spot_img
Beranda blog Halaman 239

Sambut Kemerdekaan ke-79 RI, Semagres 2024 dan Event Pariwisata Usung Tema “Merdeka Belanja”

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pariwisata dan ekonomi di Kota Semarang diprediksi bakal bergeliat pada Agustus 2024 mendatang. Menyambut kemerdekaan ke-79 RI, sejumlah event pariwisata dan program menarik akan hadir di Kota Semarang, salah satunya adalah Semarang Great Sale (Semargres) 2024. Dengan mengusung tema “Merdeka Belanja,” Semargres akan berlangsung selama satu bulan penuh mulai tanggal 1 sampai dengan 31 Agustus 2024.

“Dari tahun ke tahun, penyelenggaraan Semarang Great Sale selalu memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi Kota Semarang. Semoga tahun ini juga semakin meningkatkan omset UMKM sekaligus membuat bahagia masyarakat karena bisa belanja diskon besar-besaran,” ujar Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu di kantornya, Senin (29/7).

Pihaknya mengapresiasi Kadin Kota Semarang yang terus melakukan inovasi dalam setiap penyelenggaraan Semargres hingga kini mencapai edisi ke-13.

“Saya mengajak masyarakat untuk berbelanja dan menikmati program diskon ini karena setahun hanya sekali. Sudah belanja dapat diskon, bisa dapat hadiah pula,” tambahnya.

Pada penyelenggaraan Semarang Great Sale 2024, Kadin akan berkolaborasi dengan berbagai asosiasi agar semakin banyak tenant yang berpartisipasi memberikan diskon. Sejauh ini, banyak pihak telah bergabung, di antaranya Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI, 9 mall di Kota Semarang, 39 retail Aprindo, 20 bar/entertainment service Pagersemar, serta 15 titik pasar tradisional dan PKL di Kota Semarang.

Ketua Panitia Semarang Great Sale, Tanti Aqsa, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Semargres kali ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian di Kota Semarang dengan melibatkan banyak tenant dan kolaborasi dengan 10 pasar tradisional serta lima paguyuban UMKM. “Hadiah Semargres tahun ini meliputi satu unit mobil, lima motor, laptop, serta barang elektronik lainnya,” terang Tanti, Jumat (19/7).

Ia menambahkan bahwa target transaksi dalam Semargres tahun ini diharapkan lebih tinggi dari tahun 2023. “

Pada 2023, transaksi Semargres mencapai lebih dari Rp200 miliar, sedangkan tahun ini kami optimis transaksi bisa tembus Rp300 miliar,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Kadin Kota Semarang, Arnaz Andrarasmara, mengucapkan rasa syukur atas konsistensi penyelenggaraan Semargres hingga ke-13 ini. “Alhamdulillah, Semargres kembali lagi. Ke-13 kali kami konsisten mengadakan Semargres. Kali ini di 2024, dengan panitia yang baru dan didukung oleh para pengusaha serta pemerintah kota, Insyaa Allah kegiatan Semargres bisa menaikkan lagi pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang,” harap Arnaz.

Rangkaian Semarang Great Sale 2024 selama bulan Agustus ini akan menjadikan Kota Semarang semakin meriah dan semarak menyambut HUT ke-79 RI. Pada 2 Agustus, pembukaan Semargres akan bersamaan dengan “Festival Arak-arakan Cheng Ho 2024 (619 tahun),” memperingati hari kedatangan Laksamana Cheng Ho di Kota Semarang, dengan menggelar arak-arakan dari Klenteng Tay Kak Sie menuju Klenteng Agung Sam Poo Kong.

Sebelumnya, pada 27 Juli lalu, Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang telah menggelar Pandanaran Art Festival di kawasan Kota Lama serta kirab Ki Ageng Pandanaran dari Taman Indonesia Kaya hingga Makam Ki Ageng Pandanaran. Nantinya, pada hari kemerdekaan Indonesia akan dimeriahkan dengan Semarang Merdeka Flower Festival, pawai pembangunan dengan konsep bunga pada 24 Agustus 2024, yang juga digabungkan dengan acara resepsi HUT ke-79 RI.

