spot_img
Beranda blog Halaman 20

PLN Peduli Hadirkan Program Desa Siaga Bencana di Jepara, Perkuat Mitigasi untuk Lindungi Warga

0

JEPARA (Pertamanews.id) – PT PLN (Persero) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung upaya pemerintah memperkuat mitigasi dan penanggulangan bencana melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN Peduli.

Melalui PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (PLN UIP JBT), bantuan Program Desa Siaga Bencana disalurkan kepada Desa Bategede, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara.

Program ini dilaksanakan dengan melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara sebagai mitra strategis, guna memastikan kesiapan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana serta meminimalkan risiko kerugian ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Bantuan yang diberikan meliputi pembentukan kelembagaan Desa Siaga Bencana, pelatihan dan edukasi kebencanaan bagi masyarakat, penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) tanggap darurat, pembuatan peta rawan bencana, pemasangan rambu dan sign evakuasi, serta pemberian sarana penunjang penanggulangan bencana.

General Manager PLN UIP JBT, Widya Anggoro Putro, mengatakan bahwa program Desa Siaga Bencana merupakan bentuk kepedulian PLN terhadap keselamatan masyarakat di wilayah operasional perusahaan.

“PLN tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur kelistrikan, tetapi juga berkomitmen mendukung ketahanan masyarakat. Melalui program Desa Siaga Bencana ini, kami berharap masyarakat memiliki pengetahuan, kesiapan, dan sistem yang jelas dalam menghadapi potensi bencana, sehingga dampaknya dapat diminimalkan,” ujar Anggoro.

Desa Bategede saat ini memiliki jumlah penduduk sekitar 9.692 jiwa dengan luas wilayah sekitar 1.100 hektare yang terdiri dari kawasan permukiman dan pertanian.

Kondisi tersebut menjadikan kesiapsiagaan bencana sebagai kebutuhan penting, terutama untuk melindungi warga dan aktivitas ekonomi masyarakat desa.

Kepala Desa Bategede, Bambang Susilo, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan PLN melalui program ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN dan BPBD Kabupaten Jepara. Program ini sangat membantu desa kami dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Dengan adanya pelatihan, SOP, serta peta dan jalur evakuasi, warga kini lebih paham apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana,” ujar Bambang.

Sementara itu, Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Jepara, Bagus Ari Wibowo, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengurangan risiko bencana.

“Kabupaten Jepara memiliki potensi bencana seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga kekeringan di beberapa wilayah. Program Desa Siaga Bencana ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat kapasitas masyarakat agar lebih tangguh dan responsif,” jelas Bagus.

Indonesia sendiri dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat kerentanan bencana alam tertinggi di dunia. Secara geografis, Indonesia berada di pertemuan tiga lempeng besar dunia, yakni Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik, serta memiliki lebih dari 120 gunung api aktif.

Selain itu, curah hujan yang tinggi serta kondisi sosial dan lingkungan yang kompleks turut meningkatkan potensi terjadinya bencana.

Melalui program TJSL PLN Peduli Desa Siaga Bencana, PLN berharap sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus diperkuat, sehingga upaya mitigasi dan penanggulangan bencana dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan, demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.***

Terinspirasi Warmindo Legendaris, Indomie Perkenalkan Mi Nyemek Jogja Rasa Rendang

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Indomie kembali menghadirkan inovasi dengan meluncurkan varian terbarunya, Indomie Hypeabis Mi Nyemek Jogja Rasa Rendang.

Produk ini memadukan kelezatan kuliner khas Yogyakarta dengan kekayaan cita rasa rendang, menciptakan sensasi baru bagi pencinta mi instan Tanah Air.

Terinspirasi dari sajian mi nyemek yang populer di berbagai warmindo di Yogyakarta, khususnya Mie Nyemek Bu Siti yang legendaris, varian ini menghadirkan karakter rasa manis gurih khas Jawa yang berpadu dengan bumbu rendang ala Indomie.

Perpaduan tersebut menghasilkan rasa yang medok, hangat, dan kaya rempah, menghadirkan pengalaman berbeda dibandingkan mi instan pada umumnya.

Manager PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk wilayah Semarang, Ananto Pramandhika HR, mengatakan peluncuran produk ini merupakan respons atas tingginya minat konsumen terhadap cita rasa lokal yang autentik.

“Indomie Hypeabis Mi Nyemek Jogja Rasa Rendang menghadirkan aroma bawang putih yang kuat, tekstur mi nyemek yang khas, serta rasa rendang yang nendang. Ini menjadi pengalaman baru yang kami tawarkan bagi para pencinta mi instan,” ujar Ananto, di Semarang, Rabu (17/12).

