spot_img
Beranda blog Halaman 118

Kuasa Hukum Soroti Penyitaan Aset Desa Botomulyo yang Tak Tersentuh Persidangan

0

KENDAL (Pertamanews.id) – Sehari memasuki waktu terakhir atas sikap pikir-pikir untuk mengajukan banding ataupun menerima atas putusan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Semarang menyikapi putusan perkara dugaan tindak pidana korupsi penjualan tanah kas Desa Botomulyo, Cepiring, Kabupaten Kendal. Terdakwa Abdul Rokhim selaku Sekretaris Desa Botomulyo, belum juga memberikan sikap resmi.

Hal itu disampaikan ketua tim kuasa hukum terdakwa, Dr (Hc). Joko Susanto dari Firma Hukum Josant And Friend’s Law Firm, usai menemui kliennya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Kendal, pada Senin (14/4/2025).

“Kami sudah berembuk dengan klien maupun keluarga, putusan resmi tetap kami sampaikan besok (Selasa). Akan tetapi kalau jaksa banding, kami pasti ajukan kontra memori banding, kalau jaksa menerima, sikap kami tetap menunggu Selasa, karena yang dimasalahkan keluarga klien kami adalah adanya pembebanan uang pengganti cukup besar dan putusan tertinggi diterima klien kami, jadi perlu pertimbangan matang,”kata kuasa hukum Abdul Rokhim, Dr (Hc). Joko Susanto.

Namun demikian, pihaknya, cukup lega dibalik duka atas putusan tertinggi 3 tahun yang diterima kliennya. Tetap ada berkah atas keberhasilan perjuangan timnya.

Hal itu karena dalam pertimbangan hakim dalan putusaanya, tetap mempertimbangkan terkait tanah seluas 16.310 m² yang terletak di Desa Botomulyo, sebagaimana Sertipikat Hak Guna Bangunan (HGB) Nomor 00729 Tahun 2023, berhasil dikembalikan kepada PT. Rahayu Sido Sukses melalui bank. Selain itu, lanjutnya, majelis hakim ada bagian yang sependapat sebagaimana uraian pledoi dan duplik yang sudah di uraikan pihaknya.

Hanya saja, rasa kecewa diakuinya tetap ada karena tim kuasa hukum terdakwa lainnya sama sekali tidak mengulas terkait keberadaan penyitaan aset desa tersebut.
Dikatakan Joko, salah satu yang dikabulkan terkait pledoi adalah atas kebenaran Pemerintah Desa Botomulyo diuntungkan dengan tanah lebih luas dan produktif untuk pertanian, daripada tanah bengkok asal.

Atas hal tersebut, lanjut Joko, majelis hakim dalam pertimbangannya secara tegas, sependapat dengan kuasa hukum bahwa dalam tukar menukar tanah kas desa Pemerintah Desa Botomulyo diuntungkan karena 8 bidang tanah pengganti milik perorangan lebih luas yaitu +30.593 meter persegi dibandingkan dengan tanah kas desa Botomulyo sebagaimana letter C Desa Nomor 2 Persil 15 Kelas S-1 Jenis Pertanian yang seluas +16.312 meter persegi.

“Dengan demikian sangat jelas dan patut agar klien kami (Abdul Rokhim), selalu di kenang dan diingat oleh seluruh warga maupun Pemerintah Desa Botomulyo, yang sudah berjasa mewujudkan aset desa bisa bertambah luasannya dan lebih produktif untuk pertanian. Sekalipun klien kami harus menanggung beban masuk penjara atas perjuangan yang sudah dilakukan, termasuk Kepala Desa Botomulyo (Siti Ismawati) yang harus meninggal dunia, maka dua nama ini patut diabadikan jadi pejuang desa, akibat menjadi tumbal kriminalisasi dalam kasus ini,”tandasnya.

Pihaknya juga berharap, sebagaimana pertimbangan majelis hakim yang berpendapat bahwa penentuan tersangka penerima uang dari biaya tukar menukar tanah kas desa Botomulyo adalah kewenangan Penuntut Umum. Dengan demikian sudah seharusnya kasus tersebut dikembangkan ke pelaku lain, sebagaimana uraian pledoi dan duplik yang sudah disampaikan timnya dipersidangan dan sudah diberikan ke jaksa.

“Jaksa jangan tebang pilih dalam menetapkan tersangka, secara jelas dalam pertimbangan putusan majelis hakim nama-nama yang sudah kami uraikan dalam pledoi dan duplik juga disebutkan menerima uang, termasuk pejabat-pejabat yang salah membuat kebijakan. Kalau tebang pilih, kami khawatir, jaksa hanya terkesan titipan untuk mengkriminalisasi beberapa tersangka saja untuk dipersalahkan dalam kasus ini,”tegasnya.

