spot_img
Beranda blog Halaman 152

UNDIP Kukuhkan 5 Guru Besar, Perkuat Inovasi di Bidang Peternakan hingga Kelautan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Universitas Diponegoro (UNDIP) hari ini kembali mengukuhkan 5 Guru Besar dalam rangkaian acara Upacara Pengukuhan 36 Guru Besar UNDIP yang berlangsung di akhir bulan Januari dan awal Februari Tahun 2025.

Adapun 5 Guru Besar yang dikukuhkan hari ini berasal dari Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) sebanyak 3 orang, antara lain Prof. Ir. Didik Wisnu Widjajanto, M.Sc., Ph.D.; Prof. Dr. Ir. R.R. Retno Adiwinarti, M.Sc.; dan Prof. Ir. Bambang Sulistiyanto, M.Agr.Sc., Ph.D., IPU., dan dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) sebanyak 2 orang, antara lain Prof. Dr. Ir. Desrina, M.Sc.; dan Prof. Dr. Ir. Agus Indarjo, M.Phil.

Pada acara tersebut masing-masing Guru Besar menyampaikan penelitian ilmiah dan temuan inovasinya. Prof. Ir. Didik Wisnu Widjajanto, M.Sc., Ph.D. yang memiliki kepakaran Pertanian Organik, menyampaikan pidato ilmiah yang berjudul “Penerapan Pertanian Organik dalam Meningkatkan Produktivitas Lahan guna Mendukung Ketahanan Pangan”.

Ia menjelaskan bahwa pertanian intensif dengan menggunakan bahan kimia buatan yang berlebihan tanpa menggunakan bahan organik akan berakibat terhadap degradasi tanah dan lingkungan, yang pada akhirnya akan menurunkan produktivitas lahan dan hasil tanaman.

“Penerapan Pertanian Organik (PO) dengan memanfaatkan bahan organik, pupuk organik, pupuk organik diperkaya, dan pupuk hayati terbukti mampu memperbaiki kesuburan tanah, menjaga dan meningkatkan masa produktivitas lahan dan tanaman serta mampu mendukung ketahanan pangan,” ungkap Prof Didik, Selasa (21/1).

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. R.R. Retno Adiwinarti, M.Sc. yang memiliki kepakaran Manajemen Produksi Ternak Pedaging, menyampaikan pidato ilmiah yang berjudul “Peningkatan Produktivitas Ruminansia Kecil dengan Perbaikan Pakan dan Memperhatikan Kesejahteraan Ternak”.

Prof Retno menjelaskan bahwa peternak yang memelihara kambing dan domba secara tradisional dengan digembalakan (sistem ekstensif) mendukung kesejahteraan ternak dan menghasilkan daging lebih sehat, tetapi pertumbuhannya lambat karena ternak kekurangan pakan.

Namun seiring dengan berkurangnya lahan gembala, mendorong peternak beralih ke sistem intensif yang membutuhkan perhatian lebih pada pakan, minum, dan ruang gerak.

Sumber pakan alternatif seperti daun gamal/Gliricidia dapat dimanfaatkan sebagai pakan sumber protein sebagai campuran konsentrat yang mengandung bungkil kedelai.

Selain itu, pakan komplit berbentuk pellet lebih efisien untuk meningkatkan konsumsi pakan dibandingkan pakan berbentuk mash (halus), sehingga kesejahteraan ternak lebih meningkat dan dapat menurunkan cemaran gas metana.

Prof. Ir. Bambang Sulistiyanto, M.Agr.Sc., Ph.D., IPU. yang memiliki kepakaran Pakan Fungsional Ternak non Ruminansia membahas “Pemanfaatan Teknologi Fermentasi dalam Pengembangan Pakan Fungsional Unggas untuk Usaha Peternakan Rakyat”.

Meningkatnya permintaan pangan asal ternak yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH), mendorong industri peternakan unggas mencari alternatif pakan seiring dengan larangan penggunaan bahan aditif promotor pertumbuhan dalam pakan seperti hormon dan antibiotik.

Pakan aditif fungsional berbahan alami seperti ekstrak tumbuhan, antioksidan, probiotik dan prebiotik, pengikat mikotoksin, enzim, senyawa fitogenik atau fitobiotik menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi maupun kesehatan ternak.

Teknologi pengolahan pakan untuk mendukung penyediaan pakan alternatif termasuk di pakan aditif dan produk fermentasi telah terbukti mampu memecahkan permasalahan lingkungan dan pakan.
Penerapan teknologi fermentasi dalam pengolahan limbah sayuran dan buah-buahan mampu menghasilkan pakan alternatif dengan sifat fisik organoleptik, mikrobiologis, maupun utilitas yang baik dan dapat menjadi sumber probiotik.

Selain itu, pengayaan limbah sayuran fermentasi dengan limbah bawang putih dapat menghasilkan bahan pakan yang kaya akan bakteri probiotik dan senyawa fitogenik alisin, sehingga berpotensi sebagai sinbiotik alami yang bermanfaat untuk pertumbuhan unggas.

“Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa teknologi fermentasi memiliki peran besar dalam penyediaan bahan pakan alternatif pakan unggas yang memiliki sifat fungsional, sehingga akan sangat membantu dalam menjawab tantangan peningkatan produktivitas ternak usaha peternakan rakyat di era pasca-antibiotik sebagai promotor pertumbuhan,” jelas Prof. Bambang Sulistiyanto.

Prof. Dr. Ir. Desrina, M.Sc. dengan kepakaran Penyakit Organisme Akuatik memaparkan penelitian yang berjudul “Strategi Pengendalian Penyakit Akuakultur Secara Holistik untuk Akuakultur Berkelanjutan di Indonesia”.

