spot_img
Beranda blog Halaman 119

Gandeng Pokdarwis dan Desa Wisata, Agustina Wali Kota Semarang Rencanakan Musrenbang Pariwisata

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Sebagai salah satu upaya pengembangan sektor pariwisata, Agustina, wali kota Semarang mengusulkan adanya Musrenbang Pariwisata.

Menurutnya, Musrenbang pariwisata perlu dilakukan agar pengembangan desa wisata dapat dirancang secara khusus dan partisipatif. Hal itu ia sampaikan saat dirinya menghadiri acara Sesaji Rewanda di Goa Kreo, Gunungpati, Sabtu (12/4).

Agustina menuturkan perlu ada sebuah rapat kerja antara Pemerintah kota atau Pemkot Semarang dengan kepala desa wisata dan kepala Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) untuk menentukan agenda apa saja yang akan dilakukan di tahun 2026 khususnya di bidang pariwisata.

“Kalau ada Musrenbang pembangunan kenapa tidak kita buat Musrenbang untuk pariwisata. Nanti kita agendakan rapat kerja dengan Kelompok sadar wisata dan desa wisata untuk menentukan event yang ada di Kota Semarang,” kata Agustina.

Dirinya ingin membawa Semarang menjadi kota pariwisata. Agustina menyebutkan potensi luar biasa Goa Kreo sebagai tujuan wisata di Kota Semarang.

“Goa Kreo ini adalah permata yang terpendam. Jika kita mengasahnya, ini akan berkilau dan menjadi sesuatu yang akan dilirik. Kita sebenarnya sudah bersiap, sudah ada ampitheater dan pernah ada orkestra,” lanjutnya.

Namun Agustina menyoroti perlunya peningkatan akses jalan masuk menuju Goa Kreo. Karena itu, pihaknya menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Disperkim untuk aware dan segera menindaklanjuti.

“Nanti kita perbesar jembatan dan tingkatkan akses jalan masuk supaya ampitheaternya juga dilirik. Ampitheater berdiri sendiri tanpa penunjang fasilitas tentu ini akan mempersulit teman-teman seniman yang akan menggunakannya,” tegas Agustina.

Sesaji Rewanda sendiri menjadi ruang refleksi untuk mengingat pentingnya harmoni antara manusia dan alam.

Dalam kesempatan itu, Agustina juga menyampaikan bahwa acara budaya tahunan ini bukan sekadar tontonan, melainkan wujud syukur, pelestarian sejarah, dan pengingat tentang hubungan manusia dengan lingkungan.

“Sesaji Rewanda adalah simbol hormat manusia kepada alam. Simbol syukur, kebersamaan, dan pengingat bahwa membangun peradaban itu tidak pernah sendiri. Manusia bersama tumbuhan, hewan, air, udara semua ciptaan Tuhan kita syukuri,” ungkapnya.

Agustina juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang untuk terus merawat warisan budaya tersebut. Bahkan tahun depan, pihaknya berencana mengemas acara ini menjadi lebih meriah dengan melibatkan lebih banyak kelompok sadar wisata dan masyarakat sekitar.

Dari Lap Jadi Harta Karun: Kaos Jadul Marimas 1995 Temuan Warga Pekalongan Raih Hadiah Rp30 Juta

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Semangat nostalgia dan kekuatan kenangan masa kecil membawa berkah tak terduga bagi Koiri (36), warga Desa Duwet, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan.

Ia bersama sang ayah, Damiri (70), berhasil menemukan kaos legendaris keluaran tahun 1995 milik PT Marimas Putera Kencana yang menjadi incaran dalam sayembara Berburu Kaos Jadul Marimas 1995.

Penemuan kaos ini sontak menjadi sorotan setelah diumumkan langsung oleh CEO PT Marimas Putera Kencana, Harjanto Halim, melalui akun TikTok resminya, @harjantohalim, pada Selasa (18/3/2025).

Kaos berwarna putih yang kini telah berubah kecokelatan karena usia itu ditemukan dalam kondisi utuh meski telah dijadikan lap rumah tangga selama bertahun-tahun.

Menurut penuturan Koiri, kaos tersebut pertama kali diberikan oleh ayahnya ketika ia masih kecil, sekitar usia enam tahun.

Saat itu, ukuran kaos masih kebesaran dan digunakan hingga panjangnya menjuntai hingga selutut.

Seiring waktu, kaos tersebut tak lagi digunakan, kemudian disimpan dan akhirnya beralih fungsi menjadi kain lap rumah tangga.

“Awalnya saya tidak sadar kalau kaos itu masih ada. Setelah dengar soal sayembara dari Marimas, saya langsung teringat dan minta orang rumah untuk mencarinya. Nggak disangka, kaos itu ketemu di pojokan rumah, sudah jadi gombal, tapi tulisannya masih jelas terbaca,” ujar Koiri dengan nada haru.

