spot_img
Beranda blog Halaman 92

Tiket Kereta di Bawah Rp100 Ribu, KAI Daop 4 Semarang Siapkan Liburan Sekolah Jadi Lebih Seru

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Dalam rangka menyambut masa libur akhir sekolah, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang menghadirkan program tarif spesial di bawah Rp100.000 untuk sejumlah perjalanan kereta api pilihan.

Program ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi kepada pelanggan setia, tetapi juga bagian dari upaya KAI mendorong masyarakat agar memilih moda transportasi kereta api yang nyaman, aman, dan lebih terjangkau.

Promo ini berlaku untuk periode pemesanan dan keberangkatan mulai tanggal 5 Juni hingga 31 Juli 2025. Tiket dengan tarif spesial tersebut bisa diperoleh melalui seluruh kanal resmi penjualan KAI seperti aplikasi Access by KAI, situs booking.kai.id, serta berbagai mitra penjualan tiket resmi lainnya.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, mengatakan bahwa tarif ekonomis ini dalam rangka mendukung mobilitas masyarakat selama masa liburan, sekaligus menjadi solusi perjalanan hemat tanpa meninggalkan kualitas pelayanan.

“Kami ingin seluruh lapisan masyarakat bisa menikmati perjalanan liburan yang menyenangkan dengan harga terjangkau. KAI terus menghadirkan pelayanan terbaik agar penumpang merasa aman, nyaman, dan puas selama perjalanan bersama kereta api,” ujar Franoto.

Di wilayah Daop 4 Semarang, terdapat sembilan layanan kereta api dengan tarif satu kali perjalanan di bawah Rp100.000, di antaranya:

  1. KA Banyubiru (Semarang–Solo pp) – Rp28.000
  2. KA Banyubiru Ekspres (Semarang–Solo pp) – Rp28.000
  3. KA Blora Jaya (Semarang–Cepu pp) – Rp45.000
  4. KA Ambarawa Ekspres (Semarang–Surabaya pp) – Rp70.000
  5. KA Kaligung (Semarang–Brebes pp) – Rp70.000
  6. KA Kaligung (Semarang–Tegal pp) – Rp70.000
  7. KA Kaligung (Semarang–Cirebon pp) – Rp84.000
  8. KA Kamandaka (Semarang–Cilacap pp) – Rp98.000
  9. KA Kamandaka (Semarang–Purwokerto pp) – Rp98.000

Namun promo ini tidak berlaku untuk tarif khusus dan tidak dapat digabungkan dengan program reduksi atau potongan harga lainnya. Tiket promo tetap dapat dibatalkan atau diubah jadwalnya selama kuota dan tarif promo masih tersedia.

“Kami mengimbau masyarakat untuk melakukan pemesanan sedini mungkin agar tidak kehabisan, karena animo bepergian selama liburan sekolah cenderung meningkat. Manfaatkan momen ini untuk bepergian bersama keluarga secara hemat dan nyaman dengan kereta api,” tutup Franoto.

Untuk informasi lebih lanjut, pelanggan dapat menghubungi Customer Service di stasiun-stasiun terdekat, mengakses layanan Contact Center KAI di 121, WhatsApp di 08111-2111-121, email di cs@kai.id, atau melalui media sosial resmi KAI121.

KAS Bakal Rayakan 85 Tahun, Semangat Ziarah dan Persaudaraan Gaungkan Stadion Jatidiri

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Keuskupan Agung Semarang (KAS) bersiap menggelar perayaan puncak ulang tahun ke-85 dengan skala akbar pada Sabtu, 29 Juni 2025. Bertempat di Stadion Jatidiri, Semarang, lebih dari 18.000 umat dari berbagai wilayah akan memadati lokasi acara yang dimulai pukul 15.00 WIB, mengusung tema besar “85 Tahun KAS: Berziarah Menjadi Berkah”.

Momentum ini menjadi selebrasi iman terbesar KAS dalam satu dekade terakhir. Tak sekadar seremoni, perayaan ini dihadirkan sebagai wujud syukur atas perjalanan spiritual Gereja yang telah menjadi rumah bagi jutaan umat Katolik di Jawa Tengah dan sekitarnya.

“Gereja bukan bangunan statis, melainkan persekutuan yang terus berjalan dalam terang kasih Allah,” tegas Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko dalam konferensi pers di Kantor Keuskupan, Rabu (25/6).

Hadir dalam konferensi pers tersebut antara lain Vikaris Jenderal KAS Romo FX. Sugiyono Pr, Ketua Panitia HUT KAS 2025 M. Priyono, Ketua Seksi Acara Romo Surya Awangga SJ, serta Ketua Bidang Humas/Publikasi Ign Dadut Setiadi selaku moderator.