Perlu diketahui, pada sidang agenda putusan Selasa (8/4/2025) lalu, majelis hakim yang dipimpin R. Hendral, didampingi dua hakim anggota Arief Noor Rokhman dan Agung Hariyanto, dalam amar putusannya menyatakan terdakwa Abdul Rokhim tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Korupsi secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan Primair.

Sehingga hakim membebaskan terdakwa Abdul Rokhim oleh karena itu dari dakwaan Primair. Selanjutnya hakim menyatakan Terdakwa Abdul Rokhim tersebut diatas terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Korupsi secara bersama-sama sebagaimana dakwaan Subsidair. Hakim menjatuhkan pidana kepada Terdakwa Abdul Rokhim oleh karena itu dengan pidana penjara selama 3 tahun serta denda sejumlah Rp300juta subsidair 3 bulan kurungan.

Berbeda dengan terdakwa Sri Rahayu Direktur PT. Rahayu Sido Sukses dan Joko Suwito selaku Kasi Pemerintahan Kecamatan Cepiring, masing-masing hanya divonis 2 tahun. Sedangkan Sugeng Titis Guritno, Eks.

Kabid Pemerintahan Desa Dispermasdes Kendal hanya divonis 1 tahun. Dalam kasus ini, selain Dr (Hc). Joko Susanto, terdakwa Abdul Rokhim, juga didampingi kuasa hukum lainnya, ada Muhammad Alfin Aufillah Zen, Okky Andaniswari, Sasetya Bayu Effendi, Muhammad Yudi Riqi Imanuddin, Rinanda Asrian Ilmanta dan Yudhi Indiyanto.

“Menghukum Terdakwa Abdul Rokhim untuk membayar uang pengganti sejumlah Rp439.800.000, paling lama dalam kurun waktu 1 bulan sesudah putusan ini berkekuatan hukum tetap, jika tidak membayar maka harta bendanya disita dan dilelang oleh Jaksa untuk menutupi uang pengganti tersebut dengan ketentuan apabila terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi maka dipidana dengan pidana penjara selama 1 tahun,”kata ketua majelis, dalam amar putusannya.

Majelis juga menyatakan uang sejumlah Rp32juta yang disita oleh penuntut umum dinyatakan dirampas untuk negara sebagai pembayaran pidana Uang Pengganti. Majelis juga menetapkan Terdakwa tetap ditahan.

“Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani Terdakwa dikurangkan
seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan,”kata majelis hakim.

Angka Stunting Naik, Wali Kota Semarang Siapkan Strategi Baru Tekan Kasus!

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang menegaskan komitmennya dalam upaya percepatan penurunan stunting melalui pendekatan kolaboratif dan perubahan budaya masyarakat.

Komitmen ini disampaikan langsung oleh Agustina, Wali Kota Semarang, yang didapuk menjadi narasumber dalam talkshow bertajuk “Inovasi untuk Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting” di Hotel Gets Semarang, Selasa (15/4).

Dalam paparannya, Agustina memaparkan data prevalensi stunting di Kota Semarang, yang sempat mengalami kenaikan dari 1,04% pada Januari menjadi 2,75% di Februari 2025, dengan jumlah kasus mencapai 2.194. Meski demikian, tren jangka panjang menunjukkan penurunan signifikan dari 29,7% pada 2019 menjadi 10,4% pada 2023.

“Stunting bukan sekadar urusan gizi, tetapi menyangkut masa depan sebuah generasi. Karena itu, tidak bisa hanya diselesaikan oleh pemerintah. Kita butuh gerakan bersama, butuh perubahan budaya masyarakat dalam mempersiapkan generasi sejak dari kandungan,” tegas Agustina.

Ia juga menekankan pentingnya penurunan stunting sebagai baseline pertumbuhan anak. “Penanganan stunting ini menjadi sangat penting bagi saya dan bagi kita semua. Karena ini menjadi landasan awal, apakah seorang anak bisa tumbuh hebat, sehat, dan bermanfaat di kemudian hari. Kalau struktur tubuh secara fisik dan psikologis tidak terbentuk sejak awal, maka dampaknya bisa jangka panjang,” tambahnya.

Agustina juga menyampaikan bahwa pada tahun 2025 ini, Pemkot Semarang tengah menyusun Peraturan Wali Kota serta pembaruan SK Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), sebagai bentuk keseriusan dalam memperkuat sistem.

“Meski sudah banyak upaya dilakukan, kasus stunting masih terjadi. Ini membuktikan bahwa kerja keras belum boleh berhenti. Kita harus menjadikan pencegahan stunting sebagai budaya, bukan sekadar program. Untuk itu, kita butuh dukungan semua pihak—tokoh masyarakat, dunia usaha, hingga keluarga di tingkat rumah tangga,” imbuh Agustina.

