spot_img
Beranda blog Halaman 19

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Univesitas Semarang Gelar Sosialisasi “Lindungi Diri, Sayangi Keluarga: Kenali Tanda-Tanda KDRT”

0
Foto bersama mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang, narasumber, dan peserta ibu-ibu PKK Kelurahan Bugangan usai kegiatan sosialisasi pencegahan KDRT di Kelurahan Bugangan, Kecamatan Semarang Timur, Minggu (21/12) lalu.

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kegiatan sosialisasi bertema “Lindungi Diri, Sayangi Keluarga: Kenali Tanda-Tanda KDRT” digelar di Kelurahan Bugangan, Kecamatan Semarang Timur, Minggu (21/12) pagi. Kegiatan ini dilaksanakan pukul 09.00 WIB dan diikuti oleh ibu-ibu PKK Kelurahan Bugangan.

Sosialisasi tersebut digelar sebagai respons atas masih maraknya kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga atau KDRT yang kerap tidak terungkap karena dianggap sebagai persoalan pribadi keluarga. Kondisi ini dinilai membuat banyak korban tidak mendapatkan perlindungan dan pendampingan yang semestinya.

Kegiatan bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya perempuan, mengenai berbagai bentuk KDRT, tanda-tanda awal kekerasan yang sering tidak disadari, serta langkah yang dapat dilakukan untuk melindungi diri dan keluarga. Edukasi ini diharapkan mampu mendorong keberanian korban untuk mengenali dan menyikapi kekerasan secara tepat.

Sosialisasi menghadirkan Irnida Terana, M.Psi., Psikolog, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Irnida menjelaskan bahwa KDRT tidak hanya berbentuk kekerasan fisik, tetapi juga mencakup kekerasan psikologis, verbal, ekonomi, serta kontrol berlebihan dalam relasi rumah tangga.

Pemateri Irnida Terana, M.Psi., Psikolog, menyampaikan materi dalam kegiatan sosialisasi “Lindungi Diri, Sayangi Keluarga: Kenali Tanda-Tanda KDRT”. Sosialisasi ini membahas bentuk-bentuk KDRT, tanda awal kekerasan, serta langkah perlindungan diri dan keluarga yang perlu dipahami sejak dini oleh ibu-ibu PKK.

“Banyak perempuan tidak menyadari bahwa dirinya mengalami KDRT karena kekerasan tersebut tidak meninggalkan luka fisik. Padahal tekanan mental, kata-kata yang merendahkan, hingga pembatasan aktivitas juga termasuk bentuk kekerasan,” ujar Irnida.

Ia menegaskan bahwa pemahaman mengenai KDRT merupakan langkah awal yang penting agar korban tidak terus berada dalam lingkaran kekerasan. Menurutnya, perlindungan diri justru menjadi upaya menjaga keselamatan dan keberlangsungan keluarga.

“Melindungi diri bukan berarti merusak keluarga. Dengan mengenali tanda-tanda KDRT dan berani mencari bantuan, kita menjaga keselamatan diri, anak, dan keutuhan keluarga dalam jangka panjang,” tambahnya.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta aktif mengajukan pertanyaan serta berbagi pengalaman terkait dinamika rumah tangga dan lingkungan sekitar. Sejumlah peserta mengaku mendapatkan pemahaman baru mengenai bentuk-bentuk KDRT yang selama ini kerap dianggap wajar.

Salah satu anggota PKK Kelurahan Bugangan menyampaikan bahwa sosialisasi ini membuka wawasan peserta. Ia menyebut bahwa selama ini KDRT sering dipersepsikan hanya sebatas kekerasan fisik, padahal kekerasan verbal dan tekanan psikologis juga memiliki dampak serius.

Melalui kegiatan ini, ibu-ibu PKK diharapkan dapat berperan sebagai agen edukasi di lingkungan keluarga dan masyarakat. Sosialisasi ini menegaskan pentingnya membangun kesadaran kolektif bahwa keluarga seharusnya menjadi ruang aman dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Kegiatan tersebut juga menekankan perlunya kolaborasi antara masyarakat, tokoh lingkungan, dan tenaga profesional dalam menciptakan keluarga yang sehat, setara, dan berperspektif perlindungan terhadap korban KDRT.***

Sistem Kelistrikan Aceh Pulih, Seluruh Gardu Induk Beroperasi Normal, Kini PLN Lanjutkan Pemulihan Distribusi Hingga ke Masyarakat

0

ACEH (Pertamanews.id) – PT PLN (Persero) memastikan sistem kelistrikan di Provinsi Aceh telah pulih sepenuhnya pascabencana. Pemulihan ini ditandai dengan beroperasinya kembali 20 Gardu Induk (GI) yang ada di Aceh, sehingga sistem kelistrikan utama kembali normal.

Pulihnya sistem kelistrikan Aceh didukung oleh penormalan menyeluruh pada sisi pembangkitan dan transmisi. Tonggak penting pemulihan adalah dengan beroperasinya kembali Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nagan Raya yang memastikan pasokan listrik ke seluruh GI di Aceh dapat disalurkan secara optimal.

Dengan telah beroperasinya seluruh GI secara normal, PLN selanjutnya memfokuskan upaya pada percepatan pemulihan jaringan distribusi listrik kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tantangan geografis dan akses yang masih terbatas.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa sesuai arahan Pemerintah, pihaknya terus mempercepat pemulihan kelistrikan pascabencana hingga jaringan listrik kembali sampai kepada masyarakat.

“Sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto dan arahan langsung dari Bapak Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral), kami terus berupaya melanjutkan penormalan kelistrikan Aceh dengan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak. Alhamdulillah, kini sistem kelistrikan Aceh telah pulih. Seluruh gardu induk sudah beroperasi normal, didukung pembangkit dan transmisi yang kembali beroperasi. Ini menjadi fondasi penting agar pasokan listrik ke masyarakat dapat berjalan stabil,” ujar Darmawan.

Sebelumnya, PLN berhasil mengoperasikan PLTU Nagan Raya yang didukung cadangan sistem yang memadai untuk memenuhi kebutuhan kelistrikan masyarakat Aceh. Beroperasinya pembangkit ini sekaligus mengoptimalkan jalur transmisi Nagan–Sigli sebagai bagian dari sistem kelistrikan Aceh.

PLN juga telah berhasil memulihkan jaringan transmisi Arun–Bireuen serta Pangkalan Brandan–Langsa yang menjadi backbone interkoneksi Sumatra–Aceh dan sempat terputus akibat banjir dan tanah longsor.

Dengan sistem utama yang telah normal dan seluruh GI beroperasi, penyaluran listrik ke jaringan distribusi dilakukan secara bertahap dan dengan kehati-hatian tinggi.

Darmawan menegaskan bahwa setiap tahapan pemulihan dilakukan dengan mengutamakan aspek keselamatan masyarakat.

“Kami memastikan proses penormalan distribusi dilakukan secara bertahap dan aman, terutama di wilayah yang masih terdapat genangan air atau lumpur, agar masyarakat dapat kembali menikmati listrik dengan nyaman,” jelasnya.

PLN berkomitmen untuk terus bersama masyarakat Aceh mengupayakan peningkatan layanan kelistrikan serta memantau keandalan sistem secara berkelanjutan hingga seluruh pelanggan kembali menikmati pasokan listrik secara normal.

“Bagi pelanggan yang belum menyala, kami terus berkoordinasi dan memastikan instalasi pelanggan dalam kondisi aman sebelum pasokan listrik kembali disalurkan,” tutup Darmawan.

Dengan pulihnya sistem kelistrikan Aceh dan beroperasinya seluruh gardu induk secara normal, diharapkan aktivitas ekonomi, layanan publik, serta kehidupan sosial masyarakat dapat kembali pulih secara bertahap.***

Direksi dan Relawan PLN Turun Langsung Pastikan Percepatan Pemulihan Fasilitas Umum di Aceh

0

ACEH (Pertamanews.id) — Jajaran Direksi PT PLN (Persero) bersama para relawan PLN turun langsung ke sejumlah fasilitas publik terdampak banjir di Aceh Tamiang, Langsa, dan Aceh Tengah, pada Jumat (19/12).

Upaya ini untuk memastikan bangunan serta instalasi listrik di rumah sakit, tempat ibadah, hingga sekolah aman dan siap digunakan kembali pascapulihnya sistem kelistrikan di wilayah tersebut.

Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Dony Oskaria, dalam peninjauannya ke Masjid Besar Al Huda dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia Aceh Tamiang, menyampaikan bahwa pemulihan pasokan listrik kepada pelanggan dilakukan secara terus menerus dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan masyarakat.

“Sebelum memasukkan tegangan, petugas PLN harus mengecek dan memastikan setiap rumah sudah dalam posisi aman. Tidak bisa kita hidupkan begitu saja, karena ada potensi bahaya di mana masih banyak titik genangan air,” kata Dony.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras seluruh tim PLN yang terus berada di lapangan, memastikan setiap tahapan pemulihan berjalan optimal meski menghadapi berbagai tantangan.

“Jadi, terima kasih teman-teman PLN yang sudah luar biasa, para direksi yang sudah berhari-hari di sini. Insya Allah mudah-mudahan nanti dimudahkan prosesnya,” ujar Dony.

Peninjauan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan melalui program Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Peduli ke sejumlah lokasi terdampak di Aceh.

PLN turut berkontribusi menyalurkan berbagai bantuan logistik, meliputi 10 truk air bersih, 6 truk toren air, peralatan kebersihan, selimut, serta perlengkapan ibadah untuk mendukung aktivitas dan kenyamanan warga di lokasi terdampak.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa PLN mengerahkan personel teknis serta melibatkan jajaran direksi untuk memimpin langsung pemulihan pasokan listrik dan layanan publik berjalan cepat, aman, dan berkelanjutan.

“Ini merupakan keseriusan kami untuk membantu proses pemulihan pascabencana, kami juga pastikan agar pasokan listrik ke pelanggan dapat dilakukan dengan cepat dan tetap mengutamakan keselamatan,” tutur Darmawan.

Sebagai bagian dari upaya pemulihan tersebut, PLN menggelar kerja bakti pembersihan fasilitas umum, pemeriksaan instalasi listrik, hingga penyaluran bantuan kebutuhan dasar kepada masyarakat di beberapa lokasi terdampak.