Dengan sejumlah event pariwisata tersebut, diharapkan peringatan kemerdekaan ke-79 RI di Kota Semarang akan semakin meriah sekaligus membangkitkan roda perekonomian di Kota Semarang.

Lakukan Kunker ke Kejari Kabupaten Magelang, Kajati Ponco Targetkan Penyerapan Anggaran Sampai 90% di Akhir Tahun

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kajati Jateng Ponco Hartanto S.H. M.H. mulai melakukan program rangkaian kunjungan kerja ke daerah sebagai Kajati Jateng yang baru. Kajati didampingi Asintel Dr. Sunarwan, SH., M. Hum, Aspidsus Wahyu Sabrudin dan Kabag TU Kejati Jateng memulai kunker ke Kejari Kabupaten Magelang di Mungkid.

Dalam pengarahannya Kajati menyampaikan bahwa Kunker ini jangan sampai merepotkan pihak daerah namun harus bisa bermanfaat demi kemajuan Kejari daerah.

Dikatakan, Kejari Kab. Magelang mestinya sudah mendapat predikat WBK berdasar dari fasum pelayanan publik yang sudah komplit,

“Justru saya harapkan bisa naik ke Kejari tipe A,” kata Kajati.

Selanjutnya Kajati meminta agar penyerapan anggaran bisa sampai 90% di akhir tahun dan saat menjelang pilkada bisa turut menyukseskan penyelenggaraannya.

“Jangan sampai jajaran Kejaksaan terlibat langsung maupun tidak dengan salah satu paslon pilkada, itu harga mati,” tegas Kajati.

Kemudian terkait manajemen media sosial tetap dikerjakan di semua bidang khususnya dalam hal kegiatan yg berhubungan dengan Kejaksaan. Karena nama baik Kejaksaan diraih dari medsos Kejari daerah.

“Saya pesan agar hati-hati dalam bermedsos juga. Jangan flexing yg berlebihan dan tidak masuk akal dan mawas diri terhadap Judol,” ucapnya.

Kejati juga menginstruksikan bidang Pidum supaya berkoordinasi dengan perangkat daerah mengenai program restoratif justice. Untuk Bidang Pidsus diharapkan akselerasi dalam penanganan perkara ditingkatkan.

“Jangan mencoreng kepercayaan publik yg telah diraih Kejaksaan selama ini,” tutup Kajati

Anggota DPRD Detty ungkap Aspirasi Warga Kota Semarang terkait Penggeledahan di Lingkungan Pemkot oleh KPK

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Anggota DPRD Kota Semarang Fraksi PDIP, Dyah Ratna Harimurti atau yang akrab dipanggil Detty, menerima banyak aspirasi dari warga terkait peristiwa penggeledahan dan pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap kantor-kantor pemerintahan yang dipimpin oleh Walikota Semarang, Havearita Gunaryanti Rahayu

“Memang beberapa hari terakhir, banyak warga kota Semarang, khususnya Pedurungan dan sekitarnya, menyampaikan kepada saya, baik secara langsung menemui saya maupun melalui media sosial, mereka menyampaikan rasa prihatin atas kejadian ini, dan mereka menyatakan ingin Bu Ita masih melanjutkan memimpin kota Semarang,” ucap Detty, Senin (29/7)

Detty juga menambahkan bahwa warga menitipkan doa agar hasil pemeriksaan tidak seperti yang banyak dibicarakan di media sosial.

“Mereka juga nitip doa yang sedalam-dalamnya luas-luasnya semoga tidak seperti yang disampaikan di media sosial, dan meskipun kami sangat menghormati jalannya proses hukum, kita senantiasa berharap dan harapan yang besar supaya Bu Ita bisa tetap memimpin Kota Semarang, masih banyak yang cinta,” ungkapnya.

Menurut Detty, meski banyak informasi simpang siur di media sosial, masyarakat ingin menunggu kepastian dari KPK.

