spot_img
Beranda blog Halaman 109

Sentuhan Tulus dan Ceria, Ekwan Marianto Hidupkan Galeri ARTOTEL Yogyakarta

0

YOGYAKARTA (Pertamanews.id) — ARTOTEL Yogyakarta kembali mempersembahkan pameran seni berkolaborasi dengan perupa asal Yogyakarta yaitu Ekwan Marianto.

Berjudul “Kegembiraan dan Ketulusan”, pameran seni ini resmi dibuka pada tanggal 9 Mei 2025 di ARTSPACE, lantai lobby ARTOTEL Yogyakarta.

Pameran tunggal yang dibawa oleh Ekwan Marianto kali ini menghadirkan sebuah potret sosial di tengah-tengah gelombang globalisasi di berbagai lini kehidupan.

Ia membungkus potret kehidupan sosial yang kadang terkesan humor, parodi, ironisme ataupun satir tanpa menghakimi atau menyindir realitas. Karya yang dipamerkan Ekwan Marianto menggaris bawahi tentang dunia bahagia yang dilukiskan secara naif di atas kanvas dengan meminjam cara pandang anak-anak.

Sebagai pemilik jargon “Yang penting asyik-asyik saja”, Ekwan mengungkapkan semua hal yang ditangkap oleh indera penglihatannya, kemudian ia realisasikan di atas kanvas, dengan penuh kegembiraan.

Titik ketertarikannya adalah di bentuk-bentuk bebas, dengan garis-garis bebas, mengikuti bentuk objek, tentu saja dengan imajinasi, pengetahuan, dan juga teknik yang dimiliki.

Beberapa objek dan motif dan bentuk-bentuk tak jelas terlihat balance, tetapi efek distorsi yang tercipta spontan, menghasilkan interaksi objek yang ekspresif.

Energi kreatif Ekwan seolah tak ada habisnya, yang bahan bakarnya adalah kebahagiaan yang sederhana, yang akan dibagikan kepada khalayak dalam pameran “Kegembiraan dan Ketulusan”.

Dengan harapan para audience dapat turut menjelajah dalam dunia bahagia Ekwan dan berbagi cerita bahagia untuk hari-hari ke depan.

Andre Harso Binawan selaku General Manager ARTOTEL Yogyakarta mengatakan, sebagai hotel yang mengusung seni, kami akan terus berupaya menjadi wadah melalui ARTSPACE bagi seniman-seniman lokal untuk bisa berekspresi, bercerita serta memotivasi masyarakat, seperti pameran “Kegembiraan dan Ketulusan” ini.

” Kami berharap pameran seni ini dapat memberikan inspirasi dan memberikan kesan tak terlupakan bagi para pengunjung saat berada di ARTOTEL Yogyakarta,” ujarnya.

Terdapat 15 buah karya lukisan yang akan dipajang di pameran seni “Kegembiraan dan Ketulusan” ini. Pameran ini akan berlangsung mulai 09 Mei hingga 10 Agustus 2025 mendatang.

Wujudkan Pembangunan Inklusif, Agustina Wali Kota Semarang Buka Dialog Bersama BEM UNDIP

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Agustina, Wali Kota Semarang, membangun ruang diskusi terbuka bersama Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Diponegoro (BEM UNDIP) sebagai bagian dari agenda membangun dialog konstruktif dengan generasi muda.

Acara yang digelar pada Minggu (4/5) lalu juga menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk menyampaikan pertanyaan, aspirasi, dan masukan terhadap pembangunan Kota Semarang ke depan.

“Ini membuktikan bahwa Undip hadir bukan sebagai pengamat, tetapi sebagai pelaku dalam narasi besar pembangunan bangsa,” ujar Agustina dalam sambutannya.

Lebih lanjut, dirinya menyampaikan apresiasi atas peran aktif mahasiswa Undip dalam menyuarakan isu-isu keadilan, lingkungan, pendidikan, dan hak masyarakat dengan cara yang inspiratif.

Agustina juga mengutip pidato Rektor Undip pada pelantikan BEM beberapa waktu lalu yang menyebut “genetik Undip adalah juara”.

Hal inipun diamini Agustina yang menyebut statement itu bukan sekadar kutipan melainkan jati diri yang mencerminkan keberanian, religiusitas, serta semangat untuk melawan ketidakadilan dan berpartisipasi aktif.

