spot_img
Beranda blog Halaman 250

Lima Tahun Kepemimpinan Erick Tohir, Perkuat Peran BUMN dalam Pembangunan Ekonomi Sosial melalui Program TJSL

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – PT PLN (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dikenal dengan PLN Peduli, telah menyerahkan bantuan kepada Desa Sugihan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, dalam Program Bantuan Desa Berdaya.

Program yang difokuskan untuk mengembangkan potensi ekonomi desa melalui pemberdayaan UMKM ini dilaksanakan oleh tim TJSL PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (PLN UIP JBT) berkolaborasi dengan Pemerintah Desa setempat serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Maju Lancar.

Bantuan tersebut meliputi pembangunan galeri UMKM, pemberian alat-alat peningkatan produksi, pelatihan pengelolaan keuangan dan pemasaran, serta pendampingan bagi pelaku UMKM di Desa Sugihan agar dapat naik kelas.

Diharapkan dengan adanya bantuan ini, masyarakat desa dapat mengoptimalkan potensi yang dimiliki serta meningkatkan taraf hidup mereka.

Manager UPP Jawa Bagian Tengah 4, Bapak Ainanto Nindyo, dalam sambutannya menyampaikan, “Kami berharap bantuan ini dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Desa Sugihan. Program ini tidak hanya memberikan bantuan material, tetapi juga pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengembangkan usaha mereka.”

Program Bantuan Desa Berdaya ini merupakan bagian dari komitmen PLN untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya dalam mengurangi kemiskinan (SDG 1), memajukan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan (SDG 8), serta mendukung inovasi industri dan infrastruktur (SDG 9).

Selama lima tahun kepemimpinan Erick Thohir sebagai Menteri BUMN, banyak inisiatif strategis yang telah dijalankan untuk memperkuat peran BUMN dalam pembangunan ekonomi dan sosial. Program Bantuan Desa Berdaya ini adalah salah satu contoh nyata dari upaya tersebut.

Di bawah kepemimpinannya, BUMN telah diarahkan untuk lebih proaktif dalam mendukung pencapaian SDGs dan memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat.

Di tempat terpisah, Senior Manager Pertanahan, Perizinan dan Komunikasi, Achmad Ismail, menyampaikan bahwa pelaksanaan program ini sejalan dengan upaya global untuk mencapai SDGs.

“Dengan memberdayakan UMKM di desa, PLN Peduli turut berperan dalam menciptakan lapangan kerja, mengurangi ketimpangan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Selain itu, melalui pelatihan dan pendampingan, diharapkan masyarakat dapat lebih mandiri dan berdaya saing,” ujar Achmad.

Kepala Desa Sugihan, Bapak Sumadi, menyampaikan apresiasinya terhadap bantuan yang diberikan oleh PLN Peduli. “Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Dengan adanya pelatihan dan modal usaha, masyarakat Desa Sugihan dapat lebih berkembang dan berkontribusi dalam perekonomian daerah,” ujarnya.

Program Bantuan Desa Berdaya ini menjadi contoh nyata bagaimana perusahaan dapat berkontribusi secara langsung dalam pencapaian SDGs melalui inisiatif TJSL. PLN Peduli berkomitmen untuk terus mendukung program-program serupa di berbagai daerah, guna mewujudkan masyarakat yang sejahtera dan berkelanjutan.

Di bawah kepemimpinan Erick Thohir, PLN dan BUMN lainnya telah menunjukkan bagaimana peran korporasi dapat diintegrasikan dengan tujuan pembangunan yang berkelanjutan, membawa manfaat langsung bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

Jaksa Agung ST Burhanuddin Hadiri Pengukuhan Profesor Kehormatan Bambang Sugeng Rukmono UNS Surakarta

0

SOLO (Pertamanews.id) – Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) menjadi saksi dari kehadiran yang luar biasa dari Jaksa Agung Profesor Burhanuddin pada acara Pengukuhan Profesor Kehormatan.

Kehadirannya untuk menghormati Jambin Profesor Bambang Sugeng Rukomono, yang dikukuhkan sebagai guru besar dalam Bidang Ilmu Hukum Pidana Korupsi dan Pemulihan Aset.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Jaksa Agung (Waja) Sunarta, Jajaran Jaksa Agung Muda, Kajati Jateng Ponco Hartanto dan jajaran Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri se – Indonesia dan tamu undangan lainnya.

