spot_img
Beranda blog Halaman 238

Revolusi BBM Subsidi di Jateng, QR Code Pertalite untuk Akses yang Lebih Cepat dan Aman

0
- WAHYU WIDODO- Pengamat Ekonomi Universitas Diponegoro Semarang (UNDIP).

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung upaya perluasan pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite menggunakan QR Code.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Tengah, Boedya Dharmawan mengatakan, penggunaan QR Code merupakan salah satu instrument guna memastikan siapa saja yang selama ini mengkonsumsi Pertalite. Data itu kemudian nantinya akan digunakan sebagai dasar untuk melakukan revisi aturan Perpres 191/2014 yang sedang digodog pemerintah pusat.

“Sebenarnya ini untuk mengetahui seberapa jauh Pertalite ini tepat sasaran. Jadi harapannya, karena ini subsidi ya harapannya tepat sasaran,” katanya.

Boedya menjelaskan, masyarakat tidak perlu cemas karena QR Code ini telah diterapkan untuk pembelian Solar. Data QR Code nantinya akan digunakan untuk memastikan pengendalian distribusinya sesuai dengan ketentuan.

“Kalau untuk Solar selama ini di Perpres tersebut, tapi akan dikembangkan peruntukkannya. Tapi untuk pertalite nanti akan dipastikan pengendaliannya sesuai dengan ketentuan,” jelasnya.

Menurutnya, Pemprov Jateng terus memfasilitasi pengendalian konsumsi Pertalite setiap harinya bersama pemerintah kabupaten/kota, agar menyesuaikan dengan kuota yang telah ditentukan. Pengendalian konsumsi BBM bersubsidi tepat sasaran ini akan memberikan keuntungan pertumbuhan ekonomi.

“Subsidi yang tepat sasaran akan digunakan untuk kegiatan ekonomi yang produktif bagi masyarakat yang tidak mampu,” ungkapnya.

Sementara itu, Pengamat Ekonomi Universitas Diponegoro Semarang (UNDIP), Wahyu Widodo mengakui, pengendalian konsumsi Pertalite memang tidak mudah. Namun demikian, hal itu tetap harus dilakukan secara gradual, mengingat konsumsi BBM bersubsidi juga erat kaitannya dengan lingkungan.

“Pertalite ini kan secara pelan – pelan gradual ke konsumsi BBM ramah lingkungan. Memang tidak mudah dalam waktu yang singkat,” ujarnya.

Wahyu Widodo mengungkapkan, jika konsumsi masyarakat dialihkan ke jenis BBM non subsidi seperti Pertamax tidak akan berpengaruh banyak terhadap inflasi. Namun memang pemerintah selama ini lebih banyak mengantisipasi terhadap dampak psikologisnya.

“Ini terkait dengan ‘timing’ ya, karena penggantian subsidi apapun akan ada dampak psikologisnya. Tapi kalau hitung – hitungan ekonominya, secara teknis tidak akan terlalu besar,” tandasnya.

Seperti diketahui Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah memperluas pendataan QR Code Pertalite di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sejauh ini, sudah ada 916.000 kendaraan yang mendaftar QR Code di Jateng dan 109.000 di DI Yogyakarta.

Kunker di Wonosobo dan Temanggung, Kajati Jateng Ponco Hartanto Soroti RJ dan Inovasi Teknologi

0

WONOSOBO (Pertamanews.id) – Hari kedua kunjungan kerja Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Tengah, Ponco Hartanto S.H. M.H., dengan kunjungan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonosobo dan Temanggung.

Kunjungan ini menjadi momentum penting setelah Kejari Wonosobo baru-baru ini menempati gedung baru yang lebih luas dan representatif, dilengkapi dengan fasilitas sarana prasarana yang memadai.

Meski demikian, terdapat beberapa aspek teknologi yang perlu diperbarui guna memenuhi syarat predikat WBBM.

Salah satu catatan penting dari Kajati Jateng Ponco adalah terkait bidang Pidana Umum (Pidum), di mana belum ada implementasi produk Restorative Justice (RJ) di Wilayah Wonosobo.

Kajati Jateng Ponco memerintahkan kepada Kepala Seksi Pidum untuk segera berkoordinasi dengan Kepala Satuan Reserse Kriminal setempat.

RJ dianggap sangat penting karena dapat menjadi keunggulan bagi Kejaksaan di masa depan.