Sayembara berburu kaos Marimas 1995 digagas oleh Harjanto Halim sebagai bentuk apresiasi terhadap pelanggan lama sekaligus upaya membangun kembali ingatan kolektif masyarakat terhadap sejarah panjang Marimas sebagai merek lokal kebanggaan Indonesia.

Namun, Harjanto sendiri mengaku awalnya pesimis kaos itu akan benar-benar ditemukan.

“Terus terang, saya tidak yakin akan ada yang bisa menemukan kaosnya, apalagi ini barang dari hampir 30 tahun lalu. Tapi ternyata, kekuatan kenangan itu nyata. Saya benar-benar terharu ketika mendapatkan pesan dari seseorang yang bilang kalau dia menemukan kaos Marimas 1995 di rumahnya,” ujar Harjanto.

Melalui unggahannya di TikTok, Harjanto juga mengisahkan bagaimana dulu kaos tersebut dibagikan secara massal kepada tukang becak di Kota Semarang sebagai bagian dari strategi promosi.

“Bener loh, dulu saya bagi ribuan kaos ke tukang becak. Itu kaos sederhana, tapi penuh makna karena jadi bagian dari perjalanan kami membangun merek,” kenangnya.

Sebagai bentuk apresiasi, PT Marimas Putera Kencana menyerahkan secara simbolis hadiah uang tunai sebesar Rp30 juta kepada Koiri dan Damiri. Penyerahan dilakukan dalam suasana hangat dan penuh rasa haru.

Tak hanya menjadi pemenang sayembara, kisah Koiri juga menyentuh banyak hati karena menggambarkan bagaimana benda sederhana bisa menjadi penghubung antara masa lalu dan masa kini.

“Kami tidak hanya menemukan kaos, tapi juga menemukan kembali kenangan indah bersama ayah saya. Hadiah ini menjadi bonus, tapi nilai kenangannya jauh lebih besar,” tutur Koiri.

Sayembara ini bukan sekadar berburu barang lama, tetapi juga menjadi refleksi tentang pentingnya menghargai sejarah, keluarga, dan warisan lokal.

Di tengah derasnya arus modernisasi, Marimas mengajak masyarakat untuk menengok kembali nilai-nilai masa lalu yang tak lekang oleh waktu.

Dengan semangat ini, PT Marimas Putera Kencana berharap dapat terus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, tidak hanya melalui produk-produknya, tetapi juga melalui kisah-kisah yang melekat di hati para konsumennya.

SCU Lepas 515 Wisudawan dengan Nuansa Budaya Jawa, Tunjukkan Identitas Bangsa

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Soegijapranata Catholic Universit (SCU) Semarang kembali mencatat momen penting dalam perjalanannya sebagai lembaga pendidikan tinggi dengan menggelar wisuda perdana tahun 2025 pada Sabtu (12/4).

Bertempat di Auditorium Agnes Widianti, Kampus 1 SCU Bendan, Kota Semarang, sebanyak 515 wisudawan resmi dikukuhkan dari berbagai jenjang, mulai dari Program Doktor (S3), Magister (S2), Gelar Ganda, Sarjana (S1), hingga Diploma (D3).

Yang membuat wisuda kali ini berbeda adalah konsep unik yang diusung: perpaduan antara kebudayaan Jawa dan suasana Lebaran, menghadirkan nuansa sakral sekaligus penuh kehangatan.

Para tamu disambut dengan dekorasi khas Lebaran seperti ketupat dan janur kuning, sementara alunan gamelan mengiringi prosesi dengan suasana yang khidmat sekaligus membumi.

“Momentum wisuda kali ini sangat istimewa, karena kami ingin menyelaraskan semangat akademik dengan akar budaya lokal dan nuansa kebersamaan setelah Idulfitri. Ini adalah cara kami untuk tidak hanya melepas lulusan, tapi juga merayakan nilai-nilai luhur yang menjadi fondasi pendidikan di SCU,” ungkap Prof. Dr. Berta Bekti Retnawati, S.E., M.Si, selaku Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni.

Prof. Berta menjelaskan bahwa pendekatan budaya bukan sekadar ornamen, tetapi juga refleksi dari semangat SCU dalam membentuk lulusan yang tidak tercerabut dari akar identitasnya.

Dalam sebuah dunia yang terus bergerak cepat dan kompetitif, nilai-nilai lokal seperti kebersamaan, kesederhanaan, dan gotong royong tetap menjadi pegangan yang penting.

Tidak hanya menjadi ajang pelepasan, wisuda ini juga menjadi panggung apresiasi bagi para lulusan yang telah menorehkan prestasi gemilang.

Mereka tidak hanya unggul di ruang kelas, tetapi juga tampil di panggung nasional dan internasional, membuktikan bahwa pendidikan di SCU mampu melahirkan insan-insan berdaya saing tinggi.

