spot_img
Beranda blog Halaman 241

Pupuk Indonesia Niaga Gandeng Disabilitas dalam Coffee Connections

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Untuk meningkatkan produktivitas kaum disabilitas Pupuk Indonesia Niaga melalui Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL) menggelar “Coffee Connections” yaitu program dengan tujuan untuk memberdayakan kaum disabilitas melalui pelatihan barista disabilitas.

Pelatihan “Coffee Connections” diselenggarakan secara luring pada tanggal 22-24 Juli 2024 di Jakarta, berkolaborasi dengan Alunjiva Indonesia sebagai pelaksana program. Tercatat 5 disabilitas dari kategori tunarungu, tunanetra, dan tunadaksa yang terpilih melalui sistem seleksi secara tertulis dan wawancara.

“Pada proses pendaftaran kami membuka pendaftaran bagi penyandang disabilitas di area Jabodetabek yang berminat di bidang kuliner. Pendaftaran ini dibuka untuk mencari peserta yang ingin mengikuti pelatihan barista disabilitas pada program Coffee Connections.” Ujar Fany Efrita, Co-Founder Alunjiva Indonesia.

Setelah proses pendaftaran berlangsung, kemudian dilakukan tahapan screening dan assessment. Dalam tahap ini, calon peserta yang telah mendaftar akan terkurasi sesuai dengan requirement program. Pada tahap akhir pendaftaran ini, peserta yang lulus dari tahapan screening dan assessment akan diwawancarai untuk mengetahui apakah jawaban yang diisi oleh calon peserta sudah sesuai dan juga untuk mengetahui kesediaan serta komitmen mereka untuk mengikuti program tersebut.

Pada tahap pelatihan barista disabilitas mengikuti pelatihan dasar kopi, pembuatan espresso dan dilanjutkan dengan praktek.
Shinta Martani Sekper PI Niaga mengatakan bahwa peserta juga mendapatkan pemahaman, kemampuan dan perhitungan modal usaha kopi. “Kami juga akan memberikan stall coffee kepada peserta terpilih dimana hal tersebut untuk mendukung dan meningkatkan UMKM dan pemberdayaan disabilitas yang berada di sekitar Jakarta.”

Para peserta akan mendapatkan pendampingan offline selama 3 (tiga) hari dengan tujuan agar peserta mampu membuat kopi dan menjual produk kopi tersebut. Peserta juga akan mendapatkan sesi mentoring, serta mendapatkan kesempatan berdiskusi dengan para barista pengajar.

Kejaksaan Agung Setujui Penghentian Penuntutan Empat Perkara Berdasarkan Keadilan Restoratif

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Jaksa Agung Republik Indonesia melalui Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM-Pidum), Prof. Dr. Asep Nana Mulyana, memimpin ekspose dalam rangka menyetujui empat permohonan penyelesaian perkara berdasarkan mekanisme keadilan restoratif. Hal ini disampaikan melalu rilis tertulis oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum, Harli Siregar, Kamis (25/7).

“Salah satu perkara yang diselesaikan melalui mekanisme ini adalah kasus penganiayaan yang melibatkan Tersangka Prianto alias Pri bin Samsuri dari Kejaksaan Negeri Barito Utara. Tersangka disangka melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan,” ungkap Harli Siregar

Peristiwa tersebut bermula ketika Tersangka Prianto alias Pri bin Samsuri ditagih hutang oleh Saksi Korban Dra. Emy Yuliet alias Emy binti Nertian Lenda bersama Saksi Titawaty alias Atit binti Indarson di rumah Tersangka. Dalam proses penagihan hutang tersebut, terjadi percekcokan antara Tersangka dengan Saksi Korban, yang berujung pada tindakan kekerasan oleh Tersangka. Tersangka emosi dan mengancam korban sambil mencari senjata tajam. Ketika senjata tajam tidak ditemukan, Tersangka mencekik leher korban dan menendang perut serta tangan korban. Akibat tindakan tersebut, korban mengalami luka pada leher yang dikuatkan dengan Visum et Repertum.

Mengetahui kasus ini, Kepala Kejaksaan Negeri Barito Utara, Guntur Triyono, S.H., M.H., bersama timnya menginisiasikan penyelesaian perkara melalui mekanisme restorative justice. Dalam proses perdamaian, Tersangka mengakui dan menyesali perbuatannya serta meminta maaf kepada korban, yang diterima oleh korban dengan permintaan agar proses hukum terhadap Tersangka dihentikan.

