spot_img
Beranda blog Halaman 11

Kampus dan Pers Bersinergi, UNDIP Luncurkan Inovasi MPASI Nutri Sun D3

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Universitas Diponegoro (UNDIP) menggelar media gathering bersama puluhan wartawan dari media nasional dan lokal guna memperkuat sinergi dalam menyebarluaskan inovasi hasil riset kampus kepada masyarakat.

Dalam forum tersebut, para peneliti UNDIP memaparkan inovasi Nutri Sun D3, makanan pendamping ASI (MPASI) yang dikembangkan untuk membantu mencegah stunting sekaligus menjadi alternatif pangan bagi balita dalam situasi darurat bencana.

Kegiatan bertema “UNDIP Jalin Sinergitas dengan Wartawan, Sebarkan Inovasi Bermartabat dan Bermanfaat untuk Masyarakat” itu berlangsung di Ruang Sidang Rektor Gedung Widya Puraya Lantai 2, Kampus UNDIP Tembalang, Kamis (12/3/2026). Lebih dari 30 wartawan dari berbagai media hadir dalam kegiatan tersebut.

Wakil Rektor Riset, Inovasi, Kerja Sama dan Komunikasi Publik UNDIP, Wijayanto, mengatakan kampus dan media memiliki peran yang sama dalam menyampaikan kebenaran kepada publik.

“Kalau jurnalis menyampaikan kebenaran jurnalistik melalui proses verifikasi, maka kampus menyampaikan kebenaran ilmiah melalui riset. Karena sama-sama berurusan dengan kebenaran untuk memberi pencerahan kepada publik, maka kampus dan media memang sudah seharusnya bekerja sama,” ujarnya.

Ia menegaskan sebagai universitas riset, UNDIP terus mendorong agar hasil penelitian tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata, tetapi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Proses reproduksi ilmu pengetahuan yang dilakukan di universitas harus berujung pada manfaat nyata bagi masyarakat. Itulah mengapa inovasi menjadi napas para ilmuwan UNDIP untuk berkarya,” kata Wijayanto.

Menurutnya, berbagai riset yang dikembangkan peneliti UNDIP telah menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat, mulai dari teknologi desalinasi air laut untuk masyarakat pesisir hingga inovasi di bidang pangan dan kesehatan.

Dalam media gathering tersebut, peneliti Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran UNDIP, Dr. Fitriyono Ayustaningwarno, memaparkan hasil riset mengenai Nutri Sun D3.

Produk ini merupakan MPASI berbasis bahan pangan lokal yang dirancang untuk membantu pencegahan stunting pada bayi dan balita sekaligus menjadi solusi pangan pada kondisi darurat bencana.

Menurutnya, stunting merupakan gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis pada 1.000 hari pertama kehidupan yang dapat berdampak pada kemampuan kognitif, perkembangan fisik, hingga produktivitas saat dewasa.

“Produk Nutri Sun D3 ini merupakan MPASI yang dapat digunakan untuk membantu mencegah stunting pada bayi dan balita, sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai pangan darurat pada situasi bencana,” jelasnya.

Nutri Sun D3 diformulasikan dari berbagai bahan bergizi, seperti isolat protein kedelai, ubi sebagai sumber karbohidrat, serta sayuran seperti bayam dan brokoli. Produk ini juga diperkaya vitamin D3 untuk mendukung sistem imun dan pertumbuhan anak.

Keunggulan lain dari produk tersebut adalah penggunaan teknologi freeze drying atau pengeringan beku bersuhu rendah. Teknologi ini membuat kandungan gizi, warna, dan rasa bahan pangan tetap terjaga serta memiliki masa simpan yang lebih panjang.

Dr. Fitriyono menambahkan, produk tersebut telah diuji coba dalam situasi darurat banjir di Sumatera Barat pada 2025.

“Pada uji coba tersebut, MPASI ini diberikan kepada bayi dan balita selama 15 hari, dan hasilnya menunjukkan berat badan anak tidak mengalami penurunan, bahkan beberapa mengalami peningkatan,” ungkapnya.

Saat ini, Nutri Sun D3 masih dalam proses pengurusan izin edar sebelum diproduksi secara lebih luas agar dapat dimanfaatkan masyarakat.

