spot_img
Beranda blog Halaman 3

MORAZEN Yogyakarta Gelar Skrining Kesehatan Karyawan, dari TB hingga HIV

0

KULON PROGO (Pertamanews.id) – MORAZEN Yogyakarta menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi karyawan sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan tenaga kerja.

Kegiatan tersebut bekerja sama dengan UPT Puskesmas Temon II, Palihan, dan diikuti oleh staf MORAZEN Yogyakarta. Pemeriksaan dilakukan untuk membantu karyawan mengetahui kondisi kesehatan sejak dini sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pola hidup sehat.

Sejumlah layanan kesehatan diberikan dalam kegiatan tersebut. Pemeriksaan meliputi antropometri, tanda-tanda vital, pemeriksaan gigi, smoke analyzer, serta skrining Tuberkulosis (TB), Infeksi Menular Seksual (IMS), dan HIV.

General Manager MORAZEN Yogyakarta, David Priambowo, mengatakan kesehatan karyawan menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan mendukung produktivitas.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada seluruh karyawan untuk mengetahui kondisi kesehatan mereka lebih dini. Bagi kami, menjaga kesehatan karyawan merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan mendukung,” ujar David.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan secara rutin dapat membantu karyawan mengenali kondisi kesehatan lebih awal. Langkah tersebut juga diharapkan mendorong karyawan untuk lebih memperhatikan pola hidup dan menjaga kesehatan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kerja sama dengan UPT Puskesmas Temon II, Palihan juga menjadi bagian dari upaya MORAZEN Yogyakarta membangun hubungan positif dengan fasilitas kesehatan serta masyarakat di sekitar hotel.

Melalui kegiatan tersebut, karyawan dapat memperoleh akses pemeriksaan kesehatan secara lebih mudah di lingkungan kerja. Program ini juga menjadi salah satu bentuk perhatian perusahaan terhadap aspek kesehatan tenaga kerja.

MORAZEN Yogyakarta berkomitmen melanjutkan berbagai program yang mendukung kesejahteraan karyawan. Perusahaan berharap kegiatan serupa dapat meningkatkan kesadaran kesehatan sekaligus mendorong terbentuknya lingkungan kerja yang peduli terhadap kesehatan dan kesejahteraan bersama.

Jurnalis FC Semarang Konsisten Libatkan SSB dalam Pembinaan Usia Dini

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Jurnalis FC Semarang memasuki usia keempat pada Agustus 2026. Komunitas wartawan pencinta sepak bola tersebut memperingati hari jadinya dengan menggelar turnamen fun mini soccer dan mini turnamen sepak bola usia dini.

Kegiatan digelar di Kick Off Arena Mini Soccer, Jumat (28/8), dengan melibatkan jurnalis yang bertugas di Semarang, Kendal, Demak, Ungaran, dan Salatiga. Para jurnalis peserta dibagi menjadi lima tim untuk mengikuti pertandingan fun mini soccer.

Mengusung tema “4 Ever on The Field”, perayaan tahun ini juga diisi mini turnamen yang melibatkan empat sekolah sepak bola (SSB). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Jurnalis FC Semarang dalam mendukung pembinaan sepak bola usia dini.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah, Setiawan Hendra Kelana, mengapresiasi kegiatan yang digelar Jurnalis FC Semarang.

Menurut Iwan Kelana, olahraga menjadi sarana bagi wartawan untuk menjaga kebugaran sekaligus memperkuat silaturahmi antarpekerja media.

“Dengan olahraga kegiatan semacam ini juga mampu menjadi ajang silaturahmi, kumpul dan guyub dengan para mitra media dan narasumber,” katanya saat memberikan sambutan.

Ketua Jurnalis FC Semarang, Budi Arista, mengatakan organisasi tersebut telah memasuki usia empat tahun. Dalam dua tahun terakhir, Jurnalis FC konsisten melibatkan SSB dalam rangkaian perayaan hari jadi.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi dapat memberikan manfaat bagi perkembangan sepak bola usia dini di Kota Semarang.

“Semoga dari kegiatan ini bisa membantu SSB di Semarang untuk tumbuh berkembang, dan misi Jurnalis FC ikut serta melakukan pembinaan atlet usia dini akan terwujud di masa yang akan datang,” ujarnya.

Ketua Panitia HUT ke-4 Jurnalis FC Semarang, Mushonifin, menjelaskan mini turnamen tahun ini diikuti empat SSB dengan peserta kelompok usia (KU) 10 tahun dari Semarang dan sekitarnya.

“Peserta berasal dari kelompok usia (KU) 10 tahun dari Semarang dan sekitarnya. Harapannya bisa menjadi ajang pembinaan dan mencari bibit pemain sepak bola untuk Semarang, ataupun Indonesia,” katanya.

Pelatih SSB Tugu Muda, Suwarto, menilai turnamen usia dini memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan mengasah kemampuan pemain muda.

Menurut dia, pertandingan memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan latihan rutin. Anak-anak dapat belajar menghadapi lawan dan memahami situasi pertandingan secara langsung.

“Kegiatan ini bukan hanya menghadirkan kompetisi, tetapi juga memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar bertanding dan berkembang,” ujarnya.

Suwarto berharap turnamen serupa dapat digelar secara rutin dengan jumlah peserta yang lebih banyak. Menurutnya, kompetisi usia dini menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong perkembangan sepak bola di Kota Semarang.

“Cara ini bisa menjadi cambuk tim untuk berkembang, menjadi pupuk agar sepak bola Semarang lebih bangkit lagi,” tambahnya.

Hal senada disampaikan pelatih Persiba Bandungrejo, Dwi Teguh Rahmanto. Ia mengaku bersyukur timnya mendapat kesempatan mengikuti mini turnamen HUT ke-4 Jurnalis FC Semarang.