Setelah tercapainya kesepakatan perdamaian, Kepala Kejaksaan Negeri Barito Utara mengajukan permohonan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah. Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah, Dr. Undang Mugopal, S.H., M.Hum., setelah mempelajari berkas perkara tersebut, sepakat untuk menghentikan penuntutan dan mengajukan permohonan kepada JAM-Pidum. Permohonan ini akhirnya disetujui dalam ekspose Restorative Justice yang digelar pada Kamis, 25 Juli 2024.

Selain kasus Prianto, JAM-Pidum juga menyetujui tiga perkara lain untuk diselesaikan melalui mekanisme keadilan restoratif, yaitu:

Kasus Khamim Atmaja

Tersangka Khamim Atmaja bin Mujito (Alm) dari Kejaksaan Negeri Tapin disangka melanggar Pasal 310 Ayat (4) Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Kasus ini melibatkan kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan korban mengalami luka serius. Dalam proses restorative justice, Tersangka Khamim mengakui kesalahannya dan menunjukkan penyesalan yang mendalam, sementara korban dan keluarganya bersedia memaafkan.

Kasus Syah Budi

Tersangka Syah Budi dari Kejaksaan Negeri Asahan juga disangka melanggar Pasal 310 Ayat (4) Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Kasus ini serupa dengan kasus Khamim Atmaja, di mana kecelakaan lalu lintas yang terjadi mengakibatkan korban mengalami luka berat. Proses restorative justice dilakukan dengan Tersangka meminta maaf dan korban serta keluarganya memberikan maaf, disertai komitmen dari Tersangka untuk lebih berhati-hati di masa depan.

Kasus Surya Ginting alias Gopal

Tersangka Surya Ginting alias Gopal dari Kejaksaan Negeri Binjai disangka melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP tentang Penganiayaan. Tersangka terlibat dalam perkelahian yang menyebabkan korban mengalami luka ringan. Dalam proses perdamaian, Tersangka Surya Ginting mengakui kesalahannya, meminta maaf kepada korban, dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatannya. Korban menerima permintaan maaf dan setuju untuk menyelesaikan perkara ini tanpa melalui persidangan.

Pemberian penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif ini diberikan dengan beberapa pertimbangan, antara lain, telah dilaksanakan proses perdamaian di mana Tersangka telah meminta maaf dan korban sudah memberikan maaf, tersangka belum pernah dihukum sebelumnya, tersangka baru pertama kali melakukan perbuatan pidana, ancaman pidana denda atau penjara untuk kasus-kasus ini tidak lebih dari 5 tahun.

Selanjutnya, tersangka berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya, proses perdamaian dilakukan secara sukarela, tanpa tekanan, paksaan, dan intimidasi, tersangka dan korban setuju untuk tidak melanjutkan permasalahan ke persidangan, pertimbangan sosiologis di mana masyarakat merespon positif upaya restorative justice ini.

JAM-Pidum kemudian memerintahkan para Kepala Kejaksaan Negeri untuk menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2) berdasarkan keadilan restoratif sesuai Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020 dan Surat Edaran JAM-Pidum Nomor: 01/E/EJP/02/2022 tanggal 10 Februari 2022 tentang Pelaksanaan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif sebagai perwujudan kepastian hukum.

Tanpa Melihat Posisi Politik, Relawan Kawan Dekat Tetap Setia Bersama Ade Bhakti

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Dalam dinamika politik yang semakin panas, Ketua Relawan Kawan Dekat, Adit INBE menegaskan dukungan penuh mereka terhadap Ade Bhakti.

Adit memastikan bahwa apapun posisi politik yang akan diambil oleh Ade Bhakti, baik sebagai Walikota (H1) atau Wakil Walikota (H2), Kawan Dekat akan tetap berdiri di belakangnya tanpa keraguan.

“Kalaupun H1 (Walikota) atau H2 (Wakil Walikota), dari Kawan Dekat kami berbicara dinamika politik, tidak ada yang tahu. Apapun yang diputuskan oleh Ade Bhakti, kami dukung 1000%,” ujar Adit saat acara konsolidasi di Hotel Noormans, Semarang, Kamis, (25/7).