Di Aceh Tamiang, kegiatan tersebut menyasar Masjid Besar Al Huda dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muda Sedia Aceh Tamiang yang dipimpin langsung oleh Komisaris Independen PLN, Yazid Fanani, Direktur Keuangan PLN, Sinthya Roesly, Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN, Yusuf Didi Setiarto, dan Direktur Distribusi PLN, Arsyadany G. Akmalaputri.

Tidak hanya di Aceh Tamiang, jajaran direksi lainnya, yaitu Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto dan Direktur Perencanaan Korporat & Pengembangan Bisnis PLN, Hartanto Wibowo juga memastikan fasilitas dan instalasi listrik di Masjid Raya Langsa Kota dan RSUD Langsa aman untuk dialiri pasokan listrik kembali.

Sementara di Takengon, Aceh Tengah, Direktur Manajemen Proyek dan Energi Baru Terbarukan (EBT) PLN, Suroso Isnandar dan Direktur Manajemen Risiko PLN, Adi Lumakso memimpin langsung peninjauan pemulihan fasilitas publik di Masjid Baitul Quddus Mendale dan Sekolah Dasar Negeri 9 Kebayakan, untuk memastikan fasilitas layanan publik dapat kembali beroperasi dengan dukungan kelistrikan yang aman.

“Kami berupaya hadir di tengah masyarakat, terutama pada saat-saat sulit seperti ini. Kehadiran dan dukungan Danantara menjadi kekuatan bagi kami untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” pungkas Darmawan.***

Kawal Misi Kemanusiaan, Dirut PGN Turun Langsung Serahkan Bantuan Bencana Aceh dan Sumatera Utara

0

ACEH (Pertamanews.id) – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina terus menyalurkan bantuan kemanusian melalui program CSR terhadap masyarakat yang terdampak bencana di wilayah Aceh dan Sumatera Utara.

Direktur Utama PGN turun langsung meninjau lokasi terdampak banjir di Lhokseumawe, Aceh sekaligus memimpin penyerahan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat yang terdampak bencana pada Senin (15/12).

Didampingi oleh jajaran direksi PGN Lainnya, Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto menyerahkan bantuan secara simbolis kepada warga berupa paket sembako.

“Kami sangat prihatin atas musibah banjir yang menimpa saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatera Bagian Utara. PGN berupaya optimal agar penyaluran bantuan dilaksanakan secara tepat sasaran, dan langsung diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. Kami juga ingin memberikan dukungan moril untuk masyarakat dalam menghadapi masa sulit ini,” ujar Arief.

Sejak bencana banjir di beberapa titik di Sumatera Utara dan Aceh, PGN juga telah bergerak cepat melalui program CSR untuk menyalurkan bantuan kebutuhan pokok darurat, perlengkapan ibu dan anak dan obat-obatan.

Total sampai saat ini bantuan Subholding Gas Grup yang disalurkan telah mencapai sekitar Rp 2,5 Miliar.

Secara keseluruhan, PGN telah menyalurkan paket bantuan logistik yang mencakup bahan pangan pokok, makanan siap saji, air minum, perlengkapan bayi, vitamin serta obat-obatan ringan. Selain bantuan konsumsi, PGN juga menyediakan peralatan pendukung operasional posko dan dapur umum, seperti kompor industri dan rumah tangga, tabung LPG, dandang dan wajan berukuran besar, serta perlengkapan masak lainnya guna memastikan kebutuhan pangan para pengungsi dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

Selain bantuan logistik, PGN juga mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat melalui penyediaan suplai air bersih 10.000 liter per hari ke beberapa posko, dapur umum dan ke RSUD Tamiang.

Beberapa posko diantaranya yaitu posko kebakaran, posko longsor, Posko Sidodadi dan Posko Sungai Liput. PGN juga menyediakan fasilitas mini Water Treatment Plant (WTP) di Pangkalan Brandan dengan kapasitas 2000 liter/jam untuk kebutuhan air bersih masyarakat sekitar.

PGN juga berhasil menembus salah satu desa yang putus akses dan akses terbatas di perbatasan Sumatera Utara dan Aceh untuk menyalurkan berbagai kebutuhan pokok seperti beras 1.250 kg, gula 250 kg, 250 makanan siap makan, 75 minyak goreng kemasan 5 liter, 50 dus mie, telur 20 papan, 250 sarden kemasan besar, 150 dus mie instan, bumbu masak, serta perlengkapan penting lainnya seperti obat-obatan, vitamin, salep dan popok bayi.

Penyaluran bantuan yang berkelanjutan oleh PGN merupakan wujud kolaborasi nyata dengan Pertamina serta seluruh Anak Perusahaan Subholding Gas Pertamina dalam meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.

PGN juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat setempat yang turut membantu dalam mengangkut bantuan dan memastikan bantuan tersebut dapat diterima dengan selamat.

Dalam penyaluran bantuan, PGN bersama Pertamina Peduli terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah setempat, serta perangkat desa untuk menyalurkan bantuan secara langsung dan memetakan titik-titik lokasi yang paling membutuhkan bantuan.

Relawan internal perusahaan juga bekerja sama dengan relawan di lokasi guna membantu proses distribusi bantuan.***

Danantara Bersama BUMN Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Pemulihan Pascabencana di Aceh

0

DELI SERDANG (Pertamanews.id) — Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) bersama belasan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) termasuk PT PLN (Persero) menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk mendukung pemulihan masyarakat terdampak bencana di Provinsi Aceh.