Dalam orasi ilmiahnya, Jaksa Agung Profesor ST Burhanuddin memberikan sorotan mendalam mengenai orasi ilmiah yang disampaikan oleh Jambin yang berjudul “Mewujudkan Central Authority Sebagai Bagian Integrated Justice System di Bawah Kewenangan Kejaksaan sebagai Upaya Optimalisasi Asset Recovery.

“Suatu kebanggaan dan kehormatan bagi saya untuk mengulas orasi ilmiah yang telah disampaikan oleh Profesor Bambang Sugeng Rukmono. Pada prinsipnya kami sangat mengapresiasi dan mendukung gagasan yang disampaikan dalam rangka pembaharuan hukum di Indonesia,” ujarnya

Menurutnya, judul orasi ilmiah yang diangkat sangat aktual dan relevan dalam perkembangan hukum di Indonesia.

Praktik korupsi nyaris merasuki setiap lini kehidupan dan selalu terulang meskipun telah dilakukan pemberantasan tanpa henti.

Padahal, beberapa instrumen penegakan tindak pidana korupsi yang tersedia di Indonesia sudah dalam tataran komprehensif serta telah dilaksanakan dengan masif oleh setiap lembaga penegak hukum termasuk Kejaksaan.

Namun, Jaksa Agung menyampaikan instrumen-instrumen pemberantasan korupsi tersebut menunjukkan, masih kurang ampuh dalam pemberantasan korupsi. Hal tersebut ditunjukan dengan realitas saat ini, bahwa kejahatan rasuah tidak mengalami penurunan, bahkan ada indikasi kenaikan.

“Hal tersebut mengisyaratkan bahwa upaya secara represif yang dilakukan dalam penegakan hukum tidak cukup. Dengan demikian diperlukan langkah-langkah perbaikan sistem secara sinergi dan komplementer dalam optimalisasi penanggulangan dan pencegahan khususnya dalam hal pengembalian aset negara hasil tindak pidana korupsi,” ujar dia.

Selain itu, Jaksa Agung menyatakan, jumlah kerugian negara yang ditimbulkan dari tindak pidana korupsi sudah sedemikian masif, yang membuat negara Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkat korupsi paling tinggi di dunia.

Hal itu sejalan dengan mengembalikan keuangan negara dari para pelaku korupsi yang tidak semudah mengembalikan barang bukti tindak pidana lain.

Di sisi lain, penanganan tindak pidana korupsi oleh Institusi Kejaksaan sudah maksimal dalam upaya pengembalian kerugian negara.

Hal tersebut ditenggarai, keberhasilan Kejaksaan mengungkap dan menangani kasus-kasus korupsi besar seperti kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Bailout Bank Century, Asuransi Jiwasraya dan Asabri, dan yang terbaru Korupsi Tata Kelola Timah yang mengakibatkan kerugian negara lebih dari Rp300 triliun.

Upaya tersebut sejalan sebagaimana amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2021 tentang Kejaksaan Republik Indonesia, kewenangan fundamental yang dimiliki oleh Kejaksaan adalah melakukan kegiatan penelusuran, perampasan, dan pengembalian aset perolehan tindak pidana dan aset lainnya kepada negara, korban, atau yang berhak.

Oleh karena itu, parameter keberhasilan Kejaksaan dalam menangani tindak pidana korupsi juga tercatat dengan jumlah pengembalian keuangan negara yang besar.

Pada tahun 2023, total pengembalian aset yang dilaksanakan oleh Kejaksaan mencapai Rp4.467.944.903.697 (empat triliun empat ratus enam puluh tujuh milyar sembilan ratus empat puluh empat juta sembilan ratus tiga ribu enam ratus sembilan puluh tujuh rupiah).

“Capaian tersebut memperjelas bahwa peran institusi Kejaksaan dalam hal pemulihan aset di dalam sistem peradilan pidana terpadu menjadi sangat krusial, baik ditinjau dari kesejahteraan negara sampai dengan terangkatnya derajat penegakan hukum Indonesia khususnya dalam perkara tindak pidana korupsi,” ujar Jaksa Agung.

Jaksa Agung mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi adalah proses penyitaan aset yang berada di luar yurisdiksi Indonesia.

Kesulitan terbesar para penegak hukum dalam mengejar aset yaitu diperlukannya perizinan birokrat yang membuat penegakan hukum menjadi lambat.