Ia menjelaskan bahwa pengendalian penyakit akuakultur, tidak hanya sekadar menghilangkan patogen dari lokasi akuakultur, tapi memerlukan pendekatan holistik yang mencakup pemahaman terhadap ekologi patogen di dalam dan di luar inang, interaksi inang, patogen dan lingkungan di dalam dan di luar wadah akuakultur, serta memperhatikan daya dukung lingkungan.

Strategi holistik yakni dengan menggabungkan metode yang sudah ada (biosekuriti) yang dikuatkan dengan penekanan pada pemahaman tentang ekologi patogen, akan mampu mengendalikan penyakit akuakultur di masa yang akan datang dengan baik sehingga akuakultur Indonesia yang berkelanjutan dapat dicapai.

Selanjutnya, Prof. Dr. Ir. Agus Indarjo, M.Phil. dengan kepakaran Manajemen Sumber Daya Laut, menyampaikan pidato ilmiah dengan tema “Pengelolaan Sumber Daya Laut Berbasis Sistem Informasi Coastal Cleanup dan Bioseluler untuk Monitoring Perairan Laut”.

Sumber daya laut menyediakan berbagai ekosistem yang mendukung kehidupan, seperti keanekaragaman hayati, sumber pangan, dan regulasi iklim.

Namun, sumber daya laut menghadapi masalah seperti pencemaran, overfishing, dan perubahan iklim yang mengancam keseimbangan ekosistem laut.

Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan Sistem Informasi Coastal Cleanup (SICC) dan inovasi Bio-Sel-GSM yang kemudian ditingkatkan menjadi Bio-Sel-LoRa.

Pendekatan pengelolaan sumber daya laut yang menggunakan SICC, Bio-Sel-GSM, dan Bio-Sel-LoRa memberikan beberapa keunggulan seperti pemantauan real-time, pengumpulan data yang komprehensif dan akurat, dan menjaga keseimbangan ekosistem laut, sehingga keberlanjutan sumber daya laut dapat terjaga dengan lebih baik.

Kejati Jateng Gelar Media Gathering, Pererat Sinergi dengan Wartawan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah menggelar Media Gathering – Sinergi dan Kolaboratif bersama media, yang tergabung dalam Forum Wartawan Kejaksaan (FORWAKA) Jawa Tengah, di Kantor Kejati Jateng, Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (21/1).

Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (Kajati Jateng), Dr. H. Ponco Hartanto, SH, MH, Asisten Intelijen (Asintel) Freddy Simanjuntak, SH MH, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Dr. Lukas Alexander Sinuraya, SH, MH, Asisten Tindak Pidana Umum (Aspidum) Adhi Prabowo, SH MH, Kasi Penkum Arfan Triono dan Kasi Penyidikan Pidsus Leo Jimmy Agustinus,SH MH, Ketua Forwaka Henri.P dan Sekretaris Joko Susanto serta puluhan Jurnalis.

Dalam sambutannya, Kajati Ponco mengapresiasi dan berterimakasih kepada semua Jurnalis yang hadir. Selain itu, Jurnalis telah memberikan dedikasi yang luar biasa dalam mendukung keberhasilan Kejati Jateng menjalankan tugasnya.

“Media Gathering ini merupakan wadah untuk mempererat tali silaturahmi, sekaligus sebuah apresiasi kepada teman-teman media yang telah berperan aktif dalam menyampaikan pemberitaan mengenai Kejati Jateng,” ungkap Ponco.

Ponco berharap kegiatan semacam ini dapat memperkokoh hubungan antara Kejati Jateng dengan awak media. Ia menekankan pentingnya kerjasama yang semakin erat untuk menghadirkan informasi yang akurat, transparan, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Di Era keterbukaan informasi saat ini, transparansi dan akuntabilitas menjadi fondasi penting dalam tugas dan fungsi kami. Oleh karena itu, kami sangat membutuhkan sinergi yang kuat dengan para awak media agar informasi yang sampai kepada masyarakat selalu akurat, jelas, dan berimbang.

Semoga hubungan baik ini semakin erat, sehingga kita dapat bersama-sama mendukung penegakan hukum yang adil dan memberikan rasa aman bagi masyarakat Jawa Tengah.

“Kami berharap agar rekan-rekan sekalian terus mendukung setiap upaya Kejaksaan dalam mewujudkan keadilan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Kejati Jateng juga siap menerima kritik dan saran, dan berbagi informasi tentang perkembangan dan kejadian atau peristiwa yang ada kaitannya dengan porsi Kejaksaan Tinggi dan Negeri.

Dengan adanya Media Gathering ini, diharapkan kolaborasi yang semakin erat antara Kejati Jateng dan media dapat terus berkembang, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Jawa Tengah.

Inovasi Ramah Lingkungan, KAI Daop 1 Jakarta Ganti Kantong Plastik dengan Waste Bag

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta mendukung pencapaian Suistainable Development Goals (SDGs) untuk pembangunan berkelanjutan dengan mengurangi limbah plastik untuk waste bag dan cangkir air minum saat perjalanan kereta api.

Hal tersebut bertujuan untuk mengurangi penggunaan kantong plastik yang dinilai berdampak besar bagi pencemaran lingkungan.

“Waste bag atau kantong sampah di kereta api KAI digunakan untuk membuang sampah. Waste bag ini tersedia di bangku penumpang kereta api. KAI telah mengganti kantong plastik dengan kantong kertas untuk mengurangi penggunaan plastik,” kata Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko.