Bantuan tersebut secara resmi dilepas dalam Apel Pelepasan Relawan BUMN Peduli pada Jumat (19/12) di Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara untuk didistribusikan ke lokasi-lokasi terdampak di Aceh.

Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria, dalam arahannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh karyawan BUMN yang telah turun langsung sebagai relawan untuk membantu masyarakat terdampak bencana. Ia menegaskan bahwa kehadiran BUMN dalam setiap situasi darurat merupakan bentuk tanggung jawab dan kewajiban moral, mengingat BUMN adalah milik rakyat Indonesia.

“BUMN adalah milik rakyat Indonesia. Oleh karena itu, setiap kali rakyat membutuhkan, kehadiran kami bukanlah pilihan, melainkan kewajiban. Sejak awal terjadinya bencana, kami menegaskan bahwa kehadiran BUMN bukan sekadar pelengkap, tetapi merupakan bentuk tanggung jawab sebagai perusahaan milik negara,” ujar Dony.

Di bawah koordinasi Danantara, bantuan yang disalurkan oleh belasan perusahaan BUMN mencakup 109 armada truk berisi kebutuhan dasar tanggap darurat.

Selain itu, sebanyak 1.066 relawan diterjunkan untuk mempercepat pemulihan di wilayah Sumatra, khususnya Provinsi Aceh.

Dony menekankan bahwa aksi kemanusiaan ini dilakukan secara nyata dan berdampak langsung di lapangan, bukan sekadar simbolis. Ia menyampaikan kebanggaannya atas keterlibatan relawan BUMN yang terjun langsung membantu masyarakat, sejalan dengan arahan Presiden untuk hadir bekerja bersama rakyat dalam memperbaiki kondisi pascabencana.

“Saya merasa bangga melihat lebih dari
seribu karyawan BUMN yang bersedia turun langsung sebagai relawan untuk membantu masyarakat terdampak. Di saat yang sama, saya mengapresiasi kerja keras rekan-rekan BUMN yang terus memastikan layanan dasar tetap berjalan bagi masyarakat di wilayah terdampak,” tambahnya.

Lebih lanjut, Dony menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan BUMN yang memiliki peran vital bagi kebutuhan dasar masyarakat, termasuk sektor kelistrikan, harus menjadikan penanganan pascabencana sebagai prioritas utama. I

a secara khusus mengapresiasi PLN yang bekerja siang dan malam untuk menghadirkan solusi kelistrikan bagi masyarakat terdampak.

“Untuk teman-teman di PLN, saya melihat langsung bagaimana mereka berjibaku tanpa henti. Prioritas kita hari ini adalah bagaimana menyediakan solusi listrik bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan,” tegas Dony.

Dalam kesempatan tersebut, PLN turut berkontribusi dengan menyalurkan berbagai bantuan logistik yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Bantuan dari PLN meliputi 10 truk air bersih, 6 truk toren air, peralatan kebersihan, selimut, serta perlengkapan ibadah untuk mendukung aktivitas dan kenyamanan warga di lokasi terdampak.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa keterlibatan PLN dalam aksi kemanusiaan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan untuk selalu hadir bersama masyarakat, terutama di saat menghadapi kondisi darurat.

“Selain mengupayakan penormalan listrik secepatnya, PLN juga menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa logistik, dapur umum, air bersih, serta dukungan lainnya agar masyarakat Aceh dapat segera bangkit kembali,” ujar Darmawan.

Sejak awal terjadinya bencana di wilayah Sumatra hingga saat ini, PLN telah menyalurkan berbagai bantuan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, meliputi beras, minyak goreng, gula, mie instan, telur, makanan siap saji, air minum, perlengkapan bayi, selimut, serta obat-obatan.

Selain itu, PLN juga memberikan bantuan penunjang lainnya berupa pakaian baru, perlengkapan ibadah, alat kebersihan, water purifier, tenda, genset, air bersih, perahu karet, dan pembukaan dapur umum di 24 titik.

Ia menambahkan, kolaborasi antar BUMN yang dikomandoi Danantara menjadi kekuatan penting dalam mempercepat pemulihan pascabencana.

“Kami percaya, dengan bekerja bersama dan saling menguatkan, bantuan yang disalurkan akan lebih tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terdampak,” pungkas Darmawan.

Membangun Generasi Sadar Gender: Literasi Komunikasi untuk Mencegah Kekerasan dan Pelecehan Seksual

0
Foto bersama peserta Karang Taruna RW 02 Kelurahan Plamongan Sari bersama pembicara eksternal Ibu Iis Amalia, S.Psi., M.Psi., serta dosen pendamping Dr. Yulianto Budi Setiawan, S.Sos., M.Si., usai pelaksanaan kegiatan sosialisasi literasi komunikasi dan kesadaran gender di Balai Kelurahan Plamongan Sari, Kecamatan Pedurungan, Jumat (19/12).

SEMARANG (Pertamanews.id) – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Membangun Generasi Sadar Gender: Literasi Komunikasi untuk Mencegah Kekerasan dan Pelecehan Seksual” di Balai Kelurahan Plamongan Sari, Kecamatan Pedurungan, Jumat (19/12) lalu.