“Perlu kita cermati bersama, dalam proses penegakan hukum pro justicia berdasarkan hukum acara, Kementerian Hukum dan HAM tidak mengambil bagian di dalam-nya, sehingga hal ini menjadi kendala bagi Kementerian Hukum dan HAM karena tidak mengetahui secara rinci substansi kasus posisi suatu perkara padahal mereka diposisikan sebagai central authority perampasan aset, hal ini pada akhirnya berdampak pada terhambatnya proses perampasan aset,” imbuh Jaksa Agung.

Dalam konteks Central Authority perampasan aset, Jaksa Agung memandang idealnya wewenang tersebut akan optimal apabila berada pada lembaga yang memiliki kewenangan penyidikan, penuntutan, dan eksekusi dalam proses penyelesaian suatu perkara pidana.

Oleh karena itu, agar proses perampasan aset dapat dilakukan secara efektif dan optimal, penting bahwa Central Authority dilaksanakan oleh Kejaksaan, mengingat Kejaksaan merupakan satu-satunya instansi pelaksana putusan pidana (executive ambtenaar).

Jaksa Agung beranggapan pandangan ini sejalan dengan gagasan yang telah disampaikan oleh Prof. (HC-UNS) Dr. Bambang Sugeng Rukmono, S.H., M.M., M.H., yang mendorong central authority sebagai bagian dari integrated criminal justice system yang berada di bawah kewenangan Kejaksaan Republik Indonesia.

“Solusi yang ditawarkan ini dapat menjadi pendorong percepatan penanganan perkara, khususnya dalam penelusuran dan perampasan aset yang berada di luar negeri serta pada akhirnya dapat memperkuat sistem peradilan di Indonesia,” tutur Jaksa Agung.

Menutup ulasannya, Jaksa Agung atas nama pribadi maupun selaku pimpinan Kejaksaan Republik Indonesia mengucapkan selamat atas Pengukuhan Profesor Kehormatan dalam Bidang Ilmu Hukum Pidana Korupsi dan Pemulihan Aset pada Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret, Profesor Bambang Sugeng Rukmono

“Semoga dengan amanah yang diemban dapat terus memberikan kerja nyata dan karya nyata bagi kemaslahatan hukum di Indonesia,” pungkas Jaksa Agung.

Pemkot Semarang Sabet Penghargaan Peringkat 1 Terbaik salam Grand Desain Pembangunan Kependudukan (GDPK) Award 2024

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Bulan Juni ini menjadi berkah tersendiri buat Kota Semarang. Berbagai penghargaan di tingkat Provinsi, nasional hingga internasional berhasil diraih ibu kota Provinsi Jawa Tengah.

Usai meraih penghargaan United Nations Public Service Awards dari PBB terkait program inovasi pengentasan stunting di Incheon, Korea Selatan Rabu (26/6) lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang di bawah kepemimpinan Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu kembali menorehkan prestasi. Kali ini, Kota Semarang mendapatkan penghargaan terbaik 1 Pemerintah Kabupaten/Kota dalam Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) Award tahun 2024.

Pemberian penghargaan tersebut masuk dalam salah satu rangkaian kegiatan apresiasi dan penghargaan Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2024 dalam peringatan Hari Keluarga Nasional ke-31.

Asisten Pemerintahan Sekda Kota Semarang M. Khadik mewakili Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu menerima penghargaan yang diserahkan secara langsung oleh Kepala BKKBN RI, Dr. (H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K), di PO Hotel Kota Semarang, Rabu (26/6) lalu.

“Pemerintah Kota Semarang telah melakukan penyusunan dan pemanfaatan Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK). Ini sebuah dokumen yang kami pandang sangat penting dalam mewujudkan pertumbuhan penduduk yang seimbang dan berkualitas,” ujar Mbak Ita, sapaan akrab wali kota saat dimintai keterangan, Kamis (27/6).

Menurutnya, GDPK sudah disusun sejak tahun 2020 dengan melibatkan tim yang terdiri dari Perangkat Daerah terkait, BPS, akademisi dan organisasi (Koalisi Kependudukan).

Mbak Ita menyebut, dokumen GDPK kota Semarang memiliki lima pilar. Di antaranya yakni pengendalian kuantitas penduduk, peningkatan kualitas penduduk, pembangunan keluarga, penataan persebaran dan pengarahan mobilisasi penduduk, serta penataan administrasi kependudukan.