Michelle Kartika Swandari (Ilmu Komunikasi ‘20) mencatatkan diri sebagai atlet basket yang konsisten menorehkan prestasi:

  • Juara 1 Basket Pomprov Jateng (2022, BAPOMI Jateng)
  • Peringkat 2 LIMA X Livin Basketball Nasional (2022)
  • Juara 1 LIMA Regional (2024)
  • Runner-Up LIMANAS Basketball Championship (2025)
  • Medali Perunggu PON Jateng (2024)

Azzahra Chairunnisa Putri Astari (Psikologi ‘20) membawa harum nama SCU di kancah internasional:

  • Penerima beasiswa Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) di Padua University, Italia (2024–2025)
  • Best Presenter pada 3rd International Conference on Biopsychosocial Issues (IConBI) yang digelar oleh Fakultas Psikologi SCU

Sementara itu, dari kalangan pascasarjana, dua nama turut mencuri perhatian:

dr. Aditya Nugraha, M.Biomed, lulusan Magister Manajemen, kini dipercaya sebagai Direktur Primaya Hospital Semarang, membuktikan bahwa lulusan SCU tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap memimpin.

Steffi Agustine Chandra, lulusan Magister Teknologi Pangan, menyampaikan hasil riset yang relevan dan inovatif:

  • Tesis berjudul “Profil Protein dan Antioksidan pada Susu dari Koro Benguk dan Koro Pedang” mengangkat potensi tanaman lokal sebagai alternatif susu nabati yang sehat dan mudah diakses, terutama bagi masyarakat yang menjalankan pola hidup berbasis nabati.

Penelitiannya memperlihatkan bahwa koro tanaman yang selama ini dianggap kurang bernilai ternyata memiliki kandungan gizi tinggi dan manfaat antioksidan yang signifikan.

Prof. Berta menekankan bahwa keberhasilan para wisudawan bukan hanya milik pribadi mereka, tetapi juga menjadi cerminan dari keberhasilan sistem pendidikan di SCU yang tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kompetensi sosial.

“Mereka telah melalui proses pembelajaran yang ketat, penuh dinamika, dan tentu tidak mudah. Kami percaya, lulusan SCU tidak hanya siap masuk ke dunia kerja, tetapi juga siap memberi warna dan kontribusi nyata dalam masyarakat,” tuturnya.

Lebih jauh, SCU ingin membentuk lulusan yang memiliki kepekaan sosial, tangguh dalam menghadapi tantangan zaman, serta menjunjung tinggi nilai-nilai humanisme.

Wisuda bukanlah garis akhir, melainkan pintu gerbang menuju kehidupan baru yang lebih kompleks namun penuh peluang.

Dengan bekal ilmu pengetahuan, pengalaman, dan nilai-nilai kemanusiaan, para lulusan SCU diharapkan mampu menjadi pemimpin-pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga arif dalam mengambil keputusan dan peduli pada sesama.

Dalam balutan budaya Jawa yang syahdu dan semangat Lebaran yang penuh harapan, SCU melepas para lulusan terbaiknya bukan hanya untuk bekerja, tetapi untuk berkarya dan bermakna.

Pemkot Semarang Tancap Gas! Truk Sampah Rusak Langsung Masuk Bengkel

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus berupaya menuntaskan persoalan sampah, termasuk gerak cepat melakukan perbaikan pada sejumlah bak truk atau kontainer sampah yang mengalami rusak berat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang, Arwita Mawarti, mengkonfirmasi truk yang terekam dalam sebuah konten video Instagram tersebut memang milik Pemkot Semarang.

“Benar (milik Pemkot Semarang). Kontainer langsung kami tarik dan masukkan ke bengkel untuk memperbaiki plat dinding yang bolong. Kami akan mengganti pelatnya,” ucap Arwita, Kamis (10/4).

Arwita menjelaskan bahwa perbaikan truk yang rusak menjadi langkah terbaik saat ini untuk menjaga agar layanan pengangkutan sampah tetap berjalan. Menurutnya, memperbaiki kontainer memakan waktu lebih cepat dengan perkiraan satu pekan dibandingkan menunggu pengadaan truk baru yang memerlukan waktu sekitar dua bulan.

“Pengadaannya bulan Juni mendatang. Karena prosesnya tidak bisa cepat, makanya kami perbaiki terlebih dahulu,” katanya.

Mengenai jumlah armada, Arwita menyebutkan DLH Kota Semarang memiliki 421 truk pengangkut sampah. Sebanyak 170 unit mengalami kerusakan baik ringan, sedang, hingga berat.

“Kontainer yang rusak berat rata-rata telah berusia lebih dari lima tahun. Kami merencanakan peremajaan sebanyak 44 unit sebesar Rp2,5 miliar melalui APBD 2025,” terangnya.

Selain mengandalkan dana APBD, DLH Kota Semarang juga berupaya menggalang dukungan dari pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai pelaksanaan tanggung jawab sosial dan lingkungan.

Namun, sejauh ini bantuan dari perusahaan berupa tempat pilah sampah dan gerobak, belum ada yang memberikan dalam bentuk truk sampah baru. Hal tersebut disebabkan biaya untuk satu kontainer terbilang besar, mencapai sekitar Rp60 juta.

