spot_img
Beranda blog Halaman 240

PGN Dorong Industri Kaca dengan Saluran 8 BBTUD di KIT Batang

0

BATANG (Pertamanews.id) – PT PGN Tbk melaksanakan gas in atau penyaluran perdana gas bumi ke PT KCC Glass Indonesia selaku produsen kaca lembaran yang berada di Kawasa Industri Terpadu Batang (KITB). Rencana penggunaan gas di pabrik tersebut sebesar 8 BBTUD.

Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) telah ditandatangani oleh KCC Glass Indonesia dan PGN pada Februari 2024 lalu dengan rencana penyaluran gas bumi akan meningkat secara bertahap. Gas In bertepatan dengan Kunjungan Menteri ESDM dan Kepala SKK Migas ke KIT Batang pada Jumat, (26/07/2024).

PGN sudah membangun infrastruktur distribusi gas bumi di dalam KIT Batang sepanjang 5 KM berdiameter 8 inch dari Pipa Transmisi Cisem Tahap I. Untuk penyaluran gas ke KCC Glass, PGN menggunakan pasokan dari PEPC Jambaran Tiung Biru. Maka dari itu, pemenuhan gas ke KCC Glass Indonesia menjadi wujud peningkatan utilisasi dari pipa Transmisi Cisem Tahap 1 dan sumur domestik di Lapangan JTB.

“PGN akan terus menjaga komitmen terkait penyaluran gas yang stabil, karena menjadi salah satu kunci operasi KCC Glass. Keandalan infrastruktur yang kini telah terintegrasi juga senantiasa dijaga agar penyaluran gas berlangsung aman dan lancar, sehingga penggunaan gas bumi PGN bisa memberikan manfaat keekonomian bagi industri,” ujar Direktur Utama PGN Arief Setiawan Handoko.

PGN menggenjot percepatan penyerapan gas bumi di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Terlebih adanya integrasi dari Pipa Gresem dan Pipa Cisem 1 dapat PGN lanjutkan pengembangannya untuk pengguna akhir. Integrasi infrastruktur mendorong peningkatan penyerapan gas bumi di Jawa Tengah dari 48 BBTUD menjadi 60-70 BBTUD. Sebelumnya PGN mengupayakan pemenuhan gas bumi di Jawa Tengah menggunakan moda transportasi CNG, mengingat Jawa Tengah belum terkoneksi oleh jaringan pipa gas bumi.

“Integrasi infrastruktur ini tidak lepas dari kerjasama pemerintah dengan badan usaha yang satu suara agar pemanfaatan gas bumi di Jateng-Jatim semakin meningkat. Kami berharap demand juga meningkat dan PGN akan memacu distribusi gasnya,” kata Arief.

Arief melanjutkan, pemenuhan energi gas bumi di KIT Batang merupakan tindak lanjut PGN atas arahan pemerintah terkait pemenuhan infrastruktur gas di KIT Batang. Kawasan industri ini pun digadang sebagai percontohan untuk pengembangan kawasan-kawasan industri di daerah lainnya. PGN juga mendukung penuh pemanfaatan Pipa Cisem I yang terhubungan dengan KIT Batang.

Semenjak gas bumi mengalir di KIT Batang pada akhir tahun 2023, sudah ada 1 pelanggan eksisting PGN yaitu PT Rumah Keramik Indonesia dengan penggunaan gas sebesar 1 BBTUD. Upaya penambahan pelanggan pengguna gas bumi di KIT Batang terus dilakukan. Dalam beberapa waktu ke depan akan dilakukan gas in ke salah satu produsen peralatan medis.

“PGN siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk kehandalan infrastruktur dan pasokan gas bumi di Jawa Tengah. Menjadi kebanggaan besar bagi PGN dapat menjadi penyedia energi sehingga bisa ikut mendukung pertumbuhan investasi dan daya saing industri di KIT Batang maupun kawasan industri lainnya,” tutup Arief.

UNDIP dan BRIN Berkolaborasi dalam Penelitian PLTN Daya Mikro untuk Energi Bersih

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Universitas Diponegoro melalui Center for Plasma Research Team (CPR-TEAM) melakukan pertemuan dengan BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) membahas rencana kerjasama pemanfaatan tenaga nuklir untuk energi, menyambut pencanangan Net Zero Emission 2060.

PLTN yang dikaji baik fusi nuklir maupun fisi nuklir. Fusi nuklir dimana inti atom ringan bergabung dan menghasilkan energi. PLTN fusi belum terealisasi di dunia.

PLTN fusi melalui tokamak plasma, kini sedang diteliti di International Thermonuclear Experimental Reactor (ITER). Kajian teknologi plasma memang cukup maju di Universitas Diponegoro, termasuk simulasi untuk Tokamak Plasma.

UNDIP diwakili oleh Muhammad Nur, sebagai pendiri CPR-TEAM dan guru besar di Departemen Fisika, Fakultas Sains dan Matematika UNDIP. BRIN dihadiri oleh Tri Mumpuni selaku Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional beserta tim.

