spot_img
Beranda blog Halaman 95

Inisiatif Hijau Bank Raya, Pohon Bakau Sebagai Langkah Konkrit Dukung Ekosistem Laut

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Dalam rangka memperingati Hari Laut Sedunia, Bank Raya, bank digital bagian dari BRI Group, terus mendorong upaya penerapan Enviroment, Social & Governance (ESG) melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan/Corporate Social Responsibility (TJSL/CSR) salah satunya dengan menghadirkan inovasi yang memberikan cara mudah bagi nasabah untuk dapat berpartisipasi dalam melestarikan lingkungan.

Program ini merupakan rangkaian dari program Mission VGNZ Program (MVP) Aksi Tanam 1000 Kebaikan yang mengajak nasabah untuk berkontribusi dalam penanaman bakau dari setiap transaksi keuangan mereka di Raya App. Mission VGNZ Program merupakan program promo untuk menarik minat nasabah bertransaksi di Raya App melalui sejumlah misi transaksi.

Di program MVP Aksi Tanam 1000 Kebaikan ini, untuk transaksi pada periode 25-26 April dan 25-26 Mei 2025, dimana dalam setiap transaksi QRIS maupun top up e-wallet, nasabah dapat berkontribusi untuk penanaman pohon bakau sesuai dengan kuota yang tersedia.

Dalam program ini, di setiap babak nasabah berpeluang untuk berkontribusi dalam menanam 1000 pohon bakau. Melalui program MVP Aksi Tanam 1000 Kebaikan ini, Bank Raya telah menanam sejumlah 3500 pohon bakau.

Program pelestarian penanaman bakau ini secara bertahap akan diperkenalkan kepada nasabah melalui berbagai program yang menarik kedepannya. Di tahap pertama ini, sebanyak lebih dari 1.400 nasabah telah berpartisipasi dalam program penanaman bakau.

Sebagai implementasi dari program tersebut, Bank Raya berkolaborasi bersama Bakau Manfaat Universal Foundation (BakauMU), lembaga nirlaba yang berfokus pada pengelolaan lingkungan, sosial, dan kemanusiaan, untuk melakukan penanaman pohon bakau di Pantai Mangunharjo, Semarang, Jawa Tengah secara bertahap.

Program ini menjadi bagian dari program TJSL/CSR Bank Raya di pilar Pelestarian Lingkungan, dan selanjutnya akan diserahkan kepada petani Kelompok Ngebruk Lestari (KENARI) yang tergabung sebagai komunitas pelestarian lingkungan di BakauMU, untuk selanjutnya dapat dikelola menjadi fungsi ekologis bagi biota laut, serta melindungi ekosistem pesisir pantai pantura.

Simbolis penanaman pohon bakau oleh Bank Raya bersama dengan BakauMu sebagai bagian dari program CSR Pantura Green Belt Program yang berlokasi di Pantai Mangunharjo, Semarang , Jawa Tengah.

Simbolis penanaman bakau ini dilakukan oleh Bapak Ida Bagus Ketut Subagia selaku Direktur Utama Bank Raya, Ibu Ir. Zulaekha selaku Kepala Sub Bagian Tata Usaha Cabang Dinas Kehutanan Wilayah III Kota Semarang, Bapak Zulkarnain selaku Community Branch Leader Bank Raya Semarang, Bapak Andri Setiadi selaku Sekjen Yayasan Bakau Manfaat Universal dan Bapak Beni Irawan Sudewo selaku Lurah Kelurahan Mangkang Wetan serta Bapak Anwar Nuardi selaku Ketua Komunitas petani Kelompok Ngebruk Lestari (KENARI).

Ida Bagus Ketut Subagia selaku Direktur Utama Bank Raya mengatakan, program ini merupakan langkah konkrit dan komitmen Bank Raya untuk menjaga kelestarian lingkungan dan komitmen ESG Bank Raya, sejalan dengan semangat kami untuk terus memberdayakan kemajuan komunitas.

” Kami juga berharap melalui Aksi Tanam 1000 Kebaikan ini kita semua dapat memberikan dampak positif baik bagi nasabah Bank Raya, masyarakat Indonesia dan tentu saja bagi kelanjutan bumi,” ujar Ida.

Melangkah lebih jauh, Bank Raya juga turut mengajak pelaku UMKM lewat digaungkannya literasi keuangan digital kepada masyarakat sekitar, agar mereka dapat mengelola keuangan personal dan usaha lebih baik dan diharapkan dapat membantu produktivitas usaha mereka, sekaligus menerapkan praktis bisnis ramah lingkungan dengan memanfaatkan bank digital.

Komitmen Bank Raya menerapkan nilai-nilai ESG terus diperkuat melalui penerapan di praktik bisnis dan operasional Bank Raya secara keseluruhan, seperti mendukung adanya inovasi produk yang dapat membantu mengurangi dampak lingkungan yang selaras dengan prinsip green banking.

Melalui penerapan green banking, Bank Raya terus melakukan upaya untuk memperkuat kemampuan manajemen risiko bank khususnya yang terkait dengan lingkungan hidup dan meningkatkan portofolio pembiayaan ramah lingkungan seperti di bidang energi terbarukan dan efisiensi energi.

Seperti yang tercermin pada tahun 2024, penyaluran kredit pada Kelompok Usaha Berkelanjutan/UMKM meningkat dari Rp2,89 triliun menjadi Rp2,97 triliun.