Kegiatan yang digelar melalui mata kuliah Komunikasi Minoritas dan Gender ini dilaksanakan pukul 19.00 WIB dan diikuti oleh pemuda Karang Taruna RW 02 Kelurahan Plamongan Sari. Sosialisasi turut dihadiri dosen pengampu mata kuliah, Dr. Yulianto Budi Setiawan, S.Sos., M.Si.

Kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman generasi muda mengenai isu kesetaraan gender dan literasi komunikasi. Kondisi ini dinilai berkontribusi terhadap tingginya risiko kekerasan dan pelecehan seksual, baik di lingkungan sosial maupun ruang digital, terutama pada kelompok remaja dan pemuda.

Melalui sosialisasi ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi USM mendorong peningkatan kesadaran peserta terhadap konsep dasar gender, perbedaan antara jenis kelamin biologis dan konstruksi sosial gender, serta relasi kuasa yang dapat memicu terjadinya kekerasan berbasis gender. Literasi komunikasi menjadi fokus utama sebagai upaya membangun sikap komunikatif yang etis, asertif, dan saling menghormati.

Materi disampaikan dengan menyoroti berbagai bentuk kekerasan dan pelecehan seksual, baik verbal maupun nonverbal, dampak yang ditimbulkan terhadap korban, serta peran komunikasi dalam pencegahan dan penanganannya. Pemateri juga menekankan pentingnya keberanian untuk bersuara, membangun kesadaran kolektif, dan menciptakan budaya saling menghargai di lingkungan masyarakat.

Pembicara eksternal, Ibu Iis Amalia, S.Psi., M.Psi., menyampaikan materi sekaligus membuka sesi tanya jawab dengan peserta Karang Taruna RW 02 Kelurahan Plamongan Sari pada kegiatan sosialisasi literasi komunikasi dan kesadaran gender.

“Kesadaran gender tidak hanya tentang memahami perbedaan, tetapi juga tentang cara bersikap, berkomunikasi, dan menghormati batasan orang lain. Literasi komunikasi menjadi kunci untuk mencegah kekerasan dan pelecehan seksual sejak dini,” ujar pemateri saat sesi penyampaian materi.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui diskusi dan tanya jawab. Peserta menunjukkan antusiasme dengan mengajukan pertanyaan terkait cara merespons candaan bernuansa pelecehan, langkah yang dapat dilakukan ketika melihat atau mengalami kekerasan seksual, serta peran lingkungan dalam memberikan dukungan kepada korban. Peserta juga diajak melakukan aktivitas menulis persepsi tentang laki-laki dan perempuan yang kemudian ditempelkan di papan tulis sebagai bahan refleksi bersama.

Melalui diskusi tersebut, peserta mendapatkan pemahaman bahwa kekerasan dan pelecehan seksual tidak selalu berbentuk fisik, tetapi juga dapat terjadi melalui ucapan, pesan digital, dan sikap yang merendahkan. Peserta didorong untuk lebih peka terhadap tanda-tanda kekerasan, berani bersikap tegas, serta mengetahui saluran pelaporan yang aman dan bertanggung jawab.

Penyerahan plakat dilakukan oleh dosen pendamping kegiatan, Dr. Yulianto Budi Setiawan, S.Sos., M.Si., kepada Ketua Karang Taruna RW 02 Kelurahan Plamongan Sari sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kerja sama dalam pelaksanaan kegiatan sosialisasi literasi komunikasi dan kesadaran gender.

Kegiatan ini menegaskan pentingnya membangun lingkungan sosial yang aman, inklusif, dan berperspektif gender, dimulai dari lingkup keluarga, pertemanan, hingga komunitas pemuda. Peningkatan literasi komunikasi diharapkan mampu membekali generasi muda untuk berperan aktif dalam pencegahan kekerasan dan pelecehan seksual.

Sebagai penutup kegiatan, panitia bersama dosen pengampu secara simbolis menyerahkan plakat kepada Ketua Karang Taruna RW 02 Kelurahan Plamongan Sari sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kerja sama yang terjalin. Penyerahan plakat tersebut menjadi simbol komitmen bersama antara mahasiswa dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan sosial yang aman dan berperspektif gender.***

JNE Ukir Prestasi di TOP Digital Awards 2025

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – JNE kembali menunjukkan komitmen dan keunggulannya dalam pemanfaatan teknologi digital dengan berhasil meraih tiga penghargaan bergengsi dalam ajang TOP Digital Awards 2025.

Keberhasilan ini menjadi momentum penting di usia ke-35 Perusahaan dan kian mengukuhkan peran JNE sebagai perusahaan logistik terdepan yang terus bertransformasi mengikuti kemajuan teknologi.

Penghargaan tersebut diterima langsung dalam acara puncak yang diselenggarakan oleh Majalah It Works di Hotel Raffles Jakarta, pada 4 Desember 2025.

Penghargaan ini merupakan pengakuan atas keberhasilan JNE dalam mengimplementasikan dan memanfaatkan teknologi informasi dan digital secara terpadu di seluruh lini bisnis perusahaan, yang berdampak signifikan terhadap peningkatan kinerja, daya saing, dan pelayanan pelanggan/masyarakat.