“Saya kira meskipun di medsos banyak berseliweran, masyarakat ingin menunggu kepastian dari KPK, jadi tidak simpang siur, tentunya pastinya harapannya tidak seperti yang disampaikan di medsos, masyarakat masih butuh Mbak Ita, harus diakui membuat Semarang, dalam dua tahun ini luar biasa kemajuannya,” ujar Detty.

Respons Warga

Warga Pedurungan Kidul, Rudiono, juga mengungkapkan keprihatinannya, Rudiono berharap agar persoalan ini tidak menggantung dan ada keputusan yang cepat oleh KPK.

“Kami sebagai warga Kota Semarang prihatin adanya kejadian tersebut, akan tetapi yang menjadi keberatan kami karena sesuatu itu harus ada keputusan yang cepat, sampai detik ini, dalam kaitannya dengan Bu Ita selaku Walikota Semarang, KPK harus cepat memutuskan jangan menggantung, apalagi dalam hal ini ada pemilihan kepala daerah walikota,” ungkapnya.

Warga Pedurungan Kidul RT 6 RW 12, Anto, juga turut memberikan harapannya agar persoalan yang menimpa Walikota Semarang cepat berlalu.

“Kami Warga Pedurungan Kidul yang peduli dengan Bu Ita, semoga ombak yang menerpa bisa dilalui dan membawa berkah untuk pemerintah kota Semarang, dan kami berdoa dan berharap semoga bisa meneruskan untuk kepemimpinan selanjutnya,” harap Anto.

Masyarakat Kota Semarang menunggu agar pemeriksaan ini segera tuntas dan berharap yang terbaik untuk kepemimpinan Havearita Gunaryanti Rahayu.

Kota Semarang Raih Penghargaan Bapanas Award 2024 sebagai Pelaksana GPM Kabupaten/Kota Terbaik 2 Nasional

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kota Semarang kembali menorehkan prestasi di tingkat Nasional dengan meraih penghargaan dalam ajang Badan Pangan Nasional (Bapanas) Award 2024. Badan Ketahanan Pangan Nasional (Bapanas) Republik Indonesia memberikan penghargaan kepada Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang atas prestasinya sebagai pelaksana Gerakan Pangan Murah (GPM) kabupaten/kota terbaik 2 tingkat nasional tahun 2023.

Penghargaan diterima langsung oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang Endang Sarwiningsih mewakili Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu di Jakarta, Minggu (28/7) malam. Sementara Bapanas Award 2024 kategori pelaksana Gerakan Pangan Murah untuk terbaik 1 diraih oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen. Sedangkan terbaik 3 diraih Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bolaang Mongondow.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang Endang Sarwiningsih mengatakan, penghargaan ini merupakan hasil kolaborasi dinas terkait di bawah kepemimpinan Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu. “Prestasi ini merupakan hasil kerja bersama dan kolaborasi berbagai dinas terkait di bawah arahan Ibu Wali kota. Beberapa program dalam mendukung ketahanan pangan secara masif terus dilakukan, salah satunya Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman (Pak Rahman),” terang Endang Sarwiningsih.

Pak Rahman adalah program pasar murah yang menjadi bagian dari Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat secara murah dan berkualitas. “Semarang punya Pak Rahman yaitu bazar murah yang produknya diambil langsung dari petani lewat BUMP (Badan Usaha Milik Petani), jadi tanpa melalui proses distribusi sehingga produknya lebih murah dari pasaran,” ujarnya.

Program Pak Rahman dimulai sejak tahun 2022, tujuannya, lanjut Endang, adalah untuk menekan angka inflasi, terutama pada bahan pokok pangan. “Sejak digelar tahun 2022 sampai dengan 2023, ‘Pak Rahman’ sudah menjangkau 156 titik di seluruh wilayah Kota Semarang. Sedangkan di tahun 2024 ini program ‘Pak Rahman’ sudah digelar di 113 titik,” lanjutnya.