Perayaan ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang telah digelar sejak awal tahun. KAS telah menghidupkan semangat empat pilar perayaan: aksi nyata, refleksi sejarah, edukasi iman, dan selebrasi bersama. Mulai dari donor darah, penanaman pohon, seminar sejarah Gereja, lomba anak dan OMK, hingga peluncuran video edukatif telah menjadi bagian dari rangkaian tersebut—menunjukkan bahwa iman tak hanya dirayakan, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata.

Menambah nilai spiritual, pesta iman ini juga bertepatan dengan Tahun Yubileum 2025 yang dicanangkan Paus Fransiskus, mengusung tema “Peregrinantes in Spem” (Peziarahan dalam Pengharapan). KAS pun membawa semangat serupa, menandai usia 85 tahun bukan sebagai titik akhir, melainkan sebagai awal dari perjalanan baru menuju pelayanan yang lebih luas dan berdampak.

“Kami ingin sukacita ini menular keluar: bukan hanya syukur internal, tapi juga menjadi garam dunia, hadir bagi sesama lintas agama, budaya, dan generasi,” tambah Mgr. Rubiyatmoko.

Acara puncak akan diramaikan oleh Misa akbar, parade budaya, paduan suara gabungan, hingga testimoni inspiratif dari berbagai lapisan umat. Nuansa yang ditawarkan adalah semarak dalam kesakralan, mencerminkan wajah Gereja yang hidup, sinodal, dan tumbuh bersama umat.

Dengan tema “Berziarah Menjadi Berkah”, KAS menjadikan usia 85 tahun sebagai momentum refleksi dan tekad baru: membangun masa depan Gereja yang lebih inklusif, penuh harapan, serta membawa terang dan kebaikan bagi masyarakat luas.

Listrik untuk Rakyat, PLN Serahkan Bantuan Electrifying Marine ke Petani Tambak di Pati

0

PATI (Pertamanews.id) – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (PLN UIP JBT) menyerahkan bantuan berupa sejumlah peralatan dan pelatihan kepada Perkumpulan Tani Tambak Sumojoyo di Desa Bulumanis Kidul, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati.

Bantuan ini diberikan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Electrifying Marine, yakni program TJSL dari PLN yang dirancang untuk mendukung pemenuhan kebutuhan listrik di sektor kelautan dan perikanan.

General Manager PLN UIP JBT, Widya Anggoro Putro menjelaskan program TJSL Electrifying Marine ini merupakan wujud komitmen PLN untuk semakin terlibat aktif dalam pengembangan potensi daerah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebelumnya, PLN juga telah berhasil dengan inisiatif Electrifying Agriculture yang menyasar pada sektor pertanian.

“Desa Bulumanis Kidul ini lokasinya sangat dekat dengan laut sehingga potensi perikanannya pun sangat besar. Sayangnya, sebagian petani tambak di desa ini masih belum terarah dan akses terhadap teknologi modern juga masih terbatas. Oleh karena itu, kami menilai selain perlu diberikan peralatan yang lebih modern, namun juga perlu dibekali melalui pelatihan-pelatihan terkait budidaya tambak,” jelas Anggoro.

Anggoro melanjutkan, baik program electrifying agriculture dan electrifying marine merupakan bentuk bantuan dari program TJSL yang sama-sama memberikan keuntungan bagi kedua pihak.

Bagi penerima bantuan tentu saja menerima peralatan berbasis listrik yang lebih modern, efektif dan efisien.

Bagi PLN, keuntungan akan diperoleh melalui pemakaian listrik untuk mengoperasikan alat-alat tersebut.

“Melalui program ini, kami berupaya menciptakan Creating Shared Value (CSV) yang memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Dengan pemanfaatan teknologi agrikultur berbasis listrik, ekosistem perikanan menjadi lebih modern, yang kemudian berdampak pada peningkatan produktivitas petani tambak,” ujar Anggoro.

Melalui program bantuan ini, PLN menyerahkan sejumlah peralatan seperti tiga unit chest freezer kapasitas 500 liter, satu unit alat pengering ikan, satu unit alat angkut tiga roda listrik, dua unit kincir listrik dan pelatihan teknik budidaya efektif dan pengolahan limbah tambak.

Ketua Perkumpulan Tani Tambak Sumojoyo, Jumala H. Saragih mengungkapkan rasa terima kasih atas bantuan yang diberikan dan meyakini bahwa alat-alat bantuan yang diberikan oleh PLN tersebut akan sangat berguna untuk meningkatkan pendapatan para petani tambak dan memajukan produk-produk lokal di desa Bulumanis Kidul.

“Terima kasih kepada PLN atas bantuan peralatan serba listrik ini dan juga pelatihannya. Ini sangat membantu dan memudahkan kami dalam mengelola budidaya tambak supaya lebih terarah lagi. Kami berharap setelah adanya bantuan ini, para petani tambak bisa lebih sejahtera kehidupannya dan juga hasil budidaya tambak ini dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD),” kata Jumala.