JNE berhasil meraih tiga kategori penghargaan, yaitu TOP Digital Implementation 2025 # Stars 5 (Kategori Tertinggi), TOP Leader on Digital Implementation 2025 yang diberikan kepada M. Feriadi Soeprapto selaku Presiden Direktur JNE, dan TOP CIO on Digital Implementation 2025 yang diberikan kepada Andries K. Indrajaya selaku SVP Information & Communication Technology Group Head.

M. Feriadi Soeprapto, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya, “Penghargaan Ini adalah bukti nyata atas komitmen JNE untuk terus ‘Bergerak Bersama’ untuk memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan secara konsisten. Di usia yang baru ini, kami menegaskan bahwa investasi di bidang teknologi dan digital adalah hal yang fundamental. Teknologi bukan hanya sekedar alat, tapi fondasi utama dalam mewujudkan semangat ‘Connecting Happiness’. Kami ingin memastikan bahwa setiap paket yang dikirimkan dapat dilacak secara akurat, tiba tepat waktu, dan memberikan pengalaman yang nyaman bagi pelanggan. Penghargaan ini menjadikan kami untuk terus berinovasi agar layanan JNE semakin andal dan terpercaya.”

TOP Digital Awards merupakan penghargaan tahunan di bidang TI, Telco, dan Teknologi Digital, yang terbesar dan paling membanggakan di Indonesia.

Penilaian dan penentuan pemenang dilakukan secara objektif dan independen berdasarkan pendalaman wawancara penjurian. Keberhasilan JNE meraih TOP Digital Awards dengan kategori Luar Biasa (Stars 5) menunjukkan bahwa manajemen JNE telah mengelola bisnisnya secara modern dan profesional.

Implementasi teknologi digital JNE dinilai sangat berhasil dan penggunaannya terintegrasi secara menyeluruh, serta layak dijadikan contoh atau direkomendasikan kepada perusahaan/instansi lain.

Beberapa inisiatif digital JNE yang menjadi sorotan dan kriteria penilaian mencakup pembangunan Mega Hub Sorting Center sejak tahun 2020 yang berlokasi di area Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Sistem Automatic Sorting Center and Gateway System ini memiliki kapabilitas menangani lebih dari 2 juta paket per hari, menjamin proses sortir yang super cepat dan akurat.

Selain itu, JNE juga menghadirkan Roket Indonesia sejak tahun 2022, yaitu layanan kurir instan berbasis aplikasi yang menjamin pengantaran sampai dalam waktu 1,5 jam dengan fitur live tracking real-time.

Layanan ini juga menawarkan layanan multi-drop dalam satu order yang lebih efisien dan hemat waktu, serta proses pemesanan yang lebih sederhana menggunakan aplikasi yang tersedia di Play Store, sehingga memberikan pengalaman layanan yang lebih nyaman.

Pencapaian ini menjadi motivasi bagi seluruh karyawan JNE untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. M. Feriadi Soeprapto menambahkan, “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat yang telah mempercayai JNE. Penghargaan ini kami dedikasikan untuk seluruh pelanggan, mitra kerja, dan seluruh karyawan JNE yang telah bekerja keras dalam komitmennya. JNE selalu terus berinovasi dan ‘Bergerak Bersama’ dengan menghadirkan solusi teknologi digital yang terdepan untuk menghubungkan kebahagiaan bagi seluruh masyarakat Indonesia, kini dan di masa depan.” tutup Feri.

Bantuan Pengelolaan Sampah dari PLN Raih Penghargaan pada ISDA 2025

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (PLN UIP JBT) berhasil meraih penghargaan dengan predikat silver pada ajang Penganugerahan Indonesia CSR Award (ICA) ke-12 dan Indonesia SDGs Award (ISDA) ke-10 tahun 2025 yang digelar oleh Corporate Forum for Community Development (CFCD).

Penghargaan itu diberikan atas program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan di Desa Tunggulpandean, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara berupa pengembangan Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) yang menjadi bagian utama dalam program “Pengelolaan Limbah Sampah Rumah Tangga untuk Pelestarian Lingkungan”.

Bantuan yang diberikan berupa pembangunan fasilitas TPS3R, penyediaan mesin pengolahan sampah, sarana penunjang bank sampah, serta fasilitas edukasi bagi masyarakat.

Penyerahan bantuan ini merupakan wujud nyata kepedulian PLN terhadap pembangunan berkelanjutan melalui pengelolaan sampah menjadi barang yang bernilai ekonomis.

Hal ini sejalan dengan salah satu Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) yang telah disepakati PBB khususnya tujuan nomor 12 yaitu konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Ketua Umum CFCD, Thendri Supriatno mengatakan ajang tersebut merupakan upaya mendorong transformasi peran dunia usaha agar tidak hanya berorientasi pada kinerja ekonomi, tetapi juga memberikan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan.

“Indonesia CSR Award dan Indonesia SDGs Award bukan sekadar ajang seremonial, tetapi instrumen untuk mendorong program CSR yang terencana, berdampak, dan selaras dengan agenda pembangunan nasional serta target SDGs,” ujar Thendri.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Penganugerahan ICA–ISDA 2025, E. Kurniawan Padma menyebut meningkatnya partisipasi perusahaan menunjukkan semakin kuatnya kesadaran dunia usaha dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi bisnis.

Senior Manager Perizinan, Pertanahan dan Komunikasi PLN UIP JBT, Ferdyan Hijrah Kusuma mengatakan keberhasilan ini adalah bukti keseriusan PLN dalam berkontribusi meningkatkan kesejahteraan dari sisi kesehatan lingkungan masyarakat khususnya yang berada di wilayah kerja unitnya.