Agustina yang juga alumni Undip juga berbagi kisah tentang masa mudanya sebagai aktivis mahasiswa dan banyak memberi manfaat, pengalaman baginya.

Dari kampus Hayam Wuruk dan organisasi GMNI, ia belajar arti keberanian, kepekaan sosial, serta pentingnya dialektika dan pengambilan keputusan.

“Organisasi bukan sekadar rapat dan proposal, tapi jalan panjang yang penuh ketekunan dan ketabahan,” ungkapnya.

Dirinya juga ingin memastikan bahwa kebijakan kota ke depan benar-benar menjawab kebutuhan pemuda, termasuk mahasiswa.

Sebagai Wali Kota perempuan, ia juga menegaskan pentingnya kepemimpinan yang bukan hanya hadir, tetapi membentuk arah dan menciptakan perubahan.

Selain forum ini, Pemkot Semarang juga telah membuka ruang-ruang partisipasi melalui Musrenbang pemuda, Musrenbang disabilitas, Musrenbang perempuan, dan Musrenbang pariwisata sebagai bentuk komitmen mewujudkan pembangunan yang inklusif.

Dalam sesi diskusi, sejumlah isu strategis diangkat mahasiswa, termasuk pengembangan budaya dan pariwisata dari Analisa, mahasiswi FIB Undip.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Agustina menyampaikan komitmen mengembalikan kegiatan yang mengangkat narasi budaya lokal.

“Budaya adalah titik penting yang harus dikedepankan, harus ada simbol budaya apa yang kita angkat dan dikomunikasikan. Seperti dalam film Korea, kita juga harus serius mengangkat budaya secara detil dan terstruktur,” ujarnya.

Sementara mahasiswa FIB lainnya, Randy, menyoroti minimnya transportasi publik ke wilayah Tembalang. Menjawab itu, Wali Kota menyampaikan bahwa keterbatasan armada menjadi kendala utama.

“Sudah enam tahun belum ada pembelian bis baru. Semoga anggaran mencukupi atau bisa dicarikan mitra investor. Trayek ke Tembalang penting, dan perlu solusi sistemik dari titik-titik strategis seperti Patung Diponegoro,” jelasnya.

Isu lingkungan juga menjadi sorotan. Ganda, mahasiswa FMIPA, menyoroti pencemaran logam berat akibat aktivitas industri. Menanggapi hal ini, Wali Kota menjelaskan bahwa penanganan lingkungan menjadi prioritas RPJMD baru.

“Benar IPAL belum cukup. Akan ada kajian besar untuk program aksi 2026, termasuk pengadaan alat ukur pencemaran dan inspeksi industri. Tahun ini juga terus ditambah area hijau melalui hutan kota,” tuturnya.

Dirinya menegaskan bahwa proses penganggaran membutuhkan waktu dan tahapan, namun aspirasi mahasiswa menjadi masukan berharga.

“Tagline pembangunan lima tahun ke depan adalah perekonomian maju, berkeadilan sosial, dan lestari. Maka, semua suara—termasuk dari mahasiswa—harus menjadi bahan pertimbangan dalam kebijakan.”

Forum ini mencerminkan komitmen Pemerintah Kota Semarang dalam membangun kota yang inklusif, terbuka terhadap dialog, dan berbasis aspirasi warga, khususnya generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan.

FH UNNES Gandeng Jafli dan Awall.ID, Kupas Peran Media dalam Dunia Advokat

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Sebanyak 40 mahasiswa magang asal Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (FH UNNES) di Josant and Friend’s Law Firm (Jafli), diberikan materi akademik dengan bahasan “Advokat dan Media: Mitra Strategis dalam Mewujudkan Eksistensi dan Popularitas Sebuah Kantor Hukum”.

Agenda itu diadakan bekerjasama dengan Media Awall.ID Group dan kantor hukum Okky And Co, pada Jumat (10/5/2025) kemarin.

Pengajar yang dihadirkan dari lintas profesi, dari dunia media dan hukum. Mereka adalah Henri P (Ketua Umum Forum Wartawan Kejaksaan Provinsi Jawa Tengah), Royce Wijaya Setya Putra (Wartawan RRI Semarang), Sumanto S. Tirtowijoyo (Ketua Umum Badan Negosiator Hukum), dan Bonar Novi Priatmoko (mantan anggota DPRD Kota Salatiga).

