tetap Bertugas Saat Libur Lebaran

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Jelang libur Lebaran 2026, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng memberikan penjelasan terkait kemungkinan masih terlihatnya kendaraan dinas milik pemerintah kota Semarang di jalanan.

Menurutnya, penggunaan mobil dinas tetap diperlukan karena sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN) masih menjalankan tugas pelayanan publik, meskipun masyarakat sedang menikmati masa libur.

Agustina menegaskan tidak semua ASN libur selama Lebaran. Sejumlah sektor pelayanan dasar, seperti kesehatan dan layanan darurat, tetap beroperasi untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

“Harus dipahami, ada teman-teman ASN yang tetap bertugas di hari libur. Bahkan saat Lebaran, saya dan Pak Iswar (Wakil Wali Kota) juga tetap bekerja sesuai jadwal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kehadiran mobil dinas di jalan pada hari libur bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan bagian dari tugas pelayanan kepada masyarakat.

Kondisi darurat seperti pasien sakit atau kebutuhan penanganan cepat menjadi alasan utama penggunaan kendaraan dinas.

“Misalnya ada kondisi darurat di lapangan, petugas kesehatan harus segera bergerak. Dokter dari puskesmas tentu membutuhkan kendaraan dinas untuk menjangkau lokasi dengan cepat,” jelasnya.

Agustina berharap masyarakat dapat memahami situasi tersebut dan tidak salah menilai keberadaan kendaraan berpelat merah yang tetap beroperasi selama libur Lebaran.

“Kalau nanti ada mobil dinas yang terlihat di jalan saat libur, mohon dimaklumi karena itu bagian dari tugas pelayanan. Kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan maksimal,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kepercayaan terhadap integritas ASN dalam menggunakan fasilitas negara. Menurutnya, pemerintah kota meyakini para pegawai menjalankan tugas dengan tanggung jawab.

“Kami percaya teman-teman ASN menggunakan fasilitas ini sesuai aturan dan kebutuhan tugas, bukan untuk kepentingan pribadi,” ujarnya.

Terlebih, lanjut dia, pemerintah pusat mengeluarkan edaran adanya sistem kerja yang lebih fleksibel, termasuk penerapan Work From Anywhere (WFA). Agustina menilai mobilitas ASN menjadi hal yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga kualitas pelayanan publik. (Adv)

The Iftar Table Nusantara at Kotta Hotel Semarang: A Heartwarming Ramadan Celebration with Exceptional Enthusiasm

0

SEMARANG (Pertamanews.id)– Kotta Hotel Semarang sukses menyelenggarakan program berbuka puasa bertajuk “The Iftar Table Nusantara” selama periode 19 Februari hingga 19 Maret 2026 di area Event Space Kotta. Program ini menghadirkan pengalaman berbuka dengan sajian khas Indonesia yang beragam dan berbeda setiap harinya.

Kegiatan ini mengusung konsep kuliner Nusantara dengan menghadirkan berbagai hidangan autentik dari sejumlah daerah. Setiap menu dikurasi untuk memberikan pengalaman berbuka yang hangat serta memperkuat suasana kebersamaan.

Antusiasme tamu terlihat tinggi sepanjang pelaksanaan program. Area Event Space Kotta hampir setiap hari dipadati pengunjung yang datang bersama keluarga, sahabat, maupun rekan kerja untuk menikmati momen berbuka puasa.

Tingginya minat tersebut menjadikan “The Iftar Table Nusantara” sebagai salah satu pilihan berbuka puasa di kawasan Kota Lama Semarang selama Ramadan 2026.

Selain sajian kuliner, suasana yang dihadirkan juga dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih dekat dan berkesan. Setiap kunjungan tidak hanya menjadi momen berbuka, tetapi juga ruang kebersamaan bagi para tamu.

Kolaborasi Tiga Organisasi Pemuda Hadirkan Posko Mudik, Agustina Beri Penghargaan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Wali kota Semarang, Agustina Wilujeng, menghadiri peresmian Posko Mudik Lebaran yang didirikan oleh GP Ansor dan Banser Kota Semarang di kawasan Mangkang Kulon, Kecamatan Tugu, baru-baru ini.

Posko ini digelar melalui kolaborasi GP Ansor, Banser, serta Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Semarang untuk memberikan layanan bagi para pemudik yang melintas di jalur Pantura wilayah barat Kota Semarang.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran GP Ansor dan Banser dari tingkat wilayah hingga kota, para relawan, tokoh masyarakat, serta Ketua DPD KNPI Kota Semarang Yohana Citra Mahardhika bersama jajaran pengurus KNPI.

Dalam sambutannya, Agustina menyampaikan apresiasi atas inisiatif para relawan yang menghadirkan layanan bagi pemudik selama masa arus mudik dan arus balik Lebaran.

“Posko mudik menjadi salah satu tempat yang dicari oleh para pemudik. Fasilitas sederhana seperti tempat beristirahat, minuman hangat, atau sekadar tempat singgah sangat berarti bagi mereka yang menempuh perjalanan jauh,” kata Agustina.

Posko mudik yang mulai beroperasi pada 16 hingga 21 Maret 2026 ini menyediakan berbagai fasilitas bagi pemudik, di antaranya tempat transit, tenda istirahat, area parkir, serta layanan informasi perjalanan.

Para relawan Ansor dan Banser akan berjaga secara bergiliran selama masa operasional posko.

Keterlibatan pemuda juga menjadi bagian penting dalam pengelolaan posko ini. KNPI Kota Semarang dijadwalkan turut membantu operasional posko melalui keterlibatan pengurus dan relawan pemuda yang bergiliran bertugas bersama Ansor dan Banser.

Agustina menilai kolaborasi lintas organisasi tersebut menunjukkan kuatnya semangat gotong royong masyarakat Kota Semarang dalam memberikan pelayanan kepada para pemudik.

Menurutnya, arus mudik tahun ini diperkirakan kembali meningkat. Kota Semarang sebagai simpul jalur Pantura sekaligus gerbang Tol Trans Jawa menjadikan wilayah ini dilintasi jutaan kendaraan setiap musim mudik.

“Banyak pemudik yang singgah di Kota Semarang, baik untuk beristirahat maupun sekadar mencari informasi perjalanan. Karena itu posko mudik seperti ini memiliki peran penting untuk membantu mereka,” ujarnya.

Ia menyampaikan Pemerintah Kota Semarang terus memastikan kesiapan berbagai aspek menjelang Lebaran, mulai dari kondisi infrastruktur jalan, layanan transportasi, hingga fasilitas pendukung bagi pemudik.

Namun Agustina menegaskan keberhasilan menghadapi arus mudik tidak dapat dilakukan oleh pemerintah saja.

“Peran masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan relawan sangat penting. Kehadiran Ansor, Banser, dan teman-teman KNPI dalam posko mudik ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih sangat kuat di Kota Semarang,” katanya.

Selain menjadi tempat singgah bagi pemudik, posko ini juga diharapkan menjadi ruang pelayanan kemanusiaan yang menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi para pengguna jalan.

Agustina berharap keberadaan posko mudik yang dikelola bersama oleh Ansor, Banser, dan KNPI dapat memberikan pengalaman positif bagi para pemudik yang melintas di Kota Semarang.

“Ketika para pemudik melihat ada relawan yang menyambut dengan ramah dan membantu perjalanan mereka, maka mereka akan merasakan keramahan Kota Semarang. Hal-hal sederhana seperti inilah yang membuat kota ini selalu dirindukan untuk dikunjungi kembali,” tuturnya. (Adv)