Selain itu, Adit mewakili Relawan Ade Bhakti untuk Rakyat atau yang lebih dikenal sebagai Kawan Dekat juga membuka pintu bagi berbagai tokoh yang mungkin akan bergabung dengan Ade Bhakti dalam pergerakan politik ini.

Mereka tidak menutup kemungkinan terkait tokoh-tokoh yang akan membersamai Ade Bhakti

“Kota Semarang kan banyak tokohnya,” ucap Adit.

Mengenai dukungan dari partai-partai politik, Adit mengakui bahwa setiap partai memiliki tim dan pengamat sendiri untuk mengevaluasi dukungan yang ada.

Namun, ia menegaskan bahwa Kawan Dekat telah mengumpulkan data pendukung yang signifikan, mencapai 240.000 orang.

“Kalau masalah itu, partai-partai punya tim dan pengamat lebih detail pendukungnya seberapa, kami punya database yang kami collect dan memang kami sudah 240.000 pendukung, itu perjalanan panjang tidak langsung 240.000 pendukung,” jelas Adit.

Dengan dukungan yang terus mengalir dan jumlah pendukung yang semakin meningkat, Ade Bhakti tampaknya semakin dekat dengan posisinya sebagai salah satu kandidat kuat dalam kontestasi politik di Kota Semarang.

Kawan Dekat, sebagai kelompok pendukung yang loyal, menunjukkan komitmen penuh mereka untuk memastikan kesuksesan Ade Bhakti dalam mencapai tujuannya.

Dekati Hari Pemilihan, Relawan Ade Bhakti Mantapkan Strategi Kampanye

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Dengan semakin dekatnya pemilihan wali kota (Pilwakot) Semarang, Koalisi Relawan Ade Bhakti untuk Rakyat semakin memperkuat langkah-langkah mereka untuk mendukung Ade Bhakti dalam kontestasi politik yang akan segera berlangsung.

Relawan Ade Bhakti untuk Rakyat atau yang lebih dikenal sebagai Kawan Dekat mengadakan acara konsolidasi di Hotel Noormans, Semarang, Kamis, (25/7).

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk pelaku UMKM, kesenian, olahraga, pengusaha, pegiat sosial, ormas, serta relawan yang sebelumnya terlibat dalam pilpres dan pilkada.

Ketua Relawan Kawan Dekat, Adit INBE, menyampaikan bahwa acara ini bertujuan untuk menyatukan visi dalam memajukan Kota Semarang dan mendukung Ade Bhakti dalam kontestasi politik yang sedang berlangsung.

“Kegiatan kali ini adalah acara konsolidasi. Kawan Dekat ini terdiri dari berbagai elemen, ada yang dari UMKM, pelaku kesenian, olahraga, pengusaha, pegiat sosial, ormas, dan rekan dari relawan pilpres dan pilkada lalu. Kami di sini punya satu visi, yaitu untuk memajukan Kota Semarang bersama-sama dan mendukung Ade Bhakti,” ujar Adit, di sela kegiatan.

Adit menjelaskan bahwa dukungan terhadap Ade Bhakti didasari oleh rekam jejak dan kontribusinya yang luar biasa dalam berbagai bidang.

“Seperti yang teman-teman ketahui, Ade Bhakti sedang menjalani proses mengikuti kontestasi politik di Kota Semarang. Walaupun dinamika politiknya luar biasa, kami dari Kawan Dekat yang sudah lama berjalan bersama beliau akan satu arah untuk mendukung beliau. Kami mengikuti segala kegiatan beliau, sudah banyak UMKM yang kami dukung, kegiatan sosial, ada kegiatan Bersimpati (Bersih-Bersih Tempat Ibadah) yang sudah kita mulai sejak jauh-jauh hari, dan kami mendukung kegiatan olahraga, dan kedepan yang akan kita rilis seperti Billiard, Sepakbola, dan banyak lainnya,” ungkap Adit.

Adit menjelaskan bahwa Ade adalah sosok yang penuh dengan ide-ide segar dan selalu berusaha menemukan cara baru untuk mengatasi tantangan yang ada.

