spot_img

Mayat Dicor di Tembalang Semarang, Kapolrestabes Semarang: Sebelum Dimutilasi Korban Dianiaya

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan mengenai penemuan mayat dicor, sebelum dimutilasi menjadi empat bagian, korban dianiaya menggunakan linggis.

Irwan menyebut bahwa korban yang bernama Irwan Hutagalung (63) atau pemilik usaha ruko air isi ulang AHS Arga Tirta, Jalan Mulawarman Raya, Kelurahan Kramas, Tembalang, Semarang itu ditemukan dalam keadaan tubuhnya terpotong menjadi empat bagian.

Baca juga:  Lampaui Target, PLN Sukses Turunkan Gangguan Listrik Lebih dari 25 Persen di 2022

“Hasil autopsi kami belum terima tapi di lengan kanan itu terlihat tebasan dan di leher. Kemudian, korban diduga kuat sebelum dicor dengan menggunakan semen sebelumnya dianiaya sampai meninggal dunia dengan menggunakan linggis,” kata Irwan di lokasi kejadian saat melakukan olah TKP, Selasa (9/5/2023), siang.

Berdasarkan olah TKP, pihaknya juga mengatakan bahwa petugas juga menemukan temuan baru yakni pakaian korban yang masih tampak berlumuran darah. Lalu juga ada linggis dan semen yang digunakan untuk mengecor korban.

Baca juga:  Siap-siap! PLN Jadi Raksasa Pelaku Carbon Trading yang Melantai di Bursa Karbon Indonesia

“Masih ada darah di pakaian korban. Di TKP yang sempit kira-kira 1 meter. Linggis kemungkinan untuk menganiaya korban dan menggali lubang,” jelasnya.

Sementara itu, mengenai meninggalnya korban, tambahnya, berdasakan keterangan saksi Yuli, saat Kamis dia masih melihat korban beraktivitas.

Baca juga:  Sosok Rambut Putih: Ganjar Diusung PDIP Sebagai Calon Presiden 2024

“Tapi ketika di hari Jumat dia sudah tidak menemui korban. Kemungkinan korban sudah tidak ada sekira Jumat baik dinihari maupun di hari itu,” beber Irwan.

Saat ini pihak Kepolisian masih melakukan pendalaman kasus dengan mengumpulkan semua data dari Olah TKP, keterangan para saksi maupun hasil forensik untuk segera mengungkap kasus tersebut.

Berita Terkait

spot_img
spot_img
spot_img

Berita Terkini