spot_img
Beranda blog Halaman 106

KAI Daop 1 Jakarta Sampaikan 72 Persen Tempat Duduk Kereta Jarak Jauh Ludes Terjual di Libur Panjang Waisak

0

Momen Long Weekend Waisak 2025,

JAKARTA (Pertamanews.id) – Menyambut libur panjang akhir pekan (long weekend) dalam rangka Hari Raya Waisak 2025 yang jatuh pada Senin, 12 Mei 2025, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta mencatat peningkatan minat masyarakat dalam memanfaatkan moda transportasi kereta api jarak jauh (KAJJ) untuk bepergian.

Berdasarkan data sementara selama periode 6 hari, mulai 8 hingga 13 Mei 2025, tercatat sebanyak 444 perjalanan KAJJ telah disiapkan dari wilayah Daop 1 Jakarta, dengan total kapasitas tempat duduk mencapai 240.768 seat. Dari jumlah tersebut, 173.716 tiket telah terjual atau setara dengan tingkat okupansi sebesar 72 persen. Sementara itu, jumlah kedatangan penumpang mencapai 178.923 orang dan masih berpotensi mengalami perubahan seiring pembaruan data.

Distribusi Data Per Stasiun Utama

Stasiun Gambir menjadi titik keberangkatan untuk 228 KA (termasuk KA tambahan), dengan kapasitas tempat duduk sebanyak 101.976 seat. Dari jumlah tersebut, 57.682 tiket telah terjual (okupansi 57%). Sementara penumpang yang tiba di Stasiun Gambir tercatat 55.320 orang.

Stasiun Pasar Senen melayani 216 KA, dengan kapasitas 138.792 seat, dan 74.673 tiket telah terjual (okupansi 54%). Jumlah penumpang datang melalui stasiun ini mencapai 66.880 orang.

KA Tambahan untuk Antisipasi Lonjakan Penumpang

Untuk mengakomodir peningkatan mobilitas masyarakat, Daop 1 Jakarta juga mengoperasikan 30 perjalanan KA tambahan, dengan rincian 18 KA dari Stasiun Gambir dan 12 KA dari Stasiun Pasar Senen.

Update Keberangkatan Hari Ini – Senin, 12 Mei 2025

Pada puncak keberangkatan long weekend hari ini (12/5), terdapat 77 perjalanan KAJJ dari wilayah Daop 1 Jakarta. Ketersediaan tempat duduk mencapai 41.226 seat, dan 21.607 tiket telah terjual atau okupansi 52 persen. Adapun jumlah penumpang yang datang ke stasiun mencapai 35.417 orang.

Perincian per stasiun utama:

Stasiun Gambir:
KA berangkat: 41 perjalanan
Kapasitas: 18.094 seat
Tiket terjual: 6.149 seat
Okupansi: 34%

Penumpang datang: 11.188 orang

Stasiun Pasar Senen:

KA berangkat: 36 perjalanan
Kapasitas: 23.132 seat
Tiket terjual: 9.258 seat
Okupansi: 40%

Penumpang datang: 13.484 orang

Selain dua stasiun utama tersebut, volume penumpang juga tercatat di beberapa stasiun lainnya, seperti:

Bekasi: 3.079 penumpang

Cikampek: 463 penumpang

Cikarang: 1.063 penumpang

Jatinegara: 1.242 penumpang

Karawang: 353 penumpang

“PT KAI Daop 1 Jakarta mengimbau seluruh pengguna jasa untuk memperhatikan jadwal keberangkatan serta mengutamakan keselamatan dan ketertiban di area stasiun dan selama dalam perjalanan. Kami juga terus melakukan koordinasi intensif untuk memastikan layanan berjalan lancar selama momen libur panjang ini,” ujar Ixfan Hendriwintoko, Manager Humas PT KAI Daop 1 Jakarta.

Untuk informasi lebih lanjut, pelanggan dapat mengakses aplikasi KAI Access atau menghubungi Customer Service di stasiun.

TMMD Kota Semarang Gotong-Royong Tanpa Batas, Warga Libur Jadi Hari Kerja

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Program pembangunan wilayah TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 0733/Kota Semarang berjalan tanpa terpengaruh Hari Libur Nasional.

Warga Kelurahan Pakintelan Kecamatan Gunungpati Semarang justru bersukacita bekerjasama manunggal dengan prajurit TNI AD mengerjakan sasaran pembangunan, seperti pembangunan talud, pavingisasi, juga perbaikan rumah tak layak huni warga.