Dirinya juga mengatakan bahwa timnya tidak boleh cepat berpuas diri dikarenakan masih banyak daerah lain yang membutuhkan bantuan untuk ditingkatkan kesejahteraannya ataupun pengembangan dari yang sudah ada.

“Kami sangat bangga dengan pencapaian atas penghargaan ini. Ini adalah bukti nyata bahwa PLN terus berupaya membantu masyarakat dalam peningkatan kesejahteraan baik secara sosial maupun ekonomi. Namun, yang paling penting adalah kita tidak boleh langsung berpuas diri. Masih banyak hal yang dapat dilakukan untuk membantu masyarakat, dalam hal ini khususnya yang berada di wilayah kerja kami,” terang Ferdyan.

Program TPS3R Desa Tunggulpandean dirancang untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk kompos hingga produk lainnya yang berkaitan dengan pupuk kompos, sementara sampah anorganik akan dikelola untuk dijual kembali sehingga memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Tengah 4 (PLN UPP JBT 4), Ainanto Nindyo mengatakan sasaran dari kegiatan ini adalah upaya pelestarian lingkungan dengan cara pengolahan sampah yang diawali dengan pembangunan TPS3R.

Di samping itu, potensi pengembangan ekonomi kreatif juga sangat tinggi melalui daur ulang sampah menjadi barang yang memiliki nilai ekonomi.

“Saat ini, seperti yang kita ketahui sektor ekonomi kreatif semakin berkembang secara positif. Permintaan pasar terhadap produk kreatif juga sangat tinggi. Kami melihat semangat ini pada warga Desa Tunggulpandean. Kami harap bantuan ini bisa dioperasikan dan dikelola bahkan dikembangkan lebih besar lagi demi menambah kesejahteraan masyarakat,” kata Ainanto.

Sementara itu, General Manager PLN UIP JBT, Widya Anggoro Putro menyampaikan saat ini PLN terus berkomitmen dan menjaga konsistensi dalam menjalankan Program TJSL. Dirinya juga menjelaskan bahwa kini program-program TJSL PLN selalu berfokus pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) yang telah dicanangkan oleh PBB.

Program ini, menurutnya, juga menjadi bukti nyata bahwa pembangunan listrik dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan masyarakat serta pelestarian lingkungan.

“Pencapaian ini akan kami jadikan sebagai penambah spirit bagi kami untuk terus melihat sekitar kami. Apa yang bisa kami kerjakan, apa yang bisa kami lakukan, apa yang bisa kami berikan di luar business as usual. Teruntuk Desa Tunggulpandean, kini selangkah lebih dekat untuk mewujudkan lingkungan bersih, masyarakat mandiri, dan UMKM yang berkembang pesat. Kami juga berharap agar perusahaan ataupun instansi atau lembaga lainnya memiliki semangat yang sama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutur Anggoro.***

Perbaikan Tower dan Jaringan Transmisi Rampung, Sistem Kelistrikan Aceh yang Tadinya Terisolasi Kini Kembali Terhubung, PLN Masuki Tahap Pengoperasian Pembangkit

0

ACEH TAMIANG (Pertamanews.id) – PT PLN (Persero) berhasil memulihkan kembali jaringan transmisi bertegangan 150 kilovolt (kV) Pangkalan Brandan–Langsa pada Rabu (17/12) pukul 13.30 WIB.

Kini, interkoneksi sistem kelistrikan Aceh yang tadinya terisolasi telah kembali terhubung dengan backbone sistem besar Sumatra. Dengan pulihnya interkoneksi tersebut, pemulihan kelistrikan Aceh kini memasuki tahapan pengoperasian kembali pembangkit listrik.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan bahwa jaringan transmisi Pangkalan Brandan–Langsa merupakan penopang utama interkoneksi sistem kelistrikan Sumatra dan Aceh, sehingga pemulihannya menjadi langkah krusial dalam mengembalikan kekuatan sistem kelistrikan Aceh pascabencana.

“Tersambungnya kembali transmisi Pangkalan Brandan–Langsa adalah titik penting dalam pemulihan kelistrikan Aceh. Jalur ini menjadi backbone interkoneksi Sumatra–Aceh, sehingga pemulihannya membuka jalan bagi tahapan lanjutan pemulihan sistem secara menyeluruh,” ujar Darmawan di Aceh Tamiang pada Rabu (17/12).

Pemulihan interkoneksi tersebut dilakukan melalui pembangunan tower darurat pada sejumlah titik transmisi yang terdampak banjir dan longsor, sehingga jalur Pangkalan Brandan–Langsa dapat kembali difungsikan secara aman.

“Dalam prosesnya, pembangunan tower darurat ini dilakukan di tengah kondisi lapangan yang menantang, mulai dari akses lokasi yang terbatas, kontur medan yang labil pascabencana, hingga curah hujan yang tinggi sehingga menyebabkan genangan air dan lumpur yang ekstrem,” jelas Darmawan.

Dirinya melanjutkan, setelah jaringan transmisi berhasil tersambung kembali, PLN memasuki tahap pengoperasian kembali pembangkit listrik, khususnya PLTU Nagan Raya.

