spot_img
Beranda blog Halaman 228

Waket DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono Resmikan Akses Jalan Wisata Pleci, Akses Jalan Purbalingga Semakin Terbuka

0

PURBALINGGA (Pertamanews.id) – Sebuah langkah strategis dalam pengembangan sektor pariwisata dan perekonomian kembali diambil oleh Pemerintah Kabupaten Purbalingga.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono, secara resmi membuka akses jalan baru menuju kawasan wisata Pleci di Desa Nangkod, Kecamatan Kecobong, Kabupaten Purbalingga, Sabtu (24/8).

Acara peresmian ini menjadi momen penting yang turut dihadiri oleh Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, bersama sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Ferry menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur, khususnya akses jalan menuju kawasan wisata, pemukiman, perkebunan merupakan salah satu kunci utama dalam menggerakkan roda ekonomi daerah.

“Pembangunan akses jalan ini tidak hanya memudahkan wisatawan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar. Potensi wisata alam Purbalingga harus kita dorong agar bisa memberikan dampak positif yang luas,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa DPRD Jawa Tengah akan terus mendukung inisiatif-inisiatif pembangunan di sektor pariwisata.

Menurutnya, peningkatan fasilitas dan infrastruktur yang memadai akan membuat Purbalingga lebih kompetitif dalam menarik wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas dukungan dari berbagai pihak, termasuk DPRD Jawa Tengah, dalam merealisasikan proyek akses jalan ini.

Ia menegaskan bahwa aksesibilitas yang baik merupakan prasyarat bagi perkembangan pariwisata yang berkelanjutan.

Dengan adanya akses jalan yang memadai, diharapkan jumlah kunjungan wisatawan ke Pleci dan sekitarnya akan meningkat secara signifikan.

Ini akan memberikan multiplier effect yang positif bagi ekonomi lokal, termasuk peningkatan pendapatan masyarakat dan pembukaan lapangan kerja baru.

Pleci, yang terletak di Desa Nangkod, Kecamatan Kecobong, telah lama dikenal sebagai destinasi wisata dengan keindahan alam yang memukau.

Dikelilingi oleh pegunungan dan hutan alami, Pleci menawarkan pengalaman wisata yang sejuk dan asri, cocok untuk wisatawan yang ingin melepas penat dari hiruk-pikuk perkotaan.

Namun, keterbatasan akses selama ini menjadi kendala utama yang membuat potensi wisata ini belum tergarap maksimal. Dengan peresmian jalan baru ini, diharapkan Pleci bisa lebih dikenal luas dan menjadi salah satu destinasi unggulan di Purbalingga.

Akses yang lebih mudah akan memungkinkan wisatawan untuk lebih cepat dan nyaman mencapai lokasi ini, sehingga dapat menikmati keindahan alam yang disuguhkan oleh Pleci dan sekitarnya.

Peresmian akses jalan wisata Pleci ini menandai awal dari berbagai upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pariwisata sebagai pilar ekonomi lokal.

Dengan dukungan yang terus-menerus dari berbagai pihak, Purbalingga diharapkan dapat berkembang menjadi destinasi wisata yang tidak hanya dikenal di tingkat regional, tetapi juga nasional.

Acara peresmian diakhiri dengan pemotongan pita menjadi simbol diresmikannya jalan tersebut oleh Wakil Ketua DPRD Jateng, Ferry Wawan Cahyono, disaksikan oleh Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, dan para undangan lainnya.

Momen ini menjadi simbol komitmen bersama dalam membangun masa depan pariwisata yang lebih cerah bagi Kabupaten Purbalingga.

Dengan akses jalan yang lebih baik, masyarakat Purbalingga kini memiliki harapan besar untuk melihat desanya berkembang menjadi destinasi wisata unggulan, yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan warga setempat.

Unwahas Bakal Gelar Seminar Nasional, Bahas Tantangan dan Peluang Demokrasi Indonesia

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan kajian politik dan hubungan internasional melalui penyelenggaraan Seminar Nasional Politik dan Hubungan Internasional (Senaspolhi) Ke-6.

Acara bergengsi ini akan digelar di Ruang Teater Fakultas Kedokteran (Kampus 2 Unwahas)Jl Raya Gunungpati, Km15, Nongkosawit, Gunungpati Semarang, Senin, 26 Agustus 2024 mendatang.

Mengusung tema “Meneropong Masa Depan Demokrasi Indonesia” ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis perkembangan demokrasi di Indonesia, serta tantangan-tantangan yang dihadapinya dalam konteks dinamika politik domestik maupun global.