PLN terus berfokus pada program-program yang memiliki sifat keberlanjutan dan mendukung produktivitas masyarakat sesuai dengan program Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) yang telah dicanangkan oleh PBB yaitu nomor 8, yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

XLSMART Cetak 100 Pemimpin Digital Muda Lewat Female Future Leader Batch 1

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) melalui inisiatif Sisternet sukses menggelar program intensif Female Future Leader (FFL) batch 1 yang diikuti oleh lebih dari 70.000 mahasiswi dari seluruh Indonesia.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 100 perempuan muda terpilih dinyatakan lulus dan siap berkontribusi dalam pembangunan ekosistem digital masa depan Tanah Air.

Program yang berlangsung selama beberapa bulan ini menjadi bentuk nyata komitmen XLSMART dalam mencetak pemimpin perempuan masa depan di bidang teknologi dan kepemimpinan digital.

Momentum kelulusan dirayakan melalui seremoni virtual pada Jumat, 20 Juni 2025, dengan mengusung tema “Leading the Digital Frontier: Empowering Women to Shape Tomorrow’s Digital Ecosystem”.

Acara ini turut menghadirkan tokoh nasional serta pemangku kepentingan dari sektor pendidikan, teknologi, dan pemberdayaan perempuan.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Arifah Fauzi, dalam sambutan daringnya menekankan pentingnya partisipasi aktif perempuan muda dalam pembangunan nasional.

Menurutnya, inisiatif seperti FFL merupakan langkah konkret mendukung misi negara dalam menciptakan kesetaraan gender, khususnya di sektor strategis seperti mendorong kepemimpinan perempuan, teknologi, dan digitalisasi.

Ia mengapresiasi kolaborasi lintas sektor dalam mendorong perempuan untuk aktif dalam pendidikan, pelatihan, dan pengambilan keputusan publik.

Presiden Direktur & CEO XLSMART, Rajeev Sethi, menyatakan bahwa FFL bukan sekadar program, melainkan bagian dari gerakan nasional menuju ekosistem digital yang setara, serta menjadi agen perubahan sesama perempuan untuk dapat menjadi pemimpin.

“Mereka tidak hanya belajar, tetapi juga menciptakan solusi nyata untuk masyarakat. Di titik inilah peran XLSMART menjadi krusial. FFL batch 1 menjadi tonggak penting dalam perjalanan kita menuju masa depan digital yang lebih inklusif. 100 perempuan muda ini bukan hanya pemimpin masa depan, mereka adalah agen perubahan hari ini, yang dengan berani membentuk lanskap digital Indonesia dengan tujuan, inovasi, dan ketulusan hati”, jelas Rajeev lebih jauh.

Program FFL batch 1 telah berlangsung selama lima bulan, mengadakan beragam sesi sosialisasi seperti Sisternet Goes to Campus dan Instagram Live, di lebih dari 20 universitas dan dihadiri peserta dengan total lebih dari 70.000 mahasiswi.

Kemudian terpilih 100 penerima manfaat dari 40 universitas di seluruh Indonesia untuk mengikuti rangkaian leadership bootcamp intensif.

Program ini tidak hanya mengasah kemampuan kepemimpinan dan komunikasi, tetapi juga menekankan pada aksi nyata melalui proyek pemberdayaan komunitas.

Para penerima manfaat mengikuti pelatihan dalam empat workshop daring, kurikulum kepemimpinan mendalam, serta kesempatan merancang dan mengeksekusi proyek sosial berdampak.

Hasilnya, lebih dari 1.800 perempuan dari berbagai daerah telah menerima manfaat langsung dari proyek sosial yang diinisiasi peserta.

Selain itu, 100 penerima manfaat yang eligible mendapatkan e-certificate, varsity jacket, Huawei MatePad 11.5 sebagai dukungan teknologi, dan medali.

Pada sesi wisuda, sesi inspiratif disampaikan oleh Director Corporate Communication Kompas Gramedia, Glory Rosary Oyong, yang mendorong para lulusan menjadi pemimpin kolaboratif antar generasi dan sektor.

Proses Seleksi hingga Proyek Berdampak

Seleksi ketat dan pembinaan dalam program FFL dirancang untuk melahirkan agen perubahan sejati, perempuan yang mampu mengidentifikasi masalah sosial, dan mengeksekusi solusi inovatif.