“Kami dari Persiba Bandungrejo sangat berterima kasih karena bisa diikutsertakan dalam kegiatan ini. Kegiatan ini sangat membantu anak-anak SSB kami untuk meraih jam terbang yang lebih banyak,” ujarnya.

Menurut Dwi, pertandingan memberikan pengalaman yang tidak selalu diperoleh melalui latihan. Para pemain muda belajar menghadapi lawan, mengelola emosi, bekerja sama, serta merasakan atmosfer pertandingan secara langsung.

Peringatan HUT ke-4 Jurnalis FC Semarang turut mendapat dukungan dari sejumlah perusahaan, instansi, dan mitra. Di antaranya PT KAI Daop 4 Semarang, Bank Syariah Indonesia (BSI), Paradise Indonesia, SMC RS Tlogorejo, Gojek (GOTO), dan Pertamina Patra Niaga.

Dukungan juga datang dari Alfamart, PT Alimdo Ampuh Abadi, Dewangga Lil Haj Wal Umroh, DPRD Kota Semarang, Mararas Apuwara, Immoderma, PDAM Tirta Moedal, Ditlantas Polda Jateng, Libas Polrestabes Semarang, Kendal Tornado FC, Dinas Perdagangan Kota Semarang, BPJS Kesehatan, Kejati Jateng, Kokola, Astra Motor, Linggar Jati, Realtimes.id, dan Lingkar.co.

Selain itu, kegiatan turut didukung Mahima Hotel, Radja Hotel, Nusatu by Artotel, Hotel Aruss Semarang, Aston Inn Pandanaran, Up Peak Hotel, Louis Kienne Hotel Pandanaran, Metro Park View Hotel, Gets Premiere Semarang, Rooms Inc Semarang, BSB Village by Arya Group, dan Red Lips Karaoke.***

ARTUGO Pamerkan Teknologi Terbaru Saat Pembukaan Atlanta Elektronik Mataram

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – ARTUGO, brand home appliance asli Indonesia, terus memperkuat jaringan pemasaran dengan meningkatkan dukungan kepada mitra dealer di berbagai daerah.

Terbaru, ARTUGO turut memeriahkan pembukaan kembali Atlanta Elektronik Mataram yang berlokasi di Jalan MT Haryono, Semarang. Momentum tersebut menjadi bagian dari upaya ARTUGO memperkuat hubungan dengan salah satu mitra dealer di Kota Semarang.

Branch Manager ARTUGO Cabang Semarang, Agung Hananto, mengatakan Atlanta Elektronik merupakan salah satu dealer pilar bagi ARTUGO di wilayah Semarang.

“Atlanta Elektronik merupakan salah satu dealer pilar untuk ARTUGO Cabang Semarang. Menjadi bagian dari momentum istimewa ini adalah salah satu langkah ARTUGO menjaga konsistensi performa serta meningkatkan relasi yang telah terjalin dengan Atlanta,” ujar Agung.

Dalam pembukaan tersebut, ARTUGO menghadirkan berbagai lini produknya sehingga konsumen dapat melihat langsung pilihan produk melalui display yang lebih lengkap.

Sejumlah produk unggulan turut ditampilkan, salah satunya ART-Stone Series. Produk ini merupakan kompor tanam dengan badan kompor berbahan batu sinter yang diklaim sebagai yang pertama di Indonesia.

Material batu sinter membuat ART-Stone Series memiliki karakter kuat dan menjadi alternatif baru untuk kompor tanam yang selama ini banyak menggunakan material kaca.

ARTUGO juga menampilkan ARTUGO Talking Hood, alat penghisap asap dapur yang dapat dioperasikan menggunakan perintah suara. Produk tersebut mendukung perintah suara dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Pada lini Cool Product, ARTUGO menghadirkan berbagai pilihan chest freezer dengan Wide Range Voltage Compressor. Teknologi tersebut dirancang menjaga kinerja freezer tetap optimal saat terjadi fluktuasi tegangan listrik pada rentang 160 hingga 260 volt.

ARTUGO juga menawarkan chest freezer dengan pilihan teknologi No-Frost dan kompresor inverter.

Sementara itu, lini Hygiene Product menghadirkan berbagai pilihan water heater listrik dan gas, vacuum cleaner, serta produk penyedot debu lainnya.

Selain menghadirkan produk, ARTUGO bersama Atlanta Elektronik memberikan berbagai promo kepada konsumen selama momentum pembukaan. Promo tersebut antara lain hadiah langsung dan cashback hingga ratusan ribu rupiah.

Area Manager ARTUGO wilayah Jawa Tengah-DIY, Mochammad Alwi, mengatakan pembukaan kembali Atlanta Elektronik Mataram menjadi kesempatan bagi ARTUGO untuk lebih dekat dengan konsumen melalui kegiatan Special Food Hacks.

Kegiatan tersebut berupa demo memasak menggunakan sejumlah produk ARTUGO, terutama ART-Stone Series. Konsumen dapat melihat langsung cara penggunaan sekaligus keunggulan produk yang ditampilkan.

“Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi kami untuk menghadirkan pengalaman langsung kepada konsumen. Memberikan kemudahan bagi konsumen dalam mendapatkan produk-produk ARTUGO merupakan pekerjaan rumah yang tak dapat kami lakukan tanpa kemitraan yang solid dengan mitra dealer,” kata Alwi.

Kegiatan Special Food Hacks juga melibatkan influencer dari Kota Semarang dan menyediakan berbagai hadiah bagi konsumen.

Di sisi lain, Owner Atlanta Elektronik, Santoso Kurniadi, mengungkapkan adanya perubahan tren penjualan produk elektronik di jaringan tokonya dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Santoso, sejumlah merek baru mulai mampu melampaui penjualan merek lama yang sebelumnya telah dikenal luas masyarakat.