Dalam pemaparannya, Henri P, menyampaikan bahwa media merupakan instrumen strategis dalam membangun eksistensi sebuah kantor hukum. Menurutnya, hubungan antara advokat dan media tidak bisa dipisahkan di era informasi saat ini.

“Media bukan sekadar peliput, tetapi mitra strategis. Kantor hukum perlu mengelola komunikasi dan narasi hukum secara baik agar mendapat kepercayaan publik. Tidak cukup sekadar pintar dalam beracara, seorang advokat juga harus bisa membangun reputasi di ruang publik,”kata Henri.

Dikatakannya, bahwa eksistensi kantor hukum di era digital tidak cukup hanya mengandalkan prestasi di ruang sidang.

“Sekarang adalah era narasi. Kantor hukum harus bisa membangun citra dan reputasi secara konsisten. Media sosial, berita daring, bahkan opini publik adalah medan tempur baru. Namun, semua itu harus dibangun di atas nilai profesionalisme dan integritas,” sebutnya.

Senada dengan itu, Royce Wijaya Setya Putra, dalam materi bahasan “Belajar Rilis Media”, menekankan pentingnya literasi media dan komunikasi publik bagi para advokat muda. Sama halnya dengan mahasiswa hukum

“Media massa saat ini menjadi ruang persepsi publik. Jika kantor hukum tidak aktif membangun komunikasi, publik bisa salah menilai. Tapi tentu komunikasi itu harus dilakukan secara jujur, beretika, dan profesional,” sebut Royce.

Ia menambahkan bahwa hubungan antara advokat dan jurnalis idealnya dibangun dengan asas saling menghargai.

“Kami tidak mencari sensasi, kami mencari substansi. Advokat yang paham cara berkomunikasi akan mampu menjadikan media sebagai alat edukasi, bukan hanya promosi,” sebutnya.

Sementara itu, Sumanto S. Tirtowijoyo, menekankan pentingnya pemahaman teknik duplik dalam perkara pidana dan negosiasi hukum sebagai kemampuan dasar bagi calon advokat yang andal.

“Duplik pidana bukan sekadar membantah replik jaksa, tapi seni merumuskan strategi pembelaan terakhir secara cermat, tepat, dan meyakinkan. Ini bukan ruang mengulang argumentasi, tapi ruang untuk mengunci keyakinan hakim,” jelas Sumanto kepada para peserta.

Ia juga menyoroti bahwa kemampuan negosiasi hukum adalah keterampilan wajib di luar ruang sidang. Menurutnya, negosiasi yang berhasil adalah perpaduan antara keahlian hukum, kecerdasan emosional, dan komunikasi persuasif.

“Tidak semua masalah harus dibawa ke meja hijau. Banyak sengketa selesai di meja negosiasi. Mahasiswa hukum harus belajar bagaimana menyusun posisi tawar, membaca lawan bicara, dan tetap menjaga kepentingan klien dengan elegan,” tambahnya.

Sementara itu, Bonar Novi Priatmoko, membawakan materi seputar mediasi hukum sebagai alternatif penyelesaian sengketa yang semakin relevan di tengah beban perkara pengadilan yang tinggi.

“Mediasi bukan jalan pintas, tapi jalan damai yang elegan. Mahasiswa hukum harus dibekali bukan hanya dengan teori, tapi juga keterampilan membangun dialog antara dua pihak yang bersengketa,” ujar Bonar.

Ia menyampaikan bahwa keberhasilan seorang mediator tidak hanya ditentukan oleh pengetahuan hukum, tetapi juga oleh kepekaan sosial dan ketenangan dalam menangani emosi para pihak.

“Jangan pikir semua bisa diselesaikan dengan pasal. Seringkali, keadilan lahir dari rasa dihargai dan didengarkan. Di situlah peran penting mediator,” ungkapnya.

Kodim 0733/KS Maksimalkan Alat Berat untuk Pembangunan Talud

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Dalam rangka pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke 124 Tahun 2015, prajurit Kodim 0733/KS bersama masyarakat memanfaatkan alat berat untuk pembangunan talud di wilayah Kel. Pakintelan Kec. Gunungpati, Kota Semarang, Sabtu (10/5/2025).

Penggunaan alat berat ini bertujuan untuk mempercepat proses pembangunan dan meningkatkan kualitas infrastruktur.