Proyek mereka mencakup isu digitalisasi UMKM, edukasi teknologi di pedesaan, hingga pencegahan kekerasan berbasis gender. Pada 19 Juni 2025, peserta mengikuti presentasi final secara virtual, serta mempresentasikan proyek mereka kepada dewan juri yang terdiri dari Direktur & Chief Regulatory Officer XLSMART, Merza Fachys, Direktur Sumber Daya Ditjen Dikti Kemendikbudristek, Sri Suning Kusumawardani, Group Head Mass Segment XLSMART, Puput Hidayat, Human Resource XLSMART, Tjutju Sulistiawati, serta Putri Indonesia Riau 2025 sekaligus alumni XL Future Leaders 2016, Sarah Aurelia Saragih.

Bersamaan dengan acara wisuda, diumumkan juga pemenang Best Empowerment Project, yaitu tim yang berhasil menciptakan dampak signifikan bagi komunitasnya.
Terpilih sebagai grup terbaik adalah SHEelevate Master Class, yang mengusung terbukanya akses digitalisasi para perempuan melalui beragam topik webinar dan edukasi media sosial Instagram, melalui konten harian, kompetisi reels, serta Instagram live.

Grup tersebut menginisiasi program pelatihan literasi yang fokus pada karir, bisnis, dan teknologi. Membuka wawasan publik khususnya perempuan Indonesia, untuk dapat mengejar passion mereka masing-masing. “Kami tidak menyangka bahwa proyek sederhana kami bisa berdampak luas.

Ini membuktikan bahwa perubahan bisa dimulai dari langkah kecil,” ujar Faira Nabila perwakilan tim pemenang. Ia berharap program ini dapat berlanjut dan direplikasi di daerah lain.

Untuk memperbesar manfaat, program ini juga didukung oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan Republik Indonesia, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nokia, ERHA, dan GRAB.

Keberhasilan FFL batch 1 menjadi fondasi untuk memperluas cakupan dan dampak program pada batch selanjutnya.

XLSMART berkomitmen menjalin kolaborasi dengan kementerian, universitas, sektor swasta, dan komunitas akar rumput untuk menjangkau lebih banyak perempuan muda di seluruh Indonesia.

Di akhir tahun 2025 ini, Sisternet berencana akan membuka registrasi FFL batch 2 dengan tema Ai. Program selanjutnya akan hadir dengan rangkaian workshop yang lebih beragam dan lebih luas.

Kereta Hemat dan Nyaman, Ini Peran BBM Subsidi dan PSO di Daop 4 Semarang

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang terus berkomitmen memberikan layanan transportasi kereta api yang terjangkau, andal, dan berkualitas bagi masyarakat.

Salah satu faktor pendukung utama adalah pemanfaatan optimal Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi serta program Public Service Obligation (PSO) dari pemerintah.

Selama periode Januari hingga Mei 2025, Daop 4 Semarang telah merealisasikan penggunaan BBM subsidi sebanyak 5.567 kiloliter atau rata-rata 37 kiloliter per hari, dari total kuota tahunan sebesar 15.182 kiloliter (setara 36,7% dari kuota tahunan).

BBM subsidi ini digunakan untuk menggerakkan berbagai perjalanan kereta penumpang dan barang dengan keberangkatan awal dari stasiun di wilayah Daop 4 Semarang, seperti Stasiun Semarang Tawang, Semarang Poncol, Tegal, dan Stasiun Cepu.

Adapun kereta penumpang yang memanfaatkan BBM subsidi di antaranya KA Kedung Sepur, KA Commuterline Blorasura, KA Banyu Biru, KA Banyu Biru Ekspres, KA Blora Jaya, KA Kaligung, KA Tegal Bahari, KA Ambarawa Ekspres, KA Kamandaka, KA Tawang Jaya, KA Tawang Jaya Premium, KA Menoreh, KA Ciremai, KA Gunungjati, KA Argo Merbabu, KA Argo Muria, dan KA Argo Sindoro. Sementara untuk angkutan barang, subsidi ini digunakan untuk KA Parcel, KA Petikemas, dan KA Semen.

“Pemanfaatan BBM subsidi di Daop 4 Semarang tidak hanya menjaga tarif tetap terjangkau bagi masyarakat, khususnya untuk layanan kereta api penumpang, tetapi juga menjamin kelancaran operasional angkutan barang untuk mendukung distribusi logistik di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya. Kami memastikan penggunaan BBM ini dilakukan secara akuntabel melalui pelaporan terintegrasi dan pengawasan internal serta eksternal yang ketat, sesuai prinsip Good Corporate Governance (GCG),” ujar Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo.

Penggunaan BBM subsidi ini sangat strategis karena sebagian besar layanan di Daop 4 Semarang masih mengandalkan lokomotif diesel, terutama pada jalur-jalur non-elektrifikasi yang menghubungkan berbagai wilayah penting di Pulau Jawa.

Dukungan BBM subsidi juga berdampak pada keberlangsungan kereta angkutan barang yang menunjang sektor industri dan perdagangan.