Selain itu, menurut Endang, program Pak Rahman dapat mempermudah akses pangan murah, sekaligus menjadi bentuk kolaborasi petani dengan pemerintah dalam mengatasi persoalan pangan. “Program ini untuk memudahkan akses bahan pangan yang murah dan berkualitas kepada masyarakat, serta bisa menjadi solusi menstabilkan harga pangan di pasaran,” imbuhnya.

Pelaksanaan Pak Rahman tersebar di berbagai lokasi, seperti kantor kecamatan dan kelurahan, hingga tempat ibadah, sekolah, perusahaan atau pabrik yang tersebar di seluruh Kota Semarang. Tak hanya itu, pasar murah ini juga menjangkau wilayah-wilayah pelosok atau wilayah pinggiran di Kota Semarang.

Selain itu, Pemerintah Kota Semarang juga telah bekerja sama erat dengan petani lokal, memfasilitasi pelatihan dan bantuan teknis untuk meningkatkan produksi pangan. “Ini bukan hanya membantu petani dalam meningkatkan pendapatan mereka, tetapi juga memastikan ketersediaan pasokan pangan yang stabil di ibu kota Jawa Tengah,” ujar dia.

Menurutnya, program ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga memastikan akses pangan yang memadai untuk semua warga Kota Semarang.

Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi mengatakan Bapanas Awards 2024 merupakan apresiasi kepada daerah yang selama ini memberikan kontribusi sangat baik untuk menjaga inflasi pangan dan ketahanan pangan nasional. Selain itu, Bapanas Awards 2024 juga digelar sebagai bagian dari peringaan HUT ke-3 Badan Pangan Nasional.

“Acara ini adalah untuk memberikan awarding berupa apresiasi kepada asosiasi yang bergerak di bidang pangan. Kami harap setelah ini akan lebih solid lagi,” ujar Arief Prasetyo Adi di Jakarta, Minggu (28/7).

Bapanas Awards 2024 terdiri dari berbagai kategori, antara lain Gerakan Pangan Murah (GPM) terbaik, Inovasi GPM terbaik, Pelaku Pangan Pendukung SPHP terbaik. Kategori lainnya melibatkan seluruh elemen ekosistem pangan nasional. Di samping itu juga ada penyerahan mobil SPHP, sarana prasarana logistik pangan dan sertifikat Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) kepada beberapa pemerintah daerah.

Buka Ki Ageng Pandanaran Art Festival, Hevearita Gunaryanti Rahayu Serukan Bupati/Wali Kota se-Semarang Raya Integrasikan Pariwisata

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengajak bupati wali kota se-Semarang Raya untuk bersinergi mengintegrasikan sektor pariwisata wilayah Kedungsepur.

Untuk itu, perempuan yang akrab disapa Mbak Ita ini mengundang Bupati dan Wali Kota se-Kedungsepur dalam ajang Ki Ageng Pandanaran Art Festival 2024 dan Hari Kebaya Nasional yang pertama di Kota Lama Semarang, Sabtu (27/7).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Kendal Dico Ganinduto serta perwakilan Bupati/Wali Kota Demak, Grobogan, Kabupaten Semarang dan Salatiga.

“Jadi memang saya ingin berkolaborasi untuk bagaimana mengintegrasikan pariwisata, sehingga Saya mengundang kepala daerah se-Kedungsepur untuk menyatukan dan mengintegrasikan sektor pariwisata,” ujar Mbak Ita usai acara.

Menurut dia, sektor pariwisata yang diangkat masing-masing daerah di Kedungsepur memiliki keunikan tersendiri.

“Pariwisata ini kan banyak, ada wisata heritage di Kota Semarang, ada wisata religi di Kabupaten Demak, wisata air di Kabupaten Kendal. Selain itu ada wisata sejarah Mrapen dengan Bledug kuwunya di Grobogan serta wisata alam dan kekinian di Salatiga dan Kabupaten Semarang,” jelasnya.

Dirinya menyebut, dengan berbagai macam ciri khas dan kekayaan potensi pariwisata tersebut, akan menjadi nilai tawar bagi pengunjung jika terintegrasi dengan baik.

