SEMARANG (Pertamanews.id) – Kolaborasi antara dunia akademik dan industri kembali melahirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi pelayanan publik.
Program Studi Informatika Fakultas Teknik dan Informatasi Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) bersama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang mengembangkan SIPADMA (Sistem Deteksi Anomali Pemakaian Air), sebuah sistem cerdas yang mampu mendeteksi potensi kebocoran maupun ketidakwajaran penggunaan air pelanggan secara otomatis melalui penerapan teknologi Machine Learning.
Inovasi tersebut lahir dari kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) mahasiswa Informatika UPGRIS. Program ini tidak hanya menjadi wadah pembelajaran di dunia kerja, tetapi juga menghasilkan solusi digital yang dapat diimplementasikan secara langsung untuk mendukung transformasi layanan di PDAM Tirta Moedal Kota Semarang.
Ketua Program Studi Informatika UPGRIS, Bambang Agus Herlambang, S.Kom., M.Kom., mengatakan bahwa program magang dirancang agar mahasiswa mampu menyelesaikan persoalan nyata yang dihadapi mitra industri.
“Kami ingin mahasiswa tidak sekadar menjalani magang, tetapi mampu memberikan kontribusi nyata melalui inovasi teknologi. SIPADMA menjadi contoh bagaimana kompetensi di bidang Artificial Intelligence dan Machine Learning dapat diterapkan untuk membantu meningkatkan efisiensi pelayanan publik,” ujarnya.
SIPADMA dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman Python dengan framework Flask serta menerapkan metode Anomaly Detection berbasis Z-Score dan rule-based scoring. Sistem ini mampu menganalisis pola konsumsi air pelanggan secara otomatis dan memberikan peringatan dini ketika ditemukan penggunaan air yang menyimpang dari pola normal.
Tak hanya mendeteksi anomali, SIPADMA juga dilengkapi dashboard interaktif yang memudahkan petugas memantau kondisi pelanggan secara menyeluruh. Berbagai fitur seperti unggah data, penyaringan berdasarkan tingkat risiko, visualisasi grafik, riwayat pemakaian pelanggan, hingga ekspor laporan ke format Excel dirancang untuk mempercepat proses analisis sekaligus mendukung pengambilan keputusan.
Dalam implementasinya, sistem diuji menggunakan 3.996 data rekening pelanggan selama periode September 2025 hingga Februari 2026. Hasil analisis menunjukkan terdapat 163 rekening yang terindikasi mengalami anomali, dengan 147 rekening masuk kategori berisiko dan direkomendasikan untuk dilakukan pemeriksaan lapangan lebih lanjut.
Temuan tersebut memungkinkan petugas PDAM memprioritaskan lokasi inspeksi secara lebih tepat sasaran, sehingga penggunaan waktu, tenaga, dan sumber daya menjadi lebih efisien.
Bagi PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, inovasi ini menjadi salah satu langkah strategis menuju pengelolaan layanan air bersih berbasis data (data-driven utility). Proses identifikasi yang sebelumnya dilakukan secara manual kini dapat didukung oleh sistem yang bekerja lebih cepat, konsisten, dan objektif dalam mendeteksi potensi kehilangan air.
Sementara itu, bagi UPGRIS, keberhasilan pengembangan SIPADMA semakin mempertegas komitmen perguruan tinggi dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menciptakan solusi teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
Melalui sinergi yang terus dibangun antara perguruan tinggi dan dunia usaha, diharapkan semakin banyak inovasi digital lahir dari karya mahasiswa untuk mendukung transformasi berbagai sektor, mulai dari pelayanan air bersih, pengembangan smart city, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam menyelesaikan berbagai persoalan nyata di masyarakat.***











