spot_img
Beranda blog Halaman 242

Pemprov Jateng Gelar “Jateng Omah Expo”, Dorong Masyarakat Berpenghasilan Rendah Miliki Rumah 

0

SEMARANG (Pertamanews.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya mengurangi kesenjangan antara kebutuhan dan ketersediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (backlog). Salah satu langkah yang diambil adalah dengan mengadakan Jateng Omah Expo 2024 di Mal Ciputra Semarang, yang berlangsung dari 24 Juli hingga 4 Agustus 2024.

Jateng Omah Expo 2024, yang diorganisir oleh Dinas Perumahan Rakyat dan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jawa Tengah, resmi dibuka oleh Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, pada Rabu (24/7/2024). Acara ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) 2024, dengan tujuan memudahkan masyarakat berpenghasilan rendah dalam mendapatkan rumah murah atau bersubsidi.

Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyatakan bahwa Jateng Omah Expo ini adalah penyelenggaraan kedua, bertujuan untuk mempertemukan pengembang perumahan bersubsidi dengan masyarakat.

“Ini adalah cara agar masyarakat mengetahui tentang rumah bersubsidi dan bagaimana cara mendapatkannya,” ujarnya.

Sumarno juga menambahkan bahwa Pemprov Jateng mendapatkan kuota 11.000 unit rumah bersubsidi Tapera, sehingga perlu dimanfaatkan dengan baik.

“Kita harus memanfaatkan ini dengan baik dan mensosialisasikannya. Acara ini menjadi sarana informasi bagi masyarakat, terutama yang berpenghasilan rendah,” jelas Sekda.

Sumarno menyebutkan bahwa expo kali ini menghadirkan 34 pengembang yang menawarkan rumah bersubsidi dan non-subsidi.

“Semoga acara ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat,” paparnya.

Ketua Panitia Jateng Omah Expo 2024, Diana Kristina, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan solusi untuk memenuhi kebutuhan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Kegiatan ini memberikan kesadaran bahwa rumah adalah kebutuhan utama yang harus dipenuhi,” tandasnya.

Danamon Beri Kontribusi Panel Surya untuk Pendidikan Ramah Lingkungan di Jawa Tengah

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Dalam rangka memperingati hari jadi PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) ke-68 tahun, dan sejalan dengan komitmen Danamon dalam menjalankan inisiatif dan strategi berkelanjutan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), Danamon menggelar acara serah terima solar panel di Pondok Pesantren (Ponpes) Fadhlul Fadhlan, Semarang, sebagai salah satu komunitas Pendidikan yang menjadi mitra Danamon dalam Kolaborasi Ekosistem Berkelanjutan ini.

Herry Hykmanto, Direktur Syariah dan Sustainability Finance PT Bank Danamon Indonesia Tbk menyampaikan, sebagai bagian dari Kampanye Ekosistem Berkelanjutan Danamon, kami berkomitmen untuk mendukung pengembangan bisnis berkelanjutan dengan berbagai inisiatif yang bertujuan untuk menurunkan emisi karbon.

“Program pemasangan solar panel ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan listrik, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga lingkungan,” kata Herry.

Danamon terus menerapkan serangkaian inisiatif untuk memenuhi komitmen penurunan emisi karbon. Inisiatif ini bertajuk Kampanye Ekosistem Berkelanjutan Danamon yang dimulai pada 2023.

Program ini mencakup berbagai aksi di internal perusahaan, seperti pemasangan solar panel dan lampu LED, pembangunan stasiun pengisian kendaraan listrik (EV charging), penanaman mangrove, serta menstimulasi penggunaan produk berkelanjutan di kalangan karyawan.

“Best practice yang kami lakukan di level internal dijadikan acuan dalam pengembangan program CSR dan bisnis di berbagai komunitas mitra Danamon. Salah satu bentuk konkret dari program CSR ini adalah pemasangan solar panel untuk memanfaatkan sumber energi terbarukan dalam pemenuhan kebutuhan listrik” ujar Herry.

Solar panel dipandang sebagai instrumen yang dapat memproduksi energi bersih karena memiliki komponen sel fotovoltaik yang berfungsi untuk menangkap panas matahari yang dapat diubah menjadi energi listrik.