Dalam kesempatan ini Danramil 07/Gunungpati Mayor Inf Susanto memimpin proyek pembangunan TMMD menyampaikan, penggunaan alat berat jenis Excavator digunakan untuk membantu proses pembangunan talud.

“Alat berat Excavator ini sangat membantu mempercepat proses pengerjaan dan meningkatkan efisiensi waktu,” tegasnya.

“Pembangunan talud dapat diselesaikan lebih cepat dan efektif serta kualitas infrastruktur yang dibangun dapat lebih baik dan tahan lama sehingga masyarakat dapat menikmati manfaat dari pembangunan infrastruktur yang lebih baik,” jelasnya.

Lindungi Penggunaan Jalan, KAI Daop 1 Jakarta Tutup Lintasan Sebidang Liar

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Sebagai langkah utama untuk menjaga keselamatan perjalanan kereta api, KAI Daop 1 Jakarta melakukan penutupan perlintasan sebidang liar yang berada di KM 54+305, petak jalan antara Stasiun Cisaat – Stasiun Sukabumi, tepatnya di Kampung Babakan Cemerlang, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, pada Jumat (9/5).

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, mengungkapkan bahwa penutupan ini dilakukan setelah dilakukannya sosialisasi kepada masyarakat dan tokoh masyarakat sekitar, tentang bahayanya perlintasan sebidang liar dan tanpa penjaga.

“Perlintasan liar adalah perlintasan yang tidak memiliki izin resmi dan tidak dilengkapi dengan perlengkapan pengaman seperti palang pintu, sinyal, atau penjaga, sehingga sangat berisiko menimbulkan kecelakaan lalu lintas,” ucapnya.

Ixfan menambahkan, penutupan perlintasan sebidang liar dilakukan sebagai bentuk komitmen KAI dalam menjalankan aturan dan memastikan keselamatan perjalanan kereta api serta pengguna jalan.

“Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam mendukung keselamatan bersama. Selain membahayakan perjalanan kereta api, perlintasan liar juga membahayakan masyarakat pengguna jalan. Kami juga terus mengajak masyarakat untuk tidak membuat perlintasan ilegal demi keselamatan bersama,” tambahnya.

Penutupan perlintasan liar ini sejalan dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, khususnya Pasal 94, yang menyatakan bahwa:

“Untuk keselamatan perjalanan kereta api dan pemakai jalan, perlintasan sebidang yang tidak memiliki izin dari penyelenggara perkeretaapian wajib ditutup,” ujarnya.

KAI mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu menaati aturan yang berlaku dan hanya melintasi rel kereta api di perlintasan resmi yang telah dilengkapi perlengkapan keselamatan.

KAI Daop 1 Jakarta juga mengapresiasi dukungan dan kerja sama dari perangkat kelurahan, masyarakat, dan tokoh-tokoh setempat dalam menyukseskan kegiatan ini.

Penutupan perlintasan sebidang liar akan terus dilakukan secara bertahap di berbagai titik yang rawan kecelakaan, sebagai bagian dari upaya KAI menciptakan transportasi kereta api yang aman, andal, dan berkeselamatan.

PGN Dorong Kemandirian Energi, Bangun 59.000 Sambungan Jargas di Jawa Timur

0

SURABAYA (Pertamanews.id) – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) berkomitmen untuk menjalankan percepatan pengembangan jaringan gas (jargas) untuk rumah tangga di Jawa Timur.

Komitmen tersebut mendapatkan dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sehingga menjadi salah satu kunci penting pemanfaatan jargas di Jawa Timur semakin luas.

PGN menargetkan pembangunan jaringan gas rumah kurang lebih 59.000 Sambungan Rumah (SR) pada tahun 2025-2026. Target pembangunan jargas tersebut akan dilaksanakan di Kota Surabaya dan Gresik.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengapresiasi upaya PGN untuk memperluas jaringan gas di Jawa Timur.

Menurutnya, jargas merupakan sumber energi bersih yang bermanfaat bagi masyarakat Jawa Timur. Jargas juga bisa bermanfaat bagi usaha kecil di berbagai sektor, termasuk pusat kuliner.

“Jargas merupakan sumber energi yang lebih berkelanjutan. Disamping itu, dapat membantu pemerintah untuk menekan subsidi elpiji,” kata Emil.