Ketua Panitia, Sugiarto Pramono, menjelaskan bahwa Senaspolhi tahun ini dirancang untuk menjadi forum diskusi yang mendalam dan komprehensif.

” Tema ini dipilih sebagai refleksi dari kondisi terkini, di mana demokrasi Indonesia tengah berada pada persimpangan penting di tengah perubahan global yang cepat dan berbagai tekanan internal,” ujar Sugiarto.

Disi lain, Dekan FISIP Unwahas Agus Riyanto menjelaskan, kegiatan ini akan menghadirkan berbagai tokoh, akademisi, praktisi, serta mahasiswa yang tertarik pada isu-isu politik dan demokrasi.

” Para pembicara yaitu Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Anggota DPD RI Abdul Kholik, Wakil Rektor IV Undip sekaligus sebagai pengamat politik Wijayanto dan dosen FISIP Unwahas Joko J Prihatmoko dengan moderator Anna Yulia Hartati Wakil Dekan FISIP Unwahas,” ucap Agus.

Seminar akan dilanjutkan dengan call for paper para dosen dari perguruan tinggi se-Indonesia.

Seminar Nasional ini merupakan salah satu upaya FISIP Unwahas untuk terus berperan aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang politik dan hubungan internasional.

Dengan melibatkan berbagai pihak, diharapkan seminar ini mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan demokrasi yang lebih matang dan inklusif di Indonesia.

Agus Riyanto yakin seminar kali ini sangat menarik karena akan membahas dan menyoroti isu-isu aktual dalam negeri yang tengah terjadi di Indonesia dan isu Internasional yang berkembang saat ini.

Notaris Yustiana: Pembukaan SP3 Tak Berdasarkan Hukum, Siap Lawan Penyidikan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pengadilan Negeri (PN) Semarang kabulkan gugatan praperadilan yang dimohonkan Michael Setyawan terhadap Polda Jateng. Dalam putusannya hakim tunggal menyatakan, penetapan tersangka notaris Yustiana Servanda oleh termohon praperadilan yaitu Polda Jateng adalah sah menurut hukum, serta penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) tak berdasar hukum.

Menanggapi pemberitaan yang sudah beredar, Notaris Demak, Yustiana Servanda, menegaskan laporan perkara tersebut adalah fitnah, karena akta yang dituduh palsu adalah akta otentik asli yang telah terdaftar di ditjen AHU Kemenkum dan HAM RI. Bahkan turut di tanda tangan oleh seluruh pihak dalam akta itu yaitu oleh dr Setiawan, Siswa Sanjaya Chandra dan Ade Teguh Chandra yang merupakan anak dari Chandra.

Dikatakannya, dalam tandatangan itu Ade Teguh yang menuliskan sendiri dibawah tanda tangannya bahwa telah bertindak selaku kuasa dari Michael Setiawan. Dengan begitu apabila akta yang sudah lengkap, di tanda tangan dan semua pihak yang tanda tanga akta juga mengakui telah menanda tangani minuta akta. Untuk kemudian yang menanda tangani akta tersebut justru melaporkan pihak notaris dengan tuduhan membuat akta palsu adalah tuduhan yang mengada-ada dan sesat.

“Secara jelas mereka yang menyuruh notaris membuat aktanya. Kalau disebut alasan pada waktu tanda tangan tidak tahu isi akta yang ditanda tangan maka notaris seluruh Indonesia berpotensi menjadi tersangka pembuat akta palsu, karena isi akta bisa paham didalamnya secara jelas ada permintaan dari pemohon akta,”tandasnya.

Ia meminta penyidik harus mencermati bukti bahwa pada hari yang sama dengan hari pembuatan akta yg dituduh palsu yaitu 23 Desember 20 dr. Setiawan dan Siswa Sanjaja Chandra telah membuat dan menandatangani 6 akta otentik. Dengan begitu, lanjutnya, tidak mungkin tidak tahu isi akta yang mereka tanda tangani. Apalagi sebelum mereka tandatangani akta, semua telah membaca dan dibacakan kembali oleh dirinya selaku notaris.

“Mereka telah melakukan kebohongan dan patut diduga melakukan rekayasa laporan polisi. Apabila penyidik tetap meneruskan penyidikan tersebut, maka akan terjadi peradilan sesat dan kriminalisasi terhadap Notaris,”jelasnya.

Atas pembukaan SP3 tersebut, pihaknya, siap menghadapi demi martabat dan nama baik notaris. Dikatakannya penyidikan yang memaksa akta otentik asli sebagai barang bukti akta otentik palsu adalah penyidikan sesat.