Menurutnya, kehadiran varian ini menjadi bagian dari komitmen Indomie untuk terus berinovasi sekaligus mendekatkan produk dengan kekayaan budaya kuliner daerah di Indonesia.

Didampingi Manager Risky Sepbrian Adiputro dan Nur Hidayanto, IR Supervisor PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, Ananto menyebutkan Indomie optimistis varian terbaru ini dapat diterima pasar secara luas, terutama oleh generasi muda yang gemar mengeksplorasi rasa-rasa unik khas Nusantara.

“Indomie Hypeabis Mi Nyemek Jogja Rasa Rendang kami yakini mampu menjadi pilihan baru yang menarik, tidak hanya bagi penikmat mi instan, tetapi juga bagi pecinta kuliner lokal,” tambahnya.

Saat ini, Indomie Hypeabis Mi Nyemek Jogja Rasa Rendang telah tersedia di berbagai supermarket, minimarket, hingga pasar tradisional di seluruh Indonesia.

Dengan penguatan strategi distribusi, Indomie siap memenuhi tingginya antusiasme masyarakat terhadap varian baru yang diprediksi akan menjadi favorit tersebut.***

Konflik Sahabat Berujung Maut, Final Trailer “TIMUR” Pamerkan Ketegangan dan Drama Emosional

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Uwais Pictures dengan dukungan penuh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI resmi merilis final trailer film laga terbaru bertajuk TIMUR.

Film yang disutradarai sekaligus dibintangi aktor laga internasional Iko Uwais ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 18 Desember 2025.

Final trailer tersebut menjadi gambaran paling utuh mengenai intensitas aksi, konflik emosional, hingga standar produksi global yang diusung TIMUR.

Tak hanya menampilkan koreografi laga yang realistis dan brutal, trailer pamungkas ini juga menegaskan kekuatan cerita yang berangkat dari nilai persaudaraan dan pengorbanan.

Dalam cuplikan trailer, karakter Timur (Iko Uwais) dihadapkan pada sebuah misi penyelamatan berisiko tinggi yang berubah menjadi persoalan personal.

Timur dan Sila harus kembali berhadapan dengan Apolo, sahabat lama yang kini justru berdiri di kubu lawan. Situasi ini memaksa Timur memilih antara menjalankan tugas, menjaga ikatan persaudaraan, atau berdamai dengan masa lalunya.

Di tengah baku tembak, pertarungan fisik jarak dekat, dan tekanan batin yang intens, TIMUR tampil bukan sekadar film aksi, tetapi juga kisah tentang nilai kemanusiaan yang diuji dalam situasi ekstrem.

Iko Uwais mengungkapkan, kekuatan emosional dalam TIMUR lahir dari pengalaman pribadinya.

“Cerita dalam film TIMUR lahir dari rasa cinta saya terhadap orang timur. Saya tumbuh besar bersama keluarga dari timur yang saya anggap sebagai keluarga sendiri. Dari situ saya melihat betapa kuatnya nilai persaudaraan yang mereka miliki,” ujar Iko Uwais.

Ia menambahkan, melalui film ini ia ingin menghadirkan tontonan laga yang tidak hanya keras dan intens, tetapi juga menyentuh sisi emosional penonton.

“Saya ingin membawakan film laga yang bukan hanya soal aksi, tapi juga punya hati,” katanya.

Dari sisi teknis, TIMUR diposisikan sebagai tonggak baru film laga Indonesia. Uwais Pictures mengusung nilai produksi berstandar internasional, salah satunya dengan penggunaan teknologi audio Dolby Atmos.

Teknologi ini dirancang untuk memberikan pengalaman sinematik maksimal, sehingga setiap dentuman, desingan peluru, hingga dialog terdengar lebih detail dan imersif di layar lebar.

Kualitas visual film ini juga menjadi sorotan. Totalitas produksi sebelumnya telah terlihat dalam acara gala premiere yang menyulap Epicentrum XXI menjadi replika hutan rimba.

Visual megah tersebut diklaim akan sejalan dengan sajian di dalam film, memperkuat atmosfer cerita dan intensitas adegan laga.

Melalui TIMUR, Uwais Pictures menegaskan komitmennya untuk menghadirkan film laga Indonesia yang mampu bersaing secara global, baik dari sisi teknis produksi, koreografi aksi, maupun kekuatan cerita yang otentik.