Dukungan PSO untuk Layanan Kereta Penumpang Lokal

Selain BBM subsidi, KAI Daop 4 Semarang juga mendapat dukungan PSO untuk mengoperasikan kereta penumpang lokal bersubsidi, yaitu KA Kedung Sepur (Semarang-Ngrombo PP) dan KA Commuterline Blorasura (Cepu-Surabaya PP).

Tarif KA Kedung Sepur hanya Rp 10.000 per perjalanan, sedangkan KA Commuterline Blorasura dikenakan tarif Rp 13.000 per perjalanan, jauh lebih terjangkau dibanding moda transportasi lain di jalur yang sama.

Sepanjang Januari hingga Mei 2025, KA Kedung Sepur melayani 123.996 penumpang atau rata-rata 821 penumpang per hari, sementara KA Commuterline Blorasura melayani 76.619 penumpang atau rata-rata 507 penumpang per hari dari Stasiun Cepu. Angka ini menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap layanan transportasi yang murah, aman, dan nyaman.

Kereta-kereta PSO tersebut menggunakan rangkaian kelas ekonomi AC dengan kapasitas 106 tempat duduk dan 53 tanpa tempat duduk per kereta. KA Kedung Sepur memiliki rangkaian sebanyak 2 kereta kelas ekonomi ac dan KA Commuterline Blora Sura sebanyak 7 kereta kelas ekonomi ac.

“Kami mengapresiasi dukungan pemerintah melalui program PSO yang memungkinkan masyarakat mendapatkan akses transportasi kereta api yang murah, berkualitas, dan andal. Dengan subsidi ini, masyarakat dari berbagai lapisan ekonomi tetap dapat bepergian dengan nyaman ke berbagai destinasi di Jawa Tengah dan sekitarnya,” tambah Franoto.

Peran Strategis Subsidi BBM dan PSO dalam Pembangunan Daerah

Pemberian subsidi BBM dan PSO ini tidak hanya berdampak pada keterjangkauan tarif, tetapi juga turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan tarif kereta yang terjangkau, masyarakat lebih mudah mengakses pusat-pusat kegiatan ekonomi, pendidikan, dan pariwisata di wilayah Daop 4 Semarang seperti Semarang, Tegal, Pekalongan, Blora, hingga Surabaya.

KAI Daop 4 Semarang berkomitmen untuk terus mengelola subsidi ini secara transparan dan bertanggung jawab, sebagai bagian dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG), serta bersinergi aktif dengan Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perkeretaapian, dan BPH Migas demi ketertiban distribusi BBM bersubsidi.

“Melalui dukungan subsidi BBM dan PSO, KAI Daop 4 Semarang membuktikan komitmennya untuk menghadirkan layanan kereta api yang aman, nyaman, terjangkau, serta berperan aktif dalam mendukung konektivitas dan pertumbuhan wilayah Jawa Tengah,” tutup Franoto.

Anggota DPR Edy Wuryanto Tekankan Pentingnya MBG untuk Pola Makan Sehat Anak

0

REMBANG (Pertamanews.id) – DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) hadir di Desa Soditan untuk sosialisasikan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sosialiasi ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya makanan bergizi yang tepat untuk mendukung tumbuh kembang seseorang jadi lebih optimal.

Kegiatan sosialisasi program MBG ini bertempat di Gedung Pertemuan Desa Soditan, Rembang, Kamis 19 Juni 2025. Acara yang dimuali pada pukul 01.00 WIB itu diikuti oleh ratusan warga dari masyarakat setempat.

Acara sosialisasi program MBG ini dihadiri oleh anggota Komisi IX DPR R Edy Wuryanto, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab. Rembang Mohammad Ansori Sholeh, Camat Lasem Sutarwi, Staf Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Alwin Supriyadi dan Sukina.

Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menyambut baik langkah pemerintah dalam menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat, terutama untuk mendukung kelompok anak-anak, lansia, dan ibu hamil. 

“Program Makan Bergizi Gratis merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap pentingnya kesejahteraan gizi masyarakat yang terkadang terbatas aksesnya,” ucap Edy Wuryanto.

Lebih lanjut, Edy menyampaikan bahwa sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapat dukungan penuh sebagai bagian dari pelaksanaan Asta Cita Presiden, khususnya dalam pembangunan SDM unggul. 

“Program MBG telah berjalan di Kabupaten Rembang melalui pendirian dua Sentra Produksi Pangan Gizi (SPPG) yang melayani siswa SD, SMP, SMA, serta kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui,” jelas Edy.

Program MBG tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi lokal. Tenaga kerja dapur direkrut dari masyarakat sekitar, dan pasokan bahan pangan berasal dari petani serta pelaku usaha lokal melalui koperasi dan BUMDes.