Melalui kegiatan media gathering tersebut, UNDIP berharap kolaborasi dengan wartawan dapat terus terjalin sehingga berbagai inovasi riset kampus dapat tersampaikan secara luas kepada publik dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.***

Pemkot Semarang Permudah Pemudik Lewat Portal Pantau Jalan Real-Time

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Menyambut arus mudik Lebaran 2026, Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang menghadirkan layanan informasi digital bagi masyarakat melalui portal Info Mudik 2026 yang dapat diakses di laman https://infomudik.semarangkota.go.id/.

Portal ini menjadi pusat informasi terpadu untuk membantu pemudik memantau kondisi perjalanan menuju maupun melintasi Kota Semarang.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menyampaikan bahwa kehadiran portal tersebut merupakan wujud komitmen Pemkot Semarang dalam meningkatkan pelayanan publik berbasis digital sekaligus mendukung kelancaran arus mudik khususnya yang menuju ibu kota Jawa Tengah.

“Kota Semarang merupakan simpul penting perlintasan arus mudik di jalur pantura maupun jalur tengah pulau Jawa. Karena itu, kami menghadirkan portal Info Mudik agar masyarakat dapat mengakses informasi perjalanan secara cepat, akurat, dan mudah melalui satu platform,” ujarnya.

Melalui portal ini, masyarakat dapat memantau kondisi lalu lintas secara real-time melalui jaringan CCTV di berbagai titik strategis di Kota Semarang.

Selain itu, portal juga menyediakan informasi penting lainnya seperti peta jalur mudik, lokasi pos pengamanan dan pos pelayanan, fasilitas kesehatan, SPBU, bengkel, hingga tempat ibadah yang dapat dimanfaatkan para pemudik selama perjalanan.

Tidak hanya itu, portal Info Mudik juga memuat informasi layanan darurat, termasuk akses ke call center 112, yang dapat digunakan masyarakat untuk mendapatkan bantuan cepat apabila mengalami situasi darurat selama perjalanan.

Menurut Agustina, pemanfaatan teknologi informasi menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat saat periode mudik yang biasanya diikuti peningkatan volume kendaraan secara signifikan.

“Melalui portal ini, kami ingin memastikan masyarakat memiliki akses informasi yang lengkap sehingga dapat merencanakan perjalanan dengan lebih aman dan nyaman. Dengan informasi yang terbuka dan terintegrasi, diharapkan potensi kemacetan maupun risiko di perjalanan dapat diminimalkan,” jelasnya.

Di samping menyediakan informasi perjalanan, portal ini juga menampilkan berbagai rekomendasi destinasi wisata, kuliner, serta pusat oleh-oleh yang ada di Kota Semarang.

Hal ini diharapkan dapat memberikan alternatif bagi para pemudik yang ingin beristirahat sekaligus menikmati suasana kota sebelum melanjutkan perjalanan.

Pemerintah Kota Semarang mengimbau para pemudik untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, serta memanfaatkan berbagai layanan informasi yang telah disediakan melalui portal tersebut. Dengan hadirnya Portal Info Mudik 2026, Pemkot Semarang berharap arus mudik tahun ini dapat berlangsung lebih lancar, aman, dan nyaman, sekaligus memperkuat peran Kota Semarang sebagai kota transit yang ramah bagi para pemudik. (Adv)

Respons Cepat Pemkot Semarang, 86 Pohon Tumbang Bersih dalam Satu Malam

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Wali kota Semarang, Agustina Wilujeng gerak cepat menginstruksikan jajarannya untuk menangani pohon tumbang akibat dampak dari hujan disertai angin kencang yang terjadi baru-baru ini.

Hujan angin yang melanda kota Semarang, menyebabkan banyak pohon besar roboh. Papan reklame dan sejumlah atap baja ringan dari warung yang berada di beberapa ruas jalan di kota Semarang juga ikut beterbangan karena tidak mampu menahan kencangnya angin.

Berdasarkan data yang dihimpun hingga Rabu malam, tercatat sedikitnya 80 lebih titik pohon tumbang dan kerusakan pohon tersebar di berbagai wilayah Kota Semarang.

Tim gabungan dari BPBD Kota Semarang, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), Satpol serta relawan (masyarakat setempat) langsung bergerak cepat melakukan penanganan dan pembersihan di lokasi terdampak.