“Kami tentu berharap perusahaan bisa tergerak untuk berpartisipasi membangun Kota Semarang. Di samping itu, kami berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, termasuk berusaha secepat mungkin mengembalikan seluruh truk ke kondisi normal agar gangguan layanan bisa segera diatasi,” pungkasnya.

Gets Premiere Semarang Buka Fasilitas Gym dan Kolam untuk Umum, Gaya Hidup Sehat Kini Semakin Terjangkau

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Gaya hidup sehat kini semakin mudah dijangkau oleh masyarakat Kota Semarang. Gets Premiere Semarang, hotel bintang empat yang dikenal dengan kenyamanan dan fasilitas modernnya, resmi membuka akses fasilitas gym dan kolam renang bagi masyarakat umum, tak hanya bagi tamu yang menginap.

Inisiatif ini menjadi bukti nyata komitmen hotel dalam mendukung pola hidup aktif dan relaksasi berkualitas di tengah kesibukan kota.

Berlokasi strategis di jantung kota, tepatnya di lantai 1 dari 10 lantai Gedung Gets Premiere, fasilitas ini mudah diakses oleh siapa saja. Area gym hadir dengan peralatan lengkap dan berteknologi tinggi, memungkinkan pengunjung menjalankan berbagai jenis latihan, mulai dari kardio, strength training, hingga bodyweight workout.

Dengan ruang yang luas, nyaman, dan pencahayaan alami yang mendukung, setiap sesi latihan terasa menyenangkan.

Menambah daya tariknya, Gets Premiere juga menghadirkan kolam renang semi indoor yang dirancang untuk memberikan kenyamanan maksimal bagi pengunjung. Dengan konsep semi terbuka, kolam ini memungkinkan tamu berenang tanpa harus khawatir dengan panas terik atau hujan.

Tersedia pula kolam anak yang aman dan menyenangkan, serta poolside bar yang menyajikan beragam pilihan minuman sehat dan menyegarkan untuk menemani waktu bersantai.

General Manager Gets Premiere Semarang, Rusli Arsyad, menyampaikan bahwa kehadiran fasilitas ini merupakan bentuk perhatian pihaknya terhadap pentingnya keseimbangan antara aktivitas dan relaksasi.

“Kami memahami bahwa masyarakat modern membutuhkan tempat yang tidak hanya nyaman untuk beristirahat, tetapi juga mendukung gaya hidup sehat dan aktif. Karena itu, kami membuka akses fasilitas gym dan kolam renang ini untuk umum, sebagai bagian dari komitmen kami menghadirkan layanan premium yang inklusif,” ujarnya.

Lebih dari sekadar tempat berolahraga, Gets Premiere menghadirkan inovasi yang mendukung pengalaman pengguna. Setiap alat fitness dilengkapi dengan kode QR yang bisa dipindai menggunakan smartphone. Melalui fitur ini, pengguna akan langsung diarahkan ke tutorial penggunaan alat secara mandiri, membuat latihan lebih aman, efisien, dan edukatif sangat ideal bagi pemula maupun pengguna berpengalaman.

Dengan biaya keanggotaan mulai dari Rp 280.000 per bulan, pengunjung sudah bisa menikmati seluruh fasilitas kebugaran dan kolam renang secara bebas. Harga yang sangat kompetitif untuk layanan sekelas hotel bintang empat, menjadikannya salah satu pilihan terbaik di Semarang bagi siapa pun yang ingin menjaga kebugaran tubuh tanpa harus menginap di hotel.

Peluncuran fasilitas ini diharapkan menjadi bagian dari ekosistem gaya hidup sehat di Kota Semarang yang semakin berkembang. Gets Premiere Semarang pun membuka pintu kolaborasi dengan komunitas kebugaran, instansi, hingga penyelenggara event untuk memanfaatkan ruang ini sebagai pusat aktivitas positif.

Untuk informasi lebih lanjut dan pendaftaran keanggotaan, masyarakat dapat menghubungi Gets Premiere Semarang melalui telepon di 024-86400500 atau kunjungi akun Instagram resmi mereka di @getshotelsemarang.

Lonjakan Trafik Data Indosat Meningkat Tajam: Kebumen Puncaki Konsumsi di Jawa Tengah

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) mencatatkan lonjakan trafik data nasional sebesar 21% sepanjang periode Idulfitri 1446 H dibandingkan hari biasa.

Peningkatan ini dipicu oleh tingginya penggunaan aplikasi digital oleh pelanggan selama periode Ramadan dan Idulfitri. Indosat mencatat lima aplikasi yang mengalami lonjakan aktivitas digital tertinggi berturut-turut adalah WhatsApp, Tiktok, Facebook, Youtube, dan Instagram.

Tingginya kebutuhan digital pelanggan dapat diantisipasi dengan dengan baik melalui kesiapan jaringan yang andal dan merata. Puncak kenaikan lalu lintas data selama periode Idulfitri terjadi saat arus balik tanggal 4 April 2025.

