spot_img
Beranda blog Halaman 111

Artotel Yogyakarta Kini Tawarkan Pengalaman Kuliner Terbaru di Roca Restaurant

0

YOGYAKARTA (Pertamanewsm.id) — Berbagai menu baru dari hidangan lokal dan internasional diluncurkan di ROCA Restaurant ARTOTEL Yogyakarta. Menu yang dihadirkan terdiri dari beberapa kategori seperti Starter untuk Makanan Pembuka, The Mains untuk Makanan Utama, Bite to Eat untuk aneka Camilan dan Sweet Tooth untuk Makanan Penutup.

Menu makanan yang dihadirkan selain kaya akan rasa juga memiliki keunikan dan keistimewaan yang hanya bisa dinikmati di ROCA Restaurant. Seperti Gado-Gado Rolls dalam kategori Starter yang menghadirkan menu Gado-Gado dalam tampilan unik yaitu sayuran yang digulung dengan Rice Paper dan lengkap dengan bumbu kacang.

Tak hanya itu, menu makanan Lokal yang dihadirkan ialah Gulai Bebek Ncus, Laksa Iga, Nasi Empal Bu Endang, Salmon Woku dan lain sebagainya.

Untuk menu western, dihadirkan Cheeseburger Egg Rolls, Gyudon Steak, Croque Monsieur, House Burger dan masih banyak lainnya. Semua menu ini bisa didapatkan oleh tamu dengan harga mulai dari Rp40.000 ++/porsi.

Selain menu makanan, dihadirkan juga menu minuman yang disajikan dengan tampilan cantik dan unik.

Mood Booster, Curious Berries Punch dan Vitamin X adalah sajian minuman yang merupakan rekomendasi dari ROCA Restaurant. Seluruh menu minuman ini dibandrol dengan harga mulai dari Rp30.000++/porsi.

Agung Darmawan selaku Executive Chef ARTOTEL Yogyakarta menyatakan bahwa “Berbagai menu yang kami luncurkan adalah menu-menu spesial yang diharapkan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Mulai dari Starter hingga Sweet Tooth, kami mencoba menghadirkan banyak pilihan untuk berbagai tamu dari berbagai daerah dengan berbagai usia. Kami juga mencoba menghadirkan menu minuman yang unik namun tetap bermanfaat untuk kesehatan.”

Andre Harso Binawan selaku General Manager ARTOTEL Yogyakarta menambahkan, “Dengan adanya berbagai menu baru ini kami ingin tamu dapat merasakan sajian spesial dari kami dan mendapatkan pengalaman mengesankan. Kami berharap bisa senantiasa memberikan pelayanan terbaik kami dalam bidang food and beverage.”

Menu-menu baru dari ROCA Restaurant bisa dinikmati mulai Aprill 2025, untuk informasi dan reservasi dapat menghubungi 081574889333 atau melalui instagram @artoteljogja dan @roca_jogja.

Internasionalisasi SDM UNDIP Melesat! Dosen Muda Berkiprah di Program CESP Jerman

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – UNDIP berkesempatan menjadi bagian dari Circular Economy Scholarship Programme (CESP), program beasiswa doktoral untuk para dosen muda dari tiga Universitas di Indonesia yaitu ITB, UNDIP dan UGM dengan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Indonesia.

UNDIP diwakili Anggun Puspitarini Siswanto, S.T., Ph.D. pada hari Senin, 7 April 2025 waktu Jerman, menjadi salah satu pembicara kegiatan Kick-off Meeting untuk kegiatan Circular Economy Scholarship Programme (CESP) yang diadakan di Ford-Saal, Super C RWTH Aachen University, Aachen, Jerman.

Anggun Puspitarini Siswanto, S.T., Ph.D., dosen Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri, Sekolah Vokasi UNDIP, yang merupakan perwakilan Country Coordinator untuk kegiatan CESP ini memberikan presentasi terkait dengan pengelolaan kegiatan akademik dan juga potensi kerja sama yang dapat dibangun ke depannya.

Kegiatan ini juga dilangsungkan secara hybrid dimana dihadiri oleh berbagai pihak terkait yaitu Bapak Atase Pendidikan dan Kebudayaan dari KBRI Berlin, perwakilan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Indonesia, para Profesor di RWTH Aachen, Management Board, mahasiswa penerima CESP dan juga research group dari masing-masing institute yang bergabung dalam program Circular Economy.