“Jika ini menjadi satu kesatuan, wisatawan datang ke sini tidak hanya ke Kota Semarang saja, tapi bisa juga ke Demak, ke Grobogan, Ungaran, Salatiga atau ke Kendal. Pariwisata bisa tersentral, dan membuat pengunjung kangen untuk datang kembali ke wisata di wilayah Kedungsepur,” sebutnya.

Terkait kegiatan Ki Ageng Pandanaran Art Festival 2024, lanjut dia, merupakan kegiatan untuk mengenang dan nguri-uri Bupati Pertama Kota Semarang Ki Ageng Pandanaran.

Terlebih, pada Sabtu (27/7) merupakan Haul Ki Ageng Pandanaran ke-522 yang menjadi tonggak sejarah Ibu Kota Jawa Tengah ini. “Untuk itu kami helat Ki Ageng Pandanaran Art Festival 2024 sekaligus Peringatan Hari Kebaya Nasional yang pertama di Kota Lama Semarang. Kemudian kami undang Bupati/Wali Kota se-Kedungsepur untuk mensinergikan sektor pariwisata,” ungkapnya.

Dalam peringatan Hari Kebaya Nasional tersebut dimeriahkan dengan parade 2.000 perempuan berkebaya dari berbagai unsur masyarakat di Kota Semarang.

“Kebaya merupakan warisan budaya tak benda yang saat ini tengah diajukan prosesnya ke Unesco. Meskipun tidak sendiri, tetapi kebaya ini memiliki keseragaman dengan pakaian adat ASEAN, karena kebaya hampir sama dengan milik negara tetangga,” paparnya.

Dengan adanya parade kebaya ini, Mbak Ita berharap menjadi satu upaya nguri-uri budaya agar perempuan bahkan anak-anak senang menggunakan kebaya agar kebaya tak lekang oleh waktu.

Waket DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono Tekankan Teknologi Digital dan Generasi Z adalah Harapan Ekonomi Indonesia

0

KEBUMEN (Pertamanews.id) – Wakil Ketua DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono mengungkapkan pandangannya tentang peran penting Generasi Z dan teknologi informasi dalam menggerakkan ekonomi digital di Indonesia.

Hal ini disampaikannya dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema ‘Mewujudkan Generasi Keren yang Cakep Digital dan Berkarakter’, yang dibalut dengan konsep kegiatan Kopi Darat (Kopdar) Sadulur Mas Ferry, yang berlangsung di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Minggu (28/7).

Menurutnya, generasi muda saat ini memiliki akses luas terhadap teknologi informasi dan digital, yang menjadi fondasi utama untuk mengembangkan sektor ekonomi yang inovatif dan berkelanjutan.

“Dengan semakin meluasnya penetrasi teknologi digital, Generasi Z memiliki potensi besar untuk mendorong ekonomi digital di Indonesia,” ujar Ferry, saat memberikan sambutan.

Ia menekankan bahwa pemahaman mendalam terhadap teknologi informasi adalah kunci utama dalam mengoptimalkan potensi ekonomi digital di era globalisasi saat ini.

” Teknologi perlu dibarengi dengan pola pikir yang sejalan untuk pengembangannya, oleh karena itu teknologi bisa menjadi sumber masa depan bangsa jika pengolahannya sesuai dan tepat,” imbuh Ferry.

Dengan visi yang progresif, Ferry menegaskan komitmennya untuk mendukung langkah-langkah strategis dalam memperkuat infrastruktur digital, regulasi yang kondusif, serta promosi kewirausahaan digital di Jawa Tengah demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Kapolri Mutasi 157 Personel, Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Jadi Irjen Kemendag

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan mutasi jabatan sejumlah perwira tinggi (pati) Polri. Salah satu yang dimutasi adalah Kapolda Jawa Tengah (Jateng) Irjen Ahmad Luthfi, yang dipindahkan menjadi pati Itwasum Polri untuk penugasan di luar struktur. Jenderal Sigit kemudian menunjuk Brigjen Ribut Hari Wibowo sebagai Kapolda Jateng. Sebelumnya, Ribut Hari Wibowo menjabat sebagai Kepala Biro Pembinaan Karier (Karo Binkar) SSDM Polri.