“Mohon dukungan semua pihak agar perkara ini segera ada keadilan, karena SP3 sudah sesuai dan memang harus dilaksanakan,”tandasnya.

Sebelumnya, Hakim tunggal Pengadilan Negeri (PN) Semarang Muhammad Anshar Madjid SH MH mengabulkan gugatan praperadilan yang dimohonkan Michael Setyawan terhadap Polda Jateng. Hakim menyatakan, penetapan tersangka notaris Yustiana Servanda SH oleh termohon praperadilan yaitu Polda Jateng adalah sah menurut hukum, serta penerbitan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) tak berdasar hukum. Hakim juga memerintahkan kepada termohon praperadilan untuk mencabut surat pencabutan status tersangka, memerintahkan termohon membuka kembali penyidikan atas tersangka notaris Yustiana Servanda. Gugatan Michael Setyawan dimohonkan melalui penasihat hukumnya, Michael Deo, dan lainnya dari kantor advokat Dei Keadilan & Partner.

“SP3 termohon dianggap sah, sehingga kami harap polisi bisa membuka kembali perkara tersangka Yustiana, sekaligus melimpahkan perkaranya ke Kejati Jateng,” kata Michael Deo, kepada wartawan sebelumnya

Rektor UNISSULA Pimpin ICMI Orwil Jateng, Ferry Wawan Cahyono Berharap Pada Inovasi dan Kontribusi Nyata

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pelantikan Ketua Majelis Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah (Orwil) Jawa Tengah periode 2024-2029 menjadi momen bersejarah yang dihadiri oleh berbagai tokoh penting.

Acara ini dilangsungkan di Aula Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang, yang dipenuhi dengan suasana khidmat dan penuh harapan. Prof. Dr. H. Gunarto, SH., MH., yang saat ini menjabat sebagai Rektor UNISSULA, dilantik sebagai Ketua Majelis Pengurus ICMI Orwil Jawa Tengah.

Pelantikan ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono sekaligus dirinya yang juga dilantik sebagai Ketua Bidang Penataan Organisasi & Sistem Informasi Manajemen dan Pengembangan SDM, Sekretaris I Dwi Yasmanto STP, Sekretaris II Fahmi HendriSKed, Anggota Umar Soleh SP MSi, Ahmad Ridwan SE MM, Dr Sukarjo Waluyo SS MHum.

Ferry juga memberikan dukungan dan apresiasinya atas amanah baru yang diemban oleh Prof. Gunarto.

Ferry menyampaikan rasa bangganya atas terpilihnya Prof. Gunarto sebagai Ketua Majelis Pengurus ICMI Orwil Jawa Tengah.

Ia menyebutkan bahwa peran ICMI sangat penting dalam memajukan masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan, kebudayaan, dan keislaman.

“ICMI sebagai wadah bagi para cendekiawan Muslim memiliki tanggung jawab besar dalam memajukan sumber daya manusia dan memberikan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi oleh umat dan bangsa. Saya yakin di bawah kepemimpinan Prof. Gunarto, ICMI Orwil Jateng akan mampu melahirkan gagasan-gagasan baru yang inovatif dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Ferry.

Ferry juga menambahkan bahwa dengan pengalaman dan keilmuan yang dimiliki oleh Prof. Gunarto, ICMI Orwil Jawa Tengah diharapkan dapat semakin berperan aktif dalam berbagai aspek kehidupan, terutama dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

“UNISSULA di bawah kepemimpinan Prof. Gunarto telah menunjukkan berbagai prestasi dan inovasi. Saya berharap semangat yang sama dapat dibawa ke dalam kepemimpinan ICMI Orwil Jateng untuk bersama-sama membangun Jawa Tengah yang lebih maju dan berdaya saing,” tambahnya.

Acara pelantikan tersebut juga dihadiri oleh berbagai tokoh penting dari kalangan akademisi, birokrat, dan organisasi masyarakat. Hadir pula para pengurus ICMI dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah yang turut menyaksikan prosesi pelantikan ini.

Mereka semua sepakat bahwa terpilihnya Prof. Gunarto sebagai Ketua ICMI Orwil Jawa Tengah merupakan pilihan yang tepat mengingat rekam jejak beliau yang cemerlang dalam dunia akademik dan kepemimpinan.

Dalam pidato perdananya sebagai Ketua ICMI Orwil Jawa Tengah, Prof. Dr. H. Gunarto, SH., MH., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia mengungkapkan komitmennya untuk menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya dan berjanji akan mendorong sinergi antara berbagai pihak, baik dari kalangan akademisi, pemerintah, maupun masyarakat.

