spot_img

Dukun Penggandaan Uang yang Bunuh Banyak Korbam di Banjarnegara, Berikut Penjelasan Polda Jateng

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengungkapkan motif yang dilakukan oleh dukun pengganda uang di Banjarnegara bernama Slamet Tohari (45) alias Mbah Slamet saat menghabisi 12 korbannya yang masing-masing sudah dipendam di dalam tanah secara mandiri.

Diketahui, selama melakukan aksinya menjadi dukun pengganda uang di Banjarnegara, mbah Slamet bekerja dengan asistennya BS (32) warga Comal, Pemalang

Baca juga:  Pemkab Banjarnegara Berhasil Bangun 12 Paket Infrastruktur Sepanjang Tahun 2023

Luthfi menuturkan modus yang digunakan adalah Mbah Slamet mengiming-imingi penggandan uang. Semisal, korban dijanjikan misal setor uang Rp 40 juta hingga Rp 70 juta akan digandakan menjadi Rp 5 miliar.

“Ya mereka dijanjikan. Namanya janji ya. Ada yang digandakan Rp 50 juta jadi Rp 6 M. Padahal dia tipu2. Begitu ditagih dia gelap mata pakai modus operandi,” ungkap Luthfi dalam keterangannya di Mapolda Jateng, Rabu (5/4/2023).

Baca juga:  Polda Jawa Tengah Akan Tindak Tegas Oknum Galian C Ilegal

Saat ditagih korban diundang ke rumahnya dan dikasih minum yang sudah diracun oleh Slamet.

“Korban diundang diajak ke rumahnya, kemudian dikasih minuman dengan janji apabila anda kuat nanti uangnya akan dia gandakan. Padahal diminun dia sudah lemas, dipukul,” bebernya.

Baca juga:  Dibanding Bulan Juli, Inflasi di Jateng Selama Agustus 2023 Lebih Rendah

Semua korban tadi lalu dikubur di area perkebunan di Desa Balun, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara. Namun demikian, polisi masih bekerja untuk menemukan detail semua korban lewat tim Disaster Victim Identification (DVI).

Berita Terkait

spot_img
spot_img
spot_img

Berita Terkini