Film TIMUR akan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 18 Desember 2025. Tiket Advance Ticket Sales (ATS) beserta promo spesial Buy One Get One Free (BOGOF) telah tersedia melalui berbagai kanal penjualan tiket, seperti MTIX, TIX ID, CGV, dan Cinepolis.

Informasi terbaru dan konten eksklusif seputar film ini dapat diikuti melalui akun media sosial resmi @filmTimurofficial dan @uwaispictures.***

BUMD Diminta Efisien dan Ekspansif, Pemkot Semarang Siapkan Langkah Strategis

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola dan kinerja BUMD secara menyeluruh sebagai instrumen strategis pembangunan daerah dan penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Penguatan BUMD ini dilakukan melalui mekanisme pembinaan, pengawasan, evaluasi, hingga pengambilan kebijakan strategis yang terukur dan berbasis regulasi di Kota Semarang.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menyatakan bahwa BUMD bukan hanya entitas bisnis daerah, tetapi juga alat kebijakan publik yang harus dikelola secara profesional.

“Pemkot Semarang memastikan seluruh BUMD dikelola dengan prinsip tata kelola yang baik, akuntabel, dan transparan agar kinerja perusahaan benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Agustina belum lama ini.

Pembinaan dan pengawasan BUMD dilaksanakan berlandaskan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan BUMD, khususnya Pasal 133 dan 134.

Dalam kerangka ini, Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Kota Semarang menjalankan fungsi pembinaan teknis melalui monitoring dan evaluasi, sementara pengawasan dilakukan secara internal oleh BUMD melalui Satuan Pengawas Internal atau SPI dan secara eksternal oleh perangkat daerah yang berwenang.

Menurut wali kota, koordinasi menjadi “kunci utama”. “Dalam menjalankan pembinaan dan pengawasan BUMD, Pemkot selalu berkoordinasi dengan Dewan Pengawas atau Komisaris serta pemegang saham. Ini penting agar Kinerja dan Tata Kelola BUMD tetap sejalan dengan kebijakan pembangunan Kota Semarang,” tegasnya.

Pengawasan rutin juga dilakukan melalui evaluasi Kinerja triwulanan BUMD. Evaluasi ini membandingkan realisasi kinerja operasional dan keuangan dengan target yang telah ditetapkan dalam Rencana Bisnis dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan. Laporan pengawasan diperoleh dari Dewan Pengawas atau Komisaris BUMD yang memberikan rekomendasi kepada direksi.

Selain evaluasi rutin, Pemkot Semarang juga menerapkan kontrol strategis melalui kajian analisis investasi. Dalam setiap rencana penyertaan modal kepada BUMD, Pemkot menugaskan Tim Penasihat Investasi dari kalangan profesional dan akademisi untuk menilai kelayakan ekonomi, pasar, keuangan, teknis, serta tata kelola.

“Kajian ini memastikan setiap rupiah penyertaan modal daerah pada BUMD dilakukan secara akuntabel dan dengan risiko yang terukur,” kata Agustina.

Evaluasi kinerja BUMD juga mengacu pada Permendagri Nomor 118 Tahun 2018 yang meliputi penilaian kinerja, tingkat kesehatan, dan layanan.

Aspek keuangan menjadi perhatian utama, terutama kontribusi BUMD terhadap PAD Kota Semarang, profitabilitas, kinerja aset, dan keberlanjutan usaha.

Opini audit Wajar Tanpa Pengecualian juga menjadi indikator penting dalam menilai kinerja keuangan BUMD

Di sektor operasional dan pelayanan publik, indikator penilaian BUMD disesuaikan dengan karakter usaha masing-masing. Untuk BUMD perbankan, indikator meliputi Loan to Deposit Ratio, Non-Performing Loan, dan pemenuhan cadangan kerugian.

Sedangkan untuk sektor BUMD air minum, indikator mencakup pertumbuhan pelanggan, efisiensi operasional melalui penurunan Non-Revenue Water, serta kepuasan pelanggan. Sementara BUMD pengelola pariwisata dinilai dari pertumbuhan kunjungan dan kualitas layanan.

Aspek tata kelola menjadi pilar penting dalam evaluasi BUMD

Penilaian meliputi kepatuhan terhadap regulasi, kesesuaian antara target dan realisasi kinerja, penerapan manajemen risiko, kebijakan pengembangan sumber daya manusia, serta tindak lanjut atas rekomendasi auditor.

“Penguatan Tata Kelola adalah fondasi agar kinerja BUMD berkelanjutan,” ujar Agustina Wilujeng.