Lebih lanjut, Prof. Gunarto juga menyampaikan bahwa di bawah kepemimpinannya, ICMI Orwil Jawa Tengah akan fokus pada tiga program utama, yaitu pengembangan pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pemberdayaan ekonomi umat.

Ia berharap program-program ini dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat Jawa Tengah.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah yang diikuti oleh seluruh hadirin. Pelantikan ini tidak hanya menjadi simbol pergantian kepemimpinan, tetapi juga menjadi momentum untuk menyatukan visi dan misi seluruh anggota ICMI dalam membangun Jawa Tengah yang lebih baik di masa depan.

Hadirnya berbagai tokoh penting dalam acara ini menunjukkan dukungan dan harapan besar bagi kepemimpinan baru di ICMI Orwil Jawa Tengah, di mana diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat.

Fakultas Kedokteran UNDIP Mengeluarkan Pernyataan Resmi Terkait Meninggalnya ARL ; Ada Riwayat Sakit

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Diponegoro (UNDIP) akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait meninggalnya ARL, seorang mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).

Dalam konferensi pers yang digelar Gedung Fakultas Kedokteran, Dekan FK Undip, Dr. dr. Yan Wisnu Prajoko, M. Kes., Sp.B.Subsp.-onk(K), menegaskan bahwa penyebab kematian ARL adalah murni karena penyakit yang dideritanya, bukan akibat tindakan bunuh diri seperti yang sebelumnya dispekulasikan oleh beberapa pihak.

“Hasil pemeriksaan kami menunjukkan bahwa korban memiliki riwayat sakit yang sudah cukup lama,” ungkapnya, Jumat (23/8).

Namun, karena menghormati privasi dan hak-hak almarhumah serta keluarganya, pihak Universitas menegaskan bahwa mereka tidak dapat mengungkapkan data dan fakta medis yang lebih detail.

“Mohon maaf, kami tidak dapat mengungkapkan data dan fakta medis dari almarhumah karena hal ini bersifat confidential,” tandas Dr Yan.

Konferensi pers ini juga dihadiri oleh Dr. Yunanto, S.H., M.Hum (Kantor Hukum Universitas Diponegoro), dr. Muflihatul Muniroh, MSi.Med, PhD (Wakil Dekan 1), Dr. Nuryanto, S.Gz, M.Gizi (Wakil Dekan 2), Dr. dr. Ratnasari Dwi Cahyanti, Msi.Med, Sp.OG(K) (Tim Adhoc) serta dr. Tuntas Dhanardhono, MSi.Med, M.H, Sp.FM (Tim investigasi).

Jajaran pimpinan Fakultas Kedokteran telah melakukan upaya maksimal dalam menjalin komunikasi dengan pihak keluarga almarhumah yang baru saja berpulang.

Dr Yan menambahkan pihaknya telah melakukan kunjungan langsung ke rumah keluarga almarhumah di Tegal.

Kunjungan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan melalui ziarah ke makam almarhumah.

“Alhamdulillah, ada kesepahaman yang sama antara kami dengan pihak keluarga. Sejauh ini, komunikasi berlangsung dengan sangat baik,” ungkap Dr. Yan.

Ia menambahkan bahwa pihak fakultas berkomitmen untuk terus mendampingi keluarga dalam proses ini, serta memastikan bahwa komunikasi yang terjalin tetap terbuka dan harmonis.

Terakhir, Dr yan mewakili seluruh civitas akademika FK Undip turut menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam, serta
mengajak seluruh pihak, baik mahasiswa, dosen, maupun masyarakat luas, untuk bersama-sama mendoakan para korban dan keluarga yang ditinggalkan.

Polres Mandailing Natal Naikkan Status Kasus Pemalsuan Dokumen yang dilaporkan Bidan Sri Rahayu ke Penyidikan

0

MADINA (Pertamanews.id) – Polres Mandailing Natal akhirnya memberikan kabar baik terkait perkara dugaan pemalsuan dokumen yang dilaporkan Bidan Desa Sinunukan IV, Kabupaten Mandailing Natal, Sri Rahayu. Hal itu karena laporan terhadap mantan suaminya yang merupakan warga asal Kelurahan Sipolu-Polu berinisial FKH, dinaikkan dari penyelidikan ke penyidikan. Yang tentunya akan segera ditemukan tersangka dalam perkara tersebut.