Diskusi berlangsung di Ruang Pertemuan Lantai 4 Gedung Acintya Prasada FSM UNDIP pada Minggu(28/7). Karena fusi nuklir masih sangat lama menantinya, kebutuhan energi berbasis reaksi nuklir difokuskan pada fisi nuklir.

Dalam keterangannya, Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Tri Mumpuni mengatakan bahwa pertemuan ini masih sebatas diskusi dan belum ada rencana pembuatan reaktor nuklir sebagai sumber energi.

Menurutnya, melalui kegiatan ini masyarakat diharapkan bisa lebih “aware” terhadap perkembangan teknologi. Dibutuhkan teknologi bersih, terlebih untuk bertahan, dan menghadapi di tahun 2060.

“Makanya tidak ada salahnya nuklir ini menjadi sesuatu yang dibicarakan karena sebelumnya dianggap tabu. Saya termasuk orang yang dulu menentang nuklir di tahun 91 karena saya melihat belum ada teknologi yang seaman teknologi saat ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Tri Mumpuni menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi Sumber Daya Manusia (SDM).

“Jumlah engineer sangat banyak, mereka tidak hanya menimba ilmu di dalam negeri namun juga lulusan dari luar negeri. Sehingga sayang sekali jika ilmu yang diperoleh tidak dimanfaatkan saat kembali ke tanah air,” terangnya.

“Sayang sekali kalau selama ini ada teknologi yang hebat, tapi kita hanya menjadi penonton dan ujung-ujungnya menjadi pasar,” imbuhnya.

Menurutnya, pengembangan tenaga nuklir sebagai sumber energi perlu disosilaisasikan. Tujuaanya supaya masyarakat paham dan tidak merasa ditakut-takuti karena telah memiliki pemahaman yang benar.

Pendiri Center for Plasma Research Team (CPR-TEAM), Muhammad Nur, menyampaikan bahwa kita perlu melihat fisi nuklir dengan cara pandang baru.

Perkembangan teknologi kini reaktor daya sudah menggunakan generasi ke 4, dayanya sangat kecil, 1-4 MWe. Dikembangkan dalam bentuk modul, small modular reactors. PLTN generasi baru ini bisa menjadi harapan bagi Indonesia yang merupakan negara kepulauan, yang memiliki banyak pulau yang tersebar di penjuru Indonesia.

“Bicara fisi nuklir sangatlah mungkin, terlebih lagi telah lahir reaktor fisi mikro (1-4 MWe). Bandingkan sebelumnya harus 800 MWe. Kami akan pelajari mendalam Small Modular Reactors ini, apalagi dengan teknologi baru, generasi keempat dan sangat kecil. Menurut kami dengan pulau-pulau yang banyak, PLTN mikro ini sebuah harapan dan sesuai. Kami mendukung program ini,” ujarnya.

Muhammad Nur menambahkan bahwa teknologi sekarang merupakan generasi keempat jadi sangat jauh berbeda dibanding dengan generasi pertama samapai ke tiga. Generasi keempat ini usia limbah radioaktifnya sangat pendek.

Reaktor daya dalam bentuk modul hanya 4 MWe. Terobosan yang sangat menarik untuk dikembangkan pemanfaatannya di Indonesia dan dapat ditempatkan di pulau-pulau Indonesia.

Dalam diskusi tersebut Muhammad Nur dan Tri Mumpuni menyadari bahwa persolan Indonesia terbesar dalam pemanfatan PLTN adalah persepsi masyarakat. Penerimaan masyarakat yang terlanjur mengalami phobia terhadap nuklir. Keduanya sepakat sosialisasi yang tersistematis terus menerus perlu dilakukan. (Muhammad Nur&Ut-Humas)

Fakultas Psikologi SCU Bersama Yayasan Pendidikan Astra Deklarasikan Sekolah Ramah Anak di IKN

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Sebanyak 11 SD, 2 SMP, dan 2 SMK di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur mendeklarasikan diri menjadi Sekolah Ramah Anak (SRA) pada 25 Juli 2024.

Diinisasi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlingungan Anak, program ini berupaya mewujudkan sekolah yang mampu menjamin, memenuhi, serta menghargai partisipasi siswanya.

Sekolah ini juga harus mampu memberikan perlindungan peserta didik dari kekerasan serta diskriminasi selama mengenyam pendidikan.

“Program ini ada sebagai bentuk perhatian atas banyaknya kasus kekerasan yang sering terjadi di lingkungan sekolah,” jelas Kinanti Widyaningsih, MPsi, Psikolog, dosen FPsi SCU.

Deklarasi ini merupakan puncak rangkaian program pendampingan yang diinisasi Yayasan Pendidikan Astra – Michael D. Ruslim (YPA – MDR). Menggandeng Fakultas Psikologi (FPsi) Soegijapranata Catholic University (SCU), pendampingan ini dilakukan selama kurang lebih 7 bulan sejak Januari 2024.

