spot_img
Beranda blog Halaman 96

Ini Solusi Hebat Sido Muncul untuk Ekosistem Rawa Pening ; Tabur 20 Bibit Ikan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Konservasi dan menyelamatkan ekosistem Rawa Pening kembali ditegaskan melalui kolaborasi strategis antara sektor swasta, masyarakat sipil, dan pemerintah daerah.

Dalam momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup, PT Sido Muncul, Tbk bersama Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) PWNU Jawa Tengah serta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang menggelar sarasehan dan ziarah lingkungan di kawasan Rawa Pening, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis (12/6).

Kegiatan ini bukan hanya seremoni, tetapi menjadi panggung penting untuk menggulirkan kembali agenda konservasi yang berkelanjutan, sekaligus menyerukan keterlibatan lebih kuat dari pemerintah pusat.

Direktur PT Sido Muncul Tbk Irwan Hidayat, menegaskan pentingnya pendekatan yang berkelanjutan dan inovatif untuk menyelamatkan Rawa Pening dari kerusakan ekologis yang makin parah. Sejak tahun 2016, Pihaknya telah merintis teknologi pelet biomassa berbahan tanaman invasif seperti eceng gondok sebagai solusi energi alternatif ramah lingkungan.

“Saya sudah buat peletnya, bahkan mesinnya sudah ada. Kalorinya 4.300, dan bisa dijual sekitar Rp1.600. Ini bisa jadi bahan bakar murah untuk UMKM sekitar dan sekaligus mengatasi eceng gondok. Tapi sayangnya, belum ada pihak yang benar-benar menindaklanjuti,” ujar Irwan.

Menurutnya, pengelolaan Rawa Pening tidak bisa dilakukan secara parsial. Ia menekankan bahwa pemanfaatan sumber daya lokal bukan hanya mendukung konservasi, tetapi juga berpotensi menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai ekonomi lahan, dan menjadikan kawasan ini lebih berdaya guna.

Sebagai bentuk kontribusi langsung, Sido Muncul menyerahkan bantuan 20.000 bibit ikan untuk ditebar di Rawa Pening. Langkah ini diharapkan menjadi stimulus dalam menjaga keberlanjutan ekosistem air dan meningkatkan kesejahteraan nelayan setempat.

Irwan Hidayat menggarisbawahi bahwa konservasi lingkungan bukanlah kegiatan sekali jadi. Dibutuhkan kontinuitas, kemauan politik, dan keterlibatan aktif masyarakat.

“Kami percaya, kalau semua pihak bersinergi dengan niat yang tulus, Rawa Pening bisa diselamatkan. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga dunia usaha dan masyarakat,” tandas Irwan.

Krisis Ekologis di Rawa Pening

Rawa Pening merupakan ekosistem perairan yang krusial di Kabupaten Semarang. Namun, tantangan besar terus membayangi, mulai dari sedimentasi yang mengurangi daya tampung air hingga pertumbuhan masif eceng gondok yang menutup permukaan danau.

Jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat, kondisi ini bukan hanya mengancam keseimbangan ekologis, tetapi juga mereduksi potensi kawasan sebagai destinasi wisata unggulan dan sumber penghidupan masyarakat lokal.

Wakil Bupati Semarang Nur Arifah mengakui, pemerintah daerah terus berupaya mengelola kawasan ini dengan sumber daya yang terbatas. Meski potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor wisata Rawa Pening telah mencapai Rp1,9 miliar, kewenangan kabupaten tetap terbatas.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan dukungan dari pusat dan sinergi dari berbagai pihak. Rawa Pening ini tanggung jawab bersama,” jelasnya.

Sementara itu, LPBI NU PWNU Jawa Tengah menyatakan akan mengambil langkah strategis dengan menggerakkan kader Nahdliyin dalam kegiatan konservasi langsung, sekaligus mendorong advokasi ke tingkat nasional melalui struktur PBNU.

Ketua LPBI NU Jateng, Muchammad Pudji Wibowo, menegaskan pentingnya aksi nyata di luar seremoni simbolik.

“Kami akan menyurati kementerian dan lembaga terkait agar penanganan Rawa Pening tidak berhenti di acara peringatan semata. Perlu strategi menyeluruh, dari penanganan sedimentasi hingga penciptaan nilai ekonomi kawasan,” ujarnya.

Salah satu usulan konkret adalah pelibatan PTPN IX, yang memiliki lahan di sekitar kawasan, untuk mendukung inisiatif konservasi berkelanjutan melalui pendekatan kolaboratif antara swasta dan masyarakat.

Kegiatan ini menjadi cermin bahwa penyelamatan Rawa Pening bukan sekadar wacana. Sinergi lintas sektor, penguatan komitmen dari pemerintah daerah, dunia usaha seperti Sido Muncul, organisasi masyarakat sipil, dan dukungan nyata dari pemerintah pusat merupakan kunci keberhasilan agenda konservasi jangka panjang.