Sejumlah titik yang terdampak di antaranya adalah di kawasan Jalan Pahlawan, Jalan Imam Bardjo, Jalan Suratmo, Jalan Dr. Cipto, Jalan S. Parman, Jalan Soekarno Hatta, kawasan Kota Lama, hingga wilayah Purwoyoso, Ngaliyan Pedurungan, Genuk, dan Semarang Timur.

Di beberapa lokasi seperti Lapangan Simpang Lima, Jalan Madukoro, dan Jalan Mayjend Sutoyo, dilaporkan terdapat lebih dari satu pohon tumbang akibat kuatnya terpaan angin.

Agustina memastikan bahwa penanganan dilakukan secara cepat untuk mengantisipasi gangguan lalu lintas maupun potensi bahaya bagi masyarakat.

Tim di lapangan segera melakukan pemotongan batang pohon, pembersihan ranting, serta membuka akses jalan yang sempat tertutup.

“Begitu laporan masuk, tim langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pembersihan. Dalam semalam, 86 titik pohon tumbang berhasil ditangani dan dievakuasi bersama-sama oleh BPBD, Disperkim, relawan serta warga setempat agar akses jalan bisa segera kembali normal,” ujar Agustina.

Selain di jalan protokol, pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di sejumlah kawasan permukiman, fasilitas umum, hingga area perkantoran, seperti di sekitar Balaikota Semarang, kawasan rumah dinas wali kota, sekolah, puskesmas pembantu, serta beberapa taman kota.

Hingga saat ini, proses penanganan masih terus dilakukan di beberapa titik yang memerlukan penanganan lanjutan.

Agustina juga mengimbau warga masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.

“Kami minta masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan pohon rawan tumbang atau kejadian darurat lainnya agar dapat segera ditangani oleh petugas. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Kami mengajak warga untuk tetap berhati-hati, terutama saat terjadi hujan deras disertai angin kencang,” tambahnya.

Pemerintah Kota Semarang juga memastikan akan terus melakukan monitoring kondisi pohon-pohon peneduh di ruang publik sebagai langkah mitigasi guna meminimalkan potensi kejadian serupa di kemudian hari. (Adv)

Dampak Tanggul Plumbon Jebol, Pemkot Semarang Lakukan Penanganan Darurat Sarpras

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, memberikan perhatian serius terkait jebolnya tanggul Kali Plumbon di wilayah Mangkang Kulon yang terjadi pada belum lama ini.

Pemerintah Kota Semarang memastikan koordinasi dengan pihak terkait akan terus dilakukan untuk menangani dampak luapan air yang masuk ke pemukiman warga.

Agustina menjelaskan bahwa penanganan fisik sungai tersebut merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Meski demikian, Pemerintah Kota Semarang tetap bertanggung jawab dalam upaya pembersihan dan perbaikan darurat bagi warga terdampak.

“Memang itu kan miliknya BBWS. Namun jebolnya tanggul memberi dampak kepada warga Kota Semarang yang tinggal di sekitarnya. Jam 2 pagi tadi, sekarang sudah tinggal lumpurnya, ya itu sudah dibersihkan. Jadi kita berbagi, di sini, membenahi dan lain-lainnya di sana (juga),” ujar Agustina, baru-baru ini.

Agustina juga menyoroti adanya penundaan proyek normalisasi yang seharusnya dilakukan oleh Pemerintah Pusat melalui kementerian terkait. Dirinya berharap anggaran perbaikan dapat segera diturunkan agar penanganan permanen di Kali Plumbon bisa segera terealisasi.

“Mudah-mudahan dengan hadirnya PUPR dan BBWS di lokasi, kalau kasih anggaran ya segera turunkan. Karena kewajiban Kota Semarang itu hanya meringankan. Untuk normalisasi sungai yang miliknya BBWS, itu kemudian terjadi penundaan setelah Covid. Nanti turun, mudah-mudahan kalau tahun ini bisa diperbaiki,” lanjutnya.

Selain permasalahan di Mangkang, pihaknya juga memberikan perhatian pada kondisi wilayah Rowosari yang secara geografis memiliki risiko serupa.