Untuk mendukung ESG Bank Raya juga melakukan perhitungan jejak karbon yang dihasilkan dari seluruh kegiatan operasional. Selama Tahun 2024, Bank Raya menghemat penggunaan air sebesar 8,47%, serta mengurangi limbah operasional berupa penggunaan kertas sebesar 0,47 Ton, dan penghematan konsumsi BBM yang mengalami penurunan sebesar 29,04% dibandingkan tahun 2023.

Dengan berbagai inisiasi tersebut, Bank Raya masuk ke dalam indeks ESG Sector Leader oleh KEHATI. Terpilihnya PT Bank Raya Indonesia Tbk. sebagai konstituen Indeks ESG Sector Leaders IDX KEHATI menunjukan PT Bank Raya Indonesia Tbk. memiliki komitmen untuk melakukan upaya pengelolaan manajemen berkelanjutan yang peduli terhadap lingkungan hidup, sosial dan tata kelola perusahaan yang baik.

“Bank Raya akan terus berkomitmen dalam jangka panjang untuk melakukan upaya pengurangan emisi serta dampak buruk lain bagi lingkungan yang sejalan dengan prinsip green banking. Kami juga terus berkomitmen untuk semakin mengukuhkan langkah kami menjadi bank digital utama yang memberikan solusi keuangan digital dengan akses terluas bagi masyarakat Indonesia serta kami juga berkomitmen untuk terus mendorong percepatan penetrasi perbankan digital dengan mengedukasi masyarakat, agar mereka dapat mengelola keuangan secara optimal dan digitalize,” Tutup Bagus.

KAI Daop 4 Semarang Luncurkan Kereta Eksekutif Modern, Nyaman & Elegan untuk Penumpang Argo

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Dalam upaya untuk terus meningkatkan pelayanan dan kenyamanan pelanggan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan pembaruan sarana pada 2 KA dengan keberangkatan awal dari Daop 4 Semarang, yakni KA Argo Muria dan KA Argo Sindoro dengan relasi Semarang Tawang – Gambir PP. Pembaruan ini diberlakukan mulai Minggu, 15 Juni 2025.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa rangkaian baru yang digunakan pada kedua kereta ini adalah Kereta Eksekutif Stainless Steel New Generation, hasil produksi PT Industri Kereta Api (INKA). Sebelumnya, KA Argo Muria dan KA Argo Sindoro menggunakan rangkaian kereta eksekutif generasi lama, dan kini diganti dengan generasi terbaru ini untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

“Pengoperasian rangkaian Stainless Steel New Generation ini menjadi momen perdana bagi KA keberangkatan awal dari wilayah Daop 4 Semarang yang menggunakan kereta tipe terbaru ini. Kami berharap ke depan jenis rangkaian serupa juga akan digunakan secara bertahap untuk kereta-kereta lainnya,” ujar Franoto.

Beragam Fitur Modern untuk Pengalaman Perjalanan Lebih Nyaman

Rangkaian Stainless Steel New Generation memiliki kapasitas tetap 50 tempat duduk per kereta eksekutif, namun dengan pembaruan signifikan dari sisi interior dan fasilitas. Desain kabin lebih modern dan clean, menciptakan suasana perjalanan yang lebih nyaman dan menyenangkan.

Pintu masuk kereta serta pintu penghubung antar kereta telah menggunakan pintu elektrik otomatis yang memudahkan penumpang saat membuka dan menutup pintu tanpa harus mengeluarkan banyak tenaga. Suara pintu pun kini lebih senyap, menambah kenyamanan selama perjalanan.

Fitur lain yang tak kalah penting adalah kehadiran Passenger Information Display System (PIDS) di setiap kereta, yang menampilkan informasi real-time seperti stasiun terdekat, kecepatan perjalanan, hingga suhu ruangan. Sistem ini sangat membantu penumpang dalam mendapatkan informasi penting selama di perjalanan.

Dari sisi kenyamanan, jendela pada rangkaian baru ini telah menggunakan material tempered double glass yang memiliki kemampuan lebih baik dalam meredam panas, sinar UV, serta mengurangi kebisingan dari luar.

KAI juga memperhatikan kebutuhan pengisian daya perangkat elektronik pelanggan. Selain stop kontak konvensional di dinding kereta, kini tersedia USB charger port pada masing-masing kursi, sehingga penumpang dapat dengan mudah mengisi daya HP, laptop, maupun smartwatch mereka sepanjang perjalanan.

Untuk mendukung kenyamanan di toilet, tersedia fasilitas tambahan berupa keran khusus untuk berwudu di bagian bawah toilet, serta meja lipat untuk mengganti popok bayi di toilet wanita. Fasilitas ini merupakan bentuk perhatian KAI terhadap beragam kebutuhan pelanggan, termasuk penumpang wanita dan keluarga.

Tarif Tetap, Pelayanan Semakin Meningkat

Meskipun terdapat peningkatan fasilitas dan pembaruan sarana yang signifikan, KAI memastikan bahwa tarif untuk KA Argo Muria dan KA Argo Sindoro tidak mengalami perubahan. Tarif tetap seperti sebelumnya, yakni mulai dari Rp410.000 sampai dengan Rp520.000, tergantung pada jarak tempuh, dan hari keberangkatan.