Terkait penyertaan modal, Pemkot Kota Semarang telah memiliki payung hukum yang jelas melalui Perda Nomor 3 Tahun 2025 tentang Penyertaan Modal Daerah pada BUMD Tahun 2025-2029 dan Perda RPJMD Kota Semarang Tahun 2025-2029.

Penyertaan modal dilakukan setelah melalui pembahasan dan persetujuan DPRD serta didukung kajian analisis investasi yang komprehensif. Pengawasan pemanfaatan modal dilakukan untuk memastikan BUMD menggunakan dana sesuai rencana bisnis yang disepakati.

Evaluasi dilakukan melalui laporan triwulanan dan laporan keuangan yang telah diaudit Kantor Akuntan Publik. Target kinerja keuangan, operasional, dan layanan ditetapkan sejak awal sebagai bagian dari komitmen tata kelola BUMD.

Dalam koordinasi kebijakan, Pemkot Kota Semarang telah mengatur pengelolaan BUMD melalui Perda Nomor 11 Tahun 2025 yang menjadi amanat PP Nomor 54 Tahun 2017.

Koordinasi antara Bagian Perekonomian dan SDA dengan BUMD dilakukan sejak perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi, termasuk dalam RUPS, penyusunan RKAP, audit, dan tindak lanjut hasil pemeriksaan.

Untuk meningkatkan kontribusi PAD, Pemkot mendorong efisiensi operasional inti BUMD, penataan ulang unit bisnis yang merugi, serta ekspansi pasar dan pengembangan usaha baru. Penguatan tata kelola dan manajemen risiko menjadi syarat utama dalam setiap langkah strategis tersebut.

“Semua upaya ini diarahkan agar kinerja BUMD semakin sehat dan mampu menyumbang PAD secara berkelanjutan bagi Kota Semarang,” kata Agustina Wilujeng.

Pemkot juga mengoptimalkan peran BUMD dalam penciptaan lapangan kerja melalui penyertaan modal, penetapan indikator kinerja sosial-ekonomi, serta alokasi laba untuk program CSR.

Pembinaan tata kelola dan pendampingan penyusunan RKAP dilakukan agar BUMD selaras dengan prioritas pembangunan Kota Semarang. Apabila ditemukan ketidaksesuaian kinerja atau laporan BUMD, Pemkot Semarang akan memberikan teguran tertulis dan meminta penyusunan rencana aksi korektif.

Hasil evaluasi disampaikan kepada Wali Kota selaku Kuasa Pemilik Modal untuk menjadi dasar kebijakan lanjutan, termasuk perubahan RKAP, penyesuaian penyertaan modal, hingga pergantian jajaran direksi atau komisaris melalui RUPS luar biasa.

“Semua langkah ini kami lakukan untuk memastikan tata kelola yang kuat, kinerja yang terukur, dan BUMD yang benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat Kota Semarang,” pungkas Agustina.

Mahasiswa Ilmu Komunikasi USM Kampanyekan Stop Cyber Bullying untuk Jaga Kesehatan Mental Remaja

0
Peserta Karang Taruna RW 07 Kelurahan Jomblang berfoto bersama pembicara eksternal Kak Ceria dan Dr. Yuliyanto Budi Setiawan, S.Sos., M.Si., di Kelurahan Jomblang, Selasa (16/12) lalu.

SEMARANG (Pertamanews.id)— Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk Stop Cyber Bullying, Jaga Kesehatan Mental Remaja di Balai Kelurahan Jomblang, Selasa (16/12) lalu.

Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Komunikasi Gender dan Minoritas serta dilaksanakan bersama Karang Taruna RW 07 Kelurahan Jomblang. Sosialisasi dimulai pukul 18.30 WIB dan dihadiri dosen pengampu mata kuliah, Dr. Yuliyanto Budi Setiawan, S.Sos., M.Si.

Sosialisasi bertujuan meningkatkan kesadaran remaja terhadap bahaya cyber bullying dan pentingnya menjaga kesehatan mental di era digital. Remaja dinilai sebagai kelompok rentan yang menghadapi tekanan sosial, tuntutan eksistensi di media sosial, serta keterbatasan literasi digital yang berdampak pada kondisi psikologis.

Kegiatan menghadirkan dua materi dengan fokus utama pada kesehatan mental remaja. Materi disampaikan oleh pemateri eksternal, Ceria Arbyan Zahra, S.Psi., Founder LSM Anantaka Cultural Trusts. Ia membahas faktor penyebab gangguan kesehatan mental serta dampak cyber bullying terhadap kesejahteraan emosional dan sosial remaja.

Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Semarang, Dr. Yuliyanto Budi Setiawan, S.Sos., M.Si., menyerahkan cendera mata kepada perwakilan Karang Taruna RW 07 sebagai mitra kegiatan.

Ceria menjelaskan bahwa kesehatan mental tidak hanya berarti terbebas dari gangguan psikologis, tetapi juga kemampuan individu dalam mengelola stres, emosi, dan membangun relasi sosial yang sehat.

“Kesehatan mental remaja sangat dipengaruhi lingkungan digital. Cyber bullying dapat memicu stres, kecemasan, menurunnya rasa percaya diri, hingga depresi. Karena itu, dukungan keluarga, teman sebaya, dan lingkungan yang aman sangat dibutuhkan,” ujar Ceria.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta dari Karang Taruna RW 07 aktif menyampaikan pertanyaan terkait pengelolaan stres di era digital, kebiasaan digital yang sehat, serta aspek kesehatan mental yang perlu dimiliki remaja.

Melalui diskusi tersebut, peserta didorong memahami pentingnya literasi digital, kemampuan mengelola emosi, serta membangun sistem dukungan sosial sebagai upaya pencegahan cyber bullying dan gangguan kesehatan mental.

Kampanye ini menjadi bentuk peran mahasiswa Ilmu Komunikasi USM dalam mengedukasi masyarakat, khususnya remaja, mengenai isu kesehatan mental sebagai bagian dari kajian komunikasi gender dan minoritas. Kegiatan ini diharapkan mendorong terciptanya ruang digital yang aman, sehat, dan beretika.***

Era Baru PSIS Dimulai, Wali Kota Agustina Tegaskan Komitmen Bangun Kejayaan Mahesa Jenar

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang angkat bicara soal dukungan penuh pada kepemimpinan baru PSIS. Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng secara resmi menyatakan komitmen Pemkot Semarang sebagai mitra strategis untuk mendukung kejayaan klub kebanggaan warga ibu kota Jawa Tengah itu.

Dalam audiensi di ruang rapat wali kota pada Senin (15/12) yang dihadiri CEO PSIS yang baru, Datu Nova Fatmawati beserta Komisaris Fariz Julinar Maurisal dan Ketua suporter Panser Biru, Wareng, Agustina menyebut PSIS adalah aset yang tak ternilai.

“PSIS adalah nama yang sudah sangat ikonik. Dukungan untuk klub ini adalah amanat warga. Pemkot Semarang punya komitmen sejarah mendukung PSIS, di era baru ini kita bangun lagi kepercayaan,” kata Agustina.

Dari Fasilitasi Hingga Keamanan: Kolaborasi 3 Pilar Digeber

Wali Kota menekankan, kebangkitan PSIS hanya bisa terwujud lewat sinergi solid tiga pilar utama: manajemen klub, suporter, dan pemerintah daerah.

Pemkot sendiri menyambut baik kepemimpinan Datu Nova, pengusaha kelahiran kota Semarang yang resmi mengambil alih saham mayoritas PSIS November 2025 lalu. Bentuk dukungan akan dibahas dalam pendekatan lebih komprehensif, termasuk fasilitasi perizinan dan penciptaan iklim usaha kondusif.

“Komunikasi ke semua pihak perlu dilakukan, tujuannya jelas, meredakan ketegangan, bangun komunikasi yang baik, dan pastikan pertandingan seperti laga kandang nanti di Stadion Jatidiri berjalan lancar dan aman,” jelasnya.

Komitmen ini pun disambut baik Wareng, perwakilan suporter Panser Biru yang hadir dalam audiensi.

“Harapan kita cuma satu: PSIS bertahan di Liga 2 dulu. Posisi kita di paling bawah, jadi harus fokus dulu. Untuk suporter, kami siap dukung dengan sportif dan tidak anarkis. Yang penting ada komunikasi yang baik,” ujar Wareng menyampaikan aspirasi akar rumput.

Menanggapi hal ini, Wali Kota juga mengajak suporter untuk bersinergi. “Saya minta bantuan. Supporter harus berusaha mati-matian kasih trust ke manajemen baru. Energi positif kalian bahan bakar utama tim,” pesan Agustina.

Visi Jangka Panjang: Gebrakan dari Sekolah Sepak Bola (SSB)

Lebih dari target jangka pendek bertahan di Liga 2, Wali Kota dan manajemen baru sepakat fokus pada pembinaan berkelanjutan. Penguatan Sekolah Sepak Bola (SSB) di seluruh kelurahan di Kota Semarang akan menjadi prioritas.

“Kita harus jawab, kenapa minim pemain top level lahir dan besar di Semarang? Jawabannya ada di pembinaan usia dini,” tegas Agustina.