Berbagai program unggulan, mulai dari pelayanan KB gratis kepada masyarakat, mobil pelayanan KB keliling 2 unit bus, tali asih Rp.1.000.000,-/orang bagi peserta KB pria, Permaisuri (Pemantauan Pelayanan Kesehatan Ibu di Fasilitas Kesehatan Terintegrasi). Selain itu juga ada program Audit Maternal Perinatal yaitu upaya untuk menekan angka kematian ibu dan angka kematian bayi, pencegahan perkawinan dini.

“Termasuk inovasi program SANPIISAN (Sayangi Dampingi Ibu Anak Kota Semarang) yang meraih penghargaan Internasional dari United Nations atau PBB terkait UN Public Service Awards (UNPSA),” terangnya.

Program unggulan lainnya untuk mendukung pilar peningkatan kualitas penduduk antara lain Pelangi Nusantara sebagai pusat pelayanan gizi masyarakat, Ambulance Hebat yang dapat diakses masyarakat gratis dan 24 jam, Cempaka (Cegah Stunting Bersama Pengusaha Kota Semarang). Ada juga program Melon Musk (Milenial Bergotong-royong Mengentaskan Stunting di Kota Semarang), Piterpan (Pelayanan & Edukasi Kesehatan Terpadu Pelajar Kota Semarang).

Selain itu, ada pula Penanganan Stunting Lintas Sektor Bagi Baduta (Rumah Pelita) yakni berupa 10 Daycare Rumah Pelita sebagai tempat penitipan anak dengan stunting dan daycare yang sangat signifikan dalam menekan angka stunting.

Pemerintah Kota Semarang juga melakukan Kampanye Cegah Stunting dan peluncuran Buku Resep Cegah Stunting yang merupakan resep arahan Presiden Ke lima Megawati Soekarnoputri yang ditulis oleh Wali Kota Hevearita Gunaryanti Rahayu. “Implementasi GDPK secara berkelanjutan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat serta membantu dalam peningkatan pencapaian indikator pembangunan daerah di Kota Semarang,” imbuhnya.

Terbukti, Indeks Pembangunan Manusia Kota Semarang meningkat dari 83,55 (tahun 2021) menjadi 84,43 (tahun 2023), Angka Kemiskinan menurun dari 4,56 persen (tahun 2021) menjadi 4,23 persen (tahun 2023), Angka Kemiskinan Ekstrem yang menurun dari 0,41 persen (tahun 2021) menjadi 0 persen (tahun 2023).

Selanjutnya, Tingkat Pengangguran Terbuka yang menurun dari 9,54 persen (tahun 2021) menjadi 5,99 persen (tahun 2023), Laju Pertumbuhan Ekonomi yang meningkat dari 5,16 (tahun 2021) menjadi 5,79 (tahun 2023), Prevalensi Stunting yang menurun dari 21,30 persen (tahun 2021) menjadi 10,40 persen (tahun 2022) dan Pemerintah Kota Semarang menargetkan pada tahun 2024 ini stunting berada pada posisi 0 persen sama seperti halnya kemiskinan ekstrem.

Jaksa Agung Muda Pembinaan Bambang Sugeng Rukmono Dikukuhkan Guru Besar Ilmu Hukum UNS Surakarta

0

SOLO (Pertamanews.id) – Jaksa Agung RI ST Burhanuddin menghadiri pengukuhan Jaksa Agung Muda Pembinaan (Jambin) Kejagung RI, Bambang Sugeng Rukomono.

Jambin Bambang, dikukuhkan sebagai Guru Besar Kehormatan di Bidang Hukum Pidana Korupsi dan Pemulihan Aset pada Fakultas Hukum (FH) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Pengukuhan dilaksanakan , di auditorium GPH Haryo Mataram, UNS, Surakarta Jumat (28/6). Pengukuhan dilakukan langsung Plt Rektor UNS, Chatarina Muliana.

Profesor Bambang yang juga alumnus Fakultas Hukum UNS ini, memulai karirnya sebagai Pegawai Kejaksaan pada tahun 1989. membawakan pidato inagurasi yang berjudul “Mewujudkan Central Authority Menjadi Bagian Integrated Justice System Di Bawah Kewenangan Kejaksaan Sebagai Upaya Optimalisasi Asset Recovery”.

