spot_img
Beranda blog Halaman 228

Lomba Mewarnai di Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta, Meriahkan Perayaan Kemerdekaan dengan Warna-Warni

0

YOGYAKARTA (Pertamanews.id) – Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 79 Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta menyelenggarakan acara Lomba Mewarnai Semarak Kemerdekaan: Merdeka Penuh Warna yang diikuti oleh kurang lebih 43 peserta dari berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Acara ini merupakan acara pertama yang diselenggarakan oleh hotel berbintang yang ada di wilayah Kulon Progo, DIY.

Acara berlangsung dengan sangat meriah, para peserta terlihat sangat antusias mengikuti acara dari awal hingga akhir.

Acara diawali dengan hotel informasi kemudian disusul dengan pembacaan peraturan lomba dan setelah itu lomba mewarnai dimulai dengan durasi kurang lebih 90 menit. Lomba ini dibagi menjadi 2 kategori, kategori pertama anak-anak usia 4-8 tahun kemudian kategori 2 anak-anak usia 9-12.

Jika dilihat dari demografi pendaftar, peserta kategori 4-8 tahun lebih banyak daripada peserta kategori 9-12 tahun.

Setelah 90 menit semua lembar mewarnai milik peserta dikumpulkan menjadi satu sesuai kategori masing-masing yang kemudian akan dinilai oleh dewan juri. Juri yang pilih merupakan praktisi seni yang berprofesi juga sebagai guru kesenian di salah satu sekolah di Kabupaten Kulon Progo.

Dari 43 karya peserta terdapat masing-masing 3 karya terbaik dari 2 kategori yang terpilih menjadi juara 1, juara 2, juara 3.

Kategori usia 4-8 juara 1 diraih oleh Afifah Nahda dengan total skor 95, kemudian juara 2 diraih oleh Azka Naufal dengan total skor 92, juara 3 diraih oleh Afifah Fadilah dengan total skor 91.

Adapun untuk kategori 9-12 tahun juara 1 diraih oleh Akbar Nur Rohman dengan total skor 96. Juara 2 diraih oleh Arretha Farenza dengan total skor 94, dan juara 3 diraih oleh Afeeqah Farah Deba dengan total skor 90.

Para pemenang mendapatkan piala, uang pembinaan, dan souvenir serta alat tulis yang dikemas dalam bentuk parcel.

Sementara itu, Denny Firdaus selaku General Manager Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta menyampaikan “Acara ini sengaja kita buat berdekatan dengan HUT RI ke 79 untuk menumbuhkan semangat juang dan semangat berkompetisi anak-anak serta untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke 79.”

Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta merupakan hotel bintang empat jaringan Hotel Internasional dibawah naungan Swiss-Belhotel International dan merupakan salah satu hotel berstandar internasional yang didirikan di Kabupaten Kulon Progo.

Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta memiliki 167 kamar yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas berstandar internasional, 7 menit perjalanan ke Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), restoran, lobby, lounge, ruang pertemuan, rooftop pool, rooftop lounge dengan pemandangan yang langsung mengarah ke hamparan sawah dan pegunungan menoreh.

Informasi mengenai pemesanan kamar dan promo lainnya dapat menghubungi nomor sales and marketing di (+62) 811-2850-1717. Follow juga Instagram Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta di @swissbelhotelairportjogja.

Facebook fanpage Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta atau kunjungi laman swiss-belhotel.com untuk informasi selengkapnya.

Michael Setiawan Tantang Yustiana Buktikan Tuduhan Komunikasi dengan Pihak yang Terlibat

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pemohon praperadilan terhadap Polda Jateng, Michael Setiawan, melalui penasehat hukumnya Michael Deo SH dan Yunantyo Adi Setyawan SH angkat bicara terkait klaim yang disampaikan oleh notaris Yustiana Servana melalui sejumlah media online.

Yustiana Servanda dilaporkan oleh Michael Setiawan dan telah ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan akta palsu oleh penyidik Ditreskrumum Polda Jateng sebelumnya menuduh bahwa ada sejumlah aktor yang terlibat dalam pembuatan sebuah akta penting, menyiratkan adanya komunikasi yang intens di antara para pihak terkait.

Menanggapi hal tersebut, Michael Deo menuntut agar Yustiana Servanda dapat membuktikan pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan akta yang dipermasalahkan, dengan menyertakan rekam jejak komunikasi sebagai bukti yang sah. Ia menyatakan bahwa tuduhan yang dilontarkan oleh Yustiana harus disertai dengan bukti konkret, dan bukan sekadar asumsi atau spekulasi.