Tren tersebut terlihat dari perkembangan penjualan selama lima tahun terakhir. Ia menilai kualitas produk menjadi salah satu faktor yang mendorong perubahan tersebut, termasuk tingkat keluhan kerusakan yang relatif rendah.

“Kalau kita lihat dari lima tahun penjualan, komplain kerusakannya paling rendah. Ini membuktikan kualitas yang diberikan kepada konsumen juga jauh lebih baik,” ujar Santoso.

Agung mengatakan penguatan kemitraan dengan dealer menjadi bagian penting dalam memperluas akses konsumen terhadap produk ARTUGO.

“Kami berterima kasih kepada Atlanta Elektronik atas kerja sama yang telah terjalin baik selama ini, sehingga ARTUGO dapat mewujudkan Great Product Excellent Service, khususnya bagi konsumen kami di Semarang,” pungkas Agung.***

Pasar Semarang Menggeliat, ARTUGO Kian Agresif Perluas Penetrasi

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Memasuki tahun keenam perjalanan bisnisnya, ARTUGO semakin agresif memperkuat posisi di pasar peranti rumah tangga Indonesia. Inovasi produk menjadi salah satu senjata utama perusahaan untuk menghadapi persaingan sekaligus menjawab kebutuhan konsumen yang terus berkembang.

CEO ARTUGO, Robert Widjaja, mengatakan sejak awal perusahaan memiliki strategi menghadirkan produk yang berbeda dengan menawarkan nilai tambah bagi konsumen.

“Kami ingin konsisten meluncurkan produk-produk yang memiliki nilai lebih kepada konsumen. ARTUGO tidak hanya ingin produknya unik, tetapi juga useful,” kata Robert.

Dalam dua tahun terakhir, ARTUGO juga semakin memperkuat kategori Hot Product melalui peluncuran sejumlah produk baru. Salah satunya ART-Stone, kompor tanam yang menggunakan material batu sinter sebagai pembeda dari produk sejenis yang umumnya menggunakan kaca.

“Sudah dua tahun ini kami memperkuat kategori hot dengan diluncurkannya ART-Stone. Kami ingin menghadirkan produk yang tidak hanya berfungsi, tetapi juga mempunyai nilai estetika dan keunggulan tersendiri,” jelasnya.

Menurut Robert, penggunaan batu sinter memberikan karakter berbeda, baik dari sisi kekuatan maupun tampilan. Tekstur material tersebut juga memberikan kesan premium yang menjadi salah satu keunggulan ART-Stone.

“Batu sinter jauh lebih kuat. Dari sisi keindahan juga berbeda karena mempunyai tekstur dan karakter tersendiri,” ungkapnya.

Tak berhenti pada kompor tanam, ARTUGO terus mengembangkan berbagai produk inovatif lainnya. Di antaranya Talking Hood yang dilengkapi fitur perintah suara serta chest freezer dengan teknologi PCM.

“Produk kami cukup beragam. Ada kompor, freezer dan berbagai produk lainnya dengan total lebih dari 200 SKU. Kami terus mencari bagaimana setiap produk bisa memberikan manfaat lebih kepada konsumen,” ujarnya.

Untuk kategori freezer, ARTUGO menawarkan berbagai pilihan kapasitas, mulai sekitar 100 liter hingga 1.600 liter. Pengembangan produk tersebut juga disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan pasar Indonesia.

Salah satu perhatian ARTUGO adalah kondisi kelistrikan yang berbeda-beda di sejumlah wilayah. Karena itu, perusahaan mengembangkan teknologi pada kompresor Wise Range Voltage agar produk tetap mampu bekerja ketika terjadi perubahan maupun penurunan voltase listrik.

“Kalau voltase turun, biasanya kompresor bisa berhenti bekerja. Kami terus mengembangkan teknologi supaya produk lebih sesuai dengan kondisi kelistrikan di Indonesia,” terangnya.

Semarang Jadi Pasar Strategis

Strategi inovasi tersebut turut mendorong penguatan ARTUGO di pasar Semarang. Robert menyebut kontribusi cabang Semarang terhadap pencapaian nasional mencapai sekitar 14 persen.

“Semarang merupakan salah satu pasar penting bagi ARTUGO. Kontribusi cabang Semarang terhadap pencapaian nasional sekitar 14 persen,” katanya.

Penguatan pasar tersebut juga ditopang oleh jaringan dealer, salah satunya Atlanta Elektronik, yang telah menjadi mitra ARTUGO sejak perusahaan berdiri pada 2020.

Robert menyebut kontribusi Atlanta Elektronik terhadap pencapaian ARTUGO di cabang Semarang mencapai sekitar 23-24 persen.

“Atlanta merupakan dealer pilar ARTUGO untuk wilayah Semarang dan sekitarnya. Dampaknya cukup signifikan karena reputasi Atlanta sangat baik, sehingga produk-produk kami cepat mendapatkan kepercayaan konsumen,” jelasnya.

Kolaborasi ARTUGO dengan Atlanta Elektronik tidak sebatas pada aktivitas penjualan. Keduanya juga aktif menjalankan berbagai strategi pemasaran bersama, mulai dari radio talkshow, pembuatan konten media sosial hingga berbagai kegiatan promosi.

Menurut Robert, kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dari strategi ARTUGO dalam memperkuat penetrasi pasar Semarang. Dukungan dealer membuat berbagai inovasi produk ARTUGO lebih mudah dikenal sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen.

Di sisi lain, pasar UMKM yang sejak awal menjadi salah satu sasaran ARTUGO masih memiliki potensi besar. Namun, kontribusi konsumen rumah tangga kini semakin meningkat sehingga pasar ARTUGO mulai terbagi antara kebutuhan rumah tangga dan pelaku usaha.