Khusus di wilayah regional Jawa Tengah, Indosat mencatat peningkatan trafik data tertinggi di area Kebumen, yakni naik sebesar 87,7% sepanjang periode lebaran.

Menyusul Kebumen, berturut-turut area Tegal dan Purwokerto menjadi area dengan pertumbuhan trafik data tertinggi kedua dan ketiga di Jawa Tengah, dengan kenaikan masing-masing sebesar 70,9% dan 57,5% di sepanjang periode yang sama.

Indosat memastikan kualitas jaringannya tetap optimal di tengah meningkatnya kebutuhan komunikasi digital pelanggan di seluruh Indonesia, baik di kota besar maupun daerah tujuan mudik.

Tak hanya itu, Indosat juga melakukan optimasi khusus di area dengan potensi kepadatan tinggi seperti stasiun, terminal, rest area, hingga destinasi wisata populer, guna memastikan konektivitas tetap stabil tanpa gangguan.

Desmond Cheung, Director and Chief Technology Officer Indosat Ooredoo Hutchison, menyatakan, “Kami percaya bahwa teknologi yang mutakhir harus diiringi oleh sentuhan tangan manusia. Layanan yang kami hadirkan selama periode Hari Raya Idulfitri ini merupakan bukti nyata dari komitmen kami terhadap Unparalleled Network Services Guaranteed, juga dedikasi para engineer di lapangan agar pelanggan dapat menikmati pengalaman digital yang lancar.”

Jaringan Tetap Andal Berkat Hati dan Tenaga yang Selalu Siaga

Komitmen Indosat untuk menghubungkan dan memberdayakan masyarakat Indonesia diwujudkan melalui dedikasi ribuan petugas teknis di balik layar.

Lebih dari 3.000 engineer dan petugas teknis di seluruh Indonesia telah bersiaga untuk memastikan layanan lancar tanpa gangguan, bahkan di puncak trafik sekalipun.

Mereka bersiaga di lapangan termasuk di DIOC (Digital Intelligence Operations Center), demi memastikan pelanggan tetap terhubung dengan keluarga dan kerabat tercinta.

“Bagi kami, ini lebih dari sekadar tugas sebagai panggilan profesional, melainkan bentuk pengabdian di momen Lebaran yang bernilai ibadah. Kami memahami betul betapa pentingnya koneksi bagi keluarga yang terpisah jarak. Saya dan tim telah bersiaga sejak sebelum Ramadan, memeriksa setiap site untuk memastikan semuanya berjalan lancar. Meski kami belum bisa berkumpul saat Lebaran, ada kebanggaan tersendiri dalam menjadi bagian dari penghubung kebahagiaan banyak orang. Semangat dari keluarga dan tanggung jawab untuk menjaga konektivitas pelanggan membuat kami tetap teguh menjalankan tugas di momen penuh makna ini.” ujar Imam Susanto, petugas lapangan Indosat yang bertugas di jalur mudik wilayah Semarang.

Dalam menghadapi lonjakan trafik ini, Indosat menambah 9.600 kapasitas sites baru serta mengoperasikan penambahan 1.500 BTS baru dan 53 Mobile BTS di berbagai titik strategis.

Infrastruktur jaringan Indosat kini didukung oleh INFINITE (Intelligent Network for Innovative and Transformational Experience) by Indosat, merupakan integrasi sistem jaringan operasi yang diperkuat teknologi berbasis kecerdasan artifisial (AI) dan cognitive learning. Kehadiran INFINITE by Indosat menjadikan pelanggan menikmati komunikasi yang stabil dan aman di mana saja dan kapan saja.

“Indosat tidak hanya membangun jaringan, tetapi juga kepercayaan terhadap pelanggan.. Kami akan terus menghadirkan layanan yang mendukung gaya hidup digital pelanggan dengan kualitas terbaik, dan memastikan mereka selalu terhubung, terutama di momen kebersamaan yang penting seperti Idulfitri,” tutup Desmond.

KAI Daop 4 Semarang Catat Lebih dari 1 Juta Penumpang Selama Masa Angkutan Lebaran 2025

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang mencatat mobilitas masyarakat selama masa Angkutan Lebaran Tahun 2025 yang berlangsung selama 22 hari, mulai Jumat 21 Maret hingga Jumat 11 April 2025.

Selama periode tersebut, KAI Daop 4 Semarang melayani sebanyak 1.094.918 penumpang, atau rata-rata 49.769 penumpang per hari.

Dari total jumlah penumpang tersebut, sebanyak 535.366 penumpang diberangkatkan dari stasiun-stasiun di wilayah Daop 4 Semarang (rata-rata 24.335 penumpang/hari), dan sebanyak 559.552 penumpang tiba di wilayah Daop 4 Semarang (rata-rata 25.432 penumpang/hari).

“Puncak arus kedatangan terjadi pada Rabu, 2 April 2025 (H+1) dengan jumlah penumpang yang tiba sebanyak 32.270 orang. Sementara puncak keberangkatan tercatat pada Kamis, 3 April 2025 (H+2) dengan 33.167 penumpang diberangkatkan dari wilayah Daop 4,” jelas Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo.