Staf Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Alwin Supriyadi menjelaskan mengenai sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada orang tua, penerima manfaat, serta mendorong partisipasi investor untuk menjadi mitra mandiri dalam pembangunan SPPG di Kabupaten Rembang.

“Harapannya, program ini dapat segera berjalan secara merata dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat,” harap Alwin.

Bagi masyarakat yang berminat menjadi mitra Badan Gizi Nasional, dapat melakukan pendaftaran melalui laman resmi BGN www.bgn.go.id

Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Program Makan Bergizi Gratis juga sejalan dengan visi Indonesia 2045 yang menargetkan terciptanya generasi emas atau generasi yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju. 

Badan Gizi Nasional berkomitmen penuh untuk terus bekerja sama dengan berbagai pihak guna mewujudkan program Makan Bergizi Gratis sebagai investasi nyata bagi masa depan generasi penerus bangsa.***

Stasiun Semarang Tawang dan Semarang Poncol Menjadi Simpul Transportasi Strategis dan Ikon Sejarah Perkeretaapian di Jawa Tengah

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kota Semarang sejak lama memegang peran penting dalam sejarah perkeretaapian Indonesia. Sejak diresmikannya perjalanan kereta api pertama di tanah air pada rute Semarang-Tanggung pada 10 Agustus 1867, Semarang menjadi tonggak awal kemajuan transportasi modern nasional.

Dua stasiun di kota ini yakni Stasiun Semarang Tawang dan Semarang Poncol, bukan hanya menjadi saksi bisu perjalanan sejarah tersebut, tetapi kini juga bertransformasi menjadi simpul utama transportasi kereta api di Provinsi Jawa Tengah.

Kedua stasiun tersebut memegang peranan strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat, menghubungkan Semarang dengan berbagai kota besar di Pulau Jawa seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Purwokerto, Madiun, hingga Banyuwangi.

Tidak hanya melayani perjalanan antarkota, layanan KA lokal dari stasiun ini juga menjangkau daerah-daerah sekitar seperti Tegal, Pekalongan, Kendal, Grobogan, hingga Solo.

“Stasiun Semarang Tawang dan Semarang Poncol merupakan simpul vital dalam jaringan perkeretaapian Jawa Tengah yang tak hanya melayani kebutuhan transportasi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Semarang serta sekitarnya,” ujar Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo.

Sebagai bagian dari transformasi layanan, kedua stasiun ini telah dilengkapi berbagai fasilitas modern seperti boarding gate otomatis, ruang tunggu nyaman, layanan tiket digital, hingga akses ramah disabilitas.

Guna mempermudah aksesibilitas penumpang, stasiun ini juga telah terintegrasi dengan berbagai moda transportasi lanjutan seperti Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang, Trans Jateng, angkutan kota, layanan travel antarkota, hingga ojek daring.

Hal ini menjadikan Stasiun Semarang Tawang dan Semarang Poncol sebagai hub transportasi multimoda yang efisien dan terjangkau.

“Integrasi layanan antarmoda ini diharapkan mampu mendorong peningkatan jumlah pengguna jasa kereta api, sekaligus mendukung mobilitas masyarakat secara lebih nyaman dan berkelanjutan,” tambah Franoto.

Berdasarkan data selama periode Januari hingga Mei 2025, Stasiun Semarang Tawang melayani rata-rata 4.137 keberangkatan penumpang KA jarak jauh setiap harinya, sedangkan Stasiun Semarang Poncol mencatat angka 4.390 penumpang per hari.

Untuk layanan keberangkatan KA lokal, Stasiun Tawang melayani rata-rata 782 penumpang harian, sementara Stasiun Poncol melayani 423 penumpang per hari.

Jumlah tersebut mencerminkan hampir separuh dari total pergerakan penumpang di seluruh stasiun wilayah Daop 4 Semarang.

Tak hanya menjadi simpul transportasi, kedua stasiun ini juga memiliki nilai historis tinggi yang menarik minat wisatawan. Stasiun Semarang Tawang, yang dibangun pada 1914, menampilkan arsitektur khas Eropa bergaya art deco yang megah, sementara Stasiun Semarang Poncol yang berdiri di tahun yang sama mengusung gaya arsitektur modern tropis rancangan arsitek Belanda. Lokasinya yang berdekatan dengan kawasan Kota Lama Semarang semakin memperkuat daya tarik sebagai destinasi wisata sejarah.

“Dengan sinergi antara sejarah, modernisasi, dan konektivitas yang terintegrasi, Stasiun Semarang Tawang dan Semarang Poncol siap melayani kebutuhan mobilitas masyarakat serta berkontribusi dalam pengembangan ekonomi dan pariwisata Kota Semarang dan Jawa Tengah,” tutup Franoto.