Selama 2 hari, Senin dan Selasa (12-13/5/2025) warga justru lebih banyak ikut membantu TNI mengerjakan beberapa sasaran. Suparno, salah seorang warga mengaku bila hari libur banyak dimanfaatkan warga yang libur untuk membantu pekerjaan TMMD.

“Mereka justru memanfaatkan liburan ini untuk gotong-royong membangun kampungnya. Dengan demikian pembangunan akan lekas selesai dan bisa segera dinikmati warga,” ujar Suparno.

TMMD ini bukan saja menjadi sarana membangun wilayah, namun juga sebagai sarana membangun empati warga. Hal ini diungkapkan Dandim 0733/KS Kolonel Kav Indarto.

“Banyaknya warga yang terlibat membantu kami ini suatu bukti bahwa kehadiran TNI dinantikan masyarakat. Apalagi mereka bersama kita bahu- membahu membantu menyelesaikan pekerjaan yang jadi sasaran TMMD. Kehadiran TNI di wilayah adalah membantu menyelesaikan dan menuntaskan kesulitan warga. Sebab TNI merupakan anak rakyat. Sehingga tugasnya berbakti dengan cara membantu mengatasi kesulitan rakyat di masa damai. Bila masa perang tentu TNI berada di garis depan melindungi rakyat dan mempertahankan kedaulatan negara,” ujar Kol Kav Indarto.

Pada TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-124 Tahun 2025 ini penyelesaian pembangunan terus dikebut.

Meskipun hari libur, prajurit Kodim 0733/KS bersama masyarakat tetap semangat bergotong-royong membangun talud di Kelurahan Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang.

Sasaran antara lain pembangunan talud sepanjang 320 M2, pavingisasi 100 M2 dan pembangunan Instalasi Air Bersih di Mushola Al Hikmah.

Rehab Ruhah Tak Layak Huni (RTLH) juga dilakukan terhadap 15 rumah warga tak mampu. Rehab ini umumnya membongkar rumah yang rusak parah dan sudak tak layak huni karena atapnya membahayakan penghuni. Selain itu juga konsisi rumah ada yang nyaris roboh.

Danramil 07/Gunungpati Mayor Inf Susanto yang mendampingi Dandim 0733/KS melaporkan bahwa 15 rumah warga tersebut penyelesaiannya dikebut agar supaya segera bisa ditempati.

“Fokus utama kami adalah membuat pondasi rumah akan kuat dan tahan menahan beban atap. Sebab banyak pondasi yang sudah tak layak, umumnya kayu penopang atap dimakan rayap, sehingga harus diganti. Selanjutnya membangun atap dan terakhir tembok, pintu jendela dan lantai. Pembuatan kamar mandi dan perbaikan jamban juga jadi perhatian kami, agar sanitasi warga juga baik,” ungkap Mayor Inf Susanto.

“Harapan kami agar pembangunan ini cepat selesai sesuai target yang sudah direncanakan. Agar masyarakat di Pakintelan ini bisa menikmati sarana dan prasarana yang sudah dibangun dan dibenahi,” ujar Danramil.

Kegiatan gotong-royong ini menunjukkan semangat dan kesolidan antara prajurit TNI dan masyarakat dalam membangun infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat.

Dengan adanya kegiatan TMMD, diharapkan masyarakat dapat menikmati manfaat dari pembangunan infrastruktur yang lebih baik.

Aktivis Perdamaian Gayatri Muthari Tutup Usia, Wariskan Gagasan Lintas Agama yang Mendalam

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Indonesia kehilangan salah satu tokoh intelektual dan aktivis hak asasi manusia, Gayatri Muthari, pada usia 45 tahun akibat penyakit autoimun yang dideritanya bertahun-tahun.

Gayatri, yang dikenal luas sebagai penyair, filsuf, dan aktivis kebebasan beragama, meninggalkan warisan yang menginspirasi banyak generasi.

Dalam hidupnya, Gayatri aktif dalam mempromosikan dialog lintas agama dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Dia merupakan sosok yang memegang peran penting sebagai mentor pertama Tarekat Daudiyah di tanah air.

Gayatri, putri dari penulis dan profesor Abdul Hadi, mengejar pendidikan tinggi di luar negeri dan menerima beasiswa dari Yayasan Nostra Aetate Vatikan untuk studi di Roma pada tahun 2011-2012.