Dalam perkara itu sendiri, laporan penipuan dari hasil gelar belum ditemukan unsur-unsur pasalnya. Padahal dalam kasus itu di hadapan keluarga pelapor, FKH sempat mengaku sebagai haji, Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Kehutanan, kemudian menjabat Kepala Bidang dan menjanjikan akan mengumrohkan, dan mengembalikan semua biaya resepsi perkawinan. Namun semua itu hanya bualan, karena belakangan diketahui berkas-berkas yang dijadikan syarat perkawinan milik FKH ternyata banyak yang dipalsukan dan terlapor bukanlah orang sebagaimana yang disebutkannya.

“Alhamdulilah saya bersyukur perkaranya naik ke penyidikan. Saya berharap segera ada tersangka dalam perkara ini dan tentunya berharap untuk terlapor (FKH) segera ditahan dan disidang nantinya,”kata Sri Rahayu, Jumat (23/8/2024).

Berdasarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyedikan (SP2HP), yang diterima Sri Rahayu, Nomor : B/454/VIII/ RES.1.9/ 2024/Reskrim, tanggal 19 Agustus 2024. Diketahui bahwa laporan tersebut sesuai kontruksi perkara dan fakta-fakta telah ditemukan peristiwa pidana pemalsuan surat dan keterangan palsu dalam akta authentik, sebagaimana Pasal 263 KUHP dan 266 KUHP. Sedangkan naiknya penyelidikan ke penyidikan diketahui dari Surat Perintah Penyidikan Nomor: SP-Sidik/90/VIII/ RES.1.9/ 2024/ Reskrim, tanggal 19 Agustus 2024.

“Tentu ini angin segar buat kami, karena setelah putusan Pengadilan Agama Panyabungan, akhirnya ada bukti kuat bisa kami miliki dan menambah jelas duduk perkaranya. Dalam putusan pengadilan juga tak berani dihadiri termohon, padahal sudah dipanggil patut oleh pengadilan,”imbuh Dr (Hc) Joko Susanto, selaku Ketua Tim Kuasa Hukum Sri Rahayu, didampingi timnya, Rinanda Asrian Ilmanta, Darma Wijaya Maulana, Mahfuz Rosyadi Lubis.

Advokat dari Firma Hukum Josant And Friend’s Law Firm, ini juga menegaskan dengan naiknya status penyelidikan ke penyidikan. Tentu menambah semangat dan kepercayaan pihaknya ke Polres Mandailing Natal. Pasalnya aduan itu sudah masuk sejak 21 Desember 2023 lalu dan baru naik penyidikan pada 19 Agustus 2024. Pihaknya berharap terlapor segera ditetapkan tersangka dan ditahan. Untuk selanjutnya disidang dan dihukum berat.

Dikatannya, sangat ironis kalau sampai perkara itu yang dipojokkan adalah kliennya, karena sangat tidak mungkin orang mau menikah dengan orang yang pekerjaanya belum jelas. Namun kliennya bisa percaya karena terlapor sejak awal dihadapan keluarga mengaku haji dan PNS. Sehingga tak memiliki pikiran buruk terhadap terlapor (FKH). Ditambah terlapor juga menunjukkan surat kematian istrinya langsung dihadapan keluarga besar pelapor.

“Coba bayangkan siapa punya pikiran buruk, kalau sejak awal dia (FKH) mengaku haji, mengaku PNS, ditambah memberikan bukti memang duda, karena disebut dalam surat yang ditunjukkan ke hadapan keluarga istri pertamanya meninggal. Belakangan ini ternuata masih hidup,”jelasnya.

Advokat asal Sinunukan III, Mandailing Natal, ini berharap perkara tersebut bisa segera selesai. Pihaknya juga memberikan dukungan penuh ke Kapolres Mandailing Natal AKBP Arie Sofandi Paloh, untuk menindak tegas pelaku-pelaku pemalsu dokumen, yang menyasar janda-janda di berbagai daerah di Mandailing Natal. Ia menduga korban dengan kasus yang sama juga banyak dialami oleh para janda-janda lain dengan beragam pelaku dan modus.

“Harapan kami Polsek-Polsek di Madina rutin penyuluhan hukum di masyarakat. Hilangkan kesan berurusan dengan polisi habiskan duit, supaya kedepan kepercayaan publik semakin baik, dan saya percaya Kapolres orang baik dan tegas,”tandasnya.

Sebelumnya 12 lembaga negara dan aparat penegak hukum telah disurati untuk turut mengawal kasus ini. Meliputi Presiden Republik Indonesia, Komnas Perempuan, Komnas HAM, Komisi III DPR RI, Menko Polhukam, Wasidik Mabes Polri, Propam Mabes Polri, Wasidik Polda Sumut, Propam Polda Sumut, Kejari Kabupaten Madina, Kapolres Madina, dan Sri Rahayu selaku klien.