Menurutnya, diperlukan upaya teknis khusus untuk memperkuat tanggul di wilayah yang memiliki kontur tanah lebih rendah tersebut.

“Ya, nanti pasti akan dilakukan penanganan khusus, karena itu kan seperti mangkok, posisinya lebih rendah, lapangan kan sebelahnya. Cuma harus ada upaya untuk membuat tanggul lah paling tidak. Dari struktur bangunan gambar yang kita lihat, sepertinya itu dimiringkan prosesnya. Mudah-mudahan kita akan lebih mengantisipasi,” jelas Agustina.

Ke depan, Pemerintah Kota Semarang berkomitmen untuk memperbaiki tata kelola saluran air di titik-titik rawan. Hal ini dilakukan dengan memperlebar drainase agar debit air dapat mengalir sesuai jalurnya dan tidak lagi meluap ke area pemukiman.

“Nanti di depan itu kita akan buat saluran yang lebar dan mengatur saluran supaya airnya bisa dikembalikan. Karena jalur air itu tetap jalur air, dan akan menjadi prioritas kita,” pungkasnya.(Adv)

Pasar Murah Keliling Jadi Andalan Pemkot Semarang Jaga Stabilitas Harga Jelang Lebaran

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bersama jajaran Pemerintah Kota Semarang melakukan tinjauan lapangan guna memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga Barang Kebutuhan Pokok dan Penting (Bapokting) di sejumlah titik strategis.

Tinjauan yang dilakukan belum lama ini menyasar Pasar Peterongan, Superindo Sriwijaya, hingga Pasar Karangayu guna melihat langsung dinamika harga di tingkat pedagang maupun ritel.

“Dua pusat perbelanjaan ya. Satu di pasar Peterongan, dan sekarang kita di Superindo. Kalau harga beras, rata-rata masih normal ya,” ujar Agustina saat memberikan keterangan kepada awak media di sela-sela pantauan.

Meski komoditas beras terpantau stabil, Agustina menyoroti adanya lonjakan signifikan pada komoditas hortikultura, khususnya cabai, serta fluktuasi pada harga telur.

Tingginya permintaan masyarakat menjelang lebaran disinyalir menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga tersebut di pasar.

“Yang masih tinggi sekali adalah cabai. Cabai, ini tadi ada Kepala Dinas Ketahanan Pangan. Saya minta supaya melakukan hal yang diperlukan untuk intervensi menurunkan harga cabai,” ungkapnya.

Pemerintah Kota Semarang menyadari bahwa tingginya harga di pasar tradisional dapat mempengaruhi daya beli masyarakat. Oleh karena itu, Agustina menginstruksikan jajaran dinas terkait untuk memperkuat intervensi melalui program pasar murah keliling guna memberikan alternatif belanja dengan harga yang lebih terjangkau bagi warga.

“Pasar murah keliling kita lakukan dengan berbagai stakeholder yang ada di Kota Semarang. Tujuannya adalah untuk menekan lonjakan harga dan memberikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok yang terjangkau bagi masyarakat. Siap-siap ya dengan panggilan pasar murah dan intervensi,” pungkasnya.(Adv)

Ramadan Penuh Berkah, Hotel Ciputra Semarang Salurkan Bantuan untuk Warga Sekitar

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Semangat berbagi di bulan suci Ramadan kembali diwujudkan Hotel Ciputra Semarang melalui kegiatan sosial bertajuk “Berbagi Kebahagiaan di Bulan Suci Ramadan 1447 H”, Selasa (10/3/2026).

Kegiatan yang digelar di area parkir timur hotel kawasan Simpang Lima ini dihadiri langsung oleh General Manager Hotel Ciputra Semarang, Erny Kusmastuti, bersama jajaran manajemen.

Aksi sosial tersebut merupakan agenda rutin tahunan yang secara konsisten dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat di sekitar lingkungan hotel. Sebelumnya, manajemen juga telah menggelar kegiatan serupa bersama anak-anak Panti Asuhan Riyaadlul Jannah pada 5 Maret 2026.

Dalam kegiatan kali ini, sebanyak 200 paket sembako disalurkan kepada para marbot masjid, petugas parkir, warga sekitar hotel, serta penyapu jalan di kawasan Simpang Lima. Suasana hangat dan penuh kebersamaan tampak sejak pagi, ditandai dengan antusiasme dan rasa syukur para penerima manfaat.