“Ini merupakan komitmen KAI untuk memberikan nilai tambah kepada pelanggan. Kami ingin masyarakat merasakan pengalaman perjalanan yang lebih baik dengan harga yang tetap terjangkau,” terang Franoto.

Upaya Berkelanjutan untuk Peningkatan Layanan

Franoto menambahkan bahwa pembaruan sarana ini merupakan bagian dari komitmen KAI untuk menghadirkan layanan kereta api yang semakin modern, aman, dan nyaman sesuai kebutuhan masyarakat saat ini.

Dengan kehadiran Kereta Eksekutif Stainless Steel New Generation di KA Argo Muria dan KA Argo Sindoro ini, kami berharap pelanggan dapat merasakan langsung peningkatan kualitas perjalanan, baik dari sisi fasilitas, kenyamanan, maupun pengalaman selama berada di atas kereta.

“Ini adalah wujud transformasi layanan KAI yang berorientasi pada kepuasan pelanggan. Semoga dengan pembaruan ini dapat mendorong minat masyarakat untuk menggunakan moda transportasi kereta api yang lebih aman, nyaman, dan andal,” tutup Franoto.

Tak Lolos Jalur Mandiri, Jangan Galau! Intip Rekomendasi 15 PTS Ternama Ini

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Gagal masuk Universitas Negeri melalui jalur mandiri bukan jadi penghalang untuk calon mahasiswa untuk kuliah. Karena ada banyak pilihan kuliah di kampus swasta yang juga berkualitas yang bisa kalian pilih.

Rektor Unissula, Prof Dr Gunarto SH MKn menyampaikan saat ini ada banyak Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia, yang bisa menjadi rujukan untuk dipilih dalam melanjutkan studi di bangku perkuliahan.

Ia mencontohkan Unissula sebagai PTS terbaik di Jawa Tengah sudah sejak lama menjadi rujukan pilihan kuliah yang sangat menarik karena terbukti keunggulannya baik dari sisi akreditasi, dosen pengajarnya, kerjasama internasionalnya, prestasi dosen dan mahasiswanya, fasilitas laboratorium maupun gedung perkuliahannya, serta lingkungan yang asri, aman dan nyaman.

Selain itu Unissula juga unggul dalam perankingan universitas kelas dunia baik dari Webometrics, Edurank, Unirank dan lembaga perankingan lainnya. Unissula juga punya budaya dan pendidikan karakter yang unggul yaitu Budaya Akademik Islami serta selalu mengajarkan berbakti kepada orang tua (birrul walidain).

Saat ini Unissula sudah terakreditasi unggul nasional dan internasional. Memiliki prodi yang sangat beragam mulai dari D3 hingga doktoral S3. Alumninya mudah mendapat pekerjaan rata rata kurang dari tiga bulan pasca diwisuda.

“Unissula adalah PTS terbaik di Jateng dalam penjaminan mutu, proses pembelajaran, fasilitas pembelajaran, jumlah riset, jumlah jurnal internasional Scopus, jumlah mahasiswa baru dan jumlah guru besar,” ungkap Prof Gunarto (12/6/2025).

Dengan fasilitas yang tidak kalah dari PTN dan bimbingan dosen yang berkualitas, ditambah tempat kuliah yang nyaman kamu juga akan mampu bersaing dengan alumni PTN lainya didunia kerja.

Berikut 15 PTS yang bisa menjadi referensi untuk melanjutkan kuliah setelah gagal masuk PTN jalur mandiri yang nantinya bisa mewujudkan cita-cita yang kamu inginkan.

  1. Universitas Islam Sultan Agung Semarang
  2. Universitas Mercu Buana Jakarta
  3. Universitas Gunadarma Depok
  4. Universitas Muhammadiyah Malang
  5. Universitas Islam Malang
  6. Universitas Telkom Jakarta
  7. Universitas Bina Nusantara Jakarta
  8. Universitas Muhammadiyah Yogjakarta
  9. Universitas Dian Nuswantoro Surabaya
  10. Universitas Naratoma
  11. Univertas Islam Indonesia Yogyakarta
  12. Universitas Kristen Maranatha Bandung
  13. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta
  14. Univesitas Kristen Petra Surabaya
  15. Universitas Muhammadiyah Surakarta

Ini Solusi Hebat Sido Muncul untuk Ekosistem Rawa Pening ; Tabur 20 Bibit Ikan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Konservasi dan menyelamatkan ekosistem Rawa Pening kembali ditegaskan melalui kolaborasi strategis antara sektor swasta, masyarakat sipil, dan pemerintah daerah.

Dalam momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup, PT Sido Muncul, Tbk bersama Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) PWNU Jawa Tengah serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang menggelar sarasehan dan ziarah lingkungan di kawasan Rawa Pening, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (12/6).

Kegiatan ini bukan hanya seremoni, tetapi menjadi panggung penting untuk menggulirkan kembali agenda konservasi yang berkelanjutan, sekaligus menyerukan keterlibatan lebih kuat dari pemerintah pusat.

Direktur PT Sido Muncul Tbk Irwan Hidayat, menegaskan pentingnya pendekatan yang berkelanjutan dan inovatif untuk menyelamatkan Rawa Pening dari kerusakan ekologis yang makin parah. Sejak tahun 2016, Pihaknya telah merintis teknologi pelet biomassa berbahan tanaman invasif seperti eceng gondok sebagai solusi energi alternatif ramah lingkungan.