Irjen Pol Ahmad Luthfi yang sebelumnya menjabat Kapolda Jawa Tengah (Jateng), dimutasi sebagai Pati Itwasum Polri untuk penugasan ke Kementerian Perdagangan (Kemendag).

“Irjen Pol Drs Ahmad Luthfi S.St.Mk., S.H. Kapolda Jateng dimutasikan sebagai Pati Itwasum Polri (Penugasan pada Kemendag),” bunyi salah satu poin dalam surat telegram tersebut.

Mutasi jabatan ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST 1554/VII/KEP/2024, yang dilihat detikcom pada Sabtu (27/7/2024). Surat telegram tersebut ditandatangani oleh Asisten Kapolri bidang SDM Irjen Dedi Prasetyo.

“Brigjen Pol Dr Ribut Hari Wibowo S.H., S.I.K., M.H. Karo Binkar SSDM Polri diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolda Jateng,” tertuang dalam surat telegram tersebut.

Perkuat Ketahanan Pangan, DPP Paguyuban Petani Koro Pedang Indonesia Resmi Dikukuhkan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Sebanyak 50 personil Dewan Pimpinan Pusat Paguyuban Petani Koro Pedang Indonesia (DPP PPKPI) resmi di deklarasikan dan dikukuhkan oleh Letjen (Purn) H. Bibit Waluyo selaku Ketua Dewan Pembina. Selain pengukuhan pengurus juga ada talkshow, pameran produk berbahan koro pedang, tanam dan panen raya, lomba-lomba, yang acaranya pengukuhannya di pusatkan di Aula Perpustakaan Masjid Agung Jawa Tengah pada Sabtu (27/7/2024).

Selain pengurus DPP, turut pula dikukuhkan 4 Dewan Pimpinan Wilayah dari Jawa Tengah, Maluku, Lampung dan Jawa Timur, serta 10 Dewan Pimpinan Daerah (DPD). Para personil yang dikukuhkan tampak kompak mengenakan seragam batik bercorak gambar koro pedang, dengan paduan warna hitam dan kuning.

Pengurus PPKPI tersebut turut diisi sejumlah ahli ada, Prof Noor Achmad, Prof Rohmat Pambudi, Prof Mudzakir Ali, Prof Suprihati Winarto, Prof Mahmutarom. Ada pula Dr Rosi Prabowo, Dr Agus Somamihardja, Dr Nor Hadi, Dr (Hc) Joko Susanto, dan Apt Emy Susanti, serta masih banyak lagi.

Ketua Umum DPP PPKPI, Mayor TNI (Purn) H. Sukadi Wibisono, melalui Wakil Ketua I, Nor Hadi, mengatakan kebutuhan substitusi kedelai punya kekuatan yang menggantikan, 80 persen kedelai di Indonesia secara impor. Sementara keberadaan kacang koro punya karakteristik bisa menggantikan, bisa tahu tempe brownies, farmasi, ada 10 lebih manfaat.

“Saya ambil contoh di salah satu pabrik kacang di Jateng, kebutuhan koro pedang sangat besar, satu minggu 30 ton, bahan baku diambil dari Australia, padahal tanah, cuaca, iklim bisa digunakan produk koro. Jadi sangat perlu ada lembaga, asosiasi agar petani bisa terima, produk koro untuk ditanam di indonesia, agara supaya bisa dipenuhi petani,”kata Nor Hadi, disela-sela acara pengukuhan.

Dengan begitu, lanjutnya, pembentukan PPKPI sebagai salah satu cara, bagaimana petani peroleh bibit, kemudian petani memberi solusi tentang pemasarannya, mencari problem krusial ada di pemasaran, modal, yang paling krusial di pemasaran, dan perlindungan harga.