Langkah dan Upaya

FPsi SCU sendiri telah memberikan pelatihan dan pendampingan dalam mengimplementasikan karakter CerDAS (Cermat, Dinamis, Antusias, dan Sinergis). Bukan hanya guru dan siswa, program ini juga menyasar orang tua siswa.

Kinanti menuturkan ada sekitar 20 pelatihan yang telah diberikan pihaknya kepada kelima belas sekolah binaan YPA-MDR tersebut. Salah satunya dikemas dalam Seminar Karakter CerDAS untuk SRA.

“Kami mencoba menurunkan core value YPA-MDR, CerDAS untuk diterapkan dalam program pendidikan agar bisa memenuhi komponen dan pilar untuk menuju ke arah sekolah yang ramah anak,” tambah Kinanti.

Melalui program ini, Kinanti beserta pihaknya berupaya mengurangi tindak kekerasan di lingkungan sekolah. Mereka memperkenalkan mulai dari tanda kekerasan, cara pencegahan dan penanggulangan, hingga mekanisme pengaduan kekerasan.

“Para siswa juga diberikan pengetahuan bagaimana melihat permasalahan di sekolah untuk melatih kepedulian dan kepekaannya agar berani bersuara dan bertindak,” tambah Kinanti.

Lebih lanjut, Kinanti menuturkan pihaknya juga memberikan dampingan kepada Komite Perlindungan Anak di sana dalam membuat kurikulum ramah anak.

Selain itu, program ini sekaligus bertujuan untuk mendorong guru lebih peka dengan kebutuhan siswa dalam proses pembelajaran. Maka dari itu, diharapkan guru dapat melakukan pemetaan minat dan bakat siswa guna mendukung diferensiasi dalam pembelajaran.

Mendukung hal tersebut, membangun kebiasaan disiplin positif juga menjadi fokus Kinanti dan timnya. “Bukan mengajarkan siswa untuk lembek, melainkan melatih disiplin tetapi bentuknya ke arah yang lebih positif,” tuturnya.

Langkah Lanjutan

Setelah deklarasi, pendampingan terhadap sekolah binaan YPA-MDR di IKN akan terus dilakukan secara intensif. Menggandeng Dinas Pendidikan serta pemerintah daerah terkait, tim gabungan dosen dan mahasiswa FPsi SCU dan YPA-MDR akan memantau perkembangan implementasi SRA di setiap sekolah. Mereka pun akan aktif memberikan dukungan yang diperlukan.

Senang Dengan Pembangunan Kota Semarang, Pemerintah Kabupaten Sijunjung Lakukan Study Tiru Inovasi dan Pembangunan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kota Semarang menjadi magnet tersendiri bagi Pemerintah dan jajaran Forkopimda Kabupaten Sijunjung, Provinsi Sumatera Barat untuk melakukan study tiru terkait inovasi dan pembangunan serta sarana prasarana.

Salah satunya yakni inovasi hasil riset dengan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) dan pembentukan Badan Riset Inovasi Daerah (BRIDA) di Ibu Kota Jawa Tengah.

Hadir memimpin rombongan, Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir didampingi Kapolres Sijunjung, AKBP Andre Anas, Kajari Sijunjung Rina Idawani serta Forkopimda dan Kepala OPD terkait.

Mereka disambut oleh Asisten Pemerintahan Muhammad Khadik, Plt. Kesbangpol Joko Hartoni, Plt. Ketua KPU Ahmad Zaini, Wakil Ketua DPRD kota Semarang Muhammad Afif, Wakapolrestabes Wiwit Ari Wibisono beserta segenap jajaran Forkopimda dan OPD Pemerintah Kota Semarang.

“Intinya pak Bupati dan jajaran hadir di Kota Semarang karena melihat perkembangan pesat yang terjadi di Kota Semarang. Beliau ingin belajar, sharing, diskusi, hal-hal baik yang bisa diimplementasikan,” ujar Muhammad Khadik saat menyambut rombongan Pemkab dan Forkopimda Kabupaten Sijunjung di Co-working Space BRIN, di Balai Kota Semarang, Senin (29/7).

Rombongan mengunjungi beberapa lokasi, di antaranya Co-Working Space BRIN di Balai Kota Semarang, Command Center di Polrestabes Semarang dan sebagainya.

“Mereka sangat senang melihat Kota Semarang telah membentuk Badan Riset Inovasi Daerah (BRIDA). Bahkan sudah bekerja sama dengan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN),” kata dia.

Dari hasil kerja sama dengan BRIN, lanjut dia, berbagai hasil riset telah diterapkan Pemerintah Kota Semarang. “Ini yang membuat mereka terkesan, dengan berbagai hasilnya. Salah satunya olahan sampah plastik menjadi BBM bernama Petasol,” lanjut dia.

Seperti diketahui, sampah plastik merupakan residu yang sulit sekali didaur ulang dan mempengaruhi lingkungan. “Ternyata dengan riset sampah plastik bisa diubah menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) Petasol. Ini bisa menjadi solusi terutama dari limbah plastik yang pencemarannya ada di muara. Harapannya ini bisa menjadi berkah karena sampah itu menjadi bahan untuk pembuatan petasol,” papar dia.