Ia sangat menyoroti etos kerja Ade yang luar biasa, Ade selalu datang dengan gagasan-gagasan baru yang tidak hanya kreatif, tetapi juga praktis dan dapat diterapkan di lapangan dan itu adalah salah satu alasan mengapa dia selalu berhasil mencapai tujuannya.

“Kami ini generasi muda yang butuh perubahan luar biasa. Kegiatan-kegiatan dan langkah-langkah yang beliau lakukan, serta inovasi-inovasi yang beliau bawa di setiap tugasnya, dari BRT, Dinas Pariwisata, Kecamatan, hingga Damkar, adalah hal-hal yang perlu kita contoh dan dukung. Beliau sosok yang kreatif, inovatif, muda, dan gila kerja. Itu yang kami tahu,” jelas Adit.

Dengan semakin dekatnya hari pemilihan, Koalisi Relawan Ade Bhakti untuk Rakyat bertekad untuk terus memperluas jangkauan dan memastikan pesan-pesan kampanye tersampaikan dengan baik kepada seluruh lapisan masyarakat.

Mereka juga berharap agar proses pemilihan berjalan dengan jujur dan adil, sesuai dengan prinsip demokrasi yang mereka junjung tinggi.

Pemkot Semarang Beri Contoh Keberhasilan KBPU Lewat SPAM Semarang Barat

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pemerintah bertanggung jawab dalam penyediaan infrastruktur untuk masyarakat. Diperkirakan kebutuhan investasi pembangunan infrastruktur 2020-2024 mencapai Rp6.445 triliun. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pemerintah melalui APBN mengakomodasi sejumlah Rp2.385 triliun atau sebesar 37%, BUMN sebesar Rp1.353 triliun atau 21%, dan swasta berpartisipasi senilai Rp2.707 triliun atau sebanyak 42% dari total kebutuhan investasi.

Pemerintah mengimplementasikan skema pembiayaan kreatif untuk mempercepat pembangunan infrastruktur. Salah satunya melalui skema Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Skema KPBU dapat diterapkan di berbagai sektor publik, salah satunya sistem penyediaan air minum (SPAM), contohnya SPAM Semarang Barat. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Pengelolaan Dukungan Pemerintah dan Pembiayaan Infrastruktur, Kementerian Keuangan Brahmantio Isdijoso dalam acara Press Tour dan Site Visit Proyek KPBU SPAM Semarang Barat belum lama ini.

Proyek KPBU SPAM Semarang Barat diprakarsai oleh Pemerintah Kota Semarang untuk menyediakan layanan air minum dengan kapasitas target 1.000 liter per detik yang melayani sekitar 70.000 sambungan rumah tangga (SR) di Kecamatan Tugu, Ngaliyan, dan Semarang Barat.

“Jadi inilah solusinya dan hari ini kita sudah punya bukti-bukti yang bisa kita gunakan untuk menjawab tantangan pembangunan infrastruktur ke depan, melalui pembiayaan kreatif KPBU dan yang lainnya,” tutur Brahmantio.

Penanggung Jawab Proyek Kerja sama (PJPK) proyek SPAM Semarang Barat adalah PDAM Tirta Moedal, yang menandatangani perjanjian KPBU dengan PT Air Semarang Barat selaku Badan Usaha Pelaksana (BUP).

Proyek SPAM tersebut mendapatkan dukungan fiskal dari Kementerian Keuangan berupa fasilitas project development facility (PDF) dan Penjaminan KPBU oleh PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII).

Sementara Kementerian PUPR memberikan dukungan teknis untuk pembangunan fasilitas intake dan jaringan distribusi utama. Pemerintah Kota Semarang juga memberikan dukungan dalam pengadaan lahan. Dalam proyek ini, PT Air Semarang Barat selaku BUP bertanggung jawab atas desain, pembangunan, pembiayaan, pengoperasian, dan pemeliharaan fasilitas pengolahan dan penyimpanan air selama 25 tahun masa kerja sama.

Selanjutnya BUP mendapatkan pengembalian investasi dari hasil penjualan air yang dilakukan oleh PDAM Tirta Moedal kepada masyarakat. Proyek KPBU SPAM Semarang Barat telah beroperasi sejak Mei 2021 dan hingga saat ini telah berhasil mencapai penyerapan 605 liter per detik dengan 44.319 sambungan rumah tangga.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Moedal Yudi Indardo mengatakan keberadaan SPAM Semarang Barat telah dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat kota Semarang.