“Jangan sampai seperti porang saat panen ada, petani jual tidak ada yang beli. Untuk itu kehadiran PPKPI sebagai sinergitas dengan perusahaan, juga bersinergi pemerintah, agar supaya melindungi petani, mulai cari bibit sampai pada penjualannya. Anggota PPKPI di tingkat pusat wilayah dan daerah, akan tanam bareng, buat benih bareng, distribusikan ke petani dengan cara pinjaman, agar petani bisa peroleh bibit, petani tanam didampingi, hasilnya dicarikan pembeli, dilindungi harganya,”jelasnya.

Ex Gubernur Jawa Tengah, Letjen (Purn) H. Bibit Waluyo, meminta pemerintah harus peduli pada rakyat, nantinya harus beli produk koro pedang milik rakyat. Pihaknya bersama PPKPI akan bertanggung jawab. Dengan catatan asal petani bisa serius menanam, untuk itu ia meminta petani beli koro pedang kemudian uji coba dulu, kalau berhasil bisa menanam di lahan yang banyak. Dengan begitu pihaknya, saat kunjungan ke daerah, yang dipanen melimpah, kalau berhasil, maka Jateng dapat menjadi daerah percontohan penghasil koro pedang.

Dalam acara tersebut, awak media juga turut di ajak menyaksikan tanam raya di pusatkan di Lapas Terbuka Kendal, kemudian panen raya di Masjid Agung Jawa Tengah. Acara tersebut didukung langsung oleh Universitas Wahid Hasyim (Unwahas), Paguyuban Petani Koro Pedang Indonesia (PPKPI), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Klas IIB Kendal.

“Kemarin (Jumat) kami di Lapas Terbuka Kendal, kami melihat sendiri sudah tanam koro pedang di atas lahan percobaan seluas 2 hektare,”sebutnya.

Sementara itu, Ketua Baznas RI, Prof Noor Achmad, dalam arahannya pada saat dirinya meminta berkas pengurus PPKPI dan bisnis plan, cukup bagus dan menjanjikan, melibatkan banyak masyarakat, kemudian manfaatnya multifungsi. Apalagi, lanjutnya, bagaimana hubungan kedepan, antara koro pedang dengan program pemerintah bisa bermanfaat dan dimanfaatkan bagi warga masyarakat untuk ketahanan swasembada pagan.

“Syukur protein sangat tinggi, dibuat makan bergizi gratis, tempe dari koro pedang, tahu. Kami melihat cukup bagus setelah dilihat hasilnya bagus, asal nanti kedepan, petani tidak rugi, minta bimbingan pada pemerintah sudah ada off takernya, apa yang diberikan pemerintah bisa diberi semuanya yang memang bermanfaatkan bagi masyarakat,”ungkapnya.

Sukses Gelar Kirab Budaya, Walikota Semarang Harap Kirab Ki Ageng Pandanaran Jadi Penyemangat Masyarakat Membangun Kota Semarang

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kirab budaya dalam rangka Haul ke-522 Ki Ageng Pandanaran sukses digelar di Pendopo Makam Sunan Pandanaran pada Sabtu (27/7). Arak-arakan pusaka peninggalan Ki Ageng Pandanaran dan beragam kekayaan budaya Nusantara ditampilkan pada acara tersebut. Ki Ageng Pandanaran sendiri ialah Bupati Semarang pertama yang diangkat oleh Sultan Demak Bintara sekaligus ulama besar yang menyebarkan ajaran Islam di daerah Semarang.

“Alhamdulillah hari ini ada haul Ki Ageng Pandanaran yang ke-522 yang merupakan satu upaya kita nguri-uri budaya. Ini menjadi satu penyemangat untuk kita semuanya, bahwa Ki Ageng Pandanaran sebagai inspirator. Beliau babad alas Kota Semarang pada zaman dulu kala yang mungkin tidak ada fasilitas-fasilitas apapun, tetapi beliau bisa membangun kota Semarang. Harapannya kita-kita ini juga bisa melanjutkan membangun kota Semarang ini untuk semakin lebih hebat,” ungkap wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Menurut Mbak Ita, sapaan akrabnya, melalui kegiatan kirab budaya ini, masyarakat tidak hanya diajak mengenang jasa-jasa Ki Ageng Pandanaran, tetapi juga memperkuat identitas dan jati diri sebagai warga Kota Semarang. Hal ini sekaligus menunjukkan kepada dunia bahwa Kota Semarang adalah kota yang kaya akan sejarah, budaya, dan toleransi.