Dalam pidatonya disampaikan tentang urgensi central authority menjadi bagian dari integrated justice system di bawah Kejaksaan untuk mengoptimalisasi perampasan aset hasil korupsi yang berada di luar negeri.

Dalam orasi ilmiahnya, menyoroti tentang pengembalian aset negara dapat ditinjau dari teori kemanfaatan sebagai tujuan hukum.

Jika aset hasil korupsi dikembalikan kepada negara maka akan memberikan kemanfaatan bagi negara untuk mensejahterakan masyarakatnya.

Rumitnya perampasan aset hasil korupsi yang berada di luar negeri salah satunya dikarenakan proses birokrasi yang tidak efektif yang mengakibatkan penegakan hukum menjadi lemah.

Menururnya, banyak negara maju yang menempatkan central authority menjadi bagian integrated justice system di bawah Kejaksaan Agung misalnya Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia dan Filipina.

” Gagasan tersebut termasuk gagasan yang baru dan jika diterapkan akan memberikan kontribusi positif bagi perkembangan hukum pidana di Indonesia,” kata dia.

Kebaruan gagasan ini yakni pertama rekonstruksi kelembagaan central authority dalam rangka efektivitas penuntutan, kemudian rekonstruksi kelembagaan central authority dalam asas dominus litis, asas oportunitas, dan single prosecution system serta efektivitas asset recovery di luar negeri.

” Semoga pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda khususnya mahasiswa di Universitas Sebelas Maret untuk terus berkarya dan berinovasi demi kemajuan ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Penghargaan Bergengsi untuk Mahasiswa UNDIP atas Inovasi Terkini Irigasi dan Nutrisi Pertanian

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Tim AquaCultiva yang beranggotakan dari tiga mahasiswa jurusan Teknik Elektro UNDIP, yaitu Guntur Awaludin Saptadi, Gevin Faza Qinthara, dan Andromedha Anjar Wasari, berhasil mengharumkan nama Indonesia pada ajang World Young Inventors Exhibition 2024 yang diadakan di Kuala Lumpur Convention Center (KLCC) pada 16-18 Mei 2024.

Dengan mengusung proyek berjudul “Smart Irrigation and Control Nutrient System for Sustainable Agriculture,” tim AquaCultiva ini meraih dua penghargaan bergengsi pada kompetisi ini yaitu penghargaan Best Young Inventor Champion Excellence Award dan Gold Medal Award.

Mewakili tim, Andromedha Anjar Wasari dari Teknik Elektro angkatan 2020, menjelaskan, proyek yang dirancang tim AquaCultiva adalah sebuah sistem irigasi otomatis yang juga mengintegrasikan sistem kontrol nutrisi menggunakan kontrol PID untuk mengatur kecepatan motor pompa air.
” Dimana sistem tersebut digunakan untuk memanfaatkan mekanisme venturi untuk penyerapan nutrisi, dimana kecepatan debit air mempengaruhi tingkat daya serap venturi berdasarkan prinsip fisika dan parameter yang dibutuhkan,” ujar Andromedha.

Inovasi yang ditawarkan oleh AquaCultiva tidak hanya terbatas pada pengaturan irigasi dan nutrisi. Sistem ini juga dapat dikendalikan dari jarak jauh melalui aplikasi mobile yang dikembangkan khusus untuk memudahkan pengguna.

Lebih menarik lagi, AquaCultiva menggunakan Machine Learning untuk memahami kondisi tanaman dan menyesuaikan waktu penyiraman berdasarkan cuaca dan kebutuhan tanaman secara adaptif. Pendekatan ini memastikan bahwa tanaman mendapatkan jumlah air dan nutrisi yang tepat, mendukung pertumbuhan optimal dan berkelanjutan.

Kompetisi yang diselenggarakan oleh Malaysian Invention and Design Society (MINDS) ini menarik perhatian 700 tim dari 15 negara, termasuk China, Saudi Arabia, Malaysia, Oman, Thailand, Hong Kong, Indonesia, Taiwan, Korea, Australia, Qatar, Vietnam, UAE, United States, dan Canada. Persaingan yang ketat tidak menghalangi tim AquaCultiva untuk menunjukkan keunggulan inovasi mereka dan membawa pulang penghargaan prestisius tersebut.