“Walaupun judulnya Semarang Barat, tapi bukan wilayah barat saja, karena kemudian ada program pengalihan aliran sehingga yang merasakan dampaknya adalah seluruh kota Semarang,” terang Yudi.

Jalankan Proyek Berwawasan Lingkungan, PLN UIP JBT Gelar Konsultasi Publik untuk Proyek SUTET dan GITET 500 kV Kesugihan

0

KESUGIHAN (Pertamanews.id) – PT PLN (Persero) Unit Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) melaksanakan kegiatan Konsultasi Publik Dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) terkait rencana pembangunan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kilo Volt (kV) Kesugihan Incomer (PLTU Adipala – PLTU Cilacap) beserta Ext. 2 Diameter GITET 500 kV Kesugihan di Kantor Kecamatan Kesugihan.

Konsultasi ini dilakukan kepada 8 desa yakni Desa Gombolharjo, Desa Slarang, Desa Kalisabuk, Desa Kesugihan Kidul, Desa Kesugihan, Desa Keleng, Desa Pesanggrahan,dan Desa Bulupayung. Kegiatan ini bertujuan untuk memaparkan rencana kegiatan pembangunan yang mana akan memberikan dampak lingkungan terhadap masyarakat sekitar lokasi pembangunan.

Asep Irman selaku Manager K3L PLN UIP JBT menjelaskan konsultasi publik wajib dilakukan dalam rangka menangkap saran, pendapat dan tanggapan dari masyarakat mengenai dampak dari pembangunan.

“Konsultasi publik ini penting dan wajib dilakukan. Tadi sudah kami paparkan terkait dengan rencana pembangunan SUTET dan GITET di Kecamatan Kesugihan ini. Kami juga sudah menerima saran, pendapat dan tanggapan dari masyarakat untuk selanjutnya dikaji dalam dokumen AMDAL,” kata Asep.

Asep mengatakan bahwa saat ini proyek pembangunan harus berwawasan lingkungan. Meskipun, lanjutnya, setiap pembangunan pasti memiliki dampak positif dan negatif, namun tetap harus dikaji untuk meminimalisir dampak negatif dan mengoptimalkan dampak positif.

“Saat ini, setiap proyek, khususnya di PLN akan dikerjakan dengan berwawasan lingkungan. Artinya, kita harus perhatikan betul dampak apa yang akan terjadi dari pembangunan ini. Positif dan negative pasti aka nada, namun bagaimana supaya yang positif dapat dioptimalkan dan meminimalisir yang negative, itu yang akan dikaji dalam dokumen AMDAL,” tambah Asep.

Dalam acara ini juga turut dihadiri oleh oleh seluruh kepala desa terkait, Camat Adipala dan Camat Kesugihan, TNI/POLRI, pemerhati lingkungan, dinas terkait hingga masyarakat terdampak. Selain pemaparan rencana pembangunan dan juga dengar pendapat dari masyarakat, dalam kegiatan ini juga dilakukan pemilihan perwakilan masyarakat dari masing-masing desa sebagai Komisi Penilai AMDAL sebagai saran partisipasi atas kegiatan Sidang Penilaian Studi Dokumen AMDAL.

Indosat Ooredoo dan Garuda Indonesia Berkolaborasi Demi Kemajuan Pariwisata Nasional

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) dan Garuda Indonesia, menjalan mitra strategis untuk memperkuat pemanfaatan inovasi dan solusi teknologi terkini untuk merevolusi sektor penerbangan dan pariwisata Indonesia.

Kolaborasi tersebut salah satu upaya mendorong akselerasi sektor penerbangan dan pariwisata.

Bahkan, Indosat dan Garuda Indonesia berkolaborasi ini juga didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI).

Sinergi antara dua instansi ini direpresentasikan melalui penandatangan komitmen kerja sama di Kantor Pusat Indosat Ooredoo Hutchison di Jakarta oleh Vikram Sinha, President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, dan Irfan Setiaputra, Direktur Utama Garuda Indonesia, yang turut disaksikan oleh perwakilan Kemenparekraf RI dan Sandeep Chakravorty, Duta Besar India untuk Republik Indonesia.