“Saya sudah buat peletnya, bahkan mesinnya sudah ada. Kalorinya 4.300, dan bisa dijual sekitar Rp1.600. Ini bisa jadi bahan bakar murah untuk UMKM sekitar dan sekaligus mengatasi eceng gondok. Tapi sayangnya, belum ada pihak yang benar-benar menindaklanjuti,” ujar Irwan.

Menurutnya, pengelolaan Rawa Pening tidak bisa dilakukan secara parsial. Ia menekankan bahwa pemanfaatan sumber daya lokal bukan hanya mendukung konservasi, tetapi juga berpotensi menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai ekonomi lahan, dan menjadikan kawasan ini lebih berdaya guna.

Sebagai bentuk kontribusi langsung, Sido Muncul menyerahkan bantuan 20.000 bibit ikan untuk ditebar di Rawa Pening. Langkah ini diharapkan menjadi stimulus dalam menjaga keberlanjutan ekosistem air dan meningkatkan kesejahteraan nelayan setempat.

Irwan Hidayat menggarisbawahi bahwa konservasi lingkungan bukanlah kegiatan sekali jadi. Dibutuhkan kontinuitas, kemauan politik, dan keterlibatan aktif masyarakat.

“Kami percaya, kalau semua pihak bersinergi dengan niat yang tulus, Rawa Pening bisa diselamatkan. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga dunia usaha dan masyarakat,” tandas Irwan.

Krisis Ekologis di Rawa Pening

Rawa Pening merupakan ekosistem perairan yang krusial di Kabupaten Semarang. Namun, tantangan besar terus membayangi, mulai dari sedimentasi yang mengurangi daya tampung air hingga pertumbuhan masif eceng gondok yang menutup permukaan danau.

Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, kondisi ini bukan hanya mengancam keseimbangan ekologis, tetapi juga mereduksi potensi kawasan sebagai destinasi wisata unggulan dan sumber penghidupan masyarakat lokal.

Wakil Bupati Semarang Nur Arifah mengakui, pemerintah daerah terus berupaya mengelola kawasan ini dengan sumber daya yang terbatas. Meski potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor wisata Rawa Pening telah mencapai Rp1,9 miliar, kewenangan kabupaten tetap terbatas.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan dukungan dari pusat dan sinergi dari berbagai pihak. Rawa Pening ini tanggung jawab bersama,” jelasnya.

Sementara itu, LPBI NU PWNU Jawa Tengah menyatakan akan mengambil langkah strategis dengan menggerakkan kader Nahdliyin dalam kegiatan konservasi langsung, sekaligus mendorong advokasi ke tingkat nasional melalui struktur PBNU.

Ketua LPBI NU Jateng, Muchammad Pudji Wibowo, menegaskan pentingnya aksi nyata di luar seremoni simbolik.

“Kami akan menyurati kementerian dan lembaga terkait agar penanganan Rawa Pening tidak berhenti di acara peringatan semata. Perlu strategi menyeluruh, dari penanganan sedimentasi hingga penciptaan nilai ekonomi kawasan,” ujarnya.

Salah satu usulan konkret adalah pelibatan PTPN IX, yang memiliki lahan di sekitar kawasan, untuk mendukung inisiatif konservasi berkelanjutan melalui pendekatan kolaboratif antara swasta dan masyarakat.

Kegiatan ini menjadi cermin bahwa penyelamatan Rawa Pening bukan sekadar wacana. Sinergi lintas sektor, penguatan komitmen dari pemerintah daerah, dunia usaha seperti Sido Muncul, organisasi masyarakat sipil, dan dukungan nyata dari pemerintah pusat merupakan kunci keberhasilan agenda konservasi jangka panjang.

Dengan pendekatan berbasis solusi lokal, teknologi tepat guna, dan partisipasi aktif warga, Rawa Pening diharapkan dapat kembali menjadi kawasan hijau yang produktif, lestari, serta membawa manfaat ekonomi dan ekologis bagi generasi mendatang.

Penyertaan Modal Rp15 M ke PT JTAB Dipertanyakan, DPRD Jateng Dinilai Tutup Mata

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Rapat kerja Komisi C DPRD Jawa Tengah bersama PT Jateng Agro Berdikari (Perseroda) menuai kritik tajam dari berbagai pihak. Pasalnya, meski BUMD tersebut mengajukan penyertaan modal sebesar Rp15 miliar dari APBD 2025, proyeksi dividen yang diberikan ke Pemprov dinilai tidak sepadan dan stagnan dalam jangka panjang.

Berdasarkan dokumen yang dipaparkan dalam rapat, PT JTAB memproyeksikan kenaikan laba bersih dari Rp7,5 miliar pada 2025 menjadi Rp10,8 miliar pada 2030.

Namun, nilai dividen yang disetorkan ke Pemprov hanya berkisar antara Rp4,1 hingga Rp5,1 miliar selama periode RPJMD 2025–2030. Ketimpangan antara modal awal dan pengembalian ini memunculkan tanda tanya besar.

Yang lebih disorot, penyertaan modal sebesar Rp15 miliar hanya diberikan pada tahun pertama tanpa kejelasan mekanisme evaluasi atau pengukuran keberhasilan investasi.