“Prestasi AquaCultiva di World Young Inventors Exhibition 2024 ini bukan hanya sekadar kemenangan dalam sebuah kompetisi, tetapi juga sebuah langkah maju dalam menghadirkan solusi berkelanjutan untuk pertanian di Indonesia. Semoga inovasi ini menjadi teladan bagi banyak pihak dan mendorong lebih banyak inovasi berfokus pada keberlanjutan dan kemajuan teknologi di masa depan,” imbuh Andromedha.

Gencar Lakukan Aksi Kemanusiaan, PLN UIP JBT Gelar Program Donor Darah

0

BANDUNG (Pertamanewa.id) – PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (PLN UIP JBT) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan keterlibatan pegawai dalam berbagai aksi sosial.

Setelah menyelenggarakan aksi peduli lingkungan melalui kegiatan pembersihan Sungai Cikapundung di Kawasan Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda, PLN UIP JBT kini menggelar program donor darah.

Pelaksana Harian (PLH) General Manager UIP JBT, Bapak Kunto Nugroho, menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme para karyawan yang terlibat dalam aksi kemanusiaan ini.

“Program donor darah ini bukan hanya sebagai upaya menjaga kesehatan pegawai, tetapi juga wujud nyata dari nilai-nilai kepedulian, solidaritas, dan kebersamaan yang selalu kita junjung tinggi di PLN,” ujarnya.

Sebanyak 40 kantong darah telah berhasil dikumpulkan dalam kegiatan yang merupakan bagian dari Employee Volunteer Program ini, bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bandung.

PMI menyediakan fasilitas dan tenaga medis untuk memastikan proses donor darah berjalan sesuai prosedur yang berlaku.

Salah satu karyawan PLN UIP JBT, Muhammad Juanda, mengungkapkan kebahagiaannya bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini.

“Saya merasa bangga bisa menjadi bagian dari program ini untuk membantu mereka yang membutuhkan,” katanya.

Ade Koesjanto, selaku Ketua Pengurus PMI Kota Bandung, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif PLN dalam melaksanakan kegiatan donor darah di lingkungan kerjanya.

“PMI berharap kegiatan ini dapat terselenggara secara berkelanjutan untuk tujuan membantu sesama sesuai slogan PMI yakni ‘setetes darah kita berarti untuk mereka’,” harap Ade.

Melalui program ini, PLN berharap dapat terus memberikan kontribusi positif kepada masyarakat, tidak hanya dalam hal penyediaan listrik, tetapi juga melalui berbagai aksi sosial yang bermanfaat.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, PLN juga berharap dapat menginspirasi lebih banyak perusahaan dan individu untuk lebih peduli dan aktif dalam kegiatan sosial, serta terus memperkuat semangat gotong royong yang merupakan ciri khas bangsa Indonesia.

Ketua NPCI Senny Marbun Apresiasi Dukungan Jaksa Agung untuk Paralympic Paris 2024

0

SOLO (Pertamanews.id) – Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI), Senny Marbun, mengucapkan terima kasih kepada Jaksa Agung, ST Burhanuddin, atas dukungan dan pengawalan yang diberikan dalam persiapan tim Indonesia menuju Paralympic Paris 2024.

“Kita selalu dikawal, terima kasih kepada Pak Jaksa Agung, kita selalu dikawal untuk menuju yang terbaik untuk bangsa ini,” ujarnya.

Senny juga mengumumkan bahwa Indonesia akan mengirimkan 10 cabang olahraga (cabor) ke Paralympic Paris 2024.

Terkait target prestasi, Senny dengan nada bercanda menyatakan bahwa mereka tidak menetapkan target yang tinggi.

“Jangan begitu, kalau kita pasang target nanti kita melampaui Tuhan, satu emas sudah cukup,” ucapnya.

Jaksa Agung ST Burhanuddin, memberikan bonus kemenangan bagi atlet yang berprestasi. Ia mengungkapkan bahwa meskipun tidak bisa memberikan janji pasti, namun ada kemungkinan besar akan ada tambahan bonus bagi para atlet.

“Pasti, tapi saya tidak janji, tapi Insyaallah pasti ada tambahan,” ungkap Burhanuddin.

Beri Suntikan Semangat, Jaksa Agung ST Burhanuddin Kunjungi Pelatnas Boccia Paralimpics Paris 2024

0

SOLO (Pertamanews.id) – Jaksa Agung ST Burhanuddin dan Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) sekaligus CdM Paralympics Paris, Reda Manthovani dan Kajati Jateng Ponco Hartanto melakukan kunjungan ke Pelatnas Boccia di Solo, Kamis (27/6).