Emil melanjutkan, ketersediaan energi dan infrastruktur jaringan gas bumi di Jawa Timur tidak bisa diabaikan.

Dengan tambahan jargas yang hampir 60.000 sambungan baru, semakin banyak masyarakat yang mendapatkan layanan gas bumi dari PGN.

Masyarakat tidak perlu repot membeli gas tabung, karena gas akan langsung tersalurkan ke rumah masing-masing.

Emil juga menambahkan, sejauh ini Pemprov Jawa Timur telah memberikan dukungan penuh atas proyek tersebut dengan mempermudah perizinan.

Ia juga menjamin akan memprioritaskan program jargas di Jatim, dengan mendorong masyarakat mengubah pola konsumsi bahan bakar ke energi yang lebih bersih.

Salah satu hal yang menjadi perhatian Pemprov Jatim adalah menertibkan penggunaan energi yang tidak sesuai, apalagi sampai mencemari lingkungan, padahal jaringan gas sudah tersedia.

Dengan mengantongi dukungan dari Pemprov Jatim, PGN memastikan pembangunan jargas di Jawa Timur berjalan sesuai target yang telah disepati.

Langkah ini juga sejalan dengan Asta Cita nomor 2 Prabowo – Gibran yang mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada energi, sebagai energi transisi menuju Net Zero Emission pada tahun 2060.

Dalam rangka koordinasi lebih lanjut terkait pengembangan layanan gas bumi di Jawa Timur, Direktur Utama PGN, Arief S. Handoko didampingi Direktur Komersial PGN Ratih Esti Prihatini beserta jajaran bersilaturahmi ke Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak di Surabaya pada Kamis, (8/5/2025)

“Kami memiliki semangat untuk membantu pemerintah dalam mewujudkan kemandirian energi dan mengurangi beban subsidi negara. Salah satu poin penting yang juga kami gencarkan adalah edukasi kepada masyarakat untuk menggunakan bumi yang lebih bersih dan praktis,” ungkap Arief.

Wilayah PGN SOR III saat ini meliputi Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan dan Kawasan Timur Indonesia. Jumlah pengguna gas bumi di SOR III sudah lebih 200.000 pelanggan dari mulai rumah tangga, UMKM, hingga industri.

“Dengan ekspansi jaringan gas, PGN berharap dapat berkontribusi meningkatkan perekonomian masyarakat Jawa Timur. Kami juga menjaga ketersediaan pasokan Oleh karena itu, kami terus berkolaborasi dengan pihak upstream, seperti SKK Migas dan Kementerian ESDM,” tutup Arief.

PI Niaga Sinergi dengan PILog dalam Badminton Cup Pupuk Indonesia Grup

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – PT Pupuk Indonesia Niaga turut serta memeriahkan turnamen bulu tangkis Badminton Cup Pupuk Indonesia Grup yang diselenggarakan pada tanggal 3-4 Mei 2025 di dua venue, yaitu Grand Sport Center Kuningan Jakarta Selatan dan GOR Otista, Jakarta Timur.

Dalam ajang olahraga yang mempererat tali persaudaraan antar karyawan lingkup Pupuk Indonesia Grup, Pupuk Indonesia Niaga menunjukkan semangat kebersamaan dengan bergabung dalam satu tim bersama PT Pupuk Indonesia Logistik.

Partisipasi Pupuk Indonesia Niaga dalam Badminton Cup ini merupakan wujud dukungan perusahaan terhadap gaya hidup sehat dan pentingnya menjaga kekompakan antar anak perusahaan di lingkungan Pupuk Indonesia Grup.

Kolaborasi dengan Pupuk Indonesia Logistik dalam satu tim diharapkan dapat semakin memperkuat sinergi dan komunikasi yang efektif di antara kedua entitas.

“Kami sangat antusias untuk berpartisipasi dalam Badminton Cup ini. Selain untuk berolahraga, ini juga menjadi ajang yang baik untuk mempererat hubungan dengan rekan-rekan dari Pupuk Indonesia Grup,” ujar Ferry Herdiman, Ketua Kontingen Pupuk Indonesia Niaga.

Badminton Cup 2025 merupakan ajang tahunan Pupuk Indonesia Grup yang diselenggarakan secara bergilir oleh Perusahaan.