“Banyak masyarakat yang masih menganggap penyelesaian damai dalam perkara membutuhkan biaya besar, padahal tidak benar. Oleh karena itu, Kepala Seksi Intelijen diinstruksikan untuk segera melakukan sosialisasi tentang RJ,” ujar Kajati Jateng Ponco, Selasa (30/7).

Didampingi Asisten Tindak Pidana Khusus Wahyu Sabrudin, S.I.P, S.H.,M.H., dan Asisten Intelijen, Dr. Sunarwan, S.H., M.H., Kunjungan ini juga sebagai bagian dari komitmen Kajati untuk memastikan setiap Kejari di Jawa Tengah mampu memenuhi standar pelayanan hukum yang tinggi, termasuk dalam penerapan teknologi dan inovasi untuk mendukung kinerja kejaksaan dalam memberikan pelayanan yang adil dan transparan kepada masyarakat.

KAI Daop 4 Semarang Tertibkan Aset Negara, 7 Rumah Perusahaan Kembali ke Negara

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang menertibkan 7 (tujuh) rumah perusahaan yang berada di Wilayah Gergaji Semarang Selatan Kota Semarang.

Upaya ini merupakan komitmen KAI untuk melakukan penjagaan dan penyelamatan aset negara dari pihak lain yang tidak memiliki hak atas aset tersebut.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo mengatakan bahwa aset tersebut merupakan aset PT KAI dan sah secara hukum. Aset tersebut memiliki Sertifikat Hak Pakai dan Hak Guna Bangunan yang tercatat dalam aktiva perusahaan.

Adapun ketujuh rumah perusahaan yang ditertibkan meliputi Rumah Perusahaan Nomor 8, 10 dan 14A Jalan Kedungjati, Rumah Perusahaan Nomor 1 dan Nomor 4 Jalan Yogya, Rumah Perusahaan Nomor 84A Jalan Kariadi, dan Rumah Perusahaan Nomor 5 Jalan Gundih Semarang.

Sedangkan total luasan yang ditertibkan untuk luas tanah sebanyak 3.611 meter persegi dan luas bangunan sebanyak 824 meter persegi.

Franoto menjelaskan, rumah yang ditertibkan tersebut dulunya ditempati oleh para pensiunan pegawai Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) atau yang sekarang menjadi PT Kereta Api Indonesia (Persero) dengan status sewa.

Setelah para pensiunan tersebut meninggal, kemudian rumah tersebut terus ditempati oleh anak, cucu, menantu atau kerabat tanpa perikatan kontrak dengan KAI.

Menindaklanjuti hal tersebut, KAI Daop 4 Semarang telah beberapa kali melakukan upaya persuasif kepada para penghuni agar mau melakukan kontrak persewaan aset dengan KAI, namun para penghuni tersebut tidak memiliki itikad baik.

Selanjutnya pada tanggal 8 Juli 2024 KAI memberikan surat peringatan pertama hingga surat peringatan kedua pada tanggal 15 Juli 2024 untuk memberikan kesempatan kembali kepada para penghuni untuk berkontrak namun tidak ada respon baik.

Dan pada tanggal 22 Juli 2024 memberikan surat peringatan ketiga kepada para penghuni untuk mengosongkan bangunannya.

“KAI pada akhirnya mengambil langkah tegas kepada para penghuni untuk segera mengosongkan aset tersebut karena tidak adanya upaya maupun itikad baik dalam memperpanjang ikatan perjanjian sewa,” terangnya.

KAI Daop 4 Semarang juga telah berkoordinasi dengan kewilayahan setempat sebelum melakukan kegiatan penertiban tersebut, termasuk didalamnya tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga masyarakat sekitar.

Setelah dilakukan penertiban dan untuk menghindari penggunaan aset tersebut secara tidak bertanggungjawab, KAI langsung melakukan pemagaran dan pemasangan plang di lokasi. Aset tersebut akan digunakan untuk kepentingan perusahaan.

“KAI akan terus melakukan berbagai upaya dalam mengamankan aset-aset perusahaan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Dengan menjaga aset yang dimiliki, KAI ikut andil dalam menjaga aset negara agar dapat memberikan manfaat bagi KAI dan masyarakat luas,” tutup Franoto.

Wakajati Jateng Sugeng Riyanta Harap Jateng Fair 2024 Jadi Ajang Kebangkitan Ekonomi Jawa Tengah

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (Wakajati Jateng) , Dr. Sugeng Riyanta, SH., MH., turut menghadiri acara pembukaan Jateng Fair 2024 yang diselenggarakan oleh PT. PRPP Jawa Tengah.