Saat ini untuk UNDIP ada 2 dosen Universitas Diponegoro (UNDIP) yang termasuk sebagai penerima CESP yaitu Denis, dosen Fakultas Teknik (Ph.D. Student di Institute Production Engineering of E-Mobility Components-PEM) dan Rizka Amalia, dosen Sekolah Vokasi (Ph.D. Student di Thermoprocesses and Emission Control in Waste Management and Recycling Teaching and Research Unit-TEER).

Dalam program ini para mahasiswa Ph.D. akan mendapat co-supervisor dari masing-masing Home University di Indonesia. Para peserta CESP dari UNDIP akan meneliti topik yang berkaitan dengan Circular Economy in Electronics dengan fokus riset terkait bidang keahlian masing-masing. Adapun, co-supervisor untuk Sdr Denis ialah Prof. Dr. rer. Oec Arfan Bakhtiar, S.T., M.T. dan Sdri Rizka Amalia ialah Anggun Puspitarini Siswanto, ST, Ph.D.

Prof Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. sebagai Rektor Universitas Diponegoro mendukung penuh kegiatan ini dimana diharapkan para dosen muda UNDIP juga dapat melebarkan sayap internasional dan membawa nama almamater mendunia.

Melalui kegiatan CESP ini, tidak hanya memberikan peningkatan kualitas sumber daya manusia namun juga penguatan dalam kerja sama internasional yang dapat berdampak pada reputasi UNDIP di kancah internasional.

Rektor UNDIP Pandu Forum “Senayan Peduli Jateng”: Kolaborasi Bangun Jawa Tengah

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Forum “Senayan Peduli Jateng” yang digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, menjadi ruang strategis bagi penguatan sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, legislator pusat dari daerah pemilihan Jawa Tengah.
Sebanyak 77 anggota DPR RI dan 4 anggota DPD RI hadir dalam forum perdana ini untuk mendukung program pembangunan Jawa Tengah berkelanjutan.

Dalam forum ini, Rektor Universitas Diponegoro (UNDIP), Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., didapuk menjadi moderator.

“Forum ini merupakan inisiatif luar biasa yang menunjukkan betapa pentingnya komunikasi dan kerja bersama lintas kelembagaan untuk membangun Jawa Tengah yang lebih baik” ujar Prof. Suharnomo dalam forum tersebut.

Forum Senayan Peduli Jateng bukan sekadar ruang diskusi, melainkan tonggak awal dari pembentukan mekanisme komunikasi formal antara para legislator di tingkat nasional dan pemimpin eksekutif daerah.

Gubernur Ahmad Luthfi menekankan pentingnya kolaborasi lintas institusi demi keberlanjutan pembangunan Jawa Tengah pasca-2025.

Pemerintah Provinsi menyadari bahwa keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai secara mandiri, melainkan memerlukan dukungan dan keterlibatan aktif dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk para wakil rakyat di tingkat pusat.

Prinsip ngopeni lan ngelakoni—merawat dan menjalankan—diangkat sebagai filosofi pembangunan yang menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah.

Peran Akademisi dalam Menjembatani Kolaborasi

Dalam kapasitasnya sebagai moderator, Prof. Suharnomo menjalankan sejumlah peran strategis: memantik diskusi, memberikan konteks akademik pada pentingnya forum ini, dan yang terpenting—memfasilitasi komitmen bersama antaranggota DPR dan DPD untuk mendukung program-program prioritas Pemerintah Provinsi.

Prof. Suharnomo juga menyoroti bahwa forum ini adalah kelanjutan dari inisiatif kolaboratif yang telah dilakukan sebelumnya, seperti Forum Berlian bersama pimpinan parpol dan DPRD Jawa Tengah, serta pertemuan Gubernur dengan 44 pimpinan perguruan tinggi yang menghasilkan 30 program kerja sama untuk 2025–2029.

“Momentum seperti ini penting untuk menyambung ekosistem kolaborasi. Ketika akademisi, legislatif, dan eksekutif bisa duduk bersama, maka arah kebijakan menjadi lebih solid dan berbasis pada kepentingan publik. Kalau kita memiliki visi bersama, maka setiap langkah akan bermakna. UNDIP sangat mendukung spirit ini. Kami percaya, ketika Jawa Tengah maju, maka kampus-kampus di dalamnya juga akan berkembang dan berkontribusi lebih luas,” ujar Prof. Suharnomo.