Dengan pendekatan berbasis solusi lokal, teknologi tepat guna, dan partisipasi aktif warga, Rawa Pening diharapkan dapat kembali menjadi kawasan hijau yang produktif, lestari, serta membawa manfaat ekonomi dan ekologis bagi generasi mendatang.

Penyertaan Modal Rp15 M ke PT JTAB Dipertanyakan, DPRD Jateng Dinilai Tutup Mata

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Rapat kerja Komisi C DPRD Jawa Tengah bersama PT Jateng Agro Berdikari (Perseroda) menuai kritik tajam dari berbagai pihak. Pasalnya, meski BUMD tersebut mengajukan penyertaan modal sebesar Rp15 miliar dari APBD 2025, proyeksi dividen yang diberikan ke Pemprov dinilai tidak sepadan dan stagnan dalam jangka panjang.

Berdasarkan dokumen yang dipaparkan dalam rapat, PT JTAB memproyeksikan kenaikan laba bersih dari Rp7,5 miliar pada 2025 menjadi Rp10,8 miliar pada 2030.

Namun, nilai dividen yang disetorkan ke Pemprov hanya berkisar antara Rp4,1 hingga Rp5,1 miliar selama periode RPJMD 2025–2030. Ketimpangan antara modal awal dan pengembalian ini memunculkan tanda tanya besar.

Yang lebih disorot, penyertaan modal sebesar Rp15 miliar hanya diberikan pada tahun pertama tanpa kejelasan mekanisme evaluasi atau pengukuran keberhasilan investasi.

Dana tersebut dirinci untuk modal kerja ketahanan pangan (Rp10 miliar), pengepakan minyak goreng (Rp3 miliar), dan pengelolaan hasil pangan serta hortikultura (Rp2 miliar). Namun hingga kini, belum ada parameter kinerja yang disampaikan secara transparan.

“Ini seperti menyerahkan cek kosong. DPRD seharusnya tidak hanya menyetujui begitu saja penyertaan modal, tetapi juga memastikan ada mekanisme akuntabilitas dan pengawasan yang ketat,” ujar seorang pengamat kebijakan publik yang enggan disebutkan namanya.

Di sisi lain, PT JTAB juga mengumumkan rencana pergeseran fokus bisnis dari aneka usaha menuju sektor pangan. Langkah strategis ini dinilai berisiko jika tidak diikuti dengan kesiapan internal yang matang. Terlebih, unit usaha di luar sektor pangan masih belum memiliki skema pelepasan yang jelas, dan perusahaan mengakui masih dalam tahap koordinasi dengan Biro Perekonomian.

Transformasi ini juga dibarengi dengan pengeluaran kas yang besar, termasuk rencana pembiayaan rest area dan pelepasan hak atas tanah di kawasan Tawangmangu. Beban finansial ini dinilai justru bisa menggerus kestabilan struktur keuangan perusahaan.

Komisi C DPRD Jateng pun dinilai terlalu normatif dalam menyikapi rencana besar ini. Minimnya pertanyaan kritis terkait efektivitas dan keberlanjutan bisnis, serta tidak adanya tekanan terhadap evaluasi berkala, memunculkan kesan bahwa fungsi pengawasan tidak dijalankan secara maksimal.

Transparansi dan tata kelola PT JTAB kini berada di bawah sorotan publik. Masyarakat berharap DPRD tidak hanya bertindak sebagai lembaga formalitas, tetapi benar-benar menjalankan fungsi kontrol terhadap BUMD yang dibiayai oleh uang rakyat.

Semarak HUT ke-85 Keuskupan Agung Semarang: Final Lomba Tutur Kitab Suci, Storytelling serta Lagu Madah Bakti dan Kidung Adi

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-85 Keuskupan Agung Semarang (HUT 85 KAS), panitia menggelar serangkaian kegiatan dalam berbagai bidang. Salah satunya adalah Bidang Aksi, dalam fokus pendidikan, lingkungan hidup, dan perlombaan.

Khusus dalam bidang lomba, panitia menyelenggarakan tiga jenis kompetisi yang telah memasuki tahap final. Pada Jumat, 6 Juni 2025, babak final digelar di Theater Soegijapranata Catholic University (SCU), meliputi: Lomba Storytelling untuk kategori anak dan remaja, Lomba Tutur Kitab Suci, serta Lomba Lagu dari Madah Bakti dan Kidung Adi.

Kegiatan ini disambut dengan antusiasme tinggi dari umat Katolik di seluruh wilayah Keuskupan Agung Semarang. “Antusiasme dari umat KAS sangat luar biasa. Untuk storytelling diikuti oleh sekitar 76 paroki, tutur kitab suci oleh 78 paroki, dan lomba musik diwakili oleh 16 paroki,” ungkap Romo Romualdus Subiantara Putra Perdana, yang akrab disapa Romo Suby, selaku Ketua Bidang Aksi.