Pemanfaatan Petasol, menurut Khadik, diterapkan sebagai bahan bakar kapal nelayan, alat pertanian seperti traktor hingga mobil. “Itu sudah kita uji coba dan hasilnya itu bagus. Karena permasalahan sampah plastik itu tidak hanya permasalahan kota Semarang tapi juga permasalahan kabupaten kota se Indonesia,” jelasnya.

Hasil riset lainnya yang membuat tertarik rombongan Pemkab Sijunjung, sebut Khadik, yakni benih padi unggul yang bisa ditanam di daerah air payau atau pesisir (lahan salin).

“Selama ini kita tahu, kalau benih padi di air payau kan tidak bisa tumbuh. Dengan riset BRIN, beberapa waktu lalu Ibu Wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu sudah mengimplementasikan di daerah pesisir di Kecamatan Tugu,” tuturnya.

Tak hanya itu, hasil riset olahan singkong menjadi plastik juga dilirik Kabupaten Sijunjung. Plastik yang terbuat dari singkong tersebut, setelah dipakai bisa langsung terurai.

“Akhirnya pak Bupati, ingin meniru yang sudah dilakukan Pemerintah Kota Semarang untuk diterapkan di sana,” papar dia.

Rombongan bergeser ke Situation Room melihat unit 112 Call Center Kota Semarang dan Sapa Mbak Ita.

“Sempat kita ajak juga ke Unit 112 Call Center, yaitu sistem pelaporan masyarakat manakala ada kejadian yang membutuhkan bantuan kegawatdaruratan 24 jam,” kata Khadik.

Menurut dia, dengan Call Center 112 segala keluhan, permasalahan, masukan dan saran yang masuk akan ditindaklanjuti dan ditangani oleh OPD dan Forkopimda terkait.

Selain tertarik dengan Inovasi Pemkot Semarang dengan BRIN dan Call Center 112, Pemkab Sijunjung juga mengunjungi inovasi di Command Center Polrestabes Semarang.

“Rombongan diajak melihat command center, dijelaskan tentang inovasi Polrestabes dalam rangka menjaga kondusifitas Kamtibmas di kota Semarang ada kentongan Kenita, Panic Button dan Aplikasi Libas,” terangnya.

Kapolres Sijunjung bahkan mengaku tertarik dengan aplikasi Libas dan penerapan CCTV di setiap RT. Kota Semarang juga dinilai sebagai kota besar paling toleran di Indonesia.

“Kita masuk lima besar rangking nasional sebagai kota toleran. Karena kerukunan antar umat beragama menjadi hal yang fundamental dalam pembangunan. Beliau ingin belajar kiat-kiatnya,” pungkasnya.

Gas Terus! PLN Rampungkan Pembangunan GITET 500 kV Ampel New / Boyolali, Sistem Kelistrikan Jawa Tengah Makin Kuat

0

BOYOLALI (Pertamanews.id) – PT PLN (Persero) berhasil merampungkan pembangunan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 kilo Volt (kV) Ampel New / Boyolali Diameter 3 dan 4. Penyelesaian ini ditandai dengan keberhasilan pelaksanaan pemberian tegangan pertama (energize) pada 27 Juli 2024.

Plh General Manager Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah, Senior Manager Pertanahan, Perizinan dan Komunikasi, Achmad Ismail menjelaskan pembangunan GITET 500 kV Ampel New / Boyolali bertujuan untuk semakin menguatkan sistem kelistrikan di Jawa Tengah melalui pendistribusian beban listrik yang lebih meluas. Upaya tersebut dilakukan karena pertumbuhan konsumsi listrik khususnya di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Seiring pertumbuhan penggunaan listrik oleh konsumen, PLN senantiasa berupaya untuk terus menguatkan sistem kelistrikan dengan meningkatkan fleksibilitas operasi khususnya di Jawa Tengah dan DIY. Hadirnya GITET Ampel New / Boyolali ini akan membantu mengurangi pembebanan pada GITET lainnya yang berada di sekitar Jawa Tengah,” terang Ismail.

Ismail melanjutkan, penyelesaian GITET 500 kV Ampel New / Boyolali ini menjadi wujud keseriusan PLN dalam menghadapi era transisi energi. Era ini menjadikan konsumsi listrik terus meningkat setiap tahunnya.

Dirinya mengatakan, PLN kini tengah membangun infrastruktur kelistrikan baik tegangan tinggi dan juga tegangan ekstra tinggi guna menyalurkan pasokan daya listrik yang andal bagi konsumen.

PLN menginvestasikan dana lebih dari Rp 700 Milyar untuk membangun GITET 500 kV Ampel New / Boyolali dan juga GI 150 kV Ampel New / Boyolali beserta dengan transmisinya.

Proyek ini juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat dengan berhasil membuka lapangan pekerjaan baru. Terbukti, setidaknya lebih dari 470 tenaga kerja lokal berhasil terserap dalam proyek ini.