Kolaborasi dengan manajemen baru diharapkan bisa menciptakan jalur karier jelas dari SSB ke tim utama PSIS, bahkan hingga kancah internasional, untuk mengurangi ketergantungan beli pemain mahal.

Manajemen Baru PSIS: ‘Target Realistis, Bertahan di Liga 2 Dulu’

Di sisi lain, manajemen baru di bawah Datu Nova menyambut baik dukungan Pemkot Semarang. Mereka menegaskan prioritas utama adalah menyelamatkan klub dari jurang degradasi.

“Target kami realistis, bertahan di Liga 2 musim ini adalah langkah pertama. Kami sadar posisi di dasar klasemen, tapi dengan kolaborasi erat Pemkot dan dukungan suporter tulus, kami yakin bisa bangun fondasi kuat untuk bangkit musim depan,” tegas Datu Nova.

Audiensi ini pun ditutup dengan komitmen bersama untuk komunikasi transparan dan berkelanjutan.

Sinergi antara Pemkot sebagai fasilitator kebijakan, manajemen sebagai eksekutor profesional, dan suporter sebagai jiwa tim, diyakini jadi formula tepat untuk mengembalikan PSIS sebagai kebanggaan yang menyatukan seluruh masyarakat Semarang.***

Imigrasi Wonosobo Tindak Tegas Pelanggaran Keimigrasian WNA Malaysia

0

WONOSOBO (Pertamanews.id) – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Wonosobo melaksanakan Operasi Wira Waspada secara nasional pada tanggal 10 hingga 12 Desember 2025 sebagai bagian dari upaya penegakan hukum keimigrasian.

Operasi serentak ini bertujuan untuk memperketat pengawasan terhadap keberadaan Warga Negara Asing (WNA) di wilayah kerjanya.

Tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Imigrasi Wonosobo fokus menyasar dua daerah utama, yakni Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Temanggung, untuk memastikan kepatuhan WNA terhadap aturan Izin Tinggal.

Di Kabupaten Purworejo, Tim Inteldakim melakukan pemeriksaan terhadap beberapa perusahaan yang menggunakan Tenaga Kerja Asing (TKA). Pemeriksaan awal dilakukan di PT. PETANI SUKSES MAKMUR, di mana petugas mendapati dua TKA yang dipekerjakan dan disponsori oleh perusahaan tersebut. Selanjutnya, tim melanjutkan pemeriksaan ke PT. ARAMI JAYA dan menemukan enam TKA yang bekerja di sana.

Meskipun setelah dilakukan pemeriksaan mendalam terhadap total delapan TKA di kedua perusahaan tersebut tidak ditemukan adanya pelanggaran keimigrasian, Imigrasi Wonosobo tetap memberikan imbauan kepada pihak perusahaan untuk selalu memperhatikan dan mematuhi aturan terkait penggunaan TKA.

Setelah menyelesaikan pemeriksaan di Purworejo, Tim Inteldakim keesokan harinya melanjutkan Operasi Wira Waspada ke Kabupaten Temanggung. Lokasi ini menjadi fokus pengawasan karena adanya dugaan keberadaan orang asing yang melakukan pelanggaran keimigrasian. Dugaan tersebut terbukti setelah petugas berhasil menemukan satu WNA berkewarganegaraan Malaysia yang melakukan pelanggaran serius. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa WNA tersebut telah melakukan overstay atau tinggal melebihi batas waktu izin tinggalnya, yang terhitung sudah berlangsung sejak tahun 2022.

Sebagai respons atas temuan pelanggaran tersebut, Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Wonosobo segera mengambil tindakan tegas.

Petugas menahan sementara paspor WNA Malaysia yang terbukti melakukan overstay tersebut sebagai barang bukti dan upaya pengamanan.

Selanjutnya, WNA yang melanggar tersebut diarahkan untuk menjalani proses pemeriksaan lanjutan yang komprehensif di Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Wonosobo.

Langkah ini dilakukan untuk mendalami pelanggaran yang terjadi dan menentukan sanksi yang tepat sesuai dengan Undang-Undang Keimigrasian yang berlaku.***

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang Gelar Kampanye Pembagian Bibit Gratis di CFD Simpang Lima

0
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang saat melaksanakan kampanye pembagian bibit gratis kepada masyarakat di kawasan CFD Simpang Lima, Semarang, Minggu (14/12) lalu.