Kejati Jateng Tahan Eks Kabid Perdagangan Klaten dalam Kasus Korupsi Plaza Klaten, Kerugian Negara Capai Rp10,2 Miliar

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kasus korupsi pengelolaan bangunan Plaza Klaten terus bergulir, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng menahan mantan Kabid Perdagangan pada Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (DPKUKM) Kabupaten Klaten berinisial DS atau Didik Sudiarto. Penahanan tersangka dilakukan, setelah dihari yang sama tersangka ditetapkan sebagai tersangka.

Dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan bangunan Plaza Klaten tersebut, kerugian negara ditaksir mencapai Rp10,2 miliar.

Dari pantauan, tersangka keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 17.00 WIB. Dia tampak mengenakan rompi tahanan dengan kondisi tangan terborgol.

“Kami menahan tersangka DS dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait pengelolaan sewa Plaza Klaten tahun 2019 sampai 2023,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jateng, Arfan Triono didampingi Kepala Seksi Penyidikan (Kasidik) Pidsus Kejati Jateng Leo Jimmy Agustinus, Senin (23/6).

Menurutnya, bangunan Plaza Klaten merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten Klaten. Aset itu sempat dikerjasamakan dengan salah satu perusahaan swasta selama 25 tahun dan berakhir 2018.

Mulai 2019, aset tersebut kembali dikelola Pemkab Klaten. Sayangnya terjadi penyimpangan, di mana pengelolaan aset tidak dilakukan sebagaimana ketentuan yang berlaku.

Pemanfaatan Plaza Klaten seharusnya dilakukan dengan perjanjian sewa dan pemilihan rekanan melalui lelang terbuka. Namun, saat itu pejabat dinas menunjuk secara langsung rekanan, yakni PT MMS.

Dalam kurun waktu 2019 02022, penerimaan kas daerah dari penyewaan Plaza Klaten seharusnya mencapai Rp14,2 miliar. Namun, nyatanya yang disetor hanya Rp3,9 miliar, sehingga terdapat kerugian negara sekitar Rp10,2 miliar.

Peran tersangka DS selaku Kabid Perdagangan turut bekerja sama dengan Kepala DPKUKM berinisial BS sudah meninggal dunia untuk menunjuk PT MMS sebagai pengelola Plaza Klaten.

Tersangka DS sejak awal memberikan fasilitas kepada pimpinan PT MMS dan mengkomunikasikan dengan para pejabat Pemkab Klaten.

Selain itu, tersangka DS juga menerima fasilitas berupa biaya rapat di berbagai tempat untuk membahas permohonan PT MMS. Ia juga menerima uang saku yang dilarang menurut aturan.

“Tersangka menerima uang saku dari bervariasi sekitar Rp1 juta dan Rp10 juta,” ujarnya.

Napak Tilas Sejarah Kereta Api, KAI Daop 4 Ajak Komunitas Telusuri Kudus

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang bersama komunitas pecinta kereta api Indonesian Railways Preservation Society (IRPS), Kereta Anak Bangsa (KAB), Komunitas Cerita Kudus Kota, dan Lelana Walking Tour melaksanakan kegiatan bertajuk Telusuri Jejak Kereta Api di Kudus pada Minggu, 22 Juni 2025.

Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 60 peserta dari berbagai kalangan yang antusias menelusuri sisa-sisa sejarah kejayaan perkeretaapian di Kota Kudus, Jawa Tengah.

Dalam napak tilas ini, para peserta menyusuri rute sejauh 2 kilometer dari kawasan eks Stasiun Kliwon (stasiun kereta api pertama di Kudus) menuju eks Stasiun Kudus di kawasan Wergu.

Sepanjang perjalanan, peserta diajak menyaksikan langsung sisa-sisa peninggalan bersejarah seperti jalur rel lama, bangunan-bangunan bekas operasional kereta api, perangkat persinyalan, serta jembatan besi peninggalan masa kolonial yang hingga kini masih berdiri kokoh.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen KAI untuk menggali, melestarikan, sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai sejarah panjang perkeretaapian di Tanah Air, khususnya di Kota Kudus.

“Banyak generasi muda maupun warga Kudus sendiri yang belum mengetahui bahwa daerah ini dulu memiliki jaringan kereta api trem yang cukup maju dan bahkan memiliki stasiun besar yang menjadi denyut transportasi dan perekonomian wilayah ini. Melalui kegiatan ini, kami ingin membuka kembali ingatan sejarah itu agar tidak hilang ditelan zaman,” ungkap Franoto.