Dana tersebut dirinci untuk modal kerja ketahanan pangan (Rp10 miliar), pengepakan minyak goreng (Rp3 miliar), dan pengelolaan hasil pangan serta hortikultura (Rp2 miliar). Namun hingga kini, belum ada parameter kinerja yang disampaikan secara transparan.

“Ini seperti menyerahkan cek kosong. DPRD seharusnya tidak hanya menyetujui begitu saja penyertaan modal, tetapi juga memastikan ada mekanisme akuntabilitas dan pengawasan yang ketat,” ujar seorang pengamat kebijakan publik yang enggan disebutkan namanya.

Di sisi lain, PT JTAB juga mengumumkan rencana pergeseran fokus bisnis dari aneka usaha menuju sektor pangan. Langkah strategis ini dinilai berisiko jika tidak diikuti dengan kesiapan internal yang matang. Terlebih, unit usaha di luar sektor pangan masih belum memiliki skema pelepasan yang jelas, dan perusahaan mengakui masih dalam tahap koordinasi dengan Biro Perekonomian.

Transformasi ini juga dibarengi dengan pengeluaran kas yang besar, termasuk rencana pembiayaan rest area dan pelepasan hak atas tanah di kawasan Tawangmangu. Beban finansial ini dinilai justru bisa menggerus kestabilan struktur keuangan perusahaan.

Komisi C DPRD Jateng pun dinilai terlalu normatif dalam menyikapi rencana besar ini. Minimnya pertanyaan kritis terkait efektivitas dan keberlanjutan bisnis, serta tidak adanya tekanan terhadap evaluasi berkala, memunculkan kesan bahwa fungsi pengawasan tidak dijalankan secara maksimal.

Transparansi dan tata kelola PT JTAB kini berada di bawah sorotan publik. Masyarakat berharap DPRD tidak hanya bertindak sebagai lembaga formalitas, tetapi benar-benar menjalankan fungsi kontrol terhadap BUMD yang dibiayai oleh uang rakyat.

Semarak HUT ke-85 Keuskupan Agung Semarang: Final Lomba Tutur Kitab Suci, Storytelling serta Lagu Madah Bakti dan Kidung Adi

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-85 Keuskupan Agung Semarang (HUT 85 KAS), panitia menggelar serangkaian kegiatan dalam berbagai bidang. Salah satunya adalah Bidang Aksi, dalam fokus pendidikan, lingkungan hidup, dan perlombaan.

Khusus dalam bidang lomba, panitia menyelenggarakan tiga jenis kompetisi yang telah memasuki tahap final. Pada Jumat, 6 Juni 2025, babak final digelar di Theater Soegijapranata Catholic University (SCU), meliputi: Lomba Storytelling untuk kategori anak dan remaja, Lomba Tutur Kitab Suci, serta Lomba Lagu dari Madah Bakti dan Kidung Adi.

Kegiatan ini disambut dengan antusiasme tinggi dari umat Katolik di seluruh wilayah Keuskupan Agung Semarang. “Antusiasme dari umat KAS sangat luar biasa. Untuk storytelling diikuti oleh sekitar 76 paroki, tutur kitab suci oleh 78 paroki, dan lomba musik diwakili oleh 16 paroki,” ungkap Romo Romualdus Subiantara Putra Perdana, yang akrab disapa Romo Suby, selaku Ketua Bidang Aksi.

Dalam Lomba Storytelling kategori Anak, juara pertama diraih oleh Franciscus Xaverius Castiel Kazio Sunanto (Paroki Santo Petrus Krisologus BSB), disusul oleh Dominic Pangayun Kaylas Dinata (Paroki Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci Randusari Katedral) di posisi kedua, dan Melania Brielle Setianan (Paroki St.Alfonsus Maria de Liguori Nandan) sebagai juara ketiga.

Untuk kategori Remaja, posisi pertama ditempati oleh Brigitta Alicia Bupu Alfons (Paroki Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci Randusari Katedral), diikuti oleh Agatha Angelina Nabila Susilo dari (Paroki Keluarga Kudus Benteng), serta Leticia Bellatrix Larasingtyas (Paroki Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci Randusari Katedral) sebagai juara ketiga.

Sementara itu, dalam Lomba Tutur Kitab Suci kategori Anak, prestasi terbaik diraih oleh Alexandra Malca Agung (Paroki Santa Perawan Maria Regina Purwodadi, Solo). Juara kedua diraih oleh Felicia Ayudya Chaterine Pramesti (Paroki Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, Palur) dan tempat ketiga oleh Mariana Renata Chrisell Bunganen (Paroki St. Fransiskus Xaverius Kidul Loji, Yogyakarta).

Pada kategori Lomba Lagu Madah Bakti & Kidung Adi, Paroki Santo Athanasius Agung, Karangpanas,Semarang tampil sebagai juara pertama. Disusul oleh Paroki Santa Theresia, Bongsari, Semarang di posisi kedua, dan Paroki Santo Petrus dan Paulus, Babadan, Sleman di tempat ketiga.

Romo Suby juga menyoroti peran penting sekolah-sekolah Katolik dalam mempersiapkan para peserta, khususnya pada lomba storytelling dan tutur kitab suci. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa pendidikan, baik secara iman maupun umum, menjadi fondasi utama dalam pembinaan umat. “Anak-anak yang ikut storytelling dan tutur kitab suci umumnya dipersiapkan di sekolah. Ini menjadi tanda bahwa pendidikan adalah dasar penting dalam kehidupan dan pengembangan umat Gereja,” jelasnya.