SEMARANG (Pertamanews.id) – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) melaksanakan Kampanye Komunikasi Persuasif Pembagian Bibit Gratis di kawasan Car Free Day (CFD) Simpang Lima, Semarang, Minggu (14/12) lalu. Kegiatan yang dimulai pukul 06.30 WIB ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan melalui kebiasaan menanam tanaman sejak dini.

Kampanye tersebut dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kepedulian sebagian masyarakat terhadap pelestarian lingkungan. Mahasiswa memilih pembagian bibit gratis sebagai media komunikasi persuasif untuk menyampaikan pesan cinta lingkungan secara langsung dan mudah dipahami oleh masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa membagikan berbagai jenis bibit tanaman, di antaranya bibit pete, sirsak, alpukat, dan jambu biji. Selain pembagian bibit, mahasiswa juga memberikan edukasi singkat mengenai manfaat menanam tanaman, cara perawatan dasar bibit, serta dampak positifnya bagi lingkungan dan kualitas hidup.

Salah satu perwakilan mahasiswa Ilmu Komunikasi USM menyampaikan bahwa kampanye ini dirancang untuk mengajak masyarakat memulai kepedulian lingkungan dari tindakan sederhana. “Kami ingin mengajak masyarakat memulai kepedulian lingkungan dari hal kecil. Dengan membagikan bibit gratis, kami berharap pesan menjaga lingkungan dapat diterima dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari pengunjung CFD Simpang Lima. Masyarakat tampak antusias menerima bibit dan berinteraksi langsung dengan mahasiswa. Salah satu penerima bibit mengaku terbantu dengan kegiatan tersebut. “Senang bisa mendapat bibit gratis sekaligus diingatkan pentingnya menanam tanaman di rumah,” katanya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Semarang mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan serta menegaskan peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial. Kampanye ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran lingkungan dan mendorong gaya hidup yang lebih peduli terhadap alam.***

Sinergi Kejati–Pemprov Lampung Perkuat Pidana Kerja Sosial Sambut KUHP Baru

0

BANDAR LAMPUNG (Pertamanews.id) — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menegaskan komitmen memperkuat pendekatan keadilan restoratif melalui penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama tentang pelaksanaan pidana kerja sosial bagi pelaku tindak pidana.

Kesepakatan tersebut ditandatangani Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela dan Kepala Kejati Lampung Danang Suryo Wibowo, serta disaksikan langsung oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Prof. Asep Nana Mulyana. Acara berlangsung di Gedung Pusiban, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Kamis (11/12).

Kerja sama ini melibatkan sejumlah instansi strategis, antara lain Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Lampung. Kesepakatan serupa juga ditandatangani oleh Kejaksaan Negeri se-Lampung bersama pemerintah kabupaten/kota, BNN daerah, serta Kemenag kabupaten/kota.

Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyampaikan bahwa lahirnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) membuka ruang lebih luas bagi penerapan keadilan restoratif, khususnya dalam penanganan perkara penyalahgunaan narkoba.

“Pendekatan restorative justice mengingatkan kita bahwa persoalan narkoba tidak semata soal pelanggaran hukum, tetapi menyangkut manusia yang harus dipulihkan—baik fisik, mental, keluarga, maupun masa depannya,” kata Jihan.

Ia menegaskan, kolaborasi lintas lembaga tidak boleh berhenti pada seremoni semata, melainkan harus menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kerja sama ini harus diwujudkan dalam langkah konkret, program yang berjalan, dan hasil yang benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Jampidum Prof. Asep Nana Mulyana menjelaskan bahwa penandatanganan kerja sama ini merupakan bagian dari persiapan implementasi KUHP baru yang akan berlaku penuh mulai 2 Januari 2026. Salah satu perubahan penting dalam KUHP tersebut adalah pengaturan pidana kerja sosial sebagai alternatif pemidanaan.

“Pidana kerja sosial dirancang sebagai sarana reintegrasi pelaku ke dalam masyarakat. Ini adalah bentuk komitmen bersama antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat,” kata Asep.

Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Lampung yang melibatkan BNN dan Kementerian Agama dalam kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor ini merupakan model komprehensif yang patut menjadi contoh bagi daerah lain.

Kepala Kejati Lampung Danang Suryo Wibowo menegaskan bahwa KUHP baru membawa perubahan mendasar dalam paradigma pemidanaan di Indonesia.

“Pendekatan hukum kini bergerak ke arah yang lebih restoratif dan berorientasi pada kemanfaatan, bukan semata-mata hukuman penjara,” ujar Danang.

Ia menekankan, keberhasilan pelaksanaan pidana kerja sosial sangat bergantung pada dukungan pemerintah daerah.