“Kalau memang dia seorang notaris dan pernah membuat akta tersebut, buktikan bahwa dia pernah berkomunikasi dengan Michael Setiawan,” ujar Michael Deo, Senin (26/8).

Penasehat hukum Michael Setiawan juga menyoroti pernyataan Yustiana yang menyebutkan bahwa Ade Teguh menuliskan sendiri di bawah tanda tangannya bahwa ia bertindak selaku kuasa lisan dari Michael Setiawan.

“Buktikan bahwa Yustiana pernah berkomunikasi dengan Ade Teguh, baik dalam bentuk komunikasi, foto dokumentasi, atau bukti chatting. Buktikan semua, walaupun bisa pun itu belum tentu membuktikan bahwa Michael Setiawan memiliki hubungan dengan hal tersebut,” tegas Deo, panggilan akrab Michae Deo.

Deo juga menekankan pentingnya bukti bahwa Yustiana pernah melakukan cross-check atau menginformasikan kepada Michael Setiawan mengenai tindakan yang dilakukan.

“Jika memang tidak benar, tolonglah segera membuktikan ini di pengadilan. Tidak perlu aneh-aneh, cukup buktikan bahwa pernah berkomunikasi,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, penasehat hukum Michael Setiawan yang lainnya, Yunantyo Adi Setyawan SH juga mendesak agar Polda Jawa Tengah segera melimpahkan berkas kasus ini ke kejaksaan, agar dapat dilanjutkan ke pengadilan.

Hal itu merujuk pada putusan praperadilan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Negeri Semarang yang mengabulkan seluruh permohonan praperadilan Michael Setiawan dalam perkara praperadilan Pengadilan Negeri Semarang Nomor 9/Pid.Pra/2024/PN Smg.

“Keputusan praperadilan sudah jelas, di mana penetapan tersangka terhadap Yustiana Servanda oleh Polda Jawa Tengah dinyatakan sah menurut hukum, dan surat perintah penghentian penyidikan dinyatakan tidak sah. Kami mendesak agar penyidikan kembali dibuka dan berkas segera dilimpahkan ke kejaksaan untuk dilakukan penuntutan,” ujar Yunantyo.

Lebih lanjut, Yunantyo menyatakan mengatakan bahwa penetapan status tersangka terhadap Yustiana sudah diuji melalui proses pengujian yang ketat melalui tiga putusan praperadilan.

Menurutnya, dengan adanya putusan-putusan praperadilan tersebut, keabsahan penetapan Yustiana sebagai tersangka oleh penyidik Polda telah dinyatakan sah dan tidak perlu lagi diperdebatkan.

“Kini, fokus kami adalah pada proses peradilan pidana untuk membuktikan materiil dari perbuatan yang dituduhkan,” ujar Yunantyo.

Ia menegaskan bahwa dalam konteks ini, kepastian hukum menjadi prioritas utama, baik bagi korban maupun bagi tersangka.

“Agar kepastian hukum terjamin, perlu dilakukan uji dan penilaian atas perbuatan tersangka di sidang pengadilan. Ini adalah proses yang harus dilalui demi keadilan yang seimbang,” tambahnya.

Yunantyo menegaskan, bahwa penilaian atas kasus Yustiana akan dilakukan oleh majelis hakim di berbagai tingkatan peradian umum, mulai dari Pengadilan Negeri, tingkat banding, hingga tingkat kasasi atau bahkan tingkat Peninjauan Kembali.

Seluruh proses hukum tersebut harus dijalani untuk memastikan bahwa setiap fakta dan bukti dapat diuji secara objektif dan transparan di hadapan hukum.

Karnaval HUT RI ke-79 di Tambaklorok, Warga Semarang Pamerkan Kekayaan Alam Laut

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Suasana meriah menyelimuti kampung nelayan Tambaklorok, Tambakharjo, Semarang Utara, saat ratusan warga tumpah ruah ke jalan untuk mengikuti karnaval memperingati Hari Ulang Tahun ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia, Minggu (25/8) sore.

Kegiatan yang berlangsung meriah ini menjadi momen yang dinanti-nanti oleh seluruh lapisan masyarakat, dari yang muda hingga tua, sebagai wujud rasa syukur dan kebanggaan terhadap tanah air.