Pemilihan jenis lomba pun tidak lepas dari misi pembinaan iman secara kreatif. Lomba storytelling dan tutur kitab suci diharapkan menjadi sarana melatih generasi muda untuk menghayati, memahami, dan menyampaikan pesan iman dengan lebih mendalam. “Lomba-lomba ini menjadi bekal bagi anak-anak dan remaja untuk terus berkembang dan aktif dalam berbagai ajang rohani,” tambah Romo Suby.

Sementara itu, kategori musik menampilkan lagu-lagu dari Kidung Adi dan Madah Bakti, yang dianggap sebagai kekayaan liturgi khas Keuskupan Agung Semarang. “Kami memilih Kidung Adi dan Madah Bakti karena di dalamnya terdapat kekayaan musikal Gereja yang sangat khas, yang dapat memperkaya kehidupan iman umat,” tutur Romo Suby. Ia juga menyampaikan harapannya agar kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan semata, melainkan juga menjadi sarana pembentukan dan penguatan komunitas iman dalam kehidupan menggereja.

Rayakan Iduladha, Hotel Ciputra Semarang Bagikan Hewan Kurban ke Masyarakat

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Hari Raya Idul Adha merupakan salah satu hari besar umat Islam yang bermakna pengorbanan dan kepedulian sosial. Dalam momen ini, Hotel Ciputra Semarang turut berpartisipasi dengan menyalurkan hewan kurban sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat sekitar.

Melalui kegiatan ini, Hotel Ciputra Semarang menegaskan komitmennya terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan toleransi antar sesama.

Pada tahun ini, dua ekor kambing kurban diserahkan kepada Masjid At Taqwa Lanumad A. Yani dan Masjid Raya Baiturrahman.

Penyerahan dilakukan secara langsung oleh perwakilan manajemen Hotel Ciputra Semarang, yaitu Denny Harianta selaku Human Resource Manager dan Rina Aprilia Hapsari selaku Public Relations, pada Kamis, 5 Juni 2025.

Hewan kurban tersebut akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di sekitar pangkalan Lanumad A. Yani dan lingkungan Hotel Ciputra Semarang.

Penyaluran ini disambut baik oleh panitia kurban dari kedua masjid, yang turut menyampaikan apresiasi atas kontribusi tersebut.

General Manager Hotel Ciputra Semarang, Ibu Erny Kusmastuti, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari komitmen perusahaan dalam membangun hubungan yang harmonis dan penuh empati dengan masyarakat sekitar.

“Kami meyakini bahwa keberadaan sebuah hotel tidak hanya diukur dari kualitas layanan dan fasilitasnya, tetapi juga dari sejauh mana kami dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sosial kami. Melalui penyaluran hewan kurban ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dan keberkahan Idul Adha, serta mempererat ikatan kebersamaan dengan masyarakat. Semoga apa yang kami lakukan ini bukan hanya menjadi bentuk kontribusi sesaat, tetapi juga mampu menumbuhkan rasa saling peduli, menginspirasi semangat berbagi, dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan di tengah kehidupan bermasyarakat,” ungkap beliau.

Lebih Meriah dari Sebelumnya! Smartfren Run 2025 Sukses Tarik Ribuan Pelari dari Berbagai Daerah

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) melalui brand Smartfren sukses menggelar ajang lari tahunan SMARTFREN RUN 2025, yang berlangsung di Plaza Timur Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Minggu, 8 Juni 2025.

Sebanyak 5.000 pelari dari berbagai penjuru Indonesia turut berpartisipasi, memecahkan rekor partisipasi 3.000 peserta tahun lalu, dan memperebutkan total hadiah sebesar Rp200 juta.

Acara dibuka secara resmi melalui pengibaran bendera start oleh jajaran direksi XLSMART yakni Direktur & Chief Commercial Officer, David Arcelus Oses, Direktur & Chief Regulatory Officer, Merza Fachys, Direktur & Chief People Officer, Jeremiah Rathadi, Direktur & Chief Financial Officer, Antony Susilo, dan Direktur & Chief Information Technology Officer, Yessie D Yosetya, serta didampingi oleh Chief Marketing Officer Smartfren ,Sukaca Purwokardjono.

David mengatakan, “Akhirnya acara SMARTFREN RUN selesai digelar. Kami sangat bersyukur acara ini berjalan lancar dan mendapat respons yang sangat positif dari masyarakat. Ini menjadi kebanggaan bagi kami karena mampu menghadirkan sebuah acara yang mengajak berbagai lapisan masyarakat untuk terlibat aktif. Kebersamaan ini juga memperkuat posisi brand Smartfren sebagai brand yang peduli terhadap masyarakat, sesuai dengan tagline XLSMART yaitu ‘Bersama, Melaju Tanpa Batas.”

David menambahkan, “Kami berharap melalui acara ini, semakin banyak masyarakat yang terinspirasi untuk peduli terhadap kesehatan dan keseimbangan hidup melalui olahraga. Selamat kepada para pemenang dan seluruh peserta, kalian sudah membuktikan bahwa mencintai diri sendiri berarti hidup sehat. Sampai jumpa di event berikutnya!”

Sebagai bagian dari semangat kepedulian sosial yang diusung dalam acara ini, SMARTFREN RUN 2025 juga menjadi momentum untuk berbagi.