Ismail juga turut mengapresiasi atas kolaborasi dari seluruh pihak yang turut menyukseskan pembangunan ini. Dirinya menuturkan banyaknya tantangan dalam pembangunan dapat diselesaikan karena setiap pihak menjalankan perannya dengan tepat serta memiliki dedikasi yang tinggi.

“Kami juga ingin menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terkait atas sinergi dan kolaborasi yang luar biasa dalam proyek pembangunan ini. Kami ucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Daerah Kabupaten Boyolali, TNI / POLRI, seluruh pejuang kelistrikan PLN Group hingga seluruh masyarakat. Semoga infrastruktur ini dapat beroperasi dengan andal dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya khususnya bagi pelanggan kami,” ucap Ismail.

Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Tengah 4 (UPP JBT 4) Ainanto Nindyo menambahkan saat ini bagian GITET Ampel New / Boyolali yang telah berhasil di-energize adalah diameter 3 arah GITET 500 kV Ungaran dan diameter 4 arah GITET 500 kV Pedan.

Lanjutnya, IBT 1 yang berkapasitas 500 Mega Volt Ampere (MVA) juga telah berhasil dilakukan backfeeding untuk menguji kesiapan seluruh komponen yang nantinya akan dilanjutkan dengan energize IBT 2 setelah dilaksanakan pemindahan jalur tahap akhir yakni SUTET 500 kV Ungaran – Pedan menjadi SUTET 500 kV Ungaran – Boyolali dan SUTET 500 kV Pedan – Boyolali. Nantinya dengan masuknya IBT 1 dan IBT 2 akan menambah kapasitas sebesar 1.000 MVA.

“Alhamdulillah saat ini kami telah sukses menyelesaikan diameter 3 dan 4 serta backfeeding IBT 1 500 kV. Juni kemarin kita juga selesaikan GI 150 kV Ampel yang akan mengevakuasi daya dari GITET ini. Kalau yang kemarin GI Ampel ada dua trafo yang kapasitas masing-masing 60 MVA, GITET Ampel ini nantinya memiliki dua trafo yang masing-masing berkapasitas 500 MVA, jadi berarti sistem operasinya akan lebih aman dan andal,” jelas Ainanto.

Sambut Kemerdekaan ke-79 RI, Semagres 2024 dan Event Pariwisata Usung Tema “Merdeka Belanja”

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pariwisata dan ekonomi di Kota Semarang diprediksi bakal bergeliat pada Agustus 2024 mendatang. Menyambut kemerdekaan ke-79 RI, sejumlah event pariwisata dan program menarik akan hadir di Kota Semarang, salah satunya adalah Semarang Great Sale (Semargres) 2024. Dengan mengusung tema “Merdeka Belanja,” Semargres akan berlangsung selama satu bulan penuh mulai tanggal 1 sampai dengan 31 Agustus 2024.

“Dari tahun ke tahun, penyelenggaraan Semarang Great Sale selalu memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi Kota Semarang. Semoga tahun ini juga semakin meningkatkan omset UMKM sekaligus membuat bahagia masyarakat karena bisa belanja diskon besar-besaran,” ujar Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu di kantornya, Senin (29/7).

Pihaknya mengapresiasi Kadin Kota Semarang yang terus melakukan inovasi dalam setiap penyelenggaraan Semargres hingga kini mencapai edisi ke-13.

“Saya mengajak masyarakat untuk berbelanja dan menikmati program diskon ini karena setahun hanya sekali. Sudah belanja dapat diskon, bisa dapat hadiah pula,” tambahnya.

Pada penyelenggaraan Semarang Great Sale 2024, Kadin akan berkolaborasi dengan berbagai asosiasi agar semakin banyak tenant yang berpartisipasi memberikan diskon. Sejauh ini, banyak pihak telah bergabung, di antaranya Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia atau PHRI, 9 mall di Kota Semarang, 39 retail Aprindo, 20 bar/entertainment service Pagersemar, serta 15 titik pasar tradisional dan PKL di Kota Semarang.

Ketua Panitia Semarang Great Sale, Tanti Aqsa, menjelaskan bahwa penyelenggaraan Semargres kali ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian di Kota Semarang dengan melibatkan banyak tenant dan kolaborasi dengan 10 pasar tradisional serta lima paguyuban UMKM. “Hadiah Semargres tahun ini meliputi satu unit mobil, lima motor, laptop, serta barang elektronik lainnya,” terang Tanti, Jumat (19/7).

Ia menambahkan bahwa target transaksi dalam Semargres tahun ini diharapkan lebih tinggi dari tahun 2023. “

Pada 2023, transaksi Semargres mencapai lebih dari Rp200 miliar, sedangkan tahun ini kami optimis transaksi bisa tembus Rp300 miliar,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Kadin Kota Semarang, Arnaz Andrarasmara, mengucapkan rasa syukur atas konsistensi penyelenggaraan Semargres hingga ke-13 ini. “Alhamdulillah, Semargres kembali lagi. Ke-13 kali kami konsisten mengadakan Semargres. Kali ini di 2024, dengan panitia yang baru dan didukung oleh para pengusaha serta pemerintah kota, Insyaa Allah kegiatan Semargres bisa menaikkan lagi pertumbuhan ekonomi di Kota Semarang,” harap Arnaz.