Acara ini mengusung tema “Sensational Of Central Java Coffee” dan dirancang sebagai pameran yang menampilkan kekayaan budaya dan produk-produk unggulan Jawa Tengah.

Wakajati Jateng Sugeng mengatakan Jateng Fair 2024 tidak hanya menjadi ajang untuk memamerkan produk-produk lokal, tetapi juga menjadi tempat untuk merayakan keanekaragaman budaya dan kreativitas masyarakat Jawa Tengah.

” Jateng Fair 2024 siap dorong perekonomian jategg lewat pameran yang di sediakan atau fasilitasi, dengan harapan bisa menumbuhkan produk-produk lokal yang siap dipasarkan secara luas,” ujar Wakajati Sugeng, di sela kegiatan, Senin (29/7).

Diketahui, Jateng Fair 2024 ini dimeriahkan dengan kegiatan, seperti pameran, mulai UMKM, hasil pembangunan, hingga pameran alat utama sistem pertahanan atau alutsista dari Kodam IV/Diponegoro. Ada pula hiburan, rekreasi, dan robotik dari Universitas Dian Nuswantoro Semarang.

Dalam Jateng Fair juga dipamerkan kopi asli provinsi ini. Ada 20 kabupaten dan kota yang merupakan penghasil kopi berkualitas. Kopi di Jateng, harapnya, akan terus didorong agar tidak kalah dengan produk kopi luar negeri.

Senada dengan hal itu, PJ Gubernur Jateng, Nana Sudjana juga mengajak seluruh masyarakat untuk bisa meramaikan serta mempromosikan kegiatan ini sebagai ajang untuk mengenalkan produk di Jawa Tengah ke pasar yang lebih luas.

“Ayo ke Jateng Fair. Beragam produk unggulan yang ada di Jateng Fair,” ajaknya ke masyarakat untuk mengunjungi.

Diikuti sekitar 230 stan, diharapkan, masyarakat tahu bahwa produk unggulan dari kabupaten dan kota bisa dinikmati di Jateng Fair, juga agar seluruh warga tahu, sejauh mana perkembangan pembangunan di Jateng.

Apresiasi Setinggi Langit! Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono Pujikan Pemkab Kebumen Raih SPHP Awards Terbaik Nasional

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono, memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen atas prestasinya meraih penghargaan Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Awards terbaik nasional dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) Republik Indonesia.

Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas upaya dan inovasi yang dilakukan Pemkab Kebumen dalam menjaga kestabilan pasokan dan harga pangan di wilayahnya.

Ferry menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan bukti konkret dari komitmen Pemkab Kebumen dalam mengelola sektor pangan dengan baik, terutama di tengah tantangan global yang mempengaruhi ketahanan pangan.

“Kami sangat bangga dengan pencapaian ini. Pemkab Kebumen telah menunjukkan kerja keras dan dedikasi dalam memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan terjangkau bagi masyarakat,” ujar Ferry saat ditemui di Semarang, Senin (29/7).

Ia menambahkan, penghargaan ini juga menjadi motivasi bagi daerah-daerah lain di Jawa Tengah untuk terus berinovasi dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

“Kami berharap pencapaian ini dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi kabupaten dan kota lainnya dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan,” tambahnya.

Diketahui, penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi kepada Bupati Kebumen Arif Sugiyanto di The Sultan Hotel, Jakarta, Minggu (28/7) malam.

Bupati Arif mengatakan penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas upaya daerah dalam menekan inflasi melalui gerakan pangan murah (GPM).

Menurutnya, pencapaian ini adalah hasil dari kerja keras dan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Kebumen dan berbagai pihak terkait.

“Alhamdulillah Kabupaten Kebumen kembali meraih penghargaan nasional, yakni SPHP Awards dari Bapanas. Ini tidak lain karena kita dinilai berhasil menekan inflasi dengan adanya GPM yang terus kita gencarkan sampai pelosok-pelosok desa,”ujar Arif di Jakarta.

Bupati Arif juga menyampaikan bahwa pemkab telah melaksanakan SPHP sebagai dukungan terhadap Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan bertujuan menjaga ketersediaan pangan melalui berbagai intervensi seperti GPM dan Subsidi Harga Pangan.

Selain mendapat penghargaan, Pemkab Kebumen juga mendapat bantuan Sarpras dari Bapanas, yakni satu unit reefer container, atau mesin pendingin daging yang akan diberikan untuk BUMD PT. Aneka Usaha Kebumen Jaya.