Mengenal Sekilas Sejarah Perkeretaapian di Kudus

Jejak perkeretaapian di Kudus tak lepas dari kehadiran perusahaan trem swasta Samarang-Joana Stoomtram Maatschappij (SJS) yang mengembangkan jaringan trem di wilayah ini sejak akhir abad ke-19. Jalur pertama dibangun dari Semarang menuju Joana, melintasi Demak, Kudus, dan Pati, sepanjang total 87,2 km. Stasiun Kudus diresmikan bersamaan dengan pembukaan lintas Demak-Kudus pada 15 Maret 1884.

Menariknya, stasiun pertama di Kudus, dikenal sebagai Stasiun Kliwon yang dibangun dari kayu sederhana, berdekatan dengan Alun-Alun dan Pabrik Gula Rendeng sebagai bagian dari strategi SJS untuk menghubungkan pusat produksi gula dengan pelabuhan ekspor.

Seiring pertumbuhan kota, jalur trem dan stasiun dipindahkan ke Wergu pada tahun 1919 dengan bangunan baru yang lebih megah lengkap dengan kanopi besi berhias kaca berwarna, menjadikannya salah satu stasiun paling modern pada masanya.

Setelah masa kejayaannya, perlahan-lahan aktivitas perkeretaapian di Kudus menurun, hingga akhirnya stasiun berhenti beroperasi pada 1980-an.

Ketua IRPS Korwil Semarang, Bachtiar Yosanto, menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat bahwa Kudus pernah menjadi bagian penting dalam sejarah transportasi kereta api di Jawa Tengah.

“Banyak yang tidak tahu kalau dulu di sini ada jalur kereta api aktif, bahkan stasiun besar yang kini masih ada bekasnya. Ini aset sejarah yang sangat layak untuk diangkat kembali, baik sebagai bahan edukasi, wisata sejarah, maupun bagian dari identitas kota Kudus,” jelas Bachtiar.

Melalui kegiatan ini, KAI Daop 4 Semarang dan komunitas berharap dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian situs sejarah perkeretaapian sebagai bagian dari warisan budaya bangsa.

“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan berkala dan melibatkan lebih banyak pihak, termasuk pemerintah daerah dan generasi muda, agar sejarah panjang perkeretaapian Indonesia tetap hidup dan memberi manfaat bagi masyarakat luas,” tutup Franoto.

Ada yang Menarik ! Kota Semarang Hadirkan Resep Bung Karno dalam Festival Mustika Rasa

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Memperingati bulan Bung Karno, Kota Semarang kembali menghadirkan agenda seni dan budaya yang sarat makna melalui gelaran Festival Mustika Rasa. Acara kreatif ini akan berlangsung mulai tanggal 26–30 Juni 2025 di kawasan Kota Lama Semarang, dengan puncak kegiatan pada Sabtu (28/6).

Festival ini diharapkan bisa menghidupkan semangat nasionalisme dan menguatkan kecintaan masyarakat terhadap budaya Indonesia. Berbagai kegiatan dengan format yang segar akan digelar, seperti Pameran Lukisan, Lomba Menggambar dan Mewarnai, serta Lomba Kuliner Mustika Rasa yang diangkat dari buku resep legendaris peninggalan Bung Karno, “Mustika Rasa”.

Acara terbuka untuk umum dan menyasar berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, pelajar, komunitas seni, pelaku usaha kuliner, hingga wisatawan domestik. Pengunjung akan disuguhi pengalaman budaya yang menyenangkan sekaligus edukatif di ruang-ruang ikonik Kota Lama, yaitu Oudetrap, Taman Garuda, dan Taman Srigunting.

Agustina, Wali Kota Semarang, melalui beberapa Organisasi Perangkat Daerah atau OPD Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Berbagai dinas ikut terlibat aktif, mulai dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Dinas Pendidikan, Dinas Ketahanan Pangan, hingga Dinas Kesehatan. Dukungan diberikan dalam bentuk fasilitasi teknis, publikasi, hingga pengamanan dan fasilitasi di bidang kesehatan.

“Pemkot Semarang menyambut positif inisiatif ini karena sejalan dengan komitmen kami dalam memajukan seni-budaya sekaligus memperkuat karakter kebangsaan, terutama bagi generasi muda,” ungkap Agustina, Jumat (20/6) di kantornya.

Menurutnya, Festival Mustika Rasa juga menjadi momentum untuk memperkenalkan kembali resep-resep tradisional Nusantara secara lebih luas kepada masyarakat. “Tidak hanya menumbuhkan kreativitas di bidang kuliner, kegiatan ini juga kuta harapkan mampu mempererat silaturahmi antar warga masyarakat,” imbuh Agustina.

Bagi masyarakat yang ingin menikmati akhir pekan di minggu terakhir bulan Juni ini dengan nuansa budaya, Festival Mustika Rasa 2025 menjadi event yang sayang untuk dilewatkan. Kota Lama Semarang pun akan kembali menjadi ruang hidup yang merayakan seni, rasa, dan semangat kebangsaan.