Melalui forum ini, para anggota DPR dan DPD diberi ruang untuk menyampaikan saran, komitmen, serta aspirasi dalam mendukung program prioritas daerah. Harapannya, diskusi tersebut menghasilkan tidak hanya ide, tetapi juga aksi konkret yang berdampak pada masyarakat.

Seirama dengan UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat

Keterlibatan UNDIP dalam forum strategis ini mencerminkan peran aktif institusi pendidikan tinggi dalam pembangunan daerah.

Dengan mengusung tagline UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat, UNDIP terus membuktikan diri sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat.

UNDIP sendiri telah menjadi mitra Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam penyediaan unit desalinasi air di Rusunawa Slamaran, Kota Pekalongan pada 25 Maret 2025. Program ini menjadi bagian dari upaya penyediaan akses air bersih bagi masyarakat pesisir yang selama ini kesulitan memperoleh air layak konsumsi.

Unit desalinasi di Pekalongan memiliki kapasitas produksi hingga 6.000 liter per hari dan ditargetkan memenuhi kebutuhan air minum 250 kepala keluarga penghuni Rusunawa.

Hasil inovasi teknologi UNDIP ini direncanakan akan diterapkan di 20 titik wilayah pesisir Jawa Tengah dan telah menarik minat dari empat provinsi lain di Indonesia.

Teknologi desalinasi air laut merupakan inovasi karya akademisi Universitas Diponegoro, Prof. Dr. I Nyoman Widiasa, S.T., M.T., dari Fakultas Teknik yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat Teluk Awur Jepara, atau sekitar kampus UNDIP Jepara, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Jepara.

Teknologi yang telah diresmikan Rektor UNDIP pada tanggal 14 Mei 2024 ini kini mampu memproduksi hingga 200.000 liter air bersih setiap hari dan didistribusikan secara gratis untuk masyarakat pesisir Jepara.

Dengan berbagai inisiatif yang diusung Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, semangat Bermartabat dan Bermanfaat kian mendapat ruang, dan UNDIP terus hadir dengan solusi nyata untuk mendorong kemajuan Jawa Tengah serta pembangunan yang inklusif.

Willie Salim Jadi Brand Ambassador Marimas, Siap Tebar Rasa dan Hadiah

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — PT Marimas Putera Kencana secara resmi menunjuk konten kreator dan TikToker terpopuler di Indonesia, Willie Salim, sebagai Brand Ambassador sekaligus Chief Happiness Officer (CHO) Marimas.
Penunjukan ini diumumkan langsung oleh CEO Marimas, Harjanto Halim, di Semarang.

Willie Salim dikenal luas di media sosial berkat aksi berbagi serta konten positif yang inspiratif. Kini, ia menjadi wajah baru Marimas dengan misi membawa lebih banyak kebahagiaan melalui berbagai kegiatan kreatif dan kolaboratif.

“Penunjukan ini berawal dari rasa penasaran Willie yang sempat viral di TikTok saat ingin melihat langsung pabrik Marimas. Setelah ia datang dan kami saling mengenal, saya merasa nilai-nilai yang dipegang Willie sangat sejalan dengan semangat Marimas yang suka berbagi,” ujar Harjanto Halim.

Menurut Harjanto, sosok Willie Salim yang dikenal ringan tangan dan penuh semangat positif sangat cocok dengan peran sebagai Chief Happiness Officer.

Ia berharap, kehadiran Willie dapat menghadirkan kebahagiaan lebih luas bagi masyarakat.

“Semoga Willie bisa menjalankan perannya sebagai CHO dengan baik dan memberikan kebahagiaan untuk lebih banyak orang,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Willie Salim mengaku merasa terhormat mendapat kepercayaan besar dari Marimas.

“Saya tidak menyangka akan diangkat jadi CHO oleh Pak Har. Boleh nggak, saya buat varian Marimas ciptaan saya sendiri?” ujar Willie disambut tawa hangat dari Harjanto.

Menanggapi keinginan tersebut, Marimas pun menggandeng Willie Salim untuk meluncurkan produk spesial bertajuk “Marimas Pilihan Willie Salim”, yang berisi 15 varian rasa favorit racikan Willie sendiri.

Tak hanya itu, setiap pembelian produk ini memberikan kesempatan konsumen untuk mengikuti undian WILLIE BOX yang berisi berbagai hadiah menarik, mulai dari uang tunai, handphone, hingga hadiah hiburan lainnya.