Uniknya, salah satu sorotan utama adalah peserta yang membawa hasil laut sebagai bagian dari persembahan mereka.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah WBI (Warga Bumiputra Indonesia) Jawa Tengah, Rozikin Subastian BD, dengan bangga mengungkapkan bahwa kehadiran hasil laut ini bukan hanya sekadar dekorasi, tetapi juga sebagai representasi kekayaan alam yang melimpah di desa tersebut.

“Hasil laut ini menunjukkan bahwa desa ini memiliki potensi besar sebagai sumber utama mata pencaharian,” ujarnya.

Dalam karnaval ini, para peserta dengan antusias mengenakan beragam kostum unik dan menarik. Tak hanya sekadar berpakaian, mereka juga menampilkan kreativitas dan kearifan lokal yang menjadi ciri khas masyarakat Tambaklorok.

Kostum tradisional seperti jaran kepang dan barongan mendominasi parade, mengingatkan kita pada kekayaan budaya yang dimiliki bangsa ini.

Anak-anak pun tidak ketinggalan memeriahkan acara dengan kostum-kostum ceria, sementara sebagian warga lainnya memilih untuk tampil menghibur dengan kostum hantu pocong yang menambah semarak suasana.

Rute karnaval yang hanya melintasi seputaran kamling Tambaklorok tidak mengurangi semangat peserta. Diiringi dengan alunan musik tradisional yang menggema, iring-iringan karnaval bergerak dengan penuh semangat, disaksikan oleh para warga yang memadati sepanjang jalan.

Mereka saling menyapa, tertawa, dan berinteraksi, menjadikan acara ini bukan sekadar parade, tetapi juga ajang mempererat silaturahmi dan kebersamaan.

Karnaval di Tambaklorok ini bukan hanya tentang perayaan semata. Di balik kemeriahan dan keceriaan yang terlihat, terkandung makna mendalam tentang rasa cinta tanah air, persatuan, dan gotong royong yang menjadi fondasi kuat dalam kehidupan bermasyarakat.

Setiap langkah yang diambil oleh peserta karnaval adalah simbol dari perjalanan panjang bangsa Indonesia dalam meraih kemerdekaan, serta tekad untuk terus menjaga dan mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif.

Selain itu, acara ini juga menunjukkan betapa pentingnya menjaga warisan budaya di tengah arus modernisasi. Dengan menampilkan kostum dan atraksi yang sarat akan nilai-nilai tradisional, warga Tambaklorok seolah ingin menyampaikan pesan bahwa identitas dan budaya lokal harus tetap dilestarikan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Heboh! Ade Bhakti dan Liluk Tertangkap Kamera Saat Pendaftaran Cawawali di Demokrat

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Beredar foto Ade Bhakti sedang mendaftar ke Demokrat sebagai Wakil Walikota. Dalam foto tersebut, terlihat ade bhakti bersama Wahyu Winarto (Liluk) selaku ketua DPC Demokrat Kota Semarang memegang map sebagai bukti pendaftaran bakal calon wakil walikota dari demokrat.

Saat dikonfirmasi via Whatssapp, Ade Bhakti tak mengelak dan mengiyakan, namun tak menyebut kapan pendaftaran tersebut ia lakukan.

“Iya mas betul. Itu foto saya saat mendaftar di DPC demokrat sebagai Cawawali,” kata Ade melalui pesan Whatsapp, Minggu (25/8/2024) tengah malam.

Hal ini menjadi menarik, mengingat DPC Demokrat Kota Semarang hanya membuka pendaftaran hanya sampai 18 Mei 2024.

Nama Ade Bhakti konsisten muncul di bursa pencalonan pilkada Kota Semarang sejak April 2024 melalui baliho yang terpasang merata di Kota Semarang.

Ade Bhakti mulai dikenal masyarakat saat menjabat sebagai Camat Gajahmungkur karena aktif mempublikasi kegiatannya melalui media sosial.

Dari beberapa rilis survey elektabilitas Calon Walikota pilkada Kota Semarang beberapa waktu lalu, nama Ade Bhakti selalu berada di peringkat 3 besar di beberapa lembaga survey bersama incumbent dan Yoyok Sukawi.

Namun ketika disandingkan dengan nama-nama cawawali lainnya, prosentase jauh meninggalkan nama-nama bakal calon wakil walikota lainnya.

Di kesempatan terpisah, Alamsyah Satyanegara Sukawijaya (Yoyok Sukawi) membenarkan bahwa Ade Bhakti sudah mendaftar di Partai Demokrat.