Pemerintah Kota Semarang telah meluncurkan sejumlah program inovatif dalam upayanya mempercepat penurunan stunting seperti TUGU MUDA, SANPIISAN, Pelangi Nusantara, Daycare Rumah Pelita, DASHAT, hingga platform digital Web Siaga Stunting. Seluruhnya dikerjakan melalui pendekatan lintas sektor dengan dukungan CSR termasuk dari Tanoto Foundation.

Acara ini menjadi bagian dari forum dialog bersama berbagai pemangku kepentingan, termasuk fasilitator provinsi SKPP, Tanoto Foundation, serta perwakilan dari Bappeda Provinsi Jawa Tengah. Dalam talkshow tersebut juga dihadirkan narasumber dari kabupaten/kota yang telah menunjukkan upaya signifikan dalam percepatan penurunan stunting.

Tanoto Foundation sendiri telah terlibat dalam program seperti Rumah Anak SIGAP, pelatihan PMBA, penyusunan strategi komunikasi perubahan perilaku, serta kampanye publik yang menyasar kesadaran masyarakat.

Kecelakaan di Jalur Kereta Capai 21 Kasus, KAI Daop 4 Ingatkan Nyawa Bukan untuk Dipertaruhkan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mencatat sebanyak 21 kejadian kecelakaan yang terjadi di sepanjang jalur rel dan di perlintasan sebidang selama periode Januari hingga Maret 2025.

Dari jumlah tersebut, 17 korban meninggal dunia dan beberapa lainnya mengalami luka-luka. Fakta ini mencerminkan masih rendahnya kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas, terutama di kawasan yang memiliki potensi bahaya tinggi seperti jalur kereta api.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, menyampaikan keprihatinan mendalam atas tingginya angka kecelakaan tersebut. Menurutnya, kecelakaan yang terjadi bukan hanya disebabkan oleh kelalaian pengguna jalan, tetapi juga masih banyak masyarakat yang beraktivitas di area jalur rel yang seharusnya menjadi kawasan tertutup bagi umum.

Ia menjelaskan bahwa dari total 21 kejadian, sebanyak 13 kecelakaan terjadi di sepanjang jalur rel kereta api yang menyebabkan 12 orang meninggal dunia. Sementara itu, 8 kecelakaan lainnya terjadi di perlintasan sebidang, yang mengakibatkan 5 orang meninggal, 1 orang luka berat, dan 2 orang lainnya mengalami luka ringan.

Franoto menegaskan bahwa jalur rel kereta api merupakan ruang manfaat yang hanya diperuntukkan bagi operasional kereta api dan bukan untuk aktivitas masyarakat umum.
Hal ini sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, khususnya pada Pasal 38 yang menyatakan bahwa ruang manfaat jalur kereta api adalah daerah tertutup untuk umum.

Selanjutnya, Pasal 181 ayat (1) juga melarang setiap orang untuk berada di ruang manfaat jalur kereta api, menyeret atau meletakkan barang di atas rel, melintasi jalur kereta api tanpa izin, atau menggunakannya untuk keperluan lain di luar aktivitas perkeretaapian.

Bagi siapa pun yang melanggar ketentuan ini, Pasal 199 dalam undang-undang yang sama menetapkan sanksi pidana berupa penjara paling lama 3 bulan atau denda maksimal Rp15 juta.

Selain jalur rel, perlintasan sebidang juga menjadi titik rawan kecelakaan yang tak kalah berbahaya. Dalam konteks ini, Franoto menekankan pentingnya kepatuhan pengguna jalan terhadap aturan lalu lintas, terutama ketika melintasi perpotongan antara jalan dan jalur rel.
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 Pasal 124 menyatakan bahwa pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api.

Hal ini diperkuat dengan sanksi yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Pasal 296, yang menyebutkan bahwa pengguna jalan yang tidak berhenti saat sinyal sudah berbunyi dan palang pintu mulai ditutup dapat dikenai pidana kurungan hingga 3 bulan atau denda maksimal Rp750 ribu.

Ia juga mengimbau agar setiap pengguna jalan selalu berhenti sejenak sebelum melintasi perlintasan sebidang, melihat ke kanan dan kiri, serta mendengarkan bunyi kereta dengan membuka kaca helm atau kaca jendela mobil.
“Hal ini harus dilakukan, terlepas dari ada atau tidaknya palang pintu di lokasi perlintasan. Sikap waspada dan kehati-hatian seperti ini adalah langkah kecil yang dapat menyelamatkan banyak nyawa,” terangnya.

Lebih jauh, Franoto mengungkapkan bahwa kecelakaan yang terjadi di jalur kereta api maupun perlintasan sebidang tidak hanya menimbulkan kerugian bagi masyarakat dan pengguna jalan, tetapi juga berdampak besar terhadap operasional kereta api.

Tak jarang, insiden semacam ini menyebabkan keterlambatan perjalanan, kerusakan pada sarana maupun prasarana perkeretaapian, serta mengganggu kenyamanan dan keselamatan penumpang.