Penggunaan solar panel merupakan langkah bersih yang tidak menghasilkan emisi karbon, sehingga dapat meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dan memitigasi perubahan iklim yang sangat penting untuk melindungi manusia, satwa liar, dan ekosistem.

Sementara itu, Paris Agreement United Nations Framework Convention terkait dengan perubahan iklim menyatakan bahwa setiap negara harus berkontribusi mengurangi pemanasan global dan menjaga kenaikan suhu rata-rata di bawah 2° C. Pemerintah Indonesia juga turut berkomitmen untuk menggunakan energi bersih sekitar 23% pada 2025 dan mencapai Net Zero Emissions pada 2060.

Oleh karena itu, penggunaan solar panel memberikan banyak manfaat ekonomi bagi penggunanya, seperti meminimalkan tagihan listrik, menaikkan nilai jual properti, serta memiliki daya tahan yang lama.

Turut hadir dalam acara ini sejumlah pejabat Danamon antara lain, Abdul Hadi, Sustainability Finance Head, PT Bank Danamon Indonesia Tbk; Budhi Harsono, Regional Consumer Head Bank Danamon Region Jawa Tengah; Catur Riahasni, Human Capital Manager Bank Danamon Jawa Tengah, beserta DR. K.H. Fadlolan Musyaffa’, Lc., MA, pendiri dan pengasuh Ponpes Fadhlul Fadhlan. Dalam acara ini, Danamon mendonasikan total 18 lempeng unit (8.8 kWp) solar panel yang dapat memenuhi sekitar 20%—30% kebutuhan listrik sekolah, dan 12 Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Masih dalam bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan di kalangan pelajar, melalui Danamon Peduli, Danamon juga menyelenggarakan pelatihan literasi keuangan, literasi lingkungan, dan literasi kebencanaan kepada 270 pelajar dan mashasiswa di Ponpes Fadhlul Fadhlan.

Inisiatif ini sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 3 Tahun 2023 tentang Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan di Sektor Jasa Keuangan bagi Konsumen dan Masyarakat.

“Melalui program literasi ini, kami berharap dapat memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya keuangan dan keberlanjutan sejak dini.” tambah Herry.

Serangkaian program CSR pada momen hari jadi Danamon ke-68 tahun ini mencerminkan komitmen Danamon untuk mendukung energi hijau dan pelestarian lingkungan di Indonesia. Melalui berbagai inisiatif ini, Danamon berupaya mengurangi jejak karbon serta memberikan kontribusi positif kembali kepada masyarakat.

BLDF Ajak Generasi Muda Tingkatkan Kesadaran Lingkungan Lewat Lokakarya di Pesisir Semarang

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Dalam upaya untuk meningkatkan kesadaran dan pelestarian lingkungan, Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) mengadakan lokakarya sekaligus menyambut Hari Mangrove Sedunia, yang diselenggarakan di Kawasan Desa Mangkang, Mangunharjo, Kota Semarang Jawa Tengah, pada Rabu (24/7) pagi.

Diikuti lebih dari 60 peserta dari berbagai Universitas serta melibatkan dari jajaran pakar lingkungan, kegiatan ini sebagai implementasi nyata dari upaya pelestarian lingkungan sekitar.

Lokakarya ini bertujuan untuk mendiskusikan pentingnya konservasi ekosistem mangrove sebagai bentuk perlindungan terhadap pantai dari erosi dan dampak perubahan iklim.

Communications Director Bakti Lingkungan Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara mengatakan mangrove dengan peranannya yang vital berfungsi sebagai benteng alami yang melindungi garis pantai dari erosi, Keberadaannya juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir.

” Saya rasa ini adalah permasalahan hidup, sebab itu kita perlu untuk ikut serta mengembangkan pemanfaatan mangrove untuk lingkungan,” kata Mutiara.

Mutiara juga menambahkan bahwa akan terus berkomitmen dalam mendukung pelestarian mangrove seperti di wilayah pesisir Semarang sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

” Maka hari ini, semoga lokakarya budidaya mangrove untuk generasi muda, bisa membantu kita semua dalam menemukan generasi-generasi penerus baru yang senantiasa berkomitmen untuk terus menjaga lingkungan hidup yang berkelanjutan. Sebab peran anak muda inilah yang nantinya bisa membantu mewujudkan komitmen pemerintah dalam upaya melaksanakan rehabilitasi mangrove di Indonesia,” Imbuh Mutiara.