“Kita ini kan banyak petilasan atau makam dari tokoh agama di Kota Semarang. Ya termasuk satu di sini ada Ki Ageng Pandanaran, Mbah Soleh Darat, kemudian ada Mbah Terboyo, ada Jumadil Kubro, Mbah Depok, ada Mbah Duku. Yang sekarang ini sedang diajukan menjadi tokoh nasional, Mbah Kyai Sajad,” kata Mbak Ita.

“Kita sedang mencari yang lainnya karena ada juga konon katanya di Pandansari ya atau di wilayah itu ada yang justru lebih sepuh dari pada Mbah Soleh Darat. Kota Semarang ini melahirkan banyak tokoh-tokoh nasional, tokoh-tokoh agama yang harusnya bisa menjadi pusat religi di Indonesia,” lanjutnya.

Mbak Ita berharap supaya generasi muda terus melestarikan budaya bangsa dengan mengenal sejarah dan budaya leluhur, serta semakin mencintai tanah air. Karena di era globalisasi, kita dituntut untuk tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya bangsa, sekaligus mampu beradaptasi dengan perubahan jaman.

“Tanggal 24 Juli ini, kita bersama memperingati hari kebaya nasional yang pertama. Ini kan yang sejak dulu istilahnya diusulkan ke Unesco agar bisa diakui dunia. Diharapkan nanti ini menjadi satu rangkaian bahwa nguri-uri budaya ini bisa dari berbagai aspek. Pagi ini ada haul Ki Ageng Pandanaran kemudian sore di Kota Lama ada parade kebaya. Ini merupakan satu sinergi agar budaya ini dilestarikan dan menjadi sejarah yang tidak terlupakan bagi kita semuanya,” tegas Mbak Ita.

Waket DPRD Jateng Ferry Wawan Cahyono Tekankan Pelestarian Wayang Adalah Tanggung Jawab Kita Bersama

0

BANJARNEGARA (Pertamanews.id) – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono, menegaskan pentingnya perhatian khusus terhadap pelestarian budaya wayangan sebagai simbol kebangsaan.

Pernyataan ini disampaikannya dalam sebuah acara Media Tradisional dengan mengusung tema ‘Seni Tradisional dalam Memelihara Kearifan lokal’ yang menghadirkan langsung kesenian Wayangan, bertempat di Desa Pakelen, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (27/7) malam.

Dalam kesempatan tersebut, Ferry menggarisbawahi bahwa wayang bukan sekadar warisan budaya lokal, tetapi juga menjadi cerminan kearifan lokal yang memperkaya identitas bangsa.

“Pelestarian budaya wayangan tidak hanya tentang mempertahankan seni pertunjukan tradisional, tetapi juga menjaga nilai-nilai filosofis yang terkandung di dalamnya,” ujar Ferry, disela kegiatan berlangsung.

Ia juga menambahkan bahwa melalui upaya pelestarian ini, generasi muda dapat memahami dan mengapresiasi warisan budaya yang kaya ini sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa Indonesia.

“Komitmen terhadap pelestarian budaya wayangan harus didukung dengan berbagai langkah nyata, seperti pengembangan pendidikan seni, revitalisasi tempat pertunjukan, dan edukasi kepada masyarakat,” tambahnya.

Diharapkan, langkah-langkah konkret dari pemerintah dan masyarakat dapat memastikan bahwa kekayaan budaya wayangan tetap lestari dan terus memberi inspirasi bagi generasi mendatang.

Dengan penekanan ini, Ferry memastikan bahwa pelestarian budaya wayangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga merupakan komitmen bersama untuk melestarikan warisan budaya yang begitu berharga bagi bangsa Indonesia.