“Iya betul, info dr DPC seperti itu” jawabnya singkat lewat Whatsaap ketika ditanya apakah Ade Bhakti mendaftar di demokrat.

Pada hari-hari akhir menjelang pendaftaran KPU, foto pendaftaran Ade Bhakti di Partai Demokrat muncul dikalangan jurnalis dan grup Whatsapp.

Sebagai informasi KPU Kota Semarang telah menjadwalkan pendaftaran bakal calon pada 27 hingga 29 Agustus 2024.

Menurut Ketua KPU, Ahmad Zaini, waktu pendaftaran mulai pukul 08:00 hingga 16:00 WIB.

“Kalau tanggal 27 dan 28 itu kita sesuai jam kantor. Khusus untuk hari terahir (29 Agustus, red) kami membuka pendaftaran hingga pukul 23:59 WIB,” terang Zaini.

Kirab Budaya Cakra Truna Wigunaning Praja, Ferry Wawan Cahyono Bangkitkan Semangat Tradisi di Banjarnegara

0

BANJARNEGARA (Pertamanews.id)  – Desa Sigeblog, Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara, menjadi saksi kemeriahan Kirab Budaya “Cakra Truna Wigunaning Praja” yang dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono, Minggu (25/8).

Acara yang bertujuan melestarikan dan mengembangkan warisan budaya lokal ini sukses menyedot perhatian masyarakat, baik dari dalam maupun luar desa.

Dengan semangat yang berkobar, Ferry menyatakan bahwa kirab budaya ini adalah wujud nyata dari upaya mempertahankan identitas budaya Jawa Tengah di tengah arus globalisasi yang semakin menggerus tradisi.

Ia menegaskan bahwa acara seperti ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sarana untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya merawat nilai-nilai leluhur.

“Budaya adalah jati diri kita, dan kirab ini adalah bukti bahwa kita siap menjaga dan merawat warisan tersebut untuk generasi mendatang,” ujar Ferry dalam sambutannya.

Acara kirab ini melibatkan berbagai elemen masyarakat Desa Sigeblog, dari anak-anak hingga sesepuh desa. Mereka semua berpartisipasi dengan penuh antusiasme, menampilkan pakaian adat yang indah dan beragam, serta menghidupkan kembali kesenian tradisional yang menjadi bagian dari identitas budaya daerah.

Kirab tersebut juga diiringi dengan arak-arakan gunungan hasil bumi, yang melambangkan rasa syukur dan kebersamaan warga desa.

Salah satu momen yang paling ditunggu dalam kirab ini adalah penampilan kelompok tari tradisional desa. Dengan gerakan yang anggun dan penuh makna, para penari, yang mayoritas adalah pemuda dan pemudi desa, menampilkan tarian khas Banjarnegara yang menggambarkan kisah-kisah kepahlawanan dan kebijaksanaan dalam budaya Jawa.

Penampilan mereka berhasil memukau para penonton dan menambah kehangatan acara.

Ferry dalam pidatonya juga menekankan komitmen pemerintah untuk terus mendukung pelestarian budaya.

Ia menyatakan bahwa DPRD Jawa Tengah akan terus mendorong kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan budaya lokal, karena budaya adalah salah satu pilar penting dalam membangun identitas dan kebanggaan daerah.

“Kami di DPRD berkomitmen untuk memastikan bahwa budaya lokal kita tetap hidup, berkembang, dan dapat dinikmati oleh generasi yang akan datang,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ferry mengungkapkan pentingnya sinergi antara pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi.

Ia percaya bahwa dengan pengelolaan yang tepat, budaya lokal dapat menjadi daya tarik wisata yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Budaya bukan hanya untuk dilestarikan, tetapi juga untuk dimanfaatkan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Kita perlu menciptakan peluang dari kekayaan budaya yang kita miliki,” jelasnya.

Kirab Budaya “Cakra Truna Wigunaning Praja” di Desa Sigeblog ini diakhiri dengan pergelaran kesenian rakyat dan pemotongan tumpeng sebagai tanda rasa syukur dan kebersamaan.

Acara ini tidak hanya menjadi momen untuk merayakan budaya, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga, memperkuat rasa kebanggaan terhadap identitas budaya, dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Jawa Tengah untuk terus menghidupkan tradisi mereka.

Masyarakat yang hadir terlihat sangat antusias, menunjukkan bahwa meskipun zaman terus berubah, kecintaan terhadap budaya lokal tetap kuat.