Sebelumnya, Pemkab Kebumen telah memperoleh penghargaan Tim Pengendalian Inflasi Daerah atau TPID Awards se Jawa-Bali dari Kementerian Koordinator Perekonomian yang diberikan langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Juni 2024 lalu.

PGN Dorong Industri Kaca dengan Saluran 8 BBTUD di KIT Batang

0

BATANG (Pertamanews.id) – PT PGN Tbk melaksanakan gas in atau penyaluran perdana gas bumi ke PT KCC Glass Indonesia selaku produsen kaca lembaran yang berada di Kawasa Industri Terpadu Batang (KITB). Rencana penggunaan gas di pabrik tersebut sebesar 8 BBTUD.

Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) telah ditandatangani oleh KCC Glass Indonesia dan PGN pada Februari 2024 lalu dengan rencana penyaluran gas bumi akan meningkat secara bertahap. Gas In bertepatan dengan Kunjungan Menteri ESDM dan Kepala SKK Migas ke KIT Batang pada Jumat, (26/07/2024).

PGN sudah membangun infrastruktur distribusi gas bumi di dalam KIT Batang sepanjang 5 KM berdiameter 8 inch dari Pipa Transmisi Cisem Tahap I. Untuk penyaluran gas ke KCC Glass, PGN menggunakan pasokan dari PEPC Jambaran Tiung Biru. Maka dari itu, pemenuhan gas ke KCC Glass Indonesia menjadi wujud peningkatan utilisasi dari pipa Transmisi Cisem Tahap 1 dan sumur domestik di Lapangan JTB.

“PGN akan terus menjaga komitmen terkait penyaluran gas yang stabil, karena menjadi salah satu kunci operasi KCC Glass. Keandalan infrastruktur yang kini telah terintegrasi juga senantiasa dijaga agar penyaluran gas berlangsung aman dan lancar, sehingga penggunaan gas bumi PGN bisa memberikan manfaat keekonomian bagi industri,” ujar Direktur Utama PGN Arief Setiawan Handoko.

PGN menggenjot percepatan penyerapan gas bumi di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Terlebih adanya integrasi dari Pipa Gresem dan Pipa Cisem 1 dapat PGN lanjutkan pengembangannya untuk pengguna akhir. Integrasi infrastruktur mendorong peningkatan penyerapan gas bumi di Jawa Tengah dari 48 BBTUD menjadi 60-70 BBTUD. Sebelumnya PGN mengupayakan pemenuhan gas bumi di Jawa Tengah menggunakan moda transportasi CNG, mengingat Jawa Tengah belum terkoneksi oleh jaringan pipa gas bumi.

“Integrasi infrastruktur ini tidak lepas dari kerjasama pemerintah dengan badan usaha yang satu suara agar pemanfaatan gas bumi di Jateng-Jatim semakin meningkat. Kami berharap demand juga meningkat dan PGN akan memacu distribusi gasnya,” kata Arief.

Arief melanjutkan, pemenuhan energi gas bumi di KIT Batang merupakan tindak lanjut PGN atas arahan pemerintah terkait pemenuhan infrastruktur gas di KIT Batang. Kawasan industri ini pun digadang sebagai percontohan untuk pengembangan kawasan-kawasan industri di daerah lainnya. PGN juga mendukung penuh pemanfaatan Pipa Cisem I yang terhubungan dengan KIT Batang.

Semenjak gas bumi mengalir di KIT Batang pada akhir tahun 2023, sudah ada 1 pelanggan eksisting PGN yaitu PT Rumah Keramik Indonesia dengan penggunaan gas sebesar 1 BBTUD. Upaya penambahan pelanggan pengguna gas bumi di KIT Batang terus dilakukan. Dalam beberapa waktu ke depan akan dilakukan gas in ke salah satu produsen peralatan medis.

“PGN siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk kehandalan infrastruktur dan pasokan gas bumi di Jawa Tengah. Menjadi kebanggaan besar bagi PGN dapat menjadi penyedia energi sehingga bisa ikut mendukung pertumbuhan investasi dan daya saing industri di KIT Batang maupun kawasan industri lainnya,” tutup Arief.

UNDIP dan BRIN Berkolaborasi dalam Penelitian PLTN Daya Mikro untuk Energi Bersih

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Universitas Diponegoro melalui Center for Plasma Research Team (CPR-TEAM) melakukan pertemuan dengan BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) membahas rencana kerjasama pemanfaatan tenaga nuklir untuk energi, menyambut pencanangan Net Zero Emission 2060.