Selain Waste Bag, KAI juga sudah menggunakan gelas atau cup dari kertas dalam perjalanan kereta api. Kemudian untuk pegawai KAI juga guna mendukung program SDGs ini diwajibkan menggunakan Tumbler sendiri.

“Dibeberapa stasiun sudah ada pengisian air minum, KAI menghimbau juga kepada pelanggan kereta api untuk bersama-sama mengurangi limbah plastik dan membawa botol Tumbler sendiri,” imbuh Ixfan.

Tak hanya pengurangan limbah plastik, dalam pembangunan berkelanjutan (Sustainable) melalui konsep ESG (Environmental, Social, and Governance) serta mendukung dan menjaga keberlangsungan lingkungan yang sehat dan penerapan manfaat jangka panjang dalam peningkatan kinerja.

Pada 2 Desember 2024, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Khususnya Daerah Operasi 1 Jakarta sudah memberikan instruksi kepada seluruh jajaran pegawai dan juga tamu untuk tidak menggunakan kendaraan bermotor (emisi karbon) di area kantor Daerah Operasi 1 Jakarta setiap hari Selasa dan hari Jumat.

“Pengecualian dari ketentuan sebagaimana yaitu, kendaraan jenis listrik atau manual meliputi sepeda, sepeda listrik, motor listrik, atau mobil listrik,” kata Ixfan.

Lebih lanjut, kata Ixfan, untuk bagian Pengamanan agar memastikan personil security yang bertugas untuk tidak memberikan akses masuk bagi kendaraan bermotor (emisi karbon) ke area kantor Daerah Operasi 1 Jakarta.

“Bagi pekerja yang melanggar ketentuan yang sudah ditetapkan akan dikenakan sanksi yang berlaku diperusahaan,” ujar Ixfan.

Saiful Buktikan Mimpi Jadi ASN Kejaksaan Bisa Diraih Meski dari Keluarga Sederhana

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Saiful Adhinata Putra adalah bukti hidup bahwa latar belakang keluarga sederhana tidak menjadi penghalang untuk meraih impian besar.

Pemuda asal Jawa Tengah ini telah menorehkan kisah inspiratif yang penuh semangat juang dan keberanian dalam mengubah nasibnya.

Lahir dari keluarga dengan penghasilan terbatas—ayahnya seorang pengemudi ojek online dan ibunya seorang perawat—Saiful tumbuh dengan keyakinan bahwa pendidikan dan kerja keras adalah kunci untuk kehidupan yang lebih baik.

“Saya sadar sejak kecil, jika ingin sukses, saya harus bekerja lebih keras dari orang lain,” ujarnya.

Pada tahun 2019, Saiful memulai pendidikannya di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) di bidang Akuntansi.

Awalnya, ia mengikuti kelas pagi. Namun, demi menyesuaikan jadwal kerjanya sebagai staf administrasi di sebuah perusahaan sekuritas, ia memutuskan untuk pindah ke kelas sore.

Di tengah rutinitas kuliah dan pekerjaan, Saiful bahkan menyempatkan diri menjadi pengemudi ojek online.

Penghasilannya digunakan untuk membayar biaya kuliah, mencicil motor, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Hidup saya penuh tantangan, tapi itu justru membuat saya semakin tangguh,” katanya.

Pada satu titik, Saiful mengambil keputusan besar: berhenti dari pekerjaannya untuk fokus membuka usaha kecil bersama temannya dan mempersiapkan seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN).

Kejaksaan adalah impiannya. Inspirasi itu muncul setelah ia berbincang dengan seorang teman yang telah lebih dulu menjadi bagian dari institusi tersebut.

“Saya tertarik dengan lingkungan kerja yang positif dan jenjang karier di kejaksaan. Meski awalnya pesimis, saya yakin usaha tidak akan mengkhianati hasil,” ungkap Saiful.

Keputusan itu tentu tidak mudah. Pendapatan keluarga yang sudah pas-pasan menjadi lebih terbatas. Namun, ayahnya menunjukkan dukungan penuh dengan membantu membiayai les persiapan CPNS.

“Ayah saya banyak berkorban. Saya ingin keberhasilan ini menjadi hadiah untuk beliau,” tambah Saiful.

Menanggapi kisah perjuangan seperti yang dialami Saiful, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (Kajati Jateng), Ponco Hartanto, memberikan pandangannya.

“Saya bangga dengan generasi muda seperti Saiful yang berani bermimpi dan bekerja keras untuk mengubah nasib. Mereka adalah harapan bangsa,” ujar Ponco.

Ia juga menegaskan bahwa kejaksaan adalah tempat yang terbuka untuk siapa saja yang memiliki integritas dan semangat pengabdian.

“Kami ingin melihat lebih banyak anak muda yang percaya bahwa kesuksesan hanya bisa diraih dengan usaha keras dan kejujuran,” imbuhnya.

Maret 2024 akan menjadi momen penting bagi Saiful, di mana ia resmi menyelesaikan studinya. Dengan semangat yang tak pernah padam, ia siap menghadapi seleksi CPNS dan mewujudkan impian mengabdi untuk negeri.

“Saya ingin membuktikan bahwa mimpi adalah milik semua orang, termasuk mereka yang berasal dari keluarga sederhana. Yang penting adalah berani berusaha dan tidak menyerah,” tutupnya.

Saiful Adhinata Putra adalah cermin dari semangat generasi muda yang tidak gentar menghadapi kesulitan.

Kisahnya mengajarkan kita bahwa perjuangan adalah kunci untuk membuka pintu kesuksesan.

Semoga langkahnya menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk terus berani bermimpi dan bertindak.

SCU Umumkan 4 Nama Bakal Calon Rektor, Siapa yang Paling Berpeluang?