Inisiatif yang dibentuk dari kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong langkah transformasi digital dalam kualitas layanan di sektor penerbangan dan pariwisata melalui pemanfaatan teknologi termutakhir.

Garuda Indonesia, sebagai maskapai full service Indonesia, akan menjajaki penerapan teknologi ini untuk meningkatkan kualitas operasional termasuk dalam upaya untuk optimalisasi layanan penerbangan, peningkatan potensi ancillary revenue, serta personalisasi pengalaman penumpang.

Langkah strategis ke depannya diharapkan tidak hanya akan memberikan nilai tambah bagi Garuda Indonesia dan pelanggannya, namun juga memposisikan Indosat sebagai pelopor integrasi teknologi termutakhir di industri ini.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Uno menyampaikan kemitraan ini menandai momen penting bagi sektor penerbangan dan pariwisata Indonesia.

Dengan memanfaatkan teknologi termutakhir, kata Sandi, Indonesia tidak hanya meningkatkan pengalaman wisatawan tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru yang akan mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

“Kolaborasi ini menetapkan standar global untuk integrasi teknologi di sektor penerbangan dan pariwisata untuk membawa Indonesia sebagai tujuan utama di panggung dunia,” kata Sandi melalui keterangan resminya, Rabu (24/7/2024).

President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha mengatakan berbekal inovasi teknologi termutakhir yang dikembangkan Indosat.

Tentunya, pihaknya berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan setiap sektor industri.

Pihaknya pun mengapresiasi dukungan Pemerintah Indonesia dalam visi bersama untuk meningkatkan reputasi Indonesia di mata global.

“Kerja sama strategis ini penting dalam pemanfaatan tekhnologi untuk mengubah sektor penerbangan dan pariwisata Indonesia, meningkatkan pengalaman dan mendorong pertumbuhan inklusif. Hal ini selaras dengan tujuan besar Indosat dalam memberdayakan setiap masyarakat Indonesia,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra menyebut bahwa pihaknya memiliki misi yang sama dengan Indosat. Yakni hadirnya seamless travel experience bagi wisatawan.

“Kami berharap kiranya penjajakan kolabarasi ini akan dapat mendukung transformasi digital industri pariwisata maupun sektor penerbangan, termasuk kami yang selama lebih dari 7 dekade terus menjalankan mandat sebagai salah satu garda terdepan untuk menjembatani kebutuhan transportasi udara yang aman dan nyaman bagi masyarakat. Kedepannya diharapkan akan dapat turut mendorong pertumbuhan dan pengembangan industri penerbangan dan pariwisata di Indonesia,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Irfan menuturkan, dari sisi operasional, inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan optimalisasi layanan penerbangan melalui pendekatan digitalisasi dalam berbagai touch point operasional penerbangan.

Tak hanya itu, untuk memberikan nilai tambah bagi pelanggan, penerapan teknologi termutakhir akan terus dikembangkan guna membantu untuk menyediakan perencanaan perjalanan yang semakin seamless bagi penumpang.

Kolaborasi antara dua pemimpin industri ini turut mendukung upaya Kemenparekraf dalam meningkatkan pariwisata Indonesia.

Dukungan ini mencakup kolaborasi dalam riset dan wawasan untuk mendukung sektor pariwisata dengan penerapan teknologi termutakhir, pengembangan talenta di bidang teknologi, khususnya perempuan, di lima tujuan wisata prioritas.

“Kolaborasi ini, Indosat dan Garuda Indonesia didukung Kemenparekraf berkomitmen untuk membawa sektor penerbangan dan pariwisata Indonesia ke level berikutnya melalui teknologi termutakhir yang dapat memberikan manfaat besar bagi pertumbuhan industri dan ekonomi nasional,” tandasnya.

Hotel Ciputra Semarang Hadirkan Keindahan Kebaya dalam Perayaan Hari Kebaya Nasional

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Hari Kebaya Nasional diperingati setiap tanggal 24 Juli, untuk menunjukkan identitas kebaya sebagai pakaian tradisional Indonesia. Peringatan Hari Kebaya Nasional ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kebaya.

Hotel Ciputra Semarang turut serta merayakan Hari Kebaya Nasional dengan memberikan nuansa yang istimewa dengan memancarkan keanggunan dan kebanggaan akan kebaya yang dikenakan seluruh karyawan wanita Hotel Ciputra Semarang.