Selama di sana, dia tidak hanya menimba ilmu di Universitas Gregorian dan Angelicum, tetapi juga aktif dalam komunitas internasional Katolik di Centro Laico dan Foyer Unitas.

“Kami memiliki kenangan yang sangat baik tentang Gayatri. Dia adalah sosok yang cerdas, berkomunikasi dengan baik, dan selalu bersemangat dalam kerja sama dengan yayasan,” kata perwakilan Yayasan Nostra Aetate.

Selain sebagai penulis yang aktif di media sosial, Gayatri dikenal karena pemikirannya yang progresif dan kontradiktif, yang mendorong refleksi dan perubahan dalam masyarakat. Dia berjuang untuk nilai-nilai keadilan dan perdamaian di Indonesia.

“Semoga warisannya yang berharga akan terus menginspirasi banyak orang, khususnya generasi muda, untuk membangun masa depan yang lebih baik bagi bangsa ini,” tambah perwakilan yayasan.

Pesan duka cita disampaikan kepada keluarga, kerabat, dan sahabat Gayatri dari Yayasan Nostra Aetate. Semoga almarhumah beristirahat dalam damai. Innalilahi wa innailaihi raji’un.

Penumpang KA Meningkat di Daop 4 Semarang saat Libur Panjang Waris 2025

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mencatat peningkatan penumpang selama masa libur panjang Hari Raya Waisak, yang berlangsung mulai Jumat, 9 Mei hingga Minggu, 11 Mei 2025.

Tercatat sebanyak 73.036 penumpang telah diberangkatkan dari stasiun-stasiun yang berada di wilayah kerja Daop 4 Semarang dalam tiga hari tersebut.

Rata-rata jumlah penumpang yang diberangkatkan mencapai 24.345 orang per hari, dengan puncak arus keberangkatan terjadi pada Sabtu, 10 Mei 2025 sebanyak 26.833 penumpang.

Sementara itu, untuk arus kedatangan, tercatat total 74.984 penumpang tiba di stasiun wilayah Daop 4 Semarang selama tiga hari itu, atau rata-rata 24.995 penumpang per hari. Angka tertinggi kedatangan juga terjadi pada Sabtu, 10 Mei 2025, dengan jumlah 29.603 penumpang.

“Antusiasme masyarakat terhadap layanan kereta api selama libur panjang Waisak ini sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat dalam bepergian karena bebas macet, nyaman, dan tepat waktu,” ujar Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo.

Mengantisipasi tingginya minat masyarakat, KAI Daop 4 Semarang telah menyiapkan 151.770 tempat duduk untuk periode libur panjang Waisak yang berlangsung selama 5 hari, mulai Jumat, 9 Mei hingga Selasa, 13 Mei 2025, atau rata-rata 30.354 tempat duduk per hari.

Berdasarkan data per Senin, 12 Mei 2025 pukul 09.00 WIB, tercatat sebanyak 113.164 tiket telah terjual, yang berarti sekitar 75 persen dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan.

“Bagi masyarakat yang belum memiliki tiket, kami himbau agar segera melakukan pemesanan melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi kai.id, atau kanal resmi lainnya, karena tiket masih tersedia,” terangnya.

KAI juga memproyeksikan jumlah penumpang akan terus meningkat pada hari ini, Senin (12/5), dan besok, Selasa (13/5), dengan estimasi lebih dari 24 ribu penumpang yang akan diberangkatkan setiap harinya dari stasiun di wilayah Daop 4 Semarang.

“KAI berkomitmen untuk terus memberikan layanan transportasi yang aman, nyaman, tepat waktu, dan tentunya bebas dari kemacetan, agar seluruh pelanggan dapat menikmati liburan panjang ini dengan tenang dan bahagia bersama keluarga maupun sahabat,” tutup Franoto.

TNI dan Masyarakat Pakintelan Padu Ciptakan Talud Penyelamat dari Bahaya Longsor

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Warga Pakintelan Kecamatan Gunungpati kini tak was-was terhadap bahaya longsor. Maklum, Gunungpati merupakan wilayah dataran tinggi dimana potensi lonsor bisa saja terjadi akibat pergerakan tanah maupun kondisi alam.

Dalam rangka pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke 124 Tahun 2025 si wilayah ini, prajurit Kodim 0733/KS bersama masyarakat bergotong-royong membangun talud, Minggu (11/5/2025).