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Soegijapranata Catholic University (SCU) sedang dalam proses Pemilihan Rektor (Pilrek) masa jabatan 2025 – 2029. Menurut keterangan Rektor SCU Dr. Ferdinandus Hindiarto, bahwa proses Pilrek telah dimulai sejak bulan Oktober 2024.

“Kami sudah berproses sejak Oktober dan Undang-Undang Dasar yang kami pakai adalah Statuta dan Ortala karena di dalamnya sudah dijelaskan proses Pemilihan Rektor,” kata Ferdi pada konferensi pers (20/01/2025) di Gedung Mikael, Kampus Bendan SCU.

Panitia Pilrek SCU telah menetapkan para dosen yang memenuhi syarat untuk menjadi calon rektor. Terdapat 44 dosen yang memenuhi syarat menjadi bakal calon rektor yang selanjutnya diberikan pembekalan oleh Johanes Eka Priyatma, M.Sc., Ph.D, mantan Rektor Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Berdasarkan penjelasan Ferdi, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.

“Syarat kami sangat sederhana yaitu telah menempuh pendidikan S3, jabatan akademik minimal Lektor, masa kerja 10 tahun, tidak akan memasuki masa pensiun ketika masa jabatan sampai tahun 2029, dan karena SCU adalah Universitas Katolik maka calon Rektor harus beragama Katolik.” jelas Ferdi.

Selain itu, setiap unit di SCU punya hak untuk mengusulkan bakal calon rektornya. Total ada 12 unit terdiri dari 10 fakultas, mahasiswa, dan tenaga kependidikan. Kemudian setiap unit berhak untuk mengusulkan tiga dari 44 bakal calon Rektor. Selanjutnya, Panitia Pilrek akan melakukan pemeriksaan administrasi, seleksi dan pengesahan.

Adapun keempat bakal calon itu antara lain:

  • Benediktus Danang Setianto, SH., LLM, MIL, Ph.D
  • Dr. Marcella Elvina Simandjuntak, SH., CN., M.Hum
  • Prof. Maria Yosephine Dwi Hayu Agustini, MBA., Ph.D
  • Robertus Setiawan Aji Nugroho, ST., MComIT, Ph.D

Nantinya para bakal calon rektor akan mempresentasikan visi, misi dan program kerja di hadapan seluruh sivitas akademika pada Kamis, 23 Januari 2025 di ruang Teater, Gedung Thomas Aquinas. Selain itu, akan ada enam panelis terdiri dari tiga panelis internal dan tiga panelis eksternal yang turut andil. Mereka ialah :

  1. Dr. Agustinus Prasetyantoko, Universitas Katolik Atma Jaya
  2. Budiman Tanuredjo, wartawan senior selama 36 tahun, penulis, host Satu Meja The Forum
  3. Rm. T. B. Gandhi Hartono, SJ, Sekretaris Eksekutif Komisi Pendidikan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)
  4. Peter Ardhianto, Ph.D, perwakilan dosen SCU
  5. Hengky Ardi Nur Cahyo, perwakilan senat mahasiswa SCU
  6. Paulus Sapto Nurgroho, perwakilan tenaga kependidikan SCU

Pada hari yang sama dilakukan pula pemungutan suara oleh anggota Senat Universitas. Nantinya, tiga nama bakal calon akan dikirimkan ke Keuskupan Agung Semarang untuk ditindaklanjuti.

KAI Berikan Service Recovery, Imbas Kelambatan KA Akibat Banjir di Grobogan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang memberikan service recovery (SR) kepada para penumpang yang KA nya terimbas keterlambatan akibat banjir pada Km 32+5/7 antara Stasiun Gubug – Stasiun Karangjati Kabupaten Grobogan.

“SR ini diberikan kepada para penumpang dengan keterlambatan KA yang dinaikinya lebih dari 60 menit, dengan pemberian berupa air mineral hingga makanan berat sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ungkap Manager Humas Daop 4 Semarang KAI, Franoto Wibowo.

Sampai dengan saat ini ada beberapa KA yang mengalami keterlambatan dikarenakan menerapkan pola operasi memutar melewati Stasiun Gambringan-Gundih-Brumbung. Adapun KA yang mengalami keterlambatan sbb:

  1. KA 227 Blora Jaya relasi Cepu-Semarang, keterlambatan 125 menit
  2. KA 61 Sembrani relasi Surabaya-Semarang-Jakarta, keterlambatan 120 menit
  3. KA 231 Ambarawa Ekspres relasi Surabaya-Semarang, keterlambatan 112 menit

KAI memohon maaf atas keterlambatan perjalanan kereta api akibat banjir di lokasi tersebut. “Bagi pelanggan yang terdampak dan memilih untuk membatalkan perjalanan, pengembalian bea tiket sebesar 100% (di luar biaya pemesanan) dapat dilakukan di stasiun pelayanan penumpang,” tambah Franoto.

Hingga pukul 13.00 WIB, banjir di lokasi belum surut sehingga perjalanan kereta api masih menerapkan pola operasi memutar. Kereta api yang terpengaruh pola operasi memutar antara lain:

  • KA 1 Argo Bromo Anggrek relasi Surabaya-Semarang-Jakarta
  • KA 2 Argo Bromo Anggrek relasi Jakarta-Semarang-Surabaya
  • KA 62 Sembrani relasi Jakarta-Semarang-Surabaya
  • KA 235 Airlangga relasi Surabaya-Semarang-Jakarta

Dengan penerapan pola operasi memutar, setiap perjalanan KA diestimasikan akan mengalami keterlambatan antara 100 hingga 120 menit.