Langkah ini tidak hanya sebagai bentuk dukungan terhadap Keputusan Presiden yang menetapkan hari ini sebagai momen untuk menghargai kebaya, tetapi juga sebagai wujud nyata bahwa Hotel Ciputra Semarang turut serta dalam mempromosikan dan memperkenalkan keindahan budaya Indonesia kepada para tamunya.

Para tamu disambut dengan hangat oleh karyawan wanita Hotel Ciputra Semarang mulai dari area lobby Hotel Ciputra Semarang hingga The Gallery Restaurant yang mengenakan kebaya dengan penuh keanggunan.

Keanggunan kebaya yang mereka kenakan tidak hanya memperindah suasana hotel, tetapi juga memperkaya pengalaman para tamu tentang keindahan dan budaya Indonesia. Para pengunjung pun dengan antusias berinteraksi dan berfoto bersama staf yang mengenakan kebaya, menciptakan momen berharga yang tak terlupakan dalam perayaan ini.

Erny Kusmastuti, yang menjabat sebagai General Manager Hotel Ciputra Semarang, menekankan pentingnya peringatan ini sebagai wujud apresiasi terhadap kebaya sebagai simbol budaya yang berharga bagi bangsa Indonesia.

” Kami sangat bangga dapat mempersembahkan keindahan kebaya kepada seluruh tamu Hotel Ciputra Semarang pada Hari Kebaya Nasional. Kebaya bukan sekadar pakaian, melainkan sebuah warisan budaya yang harus kita jaga dan lestarikan untuk generasi mendatang,” ujar Erny.

Dengan demikian, Hotel Ciputra Semarang tidak hanya berperan sebagai tempat penginapan yang nyaman, tetapi juga Hotel yang turut aktif dalam melestarikan budaya Indonesia. Hotel Ciputra Semarang, yang terletak di Simpang Lima dan hanya sekitar 20 menit dari Bandar Udara Ahmad Yani, menawarkan 200 kamar dan berbagai fasilitas seperti ruang pertemuan, restoran, lounge, wine cellar, serta layanan kamar 24 jam.

Untuk pemesanan dan informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor whatsapp 085173100600 atau kunjungi website resmi https://www.swiss-belhotel.com/id-id/hotel-ciputra-semarang atau ikuti akun media sosial Instagram @hotelciputrasemarang dan halaman facebook Hotel Ciputra Semarang.

Sinergi SCU dan Disporapar untuk Kemajuan Desa Wisata Jawa Tengah

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Soegijapranata Catholic University (SCU) bersama Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah (Disporapar Prov Jateng) berupaya memberikan pendampingan kepada desa wisata di Jawa Tengah.

Hal tersebut dibahas dalam Serial Diskusi yang diselenggarakan Pusat Studi Desa dan Kawasan (PSDK) SCU. Bersama masyarakat desa wisata dan Disporapar dari berbagai daerah, mereka berdiskusi secara hybrid di Lib Cafe, Kampus 1 SCU Bendan pada 23 Juli 2024. Forum ini menghadirkan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) SCU, Haryo Perwito, MA-TRM dan Adhyatma Parekraf Ahli Muda Disporapar Jateng, Riyadi Kurniawan.

“Bukan hanya penelitian, nanti hasilnya dihubungkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Fokus pada pendampingannya,” ungkap Ketua PSDK SCU, Drs. Andreas Pandiangan, MSi.

Topik Bahasan

Dalam forum tersebut, Haryo berupaya mendalami perilaku Generasi Z dalam memilih destinasi wisata. “Upayanya dengan menjodohkan kebutuhan wisata dengan apa yang ditawarkan di desa wisata. Agar mereka tidak ke kota dan menikmati rasanya di desa,” jelasnya.

Di sisi lain, pengadaan infrastruktur digital yang erat dengan Generasi Z menurutnya menjadi tantangan terbesar. “Membayangkan desa tradisional bisa hilang originalitasnya. Perlu pendekatan mendalamnya nanti seperti apa agar cocok dengan para Gen Z,” tegas Haryo.