Dalam Lomba Storytelling kategori Anak, juara pertama diraih oleh Franciscus Xaverius Castiel Kazio Sunanto (Paroki Santo Petrus Krisologus BSB), disusul oleh Dominic Pangayun Kaylas Dinata (Paroki Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci Randusari Katedral) di posisi kedua, dan Melania Brielle Setianan (Paroki St.Alfonsus Maria de Liguori Nandan) sebagai juara ketiga.

Untuk kategori Remaja, posisi pertama ditempati oleh Brigitta Alicia Bupu Alfons (Paroki Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci Randusari Katedral), diikuti oleh Agatha Angelina Nabila Susilo dari (Paroki Keluarga Kudus Benteng), serta Leticia Bellatrix Larasingtyas (Paroki Santa Perawan Maria Ratu Rosario Suci Randusari Katedral) sebagai juara ketiga.

Sementara itu, dalam Lomba Tutur Kitab Suci kategori Anak, prestasi terbaik diraih oleh Alexandra Malca Agung (Paroki Santa Perawan Maria Regina Purwodadi, Solo). Juara kedua diraih oleh Felicia Ayudya Chaterine Pramesti (Paroki Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga, Palur) dan tempat ketiga oleh Mariana Renata Chrisell Bunganen (Paroki St. Fransiskus Xaverius Kidul Loji, Yogyakarta).

Pada kategori Lomba Lagu Madah Bakti & Kidung Adi, Paroki Santo Athanasius Agung, Karangpanas,Semarang tampil sebagai juara pertama. Disusul oleh Paroki Santa Theresia, Bongsari, Semarang di posisi kedua, dan Paroki Santo Petrus dan Paulus, Babadan, Sleman di tempat ketiga.

Romo Suby juga menyoroti peran penting sekolah-sekolah Katolik dalam mempersiapkan para peserta, khususnya pada lomba storytelling dan tutur kitab suci. Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa pendidikan, baik secara iman maupun umum, menjadi fondasi utama dalam pembinaan umat. “Anak-anak yang ikut storytelling dan tutur kitab suci umumnya dipersiapkan di sekolah. Ini menjadi tanda bahwa pendidikan adalah dasar penting dalam kehidupan dan pengembangan umat Gereja,” jelasnya.

Pemilihan jenis lomba pun tidak lepas dari misi pembinaan iman secara kreatif. Lomba storytelling dan tutur kitab suci diharapkan menjadi sarana melatih generasi muda untuk menghayati, memahami, dan menyampaikan pesan iman dengan lebih mendalam. “Lomba-lomba ini menjadi bekal bagi anak-anak dan remaja untuk terus berkembang dan aktif dalam berbagai ajang rohani,” tambah Romo Suby.

Sementara itu, kategori musik menampilkan lagu-lagu dari Kidung Adi dan Madah Bakti, yang dianggap sebagai kekayaan liturgi khas Keuskupan Agung Semarang. “Kami memilih Kidung Adi dan Madah Bakti karena di dalamnya terdapat kekayaan musikal Gereja yang sangat khas, yang dapat memperkaya kehidupan iman umat,” tutur Romo Suby. Ia juga menyampaikan harapannya agar kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang perlombaan semata, melainkan juga menjadi sarana pembentukan dan penguatan komunitas iman dalam kehidupan menggereja.

Rayakan Iduladha, Hotel Ciputra Semarang Bagikan Hewan Kurban ke Masyarakat

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Hari Raya Idul Adha merupakan salah satu hari besar umat Islam yang bermakna pengorbanan dan kepedulian sosial. Dalam momen ini, Hotel Ciputra Semarang turut berpartisipasi dengan menyalurkan hewan kurban sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat sekitar.

Melalui kegiatan ini, Hotel Ciputra Semarang menegaskan komitmennya terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan toleransi antar sesama.

Pada tahun ini, dua ekor kambing kurban diserahkan kepada Masjid At Taqwa Lanumad A. Yani dan Masjid Raya Baiturrahman.

Penyerahan dilakukan secara langsung oleh perwakilan manajemen Hotel Ciputra Semarang, yaitu Denny Harianta selaku Human Resource Manager dan Rina Aprilia Hapsari selaku Public Relations, pada Kamis, 5 Juni 2025.

Hewan kurban tersebut akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan di sekitar pangkalan Lanumad A. Yani dan lingkungan Hotel Ciputra Semarang.

Penyaluran ini disambut baik oleh panitia kurban dari kedua masjid, yang turut menyampaikan apresiasi atas kontribusi tersebut.

General Manager Hotel Ciputra Semarang, Ibu Erny Kusmastuti, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari komitmen perusahaan dalam membangun hubungan yang harmonis dan penuh empati dengan masyarakat sekitar.