Diketahui, kegiatan lokakarya ini dikemas dalam bentuk Kopi Darling (KOPDAR) dengan mengusung tema ‘Kenal Lebih Dekat Peran Mangrove dalam Menjaga Ekosistem Pesisir dan Laut’ yang menghadirkan tokoh pegiat mangrove yaitu Bapak Sururi yang sering dijuluki sebagai Profesor Mangrove oleh para akademisi karena kegigihannya untuk terus mengembangkan mangrove sebagai tanaman penyelamat bumi.

Penerima Kalpataru 2024 itu menekankan, pelestarian alam tidak hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda yang merupakan masa depan bangsa.

“Jika mangrove tidak dilestarikan, dampaknya bisa sangat parah, Ini adalah pemantik semangat bagi kita semua, terutama generasi muda, untuk lebih aktif dalam upaya pelestarian lingkungan,” ujar Sururi.

Disisi lain, Guru Besar Manajemen Lingkungan Hidup Universitas Diponegoro,Prof. Sudharto P. Hadi, MES, Ph.D, menyampaikan apresiasinya kepada BLDF atas partisipasinya menjaga dan memulihkan ekosistem yang rapuh seperti mangrove.

Menurutnya, pentingnya peran mangrove dalam ekosistem pesisir, seperti dalam menyerap karbon dan melindungi garis pantai dari erosi.

” Saya sebagai penekun lingkungan apa yang sudah dilakukan djarum bisa menjadi rujukan kepada banyak orang tentang mangrove untuk memberikan manfaat bagi banyak orang,” tandas Prof Sudharto.

Langkah ini menunjukkan bahwa upaya konservasi lingkungan tidak hanya tentang menanam pohon, tetapi juga melibatkan pemberdayaan masyarakat dan edukasi.

Dengan demikian, setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga dan memanfaatkan mangrove demi masa depan yang lebih baik. (Btg)

Promosikan Kuliner dan Budaya, Ferry Wawan Cahyono Ajak Masyarakat Meriahkan Festival Pangan 2024 di TMII Jakarta

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono, mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta meriahkan Festival Pangan Jawa Tengah yang akan diselenggarakan di Anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Acara yang dijadwalkan berlangsung dari tanggal 26 hingga 28 Juli 2024 ini bertujuan untuk mempromosikan kekayaan kuliner dan budaya Jawa Tengah.

Festival ini diharapkan dapat menjadi platform bagi para pelaku usaha kuliner dan produsen pangan dari Jawa Tengah untuk memamerkan produk-produk unggulannya.

Selain itu, festival juga akan menampilkan berbagai kegiatan budaya dan seni yang menggambarkan kekayaan tradisional Jawa Tengah.

” Kita berharap kepada masyarakat untuk bisa datang untuk meramaikan kegiatan ini dan ikut melihat pameran yang di selenggarakan Festival Pangan Jawa Tengah ini,” ujar Ferry saat berkunjung ke Anjungan Jawa Tengah di Jakarta, Rabu (24/7).

Dengan adanya festival ini, Ferry juga berharap dapat memberikan dampak ekonomi positif bagi para pelaku usaha di sektor pangan dan pariwisata Jawa Tengah.

” Kegiatan ini diselenggarakan dengan harapan potensi-potensi yang dimiliki Jawa Tengah agar tumbuh kepasar yang lebih luas,” harap Ferry.

Diketahui, Festival Pangan Jawa Tengah yang di inisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) ini menghadirkan panganan khas dan berkualitas dari 35 kabupaten kota Jawa Tengah.

Selain itu, festival ini juga akan menampilkan berbagai pertunjukan seni tradisional dan modern yang menghibur, serta workshop dan kegiatan interaktif lainnya yang dapat dinikmati oleh seluruh pengunjung.

Bagi masyarakat yang tertarik untuk mengunjungi Festival Pangan Jawa Tengah di Anjungan TMII, acara ini akan berlangsung selama tiga hari penuh dengan berbagai kegiatan menarik yang tidak boleh dilewatkan.