Di tahun 2025 ini, Pupuk Indonesia (PI) menjadi tuan rumah, dengan tujuan mempererat silaturahmi, mendorong sportivitas, serta meningkatkan semangat kebersamaan dan gaya hidup sehat di lingkungan perusahaan.

Dengan nomor yang dipertandingkan adalah Tunggal Putra, Ganda Putra dan Ganda Campuran, sistem nilai yang digunakan adalah rally point (21 point).

Jika terdapat point sama pada kedudukan 20-20, maka akan dilanjutkan sampai terdapat selisih 2 point atau yang mencapai point 30 terlebih dahulu.

Turnamen Badminton Cup 2025 diikuti oleh 8 kontingen yaitu Pupuk Indonesia, Pupuk Iskandar Muda, Pupuk Sriwidjaja Palembang, Pupuk Kujang, Petrokimia Gresik, Pupuk Kalimantan Timur, Pupuk Indonesia Industrial Support / Rekayasa Industri dan kontingen Gabungan anper non Pupuk yang terdiri dari Pupuk Indonesia Niaga dan Pupuk Indonesia Logistik.

Adapun hasil pertandingan Badminton Cup 2025, pada Tunggal putra dimenangkan oleh Petrokimia Gresik disusul Pupuk Iskandar Muda dan Pupuk Kalimantan Timur.

Untuk ganda putra, juara satu adalah Pupuk Kalimantan Timur disusul Pupuk Sriwidjaja Palembang dan Pupuk Kalimantan Timur.

Sedangkan untuk ganda campuran, dimenangkan oleh Petrokimia Gresik, disusul oleh Pupuk Kalimantan Timur dan Petrokimia Gresisk.

“Kami ucapkan selamat bagi para pemenang. Di satu sisi kami juga mengapresiasi kesempatan untuk berpartisipasi dalam Badminton Cup ini. Meskipun belum meraih kemenangan, semangat juang dan kebersamaan tim tetap menjadi yang utama. Tim Gabungan anper non Pupuk telah memberikan yang terbaik dalam setiap pertandingan. Kami belajar banyak dari turnamen ini dan akan terus menjalin hubungan baik dengan seluruh keluarga besar Pupuk Indonesia Grup,” Fery menjelaskan.

Pupuk Indonesia Niaga tetap berkomitmen untuk mendukung kegiatan-kegiatan positif yang dapat mempererat hubungan antar karyawan dan meningkatkan semangat kebersamaan di lingkungan Pupuk Indonesia Grup.

Partisipasi dalam Badminton Cup ini menjadi pengalaman berharga dan akan menjadi motivasi untuk terus berpartisipasi di kesempatan mendatang.

KAI Daop 4 Semarang Siapkan Tiket Kereta Lebih Banyak di Libur Panjang Waisak 2025

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Menyambut momen libur panjang Hari Raya Waisak yang berlangsung mulai Jumat, 9 Mei hingga Selasa, 13 Mei 2025, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang menyiapkan sebanyak 86.521 tiket kereta api, atau rata-rata 17.304 tiket per hari, untuk masyarakat yang ingin bepergian menggunakan moda transportasi kereta api yang aman dan nyaman.

Hal ini selaras guna mengantisipasi lonjakan penumpang selama periode long weekend ini, dimana Daop 4 Semarang menambah kapasitas sebanyak 7.910 tempat duduk, atau rata-rata 1.582 tempat duduk per hari, pada sejumlah kereta api favorit dengan relasi keberangkatan dari Semarang.

“Peningkatan ini bertujuan untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat dan memastikan ketersediaan tiket tetap sejalan dengan permintaan yang tinggi selama libur panjang,” ujar Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo.

Penambahan ini mencakup: KA Argo Sindoro relasi Semarang-Jakarta pp, KA Argo Muria relasi Semarang-Jakarta pp, KA Gunungjati relasi Semarang-Jakarta pp, KA Menoreh relasi Semarang-Jakarta pp, KA Tawang Jaya Premiun relasi Semarang-Jakarta pp, KA Kamandaka relasi Semarang-Cilacap pp, dan KA Kaligung relasi Semarang-Tegal/Cirebon pp.

“Selama libur panjang Waisak, KAI Daop 4 Semarang mengoperasikan sebanyak 33 perjalanan kereta api per hari yang berangkat dari stasiun wilayah Daop 4 Semarang, dengan tujuan ke berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Cirebon, Surabaya, Purwokerto, Tegal, Solo, Madiun, Jember hingga Banyuwangi,” terang Franoto.