Proses ini membuat sistem kelistrikan Aceh berangsur-angsur pulih. Untuk pengoperasian yang optimal, dibutuhkan durasi sekitar 48 jam ke depan melalui proses pemanasan, sinkronisasi dengan sistem, serta pengujian kinerja.

Tahapan ini menjadi prasyarat sebelum sistem dapat dibebani lebih lanjut agar aliran listrik tetap andal dan tidak memicu gangguan lanjutan.

“Pemulihan kelistrikan harus dilakukan berurutan. Setelah interkoneksi aman, kami masuk ke pengoperasian pembangkit agar pasokan yang dihasilkan benar-benar optimal dan dapat menopang sistem secara andal,” tegasnya.

Selanjutnya, pasokan listrik akan secara bertahap disalurkan ke jaringan distribusi melalui 20 unit gardu induk, 558 unit penyulang, dan 15.717 unit gardu distribusi yang melayani masyarakat di seluruh wilayah Aceh.

Untuk mendukung seluruh proses pemulihan, lebih dari 1.600 petugas PLN masih terus bersiaga hingga pemulihan listrik pascabencana di Aceh dapat dituntaskan.

Darmawan menjelaskan juga bahwa semangat masyarakat Aceh dalam menghadapi bencana menjadi inspirasi para insan PLN yang bertugas.

“Kami belajar dari semangat dan perjuangan masyarakat Aceh yang tidak pernah padam untuk bangkit dari kondisi bencana ini. Maka tim PLN tidak pernah menyerah karena ini bukan hanya soal memulihkan pasokan listrik, namun ini adalah simbol api perjuangan rakyat Aceh,” ungkapnya.

Dirinya juga menjelaskan bahwa di sejumlah wilayah Aceh masih terdapat genangan lumpur dan air pascabencana, sehingga penormalan jaringan listrik dilakukan dengan kehati-hatian agar tidak membahayakan masyarakat.

Tidak hanya itu, Darmawan juga memohon maaf sekaligus memohon dukungan dari masyarakat Aceh dalam upaya memulihkan kelistrikan.

“Kami memahami betul ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat pascabencana. Atas kondisi ini, kami menyampaikan permohonan maaf. Kami memohon doa dan dukungan masyarakat Aceh agar seluruh tahapan pemulihan kelistrikan dapat diselesaikan dengan aman dan cepat,” tutup Darmawan.

Artotel Yogyakarta Sambut Akhir Tahun Dengan Berbagai Promo Natal Dan Tahun Baru

0

YOGYAKARTA (Pertamanews.id) – Menyambut penghujung tahun, ARTOTEL Yogyakarta menghadirkan rangkaian program spesial bertajuk Holly Jolly Package dan Semarak Akhir Tahun yang dirancang untuk memberikan pengalaman liburan lengkap dalam satu tempat. Program ini menghadirkan kombinasi kenyamanan menginap, sajian kuliner istimewa, serta perayaan malam natal dan akhir tahun yang hangat dan meriah pada (18/12) lalu.

Dalam rangkaian Semarak Akhir Tahun ini, ARTOTEL Yogyakarta menghadirkan paket menginap untuk kamar Studio 23, 2 pax breakfast dan New Year Dinner dengan berbagai hiburan menarik seperti Live Band Performance, 80s Games, Face Painting dan Dance Performance. Selain itu, tamu juga berkesempatan untuk memenangkan Electric Bike. Program ini ditawarkan mulai dari IDR 1.700.000/room/night.

Untuk menyambut natal, tamu bisa menikmati Holly Jolly Package dengan Holly Jolly Night mulai dari IDR 1.650.000/room/night termasuk Christmas dinner dan breakfast untuk 2 pax, serta Holly Jolly Feast christmas dinner buffet seharga IDR 185.000 nett/pax dengan menu pilihan seperti butter rice, potato au gratin, vegetable ratatouille, dan beef stroganoff dan banyak menu lainnya. Selain itu, terdapat pula Holly Jolly Hideaway mulai dari IDR 1.600.000/room/night termasuk Christmas gift dan breakfast untuk 2 pax.

Andre Harso Binawan selaku General Manager ARTOTEL Yogyakarta menyampaikan, “Melalui program Semarak Akhir Tahun dan Holly Jolly Package ini, kami ingin menghadirkan pengalaman liburan yang lengkap mulai dari istirahat yang nyaman, kebersamaan saat menikmati hidangan Natal, hingga perayaan malam akhir tahun yang hangat dan penuh sukacita. Kami berharap para tamu dapat merasakan momen Natal dan akhir tahun yang berkesan bersama ARTOTEL Yogyakarta.”

Rangkaian program Semarak Akhir Tahun dan Holly Jolly Package di ARTOTEL Yogyakarta ini dihadirkan sebagai pilihan ideal bagi wisatawan dan masyarakat lokal untuk menikmati perayaan Natal dan Tahun Baru dengan konsep yang menyeluruh, menggabungkan kenyamanan menginap, sajian istimewa, serta suasana perayaan yang hangat dan berkesan. Informasi lebih lengkap dapat diperoleh melalui akun Instagram @artoteljogja, dengan berkunjung langsung ke ARTOTEL Yogyakarta, menghubungi nomor 0815-7288-9333, atau melalui website artotelyogyakarta.com