“Kami meyakini bahwa keberadaan sebuah hotel tidak hanya diukur dari kualitas layanan dan fasilitasnya, tetapi juga dari sejauh mana kami dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sosial kami. Melalui penyaluran hewan kurban ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dan keberkahan Idul Adha, serta mempererat ikatan kebersamaan dengan masyarakat. Semoga apa yang kami lakukan ini bukan hanya menjadi bentuk kontribusi sesaat, tetapi juga mampu menumbuhkan rasa saling peduli, menginspirasi semangat berbagi, dan memperkuat nilai-nilai kemanusiaan di tengah kehidupan bermasyarakat,” ungkap beliau.

Lebih Meriah dari Sebelumnya! Smartfren Run 2025 Sukses Tarik Ribuan Pelari dari Berbagai Daerah

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) melalui brand Smartfren sukses menggelar ajang lari tahunan SMARTFREN RUN 2025, yang berlangsung di Plaza Timur Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada Minggu, 8 Juni 2025.

Sebanyak 5.000 pelari dari berbagai penjuru Indonesia turut berpartisipasi, memecahkan rekor partisipasi 3.000 peserta tahun lalu, dan memperebutkan total hadiah sebesar Rp200 juta.

Acara dibuka secara resmi melalui pengibaran bendera start oleh jajaran direksi XLSMART yakni Direktur & Chief Commercial Officer, David Arcelus Oses, Direktur & Chief Regulatory Officer, Merza Fachys, Direktur & Chief People Officer, Jeremiah Rathadi, Direktur & Chief Financial Officer, Antony Susilo, dan Direktur & Chief Information Technology Officer, Yessie D Yosetya, serta didampingi oleh Chief Marketing Officer Smartfren ,Sukaca Purwokardjono.

David mengatakan, “Akhirnya acara SMARTFREN RUN selesai digelar. Kami sangat bersyukur acara ini berjalan lancar dan mendapat respons yang sangat positif dari masyarakat. Ini menjadi kebanggaan bagi kami karena mampu menghadirkan sebuah acara yang mengajak berbagai lapisan masyarakat untuk terlibat aktif. Kebersamaan ini juga memperkuat posisi brand Smartfren sebagai brand yang peduli terhadap masyarakat, sesuai dengan tagline XLSMART yaitu ‘Bersama, Melaju Tanpa Batas.”

David menambahkan, “Kami berharap melalui acara ini, semakin banyak masyarakat yang terinspirasi untuk peduli terhadap kesehatan dan keseimbangan hidup melalui olahraga. Selamat kepada para pemenang dan seluruh peserta, kalian sudah membuktikan bahwa mencintai diri sendiri berarti hidup sehat. Sampai jumpa di event berikutnya!”

Sebagai bagian dari semangat kepedulian sosial yang diusung dalam acara ini, SMARTFREN RUN 2025 juga menjadi momentum untuk berbagi.

Melalui kerja sama dengan Yayasan Tzu Chi Indonesia, telah disalurkan donasi kemanusiaan sebesar Rp50 juta yang akan digunakan untuk mendukung berbagai program bantuan kemanusiaan dan sosial di Indonesia. Langkah ini mencerminkan komitmen XLSMART dalam mewujudkan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat luas.

SMARTFREN RUN 2025 terbagi dalam tiga kategori: Half Marathon (21K), 10K, dan 5.5K. Seluruh peserta menempuh rute yang dimulai dari Plaza Timur GBK, melewati Pintu 7, area HBKB/CFD, Semanggi, Senopati, Pati Unus, Sisingamangaraja, dan kembali ke Jl. Sudirman menuju garis finis di lokasi semula.

Tak sekadar ajang kompetisi lari, SMARTFREN RUN 2025 juga menjadi festival budaya dan hiburan memadukan olahraga, budaya, dan gaya hidup. Untuk itulah acara ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, seperti kompetisi kostum lari terbaik dengan tema Nusantara yang sesuai dengan semangat 100% Untuk Indonesia, tim sorak di jalur yang menampilkan pertunjukan sejumlah budaya Indonesia.

Dan, acara diisi juga dengan pertunjukan hiburan, serta pameran produk UMKM lokal yang menghadirkan ragam kuliner dan produk kreatif. Partisipasi tersebut diharapkan akan dapat menciptakan suasana meriah yang menghubungkan masyarakat lintas generasi.

KAI Daop 4 Semarang Catat 1 Juta Lebih Pengguna Face Recognition Gate

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mencatat sebanyak 1.051.855 penumpang telah memanfaatkan fasilitas Face Recognition Boarding Gate selama periode Januari hingga Mei 2025.
Penerapan teknologi ini menjadi bagian dari transformasi digital KAI untuk meningkatkan kemudahan, kenyamanan, dan efisiensi dalam proses boarding pelanggan KA jarak jauh.