“KAI menyadari dampak yang ditimbulkan oleh gangguan ini terhadap pelanggan, terutama bagi yang telah merencanakan perjalanan menggunakan kereta api. Untuk itu, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. KAI berkomitmen untuk terus memantau kondisi di lokasi dan memberikan informasi terkini kepada masyarakat melalui berbagai saluran komunikasi,” jelas Franoto.

Proses normalisasi jalur di petak Gubug-Karangjati terus dilakukan dengan mengutamakan prinsip keselamatan untuk mempercepat pemulihan jalur. Harapannya, perjalanan kereta api dapat kembali normal sesegera mungkin.

Untuk informasi lebih lanjut terkait jadwal kereta api atau pengembalian tiket bagi pelanggan terdampak, masyarakat dapat menghubungi layanan media sosial KAI121, e- mail: cs@kai.id, dan Whatsapp KAI121 (0811-1211-1121).

Napak Tilas 80 Tahun, Sultan HB X dan Pemuda Lintas Iman Tanam 100 Pohon di Nawang Jagad

0

SLEMAN (Pertamanews.id) – Sri Sultan HB X bersama para ketua umum organisasi pemuda lintas agama ke Gunung Merapi tepatnya di Nawang Jagad, Kaliurang, Pakembinangun, Sleman Yogyakarta pada Senin (20/01/2025).

Para pimpinan pusat organisasi pemuda ini hadir di Merapi atas undangan pihak keraton.

Ini merupakan pertemuan bersejarah setelah 80 tahun. Pada 19 Agustus 1945, Sri Sultan HB IX juga memanggil dan bertemu para pemuda di Gedung Wilis, Kepatihan Yogyakarta untuk membahas kemerdekaan yang baru saja diproklamirkan.

Hadir mendampingi Sultan HB X di Nawang Jagad, GKR Mangkubumi, RM Gusthilantika Marrel Suryokusumo, dan RM Drasthya Wironegoro. Dari organisasi pemuda hadir, Ketum GP Ansor Addin Jauharudin, Ketum Pemuda Katolik Stefanus Asat Gusma, Ketum Gamki (Pemuda Kristen) Sahat MP Sinurat, Waketum Gemabudhi (Pemuda Budha) Wiryawan, dan Wakil Ketua Wilayah Pemuda Muhammadiyah Yogyakarta Eko Priyo Agus. Hadir juga Taprof Bidang Ideologi Lemhannas RI AM Putut Prabantoro beserta Herman Handoko, Ichwan Peryana, dan Muhammad Fauzi Purnama yang merupakan mitra GP Ansor.

Pertemuan Sri Sultan HB X dan organisasi pemuda itu bertajuk “Air untuk Masa Depan Peradaban” yang diwujudkan penanaman pohon langka seperti sawo kecik, pronojiwo dan kepel. Ada 100 bibit pohon langka yang ditanam. Kegiatan ini diselenggarakan KHP Datu Dana Suyasa bersama Bebadan Pangreksa Loka lembaga internal kraton.

Setelah menanam bersama, Sultan HB X kemudian mengajak para pemuda untuk obrol intim secara kekeluargaaan di tempat yang sangat romantis. Tempat ini langsung berhadapan dengan Gunung Merapi. Cuaca cerah di sekitar Gunung Merapi memengaruhi obrolan intim itu.

Sebelum menanam, acara dibuka dengan doa agama Budha yang dipimpin oleh Wiryawan. Sri Sultan sangat memuji bagaimana panitia telah memersiapkan dengan baik. Biasanya, menurut Sultan HB X, yang digunakan adalah doa kelompok mayoritas. Namun pada saat acara itu, Sultan HB X menyatakan surprise dengan cara yang baru tersebut.

“Memayu hayuning bawana memiliki filosofi. Pertama, keselamatan alam semesta itu hanya dimungkinkan oleh karena kebijakan manusia itu sendiri. Kalau kebijakannya rusak ya hancur pula alam semesta ciptaan- Nya. Alam harus kita selamatkan. Dalam arti kalau kita mengambil manfaatnya jangan sampai kita merusaknya. Harus menjaga. Kedua, darma sifat-sifat keutamaan itu yang memungkinkan bangsa dan negara tetap lestari. Dan, yang ketiga, keselamatan manusia hanya dimungkinkan karena rasa kemanusiaan,” tutur Sri Sultan HB X dalam sambutannya.

Memayu hayuning bawana, masih menurut Sultan HB X, oleh UNESCO digunakan istilah sustainable development – pertumbuhanan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, air, pohon dan lingkungan harus dijaga bersama demi peradaban manusia.

Ketua Pelaksana, RM Gusthilantika Marrel Suryokusumo dalam sambutannya mengungkapkan ide kegiatan penanaman pohon ini. Mas Marrel, demikian ia akrab disapa, mengatakan bahwa inisiatif kegiatan tercetus pada pertemuan dirinya dengan tujuh pimpinan organisasi pemuda lintas iman pada Desember 2024 lalu di Minomartani, Sleman, Yogyakarta. Pertemuan itu terjadi saat organisasi pemuda lintas agama mengadakan kunjungan silaturahmi menjelang natal ke Gereja Kristen Jawa, Minomartani.

“Dalam sebuah perbincangan kami munculah ide untuk memulai tahun 2025 dengan secara simbolik menanam pohon demi ketahanan air. Maka tema acara pagi ini adalah ‘Air untuk Masa Depan Peradaban’,” katanya.