Kunjungan untuk memberikan semangat dan dukungan kepada para atlet NPC yang tengah mempersiapkan diri menuju Paralympics Agustus – September 2024 di Paris.

Jaksa Agung, ST Burhanuddin menyampaikan rasa bahagianya saat bertemu dengan para atlet Paralimpics.

“Suatu kebahagiaan bagi saya, melihat teman-teman yang masih semangat, saya yakin hasilnya lebih baik,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya optimisme dalam menghadapi kompetisi mendatang.

“Kita optimis, kita wajib optimis. Saya juga mantan olahragawan, setiap langkah harus semakin baik, semakin optimis,” ungkap Jaksa Agung

“Tetap semangat dan terus raih kemenangan,” tambahnya.

Sementara itu, CdM Paralimpics, Reda Mantovani menyatakan persiapan atlet sudah mencapai 80 persen.

“Persiapan para atlet, kita sudah 80% siap. Kita juga tidak boleh forsir, kita masih ada satu setengah bulan. Di akhir-akhir sebelum berangkat, mereka harus di slow down agar fisiknya bisa kuat,” ujar Reda.

Mengenai target, Reda menjelaskan bahwa setiap cabang olahraga telah diberikan target oleh Kemenpora.

“Kita sudah dapat target dari Kemenpora, InsyaAllah kita bisa capai,” tambahnya.

Reda menambahkan, total ada 28 atlet yang akan berangkat ke Paris dan mereka akan dilepas sebelum 17 Agustus oleh Presiden Joko Widodo.

“Harapannya oleh Presiden Jokowi di Solo, dengan parade, yang tempatnya sudah kita kunjungi di Karanganyar. Harapannya atlit sehat wal afiat,” ujarnya.

Ferry Wawan Cahyono dan Nana Sudjana Semarakkan Munas BPL PB HMI Jateng

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana, bersama Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono, SPi, MSi, menghadiri Musyawarah Nasional (MUNAS) Ke-VII Badan Pengelola Latihan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (BPL PB HMI) yang diselenggarakan di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jateng, Kota Semarang, pada Rabu (26/6).

Dalam sambutannya, Nana Sudjana menekankan pentingnya peran HMI dalam membangun karakter dan kapasitas kepemimpinan generasi muda Indonesia.

Ia juga menyampaikan apresiasinya terhadap kontribusi HMI dalam menciptakan kader-kader bangsa yang berkualitas.

“Melalui forum ini, saya berharap HMI dapat terus berkontribusi dalam pembangunan nasional dan tetap menjadi pelopor dalam mencetak pemimpin-pemimpin masa depan yang berintegritas dan berdedikasi tinggi,” ujar Nana.

Senada dengan hal itu, Ferry menekankan perlunya kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kemahasiswaan seperti HMI untuk menghadapi tantangan-tantangan masa depan.

Ia meyakini bahwa HMI memiliki peran strategis dalam membentuk karakter pemimpin masa depan yang berintegritas dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

“Generasi penerus harus memiliki fondasi nilai yang kuat. Nilai-nilai inilah yang akan menjadi penuntun mereka dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” kata Ferry

MUNAS Ke-VII BPL BP HMI ini diharapkan dapat menghasilkan keputusan-keputusan strategis yang akan memperkuat peran HMI dalam pembangunan nasional.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan diskusi bagi para anggota HMI dari berbagai daerah.

Acara berlangsung dengan khidmat dan diakhiri dengan sesi foto bersama antara Pj Gubernur Jateng, Wakil Ketua DPRD Jateng, dan para peserta MUNAS.

SJI di Semarang, Ketua PWI Jateng Sebut Wartawan Harus Jadi Faktor Pembeda demi Keunggulan Berita

0

SEMARANG (Harianterkini.id) – Spirit menghadirkan faktor pembeda hendaknya dimiliki seorang wartawan ketika terjun meliput realitas di lapangan. Hanya dengan faktor pembeda inilah, keunggulan sebuah berita akan terlihat.