Face Recognition Boarding Gate memungkinkan pelanggan untuk naik kereta api tanpa harus menunjukkan tiket fisik, e-boarding pass, atau KTP. Cukup dengan memindai wajah di mesin boarding gate, seluruh data tiket dan identitas penumpang yang telah terintegrasi dalam sistem KAI akan diverifikasi secara otomatis dalam waktu hanya 1 detik, sehingga proses boarding menjadi lebih cepat, praktis, dan bebas repot.

“Penerapan teknologi ini merupakan bagian dari komitmen KAI untuk menghadirkan layanan transportasi publik yang modern, efisien, sekaligus mendukung konsep ramah lingkungan,” ujar Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo.

Saat ini, Face Recognition Boarding Gate telah tersedia di empat stasiun di wilayah Daop 4 Semarang, yaitu Stasiun Semarang Tawang, Stasiun Semarang Poncol, Stasiun Pekalongan, dan Stasiun Tegal.

Dari keempat stasiun tersebut, tercatat jumlah pengguna fasilitas ini untuk di Stasiun Semarang Tawang sebanyak 475.885 penumpang, Stasiun Semarang Poncol sebanyak 236.493 penumpang, Stasiun Tegal sebanyak 170.919 penumpang, dan Stasiun Pekalongan sebanyak 168.558 penumpang.

Selain meningkatkan kecepatan layanan, teknologi ini juga sejalan dengan upaya KAI dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam aspek pengurangan limbah kertas.

Selama lima bulan pertama tahun 2025, KAI Daop 4 Semarang berhasil memangkas penggunaan 8.765 roll kertas tiket, atau setara dengan 1 juta lebih lembar kertas yang biasanya digunakan untuk boarding pass fisik.

“Inovasi ini bukan hanya soal kecepatan atau kenyamanan, tetapi bagian dari gerakan sadar lingkungan. Satu wajah yang dipindai berarti satu tiket yang tidak perlu dicetak. Ini wujud nyata upaya kami mendukung keberlanjutan lingkungan melalui pengurangan sampah kertas dan emisi karbon dari proses produksi serta distribusi tiket fisik,” tambah Franoto.

Untuk dapat menggunakan fasilitas ini, pelanggan cukup melakukan satu kali registrasi layanan Face Recognition melalui aplikasi Access by KAI atau langsung melalui petugas di stasiun.

Di aplikasi, pelanggan dapat membuka menu “Akun” → “Registrasi Face Recognition”, lalu mengikuti petunjuk yang tersedia. Setelah terdaftar, pelanggan tidak lagi memerlukan boarding pass cetak dan bisa langsung menuju gate saat waktu keberangkatan tiba.

Dalam hal keamanan data pribadi, KAI menjamin perlindungan penuh dengan penerapan standar internasional ISO 27001 untuk manajemen keamanan informasi.

Data pelanggan seperti nama, NIK, dan foto wajah disimpan secara aman di infrastruktur KAI, hanya digunakan untuk keperluan boarding, dan akan dihapus otomatis setelah satu tahun atau lebih cepat jika diminta oleh pelanggan melalui aplikasi atau Customer Service di stasiun.

“Kami mengajak seluruh pelanggan yang belum menggunakan layanan ini untuk segera mendaftar dan merasakan manfaat kemudahan serta kecepatan proses boarding dengan Face Recognition. Selain mempersingkat antrean, pelanggan turut berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan,” tutup Franoto.

Melalui transformasi teknologi, efisiensi sumber daya, serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat, KAI terus memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan transportasi publik yang modern, andal, aman, serta berperan aktif dalam mendukung pembangunan berkelanjutan nasional.

Rayakan 85 Tahun dengan Studi Bersama & Refleksi: Dinamika Hidup Menggereja di Keuskupan Agung Semarang

0

MUNTILAN (Pertamanews.id) – Dalam rangka memperingati 85 tahun Keuskupan Agung Semarang (KAS), Gereja KAS menyelenggarakan kegiatan Studi Bersama dan Refleksi Dinamika Hidup Menggereja, Sabtu (7/6), di Aula Pusat Pastoral Sanjaya Muntilan. Acara ini menjadi salah satu momen penting dalam rangkaian HUT ke-85 KAS dan dihadiri 238 peserta secara luring dan daring melalui kanal YouTube Komsos KAS.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Dr. Fl. Hasto Rosariyanto, SJ, dosen sejarah Gereja, dan Prof. Dr. C.B. Mulyatno, Pr, Dekan Fakultas Teologi Universitas Sanata Dharma. Keduanya mengajak umat untuk menyegarkan kembali semangat awal para misionaris dan katekis serta merefleksikan arah gerak Gereja KAS dalam menghadapi tantangan zaman.

“Studi bersama dan refleksi ini adalah sarana untuk menyadari kembali bagaimana Tuhan berkarya melalui para perintis Gereja kita, baik para imam, religius, maupun awam,” ungkap Romo Yohanes Gunawan, Pr, Ketua Bidang Refleksi sekaligus Rektor Seminari TOR Sanjaya, Semarang.