Ia mengungkapkan awal lahirnya Bebadan Pangreksa Loka merupakan “dhawuh” dan inisiatif Ngarso Dalem Sri Sultan HB X dan Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi bahwa semakin berkembangnya jaman tantangannya pun semakin berkembang dan bervariasi. “Itu alasan dibentuknya suatu badan di dalam Keraton di bawah naungan GKR Mangkubumi yang secara spesifik diperuntukkan salah satunya untuk menanggulangi permasalahan lingkungan,” jelasnya.

Dalam sambutannya, GKR Mangkubumi mengapresiasi kegiatan penanaman 100 pohon di Nawang Jagad. Ia menjelaskan KHP Datu Dana Suyasa mengurusi soal tanah dan bangunan. “Di dalamnya ada kantor yang menangangi urusan soal tanah. Kemudian ada yang mengurusi restorasi bangunan, juga da yang mendata situs, pesangrahan, dan area atau kawasan heritage. Selain itu juga ada unit yang mengurusi lingkungan,” jelasnya.

GKR Mangkubumi menginginkan lebih banyak lagi pohon yang ditanam karena sejak erupsi Merapi tahun 2010 banyak sekali alur sungai yang tertutup. “Dengan penanaman yang semakin banyak ini akan kembali menimbulkan air. Mudah-mudahan teman-teman lintas agama bisa mengajak OKP yang lain untuk bersama-sama menanam yang lebih luas lagi,” imbuhnya.

Filosofi Tanam

Menurut Stefanus Asat Gusma penanaman 100 pohon antara Kraton Yogyakarta bersama organisasi kepemudaan lintas agama, menjadi bukti nyata kolaborasi lintas iman dan generasi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Gusma menekankan pentingnya aksi nyata untuk merawat lingkungan, yang ia kaitkan dengan filosofi Memayu Hayuning Bawana dari Keraton Yogyakarta serta ensiklik Paus Fransiskus, Laudato Si tentang merawat Rumah Bersama yakni Bumi.

Gusma juga menegaskan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian tak terpisahkan dari menjaga Indonesia dan dunia dari ancaman bencana. “Ketika alam kita rawat, ia akan bersahabat dengan kita. Demikian pula sebaliknya. Oleh karena itu, Gusma menyerukan kepada para pemuda untuk mengambil peran lebih besar dalam isu lingkungan.

Adapun, Addin Jauharudin melihat hubungan filosofis antara pohon dan Indonesia. Ia mengibaratkan, pohon dengan negara Indonesia. Tumbuhnya dahan, ranting, daun dan bunga dari satu pohon merupakan cerminan Indonesia. Pohon Indonesia harusnya tumbuh mekar dan menghasilkan buah kesejahteraan, keamanan dan kenyamanan bagi para penduduk nya. Sementara akar pohon adalah kerajaan kerajaan nusantara yang telah membentuk perlintasan agama, budaya dan tradisi dan melahirkan republik indonesia

“Oleh karena itu, kita harus melihat sejarah di mana Indonesia berasal dari kumpulan kerajaan-kerajaan. Oleh karena itu, Indonesia jangan dipisahkan dari akarnya yakni kerajaan-kerajaan yang dulu membangun negara Indonesia. Tugas bangsa Indonesia adalah memupuk dan merawatnya dengan menyiram, memberi pupuk, membersihkan dari rumput ilalang dan memberi jalan sinar matahari untuk terus bisa hidup sehat tumbuh berkembang dan maju,” ujarnya.

Menurut Addin, nilai luhur yang berasal dari kerajaan-kerajaan merupakan kearifan lokal. Oleh karenanya membangun Indonesia Emas harus menggunakan kearifan lokal sebagai akar pembangunan.

“Kearifan lokal harus menjadi akar yang akan menguatkan pohon ke-Indonesiaan. Pohon ini akan dirawat oleh dahan dan ranting kebhinnekaan. Ia akan menghasilkan buah dan bungan persatuan, kesejahteraan, kemajuan, serta ketahanan bangsa dan negara,“ ujar Addin.

Pemuda Aktif Berperan

Sahat MP Sinurat melihat kerjasama ini dari sudut pandang sejarah. Dikatakannya, Keistimewaan Yogyakarta menjadi penting karena selain status kerajaan yang berdiri sejak tahun 1755, namun juga karena keterlibatannya dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Tentang hubungan erat antara pemuda dan Kraton Yogyakarta harus dilihat dari adanya benang merah pada 19 Agustus 1945. Momentum itu terjadi ketika Sultan HB IX mengumpulkan para pemimpin kelompok pemuda yang jumlahnya mencapai 100 orang di bangsal kepatihan.

Dalam pertemuan tersebut, Sultan HB IX menyampaikan pidato yang kutipannya antara lain: “Menurut sejarah, di mana terjadi perubahan besar dan mendadak seperti yang terjadi di Tanah Air kita sekarang, pemuda senantiasa memegang peranan,”ujar Sahat.

Pertemuan kali ini sangat tepat. Menurut Sahat, pertemuan ini sangat bersejarah dan isinya sama. Kraton dan pemuda membahas dan bertekad merawat dan menumbuhkan bangsa Indonesia beserta alam dan segala isinya.

Dari kacamata lingkungan hidup, Wiryawan menegaskan dibutuhkannya komitmen merawat bumi dengan menghindarkan dunia dari bencana besar. Kegiatan penanaman pohon, menurutnya, merupakan bentuk komitmen para pemuda Indonesia dan Keraton Yogyakarta untuk sama-sama merawat alam Indonesia.

“Jika alam sudah kita rawat maka alam akan bersahabat dengan segala isiannya, merawat alam sama artinya dengan merawat Indonesia dan merawat dunia dari ganasnya bencana,“ ujarnya.