Pemkot Semarang & TNI Nyengkuyung Dukung Pembangunan Lewat TMMD Sengkuyung Tahap III 2024

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang bersama Kodim melakukan penandatanganan dan serah terima program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) Sengkuyung Tahap III Tahun 2024 Kota Semarang di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang, Rabu, (24/7). Sekretaris Daerah Kota Semarang, Iswar Aminuddin yang mewakili wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu membuka langsung rangkaian program TMMD tersebut.

Sebelumnya, TMMD Sengkuyung I, telah dilaksanakan di Kelurahan Karangmalang, Kecamatan Mijen dan Sengkuyung II dilaksanakan di Kelurahan Kaligawe, Kecamatan Gayamsari.

“TMMD adalah bagian dari bergerak bersama untuk membangun Kota Semarang, Bu Wali juga sering mengatakan bahwa kita bekerja harus disengkuyung bareng sehingga kemudian cita-cita kita bersama akan terwujud lebih cepat,” ujar Iswar, sapaan akrab sekda Kota Semarang.

Iswar juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran TNI Kodim 0733/Kota Semarang atas perhatian dan sumbangsihnya dalam mendukung pembangunan di Kota Semarang melalui program TMMD. Tidak hanya berkelanjutan, pelaksanaan TMMD tahun ini juga terdapat peningkatan, yang semula hanya 3 tahap per tahun menjadi 4 tahap per tahun.

“Ruang lingkup kegiatan di masing-masing lokus berupa Kegiatan Fisik, Non Fisik, Perbaikan RTLH (CSR Baznas), dan Penyediaan Tower Air (PDAM). Saya optimis kegiatan fisik dan non fisik pada TMMD ini Insyaa Allah bisa mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat, seperti kesehatan, pendidikan, dan ekonomi,” kata Iswar.

Selain kegiatan fisik dan non fisik, TMMD juga menggelar pembinaan dan pemberdayaan masyarakat, serta penanaman nilai-nilai bela negara dan wawasan kebangsaan yang berguna untuk mengembangkan kemampuan dan nasionalisme masyarakat. Iswar menghimbau seluruh warga masyarakat Rowosari untuk mendukung dan mensukseskan TMMD Tahap III ini.

Pada kesempatan tersebut, Iswar juga menyatakan telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan berbagai pihak untuk mengantisipasi banjir hingga kekeringan yang rawan terjadi di Rowosari. Menurutnya, penyebab utama banjir di Rowosari adalah maraknya alih fungsi lahan di Semarang bagian atas sehingga berdampak ke daerah Semarang bagian bawah, termasuk Rowosari.

“Saya sudah menemui Pak Sekda Provinsi, saya menyampaikan apa sih yang diharapkan dari Kota Semarang untuk persoalan hulu-hilir? Saya bilang cita-cita kita bagaimana sudah tidak ada limpasan dari aliran air yang cukup banyak yang dari atas,” terang Iswar.

“Untuk antisipasi kekeringan di Rowosari, teman-teman BPBD sudah menyiapkan skenarionya, PDAM kan sudah menyiapkan juga. Tahun kemarin banyak bantuan. Dari swasta, terutama dari PDAM. Kekeringan itu kan biasa ya, yang penting konsumsi air masyarakat yang dibutuhkan masih ada, suplainya masih aman,” tandas Iswar.

Bentuk TP2TBC, Pemkot Semarang Targetkan Bebas TB Tahun 2028

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Kesehatan atau DKK menargetkan eliminasi atau bebas penyakit Tuberkulosis (TBC) di tahun 2028. Secara Nasional sendiri pemerintah menargetkan pada 2030. Salah satu upayanya adalah dengan membentuk Tim Percepatan Penanggulangan TB (TP2 TBC) lintas sektor baik pemerintah maupun non pemerintah yang meliputi unsur kesehatan dan non kesehatan.

Tim Percepatan Penanggulangan TB (TP2 TBC) ini kemudian menajamkan aksi nyata melalui Workshop Sosialisasi dan Perencanaan Kerja pada lintas OPD-swasta pada Selasa (23/7) di Hotel Novotel Semarang.

Wali kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu atau yang akrab disapa Mbak Ita mengatakan bahwa workshop ini akan memberikan pemahaman yang baik kepada seluruh peserta tentang tugas, peran dan fungsi, serta dapat bekerja sama dengan baik dalam upaya penanggulangan TBC di Kota Semarang.