Oleh karena itu, KAI Daop 4 Semarang mengajak seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran terhadap keselamatan perkeretaapian. Kolaborasi antara masyarakat, pengguna jalan, dan instansi terkait sangat dibutuhkan agar keselamatan di jalur kereta api maupun di perlintasan sebidang dapat terwujud secara menyeluruh dan berkelanjutan.

“Keselamatan merupakan prioritas utama dalam operasional kereta api. Namun, keberhasilannya sangat ditentukan oleh peran serta dan kepedulian semua pihak. Mari kita ciptakan budaya tertib dan aman di sekitar jalur dan perlintasan kereta api demi keselamatan bersama,” tutup Franoto.

Kemenangan Deradikalisasi: Lima Teroris di Nusakambangan Sambut NKRI dengan Ikrar Kesetiaan

0

CILACAP (Pertamanews.id) – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Tengah, Kunrat Kasmiri saksikan langsung Ikrar Setia Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Narapidana Terorisme di Nusakambangan, Selasa (15/04).

Mereka adalah 4 (empat) narapaidana Lembaga Pemasyarakatan Super Maximum Security Kelas IIA Pasir Putih Nusakambangan dan 1 (satu) narapidana teroris dari Lapas Super Maximum Security Kelas I Batu Nusakambangan yang mengucapkan ikrar di aula Lapas Pasir Putih.

Hadir secara langsung Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Republik Indonesia, Komjen Pol. Eddy Hartono, S.I.K. beserta jajarannya, Kakanwil Ditjenpas Jateng, Kunrat Kasmiri, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) se-Nusakambangan Cilacap, Detasemen Khusus/ Densus 88 AT POLRI, Kapolsek Nusakambangan, perwakilan Lanal Cilacap, Perwakilan Kodim Wijayakusuma Cilacap dan Kemenag Kabupaten Cilacap serta, pejabat Struktural dan perwakilan wali pemasyarakatan se Nusakambangan Cilacap.

Kepala BNPT Republik Indonesia, Komjen Pol. Eddy Hartono, S.I.K. bertindak sebagai inspektur upacara mengucapkan Terimakasih kepada Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan khususnya jajaran Lembaga Pemasyarakatan Pasir Putih dan Lapas Batu Nusakambangan serta Ditjenpas Jateng yang telah bersinergi bersama BNPT dan Stake Holder dalam mensukseskan agenda program pembinaan Ikrar Setia NKRI.

Kakanwil Ditjenpas Jateng, Kunrat Kasmiri menyampaikan apresiasinya kepada petugas Lapas yang ada di Pulau Nusakambangan dan pada khususnya terhadap Petugas Lembaga Pemasyarakatan Khusus Super Maximum Security yang telah bergerak memprioritaskan pelayanan pembinaan dan keamanan dalam Lapas.

“Selamat dan terimakasih kepada lima napiter yang menyatakan Ikrar Setia kepada NKRI telah mengakui kembali kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia, menjunjung tinggi Pancasila dan UUD 1945 serta wujud kesadaran untuk tidak lagi terlibat dalam kegiatan terorisme, ” ucap Kunrat Kasmiri.

Agenda Ikrar Setia NKRI merupakan capaian dari proses reintegrasi sosial dan deradikalisasi serta pembinaan yang dilakukan berdasarkan prinsip sinergi antara penegak hukum terkhusus yang menangani terorisme.

“Ikrar setia bukan hanya sekadar seremonial saja, tetapi lebih dari itu, ini adalah wujud nyata sebuah tanggung jawab untuk menjaga persatuan, kesatuan, dan keutuhan bangsa. Kedua, Kami berharap ikrar ini menjadi tonggak awal bagi saudara-saudara sekalian untuk memulai kehidupan baru yang lebih baik. Jadilah agen perubahan di lingkungan sekitar, tunjukkan bahwa kesalahan di masa lalu tidak menghalangi kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Ketiga, saudara-saudara harus menjadi duta perdamaian dan kerukunan, sertamengajak masyarakat untuk menolak segala bentuk kekerasan dan terorisme dan saudara sekalian harus meningkatkan kualitas diri agar kedepan dapat menjadi warga negara yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat,” pesan Kakanwil.

Artotel Yogyakarta Kini Tawarkan Pengalaman Kuliner Terbaru di Roca Restaurant

0

YOGYAKARTA (Pertamanewsm.id) — Berbagai menu baru dari hidangan lokal dan internasional diluncurkan di ROCA Restaurant ARTOTEL Yogyakarta. Menu yang dihadirkan terdiri dari beberapa kategori seperti Starter untuk Makanan Pembuka, The Mains untuk Makanan Utama, Bite to Eat untuk aneka Camilan dan Sweet Tooth untuk Makanan Penutup.