Relasi favorit selama masa mudik dan balik didominasi oleh tujuan Jakarta, disusul Surabaya dan Bandung. Rute jarak pendek seperti Semarang-Pekalongan-Tegal-Purwokerto PP serta Semarang-Grobogan-Blora PP juga menjadi pilihan utama para pemudik lokal.

Beberapa KA dengan jumlah penumpang tertinggi di wilayah Daop 4 Semarang antara lain:

  • KA Kamandaka tujuan Purwokerto: 45.353 penumpang
  • KA Kaligung tujuan Tegal dan Brebes: 44.516 penumpang
  • KA Ambarawa Ekspres tujuan Surabaya: 38.844 penumpang
  • KA Tawang Jaya tujuan Jakarta: 26.129 penumpang
  • KA Menoreh tujuan Jakarta: 23.960 penumpang
  • KA Argo Merbabu tujuan Jakarta: 18.203 penumpang
  • KA Argo Sindoro tujuan Jakarta: 14.365 penumpang

Adapun stasiun dengan kepadatan keberangkatan tertinggi di wilayah Daop 4 Semarang:

  1. Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng – 146.393 penumpang
  2. Stasiun Semarang Poncol – 134.641 penumpang
  3. Stasiun Tegal – 73.048 penumpang
  4. Stasiun Pekalongan – 56.861 penumpang
  5. Stasiun Pemalang – 29.081 penumpang
  6. Stasiun Cepu – 26.446 penumpang
  7. Stasiun Ngrombo – 19.924 penumpang

Sementara kepadatan kedatangan tertinggi terjadi di:

  1. Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng – 155.058 penumpang
  2. Stasiun Semarang Poncol – 125.745 penumpang
  3. Stasiun Tegal – 82.483 penumpang
  4. Stasiun Pekalongan – 61.406 penumpang
  5. Stasiun Pemalang – 32.059 penumpang
  6. Stasiun Cepu – 29.409 penumpang
  7. Stasiun Ngrombo – 22.694 penumpang

Selama masa Angkutan Lebaran, terdapat 2.380 perjalanan KA yang melintasi Daop 4 Semarang atau rata-rata 108 perjalanan KA per hari, dengan 760 di antaranya merupakan KA yang diberangkatkan dari wilayah ini (rata-rata 34 perjalanan per hari).

Dari sisi ketepatan waktu, performa KAI Daop 4 Semarang sangat membanggakan dengan On Time Performance (OTP) keberangkatan mencapai 99,34%, dan OTP kedatangan mencapai 96,40%.

Total 535.282 tiket disediakan selama periode ini, dengan tingkat penjualan mencapai 100%, dan diperkirakan masih akan terus meningkat hingga malam ini.

“Jika dibandingkan dengan masa Angkutan Lebaran 2024, terjadi kenaikan sebesar 4 persen, di mana pada tahun lalu tercatat melayani 1.046.435 penumpang,” ungkap Franoto.

Franoto menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada masyarakat yang telah mempercayakan perjalanan mudik dan baliknya kepada layanan kereta api.

“Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan setia yang telah memilih moda transportasi kereta api sebagai sarana perjalanan selama masa angkutan Lebaran ini. Kepercayaan masyarakat adalah motivasi kami untuk terus berbenah dan memberikan layanan terbaik,” ujarnya.

KAI Daop 4 Semarang akan terus melakukan evaluasi menyeluruh pasca Angkutan Lebaran, demi peningkatan layanan di masa mendatang. “Setelah angkutan Lebaran ini, kami akan terus meningkatkan fasilitas baik di stasiun maupun di atas kereta, agar layanan KAI semakin prima dan menjadi pilihan utama masyarakat, tak hanya saat Lebaran, tapi juga untuk liburan dan perjalanan lainnya,” tutupnya.

JNE Sambut Idul Fitri dengan Nuansa Bahagia dalam Halal Bihalal 1446 H

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Dalam semangat mempererat silahturahmi dan memperkuat nilai kebersamaan, JNE menggelar acara Halal Bihalal 1446 H dengan mengusung tema “Bersama Untuk Maju dan Bahagia” pada Rabu, 9 April 2025.

Acara ini dilaksanakan secara hybrid dan diikuti oleh seluruh Ksatria dan Srikandi JNE di seluruh Indonesia dengan kegiatan utama yang berlangsung secara offline di Kantor Pusat JNE, Jl. Tomang Raya, No. 11, Jakarta Barat.

Sebagai wujud komitmen JNE terhadap nilai kemanusiaan dan semangat berbagi kebahagiaan, JNE meberikan santunan kepada anak-anak yatim dari Yayasan Al-Mustaqim dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Presiden Direktur JNE, M. Feriadi Soeprapto, dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini sejalan dengan filosofi perusahaan yaitu Berbagi, Memberi, dan Menyatuni.