Selain KA keberangkatan, sebanyak 62 perjalanan KA juga melintas di wilayah Daop 4 Semarang, sehingga total terdapat 95 perjalanan KA penumpang per hari selama periode libur panjang tersebut.

Hingga Jumat pagi (9/5) pukul 09.00 WIB, sebanyak 62.696 tiket telah terjual, atau rata-rata 12.539 tiket per hari, dengan tingkat okupansi mencapai 72 persen. KAI mengimbau masyarakat untuk segera memesan tiket sebelum kehabisan.

“Tiket untuk masa long weekend ini masih tersedia. Kami mengajak masyarakat untuk segera merencanakan perjalanannya dan melakukan pembelian tiket melalui aplikasi Access by KAI, situs resmi kai.id, maupun kanal-kanal penjualan resmi lainnya yang telah bekerja sama dengan KAI,” tambah Franoto.

KAI memprediksi lonjakan penumpang akan terjadi pada tanggal 9, 10, dan 12 Mei 2025, dengan jumlah keberangkatan penumpang diperkirakan mencapai lebih dari 20 ribu orang per hari dari wilayah Daop 4 Semarang.

Dalam menghadapi tingginya mobilitas masyarakat, KAI memastikan seluruh layanan berjalan optimal.

“Kami berkomitmen menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, tepat waktu, dan tentunya bebas dari kemacetan. Harapannya, pelanggan dapat menikmati momen libur panjang ini dengan penuh kebahagiaan bersama keluarga maupun sahabat,” tutup Franoto.

Kemandirian Keuangan PTNBH, Siap Ubah Paradigma Baru Perguruan Tinggi Indonesia

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pemerintah mendorong transformasi dalam tata kelola pendidikan tinggi melalui pendekatan berbasis inovasi. Tidak lagi sekadar tempat belajar, perguruan tinggi negeri badan hukum (PTNBH) kini diharapkan menjadi mesin penggerak ekonomi bangsa, dengan riset sebagai pengungkit utamanya.

Hal ini ditegaskan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Mendiktisaintek RI), Prof. Bryan Yuliarto, Ph.D., saat menghadiri Forum Majelis Wali Amanat (MWA) PTNBH di Hotel Tentrem, Semarang, Jumat (9/5/2025).

” Kita harap bisa melakukan kegiatan untuk lebih meningkatkan pendapatan dengan banyak bekerja sama seperti industri,” ungkap Prof. Bryan.

Menurutnya, hilirisasi hasil riset dan pengelolaan aset kampus secara produktif adalah dua pilar penting yang dapat menjadikan PTNBH mandiri secara keuangan.

Kemandirian ini akan memberi ruang lebih luas bagi perguruan tinggi untuk menjalankan tridarma tanpa harus tergantung pada anggaran negara.

Prof. Bryan mengkritisi paradigma lama yang menjadikan riset hanya sebagai laporan atau publikasi. Ia menegaskan bahwa di era disrupsi seperti saat ini, riset harus menjadi solusi nyata bagi persoalan publik dari air bersih, energi terbarukan, hingga teknologi pangan dan kesehatan.

” Riset juga bisa di lakukan hilirasasi kemudian juga pengelolaan aset-aset yang memang PTNBH itu memiliki Fleksibilitas diharapkan mampu juga membangun kegiatan bisnis. Tugas kita adalah mendorong agar itu menjadi produk atau jasa yang bernilai ekonomi,” jelasnya.

Untuk mendukung hal itu, pemerintah akan memperkuat skema insentif bagi perguruan tinggi yang mampu mengkomersialisasikan hasil penelitiannya, termasuk memperbesar dana abadi kampus dan membuka akses kolaborasi dengan industri.

Salah satu perhatian utama pemerintah adalah menjaga agar Uang Kuliah Tunggal (UKT) tetap terjangkau bagi mahasiswa. Menurut Prof. Bryan, jalan terbaik untuk menghindari kenaikan UKT adalah dengan menciptakan sumber pendanaan baru dari inovasi dan hilirisasi riset.

“Kalau kampus punya pemasukan mandiri, dari produk riset, dari kerja sama, dari aset, maka UKT tidak perlu naik. Inilah mengapa inovasi bukan pilihan, tapi keharusan,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran pemerintah tidak akan mengganggu kegiatan akademik dan riset di kampus.