Menu makanan yang dihadirkan selain kaya akan rasa juga memiliki keunikan dan keistimewaan yang hanya bisa dinikmati di ROCA Restaurant. Seperti Gado-Gado Rolls dalam kategori Starter yang menghadirkan menu Gado-Gado dalam tampilan unik yaitu sayuran yang digulung dengan Rice Paper dan lengkap dengan bumbu kacang.

Tak hanya itu, menu makanan Lokal yang dihadirkan ialah Gulai Bebek Ncus, Laksa Iga, Nasi Empal Bu Endang, Salmon Woku dan lain sebagainya.

Untuk menu western, dihadirkan Cheeseburger Egg Rolls, Gyudon Steak, Croque Monsieur, House Burger dan masih banyak lainnya. Semua menu ini bisa didapatkan oleh tamu dengan harga mulai dari Rp40.000 ++/porsi.

Selain menu makanan, dihadirkan juga menu minuman yang disajikan dengan tampilan cantik dan unik.

Mood Booster, Curious Berries Punch dan Vitamin X adalah sajian minuman yang merupakan rekomendasi dari ROCA Restaurant. Seluruh menu minuman ini dibandrol dengan harga mulai dari Rp30.000++/porsi.

Agung Darmawan selaku Executive Chef ARTOTEL Yogyakarta menyatakan bahwa “Berbagai menu yang kami luncurkan adalah menu-menu spesial yang diharapkan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Mulai dari Starter hingga Sweet Tooth, kami mencoba menghadirkan banyak pilihan untuk berbagai tamu dari berbagai daerah dengan berbagai usia. Kami juga mencoba menghadirkan menu minuman yang unik namun tetap bermanfaat untuk kesehatan.”

Andre Harso Binawan selaku General Manager ARTOTEL Yogyakarta menambahkan, “Dengan adanya berbagai menu baru ini kami ingin tamu dapat merasakan sajian spesial dari kami dan mendapatkan pengalaman mengesankan. Kami berharap bisa senantiasa memberikan pelayanan terbaik kami dalam bidang food and beverage.”

Menu-menu baru dari ROCA Restaurant bisa dinikmati mulai Aprill 2025, untuk informasi dan reservasi dapat menghubungi 081574889333 atau melalui instagram @artoteljogja dan @roca_jogja.

Internasionalisasi SDM UNDIP Melesat! Dosen Muda Berkiprah di Program CESP Jerman

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – UNDIP berkesempatan menjadi bagian dari Circular Economy Scholarship Programme (CESP), program beasiswa doktoral untuk para dosen muda dari tiga Universitas di Indonesia yaitu ITB, UNDIP dan UGM dengan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Indonesia.

UNDIP diwakili Anggun Puspitarini Siswanto, S.T., Ph.D. pada hari Senin, 7 April 2025 waktu Jerman, menjadi salah satu pembicara kegiatan Kick-off Meeting untuk kegiatan Circular Economy Scholarship Programme (CESP) yang diadakan di Ford-Saal, Super C RWTH Aachen University, Aachen, Jerman.

Anggun Puspitarini Siswanto, S.T., Ph.D., dosen Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri, Sekolah Vokasi UNDIP, yang merupakan perwakilan Country Coordinator untuk kegiatan CESP ini memberikan presentasi terkait dengan pengelolaan kegiatan akademik dan juga potensi kerja sama yang dapat dibangun ke depannya.

Kegiatan ini juga dilangsungkan secara hybrid dimana dihadiri oleh berbagai pihak terkait yaitu Bapak Atase Pendidikan dan Kebudayaan dari KBRI Berlin, perwakilan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Indonesia, para Profesor di RWTH Aachen, Management Board, mahasiswa penerima CESP dan juga research group dari masing-masing institute yang bergabung dalam program Circular Economy.

Saat ini untuk UNDIP ada 2 dosen Universitas Diponegoro (UNDIP) yang termasuk sebagai penerima CESP yaitu Denis, dosen Fakultas Teknik (Ph.D. Student di Institute Production Engineering of E-Mobility Components-PEM) dan Rizka Amalia, dosen Sekolah Vokasi (Ph.D. Student di Thermoprocesses and Emission Control in Waste Management and Recycling Teaching and Research Unit-TEER).

Dalam program ini para mahasiswa Ph.D. akan mendapat co-supervisor dari masing-masing Home University di Indonesia. Para peserta CESP dari UNDIP akan meneliti topik yang berkaitan dengan Circular Economy in Electronics dengan fokus riset terkait bidang keahlian masing-masing. Adapun, co-supervisor untuk Sdr Denis ialah Prof. Dr. rer. Oec Arfan Bakhtiar, S.T., M.T. dan Sdri Rizka Amalia ialah Anggun Puspitarini Siswanto, ST, Ph.D.

Prof Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. sebagai Rektor Universitas Diponegoro mendukung penuh kegiatan ini dimana diharapkan para dosen muda UNDIP juga dapat melebarkan sayap internasional dan membawa nama almamater mendunia.