Upayakan Safety Imbas Luapan Air, Daop 4 Batalkan 2 Perjalanan KA dan Terapkan Pola Operasi KA Memutar

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Update pukul 08.30 WIB, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang membatalkan 2 perjalanan KA imbas dampak luapan air akibat banjir yang terjadi di Km 32+5/7 antara Stasiun Gubug – Stasiun Karangjati, Kabupaten Grobogan.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo menyampaikan, bahwa perjalanan kereta api yang dibatalkan diantaranya KA Kedungsepur dengan nomor 546/545 relasi Semarang Poncol – Ngrombo pp dan KA Ambarawa Ekspres dengan nomor 230/233 relasi Semarang Poncol – Surabaya Pasarturi pp.

KAI mengucapkan permohonan maaf atas pembatalan perjalanan kereta api imbas banjir yang saat ini terjadi. “Bagi pelanggan yang terdampak akibat pembatalan perjalanan ini, dapat membatalkan tiketnya di stasiun dan bea tiket akan dikembalikan 100% (di luar biaya pemesanan),” ungkap Franoto.

Saat ini, KAI Daop 4 Semarang telah melakukan upaya penanganan dalam mengatasi luapan air di lokasi terdampak. Proses penanganan terus dilakukan secara intensif agar jalur dapat segera digunakan kembali.

Rekayasa Pola Operasi

Untuk pelayanan kelancaran operasional dan keselamatan, dilakukan rekayasa pola operasi dengan pengalihan rute perjalanan. “KAI berkomitmen untuk mengutamakan keselamatan penumpang dan perjalanan KA imbas dari luapan air yang terjadi saat ini’ ujar Franoto

Kereta api dari Surabaya menuju Semarang yang semula melalui rute Surabaya – Cepu – Gubug – Brumbung – Semarang, sementara dialihkan menjadi Surabaya – Cepu – Gambringan – Gundih – Kedungjati – Brumbung – Semarang begitu juga sebaliknya KA-KA yang semula rute Semarang- Brumbung- Gubug- Cepu- Surabaya dialihkan rutenya menjadi Semarang- Brumbung- Kedungjati- Gundih- Gambringan- Cepu- Surabaya.

Kereta api pertama yang menerapkan pola operasi jalan memutar ini adalah KA No. 227 Blora Jaya dengan relasi Cepu – Semarang Poncol.

Untuk selanjutnya, KA yang akan menerapkan pola operasi pengalihan rute: KA 61 Sembrani menjadi relasi Surabaya-Gambringan- Gundih- Semarang-Jakarta dan KA 1 Argo Bromo Anggrek menjadi relasi Surabaya-Madiun – Solojebres -Semarang- Jakarta.

“Kami akan terus memantau perkembangan di lapangan dan akan memberikan pembaruan informasi secara berkala,” tutup Franoto.

Update Penanganan Banjir di Km 32+5/7 Petak Jalan Gubug – Karangjati

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Update pukul 07.30 WIB, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang terus melakukan penanganan intensif terhadap dampak banjir yang terjadi di Km 32+5/7 antara Stasiun Gubug – Stasiun Karangjati, Kabupaten Grobogan.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo menyampaikan bahwa hingga saat ini jalur rel di lokasi tersebut masih tergenang air sehingga belum dapat dilalui oleh kereta api.

Rekayasa Pola Operasi

Untuk pelayanan kelancaran operasional dan keselamatan, dilakukan rekayasa pola operasi dengan pengalihan rute perjalanan.

Kereta api dari Surabaya menuju Semarang yang semula melalui rute Surabaya – Cepu – Gubug – Brumbung – Semarang, sementara dialihkan menjadi Surabaya – Cepu – Gambringan – Gundih – Kedungjati – Brumbung – Semarang begitu juga sebaliknya KA-KA yang semula rute Semarang- Brumbung- Gubug- Cepu- Surabaya dialihkan rutenya menjadi Semarang- Brumbung- Kedungjati- Gundih- Gambringan- Cepu- Surabaya.

Kereta api pertama yang menerapkan pola operasi jalan memutar ini adalah KA No. 227 Blora Jaya dengan relasi Cepu – Semarang Poncol.

Penanganan di Lokasi

Untuk mempercepat penanganan, KAI Daop 4 Semarang telah mengerahkan 1 rangkaian kereta api pengangkut batu kricak beserta material lainnya seperti pasir, bantalan rel, dan besi. Material ini digunakan oleh petugas prasarana KAI Daop 4 Semarang untuk memperbaiki jalur dan mengatasi luapan air di lokasi terdampak. Proses penanganan terus dilakukan secara intensif agar jalur dapat segera digunakan kembali.

Permohonan Maaf dan Kebijakan Pembatalan Tiket

KAI Daop 4 Semarang menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas keterlambatan perjalanan kereta api akibat banjir ini. Bagi pelanggan yang memilih untuk membatalkan perjalanannya, tiket dapat dibatalkan di stasiun pelayanan tiket terdekat, dan bea tiket akan dikembalikan 100% (di luar biaya pemesanan).

“Kami terus memantau perkembangan di lapangan dan akan memberikan pembaruan informasi secara berkala,” terang Franoto,

Untuk informasi lebih lanjut, pelanggan dapat menghubungi Contact Center KAI di 121 atau melalui aplikasi KAI Access.

Presiden RI Resmikan 37 Proyek Kelistrikan Sekaligus, Indonesia Menuju Swasembada Energi

0

SUMEDANG (Pertamanews.id) – Presiden RepubIik Indonesia (RI) Prabowo Subianto meresmikan sekaligus pembangunan 26 pembangkit listrik serta 11 proyek transmisi dan gardu induk yang tersebar di 18 provinsi.