Ke depan, ARTUGO memastikan inovasi tetap menjadi strategi utama untuk mendorong pertumbuhan bisnis. Produk baru yang diluncurkan tidak hanya dituntut memiliki tampilan berbeda, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi konsumen.

“Target kami konsisten meluncurkan produk yang memiliki nilai lebih. Jadi ARTUGO tidak hanya unik, tetapi juga useful,” tandasnya. (*)

PLTS Terapung Saguling Jadi Bagian Program Nasional PLTS 100 GWp, Perkuat Ekosistem Energi Bersih Jawa Barat

0

BANDUNG BARAT (Pertamanews.id) – Komitmen Indonesia dalam mempercepat transisi energi dan mewujudkan swasembada energi semakin diperkuat melalui Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) yang resmi diluncurkan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8).

Program nasional tersebut menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah dalam meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Pada tahap awal, Program PLTS 100 GWp mencakup 14 proyek dengan total kapasitas 5.300 megawatt peak (MWp) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto dalam peluncuran Program PLTS 100 GWp menegaskan bahwa pengembangan energi surya merupakan langkah strategis untuk mempercepat kemandirian dan swasembada energi nasional.

Pemanfaatan sumber energi baru terbarukan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan energi dari sumber daya domestik sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Salah satu bentuk pengembangan energi surya yang sejalan dengan arah kebijakan tersebut adalah pemanfaatan waduk untuk pembangkit listrik tenaga surya terapung. Di Jawa Barat, PLTS Terapung Saguling di Waduk Saguling, Kabupaten Bandung Barat, menjadi bagian penting dalam penguatan ekosistem energi bersih sekaligus mendukung peningkatan bauran energi baru terbarukan dalam sistem kelistrikan Jawa-Bali.

Di lokasi tersebut, rangkaian kegiatan dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, bersama jajaran pemerintah daerah, PLN, dan para pemangku kepentingan terkait.

Saguling Perkuat Pemanfaatan Potensi Energi Surya

PLTS Terapung Saguling dibangun oleh PT PLN (Persero) melalui PLN Indonesia Power dengan menggandeng ACWA Power, perusahaan energi asal Arab Saudi.

Pembangkit ini memanfaatkan permukaan Waduk Saguling sebagai lokasi pemasangan panel surya, sehingga mengoptimalkan potensi lahan perairan untuk pengembangan energi bersih.

Pemanfaatan waduk sebagai lokasi PLTS terapung menjadi salah satu inovasi dalam menjawab kebutuhan penambahan kapasitas pembangkit EBT di tengah keterbatasan lahan.

Selain menghasilkan energi listrik bersih, pembangkit ini juga terintegrasi dengan sistem kelistrikan Jawa-Bali sehingga mendukung peningkatan kontribusi energi baru terbarukan sekaligus menjaga keandalan sistem.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, mengatakan progress pengembangan PLTS Terapung Saguling saat ini telah mencapai 47 persen.

Dirinya juga mengungkap bahwa pengembangan ini menjadi salah satu wujud nyata kolaborasi dalam mempercepat transisi energi di Jawa Barat.

“Hari ini kita groundbreaking program PLTS 100 Giga Watt Peak yang dibuka langsung oleh Pak Presiden. Beliau di Bali, dan kami semua di Saguling. Alhamdulillah, kita melihat progress di Saguling sudah mencapai 47 persen. Insya Allah akhir April (2027) sudah selesai dan sudah bisa dimanfaatkan.,” ujar Erwan.

Sejalan dengan semangat tersebut, PLN terus memastikan kesiapan infrastruktur ketenagalistrikan agar pertumbuhan pembangkit EBT dapat terintegrasi secara optimal ke dalam sistem. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mendukung arahan Pemerintah untuk mempercepat pengembangan energi surya sekaligus menjaga sistem kelistrikan tetap andal, aman, dan berkelanjutan.

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (PLN UIP JBT), Kishartanto Purnomo Putro, mengatakan PLTS Terapung Saguling menjadi bagian dari langkah konkret dalam membangun ekosistem energi bersih di Jawa Barat yang sejalan dengan percepatan Program PLTS 100 GWp secara nasional.

“PLTS Terapung Saguling merupakan bagian dari langkah nyata dalam mempercepat transisi energi sekaligus mendukung arah besar Pemerintah melalui Program PLTS 100 GWp. Pemanfaatan Waduk Saguling menunjukkan bahwa pengembangan energi baru terbarukan dapat dilakukan secara inovatif dengan mengoptimalkan potensi lokal yang tersedia, sekaligus tetap memperhatikan keandalan sistem kelistrikan dan keberlanjutan lingkungan,” ujar Kishartanto.

Menurut Kishartanto, percepatan pengembangan EBT tidak hanya berkaitan dengan penambahan kapasitas pembangkit listrik hijau, tetapi juga membutuhkan kesiapan infrastruktur kelistrikan, kolaborasi lintas sektor, serta keterlibatan berbagai pemangku kepentingan.

Dorong Manfaat Ekonomi dan Lingkungan

Pengembangan PLTS Terapung Saguling tidak hanya memberikan manfaat dari sisi penyediaan listrik bersih, tetapi juga membuka peluang tumbuhnya aktivitas ekonomi di sekitar wilayah proyek.

Kehadiran proyek energi baru terbarukan dapat mendorong penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha lokal, serta peningkatan kapasitas dan keterampilan tenaga kerja pada sektor energi bersih.

Lebih jauh, peningkatan pemanfaatan energi surya menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi emisi karbon dari sektor ketenagalistrikan.

Semakin besar porsi EBT dalam sistem kelistrikan, semakin besar pula peluang untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan mendukung pencapaian target Net Zero Emissions (NZE).