Erny Kusmastuti menyampaikan apresiasi kepada para penyapu jalan, marbot, warga sekitar, serta pihak Centre Park yang selama ini turut berkontribusi menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekitar hotel.

“Kami ingin menyampaikan apresiasi sekaligus berbagi kebahagiaan melalui rezeki yang kami miliki. Semoga apa yang kami berikan dapat memberikan manfaat serta membawa kebahagiaan bagi kita semua,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Melalui kegiatan ini, Hotel Ciputra Semarang berharap semangat berbagi dan kepedulian sosial di bulan Ramadan terus tumbuh, sekaligus mempererat hubungan harmonis antara hotel dengan masyarakat di sekitarnya.***

Kurangi Emisi, Semarang Genjot Operasional Bus Listrik Secara Masif

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang berencana akan memasifkan bus listrik sebagai transportasi publik yang dikelola BLU Trans Semarang.

Namun, Kota Semarang yang memiliki wilayah atas dan bawah menilai perlu adanya uji coba kemampuan bus listrik di medan-medan tersebut.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng mengatakan saat ini uji coba masih dilakukan di wilayah bawah dengan jalur rata atau flat. Saat uji coba masih dilakukan di koridor 1 trayek Mangkang – Penggaron.

“Kota Semarang ini kan wilayahnya ada yang lembah, bukit maka kita pilih jalur yang flat dulu untuk uji coba. Tapi memang kami niatkan untuk mengurangi emisi gas buang yakni memasifkan operasional bus listrik,” kata Agustina, baru-baru ini.

Namun di sisi lain, bus listrik yang ramah disabilitas harus menggunakan low deck.

Padahal jika bus listrik low deck digunakan di Semarang bawah yang kerap banjir, maka juga akan menjadi kendala.

“Ada berbagai macam usulan salah satunya karena Semarang mengalami banjir maka minta high deck supaya kalau lewat banjir tidak masuk airnya tapi tidak ramah disabilitas, harus low deck sekitar 30 cm untuk ramah disabilitas,” jelasnya.

Untuk itu, Pemkot Semarang akan melakukan proses revitalisasi saluran terutama di wilayah yang kerap dilalui bus listrik.

Agustina menyebut wilayah tengah kota yang paling parah jika banjir terjdi adalah kawasan Simpang Lima, Jalan Gajahmada, Jalan Ahmad Yani, hingga Jalan Ahmad Dahlan.

“Jika ada genangan banjir maka kita akan lakukan proses revitalisasi saluran di manapun berada terutama wilayah yang beririsan dari Mangkang sampai Pedurungan. Yang paling parah di mana air surut susah itu Simpang Lima tahun ini kita selesaikan, lalu sepanjang Ahmad Yani, Ahmad Dahlan, Gajahmada kita bereskan,” tuturnya.

Ia meyakini jika semua saluran sudah direvitalisasi dan mampu diselesaikan maka banjir di kota Semarang mampu dikendalikan dan bus listrik akan bisa berjalan dengan lancar.

“Saya mohon maaf kepada masyarakat ketika akan memperbaiki saluran itu pasti ada pihak yang terganggu karena kadang saluran di atasnya ada bangunan permanen tapi ini untuk menyelesaikan proses pengendalian banjir. Jika Simpang Lima bisa dikendalikan maka bis listrik akan lancar,” pungkasnya. (Adv)

Perubahan Perwal Musrenbang, Pemkot Semarang Perkuat Peran Kecamatan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Wali kota Semarang, Agustina Wilujeng menegaskan draf perubahan Peraturan Wali Kota (Perwal) terkait mekanisme pengusulan pembangunan atau Musrenbang kini disusun dengan pendekatan lebih aspiratif dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Menurut Agustina, perbedaan mendasar dalam draf terbaru terletak pada perubahan pola dari sebelumnya yang bersifat alokatif angka menjadi lebih aspiratif.

Dengan demikian, pemerintah kota Semarang tidak lagi sekadar membagi alokasi berdasarkan angka tertentu, melainkan bertanggung jawab penuh terhadap seluruh aspirasi masyarakat yang masuk.