“Komitmen bersama dalam upaya penanggulangan TBC di mana target eliminasi TBC Pemerintah pusat adalah pada 2030 dapat tercapai, Kota Semarang optimis dapat mencapai pada tahun 2028,” tutur Mbak Ita.

Lebih lanjut Mbak Ita mengungkapkan kendati sebagai target eliminasi TBC yang ambisius, namun bukan berarti tidak mungkin untuk dicapai. Butuh kerja sama semua pihak termasuk pemerintah, masyarakat, dan organisasi non pemerintah agar target ini dapat diraih.

“Mari bersama-sama kita wujudkan Kota Semarang bebas TBC pada 2028, terima kasih juga kepada USAID BEBAS-TB yang mendukung kegiatan ini,” pungkasnya.

Sementara itu Anggun Dessita Wandastuti, Ketua Tim Kerja Pengendalian Penyakit Menular Langsung Dinas Kesehatan Kota Semarang menuturkan Tim Percepatan Penanggulangan TBC ini ada banyak sektor di mana hampir semua OPD terlibat kemudian ditambah swasta, media, dan akademisi.

Menurutnya, kegiatan workshop ini lebih pada sosialisasi dan implementasi terkait Tim Percepatan Penanggulangan TB di kota Semarang. Bagaimana implementasi nyata yang dapat dilakukan masing-masing instansi untuk penanggulangan TBC.

“Aksi nyata yang sudah dilakukan. Kegiatan menentukan target dari masing-masing instansi dalam rangka penanggulangan TBC,” katanya.

Pembentukan tim ini sudah ada sejak bulan Mei 2024, awal terbentuknya adalah permasalahan TBC tidak hanya pada masyarakat bukan pada persolan kesehatan saja. Tapi ada efek sosial ekonomi yang terdampak pada pasien dan lingkungannya.

Banyak terjadi pasien TBC akhirnya tidak produktif, dikucilkan, diskriminasi lingkungan kerja hingga pemecatan hubungan kerja oleh tempat kerja. Hal ini berdampak pada kondisi sosial dan ekonomi keluarga pasien.

“Jadi selama ini adalah timbulnya masalah lainnya. Bukan saat selesai minum obat terus sembuh, tapi banyak permasalahan yang menyangkut pasien,” katanya. Oleh karenanya butuh peran banyak pihak, selain pengobatan secara kesehatan juga penting dalam edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat umum.

“Implementasi awal lebih pada penanganan sosial ekonomi, jadi mulai identifikasi dari masing-masing pasien apakah memang membutuhkan dalam mendukung pasien itu agar selesai pengobatannya,” katanya.

Anggun menyampaikan, penanganan preventif TBC ini lebih banyak pada peran edukasi lintas sektor, misal edukasi yang memiliki kelompok binaan, kelompok sasaran, dengan minimal ada edukasi. Sedangkan kuratifnya ada pada pasien yang membutuhkan bantuan.

Untuk fasilitas kesehatan sudah ada di semua rumah sakit, Puskesmas dan menyasar klinik swasta juga. Sudah ada 130 klinik swasta yang aktif dalam pengobatan TBC. Termasuk layanan jamkes BPJS berkomitmen dalam penanganan TBC. “Jadi penanganan tidak hanya di Rumah Sakit, misal yang tidak ada komorbid atau penyulit dia cukup pengobatan di Puskesmas dan klinik ini kan lebih dekat dari akses pengobatan dan rumah mereka,” katanya.

Dirinya menyampaikan untuk kondisi kasus TBC di kota Semarang ada sekitar 3.400-an kasus baru di kota Semarang. Dengan per bulan sekitar hampir 500 pasien baru di kota Semarang yang mencakup anak-anak, balita, usia produktif, lansia, di semua kalangan strata sosial ekonomi.

Melalui Tim m Percepatan Penanggulangan TB ini selain mengeliminasi TBC di 2028, juga akan mengurangi beban negara yang cukup tinggi secara anggaran.

“Kalau kita bisa mengurangi pasien, itu dapat menghemat keuangan negara juga tinggi. Dari situ maka semakin dapat kita tekan,” katanya.