Rangkaian Semarang Great Sale 2024 selama bulan Agustus ini akan menjadikan Kota Semarang semakin meriah dan semarak menyambut HUT ke-79 RI. Pada 2 Agustus, pembukaan Semargres akan bersamaan dengan “Festival Arak-arakan Cheng Ho 2024 (619 tahun),” memperingati hari kedatangan Laksamana Cheng Ho di Kota Semarang, dengan menggelar arak-arakan dari Klenteng Tay Kak Sie menuju Klenteng Agung Sam Poo Kong.

Sebelumnya, pada 27 Juli lalu, Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang telah menggelar Pandanaran Art Festival di kawasan Kota Lama serta kirab Ki Ageng Pandanaran dari Taman Indonesia Kaya hingga Makam Ki Ageng Pandanaran. Nantinya, pada hari kemerdekaan Indonesia akan dimeriahkan dengan Semarang Merdeka Flower Festival, pawai pembangunan dengan konsep bunga pada 24 Agustus 2024, yang juga digabungkan dengan acara resepsi HUT ke-79 RI.

Dengan sejumlah event pariwisata tersebut, diharapkan peringatan kemerdekaan ke-79 RI di Kota Semarang akan semakin meriah sekaligus membangkitkan roda perekonomian di Kota Semarang.

Lakukan Kunker ke Kejari Kabupaten Magelang, Kajati Ponco Targetkan Penyerapan Anggaran Sampai 90% di Akhir Tahun

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kajati Jateng Ponco Hartanto S.H. M.H. mulai melakukan program rangkaian kunjungan kerja ke daerah sebagai Kajati Jateng yang baru. Kajati didampingi Asintel Dr. Sunarwan, SH., M. Hum, Aspidsus Wahyu Sabrudin dan Kabag TU Kejati Jateng memulai kunker ke Kejari Kabupaten Magelang di Mungkid.

Dalam pengarahannya Kajati menyampaikan bahwa Kunker ini jangan sampai merepotkan pihak daerah namun harus bisa bermanfaat demi kemajuan Kejari daerah.

Dikatakan, Kejari Kab. Magelang mestinya sudah mendapat predikat WBK berdasar dari fasum pelayanan publik yang sudah komplit,

“Justru saya harapkan bisa naik ke Kejari tipe A,” kata Kajati.

Selanjutnya Kajati meminta agar penyerapan anggaran bisa sampai 90% di akhir tahun dan saat menjelang pilkada bisa turut menyukseskan penyelenggaraannya.

“Jangan sampai jajaran Kejaksaan terlibat langsung maupun tidak dengan salah satu paslon pilkada, itu harga mati,” tegas Kajati.

Kemudian terkait manajemen media sosial tetap dikerjakan di semua bidang khususnya dalam hal kegiatan yg berhubungan dengan Kejaksaan. Karena nama baik Kejaksaan diraih dari medsos Kejari daerah.

“Saya pesan agar hati-hati dalam bermedsos juga. Jangan flexing yg berlebihan dan tidak masuk akal dan mawas diri terhadap Judol,” ucapnya.

Kejati juga menginstruksikan bidang Pidum supaya berkoordinasi dengan perangkat daerah mengenai program restoratif justice. Untuk Bidang Pidsus diharapkan akselerasi dalam penanganan perkara ditingkatkan.

“Jangan mencoreng kepercayaan publik yg telah diraih Kejaksaan selama ini,” tutup Kajati

Anggota DPRD Detty ungkap Aspirasi Warga Kota Semarang terkait Penggeledahan di Lingkungan Pemkot oleh KPK

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Anggota DPRD Kota Semarang Fraksi PDIP, Dyah Ratna Harimurti atau yang akrab dipanggil Detty, menerima banyak aspirasi dari warga terkait peristiwa penggeledahan dan pemeriksaan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap kantor-kantor pemerintahan yang dipimpin oleh Walikota Semarang, Havearita Gunaryanti Rahayu

“Memang beberapa hari terakhir, banyak warga kota Semarang, khususnya Pedurungan dan sekitarnya, menyampaikan kepada saya, baik secara langsung menemui saya maupun melalui media sosial, mereka menyampaikan rasa prihatin atas kejadian ini, dan mereka menyatakan ingin Bu Ita masih melanjutkan memimpin kota Semarang,” ucap Detty, Senin (29/7)

Detty juga menambahkan bahwa warga menitipkan doa agar hasil pemeriksaan tidak seperti yang banyak dibicarakan di media sosial.

“Mereka juga nitip doa yang sedalam-dalamnya luas-luasnya semoga tidak seperti yang disampaikan di media sosial, dan meskipun kami sangat menghormati jalannya proses hukum, kita senantiasa berharap dan harapan yang besar supaya Bu Ita bisa tetap memimpin Kota Semarang, masih banyak yang cinta,” ungkapnya.