“Kalau dulu kita merasa sudah dikasih aspirasi, ya sudah selesai. Sekarang tidak bisa lagi begitu. Pemerintah kota Semarang bertanggung jawab penuh terhadap seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat,” ujarnya, belum lama ini.

Dirinya mengakui, skema baru tersebut memperluas ruang tanggung jawab pemerintah sekaligus menambah beban kerja. Akan tetapi, hal itu dinilai sebagai konsekuensi untuk membawa Kota Semarang menjadi lebih baik.

“Ini memang lebih luas dan bebannya lebih berat bagi pemerintah kota. Tapi kita harus lakukan karena kita ingin sesuatu yang sudah hebat menjadi semakin hebat,” tegasnya.

Dalam perubahan Perwal tersebut, mekanisme teknis juga mengalami penyesuaian. Berdasarkan rekomendasi yang ada, alokasi teknis tidak lagi ditempatkan di tingkat kecamatan. Sehingga nantinya kecamatan akan difokuskan kembali pada fungsi pelayanan masyarakat.

“Sudah tidak boleh lagi ada alokasi teknis di kecamatan. Kecamatan kembali pada pelayanan. Semua urusan pembangunan dan lainnya kembali ke dinas teknis,” jelasnya.

Meski demikian, usulan dari kecamatan tetap dapat diajukan melalui mekanisme yang telah diatur.

Bahkan, di tengah tahun anggaran, pengajuan tetap dimungkinkan tanpa harus menunggu akhir proses perencanaan.

Untuk kebutuhan kecil, dinas terkait dapat memanfaatkan biaya operasional guna menyelesaikan persoalan yang mendesak.

Sementara itu, untuk program berskala besar, tetap diperlukan perencanaan matang melalui road map yang jelas agar selaras dengan arah pembangunan daerah.

Agustina menambahkan, pembahasan draf Perwal tersebut juga telah melalui proses bersama DPRD karena berkaitan erat dengan kinerja pemerintah daerah secara utuh, baik eksekutif maupun legislatif.

“Ini memang cukup rumit, tapi saya yakin pemerintah kota dan masyarakat Kota Semarang siap menghadapi tantangan ini,” tuturnya.(Adv)

Hotel Ciputra Semarang Gelar Berbagi Berkah Ramadan 1447 H Bersama Anak Panti Asuhan Riyaadlul Jannah dalam Rangka Nuzulul Quran

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Hotel Ciputra Semarang, hotel bintang lima bertaraf internasional yang terletak di kawasan Simpang Lima Semarang, kembali menggelar kegiatan sosial Berbagi Berkah Ramadan 1447 H pada Kamis (05/03) yang berlangsung di Puri Lobby Hotel Ciputra Semarang.

Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Nuzulul Quran sekaligus sebagai bentuk kepedulian dan komitmen Hotel Ciputra Semarang untuk berbagi bersama anak-anak di bulan suci Ramadan.

Sebanyak 47 anak dari Panti Asuhan Riyaadlul Jannah hadir dalam acara yang berlangsung penuh kehangatan tersebut.

Kegiatan ini diselenggarakan secara langsung oleh Hotel Ciputra Semarang sebagai bagian dari program kepedulian sosial perusahaan selama bulan Ramadan.
Acara diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan religi yang khidmat dan penuh makna, di antaranya pembacaan Ayat Kursi, sari tilawah, penampilan hadroh, serta tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Abdul Rohman dan do’a bersama yang dipimpin oleh Ustadz Rofiq Hasyim Asy’ari dari Panti Asuhan Riyaadlul Jannah.

Momentum peringatan Nuzulul Quran juga menjadi pengingat akan pentingnya meneladani nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menumbuhkan semangat berbagi dan kepedulian terhadap sesama.

Suasana Ramadan semakin terasa dengan lantunan sholawat dari hadroh dan do’a bersama yang menambah kekhusyukan acara. Selain itu, Hotel Ciputra Semarang juga membagikan goodie bag berisi perlengkapan mandi yang dibutuhkan serta uang saku kepada anak-anak sebagai bentuk kepedulian dan dukungan bagi keseharian mereka.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang berlangsung penuh kebersamaan.

Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak untuk merasakan kebersamaan serta mendapatkan pengalaman spiritual yang positif di bulan yang penuh berkah.