Pembangunan talud ini menurut Dandim 0733/KS Kol Kav Indarto melalui Danramil 07/Gunungpati Mayor Inf Susanto bertujuan melengkapi pengamanan infrastruktur dari potensi bahaya longsor.

Selain itu manfaat pembangunan talud dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat, juga mengamankan wilayah yang sering erosi karena curah hujan.

Dalam kegiatan ini, gotong-royong antara prajurit TNI bersama masyarakat juga dapat meningkatkan solidaritas dan kemanunggalan TNI-Rakyat

Dengan adanya pembangunan talud melalui TMMD, diharapkan masyarakat dapat menikmati manfaat yang signifikan dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.

Wahono, warga Pakintelan sudah lama berharap ada bangunan talud di wilayahnya, khususnya di samping jalan utama menuju desa yang terdapat banyak rumah penduduk.

“Talud ini untuk melindungi jalan agar tidak longsor sisi kanan kirinya karena masih permukaan tanah. Kalau hujan sebelum ada talud pasti banyak gogosan tanah yang ikit longsor masuk saluran. Akibatnya bisa membahayakan warga pengguna jalan , termasuk anak-anak sekolah,” ungkap Wahono.

Sasaran membangin talud menurutnya sudah sangat tepat karena memang urgen.

“Kami sangat berterima kasih bapak-bapak TNI bisa wujudkan keinginan warga, maka dari itu kita semua support dwngan membantu. Apalagi ini di hari Minggu,” tambah Wahono.

Pesan Dandim 0733/KS, agar warga bisa merawat hasil pembangunan melalui TMMD ini.

“Ini yang ikut membangun bapak-bapak warga Pakintelan, karenanya harus dijaga san dirawat,” ungkapnya melalui Mayor Inf Susanto.

Sentuhan Tulus dan Ceria, Ekwan Marianto Hidupkan Galeri ARTOTEL Yogyakarta

0

YOGYAKARTA (Pertamanews.id) — ARTOTEL Yogyakarta kembali mempersembahkan pameran seni berkolaborasi dengan perupa asal Yogyakarta yaitu Ekwan Marianto.

Berjudul “Kegembiraan dan Ketulusan”, pameran seni ini resmi dibuka pada tanggal 9 Mei 2025 di ARTSPACE, lantai lobby ARTOTEL Yogyakarta.

Pameran tunggal yang dibawa oleh Ekwan Marianto kali ini menghadirkan sebuah potret sosial di tengah-tengah gelombang globalisasi di berbagai lini kehidupan.

Ia membungkus potret kehidupan sosial yang kadang terkesan humor, parodi, ironisme ataupun satir tanpa menghakimi atau menyindir realitas. Karya yang dipamerkan Ekwan Marianto menggaris bawahi tentang dunia bahagia yang dilukiskan secara naif di atas kanvas dengan meminjam cara pandang anak-anak.

Sebagai pemilik jargon “Yang penting asyik-asyik saja”, Ekwan mengungkapkan semua hal yang ditangkap oleh indera penglihatannya, kemudian ia realisasikan di atas kanvas, dengan penuh kegembiraan.

Titik ketertarikannya adalah di bentuk-bentuk bebas, dengan garis-garis bebas, mengikuti bentuk objek, tentu saja dengan imajinasi, pengetahuan, dan juga teknik yang dimiliki.

Beberapa objek dan motif dan bentuk-bentuk tak jelas terlihat balance, tetapi efek distorsi yang tercipta spontan, menghasilkan interaksi objek yang ekspresif.

Energi kreatif Ekwan seolah tak ada habisnya, yang bahan bakarnya adalah kebahagiaan yang sederhana, yang akan dibagikan kepada khalayak dalam pameran “Kegembiraan dan Ketulusan”.

Dengan harapan para audience dapat turut menjelajah dalam dunia bahagia Ekwan dan berbagi cerita bahagia untuk hari-hari ke depan.

Andre Harso Binawan selaku General Manager ARTOTEL Yogyakarta mengatakan, sebagai hotel yang mengusung seni, kami akan terus berupaya menjadi wadah melalui ARTSPACE bagi seniman-seniman lokal untuk bisa berekspresi, bercerita serta memotivasi masyarakat, seperti pameran “Kegembiraan dan Ketulusan” ini.

” Kami berharap pameran seni ini dapat memberikan inspirasi dan memberikan kesan tak terlupakan bagi para pengunjung saat berada di ARTOTEL Yogyakarta,” ujarnya.