PLTN yang dikaji baik fusi nuklir maupun fisi nuklir. Fusi nuklir dimana inti atom ringan bergabung dan menghasilkan energi. PLTN fusi belum terealisasi di dunia.

PLTN fusi melalui tokamak plasma, kini sedang diteliti di International Thermonuclear Experimental Reactor (ITER). Kajian teknologi plasma memang cukup maju di Universitas Diponegoro, termasuk simulasi untuk Tokamak Plasma.

UNDIP diwakili oleh Muhammad Nur, sebagai pendiri CPR-TEAM dan guru besar di Departemen Fisika, Fakultas Sains dan Matematika UNDIP. BRIN dihadiri oleh Tri Mumpuni selaku Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional beserta tim.

Diskusi berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai 4 Gedung Acintya Prasada FSM UNDIP pada Minggu(28/7). Karena fusi nuklir masih sangat lama menantinya, kebutuhan energi berbasis reaksi nuklir difokuskan pada fisi nuklir.

Dalam keterangannya, Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Tri Mumpuni mengatakan bahwa pertemuan ini masih sebatas diskusi dan belum ada rencana pembuatan reaktor nuklir sebagai sumber energi.

Menurutnya, melalui kegiatan ini masyarakat diharapkan bisa lebih “aware” terhadap perkembangan teknologi. Dibutuhkan teknologi bersih, terlebih untuk bertahan, dan menghadapi di tahun 2060.

“Makanya tidak ada salahnya nuklir ini menjadi sesuatu yang dibicarakan karena sebelumnya dianggap tabu. Saya termasuk orang yang dulu menentang nuklir di tahun 91 karena saya melihat belum ada teknologi yang seaman teknologi saat ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Tri Mumpuni menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi Sumber Daya Manusia (SDM).

“Jumlah engineer sangat banyak, mereka tidak hanya menimba ilmu di dalam negeri namun juga lulusan dari luar negeri. Sehingga sayang sekali jika ilmu yang diperoleh tidak dimanfaatkan saat kembali ke tanah air,” terangnya.

“Sayang sekali kalau selama ini ada teknologi yang hebat, tapi kita hanya menjadi penonton dan ujung-ujungnya menjadi pasar,” imbuhnya.

Menurutnya, pengembangan tenaga nuklir sebagai sumber energi perlu disosilaisasikan. Tujuaanya supaya masyarakat paham dan tidak merasa ditakut-takuti karena telah memiliki pemahaman yang benar.

Pendiri Center for Plasma Research Team (CPR-TEAM), Muhammad Nur, menyampaikan bahwa kita perlu melihat fisi nuklir dengan cara pandang baru.

Perkembangan teknologi kini reaktor daya sudah menggunakan generasi ke 4, dayanya sangat kecil, 1-4 MWe. Dikembangkan dalam bentuk modul, small modular reactors. PLTN generasi baru ini bisa menjadi harapan bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan, yang memiliki banyak pulau yang tersebar di penjuru Indonesia.

“Bicara fisi nuklir sangatlah mungkin, terlebih lagi telah lahir reaktor fisi mikro (1-4 MWe). Bandingkan sebelumnya harus 800 MWe. Kami akan pelajari mendalam Small Modular Reactors ini, apalagi dengan teknologi baru, generasi keempat dan sangat kecil. Menurut kami dengan pulau-pulau yang banyak, PLTN mikro ini sebuah harapan dan sesuai. Kami mendukung program ini,” ujarnya.

Muhammad Nur menambahkan bahwa teknologi sekarang merupakan generasi keempat jadi sangat jauh berbeda dibanding dengan generasi pertama samapai ke tiga. Generasi keempat ini usia limbah radioaktifnya sangat pendek.

Reaktor daya dalam bentuk modul hanya 4 MWe. Terobosan yang sangat menarik untuk dikembangkan pemanfaatannya di Indonesia dan dapat ditempatkan di pulau-pulau Indonesia.

Dalam diskusi tersebut Muhammad Nur dan Tri Mumpuni menyadari bahwa persolan Indonesia terbesar dalam pemanfatan PLTN adalah persepsi masyarakat. Penerimaan masyarakat yang terlanjur mengalami phobia terhadap nuklir. Keduanya sepakat sosialisasi yang tersistematis terus menerus perlu dilakukan. (Muhammad Nur&Ut-Humas)

Fakultas Psikologi SCU Bersama Yayasan Pendidikan Astra Deklarasikan Sekolah Ramah Anak di IKN

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Sebanyak 11 SD, 2 SMP, dan 2 SMK di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur mendeklarasikan diri menjadi Sekolah Ramah Anak (SRA) pada 25 Juli 2024.

Diinisasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlingungan Anak, program ini berupaya mewujudkan sekolah yang mampu menjamin, memenuhi, serta menghargai partisipasi siswanya.

Sekolah ini juga harus mampu memberikan perlindungan peserta didik dari kekerasan serta diskriminasi selama mengenyam pendidikan.

“Program ini ada sebagai bentuk perhatian atas banyaknya kasus kekerasan yang sering terjadi di lingkungan sekolah,” jelas Kinanti Widyaningsih, MPsi, Psikolog, dosen FPsi SCU.

Deklarasi ini merupakan puncak rangkaian program pendampingan yang diinisasi Yayasan Pendidikan Astra – Michael D. Ruslim (YPA – MDR). Menggandeng Fakultas Psikologi (FPsi) Soegijapranata Catholic University (SCU), pendampingan ini dilakukan selama kurang lebih 7 bulan sejak Januari 2024.

Langkah dan Upaya

FPsi SCU sendiri telah memberikan pelatihan dan pendampingan dalam mengimplementasikan karakter CerDAS (Cermat, Dinamis, Antusias, dan Sinergis). Bukan hanya guru dan siswa, program ini juga menyasar orang tua siswa.

Kinanti menuturkan ada sekitar 20 pelatihan yang telah diberikan pihaknya kepada kelima belas sekolah binaan YPA-MDR tersebut. Salah satunya dikemas dalam Seminar Karakter CerDAS untuk SRA.

“Kami mencoba menurunkan core value YPA-MDR, CerDAS untuk diterapkan dalam program pendidikan agar bisa memenuhi komponen dan pilar untuk menuju ke arah sekolah yang ramah anak,” tambah Kinanti.

Melalui program ini, Kinanti beserta pihaknya berupaya mengurangi tindak kekerasan di lingkungan sekolah. Mereka memperkenalkan mulai dari tanda kekerasan, cara pencegahan dan penanggulangan, hingga mekanisme pengaduan kekerasan.

“Para siswa juga diberikan pengetahuan bagaimana melihat permasalahan di sekolah untuk melatih kepedulian dan kepekaannya agar berani bersuara dan bertindak,” tambah Kinanti.

Lebih lanjut, Kinanti menuturkan pihaknya juga memberikan dampingan kepada Komite Perlindungan Anak di sana dalam membuat kurikulum ramah anak.

Selain itu, program ini sekaligus bertujuan untuk mendorong guru lebih peka dengan kebutuhan siswa dalam proses pembelajaran. Maka dari itu, diharapkan guru dapat melakukan pemetaan minat dan bakat siswa guna mendukung diferensiasi dalam pembelajaran.

Mendukung hal tersebut, membangun kebiasaan disiplin positif juga menjadi fokus Kinanti dan timnya. “Bukan mengajarkan siswa untuk lembek, melainkan melatih disiplin tetapi bentuknya ke arah yang lebih positif,” tuturnya.

Langkah Lanjutan

Setelah deklarasi, pendampingan terhadap sekolah binaan YPA-MDR di IKN akan terus dilakukan secara intensif. Menggandeng Dinas Pendidikan serta pemerintah daerah terkait, tim gabungan dosen dan mahasiswa FPsi SCU dan YPA-MDR akan memantau perkembangan implementasi SRA di setiap sekolah. Mereka pun akan aktif memberikan dukungan yang diperlukan.

Senang Dengan Pembangunan Kota Semarang, Pemerintah Kabupaten Sijunjung Lakukan Study Tiru Inovasi dan Pembangunan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kota Semarang menjadi magnet tersendiri bagi Pemerintah dan jajaran Forkopimda Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat untuk melakukan study tiru terkait inovasi dan pembangunan serta sarana prasarana.

Salah satunya yakni inovasi hasil riset dengan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) dan pembentukan Badan Riset Inovasi Daerah (BRIDA) di Ibu Kota Jawa Tengah.

Hadir memimpin rombongan, Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir didampingi Kapolres Sijunjung, AKBP Andre Anas, Kajari Sijunjung Rina Idawani serta Forkopimda dan Kepala OPD terkait.