Menurut Detty, meski banyak informasi simpang siur di media sosial, masyarakat ingin menunggu kepastian dari KPK.

“Saya kira meskipun di medsos banyak berseliweran, masyarakat ingin menunggu kepastian dari KPK, jadi tidak simpang siur, tentunya pastinya harapannya tidak seperti yang disampaikan di medsos, masyarakat masih butuh Mbak Ita, harus diakui membuat Semarang, dalam dua tahun ini luar biasa kemajuannya,” ujar Detty.

Respons Warga

Warga Pedurungan Kidul, Rudiono, juga mengungkapkan keprihatinannya, Rudiono berharap agar persoalan ini tidak menggantung dan ada keputusan yang cepat oleh KPK.

“Kami sebagai warga Kota Semarang prihatin adanya kejadian tersebut, akan tetapi yang menjadi keberatan kami karena sesuatu itu harus ada keputusan yang cepat, sampai detik ini, dalam kaitannya dengan Bu Ita selaku Walikota Semarang, KPK harus cepat memutuskan jangan menggantung, apalagi dalam hal ini ada pemilihan kepala daerah walikota,” ungkapnya.

Warga Pedurungan Kidul RT 6 RW 12, Anto, juga turut memberikan harapannya agar persoalan yang menimpa Walikota Semarang cepat berlalu.

“Kami Warga Pedurungan Kidul yang peduli dengan Bu Ita, semoga ombak yang menerpa bisa dilalui dan membawa berkah untuk pemerintah kota Semarang, dan kami berdoa dan berharap semoga bisa meneruskan untuk kepemimpinan selanjutnya,” harap Anto.

Masyarakat Kota Semarang menunggu agar pemeriksaan ini segera tuntas dan berharap yang terbaik untuk kepemimpinan Havearita Gunaryanti Rahayu.

Kota Semarang Raih Penghargaan Bapanas Award 2024 sebagai Pelaksana GPM Kabupaten/Kota Terbaik 2 Nasional

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kota Semarang kembali menorehkan prestasi di tingkat Nasional dengan meraih penghargaan dalam ajang Badan Pangan Nasional (Bapanas) Award 2024. Badan Ketahanan Pangan Nasional (Bapanas) Republik Indonesia memberikan penghargaan kepada Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang atas prestasinya sebagai pelaksana Gerakan Pangan Murah (GPM) kabupaten/kota terbaik 2 tingkat nasional tahun 2023.

Penghargaan diterima langsung oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang Endang Sarwiningsih mewakili Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu di Jakarta, Minggu (28/7) malam. Sementara Bapanas Award 2024 kategori pelaksana Gerakan Pangan Murah untuk terbaik 1 diraih oleh Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen. Sedangkan terbaik 3 diraih Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bolaang Mongondow.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang Endang Sarwiningsih mengatakan, penghargaan ini merupakan hasil kolaborasi dinas terkait di bawah kepemimpinan Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu. “Prestasi ini merupakan hasil kerja bersama dan kolaborasi berbagai dinas terkait di bawah arahan Ibu Wali kota. Beberapa program dalam mendukung ketahanan pangan secara masif terus dilakukan, salah satunya Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman (Pak Rahman),” terang Endang Sarwiningsih.

Pak Rahman adalah program pasar murah yang menjadi bagian dari Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk membantu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat secara murah dan berkualitas. “Semarang punya Pak Rahman yaitu bazar murah yang produknya diambil langsung dari petani lewat BUMP (Badan Usaha Milik Petani), jadi tanpa melalui proses distribusi sehingga produknya lebih murah dari pasaran,” ujarnya.

Program Pak Rahman dimulai sejak tahun 2022, tujuannya, lanjut Endang, adalah untuk menekan angka inflasi, terutama pada bahan pokok pangan. “Sejak digelar tahun 2022 sampai dengan 2023, ‘Pak Rahman’ sudah menjangkau 156 titik di seluruh wilayah Kota Semarang. Sedangkan di tahun 2024 ini program ‘Pak Rahman’ sudah digelar di 113 titik,” lanjutnya.

Selain itu, menurut Endang, program Pak Rahman dapat mempermudah akses pangan murah, sekaligus menjadi bentuk kolaborasi petani dengan pemerintah dalam mengatasi persoalan pangan. “Program ini untuk memudahkan akses bahan pangan yang murah dan berkualitas kepada masyarakat, serta bisa menjadi solusi menstabilkan harga pangan di pasaran,” imbuhnya.

Pelaksanaan Pak Rahman tersebar di berbagai lokasi, seperti kantor kecamatan dan kelurahan, hingga tempat ibadah, sekolah, perusahaan atau pabrik yang tersebar di seluruh Kota Semarang. Tak hanya itu, pasar murah ini juga menjangkau wilayah-wilayah pelosok atau wilayah pinggiran di Kota Semarang.