“Momen Halal Bihalal ini menjadi refleksi bagi seluruh karyawan JNE untuk terus memperkuat semangat “Connecting Happiness”.

Dengan saling memaafkan dan mempererat silaturahmi, kita bisa maju dan mencapai kebahagiaan bersama dan tetap menjalin hubungan baik dengan seluruh karyawan, pelanggan, mitra, maupun masyarakat luas.”

Acara ini juga diisi dengan tausiyah, muhasabah, dan doa yang disampaikan langsung oleh Ustaz Taufiqurrahman, yang dikenal sebagai “Ustaz Pantun”.

Dengan gaya ceramah khasnya yang penuh pantun dan pesan-pesan mendalam yang mengajak para Ksatria dan Srikandi JNE untuk merenungi makna bulan Syawal sebagai momentum untuk meperbaiki diri dan memperkuat tali persaudaraan.

“Bulan Syawal bukan sekedar momen silaturahmi, tapi juga ajang untuk memperbarui niat dan semangat kita dalam bekerja, beribadah, dan berbagi. Ikan mas koki berwarna-warna, rezeki ngak kemana-mana. Pergi mendaki berjalan kaki, gelap gulita di khawatirkan, harta hati yang kita miliki, adalah yang telah kita infakkan,” Ungkap Ustaz Taufiqurrahman dalam pantunnya yang disambut antusias oleh para Ksatria dan Srikandi JNE.

Dengan diselenggarakannya acara ini, JNE berharap seluruh Ksatria dan Srikandi di seluruh Indonesia dapat menghidupkan kembali nilai-nilai silaturahmi, saling memaafkan, dan kebersamaan sebagai landasan dalam membangun semangat kerja yang positif, penuh makna, dan berdampak nyata dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

KAI Daop 1 Jakarta Diskon Tiket Eksekutif Mulai dari Rp30.000

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – PT Kerata Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta memberikan penawaran menarik yakni harga tiket kereta api kelas eksekutif yang murah. Tiket bisa didapatkan dengan harga mulai Rp 40.000,-.

Manager Humas Daop 1 Jakarta Ixfan Hendriwintoko mengungkapkan penawaran ini adalah promo “Tarif Khusus Kereta Api” yang disesuaikan kembali dan mulai diberlakukan tanggal 12 Februari 2025.

“Daop 1 Jakarta masih memberlakukan tarif khusus untuk rute dengan menggunakan KA-KA tertentu,” ujar Ixfan, Senin (10/4/2025).

Tarif khusus diberikan guna meningkatkan kinerja volume penumpang jarak pendek dengan idle seat yg tersedia pada Kereta Api (KA) jarak jauh.

Ixfan menambahkan, calon penumpang bisa melakukan pembelian tiket melalui aplikasi Access by KAI atau loket di stasiun maksimal 2 jam sebelum keberangkatan selama tiket masih tersedia. Adapun tarif khusus berlaku pada KA dan relasi sebagai berikut :

Keberangkatan Dari Stasiun Pasarenen :

Relasi Pasarsenen – Bekasi

KA Gumarang, KA Gajahwong, KA Jayabaya, KA Mataram, KA Singasari, KA Jayakarta, KA Jaka Tingkir, KA Senja Utama Solo, KA Fajar Utama Solo, KA Fajar Utama Yogyakarta, KA Senja Utama Yogyakarta, KA Sawunggalih, KA Tawang Jaya Premium, KA Menoreh, KA Progo.

Tiket Kelas Eksekutif Rp40.000 dari harga normal Rp170.000 – 245.000
Tiket Kelas Bisnis Rp35.000 dari harga normal Rp110.000 – Rp285.000 
Tiket Kelas Ekonomi Rp30.000 dari harga normal Rp120.000 – Rp285.000

Relasi Pasarsenen – Pegadenbaru (PGB) PP

KA Dharmawangsa, KA Matarmaja, KA Bangunkarta, KA Kutojaya Utara.

Tiket Kelas Eksekutif Rp 120.000 dari harga normal Rp215.000 – 415.000
Tiket Kelas Ekonomi Rp 80.000 dari harga normal Rp120.000 – Rp285.000

Relasi Pasarsenen – Cirebon/Cirebon Prujakan PP

KA Gumarang, KA Gajahwong, KA Bogowonto, KA Jayabaya, KA Mataram, KA Singasari, KA Jayakarta, KA Jaka Tingkir, KA Senja Utama Solo, KA Fajar Utama Solo, KA Fajar Utama Yogyakarta, KA Sawunggalih, KA Tawang Jaya Premium, KA Menoreh, KA Progo, KA Majapahit, KA Bangunkarta.