Selain mengikuti rangkaian acara religi, mereka juga menikmati momen kebersamaan yang hangat bersama tim dari Hotel Ciputra Semarang.

General Manager Hotel Ciputra Semarang, Erny Kusmastuti, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen hotel untuk terus menebarkan kebaikan di bulan Ramadan.

“Melalui kegiatan Berbagi Berkah Ramadan ini, kami berharap dapat menghadirkan kebahagiaan serta memberikan pengalaman yang berkesan bagi anak-anak dari Panti Asuhan Riyaadlul Jannah. Momentum Nuzulul Quran ini juga menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menebarkan kebaikan, memperkuat kepedulian sosial, serta mempererat kebersamaan di bulan suci Ramadan,” ujar Erny Kusmastuti.***

PGN Mantap Lanjutkan Ekspansi Gas di Wilayah DIY Targetkan Tambah 1000 Pelanggan di Sleman

0

YOGYAKARTA (Pertamanews.id) – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) memperkuat komitmennya dalam mendukung swasembada energi nasional melalui percepatan pengembangan jaringan gas bumi (jargas) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Pada 2026, PGN menargetkan penambahan sekitar 500–1.000 pelanggan baru di Kabupaten Sleman sebagai bagian dari ekspansi pemanfaatan gas bumi di wilayah tersebut.

Hingga saat ini, jumlah pelanggan jaringan gas di Sleman telah mencapai 4.240 sambungan rumah tangga dan pelanggan kecil. Secara keseluruhan, pelanggan jargas PGN di wilayah Kota Yogyakarta, Sleman, dan sekitarnya terus bertumbuh seiring meningkatnya kebutuhan energi yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Hery Murahmanta mengatakan pengembangan jargas merupakan bagian dari dukungan PGN terhadap agenda ketahanan energi nasional, termasuk pengurangan ketergantungan terhadap energi impor.

“Pengembangan jaringan gas bumi ini sejalan dengan Asta Cita Presiden dalam mewujudkan swasembada energi. Pemanfaatan gas bumi domestik tidak hanya memberikan energi yang lebih praktis dan efisien bagi masyarakat, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi ketergantungan pada impor LPG,” ujar Hery usai kegiatan gas in jaringan gas rumah tangga di Condongcatur, Sleman.

Menurut Hery, gas bumi memiliki sejumlah keunggulan, antara lain mengalir 24 jam, lebih praktis karena tidak memerlukan penggantian tabung, serta lebih aman karena sistem distribusinya terintegrasi dan diawasi secara berkala.

Pemanfaatan gas bumi juga dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar berbasis minyak.

Sementara itu, General Manager PGN Sales and Operation Region (SOR) III Hedi Hedianto menyampaikan bahwa pertumbuhan pelanggan di DIY menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan gas bumi.

“Saat ini jumlah pelanggan di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya telah mencapai sekitar 5.000 pelanggan dan terus bertambah. Kami melakukan pendekatan langsung ke masyarakat melalui koordinasi dengan pemerintah daerah hingga tingkat RT dan RW untuk memastikan proses pembangunan dan penyambungan berjalan lancar,” jelasnya.

Proses pemasangan jaringan gas dilakukan melalui tahapan sosialisasi dan pendaftaran resmi.

Masyarakat dapat mengajukan pemasangan secara mandiri melalui kanal resmi PGN maupun dengan mendatangi kantor layanan PGN terdekat.

Bagi pelaku usaha kecil dan sektor jasa seperti hotel, restoran, kafe, serta rumah sakit, pemanfaatan gas bumi memberikan efisiensi biaya operasional dan kepastian pasokan energi.

Muhadi (69), pelaku usaha kuliner di Condongcatur, mengaku penggunaan jargas membantu menunjang aktivitas usahanya.

“Lebih praktis dan tidak perlu khawatir kehabisan. Gasnya mengalir terus, jadi lebih nyaman untuk kebutuhan memasak sehari-hari,” ujarnya.

PGN menegaskan bahwa pengembangan jaringan gas di DIY akan terus dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, keandalan infrastruktur, serta keberlanjutan lingkungan. Melalui perluasan jargas, PGN berharap pemanfaatan gas bumi domestik semakin meningkat dan memberikan dampak langsung terhadap penguatan ekonomi daerah sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.***