Melalui kegiatan CESP ini, tidak hanya memberikan peningkatan kualitas sumber daya manusia namun juga penguatan dalam kerja sama internasional yang dapat berdampak pada reputasi UNDIP di kancah internasional.

Rektor UNDIP Pandu Forum “Senayan Peduli Jateng”: Kolaborasi Bangun Jawa Tengah

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Forum “Senayan Peduli Jateng” yang digelar di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, menjadi ruang strategis bagi penguatan sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, legislator pusat dari daerah pemilihan Jawa Tengah.
Sebanyak 77 anggota DPR RI dan 4 anggota DPD RI hadir dalam forum perdana ini untuk mendukung program pembangunan Jawa Tengah berkelanjutan.

Dalam forum ini, Rektor Universitas Diponegoro (UNDIP), Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., didapuk menjadi moderator.

“Forum ini merupakan inisiatif luar biasa yang menunjukkan betapa pentingnya komunikasi dan kerja bersama lintas kelembagaan untuk membangun Jawa Tengah yang lebih baik” ujar Prof. Suharnomo dalam forum tersebut.

Forum Senayan Peduli Jateng bukan sekadar ruang diskusi, melainkan tonggak awal dari pembentukan mekanisme komunikasi formal antara para legislator di tingkat nasional dan pemimpin eksekutif daerah.

Gubernur Ahmad Luthfi menekankan pentingnya kolaborasi lintas institusi demi keberlanjutan pembangunan Jawa Tengah pasca-2025.

Pemerintah Provinsi menyadari bahwa keberhasilan pembangunan tidak dapat dicapai secara mandiri, melainkan memerlukan dukungan dan keterlibatan aktif dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk para wakil rakyat di tingkat pusat.

Prinsip ngopeni lan ngelakoni—merawat dan menjalankan—diangkat sebagai filosofi pembangunan yang menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah.

Peran Akademisi dalam Menjembatani Kolaborasi

Dalam kapasitasnya sebagai moderator, Prof. Suharnomo menjalankan sejumlah peran strategis: memantik diskusi, memberikan konteks akademik pada pentingnya forum ini, dan yang terpenting—memfasilitasi komitmen bersama antaranggota DPR dan DPD untuk mendukung program-program prioritas Pemerintah Provinsi.

Prof. Suharnomo juga menyoroti bahwa forum ini adalah kelanjutan dari inisiatif kolaboratif yang telah dilakukan sebelumnya, seperti Forum Berlian bersama pimpinan parpol dan DPRD Jawa Tengah, serta pertemuan Gubernur dengan 44 pimpinan perguruan tinggi yang menghasilkan 30 program kerja sama untuk 2025–2029.

“Momentum seperti ini penting untuk menyambung ekosistem kolaborasi. Ketika akademisi, legislatif, dan eksekutif bisa duduk bersama, maka arah kebijakan menjadi lebih solid dan berbasis pada kepentingan publik. Kalau kita memiliki visi bersama, maka setiap langkah akan bermakna. UNDIP sangat mendukung spirit ini. Kami percaya, ketika Jawa Tengah maju, maka kampus-kampus di dalamnya juga akan berkembang dan berkontribusi lebih luas,” ujar Prof. Suharnomo.

Melalui forum ini, para anggota DPR dan DPD diberi ruang untuk menyampaikan saran, komitmen, serta aspirasi dalam mendukung program prioritas daerah. Harapannya, diskusi tersebut menghasilkan tidak hanya ide, tetapi juga aksi konkret yang berdampak pada masyarakat.

Seirama dengan UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat

Keterlibatan UNDIP dalam forum strategis ini mencerminkan peran aktif institusi pendidikan tinggi dalam pembangunan daerah.

Dengan mengusung tagline UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat, UNDIP terus membuktikan diri sebagai mitra strategis pemerintah dan masyarakat.

UNDIP sendiri telah menjadi mitra Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam penyediaan unit desalinasi air di Rusunawa Slamaran, Kota Pekalongan pada 25 Maret 2025. Program ini menjadi bagian dari upaya penyediaan akses air bersih bagi masyarakat pesisir yang selama ini kesulitan memperoleh air layak konsumsi.

Unit desalinasi di Pekalongan memiliki kapasitas produksi hingga 6.000 liter per hari dan ditargetkan memenuhi kebutuhan air minum 250 kepala keluarga penghuni Rusunawa.

Hasil inovasi teknologi UNDIP ini direncanakan akan diterapkan di 20 titik wilayah pesisir Jawa Tengah dan telah menarik minat dari empat provinsi lain di Indonesia.

Teknologi desalinasi air laut merupakan inovasi karya akademisi Universitas Diponegoro, Prof. Dr. I Nyoman Widiasa, S.T., M.T., dari Fakultas Teknik yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat Teluk Awur Jepara, atau sekitar kampus UNDIP Jepara, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Jepara.