Jagoan Pariwisata 2024, tiket.com Berdayakan Desa Wisata untuk Pariwisata Berkelanjutan

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Sebagai Online Travel Agent (OTA) pertama di Indonesia, tiket.com kembali menghadirkan program kolaborasi lokakarya edukatif dengan Kemenparekraf RI, Jagoan Pariwisata 2024.

Program bertajuk ‘Empowering Local Champions for Sustainable Growth’ ini memberikan pelaku usaha desa wisata kesempatan untuk meningkatkan kapabilitas usahanya agar memiliki daya saing tinggi dan berkelanjutan.

Melalui pendampingan (mentoring) dan pelatihan bisnis dari tiket.com, para pelaku usaha wisata di bawah naungan Jejaring Desa Wisata (JADESTA) dapat mengembangkan potensi usaha mereka.

Dengan demikian, pemilik usaha di desa wisata mampu bersaing secara nasional bahkan global, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan pariwisata nasional.

Dalam sambutannya pada kegiatan Sosialisasi Jagoan Pariwisata 2024 hari Rabu (21/8), Gaery Undarsa, Co-Founder & Chief Marketing Officer tiket.com, mengatakan, dengan mengusung tema ‘Empowering Local Champion for Sustainable Growth’, tahun ini kami berkomitmen untuk meningkatkan kapabilitas bisnis para pelaku usaha desa wisata di Desa Mendut, Jawa Tengah, dan Kampung Wisata Kadipaten, Yogyakarta, agar lebih berkelanjutan.

” Selain itu, melalui program Jagoan Pariwisata 2024, kami mendorong para pelaku usaha untuk mengoptimalkan potensi digitalisasi dalam menghadapi tantangan dan peluang di industri pariwisata,” ungkap Gaery.

Dalam kesempatan yang sama, Ika Kusuma Permana Sari, Direktur Pengembangan SDM Pariwisata Kemenparekraf/Baparekraf, mengatakan Saat ini, jumlah kunjungan wisatawan meningkat 21% dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas pariwisata terus bergerak positif, dan para pelaku usaha harus responsif dalam memanfaatkan peluang untuk menarik minat wisatawan.

Peningkatan kemampuan dalam menerapkan pariwisata berkelanjutan, model bisnis yang inovatif, serta pemasaran digital sangat krusial bagi pelaku usaha. Kami mendukung program Jagoan Pariwisata dari tiket.com karena program ini memberikan peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas mereka dan mempersiapkan diri dalam mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

” Kami berharap para peserta dapat memanfaatkan program Jagoan Pariwisata ini dengan sebaik-baiknya dan menerapkan pengetahuan serta keterampilan yang diperoleh untuk pengembangan usaha mereka,” ujar Ika.

Sebagai bagian dari komitmen ESG (Environmental, Social, and Governance), tiket.com menginisiasi program Jagoan Pariwisata untuk mendorong pariwisata berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal.

Memasuki tahun ketiga, program yang digarap bersama Kemenparekraf RI ini terus memberikan kontribusi dalam keberlanjutan pariwisata Indonesia melalui pengembangan usaha di desa wisata.

Sejak diluncurkan pada tahun 2022, Jagoan Pariwisata telah memberdayakan lebih dari 158 UMKM di 13 desa wisata.

Melalui program ini, tiket.com berupaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di desa wisata, dengan harapan dapat melahirkan talenta-talenta unggul dan kompetitif yang mendukung pertumbuhan industri pariwisata Indonesia secara berkelanjutan.

Setelah registrasi, UMKM desa wisata akan dikelompokkan berdasarkan lini bisnis dan menerima mentorship intensif dari 20 t-fams (karyawan tiket.com) terpilih.

Para peserta akan merancang proposal bisnis yang kemudian dikompetisikan dalam business pitching, dengan ide-ide terbaik yang akan dikurasi dan dinilai oleh para juri.

Dari keseluruhan peserta, akan diseleksi 4 pemenang untuk masing-masing kategori yakni Best Tourist Attraction, Best Accommodation, Best Digital & Creative, serta Best Beti Dewi (Beli Kreatif Desa Wisata).

Sebagai apresiasi, pemenang dari empat kategori akan menerima hadiah modal usaha dan kesempatan untuk mendapatkan eksposur bisnis di media sosial tiket.com.

Inilah Rute Pengalihan Arus Lalu Lintas Dalam Rangka Semarang Merdeka Flower Festival 2024

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Guna mendukung kelancaran event Semarang Merdeka Flower Festival yang diselenggarakan pada Sabtu (24/8), Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Perhubungan Kota Semarang akan memberlakukan pengalihan arus lalu lintas pada sejumlah ruas jalan di sepanjang rute yang dilalui festival.