Terdapat 15 buah karya lukisan yang akan dipajang di pameran seni “Kegembiraan dan Ketulusan” ini. Pameran ini akan berlangsung mulai 09 Mei hingga 10 Agustus 2025 mendatang.

Wujudkan Pembangunan Inklusif, Agustina Wali Kota Semarang Buka Dialog Bersama BEM UNDIP

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Agustina, Wali Kota Semarang, membangun ruang diskusi terbuka bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Diponegoro (BEM UNDIP) sebagai bagian dari agenda membangun dialog konstruktif dengan generasi muda.

Acara yang digelar pada Minggu (4/5) lalu juga menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk menyampaikan pertanyaan, aspirasi, dan masukan terhadap pembangunan Kota Semarang ke depan.

“Ini membuktikan bahwa Undip hadir bukan sebagai pengamat, tetapi sebagai pelaku dalam narasi besar pembangunan bangsa,” ujar Agustina dalam sambutannya.

Lebih lanjut, dirinya menyampaikan apresiasi atas peran aktif mahasiswa Undip dalam menyuarakan isu-isu keadilan, lingkungan, pendidikan, dan hak masyarakat dengan cara yang inspiratif.

Agustina juga mengutip pidato Rektor Undip pada pelantikan BEM beberapa waktu lalu yang menyebut “genetik Undip adalah juara”.

Hal inipun diamini Agustina yang menyebut statement itu bukan sekadar kutipan melainkan jati diri yang mencerminkan keberanian, religiusitas, serta semangat untuk melawan ketidakadilan dan berpartisipasi aktif.

Agustina yang juga alumni Undip juga berbagi kisah tentang masa mudanya sebagai aktivis mahasiswa dan banyak memberi manfaat, pengalaman baginya.

Dari kampus Hayam Wuruk dan organisasi GMNI, ia belajar arti keberanian, kepekaan sosial, serta pentingnya dialektika dan pengambilan keputusan.

“Organisasi bukan sekadar rapat dan proposal, tapi jalan panjang yang penuh ketekunan dan ketabahan,” ungkapnya.

Dirinya juga ingin memastikan bahwa kebijakan kota ke depan benar-benar menjawab kebutuhan pemuda, termasuk mahasiswa.

Sebagai Wali Kota perempuan, ia juga menegaskan pentingnya kepemimpinan yang bukan hanya hadir, tetapi membentuk arah dan menciptakan perubahan.

Selain forum ini, Pemkot Semarang juga telah membuka ruang-ruang partisipasi melalui Musrenbang pemuda, Musrenbang disabilitas, Musrenbang perempuan, dan Musrenbang pariwisata sebagai bentuk komitmen mewujudkan pembangunan yang inklusif.

Dalam sesi diskusi, sejumlah isu strategis diangkat mahasiswa, termasuk pengembangan budaya dan pariwisata dari Analisa, mahasiswi FIB Undip.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Agustina menyampaikan komitmen mengembalikan kegiatan yang mengangkat narasi budaya lokal.

“Budaya adalah titik penting yang harus dikedepankan, harus ada simbol budaya apa yang kita angkat dan dikomunikasikan. Seperti dalam film Korea, kita juga harus serius mengangkat budaya secara detil dan terstruktur,” ujarnya.

Sementara mahasiswa FIB lainnya, Randy, menyoroti minimnya transportasi publik ke wilayah Tembalang. Menjawab itu, Wali Kota menyampaikan bahwa keterbatasan armada menjadi kendala utama.

“Sudah enam tahun belum ada pembelian bis baru. Semoga anggaran mencukupi atau bisa dicarikan mitra investor. Trayek ke Tembalang penting, dan perlu solusi sistemik dari titik-titik strategis seperti Patung Diponegoro,” jelasnya.

Isu lingkungan juga menjadi sorotan. Ganda, mahasiswa FMIPA, menyoroti pencemaran logam berat akibat aktivitas industri. Menanggapi hal ini, Wali Kota menjelaskan bahwa penanganan lingkungan menjadi prioritas RPJMD baru.

“Benar IPAL belum cukup. Akan ada kajian besar untuk program aksi 2026, termasuk pengadaan alat ukur pencemaran dan inspeksi industri. Tahun ini juga terus ditambah area hijau melalui hutan kota,” tuturnya.

Dirinya menegaskan bahwa proses penganggaran membutuhkan waktu dan tahapan, namun aspirasi mahasiswa menjadi masukan berharga.