Dengan dukungan dari tokoh-tokoh seperti Ferry Wawan Cahyono, kirab budaya ini berhasil mengukir sejarah baru dalam upaya pelestarian budaya di Kabupaten Banjarnegara, sekaligus menghidupkan kembali semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Jawa Tengah.

Kegigihan Ferry Wawan Cahyono Menghidupkan Kesenian Ebeg di Purbalingga, Simbol Komitmen DPRD Jateng untuk Rakyat

0

PURBALINGGA (Pertamanews.id) – Dalam upaya yang tak kenal lelah untuk mendengarkan dan merespons aspirasi masyarakat, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono, kembali menunjukkan komitmennya yang teguh dengan menghadirkan seni tradisional ebeg di Purbalingga.

Acara Media Tradisional yang digelar di desa larangan , kecamatan Kebohongan kabupaten Purbalingga bukan sekadar hiburan semata, tetapi sebuah simbol dari dedikasi Ferry dalam membangun komunikasi yang lebih baik dan efektif antara pemerintah daerah dengan rakyatnya.

Kesenian ebeg, yang dikenal sebagai salah satu warisan budaya khas Jawa Tengah, merupakan tarian tradisional yang melibatkan pemain yang berperan sebagai prajurit kuda lumping.

Tarian ini tidak hanya sarat dengan unsur mistis dan spiritual, tetapi juga mengandung pesan moral dan kultural yang mendalam. Dengan memilih kesenian ini, Ferry Wawan Cahyono ingin menegaskan pentingnya pelestarian budaya lokal sekaligus membuka ruang dialog yang lebih akrab antara legislatif dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Ferry menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari upaya DPRD Jateng untuk lebih dekat dengan masyarakat dan memahami kebutuhan serta harapan mereka secara langsung.

“Kesenian tradisional seperti ebeg adalah cerminan identitas kita sebagai warga Jawa Tengah. Dengan menghadirkan seni ini di tengah-tengah masyarakat, kami berharap dapat menjaga warisan budaya sekaligus menguatkan tali silaturahmi antara pemimpin dan rakyat,” ujarnya.

Acara tersebut menjadi momen yang sangat dinantikan oleh warga Purbalingga, yang merespons positif inisiatif tersebut. Tidak hanya sebagai tontonan yang menghibur, pertunjukan ebeg ini juga membuka ruang diskusi dan dialog antara Ferry Wawan Cahyono dan masyarakat.

Dalam sesi tanya jawab yang berlangsung setelah pertunjukan, berbagai isu lokal diangkat, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.

Salah seorang warga yang hadir, menyatakan kebanggaannya atas perhatian yang diberikan oleh Ferry Wawan Cahyono terhadap budaya lokal dan aspirasi masyarakat.

“Ini adalah bukti bahwa Pak Ferry benar-benar peduli dengan kami. Beliau tidak hanya sekadar datang dan berbicara, tetapi juga menghidupkan kembali tradisi yang hampir terlupakan. Ini sangat berarti bagi kami,” ujarnya.

Komitmen Ferry untuk mengangkat aspirasi masyarakat melalui pendekatan kultural seperti ini mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan, termasuk para tokoh budaya dan pemuda setempat.

Mereka melihat ini sebagai langkah maju yang tidak hanya memperkuat identitas budaya, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi.

Di akhir acara, Ferry menegaskan kembali bahwa kegiatan seperti ini akan terus digalakkan di berbagai daerah lain di Jawa Tengah.

Ia berjanji untuk terus mendengarkan dan berjuang untuk kesejahteraan rakyat, sembari tetap menjaga dan melestarikan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam budaya lokal.

“Kita tidak bisa membangun daerah tanpa memahami akar budaya dan identitas kita. Kesenian tradisional seperti ebeg adalah salah satu cara untuk mengingatkan kita akan pentingnya kebersamaan dan gotong royong. Saya berharap, melalui kegiatan ini, masyarakat merasa lebih dekat dan lebih didengarkan,” tutup Ferry.

Dengan pendekatan yang konsisten dan berfokus pada kebudayaan ini, Ferry Wawan Cahyono telah memperlihatkan sebuah teladan dalam kepemimpinan daerah, di mana kesejahteraan masyarakat ditempatkan sebagai prioritas utama, sambil tetap menjaga dan mempromosikan warisan budaya yang kaya di Jawa Tengah.