Pengembangan PLTS Terapung Saguling juga memperkuat posisi Jawa Barat sebagai salah satu wilayah yang memiliki potensi besar dalam pengembangan energi baru terbarukan. Dengan memadukan potensi energi surya dan pemanfaatan infrastruktur perairan, Jawa Barat memiliki peluang untuk terus berkontribusi terhadap peningkatan bauran energi bersih nasional.

“Transisi energi bukan hanya tentang menghadirkan pembangkit yang lebih bersih. Di dalamnya terdapat upaya membangun ekosistem yang mampu memperkuat ketahanan energi, membuka peluang ekonomi, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. PLTS Terapung Saguling menjadi salah satu contoh bagaimana potensi lokal dapat menjadi bagian dari agenda besar Indonesia menuju swasembada energi,” pungkas Kishartanto.

Program PLTS 100 GWp sendiri akan dikembangkan melalui berbagai skenario, mulai dari PLTS skala besar, PLTS terapung, PLTS atap, PLTS untuk wilayah 3T, PLTS off-grid untuk kegiatan produktif, PLTS nonatap untuk kawasan industri, hingga pengembangan kebutuhan listrik melalui hilirisasi dan ekosistem kendaraan listrik.

Secara keseluruhan, pengembangan tersebut ditargetkan mampu meningkatkan pemanfaatan energi surya secara masif. Jika seluruh skenario dapat diimplementasikan, program ini diproyeksikan mampu menurunkan emisi hingga 140 juta ton CO₂ per tahun.

Melalui sinergi Pemerintah, PLN, pemerintah daerah, mitra strategis, pelaku usaha, dan masyarakat, pengembangan PLTS Terapung Saguling diharapkan dapat terus mendukung percepatan transisi energi di Jawa Barat sekaligus menjadi bagian dari kontribusi daerah dalam mewujudkan target Program PLTS 100 GWp dan swasembada energi nasional.***

Tiga Dekade Bertahan, Atlanta Elektronik Tandai Ekspansi Semarang Lewat Dukungan 14 Brand

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Atlanta Elektronik memperkuat ekspansinya di Kota Semarang dengan menggandeng 14 brand elektronik nasional dan internasional. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dari strategi Atlanta menghadapi perubahan perilaku konsumen, persaingan harga di marketplace, serta perkembangan teknologi yang semakin cepat.

Owner Atlanta Elektronik, Santoso Kurniadi, mengatakan industri ritel elektronik saat ini menghadapi tantangan yang jauh berbeda dibandingkan beberapa tahun lalu. Perubahan harga, perkembangan teknologi, hingga semakin agresifnya penjualan melalui kanal online membuat pelaku usaha harus mampu beradaptasi.

“Sekarang tantangannya berbeda. Kami tidak bisa lagi hanya mengandalkan penjualan dalam jumlah besar, tetapi harus melihat kebutuhan konsumen dan menjaga hubungan dengan para mitra,” kata Santoso.

Atlanta Elektronik telah menjalankan bisnis ritel elektronik sejak 1995. Selama lebih dari tiga dekade, perusahaan tersebut telah melewati berbagai fase industri, termasuk periode ketika permintaan produk elektronik melonjak hingga persediaan barang tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar.

Kini situasinya berbalik. Konsumen memiliki semakin banyak pilihan, mulai dari toko fisik hingga berbagai platform digital. Kondisi tersebut membuat toko elektronik tidak cukup hanya mengandalkan harga, tetapi juga harus menawarkan pengalaman berbelanja dan layanan yang memberikan nilai tambah.

Menurut Santoso, keberadaan toko fisik tetap memiliki keunggulan karena konsumen dapat melihat produk secara langsung sekaligus memperoleh penjelasan mengenai tipe, fitur, hingga penggunaannya.

Layanan purnajual juga menjadi salah satu faktor yang dinilai penting ketika konsumen membandingkan pembelian melalui toko fisik dengan marketplace.

“Kalau ada konsumen mengatakan harga online lebih murah, kami harus menjelaskan bahwa konsumen juga perlu melihat tipe barang dan layanan yang didapat. Ketika barang bermasalah setelah dibawa pulang, mereka membutuhkan tempat untuk mendapatkan solusi,” ujarnya.

Menghadapi persaingan tersebut, Atlanta memilih memperkuat ekosistem bisnis dengan menjaga hubungan bersama produsen, grosir, serta toko-toko mitra.

Sejumlah brand yang telah menjalin kerja sama panjang dengan Atlanta turut memberikan dukungan dalam momentum ekspansi tersebut.
Direktur PT Hartono Istana Teknologi, Tekno Wibowo, mengatakan Polytron telah menjadi bagian dari perjalanan Atlanta sejak 1986.

Selama kerja sama tersebut, berbagai produk Polytron telah dipasarkan melalui Atlanta, mulai dari televisi, kulkas, mesin cuci, motor listrik hingga mobil.

Sementara itu, CEO PT Akari Indonesia, Kenny Kwe, menyebut hubungan dengan Atlanta bahkan telah berlangsung sejak 1970. Produk Philips, termasuk water heater dan AC, menjadi bagian dari perjalanan panjang kerja sama tersebut.

Dari sisi ritel, Sales Director PT LG Electronics Indonesia, Erwan Zheng, menilai kemampuan Atlanta bertahan selama lebih dari tiga dekade merupakan pencapaian yang tidak mudah.

Menurutnya, fokus Atlanta terhadap bisnis ritel menjadi salah satu kekuatan yang membedakannya dari toko elektronik lainnya.
Dukungan serupa datang dari Artugo. CEO PT Kreasi Arduo Indonesia, Robert Widjaja, mengatakan Atlanta merupakan salah satu mitra strategis bagi Artugo dalam memperluas pasar.