“Tagline pembangunan lima tahun ke depan adalah perekonomian maju, berkeadilan sosial, dan lestari. Maka, semua suara—termasuk dari mahasiswa—harus menjadi bahan pertimbangan dalam kebijakan.”

Forum ini mencerminkan komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam membangun kota yang inklusif, terbuka terhadap dialog, dan berbasis aspirasi warga, khususnya generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan.

FH UNNES Gandeng Jafli dan Awall.ID, Kupas Peran Media dalam Dunia Advokat

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Sebanyak 40 mahasiswa magang asal Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (FH UNNES) di Josant and Friend’s Law Firm (Jafli), diberikan materi akademik dengan bahasan “Advokat dan Media: Mitra Strategis dalam Mewujudkan Eksistensi dan Popularitas Sebuah Kantor Hukum”.

Agenda itu diadakan bekerjasama dengan Media Awall.ID Group dan kantor hukum Okky And Co, pada Jumat (10/5/2025) kemarin.

Pengajar yang dihadirkan dari lintas profesi, dari dunia media dan hukum. Mereka adalah Henri P (Ketua Umum Forum Wartawan Kejaksaan Provinsi Jawa Tengah), Royce Wijaya Setya Putra (Wartawan RRI Semarang), Sumanto S. Tirtowijoyo (Ketua Umum Badan Negosiator Hukum), dan Bonar Novi Priatmoko (mantan anggota DPRD Kota Salatiga).

Dalam pemaparannya, Henri P, menyampaikan bahwa media merupakan instrumen strategis dalam membangun eksistensi sebuah kantor hukum. Menurutnya, hubungan antara advokat dan media tidak bisa dipisahkan di era informasi saat ini.

“Media bukan sekadar peliput, tetapi mitra strategis. Kantor hukum perlu mengelola komunikasi dan narasi hukum secara baik agar mendapat kepercayaan publik. Tidak cukup sekadar pintar dalam beracara, seorang advokat juga harus bisa membangun reputasi di ruang publik,”kata Henri.

Dikatakannya, bahwa eksistensi kantor hukum di era digital tidak cukup hanya mengandalkan prestasi di ruang sidang.

“Sekarang adalah era narasi. Kantor hukum harus bisa membangun citra dan reputasi secara konsisten. Media sosial, berita daring, bahkan opini publik adalah medan tempur baru. Namun, semua itu harus dibangun di atas nilai profesionalisme dan integritas,” sebutnya.

Senada dengan itu, Royce Wijaya Setya Putra, dalam materi bahasan “Belajar Rilis Media”, menekankan pentingnya literasi media dan komunikasi publik bagi para advokat muda. Sama halnya dengan mahasiswa hukum

“Media massa saat ini menjadi ruang persepsi publik. Jika kantor hukum tidak aktif membangun komunikasi, publik bisa salah menilai. Tapi tentu komunikasi itu harus dilakukan secara jujur, beretika, dan profesional,” sebut Royce.

Ia menambahkan bahwa hubungan antara advokat dan jurnalis idealnya dibangun dengan asas saling menghargai.

“Kami tidak mencari sensasi, kami mencari substansi. Advokat yang paham cara berkomunikasi akan mampu menjadikan media sebagai alat edukasi, bukan hanya promosi,” sebutnya.

Sementara itu, Sumanto S. Tirtowijoyo, menekankan pentingnya pemahaman teknik duplik dalam perkara pidana dan negosiasi hukum sebagai kemampuan dasar bagi calon advokat yang andal.

“Duplik pidana bukan sekadar membantah replik jaksa, tapi seni merumuskan strategi pembelaan terakhir secara cermat, tepat, dan meyakinkan. Ini bukan ruang mengulang argumentasi, tapi ruang untuk mengunci keyakinan hakim,” jelas Sumanto kepada para peserta.

Ia juga menyoroti bahwa kemampuan negosiasi hukum adalah keterampilan wajib di luar ruang sidang. Menurutnya, negosiasi yang berhasil adalah perpaduan antara keahlian hukum, kecerdasan emosional, dan komunikasi persuasif.

“Tidak semua masalah harus dibawa ke meja hijau. Banyak sengketa selesai di meja negosiasi. Mahasiswa hukum harus belajar bagaimana menyusun posisi tawar, membaca lawan bicara, dan tetap menjaga kepentingan klien dengan elegan,” tambahnya.