Hal itu disampaikan Ketua PWI Jawa Tengah Amir Machmud NS saat mengajar di Sekolah Jurnalisme Indonesia (SJI) yang digelar PWI Pusat bersama Kemendikbudristek di hotel New Puri Garden Semarang, Rabu 26 Juni 2024. Materi ajar yang disampaikan Amir bertajuk ”Mencari dan Mengembangkan Berita’’ dan dipandu wartawan senior Widiyartono R.

Menurut Amir, faktor pembeda akan muncul jika wartawan melakukan kreativitas misalnya dengan melakukan riset. Kreativitas dan produktivitas wartawan sendiri, kata dia, selalu diujikan dalam UKW bagaimana wartawan memilih topik dan menentukan angle atau sudut pandang.

Dia lalu mencontohkan berita Euro 2024, wartawan akan diuji sejauh mana kemampuannya membuat angle. Beberapa angle yang menarik dari perhelatan Piala Eropa, kata Amir, diantaranya Cristiano Ronaldo sebagai pemain pertama di dunia yang tampil enam kali di ajang ini, atau alasan mengapa Pelatih Timnas Portugal Roberto Martinez masih mempercayakannya sebagai striker utama.

‘’Pembeda harus hadir ketika kita membuat membuat berita atas realitas dari berbagai sudut pandang,’’ kata kolumnis sepakbola di media online Suarabaru.id ini.

Dalam kesempatan itu, Amir juga membedah terkait disiplin verifikasi yang harus didilakukan wartawan dalam pencarian dan mengembangkan berita. Menurut Amir, tujuan berita dibuat untuk mendapatkan kepercayaan publik.

‘’Agar sebuah berita bisa dipercaya berita harus bisa dipertanggungjawabkan atau akuntabel. Berita yang akuntabel telah melewati disiplin verifikasi. Di sinilah kita akan mengenal cover both side, tabayyun (klarifikasi) serta check and richeck sebagai bagian dari proses verifikasi,’’ kata dosen jurnalistik di sejumlah perguruan tinggi itu.

Dia mengatakan, disiplin verifikasi itu sangat penting ketika wartawan menghadapi fakta di lapangan dan ingin mengembangkan berita. Jika ingin mengembangkan berita, langkah yang bisa ditempuh tentu menggali informasi dari otoritas yang terkait. Misalnya, ketika ada peristiwa kecelakaan lalu lintas tentu ada otoritas yang bisa ditemui seperti polisi, saksi, atapun pihak yang menyaksikan kejadian.

Gunakan Nurani

Salah satu tantangan terbesar wartawan di lapangan, adalah bagaimana menyikapi sebuah realitas yang ingin dijadikan berita. Alasannya, realitas bisa diartikan sebagai kejadian sesungguhnya dan realitas yang menjadi second hand karena adanya intervensi atau pengaruh, baik itu intervensi internal (pengambil kebijakan di redaksi dan pemodal perusahaan pers) maupun eksternal (penguasa, parpol, ormas).

‘’Ketika dihadapkan situasi seperti ini, maka nurani wartawan yang akan berbicara saat melakukan peliputan. Kita akan memilih apakah akan bertanggung jawab atau tidak bertanggung jawab, etis dan tidak etis. Ini kembali ke nurani wartawan,’’ tandasnya.

Selain Amir, pengajar lainnya yang mengisi SJI adalah Kabid Pendidikan dan Pelatihan PWI Pusat Mohammad Nasir yang mendidik agar peserta berpikir kritis. Dia mengutip filsuf Descartes yaitu “Cogito Ergo Sum” yang memiliki arti “Aku Berpikir Maka Aku Ada”.

‘’Setiap wartawan perlu mengasah rasa ingin tahu di balik sebuah peristiwa, misalnya kalimat ‘apakah benar?’’’ ujarnya.

Wartawan senior yang juga mantan ketua PWI Jateng itu mengupas tentang integritas wartawan. Pengajar terakhir di hari kedua SJI adalah Imam Jahrudin Priyanto yang mengajarkan Bahasa Indonesia dalam Jurnalistik. Menurutnya saat ini media bertebaran akronim-akronim. Sebaiknya kata dia, wartawan harus menghindari akronim yang kini cenderung jadi ‘’penyakit’’.

‘’Ada akronim migor, itu kan membingungkan karena artinya mi goreng, bisa minyak goreng. Akronim itu sebanyak menghindari yang kurang efonis (enak didengar), seperti disnakercaspduk. Lebih baik yang efonis saja seperti batagor, bandara, combro, humas, atau Jateng,’’ katanya. **