Dalam paparannya, Romo Hasto menggarisbawahi peran penting para misionaris awal seperti Romo Van Lith, yang tidak hanya membangun lembaga pendidikan seperti Xaverius College, tetapi juga memahami pentingnya bahasa dan mentalitas lokal dalam pewartaan Injil. Kolaborasi erat antara para misionaris dan katekis menjadi faktor utama pertumbuhan pesat umat Katolik di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah pada masa awal abad ke-20.

Ia juga menjelaskan beragam model kemunculan paroki di wilayah KAS, dari yang berbasis misi dan pendidikan hingga paroki strategis dan kategorial, mencerminkan dinamika pastoral yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. “Melalui karya-karya pendidikan, kesehatan, dan sosial, wajah Gereja Katolik dikenal dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” ujar Romo Hasto.

Sementara itu, Romo Mulyatno menekankan pentingnya membangun budaya refleksi integral—baik pribadi, komunitas, maupun lembaga. Ia mengingatkan bahwa Gereja tidak boleh terjebak dalam rutinitas seremonial dan eksklusivitas.

“Lembaga yang beku dan komunitas yang eksklusif akan melemahkan semangat misioner umat. Gereja harus menjadi komunitas yang transformatif, mendorong umat untuk hadir aktif dalam kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti kontribusi besar Gereja KAS terhadap misi nasional, dengan mengirimkan banyak imam, religius, dan awam ke berbagai daerah di Indonesia, dari Flores hingga Papua. Bahkan, sejak masa kolonial, banyak lulusan sekolah-sekolah guru Muntilan yang kemudian menjadi misionaris, katekis, dan pemimpin umat.

Dalam rangkaian acara ini, diluncurkan pula buku sejarah berjudul “Peziarahan Keuskupan Agung Semarang”, yang disusun oleh 11 penulis di bawah koordinasi Romo Silvester Susianto Budi Nugraha, MSF, selaku Ketua Tim Sejarah KAS dan Sekretaris Keuskupan.

Buku ini menjadi dokumentasi penting perjalanan 85 tahun Gereja KAS, yang tidak lepas dari peran banyak tarekat religius seperti Yesuit, MSF, CSA, FIC, OSF, CB, BM, PI, dan lainnya, yang secara kolektif membangun fondasi spiritual dan sosial Gereja di wilayah ini.

Perayaan HUT ke-85 KAS juga terasa istimewa karena bertepatan dengan Tahun Yubileum 2025 yang dicanangkan Paus Fransiskus, dengan tema “Peregrinantes in Spem” (Peziarahan dalam Pengharapan). Tema HUT KAS sendiri adalah “Bersama Berziarah, Berbagi Berkah”, yang mengajak umat untuk terus membagikan rahmat Tuhan dalam bentuk aksi, edukasi, refleksi, serta selebrasi, baik liturgi maupun non-liturgi.

Acara ini juga menjadi ajang penghargaan bagi figur-figur penting dalam sejarah KAS, seperti Martinus dan Josaphat Martodiredjo, Andreas Dwidjoatmodjo, Barnabas Sarikrama, dan Mbah Darmo, katekis awam yang perannya sangat signifikan dalam penyebaran iman Katolik di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran seluruh peserta. Inilah bukti bahwa Gereja kita hidup karena kolaborasi dan kesetiaan pada semangat para perintis,” tutur Romo Gunawan menutup acara.

Kegiatan refleksi ini menjadi pengingat bahwa perjalanan Gereja bukan hanya soal pertumbuhan jumlah umat, tetapi juga kedalaman spiritualitas, komitmen sosial, dan keberanian untuk terus berjalan bersama umat dalam menghadirkan peradaban kasih di tengah masyarakat yang dinamis.

XL SATU Tawarkan Promo Gila-Gilaan di Bulan Juni

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) melalui layanan konvergensi XL SATU menghadirkan dua promo spesial di bulan Juni yaitu JUMBO (Juni Untung Maksimal, Bonus Optimal!) dan JUARA! (Rayakan Juni dengan Promo Murah Meriah).

Promo ini dirancang khusus untuk memberikan nilai lebih kepada pelanggan baru yang mendaftar di bulan Juni, dengan akses internet rumah cepat dan stabil dan kuota HP sekeluarga dari XL SATU, pelanggan akan menikmati pengalaman digital terbaik dan meningkatkan kepuasan pelanggan, sekaligus promo ini akan memperluas jangkauan layanan konvergensi ke lebih banyak keluarga Indonesia.

Group Head Home Business Management XLSMART, Julius Goeinawan mengatakan, “XL SATU berkomitmen untuk terus memberikan layanan terbaik kepada pelanggan. Melalui promo JUMBO, pelanggan cukup membayar selama 10 bulan dan dapat menikmati layanan selama 12 bulan, lengkap dengan bonus Speed Upgrade selama setahun. Layanan XL SATU memungkinkan pelanggan untuk berselancar di dunia maya tanpa khawatir kehabisan kuota, mendukung aktivitas streaming, gaming dan browsing dengan lancar. Selain itu, promo JUARA! juga menghadirkan layanan internet rumah unlimited tanpa kuota dengan kecepatan hingga 1 Gbps, dan tersedia akses ke layanan OTT serta channel unggulan yang semakin memperkaya pengalaman digital pelanggan.”