Dengan kolaborasi ini, Marimas dan Willie Salim berharap dapat menghadirkan lebih banyak kebaikan, inspirasi, dan tentunya kebahagiaan.

XL Axiata Memanfaatkan Teknologi Biometrik untuk Keamanan Data Pelanggan Terdepan

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan baru pemerintah terkait pemanfaatan teknologi Embedded Subscriber Identity Module (eSIM) dan pemutakhiran data pelanggan melalui teknologi biometrik.

Kebijakan ini ditetapkan melalui diterbitkannya Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nomor 7 Tahun 2025 tentang Pemanfaatan Teknologi eSIM dalam Penyelenggaraan Telekomunikasi, serta Surat Edaran Direktur Jenderal Ekosistem Digital Nomor 5 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi dengan Menggunakan Data Kependudukan Biometrik.

Pengumuman kebijakan ini dilakukan dalam acara sosialisasi yang digelar oleh Kementerian Komunikasi dan Digital, yang dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid; Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Rajeev Sethi; Direktur & Chief Enterprise Business & Corporate Affairs Officer XL Axiata, Yessie D. Yosetya; Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys; serta jajaran direksi operator seluler lainnya, pada Jumat (11/4).

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian penting dalam menjawab tantangan kejahatan digital serta mencegah penyalahgunaan layanan telekomunikasi.

“Langkah ini bukan hanya soal teknis, ini soal tanggung jawab bersama untuk menjaga ruang digital Indonesia agar tetap aman dan nyaman, terutama bagi masyarakat dan anak-anak yang rentan menjadi sasaran kejahatan digital.”

Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Rajeev Sethi, menyatakan kesiapan perusahaan dalam mengadopsi kebijakan ini.

“Kami terus berinovasi dalam penerapan teknologi terbaru, termasuk eSIM dan registrasi berbasis biometrik, demi menghadirkan layanan yang lebih aman, efisien, dan terpercaya bagi pelanggan kami. Inovasi ini merupakan bentuk dukungan XL Axiata terhadap visi pemerintah dalam mempercepat transformasi digital nasional, sekaligus meningkatkan keamanan data pelanggan melalui teknologi biometrik terkini.”

Registrasi pelanggan menggunakan eSIM akan disertai dengan verifikasi biometrik, seperti pengenalan wajah (face recognition), yang divalidasi langsung dengan basis data Direktorat Jenderal Dukcapil.

Dengan proses ini, satu Nomor Induk Kependudukan (NIK) hanya dapat terhubung maksimal dengan tiga nomor telepon, sesuai kebijakan yang berlaku, sehingga meningkatkan keamanan dan transparansi dalam sistem komunikasi masa depan.

Rajeev juga menambahkan, “eSIM dan biometrik adalah bagian dari peta jalan kami menuju layanan digital sepenuhnya. Dengan infrastruktur yang kuat dan komitmen terhadap keamanan data, kami siap memimpin transformasi digital industri ini.”

Dengan kombinasi layanan eSIM dan teknologi biometrik, XL Axiata memberikan pengalaman pelanggan yang lebih cepat, lebih aman, dan lebih sesuai dengan kebutuhan era digital-first, sekaligus memastikan data pelanggan lebih akurat dan mutakhir.

Hal ini akan secara signifikan mencegah penyalahgunaan nomor seluler untuk tindakan kriminal seperti penyebaran hoaks, penipuan (scam), tindak pidana siber (fraud), serta mendukung kebijakan real-name registration dan pengurangan data palsu atau nomor-nomor bodong.

Dalam proses registrasi kartu dengan teknologi biometrik ini, pelanggan akan diminta untuk memindai wajah mereka melalui perangkat khusus di Gerai XL. Sistem secara otomatis akan memvalidasi data biometrik terhadap identitas resmi di database kependudukan nasional.

Pada acara sosialisasi ini juga dilakukan uji coba langsung registrasi kartu menggunakan teknologi biometrik oleh pelanggan. Uji coba ini membuktikan bahwa sistem mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi pengguna di lapangan, sekaligus menunjukkan ketahanan dan akurasi tinggi dari teknologi yang diusung XL Axiata.

Untuk diketahui XL Axiata merupakan operator pertama yang sudah mulai melakukan ujicoba dan memanfaatkan registrasi kartu prabayar menggunakan teknologi Biometrik sejak bulan September 2024, dan memiliki fleksibilitas bisa diakses dari semua devices dimanapun dan kapanpun.