Bangun Karakter Pemimpin, SCU Semarang Gelar Pelatihan Soft Skill bagi Mahasiswa Magister Manajemen

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Soegijapranata Catholic University (SCU) Semarang terus berkomitmen untuk mendukung pengembangan kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.

Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, SCU kembali menggelar kegiatan rutin berupa pelatihan soft skill yang khusus ditujukan bagi para mahasiswa Program Magister Manajemen.

Pelatihan ini berlangsung dengan antusias dan diikuti oleh puluhan mahasiswa dari berbagai latar belakang akademis dan profesional, bertempat di hotel All Stay, Kota Semarang, Sabtu (24/8) siang.

Pelatihan soft skill ini dirancang untuk membekali para peserta dengan berbagai keterampilan non-teknis yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja, seperti kemampuan komunikasi efektif, kepemimpinan, kerja sama tim, manajemen konflik, dan pengambilan keputusan yang strategis.

Ketua Program Studi Magister Manajemen SCU yaitu Dra. MY. Dwi Hayu Agustini M.B.A., PhD menekankan pentingnya pengembangan soft skill sebagai elemen krusial yang melengkapi keunggulan akademis yang dimiliki oleh para mahasiswa.

” Ini nanti ketika lulus tidak hanya pandai dalam hal akademi tapi memiliki kapasitas dan nilai di program magister manajemen ini,” ujar Dwi.

Lulusan yang hanya mengandalkan kemampuan teknis tanpa didukung oleh soft skill yang baik akan sulit untuk berkembang dan bersaing di dunia kerja.

Materi pelatihan disampaikan oleh para ahli dan praktisi berpengalaman yang telah memiliki rekam jejak yang terbukti di bidang manajemen.

Selain itu, metode pembelajaran yang digunakan dalam pelatihan ini bersifat interaktif dan partisipatif, melibatkan peserta dalam berbagai kegiatan seperti simulasi, role-play, dan studi kasus.

Dengan pendekatan ini, para mahasiswa tidak hanya belajar dari teori, tetapi juga dari pengalaman praktis yang dapat mereka aplikasikan langsung dalam kehidupan profesional mereka.

SCU Semarang, yang selama ini dikenal sebagai salah satu universitas swasta terkemuka di Indonesia, terus berinovasi dalam penyelenggaraan program-program pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Tidak hanya fokus pada aspek akademis, universitas ini juga memberikan perhatian besar pada pengembangan karakter dan keterampilan interpersonal mahasiswa, sehingga mereka siap menjadi pemimpin yang adaptif dan berintegritas.

Pelatihan soft skill ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek bagi para peserta, tetapi juga membekali mereka dengan fondasi yang kuat untuk berkarier di masa depan.

SCU bertekad untuk terus menggelar kegiatan serupa secara rutin, sebagai bagian dari upaya universitas dalam mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan sosial yang tinggi.

Dengan pelatihan ini, SCU Semarang sekali lagi menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya mengedepankan keunggulan akademis, tetapi juga pengembangan holistik mahasiswa agar siap menghadapi berbagai tantangan di dunia profesional yang dinamis dan terus berkembang.

Waket DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono Resmikan Akses Jalan Wisata Pleci, Akses Jalan Purbalingga Semakin Terbuka

0

PURBALINGGA (Pertamanews.id) – Sebuah langkah strategis dalam pengembangan sektor pariwisata dan perekonomian kembali diambil oleh Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono, secara resmi membuka akses jalan baru menuju kawasan wisata Pleci di Desa Nangkod, Kecamatan Kecobong, Kabupaten Purbalingga, Sabtu (24/8).

Acara peresmian ini menjadi momen penting yang turut dihadiri oleh Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, bersama sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Ferry menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur, khususnya akses jalan menuju kawasan wisata, pemukiman, perkebunan merupakan salah satu kunci utama dalam menggerakkan roda ekonomi daerah.

“Pembangunan akses jalan ini tidak hanya memudahkan wisatawan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. Potensi wisata alam Purbalingga harus kita dorong agar bisa memberikan dampak positif yang luas,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa DPRD Jawa Tengah akan terus mendukung inisiatif-inisiatif pembangunan di sektor pariwisata.

Menurutnya, peningkatan fasilitas dan infrastruktur yang memadai akan membuat Purbalingga lebih kompetitif dalam menarik wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas dukungan dari berbagai pihak, termasuk DPRD Jawa Tengah, dalam merealisasikan proyek akses jalan ini.