Artugo sendiri mencoba menghadirkan produk dengan karakter berbeda, di antaranya freezer dengan pilihan warna serta kompor berbahan material batu.

“Kami akan terus memperkuat kerja sama dengan Atlanta. Harapannya Artugo bisa tumbuh bersama Atlanta,” kata Robert.

Senior GM Nasional Sales & Marketing PT Sharp Electronics Indonesia, Andry Adi Utomo, melihat industri elektronik saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, termasuk perubahan regulasi dan dinamika pasar.

Ia menilai pelaku industri perlu berada dalam posisi adaptif agar dapat mempertahankan bisnis sekaligus terus memberikan kontribusi kepada masyarakat.

“Sekarang tantangannya lebih nyata. Kita harus mampu beradaptasi dengan lingkungan yang ada agar tetap bertahan dan terus memberikan kontribusi kepada masyarakat,” jelasnya.

Sementara Retail Head Director PT Samsung Electronics Indonesia, Praryadi Slamet, menilai perkembangan teknologi, khususnya artificial intelligence (AI), akan semakin memengaruhi produk elektronik sekaligus pola konsumsi masyarakat.

Ia berharap kerja sama antara Samsung, Atlanta, dan berbagai mitra lainnya dapat terus berkembang dalam jangka panjang.

“Kami yakin bersama Atlanta dan seluruh mitra elektronik, kita bisa maju dan berkembang bersama. Harapannya Atlanta bukan hanya bertahan 30 tahun, tetapi bisa terus berkembang hingga 100 tahun ke depan,” katanya.

Dukungan terhadap Atlanta juga datang dari sejumlah brand lain, di antaranya Sony, AQUA, NIKO, dan Changhong.

Managing Director PT Niko Elektronik Indonesia, Siswo Handoyo, mengatakan hubungan bisnis dengan keluarga Santoso bahkan telah berlangsung lintas generasi.

“Ini hubungan bisnis yang sudah diteruskan ke generasi kedua. Saya bangga brand lokal NIKO bisa hadir berdampingan dengan brand internasional maupun lokal lainnya di Atlanta,” ujarnya.

Branch Manager Changhong Jawa Tengah, Ega, turut mengapresiasi perjalanan Santoso dalam membangun Atlanta Elektronik. Ia berharap kerja sama kedua pihak dapat semakin kuat dan berkelanjutan.

Secara keseluruhan, terdapat 14 brand yang memberikan dukungan dalam momentum tersebut, yakni Polytron, Akari, Artugo, LG, Sharp, Sony, Samsung, AQUA, NIKO, Changhong, Daikin, Midea, MODENA, dan TCL.

Kehadiran 14 brand tersebut sekaligus menunjukkan kuatnya jejaring Atlanta dengan industri elektronik nasional maupun internasional.

Santoso menegaskan, ekspansi Atlanta tidak hanya berorientasi pada pembukaan showroom, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun bisnis yang mampu bertahan menghadapi perubahan industri.

“Kami ingin terus berjuang, beradaptasi dan mendapat dukungan masyarakat Semarang agar Atlanta tetap dipercaya dan bisa memberikan kontribusi,” pungkasnya.***

Dugaan Kredit Fiktif Bank Pelat Merah, Kejati Jateng Tahan Dua Tersangka

0

Diduga Rugikan Negara Rp4,9 Miliar, Dua Tersangka Kredit Fiktif Bank Pelat Merah Ditahan Kejati Jateng

Kejati Jateng Tahan Dua Tersangka Dugaan Kredit Fiktif Bank Pelat Merah, Negara Rugi Rp4,9 Miliar

Dugaan Kredit Fiktif Bank Pelat Merah, Kejati Jateng Tahan Dua Tersangka

Kredit Fiktif Bank Pelat Merah Rugikan Negara Rp4,9 Miliar, Dua Tersangka Ditahan

SEMARANG (Pertamanews.id) – Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (Kejati Jateng) melakukan penahanan terhadap dua tersangka berinisial ISBL dan IW dalam perkara dugaan penyimpangan pemberian kredit modal kerja pada salah satu bank pelat merah di Semarang.

Penahanan terhadap kedua tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan pemeriksaan di Kantor Kejati Jawa Tengah. Selanjutnya, keduanya ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jateng Arfan Triono, SH., mengatakan perkara tersebut berkaitan dengan dugaan penyimpangan dalam proses pemberian kredit modal kerja kepada CV Mekar Jaya Makmur yang terjadi pada kurun waktu 2009 hingga 2011.

“Tim penyidik telah melakukan penahanan terhadap dua tersangka dalam perkara dugaan penyimpangan pemberian kredit modal kerja kepada CV Mekar Jaya Makmur,” kata Arfan di Semarang Jumat (28/8).

Dalam perkara tersebut, tersangka IW selaku Direktur CV Mekar Jaya Makmur diduga menyerahkan jaminan berupa benda bergerak, yakni persediaan barang yang diikat dengan jaminan fidusia.

Namun, berdasarkan hasil penyidikan, persediaan barang yang dijadikan jaminan tersebut diduga tidak ada atau fiktif.

Selain itu, jaminan berupa benda tidak bergerak, yakni tanah dan bangunan, diduga telah dilakukan mark-up nilai.

Sementara itu, tersangka ISBL yang saat itu menjabat sebagai Senior Relationship Manager (SRM) pada bank pelat merah tersebut diduga melakukan pengumpulan data, verifikasi, analisis serta mengusulkan pemberian kredit kepada Pemimpin SKC Semarang selaku pemutus kredit pada periode 2009-2010.

Dalam proses tersebut, penyidik menduga terdapat penyimpangan terkait data dan jaminan yang digunakan dalam pengajuan kredit.