Selain itu, Pemerintah Kota Semarang juga telah bekerja sama erat dengan petani lokal, memfasilitasi pelatihan dan bantuan teknis untuk meningkatkan produksi pangan. “Ini bukan hanya membantu petani dalam meningkatkan pendapatan mereka, tetapi juga memastikan ketersediaan pasokan pangan yang stabil di ibu kota Jawa Tengah,” ujar dia.

Menurutnya, program ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga memastikan akses pangan yang memadai untuk semua warga Kota Semarang.

Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi mengatakan Bapanas Awards 2024 merupakan apresiasi kepada daerah yang selama ini memberikan kontribusi sangat baik untuk menjaga inflasi pangan dan ketahanan pangan nasional. Selain itu, Bapanas Awards 2024 juga digelar sebagai bagian dari peringaan HUT ke-3 Badan Pangan Nasional.

“Acara ini adalah untuk memberikan awarding berupa apresiasi kepada asosiasi yang bergerak di bidang pangan. Kami harap setelah ini akan lebih solid lagi,” ujar Arief Prasetyo Adi di Jakarta, Minggu (28/7).

Bapanas Awards 2024 terdiri dari berbagai kategori, antara lain Gerakan Pangan Murah (GPM) terbaik, Inovasi GPM terbaik, Pelaku Pangan Pendukung SPHP terbaik. Kategori lainnya melibatkan seluruh elemen ekosistem pangan nasional. Di samping itu juga ada penyerahan mobil SPHP, sarana prasarana logistik pangan dan sertifikat Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) kepada beberapa pemerintah daerah.

Buka Ki Ageng Pandanaran Art Festival, Hevearita Gunaryanti Rahayu Serukan Bupati/Wali Kota se-Semarang Raya Integrasikan Pariwisata

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengajak bupati wali kota se-Semarang Raya untuk bersinergi mengintegrasikan sektor pariwisata wilayah Kedungsepur.

Untuk itu, perempuan yang akrab disapa Mbak Ita ini mengundang Bupati dan Wali Kota se-Kedungsepur dalam ajang Ki Ageng Pandanaran Art Festival 2024 dan Hari Kebaya Nasional yang pertama di Kota Lama Semarang, Sabtu (27/7).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Kendal Dico Ganinduto serta perwakilan Bupati/Wali Kota Demak, Grobogan, Kabupaten Semarang dan Salatiga.

“Jadi memang saya ingin berkolaborasi untuk bagaimana mengintegrasikan pariwisata, sehingga Saya mengundang kepala daerah se-Kedungsepur untuk menyatukan dan mengintegrasikan sektor pariwisata,” ujar Mbak Ita usai acara.

Menurut dia, sektor pariwisata yang diangkat masing-masing daerah di Kedungsepur memiliki keunikan tersendiri.

“Pariwisata ini kan banyak, ada wisata heritage di Kota Semarang, ada wisata religi di Kabupaten Demak, wisata air di Kabupaten Kendal. Selain itu ada wisata sejarah Mrapen dengan Bledug kuwunya di Grobogan serta wisata alam dan kekinian di Salatiga dan Kabupaten Semarang,” jelasnya.

Dirinya menyebut, dengan berbagai macam ciri khas dan kekayaan potensi pariwisata tersebut, akan menjadi nilai tawar bagi pengunjung jika terintegrasi dengan baik.

“Jika ini menjadi satu kesatuan, wisatawan datang ke sini tidak hanya ke Kota Semarang saja, tapi bisa juga ke Demak, ke Grobogan, Ungaran, Salatiga atau ke Kendal. Pariwisata bisa tersentral, dan membuat pengunjung kangen untuk datang kembali ke wisata di wilayah Kedungsepur,” sebutnya.

Terkait kegiatan Ki Ageng Pandanaran Art Festival 2024, lanjut dia, merupakan kegiatan untuk mengenang dan nguri-uri Bupati Pertama Kota Semarang Ki Ageng Pandanaran.

Terlebih, pada Sabtu (27/7) merupakan Haul Ki Ageng Pandanaran ke-522 yang menjadi tonggak sejarah Ibu Kota Jawa Tengah ini. “Untuk itu kami helat Ki Ageng Pandanaran Art Festival 2024 sekaligus Peringatan Hari Kebaya Nasional yang pertama di Kota Lama Semarang. Kemudian kami undang Bupati/Wali Kota se-Kedungsepur untuk mensinergikan sektor pariwisata,” ungkapnya.

Dalam peringatan Hari Kebaya Nasional tersebut dimeriahkan dengan parade 2.000 perempuan berkebaya dari berbagai unsur masyarakat di Kota Semarang.

“Kebaya merupakan warisan budaya tak benda yang saat ini tengah diajukan prosesnya ke Unesco. Meskipun tidak sendiri, tetapi kebaya ini memiliki keseragaman dengan pakaian adat ASEAN, karena kebaya hampir sama dengan milik negara tetangga,” paparnya.

Dengan adanya parade kebaya ini, Mbak Ita berharap menjadi satu upaya nguri-uri budaya agar perempuan bahkan anak-anak senang menggunakan kebaya agar kebaya tak lekang oleh waktu.