Di kota Semarang pilot projeknya ada di Kecamatan Semarang Utara, sebab di wilayah itu kompleks permasalahannya. Selain pasiennya banyak, sosial ekonominya juga kurang. “Kalau sudah berjalan baik, maka kita perluas di lokasi lain. Ini antisipasi awal,” katanya. Di Semarang Utara, tahapannya telah dilakukan rapat internal lintas sektor seperti melibatkan Camat, dinas lintas sektor dan swasta. Dengan membentuk tim Semarang Utara Satgas TBC, yang akan rutin melakukan evaluasi. Kemudian melakukan identifikasi resiko pasien sudah dilakukan untuk mengetahui seberapa jauh penanganan yang akan ditindaklanjuti.

“Kita juga sedang mengembangkan sistem monev-nya, seperti apakah dinas tertentu sudah melaksanakan apa saja apakah sudah sesuai sasaran, indikatornya jumlah mortalitasnya, penurunannya, lalu penemuan kasus barunya,” pungkasnya.

RSWN Semarang Luncurkan Aplikasi Program Deteksi Kesehatan Mental Bagi Pelajar

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Rumah Sakit Daerah KRMT Wongsonegoro Kota Semarang terus berinovasi untuk melayani masyarakat. Terbaru, Selasa (23/7) Pemkot Semarang meluncurkan program untuk mendeteksi kesehatan mental siswa-siswi SMP bernama Wongso Sultan Mataram. Wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengapresiasi program tersebut mengingat pentingnya deteksi dini kesehatan mental remaja di Kota Semarang.

“Ini merupakan sistem atau aplikasi terkait dengan kesehatan mental remaja. Kesehatan mental menjadi yang utama, karena kalau pendidikan sekolah biasa, akademik masih bisa dipelajari. Tetapi kalau namanya mental ini kan kita harus deteksi awal,” ujar mbak Ita sapaan akrabnya. Terlebih kini semakin banyak ditemukan kasus bunuh diri atau bullying di lingkungan sekolah.

Dirinya menambahkan bahwa aplikasi ini sangat penting untuk menyiapkan generasi emas 2045 agar anak-anak Semarang memiliki kesehatan mental yang baik. “Sehingga kita harapkan memang menjadi anak-anak yang hebat sesuai kompetensi masing-masing,” tambahnya.

Program ini mengembangkan SDQ (Strength and Difficulties Questionnaire) digital yang diberi nama WONGSO SULTAN MATARAM dalam aplikasi MY RSWN yang dapat diunduh dari Play Store. SDQ digital ini adalah kuesioner singkat mengenai atribut positif dan negatif anak dan remaja yang terdiri dari 25 item.

Hasil penelitian deskriptif terhadap 578 pelajar SMP di Semarang yang dilakukan oleh dr. Fitri Hartanto dan dr. Hendriani Selina, menunjukkan bahwa masalah emosi ditemukan pada 18,5% siswa, perilaku 13,9%, total difficulties 9,1%, prososial 8,1%, hiperaktif 4,9%, dan peer group 3,8%. Studi awal penggunaan aplikasi SDQ digital di dua SMP juga menemukan lima siswa yang memerlukan bimbingan dengan psikiater di RSWN.

Direktur RSWN, dr. Eko Krisnarto, menjelaskan bahwa aplikasi ini adalah bagian dari program Rumah Sakit Tanpa Dinding (RSTD) RSWN. “Ini adalah implementasi rumah sakit tanpa dinding RSUD KRMT Wongsonegoro Kota Semarang sebagai pusat layanan konsultasi, terapi, dan rehabilitasi kesehatan mental remaja Kota Semarang yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas kesehatan generasi emas,” jelas Eko. Aplikasi ini memungkinkan siswa SMP untuk mengisi kuesioner yang terdiri dari 25 item, yang akan membantu menilai gangguan perilaku, gangguan peer group, dan gangguan emosional.

“Sasarannya yakni semua SMP, semua siswa SMP mengisi kuesioner tersebut. Kemudian kita kumpulkan dan screening lagi. Setelah diisi, guru BK akan mencocokkan melihat hasilnya dan bekerja sama dengan psikolog untuk menentukan langkah selanjutnya,” ujar Eko. Nantinya bila ditemukan siswa yang membutuhkan pendampingan, pihaknya juga akan melibatkan psikiater maupun psikolog yang bekerjasama dengan Universitas Soegijapranata agar siswa-siswi tersebut memperoleh perhatian lebih.