Pengalihan arus lalu lintas akan dimulai pada Sabtu (24/8) pukul 12.00 WIB, di titik-titik jalan menuju lokasi start festival di balaikota, Jalan Pemuda.
Ruas Jl. Pemuda dari Simpang Paragon akan dialihkan memutar melalui Jl. Pemuda dan kemudian menuju Jl. MH Thamrin. Sementara itu, arus lalu lintas dari Depok yang biasanya menuju pusat kota akan dialihkan ke Jl. MH Thamrin.

Selain itu, pengalihan arus lalu lintas juga akan dilakukan di Jl. Pekunden sehubungan dengan penutupan Jembatan Rusunawa.

Untuk kendaraan yang melintas di Simpang Kyai Saleh (Eka Karya), pengalihan arus akan dilakukan mulai dari traffic light Gedung Golkar. Sementara untuk arus Jl. MH Thamrin akan dialihkan di Simpang Fatimah Zahra menuju Kampung Kali untuk mengurai kepadatan arus.

Pengalihan arus juga akan dilakukan di Jl. Pahlawan mulai bundaran air mancur, sehingga kendaraan tidak melintasi area festival. Sementara itu, kendaraan yang datang dari Jl. Ahmad Yani akan dialihkan ke Jl. Erlangga Timur.

“Kami menghimbau warga masyarakat yang akan menikmati Semarang Merdeka Flower Festival untuk dapat memarkirkan kendaraan mereka di kantong parkir yang telah kita sediakan secara tertib dan rapi,” terang Danang Kurniawan, Plt. Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang.

“Pemerintah Kota Semarang telah menyiapkan beberapa lokasi parkir alternatif yang nyaman untuk memastikan kendaraan tidak menghalangi jalur festival dan tetap berada dalam jangkauan yang aman. Antara lain DP Mall, SMA 3, SMA 5, Paragon,” lanjut Danang.

Bagi warga yang akan melintasi area festival, disarankan untuk menggunakan jalur alternatif sesuai dengan rute pengalihan yang telah diatur oleh Dinas Perhubungan Kota Semarang. “Masyarakat kita harapkan untuk mengikuti arahan petugas di lapangan demi kelancaran bersama,” tutup Danang.

Semarak Semarang Merdeka Flower Festival sebagai salah satu rangkaian perayaan HUT ke-79 RI ini digadang-gadang mampu menjadi magnet wisatawan. Parade bunga yang menampilkan beragam jenis bunga lokal dan nasional, serta mobil hias yang menarik ini akan menempuh rute sepanjang 2.8 kilometer.

Kontestan karnaval memulai parade dari Balaikota di Jalan Pemuda, melewati Jalan Pandanaran dan berakhir di Simpanglima.
Parade bunga ini akan diikuti oleh wali kota Semarang beserta jajarannya yang juga akan mengayuh sepeda berhias bunga bersama berbagai instansi pemerintah, sekolah, komunitas, hingga perusahaan swasta, yang semuanya akan bersaing untuk menampilkan dekorasi terbaik.

Selain Semarang Merdeka Flower Festival, dalam rangka resepsi HUT ke-79 Republik Indonesia, masyarakat juga akan dihibur dengan berbagai event menarik lainnya seperti hiburan musik dengan artis-artis nasional, Dike Sabrina, Pandora band pada 24 dan 25 Agustus, chef competition, barista competition pada 25 Agustus 2024.

Sri Rahayu Surati 12 Lembaga Negara, Tuntut Keadilan Atas Dugaan Penipuan dan Pemalsuan Perkawinan

0

MADINA (Pertamanews.id) – Sebanyak 12 lembaga negara dan aparat penegak hukum disurati oleh Bidan Desa Sinunukan IV, Kabupaten Mandailing Natal, Sri Rahayu. Tujuan surat tersebut untuk mencari keadilan karena laporannya tak kunjung ditetapkan tersangka. Atas perkara dugaan pemalsuan dan penipuan perkawinan palsu, yang pernah dilaksanakannya bersama warga Panyabungan berinisial FKH, di Polres Mandailing Natal.

Laporan dugaan penipuannya sendiri belum juga ditetetapkan tersangkanya meski sudah 8 bulan lamanya sejak diadukan pada 21 Desember 2023. Hanya SP2HP (pemberitahuan hasil penyelidikan) yang sudah diterima oleh pelapor. Berbeda dengan aduan kedua dugaan pemalsuan surat, yang sudah diadukan pada 13 Maret 2024 terkesan masih jalan ditempat tanpa ada panggilan saksi maupun pelapor.