Melalui kerja sama dengan Yayasan Tzu Chi Indonesia, telah disalurkan donasi kemanusiaan sebesar Rp50 juta yang akan digunakan untuk mendukung berbagai program bantuan kemanusiaan dan sosial di Indonesia. Langkah ini mencerminkan komitmen XLSMART dalam mewujudkan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat luas.

SMARTFREN RUN 2025 terbagi dalam tiga kategori: Half Marathon (21K), 10K, dan 5.5K. Seluruh peserta menempuh rute yang dimulai dari Plaza Timur GBK, melewati Pintu 7, area HBKB/CFD, Semanggi, Senopati, Pati Unus, Sisingamangaraja, dan kembali ke Jl. Sudirman menuju garis finis di lokasi semula.

Tak sekadar ajang kompetisi lari, SMARTFREN RUN 2025 juga menjadi festival budaya dan hiburan memadukan olahraga, budaya, dan gaya hidup. Untuk itulah acara ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, seperti kompetisi kostum lari terbaik dengan tema Nusantara yang sesuai dengan semangat 100% Untuk Indonesia, tim sorak di jalur yang menampilkan pertunjukan sejumlah budaya Indonesia.

Dan, acara diisi juga dengan pertunjukan hiburan, serta pameran produk UMKM lokal yang menghadirkan ragam kuliner dan produk kreatif. Partisipasi tersebut diharapkan akan dapat menciptakan suasana meriah yang menghubungkan masyarakat lintas generasi.

KAI Daop 4 Semarang Catat 1 Juta Lebih Pengguna Face Recognition Gate

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mencatat sebanyak 1.051.855 penumpang telah memanfaatkan fasilitas Face Recognition Boarding Gate selama periode Januari hingga Mei 2025.
Penerapan teknologi ini menjadi bagian dari transformasi digital KAI untuk meningkatkan kemudahan, kenyamanan, dan efisiensi dalam proses boarding pelanggan KA jarak jauh.

Face Recognition Boarding Gate memungkinkan pelanggan untuk naik kereta api tanpa harus menunjukkan tiket fisik, e-boarding pass, atau KTP. Cukup dengan memindai wajah di mesin boarding gate, seluruh data tiket dan identitas penumpang yang telah terintegrasi dalam sistem KAI akan diverifikasi secara otomatis dalam waktu hanya 1 detik, sehingga proses boarding menjadi lebih cepat, praktis, dan bebas repot.

“Penerapan teknologi ini merupakan bagian dari komitmen KAI untuk menghadirkan layanan transportasi publik yang modern, efisien, sekaligus mendukung konsep ramah lingkungan,” ujar Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo.

Saat ini, Face Recognition Boarding Gate telah tersedia di empat stasiun di wilayah Daop 4 Semarang, yaitu Stasiun Semarang Tawang, Stasiun Semarang Poncol, Stasiun Pekalongan, dan Stasiun Tegal.

Dari keempat stasiun tersebut, tercatat jumlah pengguna fasilitas ini untuk di Stasiun Semarang Tawang sebanyak 475.885 penumpang, Stasiun Semarang Poncol sebanyak 236.493 penumpang, Stasiun Tegal sebanyak 170.919 penumpang, dan Stasiun Pekalongan sebanyak 168.558 penumpang.

Selain meningkatkan kecepatan layanan, teknologi ini juga sejalan dengan upaya KAI dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam aspek pengurangan limbah kertas.

Selama lima bulan pertama tahun 2025, KAI Daop 4 Semarang berhasil memangkas penggunaan 8.765 roll kertas tiket, atau setara dengan 1 juta lebih lembar kertas yang biasanya digunakan untuk boarding pass fisik.

“Inovasi ini bukan hanya soal kecepatan atau kenyamanan, tetapi bagian dari gerakan sadar lingkungan. Satu wajah yang dipindai berarti satu tiket yang tidak perlu dicetak. Ini wujud nyata upaya kami mendukung keberlanjutan lingkungan melalui pengurangan sampah kertas dan emisi karbon dari proses produksi serta distribusi tiket fisik,” tambah Franoto.

Untuk dapat menggunakan fasilitas ini, pelanggan cukup melakukan satu kali registrasi layanan Face Recognition melalui aplikasi Access by KAI atau langsung melalui petugas di stasiun.

Di aplikasi, pelanggan dapat membuka menu “Akun” → “Registrasi Face Recognition”, lalu mengikuti petunjuk yang tersedia. Setelah terdaftar, pelanggan tidak lagi memerlukan boarding pass cetak dan bisa langsung menuju gate saat waktu keberangkatan tiba.

Dalam hal keamanan data pribadi, KAI menjamin perlindungan penuh dengan penerapan standar internasional ISO 27001 untuk manajemen keamanan informasi.

Data pelanggan seperti nama, NIK, dan foto wajah disimpan secara aman di infrastruktur KAI, hanya digunakan untuk keperluan boarding, dan akan dihapus otomatis setelah satu tahun atau lebih cepat jika diminta oleh pelanggan melalui aplikasi atau Customer Service di stasiun.

“Kami mengajak seluruh pelanggan yang belum menggunakan layanan ini untuk segera mendaftar dan merasakan manfaat kemudahan serta kecepatan proses boarding dengan Face Recognition. Selain mempersingkat antrean, pelanggan turut berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan,” tutup Franoto.