Ia menegaskan bahwa aksesibilitas yang baik merupakan prasyarat bagi perkembangan pariwisata yang berkelanjutan.

Dengan adanya akses jalan yang memadai, diharapkan jumlah kunjungan wisatawan ke Pleci dan sekitarnya akan meningkat secara signifikan.

Ini akan memberikan multiplier effect yang positif bagi ekonomi lokal, termasuk peningkatan pendapatan masyarakat dan pembukaan lapangan kerja baru.

Pleci, yang terletak di Desa Nangkod, Kecamatan Kecobong, telah lama dikenal sebagai destinasi wisata dengan keindahan alam yang memukau.

Dikelilingi oleh pegunungan dan hutan alami, Pleci menawarkan pengalaman wisata yang sejuk dan asri, cocok untuk wisatawan yang ingin melepas penat dari hiruk-pikuk perkotaan.

Namun, keterbatasan akses selama ini menjadi kendala utama yang membuat potensi wisata ini belum tergarap maksimal. Dengan peresmian jalan baru ini, diharapkan Pleci bisa lebih dikenal luas dan menjadi salah satu destinasi unggulan di Purbalingga.

Akses yang lebih mudah akan memungkinkan wisatawan untuk lebih cepat dan nyaman mencapai lokasi ini, sehingga dapat menikmati keindahan alam yang disuguhkan oleh Pleci dan sekitarnya.

Peresmian akses jalan wisata Pleci ini menandai awal dari berbagai upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pariwisata sebagai pilar ekonomi lokal.

Dengan dukungan yang terus-menerus dari berbagai pihak, Purbalingga diharapkan dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang tidak hanya dikenal di tingkat regional, tetapi juga nasional.

Acara peresmian diakhiri dengan pemotongan pita menjadi simbol diresmikannya jalan tersebut oleh Wakil Ketua DPRD Jateng, Ferry Wawan Cahyono, disaksikan oleh Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, dan para undangan lainnya.

Momen ini menjadi simbol komitmen bersama dalam membangun masa depan pariwisata yang lebih cerah bagi Kabupaten Purbalingga.

Dengan akses jalan yang lebih baik, masyarakat Purbalingga kini memiliki harapan besar untuk melihat desanya berkembang menjadi destinasi wisata unggulan, yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan warga setempat.

Unwahas Bakal Gelar Seminar Nasional, Bahas Tantangan dan Peluang Demokrasi Indonesia

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan kajian politik dan hubungan internasional melalui penyelenggaraan Seminar Nasional Politik dan Hubungan Internasional (Senaspolhi) Ke-6.

Acara bergengsi ini akan digelar di Ruang Teater Fakultas Kedokteran (Kampus 2 Unwahas)Jl Raya Gunungpati, Km15, Nongkosawit, Gunungpati Semarang, Senin, 26 Agustus 2024 mendatang.

Mengusung tema “Meneropong Masa Depan Demokrasi Indonesia” ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis perkembangan demokrasi di Indonesia, serta tantangan-tantangan yang dihadapinya dalam konteks dinamika politik domestik maupun global.

Ketua Panitia, Sugiarto Pramono, menjelaskan bahwa Senaspolhi tahun ini dirancang untuk menjadi forum diskusi yang mendalam dan komprehensif.

” Tema ini dipilih sebagai refleksi dari kondisi terkini, di mana demokrasi Indonesia tengah berada pada persimpangan penting di tengah perubahan global yang cepat dan berbagai tekanan internal,” ujar Sugiarto.

Disi lain, Dekan FISIP Unwahas Agus Riyanto menjelaskan, kegiatan ini akan menghadirkan berbagai tokoh, akademisi, praktisi, serta mahasiswa yang tertarik pada isu-isu politik dan demokrasi.

” Para pembicara yaitu Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Anggota DPD RI Abdul Kholik, Wakil Rektor IV Undip sekaligus sebagai pengamat politik Wijayanto dan dosen FISIP Unwahas Joko J Prihatmoko dengan moderator Anna Yulia Hartati Wakil Dekan FISIP Unwahas,” ucap Agus.

Seminar akan dilanjutkan dengan call for paper para dosen dari perguruan tinggi se-Indonesia.

Seminar Nasional ini merupakan salah satu upaya FISIP Unwahas untuk terus berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang politik dan hubungan internasional.

Dengan melibatkan berbagai pihak, diharapkan seminar ini mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan demokrasi yang lebih matang dan inklusif di Indonesia.