“Efisiensi hanya menyasar kegiatan seperti perjalanan dinas dan rapat. Semua dana utama tetap aman dan telah dikembalikan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Diponegoro (Undip), Prof. Mohamad Nasir, memberikan contoh konkret hilirisasi riset yang kini menjadi model nasional. Undip, melalui tim risetnya, berhasil mengembangkan teknologi desalinasi air laut menjadi air layak minum.

“Teknologi ini sekarang sedang diminta di berbagai daerah. Bayangkan jika semua riset kampus seperti ini, kita bisa hidup dari inovasi, bukan hanya anggaran,” kata Prof. Nasir, yang juga mantan Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi.

Ia menambahkan bahwa hilirisasi tidak hanya menghidupi kampus secara finansial, tetapi juga memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai agen pembangunan nasional.

“Jika kita gagal menghilirkan riset, maka kita hanya mencetak sarjana. Tapi kalau kita berhasil, kita bisa mencetak peradaban,” tegasnya.

Rapat kerja ini menjadi panggung penting untuk merumuskan arah baru pendidikan tinggi Indonesia. Para pemimpin PTNBH, anggota MWA, dan perwakilan kementerian menyepakati bahwa pendidikan tinggi Indonesia harus berani berubah dari birokratis menjadi inovatif, dari konsumtif menjadi produktif.

Dalam konteks itu, hilirisasi riset bukan hanya strategi ekonomi, tetapi juga visi jangka panjang untuk menjadikan kampus sebagai pusat inovasi, kesejahteraan, dan kemandirian bangsa.

Mendagri Tegaskan Kampus dan Pemda Harus Harmonis Dukung Pembangunan Daerah

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan pentingnya kolaborasi antara Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) dan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan dan menciptakan solusi bagi berbagai persoalan di daerah.

Hal ini disampaikannya dalam sebuah Forum Majelis Wali Amanat (MWA) Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) di Ballroom Hotel Tentrem, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (9/5).

“PTNBH adalah mitra strategis pemda. Kolaborasi ini harus dibangun atas dasar hubungan yang harmonis antara kampus dan kepala daerah, baik gubernur, wali kota maupun bupati,” ujar Tito.

Ia menekankan, kampus bukan sekadar tempat menimba ilmu, tetapi juga pusat pengembangan inovasi dan teknologi.

Maka dari itu, dukungan dari pemda dalam bentuk hibah sangat memungkinkan, bahkan dianjurkan, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2015 tentang Pemerintahan Daerah.

“Tidak perlu ragu. Hibah dari APBD untuk kampus bisa dilakukan, karena payung hukumnya jelas. Ada juga undang-undang pendidikan yang mendukung hal tersebut,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Tito juga memberikan apresiasi khusus kepada Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang telah menggandeng 44 perguruan tinggi dalam berbagai program pembangunan di provinsinya.

Salah satu kerja sama yang disoroti adalah program penanggulangan krisis air tanah bersama Universitas Diponegoro (Undip).

“Saya melihat ini langkah yang cerdas. Sebelum membuat kebijakan, pemda perlu data dan kajian yang kuat. Melibatkan kampus adalah langkah yang sangat tepat,” kata Tito.

Gubernur Ahmad Luthfi menjelaskan, Pemprov Jateng kini tengah fokus pada pengurangan eksploitasi air tanah melalui Perda Nomor 1 Tahun 2021.

Salah satu program unggulannya adalah proyek desalinasi di kawasan pesisir seperti Pekalongan dan Sayung, yang mampu mengubah air payau menjadi air bersih siap minum.

“Ini kami lakukan bersama Undip, dan saat ini sedang dihitung fiskalnya. Harapannya, program ini bisa menjadi role model bagi daerah pesisir lainnya,” tutur Luthfi.

Langkah Pemprov Jateng dinilai sebagai bukti konkret bahwa perguruan tinggi bisa menjadi mitra andal pemerintah daerah, tak hanya dalam dunia akademik, tetapi juga dalam menjawab tantangan sosial dan lingkungan.

“Kampus dan pemda harus bersatu, karena ujung dari semua ini adalah pelayanan kepada masyarakat dan kemajuan bangsa,” pungkasnya.