Melalui transformasi teknologi, efisiensi sumber daya, serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat, KAI terus memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan transportasi publik yang modern, andal, aman, serta berperan aktif dalam mendukung pembangunan berkelanjutan nasional.

Rayakan 85 Tahun dengan Studi Bersama & Refleksi: Dinamika Hidup Menggereja di Keuskupan Agung Semarang

0

MUNTILAN (Pertamanews.id) – Dalam rangka memperingati 85 tahun Keuskupan Agung Semarang (KAS), Gereja KAS menyelenggarakan kegiatan Studi Bersama dan Refleksi Dinamika Hidup Menggereja, Sabtu (7/6), di Aula Pusat Pastoral Sanjaya Muntilan. Acara ini menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian HUT ke-85 KAS dan dihadiri 238 peserta secara luring dan daring melalui kanal YouTube Komsos KAS.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Dr. Fl. Hasto Rosariyanto, SJ, dosen sejarah Gereja, dan Prof. Dr. C.B. Mulyatno, Pr, Dekan Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma. Keduanya mengajak umat untuk menyegarkan kembali semangat awal para misionaris dan katekis serta merefleksikan arah gerak Gereja KAS dalam menghadapi tantangan zaman.

“Studi bersama dan refleksi ini adalah sarana untuk menyadari kembali bagaimana Tuhan berkarya melalui para perintis Gereja kita, baik para imam, religius, maupun awam,” ungkap Romo Yohanes Gunawan, Pr, Ketua Bidang Refleksi sekaligus Rektor Seminari TOR Sanjaya, Semarang.

Dalam paparannya, Romo Hasto menggarisbawahi peran penting para misionaris awal seperti Romo Van Lith, yang tidak hanya membangun lembaga pendidikan seperti Xaverius College, tetapi juga memahami pentingnya bahasa dan mentalitas lokal dalam pewartaan Injil. Kolaborasi erat antara para misionaris dan katekis menjadi faktor utama pertumbuhan pesat umat Katolik di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah pada masa awal abad ke-20.

Ia juga menjelaskan beragam model kemunculan paroki di wilayah KAS, dari yang berbasis misi dan pendidikan hingga paroki strategis dan kategorial, mencerminkan dinamika pastoral yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. “Melalui karya-karya pendidikan, kesehatan, dan sosial, wajah Gereja Katolik dikenal dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” ujar Romo Hasto.

Sementara itu, Romo Mulyatno menekankan pentingnya membangun budaya refleksi integral—baik pribadi, komunitas, maupun lembaga. Ia mengingatkan bahwa Gereja tidak boleh terjebak dalam rutinitas seremonial dan eksklusivitas.

“Lembaga yang beku dan komunitas yang eksklusif akan melemahkan semangat misioner umat. Gereja harus menjadi komunitas yang transformatif, mendorong umat untuk hadir aktif dalam kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti kontribusi besar Gereja KAS terhadap misi nasional, dengan mengirimkan banyak imam, religius, dan awam ke berbagai daerah di Indonesia, dari Flores hingga Papua. Bahkan, sejak masa kolonial, banyak lulusan sekolah-sekolah guru Muntilan yang kemudian menjadi misionaris, katekis, dan pemimpin umat.

Dalam rangkaian acara ini, diluncurkan pula buku sejarah berjudul “Peziarahan Keuskupan Agung Semarang”, yang disusun oleh 11 penulis di bawah koordinasi Romo Silvester Susianto Budi Nugraha, MSF, selaku Ketua Tim Sejarah KAS dan Sekretaris Keuskupan.

Buku ini menjadi dokumentasi penting perjalanan 85 tahun Gereja KAS, yang tidak lepas dari peran banyak tarekat religius seperti Yesuit, MSF, CSA, FIC, OSF, CB, BM, PI, dan lainnya, yang secara kolektif membangun fondasi spiritual dan sosial Gereja di wilayah ini.

Perayaan HUT ke-85 KAS juga terasa istimewa karena bertepatan dengan Tahun Yubileum 2025 yang dicanangkan Paus Fransiskus, dengan tema “Peregrinantes in Spem” (Peziarahan dalam Pengharapan). Tema HUT KAS sendiri adalah “Bersama Berziarah, Berbagi Berkah”, yang mengajak umat untuk terus membagikan rahmat Tuhan dalam bentuk aksi, edukasi, refleksi, serta selebrasi, baik liturgi maupun non-liturgi.

Acara ini juga menjadi ajang penghargaan bagi figur-figur penting dalam sejarah KAS, seperti Martinus dan Josaphat Martodiredjo, Andreas Dwidjoatmodjo, Barnabas Sarikrama, dan Mbah Darmo, katekis awam yang perannya sangat signifikan dalam penyebaran iman Katolik di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran seluruh peserta. Inilah bukti bahwa Gereja kita hidup karena kolaborasi dan kesetiaan pada semangat para perintis,” tutur Romo Gunawan menutup acara.

Kegiatan refleksi ini menjadi pengingat bahwa perjalanan Gereja bukan hanya soal pertumbuhan jumlah umat, tetapi juga kedalaman spiritualitas, komitmen sosial, dan keberanian untuk terus berjalan bersama umat dalam menghadirkan peradaban kasih di tengah masyarakat yang dinamis.