Mereka disambut oleh Asisten Pemerintahan Muhammad Khadik, Plt. Kesbangpol Joko Hartoni, Plt. Ketua KPU Ahmad Zaini, Wakil Ketua DPRD kota Semarang Muhammad Afif, Wakapolrestabes Wiwit Ari Wibisono beserta segenap jajaran Forkopimda dan OPD Pemerintah Kota Semarang.

“Intinya pak Bupati dan jajaran hadir di Kota Semarang karena melihat perkembangan pesat yang terjadi di Kota Semarang. Beliau ingin belajar, sharing, diskusi, hal-hal baik yang bisa diimplementasikan,” ujar Muhammad Khadik saat menyambut rombongan Pemkab dan Forkopimda Kabupaten Sijunjung di Co-working Space BRIN, di Balai Kota Semarang, Senin (29/7).

Rombongan mengunjungi beberapa lokasi, di antaranya Co-Working Space BRIN di Balai Kota Semarang, Command Center di Polrestabes Semarang dan sebagainya.

“Mereka sangat senang melihat Kota Semarang telah membentuk Badan Riset Inovasi Daerah (BRIDA). Bahkan sudah bekerja sama dengan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN),” kata dia.

Dari hasil kerja sama dengan BRIN, lanjut dia, berbagai hasil riset telah diterapkan Pemerintah Kota Semarang. “Ini yang membuat mereka terkesan, dengan berbagai hasilnya. Salah satunya olahan sampah plastik menjadi BBM bernama Petasol,” lanjut dia.

Seperti diketahui, sampah plastik merupakan residu yang sulit sekali didaur ulang dan mempengaruhi lingkungan. “Ternyata dengan riset sampah plastik bisa diubah menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) Petasol. Ini bisa menjadi solusi terutama dari limbah plastik yang pencemarannya ada di muara. Harapannya ini bisa menjadi berkah karena sampah itu menjadi bahan untuk pembuatan petasol,” papar dia.

Pemanfaatan Petasol, menurut Khadik, diterapkan sebagai bahan bakar kapal nelayan, alat pertanian seperti traktor hingga mobil. “Itu sudah kita uji coba dan hasilnya itu bagus. Karena permasalahan sampah plastik itu tidak hanya permasalahan kota Semarang tapi juga permasalahan kabupaten kota se Indonesia,” jelasnya.

Hasil riset lainnya yang membuat tertarik rombongan Pemkab Sijunjung, sebut Khadik, yakni benih padi unggul yang bisa ditanam di daerah air payau atau pesisir (lahan salin).

“Selama ini kita tahu, kalau benih padi di air payau kan tidak bisa tumbuh. Dengan riset BRIN, beberapa waktu lalu Ibu Wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu sudah mengimplementasikan di daerah pesisir di Kecamatan Tugu,” tuturnya.

Tak hanya itu, hasil riset olahan singkong menjadi plastik juga dilirik Kabupaten Sijunjung. Plastik yang terbuat dari singkong tersebut, setelah dipakai bisa langsung terurai.

“Akhirnya pak Bupati, ingin meniru yang sudah dilakukan Pemerintah Kota Semarang untuk diterapkan di sana,” papar dia.

Rombongan bergeser ke Situation Room melihat unit 112 Call Center Kota Semarang dan Sapa Mbak Ita.

“Sempat kita ajak juga ke Unit 112 Call Center, yaitu sistem pelaporan masyarakat manakala ada kejadian yang membutuhkan bantuan kegawatdaruratan 24 jam,” kata Khadik.

Menurut dia, dengan Call Center 112 segala keluhan, permasalahan, masukan dan saran yang masuk akan ditindaklanjuti dan ditangani oleh OPD dan Forkopimda terkait.

Selain tertarik dengan Inovasi Pemkot Semarang dengan BRIN dan Call Center 112, Pemkab Sijunjung juga mengunjungi inovasi di Command Center Polrestabes Semarang.

“Rombongan diajak melihat command center, dijelaskan tentang inovasi Polrestabes dalam rangka menjaga kondusifitas Kamtibmas di kota Semarang ada kentongan Kenita, Panic Button dan Aplikasi Libas,” terangnya.

Kapolres Sijunjung bahkan mengaku tertarik dengan aplikasi Libas dan penerapan CCTV di setiap RT. Kota Semarang juga dinilai sebagai kota besar paling toleran di Indonesia.

“Kita masuk lima besar rangking nasional sebagai kota toleran. Karena kerukunan antar umat beragama menjadi hal yang fundamental dalam pembangunan. Beliau ingin belajar kiat-kiatnya,” pungkasnya.