Selain XL Axiata, operator lain juga turut hadir dalam acara ini, menandai sinergi industri dalam membangun ekosistem digital nasional yang aman dan terpercaya.

Peluncuran ini semakin menegaskan posisi XL Axiata sebagai pelopor dalam digitalisasi layanan telekomunikasi di Indonesia, serta komitmennya untuk terus berinovasi dan menjaga keamanan data pelanggan.

Wali Kota Semarang Agustina Ajak Warga Menanam Pohon di Acara Sesaji Rewanda

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Meningkatnya polusi udara di Kota Semarang akibat emisi karbon mendorong Agustina, Wali kota Semarang untuk menggalakkan gerakan menanam pohon sebagai langkah awal yang nyata.

Dirinya menyampaikan seruan ini seusai menghadiri acara Sesaji Rewanda di Goa Kreo, Gunungpati, Sabtu (12/4) lalu.

“Program menanam pohon ini menjadi hal utama yang bisa dikerjakan bersama-sama dengan masyarakat,” ujar Agustina. Lebih lanjut, Wali Kota juga mengimbau warga masyarakat untuk menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang kurang sehat, terlebih di masa peralihan musim.

“Saya mengimbau warga masyarakat yang merasa kurang sehat untuk segera memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Sekarang ini banyak warga yang mengalami diare, demam, dan gangguan pernapasan karena kondisi udara yang kurang menguntungkan,” jelasnya.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti perlunya pembentukan tim khusus oleh Dinas Lingkungan Hidup untuk merumuskan strategi pengurangan polusi, termasuk penelusuran potensi pencemaran dari aktivitas industri dan kendaraan bermotor.

Di tengah seruan soal lingkungan tersebut, Sesaji Rewanda menjadi ruang refleksi untuk mengingat pentingnya harmoni antara manusia dan alam. Dalam sambutannya, Agustina menyampaikan bahwa acara budaya tahunan ini bukan sekadar tontonan, melainkan wujud syukur, pelestarian sejarah, dan pengingat tentang hubungan manusia dengan lingkungan.

“Sesaji Rewanda adalah simbol hormat manusia kepada alam. Simbol syukur, kebersamaan, dan pengingat bahwa membangun peradaban itu tidak pernah sendiri. Manusia bersama tumbuhan, hewan, air, udara semua ciptaan Tuhan kita syukuri,” pungkas Agustina.

Gandeng Pokdarwis dan Desa Wisata, Agustina Wali Kota Semarang Rencanakan Musrenbang Pariwisata

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Sebagai salah satu upaya pengembangan sektor pariwisata, Agustina, wali kota Semarang mengusulkan adanya Musrenbang Pariwisata.

Menurutnya, Musrenbang pariwisata perlu dilakukan agar pengembangan desa wisata dapat dirancang secara khusus dan partisipatif. Hal itu ia sampaikan saat dirinya menghadiri acara Sesaji Rewanda di Goa Kreo, Gunungpati, Sabtu (12/4).

Agustina menuturkan perlu ada sebuah rapat kerja antara Pemerintah kota atau Pemkot Semarang dengan kepala desa wisata dan kepala Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) untuk menentukan agenda apa saja yang akan dilakukan di tahun 2026 khususnya di bidang pariwisata.

“Kalau ada Musrenbang pembangunan kenapa tidak kita buat Musrenbang untuk pariwisata. Nanti kita agendakan rapat kerja dengan Kelompok sadar wisata dan desa wisata untuk menentukan event yang ada di Kota Semarang,” kata Agustina.

Dirinya ingin membawa Semarang menjadi kota pariwisata. Agustina menyebutkan potensi luar biasa Goa Kreo sebagai tujuan wisata di Kota Semarang.

“Goa Kreo ini adalah permata yang terpendam. Jika kita mengasahnya, ini akan berkilau dan menjadi sesuatu yang akan dilirik. Kita sebenarnya sudah bersiap, sudah ada ampitheater dan pernah ada orkestra,” lanjutnya.

Namun Agustina menyoroti perlunya peningkatan akses jalan masuk menuju Goa Kreo. Karena itu, pihaknya menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Disperkim untuk aware dan segera menindaklanjuti.