Julius menambahkan dengan hadirnya promo JUMBO dan JUARA!, XL SATU berharap dapat memenuhi kebutuhan pelanggan akan layanan internet yang cepat dan handal.
Pelanggan kini dapat lebih leluasa dalam menjalani aktivitas online, baik untuk keperluan pekerjaan maupun hiburan. Ini adalah langkah nyata dari XL SATU untuk terus berinovasi dan memberikan nilai tambah bagi setiap pelanggan.

XL SATU mengajak semua pelanggan untuk memanfaatkan promo menarik ini di bulan Juni. Dengan internet kencang dan bonus istimewa, pengalaman berinternet akan semakin maksimal.

Pelanggan baru tidak hanya mendapatkan layanan internet yang handal, tetapi juga nilai lebih yang membuat pengalaman pelanggan semakin memuaskan.

Promo JUMBO: Bayar 10 Bulan, Nikmati 12 Bulan Layanan

Dalam promo JUMBO, pelanggan dapat menikmati diskon besar untuk layanan XL SATU dengan skema Bayar 10 Bulan, Dapat 12 Bulan dengan biaya berlangganan mulai dari Rp2.290.000 atau setara Rp190.000 per bulan (harga normal Rp 229.000 per bulan). Tak hanya itu, pelanggan juga mendapatkan bonus Speed Upgrade selama 12 bulan penuh. Promo ini berlaku di semua kota yang terhubung dengan jaringan XL SATU, dengan harga yang disesuaikan berdasarkan pilihan paket dan lokasi pelanggan. Informasi lebih lanjut, silakan kunjungi https://satu.xl.co.id/.

Promo JUARA!: Internet Bebas FUP Tanpa Batas Kuota, Bonus Istimewa

Diperuntukkan khusus bagi pelanggan baru yang mendaftar secara online melalui website https://fm1.id/XLSATUJUNI, promo JUARA! menawarkan internet rumah bebas FUP tanpa batas kuota dengan kecepatan hingga 1 Gbps. Harga berlangganan mulai dari Rp 200 ribuan, disertai berbagai bonus eksklusif yang disesuaikan dengan paket pilihan, antara lain:
• Akses premium ke layanan OTT dan hingga 197 TV channel, dengan content powered by First Media.
• Bonus Cashback hingga Rp 2.400.000 yang bisa diklaim melalui aplikasi myXL.
• Kuota HP XL untuk seluruh anggota keluarga hingga 100 GB.
• Promo ini hanya berlaku untuk pembelian paket XL SATU Stream, Joy, atau Star di wilayah tertentu. Untuk informasi lebih lanjut mengenai area cakupan promo, silakan hubungi XLCare 08170010820.

Kedua promo berlangsung dari tanggal 1 hingga 30 Juni 2025. Dengan jangkauan yang luas, XLSMART ingin memastikan lebih banyak orang dapat menikmati manfaat dari layanan XL SATU. XLSMART berkomitmen untuk menyediakan internet berkualitas yang dapat diakses oleh semua kalangan, mendukung kebutuhan digital masyarakat yang terus berkembang.

XLSMART terus berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik kepada pelanggan dengan tidak hanya menghadirkan inovasi yang relevan, tetapi juga memperluas jaringannya ke berbagai kota di Indonesia. Saat ini, jaringan XL SATU telah berhasil melayani sekitar 128 kota di seluruh negeri, termasuk wilayah strategis di pulau Jawa, Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, Bali, dan Batam, dengan total lebih dari 6 juta homepass.

KAI Daop 4 Semarang Layani 247 Ribu Lebih Penumpang Selama Libur Panjang Iduladha 2025

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mencatat telah melayani sebanyak 247.044 penumpang selama masa libur panjang Iduladha yang berlangsung sejak Jumat, 6 Juni hingga Senin, 9 Juni 2025.

Dari total tersebut, sebanyak 128.458 penumpang berangkat dari berbagai stasiun di wilayah Daop 4 Semarang, sementara 118.586 penumpang tercatat tiba di stasiun-stasiun wilayah Daop 4 Semarang.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa puncak arus keberangkatan penumpang terjadi pada Senin, 9 Juni 2025, dengan total 30.803 penumpang diberangkatkan dari berbagai stasiun di wilayah Daop 4 Semarang.

Di hari yang sama pula terjadi puncak arus kedatangan, di mana sebanyak 28.520 penumpang tiba di stasiun-stasiun Daop 4 Semarang.

Lonjakan jumlah penumpang ini menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi andalan dalam mengisi masa libur panjang.