Pada kesempatan ini, RSWN juga menggandeng serta guru BK sebagai mitra di sekolah dan TP PKK yang mendampingi para remaja di lingkungan rumah. Keluarga memiliki peran penting dalam mencegah gangguan kesehatan mental remaja dan menyebutkan bahwa faktor-faktor seperti kurangnya perhatian anggota keluarga, tuntutan orang tua yang berlebihan, serta seringnya pertengkaran orang tua dapat memicu gangguan tersebut.

Dengan peluncuran aplikasi WONGSO SULTAN MATARAM, RSWN berharap dapat memberikan solusi preventif dan promotif untuk kesehatan mental remaja di Kota Semarang.

Setor Dividen Rp3,09 Triliun, Kementerian BUMN Dukung PLN Lanjutkan Transformasi Bisnis

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) menerima Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan PT PLN (Persero) Tahun Buku 2023 yang digelar di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada Senin (22/7).

Dalam RUPS tersebut, Pemerintah mengapresiasi upaya PLN selama tahun 2023 yang kembali mencetak kinerja terbaik sehingga mampu berkontribusi dengan dividen bagi negara sebesar Rp3,09 triliun atau mencapai satu setengah kali dari target yang ditetapkan.

Selain kontribusi ke negara melalui setoran dividen yang mencapai Rp3,09 triliun, PLN juga sukses berkontribusi melalui Pendapatan Pajak (pajak penghasilan, PPN, bea materai, bea masuk, pajak daerah & retribusi daerah) dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang mencapai Rp52,57 triliun.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan, pada RUPS tahun ini PLN melaporkan Kinerja Keuangan Tahun Buku 2023 di mana transformasi PLN kembali sukses menghadirkan kinerja terbaik.

Laba PLN meningkat 53,12% Year on Year (YoY) dari Rp14,41 triliun pada tahun 2022 menjadi Rp22,07 triliun pada tahun 2023.

Kinerja keuangan apik PLN ditopang pertumbuhan penjualan listrik tahun 2023 yang mencapai 288,44 Terrawatt hour (TWh) atau meningkat sebesar 5,36% YoY dari 273,76 TWh pada 2022 lalu.

Hal ini berdampak pada total pendapatan Perseroan yang mencapai Rp487,38 triliun pada 2023 atau tumbuh signifikan dibandingkan raihan tahun 2022 yang sebesar Rp46,25 triliun.

“Capaian ini diperoleh atas perjuangan seluruh insan PLN yang menjalankan transformasi berbasis digital secara end to end. Mulai dari sistem pembangkit, transmisi, distribusi, pengadaan, sistem keuangan, sistem planning hingga restrukturisasi organisasi dan pelayanan pelanggan, sehingga kini PLN menjadi makin lincah, unified, kokoh dan trengginas,” terang Darmawan.

Darmawan juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah, khususnya Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Keuangan dan stakeholder lainnya atas dukungan terhadap upaya transformasi yang terus dijalankan perseroan.

“Buah dari transformasi ini mustahil PLN raih tanpa dukungan dari Pemerintah. Pemerintah secara konsisten menjaga daya beli masyarakat dan menghadirkan ekosistem investasi yang menarik bagi para pelaku bisnis dan industri sehingga konsumsi listrik terus tumbuh,” jelas Darmawan.

Darmawan menegaskan sebagai BUMN, PLN akan terus melaksanakan amanah negara untuk memastikan seluruh penjuru Indonesia bisa menikmati layanan kelistrikan yang andal dan terjangkau.

“Listrik ini merupakan kebutuhan primer bagi masyarakat. Dengan arahan serta bimbingan Bapak Erick Thohir selaku Menteri BUMN yang proaktif mengawal PLN dari level strategis hingga teknis di lapangan, kami optimistis mampu memberikan listrik andal sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat Indonesia,” tutup Darmawan.

PLN Peduli Serahkan Bantuan TJSL untuk Konservasi Daerah Tangkapan Air di Salatiga

0

SALATIGA (Pertamanews.id) – PLN Peduli sebagai bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) terus menunjukkan komitmennya untuk turut menjaga kelestarian lingkungan.

Kali ini bantuan diserahkan oleh PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) dengan menyasar pada program konservasi daerah tangkapan air di Kota Salatiga.