“Nanti kita perbesar jembatan dan tingkatkan akses jalan masuk supaya ampitheaternya juga dilirik. Ampitheater berdiri sendiri tanpa penunjang fasilitas tentu ini akan mempersulit teman-teman seniman yang akan menggunakannya,” tegas Agustina.

Sesaji Rewanda sendiri menjadi ruang refleksi untuk mengingat pentingnya harmoni antara manusia dan alam.

Dalam kesempatan itu, Agustina juga menyampaikan bahwa acara budaya tahunan ini bukan sekadar tontonan, melainkan wujud syukur, pelestarian sejarah, dan pengingat tentang hubungan manusia dengan lingkungan.

“Sesaji Rewanda adalah simbol hormat manusia kepada alam. Simbol syukur, kebersamaan, dan pengingat bahwa membangun peradaban itu tidak pernah sendiri. Manusia bersama tumbuhan, hewan, air, udara semua ciptaan Tuhan kita syukuri,” ungkapnya.

Agustina juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang untuk terus merawat warisan budaya tersebut. Bahkan tahun depan, pihaknya berencana mengemas acara ini menjadi lebih meriah dengan melibatkan lebih banyak kelompok sadar wisata dan masyarakat sekitar.

Dari Lap Jadi Harta Karun: Kaos Jadul Marimas 1995 Temuan Warga Pekalongan Raih Hadiah Rp30 Juta

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Semangat nostalgia dan kekuatan kenangan masa kecil membawa berkah tak terduga bagi Koiri (36), warga Desa Duwet, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan.

Ia bersama sang ayah, Damiri (70), berhasil menemukan kaos legendaris keluaran tahun 1995 milik PT Marimas Putera Kencana yang menjadi incaran dalam sayembara Berburu Kaos Jadul Marimas 1995.

Penemuan kaos ini sontak menjadi sorotan setelah diumumkan langsung oleh CEO PT Marimas Putera Kencana, Harjanto Halim, melalui akun TikTok resminya, @harjantohalim, pada Selasa (18/3/2025).

Kaos berwarna putih yang kini telah berubah kecokelatan karena usia itu ditemukan dalam kondisi utuh meski telah dijadikan lap rumah tangga selama bertahun-tahun.

Menurut penuturan Koiri, kaos tersebut pertama kali diberikan oleh ayahnya ketika ia masih kecil, sekitar usia enam tahun.

Saat itu, ukuran kaos masih kebesaran dan digunakan hingga panjangnya menjuntai hingga selutut.

Seiring waktu, kaos tersebut tak lagi digunakan, kemudian disimpan dan akhirnya beralih fungsi menjadi kain lap rumah tangga.

“Awalnya saya tidak sadar kalau kaos itu masih ada. Setelah dengar soal sayembara dari Marimas, saya langsung teringat dan minta orang rumah untuk mencarinya. Nggak disangka, kaos itu ketemu di pojokan rumah, sudah jadi gombal, tapi tulisannya masih jelas terbaca,” ujar Koiri dengan nada haru.

Sayembara berburu kaos Marimas 1995 digagas oleh Harjanto Halim sebagai bentuk apresiasi terhadap pelanggan lama sekaligus upaya membangun kembali ingatan kolektif masyarakat terhadap sejarah panjang Marimas sebagai merek lokal kebanggaan Indonesia.

Namun, Harjanto sendiri mengaku awalnya pesimis kaos itu akan benar-benar ditemukan.

“Terus terang, saya tidak yakin akan ada yang bisa menemukan kaosnya, apalagi ini barang dari hampir 30 tahun lalu. Tapi ternyata, kekuatan kenangan itu nyata. Saya benar-benar terharu ketika mendapatkan pesan dari seseorang yang bilang kalau dia menemukan kaos Marimas 1995 di rumahnya,” ujar Harjanto.

Melalui unggahannya di TikTok, Harjanto juga mengisahkan bagaimana dulu kaos tersebut dibagikan secara massal kepada tukang becak di Kota Semarang sebagai bagian dari strategi promosi.

“Bener loh, dulu saya bagi ribuan kaos ke tukang becak. Itu kaos sederhana, tapi penuh makna karena jadi bagian dari perjalanan kami membangun merek,” kenangnya.

Sebagai bentuk apresiasi, PT Marimas Putera Kencana menyerahkan secara simbolis hadiah uang tunai sebesar Rp30 juta kepada Koiri dan Damiri. Penyerahan dilakukan dalam suasana hangat dan penuh rasa haru.