“Tanpa dukungan penuh pemerintah daerah, pidana kerja sosial tidak akan berjalan efektif. Sinergi lintas sektor menjadi kunci agar pelaksanaannya aman, terarah, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Melalui TJSL, Bank Raya Bantu PKL Sidodadi Tingkatkan Pengelolaan Usaha

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Bank Raya, bank digital yang tergabung dalam BRI Group, kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi pelaku usaha kecil melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Kali ini, Bank Raya menyerahkan dukungan prasarana usaha dan pendampingan keuangan digital kepada Pedagang Kaki Lima (PKL) di Cluster Unggulan Sidodadi, Kota Semarang.

Program TJSL Cluster Unggulan ini tidak hanya mencakup pemberian fasilitas pendukung usaha, tetapi juga pendampingan berkelanjutan melalui literasi keuangan digital guna membantu pelaku usaha mengelola bisnis secara lebih efektif dan modern.

Cluster Unggulan Sidodadi menjadi lokasi ke-8 yang diberdayakan Bank Raya.
Sebelumnya, program serupa telah dilaksanakan di sejumlah daerah, antara lain Cluster Alun-Alun Kota Batu Malang, Cluster Kuliner Keprabon Surakarta, Cluster Pujasera Hayamwuruk Semarang, Cluster Pasar Kranggan Yogyakarta, Cluster Paguyuban Gerakan Emak-Emak Pedagang Keprabon (Gedang Ambon) Surakarta, serta Cluster Jatiraras Cibinong, Bogor.

Hingga kini, lebih dari 200 pelaku usaha telah mendapatkan manfaat dari program tersebut.
Corporate Secretary Bank Raya, Ajeng Putri Hapsari, mengatakan bahwa Cluster Unggulan merupakan salah satu program unggulan TJSL Bank Raya yang dirancang untuk mendorong pelaku usaha lokal naik kelas melalui pemanfaatan layanan perbankan digital.

“Cluster Unggulan merupakan salah satu flagship program TJSL kami untuk memberdayakan pelaku usaha lokal agar dapat naik kelas dengan memanfaatkan bank digital. Dengan demikian, mereka dapat melayani pelanggan dengan lebih baik serta mengelola operasional usaha secara lebih efektif,” ujar Ajeng.

Ia menambahkan, melalui Community Branch, Bank Raya secara rutin melakukan pendampingan usaha sekaligus literasi keuangan digital kepada para pelaku usaha.

“Pendampingan dan literasi keuangan ini merupakan bagian dari tanggung jawab kami sebagai bank digital untuk mendorong percepatan adopsi keuangan digital di masyarakat. Tidak hanya melalui cluster unggulan dan komunitas, kami juga aktif melakukan literasi keuangan melalui media sosial agar menjangkau masyarakat yang lebih luas,” jelasnya.

Dalam pendampingan tersebut, Community Branch Bank Raya mengedukasi pelaku usaha terkait pemanfaatan berbagai fitur digital, seperti Saku Bisnis, QRIS Bisnis, serta Fitur Kasir yang dirancang untuk menunjang operasional usaha sehari-hari.

Saku Bisnis merupakan fitur pada Aplikasi Raya yang diperuntukkan khusus bagi pengelolaan keuangan usaha.

Fitur ini dilengkapi dengan layanan mass transfer yang memungkinkan nasabah melakukan transfer ke hingga sepuluh rekening tujuan secara real time, sehingga memudahkan pembayaran gaji karyawan maupun transaksi dengan pemasok.

Pelaku usaha juga dapat memisahkan dana usaha melalui hingga lima saku bisnis berbeda serta memantau mutasi rekening untuk kontrol keuangan yang lebih optimal.
Selain itu, Saku Bisnis terintegrasi dengan QRIS Bisnis yang memungkinkan merchant menerima pembayaran non-tunai secara praktis.

Setiap transaksi akan langsung tercatat secara real time, disertai notifikasi, serta pencairan dana yang dapat dilakukan hingga empat kali dalam satu hari.

Hingga September 2025, QRIS Bisnis Bank Raya telah dimanfaatkan oleh lebih dari 11.000 merchant di 23 kota di seluruh Indonesia.

Fitur Kasir yang turut melengkapi Saku Bisnis juga memudahkan pelaku usaha maupun karyawan yang diberi akses untuk memantau transaksi bisnis secara transparan dan akurat.

“Ke depan, kami akan terus menghadirkan inovasi yang relevan dan berkelanjutan bagi pelaku usaha serta komunitas lokal melalui berbagai program TJSL Bank Raya,” tutup Ajeng.***