Akibat tak kunjung ada perkembangan, tim kuasa hukum Sri Rahayu, Dr (Hc) Joko Susanto, Rinanda Asrian Ilmanta, Darma Wijaya Maulana, dan Mahfuz Rosyadi Lubis, dari Firma Hukum Josant And Friend’s Law Firm, langsung berkirim surat ke Presiden Republik Indonesia, Komnas Perempuan, Komnas HAM, Komisi III DPR RI, Menko Polhukam, Wasidik Mabes Polri, Propam Mabes Polri, Wasidik Polda Sumut, Propam Polda Sumut, Kejari Kabupaten Madina, Kapolres Madina, dan Sri Rahayu selaku klien.

“Kami sudah menerima salinan putusan Pengadilan Agama Panyabungan, jadi dalam surat kami juga sekaligus dilampiri putusan, kronologi dalam paparan, surat suara hati, dan bukti bukti terkait yang berkaitan perkara aduan pidananya,”kata Dr (Hc) Joko Susanto, selaku ketua tim laporan Sri Rahayu, usai mengirimkan surat pada Kamis (20/8/2024).

Dikatakannya, dalam kasus itu pihaknya memberikan kepercayaan penuh kepada Polres Mandailing Natal, agar perkaranya segera dinaikkan penyidikan dan segera ditetapkan tersangka. Menurutnya dalam perkara penipuan dan pemalsuan surat, sangat mengherankan kalau sampai mangkrak berbulan-bulan lamanya.

“Hampir 1 tahun dalam aduan pertama penipuan yang dibuat sendiri oleh klien kami, tepatnya 8 bulan lebih, yang kedua sudah 5 bulanan. Tapi kenapa masih mangkrak, ada kendala apa, seharusnya di update melalui SP2HP secara rutin kepada kami sebagai pelapor,”tandasnya.

Pihaknya menyesalkan, kalau perkara tersebut sampai jalan ditempat. Apalagi tim penyidik juga sampai diganti. Dengan begitu menambah daftar panjang, perkara mudah namun tak kunjung muncul pelakunya. Ia juga heran sebelumnya kliennya di somasi oleh tim kuasa hukum FKH, yang anehnya dalam isi somasi itu meragukan pernikahan kliennya yang menyebut siri.

“Kalau memang siri kenapa juga kami capek-capek ajukan pembatalan pernikahan di pengadilan, kemudian kenapa juga si FKH tak berani datangi sidang padahal sudah dipanggil patut. Apakah produk KUA bisa disebut produk siri,”imbuh Rinanda Asrian Ilmanta.

Sebelumnya, kuasa hukum FKH dari kantor hukum Muhammad Sulaiman dalam surat somasinya dikirimkan ke Sri Rahayu pada 23 Mei 2024, menyampaikan dalam salah satu point surat somasinya bahwa pernikahan Sri Rahayu dan FKH disebut menikah secara siri atau agama.

Aksi Unjuk Rasa di Semarang, Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan Tolak Revisi Undang-Undang Pilkada

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Ratusan aparat gabungan dari Sabhara dan Brimob Polda Jateng dikerahkan untuk mengamankan aksi unjuk rasa mahasiswa di Kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Kamis (22/8).

Massa aksi unjuk rasa tiba sekitar pukul 11.30 WIB. Terpantau para unjuk rasa terdiri gabungan dari berbagai kalangan mahasiswa yang ada di Kota Semarang.

Aksi unjuk rasa berfokus menyerukan perihal aturan pilkada yang sebelumnya di putuskan MK namun Baleg DPR RI dengan segera melakukan revisi terhadap undang-undang untuk mengabaikan keputusan MK, yang sehingga mengakibatkan unjuk rasa merasa dibodohi.

“Jokowi picek tolak politik dinasti,” isi dari tulisan dalam baliho yang mereka bawa pada aksi tersebut.

“Aturan-aturan yang kemarin tersebut hanya untuk Kaesang maju pilgub,” ucap salah satu orator dalam mobil komando.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiagakan 790 personil dari Polda Jateng dan Polrestabes Semarang untuk mencegah terjadinya kerusuhan dalam aksi demo.

Menurutnya, peserta unjuk rasa diperkirakan sekitar 1000 orang. Artanto juga mengimbau agar para demonstran tidak bertindak anarkis dan mematuhi aturan yang berlaku.

“Silakan melakukan unjuk rasa sesuai dengan ketentuan undang-undang, kami siap mengamankan. Namun, kami berharap tidak ada tindakan yang melanggar hukum atau menyebabkan chaos,” ujarnya