Tak hanya menjadi pemenang sayembara, kisah Koiri juga menyentuh banyak hati karena menggambarkan bagaimana benda sederhana bisa menjadi penghubung antara masa lalu dan masa kini.

“Kami tidak hanya menemukan kaos, tapi juga menemukan kembali kenangan indah bersama ayah saya. Hadiah ini menjadi bonus, tapi nilai kenangannya jauh lebih besar,” tutur Koiri.

Sayembara ini bukan sekadar berburu barang lama, tetapi juga menjadi refleksi tentang pentingnya menghargai sejarah, keluarga, dan warisan lokal.

Di tengah derasnya arus modernisasi, Marimas mengajak masyarakat untuk menengok kembali nilai-nilai masa lalu yang tak lekang oleh waktu.

Dengan semangat ini, PT Marimas Putera Kencana berharap dapat terus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, tidak hanya melalui produk-produknya, tetapi juga melalui kisah-kisah yang melekat di hati para konsumennya.

SCU Lepas 515 Wisudawan dengan Nuansa Budaya Jawa, Tunjukkan Identitas Bangsa

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Soegijapranata Catholic Universit (SCU) Semarang kembali mencatat momen penting dalam perjalanannya sebagai lembaga pendidikan tinggi dengan menggelar wisuda perdana tahun 2025 pada Sabtu (12/4).

Bertempat di Auditorium Agnes Widianti, Kampus 1 SCU Bendan, Kota Semarang, sebanyak 515 wisudawan resmi dikukuhkan dari berbagai jenjang, mulai dari Program Doktor (S3), Magister (S2), Gelar Ganda, Sarjana (S1), hingga Diploma (D3).

Yang membuat wisuda kali ini berbeda adalah konsep unik yang diusung: perpaduan antara kebudayaan Jawa dan suasana Lebaran, menghadirkan nuansa sakral sekaligus penuh kehangatan.

Para tamu disambut dengan dekorasi khas Lebaran seperti ketupat dan janur kuning, sementara alunan gamelan mengiringi prosesi dengan suasana yang khidmat sekaligus membumi.

“Momentum wisuda kali ini sangat istimewa, karena kami ingin menyelaraskan semangat akademik dengan akar budaya lokal dan nuansa kebersamaan setelah Idulfitri. Ini adalah cara kami untuk tidak hanya melepas lulusan, tapi juga merayakan nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi pendidikan di SCU,” ungkap Prof. Dr. Berta Bekti Retnawati, S.E., M.Si, selaku Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni.

Prof. Berta menjelaskan bahwa pendekatan budaya bukan sekadar ornamen, tetapi juga refleksi dari semangat SCU dalam membentuk lulusan yang tidak tercerabut dari akar identitasnya.

Dalam sebuah dunia yang terus bergerak cepat dan kompetitif, nilai-nilai lokal seperti kebersamaan, kesederhanaan, dan gotong royong tetap menjadi pegangan yang penting.

Tidak hanya menjadi ajang pelepasan, wisuda ini juga menjadi panggung apresiasi bagi para lulusan yang telah menorehkan prestasi gemilang.

Mereka tidak hanya unggul di ruang kelas, tetapi juga tampil di panggung nasional dan internasional, membuktikan bahwa pendidikan di SCU mampu melahirkan insan-insan berdaya saing tinggi.

Michelle Kartika Swandari (Ilmu Komunikasi ‘20) mencatatkan diri sebagai atlet basket yang konsisten menorehkan prestasi:

  • Juara 1 Basket Pomprov Jateng (2022, BAPOMI Jateng)
  • Peringkat 2 LIMA X Livin Basketball Nasional (2022)
  • Juara 1 LIMA Regional (2024)
  • Runner-Up LIMANAS Basketball Championship (2025)
  • Medali Perunggu PON Jateng (2024)

Azzahra Chairunnisa Putri Astari (Psikologi ‘20) membawa harum nama SCU di kancah internasional:

  • Penerima beasiswa Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) di Padua University, Italia (2024–2025)
  • Best Presenter pada 3rd International Conference on Biopsychosocial Issues (IConBI) yang digelar oleh Fakultas Psikologi SCU

Sementara itu, dari kalangan pascasarjana, dua nama turut mencuri perhatian:

dr. Aditya Nugraha, M.Biomed, lulusan Magister Manajemen, kini dipercaya sebagai Direktur Primaya Hospital Semarang, membuktikan bahwa lulusan SCU tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap memimpin.