Pendekatan tersebut diharapkannya dapat mendukung keberlanjutan desa wisata. Selain itu, memberikan nilai keunikan dengan menghadirkan produk khas bisa menjadi kiat lain mendorong keberlanjutan desa wisata.

Program Pemerintah

Sebagai informasi, saat ini ada lebih dari 850 desa wisata yang tersebar di Jawa Tengah. “Ada 3 desa wisata yang saat ini berhasil masuk ke 50 besar ajang nasional, di tingkat internasional ada Kampung Singkong dari Salatiga yang berhasil mendapatkan ASEAN Sustainable Tourism Award,” tambah Riyadi.

Di sisi lain, beliau menyayangkan ada lebih dari 200 di antaranya sudah tidak lagi aktif. Berkaca pada hal tersebut, pihaknya telah mempersiapkan program pengembangan desa wisata memberikan bantuan keuangan. Dalam hal ini, khususnya untuk memenuhi sarana prasarana yang berbentuk bangunan fisik.

Menurut keterangannya, Disporapar Prov Jateng telah menggelontorkan dana sebanyak 18,5 Milyar yang menyasar 181 desa wisata pada tahun ini. “Harus diakui pengunjungnya belum sebanyak daya tarik wisata, tapi terus kita genjot karena kaitannya dekat dengan pendapatan masyarakat,” tegas Riyadi.

Pihaknya juga menggandeng Dinas Koperasi UKM Prov Jateng untuk memberikan pendampingan kepada lebih dari 300 para pelaku usaha di desa wisata.

SCU Bentuk Satgas PPKS, Rektor Dr. Ferdinandus Hindiarto Lantik 13 Anggota Baru

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Rektor Soegijapranata Catholic University (SCU), Dr. Ferdinandus Hindiarto melantik pengurus Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di kampusnya. Mereka terdiri dari 5 dosen, 1 tenaga kependidikan, serta 7 mahasiswa.

Ketiga belas pengurus Satgas PPKS SCU tersebut dilantik di Gedung Mikael, Kampus 1 SCU Bendan pada 23 Juli 2024. Mahasiswa yang dilantik berasal Program Studi Akuntansi, Arsitektur, Psikologi, dan Ilmu Hukum. Bersamaan dengan itu, para pengurus Satgas PPKS SCU juga mengikuti prosesi Pembacaan Sumpah Jabatan.

Prosesi pelantikan turut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni (AKA) SCU, Prof Berta Bekti Retnawati dan Kepala Pusat Pengembangan Pegawai SCU, D. Linggarjati Novi P, MA. Selain itu, jajaran Wakil Dekan Kemahasiswaan dari berbagai fakultas juga ikut hadir dalam prosesi pelantikan.

Menghidupi Cura Personalis

Dalam sambutannya, Dr. Ferdinand mengapresiasi seluruh sivitas akademika yang mengabdikan dirinya untuk ikut andil dalam menjaga keamanan lingkungan kampus dari kekerasan seksual.

“Kerelaan dan kepedulian terhadap apa yang mungkin terjadi di kampus, saya berdoa dan berimajinasi agar satgas ini tidak bekerja. Jika pun terpaksa, maka harus dilakukan dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Bukan hanya mengikuti arahan dari Kemendikbud Ristek, adanya Satgas PPKS dinilai Dr. Ferdinand menjadi bentuk perhatian institusinya kepada mahasiswa. Lebih dari itu, Satgas PPKS menurutnya merupakan wujud kampusnya mengimplementasikan nilai cura personalis.

“Wujud kasih personal dengan memberikan perhatian dan kepedulian dari setiap insan di kampus. Bukan hal yang mudah, tapi bisa jadi langkah awal pencegahan jika ada masalah yang nyata dihadapi mahasiswa,” ajak Dr. Ferdinand.

Sejalan dengan itu, ia pun menilai perhatian dan kepedulian bisa menjadi upaya yang tepat dalam mencegah sekaligus memberikan pendampingan pada korban kekerasan seksual. Ia juga mengajak seluruh dosen yang hadir untuk terus mengkampanyekan pencegahan kekerasan seksual.

“Kalau kira-kira ada indikasi bisa langsung disampaikan dari dosen ke satgas. Perlu juga untuk menerima berbagai masukan dari fakultas untuk metode apa yang tepat untuk pencegahan dan penanganan,” tegas Dr. Ferdinand.