Seremoni peresmian ini dilaksanakan di Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jatigede, Sumedang, Jawa Barat pada 20 Januari 2025.

Pada peresmian ini, Presiden Prabowo turut didampingi oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo, Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin, dan Gubernur Jawa Barat Terpilih Dedi Mulyadi.

“Pada hari ini saya mendapat kehormatan besar dan saya sangat bangga dapat hadir di Jatigede ini dalam rangka meresmikan kelompok proyek-proyek besar di 18 provinsi. Mungkin ini peresmian proyek energi terbesar di dunia mungkin yang kita resmikan, 3,2 Gigawatt (GW) sekaligus,” ungkap Presiden Prabowo.

Secara rinci, proyek yang diresmikan meliputi 26 pembangkit listrik dengan total kapasitas 3.222,75 Megawatt (MW) dan 11 jaringan transmisi dan gardu induk sepanjang 739,71 kilometer sirkit (kms) dengan kapasitas 1.740 Megavolt Ampere (MVA).

“Kita mengerti betapa penting energi yang kita butuhkan untuk melangsungkan transformasi bangsa kita. Kita ingin menjadi negara modern, negara maju. Kita harus menjadi negara yang bisa mengolah sumber daya alam kita untuk menjadi negara industri. Untuk itu energi sangat vital. Kita punya sumber alam yang cukup besar dan kita sekarang punya kemampuan untuk melakukan transformasi energi ini,” sambungnya.

Sementara itu Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa pengembangan infrastruktur ketenagalistrikan berbasis energi secara masif adalah kunci untuk mendukung swasembada energi.

“(Peresmian ini) dalam rangka menerjemahkan apa yang menjadi komitmen Bapak Presiden untuk melakukan transisi energi dari energi fosil kepada energi baru terbarukan. Dan ini adalah salah satu (proyek ketenagalistrikan) terbesar di dunia yang kita resmikan bersama-sama,” tegas Bahlil.

Bahlil menambahkan, seiring dengan target pertumbuhan ekonomi 8 persen, penyediaan energi listrik yang sustainable akan terus digenjot, untuk itu pemerintah terus mendukung pengembangan infrastruktur listrik yang berbasis EBT.

“Ke depan kita akan menambah 71 GW atau 71.000 MW dengan jaringan kurang lebih sekitar 48 ribu kms, 48 ribu kms itu kalau dia berbanding lurus, kurang lebih sekitar 8.000 km,” imbuh Bahlil.

Penjabat Bupati Sumedang, Yudia Ramli, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas penyelesaian proyek PLTA Jatigede. Dirinya mengatakan bahwa saat ini Kabupaten Sumedang tengah berupaya meningkatkan ekonomi kreatif yang salah satunya dengan mengoptimalkan pemanfaatan Bendungan Jatigede.

Kehadiran Bendungan Jatigede ini, menurutnya, akan memberikan banyak kontribusi terhadap pertumbuhan industri, salah satunya adalah Kawasan Industri Hijau Tomo.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian ESDM dan PLN. Kemanfaatan ini sangat dirasakan oleh Kabupaten Sumedang. Kemanfaatan yang didapat kabupaten Sumedang saat ini adalah untuk air baku, untuk pariwisata dan juga untuk pertanian. Saat ini, sumedang juga sedang menyiapkan kawasan ekonomi kreatif di sini dengan turut mengoptimalkan keberadaan waduk ini.

Bagaimana keberadaan waduk ini, selain untuk mendukung kelistrikan, juga bisa dirasakan manfaatnya untuk pariwisata kami sehingga dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)” terang Yudia.

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah, Widya Anggoro Putro mengatakan bahwa pihaknya merasa sangat bangga karena dapat berkontribusi terhadap penambahan infrastruktur kelistrikan di Indonesia.

Dirinya menegaskan akan selalu siap menyukseskan transisi energi yang berfokus pada energi baru terbarukan melalui pembangunan infrastruktur kelistrikan.

“Tentunya kami merasa sangat bangga dan terhormat karena dalam peresmian yang dilakukan oleh Bapak Presiden hari ini juga terdapat proyek yang kami kerjakan. Bahkan PLTA Jatigede ini adalah salah satu proyek yang berhasil kami selesaikan. Ini menjadi salah satu wujud komitmen PLN dalam menambah bauran energi baru terbarukan di Indonesia,” kata Anggoro.

Anggoro menyebut PLTA Jatigede PLTA Jatigede akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan porsi pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT). Anggoro menjelaskan PLTA Jatigede memiliki kapasitas 2×55 Mega Watt (MW) atau 110 MW secara total keseluruhan.

Menurutnya, keseriusan PLN dalam transisi energi juga sejalan dengan keseriusan PLN dalam menghadirkan energi yang ramah lingkungan.

Anggoro lanjut menjelaskan, dalam peresmian 37 proyek kelistrikan ini, unitnya turut menyelesaikan satu Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi 500 kilo Volt (GITET 500 kV) yakni GITET 500 kV Ampel Boyolali yang berkapasitas 2×500 Mega Volt Ampere (MVA).

Selain itu juga terdapat dua jalur transmisi yaitu Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV Ampel New / Boyolali Incomer Arah Ungaran dan Pedan Sirkit 1 dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Ampel New / Boyolali Incomer arah Bringin dan Mojosongo Sirkit 1 dan 2.

“Keberhasilan ini adalah bukti nyata dari komitmen kami untuk terus memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pelanggan PLN. Kami senantiasa berharap melalui pembangunan infrastruktur kelistrikan akan dapat mendorong peningkatan ekonomi masyarakat sesuai dengan target yang dicanangkan oleh pemerintah yakni 8 persen,” tutup Anggoro.