Tiket Kelas Eksekutif mulai Rp175.000-Rp250.000 dari harga normal Rp310.000 – Rp445.000
Tiket Kelas Bisnis mulai Rp180.000 dari harga normal Rp240.000 – Rp280.000 
Tiket Kelas Ekonomi mulai Rp130.000 dari harga normal Rp180.000 – Rp255.000

Keberangkatan Dari Stasiun Gambir :

Relasi Gambir – Bekasi

KA Argo Semeru, KA Argo Muria, KA Argo Cheribon, KA Purwojaya, KA Argo Parahyangan

Tiket Kelas Eksekutif Rp40.000 dari harga normal Rp220.000 – Rp315.000
Tiket Kelas Ekonomi Rp30.000 dari harga normal Rp140.000 – Rp170.000

Relasi Gambir – Cirebon PP

KA Bima, KA Sembrani, KA Manahan, KA Purwojaya, KA Taksaka, KA Argo Bromo Angrek, KA Argo Lawu, KA Gajayana, KA Argo Dwipangga, KA Brawijaya, KA Argo Muria, KA Argo Sindoro.

Tiket Kelas Eksekutif mulai Rp215.000-Rp250.000 dari harga normal Rp295.000 – Rp695.000

Info selengkapnya terkait layanan Kereta Api, masyarakat dapat menghubungi Customer Service Stasiun atau Contact Center KAI melalui telepon di 121, WhatsApp KAI121 di 08111- 2111-121, email cs@kai.id, atau media sosial KAI121.

Sesaji Rewanda Kembali Hidupkan Semangat Leluhur di Semarang

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang akan kembali menggelar tradisi Sesaji Rewanda pada Sabtu (12/4) mendatang. Menurut rencana, tradisi Sesaji Rewanda akan dimulai pada pukul 07.00 sampai pukul 10.00 WIB di Kelurahan Kandri, Kecamatan Gunung Pati.

“Rencananya tradisi kirab Sesaji Rewanda akan dibuka langsung oleh Ibu Agustina, Wali Kota Semarang yang akan berjalan beriringan menuju lokasi sesaji,” terang Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Wing Wiyarso, Senin (7/4).

Ia menjelaskan setelah sampai lokasi sesaji akan dihibur oleh penampilan Tari Bambu Krincing dan sejarah mengenai Goa Kreo. Selanjutnya kembali ditampilkan Tari Wanara Parisuka dan diakhiri dengan pemotongan tumpeng oleh Wali Kota Semarang serta ngalap berkah dan ramah tamah.

Sesaji Rewanda dimulai pada abad ke-15, saat Sunan Kalijaga, salah satu tokoh penting dalam sejarah Islam di Indonesia, berusaha membangun sebuah masjid yang sekarang terkenal sebagai Masjid Agung Demak.

Sesaji Rewanda juga memiliki berbagai makna dan tujuan yang sangatlah mendalam. Lebih lanjut, Wing menambahkan Sesaji Rewanda yang jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti “memberi hadiah kepada monyet”.

Hal ini mencerminkan pentingnya menjaga hubungan yang harmonis antara manusia dan alam.

“Manusia sebagai pemimpin di muka bumi ini memiliki tanggung jawab yang besar untuk merawat alam dan semua makhluk yang hidup di dalamnya. Dengan memberikan ‘hadiah’ kepada para monyet yang tinggal di Goa Kreo, masyarakat tidak hanya merayakan kemenangan setelah Ramadhan tetapi juga menyampaikan pesan penting tentang keharmonisan dengan alam,” imbuhnya.

Biasanya, perayaan ini berlangsung pada tanggal 3 bulan Syawal, dengan puncak prosesi kirab pada tanggal 7 bulan Syawal.

Acara dimulai dengan rombongan yang berarak dari desa ke Goa Kreo, tempat tinggal monyet-monyet yang dihormati dalam perayaan ini. Sebelum mencapai Goa Kreo, empat orang dengan menggunakan kostum monyet akan melakukan tarian yang menghibur dan memberikan semangat kepada peserta.

Di belakang mereka, terdapat replika kayu jati yang melambangkan peran penting monyet dalam membantu Sunan Kalijaga dalam memindahkan kayu jati. Ketika rombongan tiba di Goa Kreo, prosesi kirab dimulai dengan doa-doa yang dipimpin oleh tokoh-tokoh adat, sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan.

Setelah prosesi doa selesai, acara dilanjutkan dengan anak-anak dari komunitas setempat mengenakan kostum monyet dan berpartisipasi dalam perayaan dengan tarian yang menggambarkan peran monyet dalam membantu Sunan Kalijaga.

Setelah prosesi selesai, gunungan-gunungan berisi berbagai hidangan tradisional, termasuk “Sego Kethek” atau nasi monyet, dibagikan kepada para monyet sebagai simbol rasa terima kasih. Sego Kethek berisi nasi yang dibungkus dengan daun jati dan diisi dengan sayuran, tahu, dan tempe.

Dalam prosesi sesaji rewanda tersebut juga terdapat gunungan. Gunungan tersebut bisa mencapai tinggi sekitar 2,5 meter, menciptakan pemandangan yang mengesankan. Selama pembagian gunungan, semua yang hadir, termasuk para monyet, bergabung dalam perayaan ini, menciptakan atmosfer persatuan yang menguatkan makna perayaan Sesaji Rewanda.