Akibat dugaan penyimpangan tersebut, negara diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp4,9 miliar.

Arfan menjelaskan, penetapan tersangka dalam perkara tersebut dituangkan dalam Surat Penetapan Tersangka Nomor B-7943/M.3/Fd.2/08/2026 tanggal 22 Agustus 2026.

Setelah menjalani pemeriksaan, kedua tersangka kemudian dilakukan penahanan untuk kepentingan proses penyidikan lebih lanjut.

Dijerat Pasal Korupsi

Dalam perkara ini, kedua tersangka disangkakan dengan ketentuan pidana korupsi.

Untuk dakwaan primair, tersangka disangkakan melanggar Pasal 603 juncto Pasal 20 huruf a atau c UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), juncto UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana, juncto Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001.

Sedangkan untuk dakwaan subsidair, tersangka disangkakan melanggar Pasal 3 juncto Pasal 18 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 618 juncto Pasal 20 huruf a atau c UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, juncto UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Kejati Jateng masih terus melakukan pendalaman terhadap perkara tersebut, termasuk mengungkap secara menyeluruh proses pemberian kredit, penggunaan jaminan, serta pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perkara yang menimbulkan kerugian negara tersebut.

Penyidik juga akan terus mengumpulkan alat bukti dan keterangan untuk mengungkap fakta hukum dalam perkara tersebut serta memastikan pertanggungjawaban pidana masing-masing pihak sesuai perannya.

Norman Setiawan Perkuat Service Excellence Hotel Ciputra Semarang

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Hotel Ciputra Semarang terus memperkuat kualitas operasional dan pelayanan kepada tamu melalui kepemimpinan Norman Setiawan yang dipercaya sebagai Room Division Manager.

Berbekal pengalaman lebih dari 15 tahun di industri perhotelan, Norman memiliki pengalaman dalam pengelolaan operasional sekaligus memahami berbagai kebutuhan tamu. Pengalaman tersebut menjadi modal dalam menjaga konsistensi standar pelayanan di lingkungan Hotel Ciputra Semarang.

Perjalanan karier Norman dimulai dari berbagai posisi operasional di industri perhotelan. Dari pengalaman tersebut, ia membangun pemahaman mengenai pentingnya standar pelayanan, koordinasi lintas departemen, penanganan kebutuhan maupun keluhan tamu, hingga menjaga kualitas layanan secara konsisten.

Kini, sebagai Room Division Manager, Norman bertanggung jawab terhadap kelancaran operasional Room Division, termasuk memastikan koordinasi antara Front Office, Housekeeping, dan departemen terkait berjalan efektif.

Kolaborasi antar-tim menjadi salah satu fokus utama dalam memastikan kesiapan kamar, kenyamanan tamu, serta kelancaran operasional hotel sehari-hari sesuai standar yang telah ditetapkan.

“Dalam operasional hotel, konsistensi pelayanan dan kerja sama tim menjadi hal yang sangat penting. Setiap departemen memiliki peran yang saling berkaitan untuk memastikan pengalaman terbaik bagi tamu,” ujar Norman Setiawan.

Ke depan, Norman akan mendorong peningkatan kualitas operasional, produktivitas tim, pengembangan sumber daya manusia, serta peningkatan pengalaman tamu atau guest experience di Hotel Ciputra Semarang.

Dengan pengalaman dan kepemimpinan yang dimilikinya, Norman diharapkan dapat semakin memperkuat sinergi antartim sekaligus meningkatkan kualitas operasional Room Division. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Hotel Ciputra Semarang dalam menjaga konsistensi pelayanan dan memberikan pengalaman menginap yang nyaman bagi para tamu.

PLTS 100 GWp Diluncurkan, PLN Siap Dukung Akselerasi Pengembangan EBT Menuju Swasembada Energi

0

BALI (Pertamanews.id) – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi meluncurkan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 gigawatt peak (GWp) sekaligus melakukan groundbreaking proyek-proyek yang siap menjadi akselerator energi baru terbarukan (EBT) nasional di Gilimanuk, Bali, Selasa (25/8).

Pada tahap awal, program tersebut mencakup 14 proyek PLTS berkapasitas total 5.300 megawatt peak (MWp) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini merupakan implementasi mewujudkan asta cita swasembada energi dan hilirisasi yang dicanangkan Pemerintah melalui pemanfaatan EBT.

Presiden Prabowo mengatakan pengembangan energi surya menjadi salah satu langkah strategis untuk mempercepat terwujudnya kemandirian dan swasembada energi Indonesia.

Menurutnya, pemanfaatan potensi energi terbarukan harus dilakukan secara masif agar kebutuhan energi nasional dapat dipenuhi dari sumber energi domestik sekaligus memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.

“Hari ini adalah hari yang penting, kita launching listrik dari tenaga surya 100 GW untuk bangsa Indonesia. (Dengan Program PLTS 100 GW), kita akan benar-benar menjadi bangsa yang berdiri di atas kaki kita sendiri,” tegas Prabowo.

Sebagai tahap awal pelaksanaan program, Pemerintah meluncurkan 14 proyek PLTS, salah satunya PLTS Gilimanuk sebagai lokasi peluncuran program nasional tersebut. Di Bangka Belitung, PLTS Pulau Rengit juga kini telah selesai dibangun dan mulai beroperasi.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan pengembangan PLTS 100 GWp merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo untuk mencari terobosan dalam mempercepat kedaulatan energi nasional.

Oleh karena itu, pengembangan energi surya dilakukan dengan memanfaatkan potensi sumber daya yang tersedia di berbagai wilayah Indonesia melalui beragam skenario, mulai dari PLTS skala besar, PLTS terapung, PLTS atap, hingga pengembangan PLTS untuk kawasan industri dan kegiatan produktif.