Selama periode tersebut, stasiun dengan jumlah penumpang berangkat tertinggi adalah Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng yang melayani 35.329 penumpang, disusul Stasiun Semarang Poncol sebanyak 33.386 penumpang, Stasiun Tegal 17.488 penumpang, Stasiun Pekalongan 13.554 penumpang, Stasiun Pemalang 6.970 penumpang, Stasiun Cepu 5.816 penumpang, dan Stasiun Ngrombo 5.259 penumpang.

Sementara untuk stasiun kedatangan, Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng kembali mencatat angka tertinggi dengan 33.349 penumpang, diikuti Stasiun Semarang Poncol 28.754 penumpang, Stasiun Tegal 17.678 penumpang, Stasiun Pekalongan 12.438 penumpang, Stasiun Pemalang 6.352 penumpang, Stasiun Cepu 5.481 penumpang, serta Stasiun Ngrombo 4.995 penumpang.

Adapun kereta api favorit yang menjadi pilihan masyarakat selama masa libur panjang Iduladha kali ini adalah KA Kaligung dengan jumlah mencapai 20.441 penumpang, diikuti KA Kamandaka sebanyak 10.714 penumpang, KA Ambarawa Ekspres 9.996 penumpang, KA Airlangga 8.859 penumpang, dan KA Joglosemarkerto sebanyak 7.877 penumpang.

Dari sisi relasi perjalanan, rute favorit penumpang didominasi relasi Semarang-Jakarta yang mencatat 16.850 penumpang, disusul relasi Semarang-Surabaya sebanyak 7.725 penumpang, Semarang-Tegal 5.664 penumpang, Semarang-Solo 4.949 penumpang, dan Tegal-Semarang 4.258 penumpang.

“KAI mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah mempercayakan perjalanan libur panjang Iduladha ini menggunakan transportasi kereta api. Tingginya animo masyarakat ini menjadi motivasi bagi KAI untuk terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik yang mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan dalam setiap perjalanan,” tutup Franoto.

Puncak Arus Balik Iduladha, Daop 4 Semarang Catat 27 Ribu Lebih Penumpang Berangkat Hari Ini

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mencatat peningkatan kepadatan signifikan jumlah penumpang pada hari ini, Senin, 9 Juni 2025, yang merupakan puncak arus balik dalam periode libur panjang Iduladha yang telah berlangsung sejak Jumat, 6 Juni 2025.

Hingga pukul 09.30 WIB, tercatat sebanyak 27.877 penumpang diberangkatkan dari berbagai stasiun di wilayah Daop 4 Semarang, sementara jumlah penumpang yang datang mencapai 26.871 orang. Jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat seiring masih berlangsungnya penjualan tiket hari ini.

“Diprediksi, lebih dari 30 ribu penumpang akan berangkat dan lebih dari 28 ribu penumpang akan datang melalui stasiun-stasiun yang berada di wilayah Daop 4 Semarang pada hari ini,” ungkap Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo.

Kepadatan penumpang yang berangkat pada hari ini paling tinggi tercatat di Stasiun Semarang Tawang dengan 7.970 penumpang, disusul Stasiun Semarang Poncol sebanyak 4.677 penumpang, Stasiun Tegal 4.613 penumpang, Stasiun Pekalongan 3.531 penumpang, Stasiun Pemalang 1.990 penumpang, Stasiun Cepu 1.415 penumpang, dan Stasiun Ngrombo 1.156 penumpang.

Sementara itu, untuk jumlah penumpang yang datang, Stasiun Semarang Poncol menjadi yang tertinggi dengan 9.375 penumpang, diikuti Stasiun Semarang Tawang sebanyak 8.510 penumpang, Stasiun Tegal 2.663 penumpang, Stasiun Pekalongan 1.990 penumpang, Stasiun Pemalang 965 penumpang, Stasiun Ngrombo 891 penumpang, dan Stasiun Cepu 884 penumpang.

“Peningkatan jumlah penumpang ini sudah mulai terasa sejak hari Minggu, 8 Juni 2025, kemarin, di mana kami mencatat sebanyak 29.601 penumpang telah diberangkatkan dari stasiun-stasiun di wilayah Daop 4 Semarang menuju berbagai daerah,” tambah Franoto.

Adapun destinasi favorit penumpang pada periode libur panjang Iduladha ini didominasi oleh kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung, serta kota-kota dengan jarak menengah dan dekat seperti Tegal, Pemalang, Pekalongan, Semarang, Solo, Grobogan, hingga Blora.

Franoto menambahkan bahwa KAI terus berkomitmen untuk memberikan layanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu kepada seluruh pelanggan. “Kami mengimbau kepada seluruh pelanggan untuk datang lebih awal ke stasiun, menjaga barang bawaan masing-masing, serta selalu mematuhi aturan yang berlaku demi kenyamanan bersama,” tutupnya.