Sementara itu, Bonar Novi Priatmoko, membawakan materi seputar mediasi hukum sebagai alternatif penyelesaian sengketa yang semakin relevan di tengah beban perkara pengadilan yang tinggi.

“Mediasi bukan jalan pintas, tapi jalan damai yang elegan. Mahasiswa hukum harus dibekali bukan hanya dengan teori, tapi juga keterampilan membangun dialog antara dua pihak yang bersengketa,” ujar Bonar.

Ia menyampaikan bahwa keberhasilan seorang mediator tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan hukum, tetapi juga oleh kepekaan sosial dan ketenangan dalam menangani emosi para pihak.

“Jangan pikir semua bisa diselesaikan dengan pasal. Seringkali, keadilan lahir dari rasa dihargai dan didengarkan. Di situlah peran penting mediator,” ungkapnya.

Kodim 0733/KS Maksimalkan Alat Berat untuk Pembangunan Talud

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Dalam rangka pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke 124 Tahun 2015, prajurit Kodim 0733/KS bersama masyarakat memanfaatkan alat berat untuk pembangunan talud di wilayah Kel. Pakintelan Kec. Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (10/5/2025).

Penggunaan alat berat ini bertujuan untuk mempercepat proses pembangunan dan meningkatkan kualitas infrastruktur.

Dalam kesempatan ini Danramil 07/Gunungpati Mayor Inf Susanto memimpin proyek pembangunan TMMD menyampaikan, penggunaan alat berat jenis Excavator digunakan untuk membantu proses pembangunan talud.

“Alat berat Excavator ini sangat membantu mempercepat proses pengerjaan dan meningkatkan efisiensi waktu,” tegasnya.

“Pembangunan talud dapat diselesaikan lebih cepat dan efektif serta kualitas infrastruktur yang dibangun dapat lebih baik dan tahan lama sehingga masyarakat dapat menikmati manfaat dari pembangunan infrastruktur yang lebih baik,” jelasnya.

Lindungi Penggunaan Jalan, KAI Daop 1 Jakarta Tutup Lintasan Sebidang Liar

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Sebagai langkah utama untuk menjaga keselamatan perjalanan kereta api, KAI Daop 1 Jakarta melakukan penutupan perlintasan sebidang liar yang berada di KM 54+305, petak jalan antara Stasiun Cisaat – Stasiun Sukabumi, tepatnya di Kampung Babakan Cemerlang, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, pada Jumat (9/5).

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, mengungkapkan bahwa penutupan ini dilakukan setelah dilakukannya sosialisasi kepada masyarakat dan tokoh masyarakat sekitar, tentang bahayanya perlintasan sebidang liar dan tanpa penjaga.

“Perlintasan liar adalah perlintasan yang tidak memiliki izin resmi dan tidak dilengkapi dengan perlengkapan pengaman seperti palang pintu, sinyal, atau penjaga, sehingga sangat berisiko menimbulkan kecelakaan lalu lintas,” ucapnya.

Ixfan menambahkan, penutupan perlintasan sebidang liar dilakukan sebagai bentuk komitmen KAI dalam menjalankan aturan dan memastikan keselamatan perjalanan kereta api serta pengguna jalan.

“Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam mendukung keselamatan bersama. Selain membahayakan perjalanan kereta api, perlintasan liar juga membahayakan masyarakat pengguna jalan. Kami juga terus mengajak masyarakat untuk tidak membuat perlintasan ilegal demi keselamatan bersama,” tambahnya.

Penutupan perlintasan liar ini sejalan dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, khususnya Pasal 94, yang menyatakan bahwa:

“Untuk keselamatan perjalanan kereta api dan pemakai jalan, perlintasan sebidang yang tidak memiliki izin dari penyelenggara perkeretaapian wajib ditutup,” ujarnya.

KAI mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu menaati aturan yang berlaku dan hanya melintasi rel kereta api di perlintasan resmi yang telah dilengkapi perlengkapan keselamatan.

KAI Daop 1 Jakarta juga mengapresiasi dukungan dan kerja sama dari perangkat kelurahan, masyarakat, dan tokoh-tokoh setempat dalam menyukseskan kegiatan ini.

Penutupan perlintasan sebidang liar akan terus dilakukan secara bertahap di berbagai titik yang rawan kecelakaan, sebagai bagian dari upaya KAI menciptakan transportasi kereta api yang aman, andal, dan berkeselamatan.