Bantuan yang diserahkan langsung kepada PJ Wali Kota Salatiga tersebut berupa pembuatan sumur resapan dan penanaman pohon yang bertujuan untuk mendukung masa depan berkelanjutan.

Penyerahan bantuan dilaksanakan dalam kegiatan Gerakan Masyarakat Randuacir. Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Tengah 4 (UPP JBT 4), Ainanto Nindyo menyampaikan pentingnya upaya konservasi lingkungan untuk keberlanjutan lingkungan hidup. Upaya ini juga bagian dari tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat dan alam.

“Kami berharap, melalui program ini, bisa membantu menjaga keseimbangan ekosistem serta mengurangi risiko bencana alam seperti banjir dan kekeringan,” ujar Ainanto.

Sumur resapan yang dibuat dalam program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan daya serap air tanah sehingga dapat mencegah banjir saat musim hujan dan menjaga ketersediaan air saat musim kemarau.

Selain itu, penanaman pohon juga menjadi fokus utama dalam program ini mengingat pohon memiliki peran penting dalam menjaga kualitas udara dan mengurangi emisi karbon.

Program konservasi daerah tangkapan air ini juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) yang dicanangkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Program ini terkait langsung dengan TPB 13 yaitu mengambil tindakan mendesak untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya serta TPB 15 terkait dengan upaya melindungi, merestorasi, dan mendukung pemanfaatan berkelanjutan ekosistem darat.

PJ Wali Kota Salatiga, Yasip Khasani menyampaikan apresiasinya kepada PLN atas program PLN Peduli.

“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Selain membantu meningkatkan kualitas lingkungan, program ini juga bisa menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk ikut serta dalam upaya konservasi lingkungan,” kata Yasip.

PLN Peduli berkomitmen untuk terus melaksanakan program-program serupa di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya mewujudkan masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Dengan dukungan dari berbagai pihak, PLN meyakini bahwa upaya konservasi lingkungan ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi generasi mendatang.

Sinergi Semakin Kuat, PLN Siap Gas Pembangunan Sistem Kelistrikan Jawa Tengah

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) melaksanakan konsinyering dengan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah. Upaya ini dilakukan agar sinergi antar kedua belah pihak semakin menguat khususnya dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di Jawa Tengah.

Senior Manager Perizinan, Pertanahan dan Komunikasi, Achmad Ismail menjelaskan bahwa saat ini unitnya memiliki sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) di Jawa Tengah.

Oleh karena itu, dirinya merasa PLN sangat membutuhkan pendampingan dari kejaksaan khususnya terkait dengan hukum.

“Untuk proyek, masih cukup banyak yang sedang kami kerjakan di Jawa Tengah ini. Beberapa di antaranya adalah PSN, seperti KIT (Kawasan Industri Terpadu) Batang dan KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Kendal. Itu kami harus segera kami rampungkan karena akan menjadi salah satu penggerak perekonomian daerah,” terang Ismail.

Ismail melanjutkan, PLN akan melakukan upaya percepatan untuk proyek-proyek tersebut.

Namun, dirinya menginginkan agar langkah percepatan tersebut juga tetap sesuai dengan aturan yang berlaku.

Oleh karena itu, menurutnya, PLN perlu semakin mempererat sinergisitas dengan Kejaksaan terutama untuk mendampingi dan mengawasi PLN agar setiap pekerjaan dapat selesai sesuai biaya, mutu dan waktu yang telah ditentukan.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Ponco Hartanto memberikan apresiasi atas kepercayaan yang telah PLN berikan kepada pihaknya khususnya dalam pendampingan untuk pembangunan infrastrukutur kelistrikan di Jawa Tengah.

Ponco mengatakan bahwa Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah akan selalu siap mendukung pembangunan, apalagi yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat umum.

“Terima kasih sudah memberikan kepercayaan kepada Kejati Jateng untuk mendampingi dalam proses pembangunan infrastruktur kelistrikan. Semoga semua pekerjaan bisa selesai dengan baik, tepat waktu dan terhindar dari masalah hukum,” kata Ponco.

Turut hadir dalam pertemuan ini Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN Unit Induk Transimisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT), Manager Sub Bidang Pertanahan dan Aset PLN UIP JBT, dan Manager Sub Bidang Komunikasi PLN UIT JBT.