Teknologi yang telah diresmikan Rektor UNDIP pada tanggal 14 Mei 2024 ini kini mampu memproduksi hingga 200.000 liter air bersih setiap hari dan didistribusikan secara gratis untuk masyarakat pesisir Jepara.

Dengan berbagai inisiatif yang diusung Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, semangat Bermartabat dan Bermanfaat kian mendapat ruang, dan UNDIP terus hadir dengan solusi nyata untuk mendorong kemajuan Jawa Tengah serta pembangunan yang inklusif.

Willie Salim Jadi Brand Ambassador Marimas, Siap Tebar Rasa dan Hadiah

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — PT Marimas Putera Kencana secara resmi menunjuk konten kreator dan TikToker terpopuler di Indonesia, Willie Salim, sebagai Brand Ambassador sekaligus Chief Happiness Officer (CHO) Marimas.
Penunjukan ini diumumkan langsung oleh CEO Marimas, Harjanto Halim, di Semarang.

Willie Salim dikenal luas di media sosial berkat aksi berbagi serta konten positif yang inspiratif. Kini, ia menjadi wajah baru Marimas dengan misi membawa lebih banyak kebahagiaan melalui berbagai kegiatan kreatif dan kolaboratif.

“Penunjukan ini berawal dari rasa penasaran Willie yang sempat viral di TikTok saat ingin melihat langsung pabrik Marimas. Setelah ia datang dan kami saling mengenal, saya merasa nilai-nilai yang dipegang Willie sangat sejalan dengan semangat Marimas yang suka berbagi,” ujar Harjanto Halim.

Menurut Harjanto, sosok Willie Salim yang dikenal ringan tangan dan penuh semangat positif sangat cocok dengan peran sebagai Chief Happiness Officer.

Ia berharap, kehadiran Willie dapat menghadirkan kebahagiaan lebih luas bagi masyarakat.

“Semoga Willie bisa menjalankan perannya sebagai CHO dengan baik dan memberikan kebahagiaan untuk lebih banyak orang,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Willie Salim mengaku merasa terhormat mendapat kepercayaan besar dari Marimas.

“Saya tidak menyangka akan diangkat jadi CHO oleh Pak Har. Boleh nggak, saya buat varian Marimas ciptaan saya sendiri?” ujar Willie disambut tawa hangat dari Harjanto.

Menanggapi keinginan tersebut, Marimas pun menggandeng Willie Salim untuk meluncurkan produk spesial bertajuk “Marimas Pilihan Willie Salim”, yang berisi 15 varian rasa favorit racikan Willie sendiri.

Tak hanya itu, setiap pembelian produk ini memberikan kesempatan konsumen untuk mengikuti undian WILLIE BOX yang berisi berbagai hadiah menarik, mulai dari uang tunai, handphone, hingga hadiah hiburan lainnya.

Dengan kolaborasi ini, Marimas dan Willie Salim berharap dapat menghadirkan lebih banyak kebaikan, inspirasi, dan tentunya kebahagiaan.

XL Axiata Memanfaatkan Teknologi Biometrik untuk Keamanan Data Pelanggan Terdepan

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan baru pemerintah terkait pemanfaatan teknologi Embedded Subscriber Identity Module (eSIM) dan pemutakhiran data pelanggan melalui teknologi biometrik.

Kebijakan ini ditetapkan melalui diterbitkannya Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nomor 7 Tahun 2025 tentang Pemanfaatan Teknologi eSIM dalam Penyelenggaraan Telekomunikasi, serta Surat Edaran Direktur Jenderal Ekosistem Digital Nomor 5 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi dengan Menggunakan Data Kependudukan Biometrik.

Pengumuman kebijakan ini dilakukan dalam acara sosialisasi yang digelar oleh Kementerian Komunikasi dan Digital, yang dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Hafid; Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Rajeev Sethi; Direktur & Chief Enterprise Business & Corporate Affairs Officer XL Axiata, Yessie D. Yosetya; Presiden Direktur Smartfren, Merza Fachys; serta jajaran direksi operator seluler lainnya, pada Jumat (11/4).

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian penting dalam menjawab tantangan kejahatan digital serta mencegah penyalahgunaan layanan telekomunikasi.

“Langkah ini bukan hanya soal teknis, ini soal tanggung jawab bersama untuk menjaga ruang digital Indonesia agar tetap aman dan nyaman, terutama bagi masyarakat dan anak-anak yang rentan menjadi sasaran kejahatan digital.”

Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Rajeev Sethi, menyatakan kesiapan perusahaan dalam mengadopsi kebijakan ini.

“Kami terus berinovasi dalam penerapan teknologi terbaru, termasuk eSIM dan registrasi berbasis biometrik, demi menghadirkan layanan yang lebih aman, efisien, dan terpercaya bagi pelanggan kami. Inovasi ini merupakan bentuk dukungan XL Axiata terhadap visi pemerintah dalam mempercepat transformasi digital nasional, sekaligus meningkatkan keamanan data pelanggan melalui teknologi biometrik terkini.”