Agus Riyanto yakin seminar kali ini sangat menarik karena akan membahas dan menyoroti isu-isu aktual dalam negeri yang tengah terjadi di Indonesia dan isu Internasional yang berkembang saat ini.

Notaris Yustiana: Pembukaan SP3 Tak Berdasarkan Hukum, Siap Lawan Penyidikan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pengadilan Negeri (PN) Semarang kabulkan gugatan praperadilan yang dimohonkan Michael Setyawan terhadap Polda Jateng. Dalam putusannya hakim tunggal menyatakan, penetapan tersangka notaris Yustiana Servanda oleh termohon praperadilan yaitu Polda Jateng adalah sah menurut hukum, serta penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) tak berdasar hukum.

Menanggapi pemberitaan yang sudah beredar, Notaris Demak, Yustiana Servanda, menegaskan laporan perkara tersebut adalah fitnah, karena akta yang dituduh palsu adalah akta otentik asli yang telah terdaftar di ditjen AHU Kemenkum dan HAM RI. Bahkan turut di tanda tangan oleh seluruh pihak dalam akta itu yaitu oleh dr Setiawan, Siswa Sanjaya Chandra dan Ade Teguh Chandra yang merupakan anak dari Chandra.

Dikatakannya, dalam tandatangan itu Ade Teguh yang menuliskan sendiri dibawah tanda tangannya bahwa telah bertindak selaku kuasa dari Michael Setiawan. Dengan begitu apabila akta yang sudah lengkap, di tanda tangan dan semua pihak yang tanda tanga akta juga mengakui telah menanda tangani minuta akta. Untuk kemudian yang menanda tangani akta tersebut justru melaporkan pihak notaris dengan tuduhan membuat akta palsu adalah tuduhan yang mengada-ada dan sesat.

“Secara jelas mereka yang menyuruh notaris membuat aktanya. Kalau disebut alasan pada waktu tanda tangan tidak tahu isi akta yang ditanda tangan maka notaris seluruh Indonesia berpotensi menjadi tersangka pembuat akta palsu, karena isi akta bisa paham didalamnya secara jelas ada permintaan dari pemohon akta,”tandasnya.

Ia meminta penyidik harus mencermati bukti bahwa pada hari yang sama dengan hari pembuatan akta yg dituduh palsu yaitu 23 Desember 20 dr. Setiawan dan Siswa Sanjaja Chandra telah membuat dan menandatangani 6 akta otentik. Dengan begitu, lanjutnya, tidak mungkin tidak tahu isi akta yang mereka tanda tangani. Apalagi sebelum mereka tandatangani akta, semua telah membaca dan dibacakan kembali oleh dirinya selaku notaris.

“Mereka telah melakukan kebohongan dan patut diduga melakukan rekayasa laporan polisi. Apabila penyidik tetap meneruskan penyidikan tersebut, maka akan terjadi peradilan sesat dan kriminalisasi terhadap Notaris,”jelasnya.

Atas pembukaan SP3 tersebut, pihaknya, siap menghadapi demi martabat dan nama baik notaris. Dikatakannya penyidikan yang memaksa akta otentik asli sebagai barang bukti akta otentik palsu adalah penyidikan sesat.

“Mohon dukungan semua pihak agar perkara ini segera ada keadilan, karena SP3 sudah sesuai dan memang harus dilaksanakan,”tandasnya.

Sebelumnya, Hakim tunggal Pengadilan Negeri (PN) Semarang Muhammad Anshar Madjid SH MH mengabulkan gugatan praperadilan yang dimohonkan Michael Setyawan terhadap Polda Jateng. Hakim menyatakan, penetapan tersangka notaris Yustiana Servanda SH oleh termohon praperadilan yaitu Polda Jateng adalah sah menurut hukum, serta penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) tak berdasar hukum. Hakim juga memerintahkan kepada termohon praperadilan untuk mencabut surat pencabutan status tersangka, memerintahkan termohon membuka kembali penyidikan atas tersangka notaris Yustiana Servanda. Gugatan Michael Setyawan dimohonkan melalui penasihat hukumnya, Michael Deo, dan lainnya dari kantor advokat Dei Keadilan & Partner.

“SP3 termohon dianggap sah, sehingga kami harap polisi bisa membuka kembali perkara tersangka Yustiana, sekaligus melimpahkan perkaranya ke Kejati Jateng,” kata Michael Deo, kepada wartawan sebelumnya