Gas Terus! PLN Rampungkan Pembangunan GITET 500 kV Ampel New / Boyolali, Sistem Kelistrikan Jawa Tengah Makin Kuat

0

BOYOLALI (Pertamanews.id) – PT PLN (Persero) berhasil merampungkan pembangunan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kilo Volt (kV) Ampel New / Boyolali Diameter 3 dan 4. Penyelesaian ini ditandai dengan keberhasilan pelaksanaan pemberian tegangan pertama (energize) pada 27 Juli 2024.

Plh General Manager Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah, Senior Manager Pertanahan, Perizinan dan Komunikasi, Achmad Ismail menjelaskan pembangunan GITET 500 kV Ampel New / Boyolali bertujuan untuk semakin menguatkan sistem kelistrikan di Jawa Tengah melalui pendistribusian beban listrik yang lebih meluas. Upaya tersebut dilakukan karena pertumbuhan konsumsi listrik khususnya di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Seiring pertumbuhan penggunaan listrik oleh konsumen, PLN senantiasa berupaya untuk terus menguatkan sistem kelistrikan dengan meningkatkan fleksibilitas operasi khususnya di Jawa Tengah dan DIY. Hadirnya GITET Ampel New / Boyolali ini akan membantu mengurangi pembebanan pada GITET lainnya yang berada di sekitar Jawa Tengah,” terang Ismail.

Ismail melanjutkan, penyelesaian GITET 500 kV Ampel New / Boyolali ini menjadi wujud keseriusan PLN dalam menghadapi era transisi energi. Era ini menjadikan konsumsi listrik terus meningkat setiap tahunnya.

Dirinya mengatakan, PLN kini tengah membangun infrastruktur kelistrikan baik tegangan tinggi dan juga tegangan ekstra tinggi guna menyalurkan pasokan daya listrik yang andal bagi konsumen.

PLN menginvestasikan dana lebih dari Rp 700 Milyar untuk membangun GITET 500 kV Ampel New / Boyolali dan juga GI 150 kV Ampel New / Boyolali beserta dengan transmisinya.

Proyek ini juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat dengan berhasil membuka lapangan pekerjaan baru. Terbukti, setidaknya lebih dari 470 tenaga kerja lokal berhasil terserap dalam proyek ini.

Ismail juga turut mengapresiasi atas kolaborasi dari seluruh pihak yang turut menyukseskan pembangunan ini. Dirinya menuturkan banyaknya tantangan dalam pembangunan dapat diselesaikan karena setiap pihak menjalankan perannya dengan tepat serta memiliki dedikasi yang tinggi.

“Kami juga ingin menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terkait atas sinergi dan kolaborasi yang luar biasa dalam proyek pembangunan ini. Kami ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Daerah Kabupaten Boyolali, TNI / POLRI, seluruh pejuang kelistrikan PLN Group hingga seluruh masyarakat. Semoga infrastruktur ini dapat beroperasi dengan andal dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya khususnya bagi pelanggan kami,” ucap Ismail.

Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Tengah 4 (UPP JBT 4) Ainanto Nindyo menambahkan saat ini bagian GITET Ampel New / Boyolali yang telah berhasil di-energize adalah diameter 3 arah GITET 500 kV Ungaran dan diameter 4 arah GITET 500 kV Pedan.

Lanjutnya, IBT 1 yang berkapasitas 500 Mega Volt Ampere (MVA) juga telah berhasil dilakukan backfeeding untuk menguji kesiapan seluruh komponen yang nantinya akan dilanjutkan dengan energize IBT 2 setelah dilaksanakan pemindahan jalur tahap akhir yakni SUTET 500 kV Ungaran – Pedan menjadi SUTET 500 kV Ungaran – Boyolali dan SUTET 500 kV Pedan – Boyolali. Nantinya dengan masuknya IBT 1 dan IBT 2 akan menambah kapasitas sebesar 1.000 MVA.

“Alhamdulillah saat ini kami telah sukses menyelesaikan diameter 3 dan 4 serta backfeeding IBT 1 500 kV. Juni kemarin kita juga selesaikan GI 150 kV Ampel yang akan mengevakuasi daya dari GITET ini. Kalau yang kemarin GI Ampel ada dua trafo yang kapasitas masing-masing 60 MVA, GITET Ampel ini nantinya memiliki dua trafo yang masing-masing berkapasitas 500 MVA, jadi berarti sistem operasinya akan lebih aman dan andal,” jelas Ainanto.