Registrasi pelanggan menggunakan eSIM akan disertai dengan verifikasi biometrik, seperti pengenalan wajah (face recognition), yang divalidasi langsung dengan basis data Direktorat Jenderal Dukcapil.

Dengan proses ini, satu Nomor Induk Kependudukan (NIK) hanya dapat terhubung maksimal dengan tiga nomor telepon, sesuai kebijakan yang berlaku, sehingga meningkatkan keamanan dan transparansi dalam sistem komunikasi masa depan.

Rajeev juga menambahkan, “eSIM dan biometrik adalah bagian dari peta jalan kami menuju layanan digital sepenuhnya. Dengan infrastruktur yang kuat dan komitmen terhadap keamanan data, kami siap memimpin transformasi digital industri ini.”

Dengan kombinasi layanan eSIM dan teknologi biometrik, XL Axiata memberikan pengalaman pelanggan yang lebih cepat, lebih aman, dan lebih sesuai dengan kebutuhan era digital-first, sekaligus memastikan data pelanggan lebih akurat dan mutakhir.

Hal ini akan secara signifikan mencegah penyalahgunaan nomor seluler untuk tindakan kriminal seperti penyebaran hoaks, penipuan (scam), tindak pidana siber (fraud), serta mendukung kebijakan real-name registration dan pengurangan data palsu atau nomor-nomor bodong.

Dalam proses registrasi kartu dengan teknologi biometrik ini, pelanggan akan diminta untuk memindai wajah mereka melalui perangkat khusus di Gerai XL. Sistem secara otomatis akan memvalidasi data biometrik terhadap identitas resmi di database kependudukan nasional.

Pada acara sosialisasi ini juga dilakukan uji coba langsung registrasi kartu menggunakan teknologi biometrik oleh pelanggan. Uji coba ini membuktikan bahwa sistem mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi pengguna di lapangan, sekaligus menunjukkan ketahanan dan akurasi tinggi dari teknologi yang diusung XL Axiata.

Untuk diketahui XL Axiata merupakan operator pertama yang sudah mulai melakukan ujicoba dan memanfaatkan registrasi kartu prabayar menggunakan teknologi Biometrik sejak bulan September 2024, dan memiliki fleksibilitas bisa diakses dari semua devices dimanapun dan kapanpun.

Selain XL Axiata, operator lain juga turut hadir dalam acara ini, menandai sinergi industri dalam membangun ekosistem digital nasional yang aman dan terpercaya.

Peluncuran ini semakin menegaskan posisi XL Axiata sebagai pelopor dalam digitalisasi layanan telekomunikasi di Indonesia, serta komitmennya untuk terus berinovasi dan menjaga keamanan data pelanggan.

Wali Kota Semarang Agustina Ajak Warga Menanam Pohon di Acara Sesaji Rewanda

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Meningkatnya polusi udara di Kota Semarang akibat emisi karbon mendorong Agustina, Wali kota Semarang untuk menggalakkan gerakan menanam pohon sebagai langkah awal yang nyata.

Dirinya menyampaikan seruan ini seusai menghadiri acara Sesaji Rewanda di Goa Kreo, Gunungpati, Sabtu (12/4) lalu.

“Program menanam pohon ini menjadi hal utama yang bisa dikerjakan bersama-sama dengan masyarakat,” ujar Agustina. Lebih lanjut, Wali Kota juga mengimbau warga masyarakat untuk menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang kurang sehat, terlebih di masa peralihan musim.

“Saya mengimbau warga masyarakat yang merasa kurang sehat untuk segera memeriksakan diri ke Puskesmas terdekat. Sekarang ini banyak warga yang mengalami diare, demam, dan gangguan pernapasan karena kondisi udara yang kurang menguntungkan,” jelasnya.

Tak hanya itu, ia juga menyoroti perlunya pembentukan tim khusus oleh Dinas Lingkungan Hidup untuk merumuskan strategi pengurangan polusi, termasuk penelusuran potensi pencemaran dari aktivitas industri dan kendaraan bermotor.

Di tengah seruan soal lingkungan tersebut, Sesaji Rewanda menjadi ruang refleksi untuk mengingat pentingnya harmoni antara manusia dan alam. Dalam sambutannya, Agustina menyampaikan bahwa acara budaya tahunan ini bukan sekadar tontonan, melainkan wujud syukur, pelestarian sejarah, dan pengingat tentang hubungan manusia dengan lingkungan.

“Sesaji Rewanda adalah simbol hormat manusia kepada alam. Simbol syukur, kebersamaan, dan pengingat bahwa membangun peradaban itu tidak pernah sendiri. Manusia bersama tumbuhan, hewan, air, udara semua ciptaan Tuhan kita syukuri,” pungkas Agustina.