Steffi Agustine Chandra, lulusan Magister Teknologi Pangan, menyampaikan hasil riset yang relevan dan inovatif:

  • Tesis berjudul “Profil Protein dan Antioksidan pada Susu dari Koro Benguk dan Koro Pedang” mengangkat potensi tanaman lokal sebagai alternatif susu nabati yang sehat dan mudah diakses, terutama bagi masyarakat yang menjalankan pola hidup berbasis nabati.

Penelitiannya memperlihatkan bahwa koro tanaman yang selama ini dianggap kurang bernilai ternyata memiliki kandungan gizi tinggi dan manfaat antioksidan yang signifikan.

Prof. Berta menekankan bahwa keberhasilan para wisudawan bukan hanya milik pribadi mereka, tetapi juga menjadi cerminan dari keberhasilan sistem pendidikan di SCU yang tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kompetensi sosial.

“Mereka telah melalui proses pembelajaran yang ketat, penuh dinamika, dan tentu tidak mudah. Kami percaya, lulusan SCU tidak hanya siap masuk ke dunia kerja, tetapi juga siap memberi warna dan kontribusi nyata dalam masyarakat,” tuturnya.

Lebih jauh, SCU ingin membentuk lulusan yang memiliki kepekaan sosial, tangguh dalam menghadapi tantangan zaman, serta menjunjung tinggi nilai-nilai humanisme.

Wisuda bukanlah garis akhir, melainkan pintu gerbang menuju kehidupan baru yang lebih kompleks namun penuh peluang.

Dengan bekal ilmu pengetahuan, pengalaman, dan nilai-nilai kemanusiaan, para lulusan SCU diharapkan mampu menjadi pemimpin-pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga arif dalam mengambil keputusan dan peduli pada sesama.

Dalam balutan budaya Jawa yang syahdu dan semangat Lebaran yang penuh harapan, SCU melepas para lulusan terbaiknya bukan hanya untuk bekerja, tetapi untuk berkarya dan bermakna.

Pemkot Semarang Tancap Gas! Truk Sampah Rusak Langsung Masuk Bengkel

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus berupaya menuntaskan persoalan sampah, termasuk gerak cepat melakukan perbaikan pada sejumlah bak truk atau kontainer sampah yang mengalami rusak berat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Arwita Mawarti, mengkonfirmasi truk yang terekam dalam sebuah konten video Instagram tersebut memang milik Pemkot Semarang.

“Benar (milik Pemkot Semarang). Kontainer langsung kami tarik dan masukkan ke bengkel untuk memperbaiki plat dinding yang bolong. Kami akan mengganti pelatnya,” ucap Arwita, Kamis (10/4).

Arwita menjelaskan bahwa perbaikan truk yang rusak menjadi langkah terbaik saat ini untuk menjaga agar layanan pengangkutan sampah tetap berjalan. Menurutnya, memperbaiki kontainer memakan waktu lebih cepat dengan perkiraan satu pekan dibandingkan menunggu pengadaan truk baru yang memerlukan waktu sekitar dua bulan.

“Pengadaannya bulan Juni mendatang. Karena prosesnya tidak bisa cepat, makanya kami perbaiki terlebih dahulu,” katanya.

Mengenai jumlah armada, Arwita menyebutkan DLH Kota Semarang memiliki 421 truk pengangkut sampah. Sebanyak 170 unit mengalami kerusakan baik ringan, sedang, hingga berat.

“Kontainer yang rusak berat rata-rata telah berusia lebih dari lima tahun. Kami merencanakan peremajaan sebanyak 44 unit sebesar Rp2,5 miliar melalui APBD 2025,” terangnya.

Selain mengandalkan dana APBD, DLH Kota Semarang juga berupaya menggalang dukungan dari pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Namun, sejauh ini bantuan dari perusahaan berupa tempat pilah sampah dan gerobak, belum ada yang memberikan dalam bentuk truk sampah baru. Hal tersebut disebabkan biaya untuk satu kontainer terbilang besar, mencapai sekitar Rp60 juta.

“Kami tentu berharap perusahaan bisa tergerak untuk berpartisipasi membangun Kota Semarang. Di samping itu, kami berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, termasuk berusaha secepat mungkin mengembalikan seluruh truk ke kondisi normal agar gangguan layanan bisa segera diatasi,” pungkasnya.