“Hari ini kita mengambil satu langkah besar untuk mewujudkan apa yang selalu Bapak Presiden arahkan kepada kami, yaitu swasembada dan kedaulatan energi nasional. Indonesia adalah negara yang diberikan Tuhan sumber daya yang luar biasa. Sumber daya yang bukan hanya kita gali di bawah kaki kita, tapi juga di atas kepala kita,” ujar Bahlil.

Bahlil menambahkan, Program PLTS 100 GWp akan dikembangkan melalui delapan skenario utama yang mencakup eliminasi PLTU sebesar 12,48 GWp, pembangunan PLTS skala besar melalui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) mencapai 30,97 GWp, PLTS terapung sebesar 10,72 GWp, PLTS atap sebesar 9,35 GWp, PLTS 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) sebesar 0,50 GWp, PLTS off-grid untuk kegiatan produktif sebesar 4,36 GWp, PLTS nonatap untuk kawasan industri sebesar 7,49 GWp, serta demand creation melalui hilirisasi, kendaraan listrik, kompor induksi, dan kebutuhan lainnya sebesar 24,13 GWp.

“Kalau ini mampu kita implementasikan semuanya, kita dapat menurunkan emisi sebesar 140 juta ton CO2 per tahun dengan nilai ekonomi karbon sebesar 6,31 triliun rupiah,” ucap Bahlil.

Menurut Bahlil, pengembangan PLTS dalam skala besar juga memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Dari sisi ketenagakerjaan, program ini berpotensi menciptakan sekitar 5,5 juta lapangan kerja yang terdiri dari sekitar 3,465 juta tenaga kerja konstruksi dan 2,053 juta tenaga kerja manufaktur.

Pada tahap awal, program ini akan memberikan dampak ekonomi positif melalui potensi penghematan penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Pengembangan proyek-proyek tersebut sekaligus menjadi katalisator ekonomi di daerah melalui peningkatan aktivitas konstruksi, manufaktur, dan kegiatan ekonomi masyarakat di sekitar lokasi proyek.

“Total investasi dari proyek ini kurang lebih sekitar 71.3 miliar USD, atau setara dengan Rp1.140 triliun. Dari total pekerjaan ini, kita bisa melakukan efisiensi terhadap subsidi setiap tahun mencapai Rp73,9 triliun rupiah,” jelas Bahlil.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengatakan, PLN siap mendukung penuh visi Pemerintah dalam mewujudkan asta cita swasembada energi dan hilirisasi nasional. Pihaknya berkomitmen untuk mendorong percepatan Program PLTS 100 GWp melalui kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta memastikan kesiapan sistem kelistrikan, infrastruktur pendukung, serta pengembangan proyek PLTS dapat berjalan optimal.

“PLN siap melaksanakan penugasan Bapak Presiden untuk mempercepat pengembangan PLTS 100 GWp. Sebagai bagian dari ekosistem kelistrikan nasional, PLN akan all out agar pengembangan energi surya dapat terintegrasi dengan sistem kelistrikan secara andal, aman, dan berkelanjutan. Ini merupakan bagian dari komitmen PLN untuk mendukung terwujudnya swasembada energi melalui pemanfaatan energi hijau domestik dan ramah lingkungan,” ujar Darmawan.

Darmawan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah, khususnya Presiden Prabowo dan Kementerian ESDM, atas dukungan dan arahan dalam mempercepat pengembangan energi terbarukan.

Menurutnya, keberhasilan Program PLTS 100 GWp membutuhkan kolaborasi lintas sektor, baik antara pemerintah, PLN, pelaku usaha, industri, maupun masyarakat.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan Pemerintah kepada PLN. PLN siap berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan program ini dapat terlaksana secara optimal. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat membangun ekosistem energi surya yang tidak hanya menghasilkan listrik bersih, tetapi juga memperkuat industri nasional, dan memberikan manfaat ekonomi yang luas,” kata Darmawan.

Dirinya menambahkan, khusus di wilayah Bali sebagai lokasi peluncuran program nasional tersebut, PLN bersama Pemerintah Provinsi Bali akan mengembangkan 5 Klaster PLTS dengan total kapasitas mencapai 1.000 MWp yang didukung Battery Energy Storage System (BESS) sebesar 3.300 MWh. Langkah besar ini merupakan fondasi penting dalam membangun ekosistem energi bersih di Bali, sebagai destinasi pariwisata utama dan wajah Indonesia di mata dunia.

“Dalam kolaborasi ini, kapasitas PLTS yang akan dikembangkan di wilayah Bali mencapai 1.000 MWp, di mana PLTS dengan total kapasitas 300 MWp akan dikembangkan di Klaster Gilimanuk,” ujar Darmawan.

Darmawan menyampaikan, ke depan pengembangan PLTS 100 GWp tidak hanya menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas energi terbarukan dan mewujudkan kemandirian energi nasional. Lebih lanjut, program ini juga diharapkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

“Transformasi energi bukan hanya tentang mengganti sumber energi menjadi lebih bersih. Lebih dari itu, listrik merupakan fondasi untuk mempercepat pemerataan pembangunan, menggerakkan roda perekonomian, menciptakan lapangan kerja, serta membantu mengentaskan kemiskinan. PLN siap menjadi bagian dari perjalanan Indonesia menuju kemandirian dan swasembada energi,” pungkas Darmawan.***

ROCA Restaurant ARTOTEL Yogyakarta Perkenalkan Dua Menu Baru “Chef’s Kiss”

0

YOGYAKARTA (Pertamanews.id) – ROCA Restaurant, ARTOTEL Yogyakarta memperkenalkan dua menu baru dalam program kuliner “Chef’s Kiss” yang berlangsung Agustus hingga Oktober 2026.

Dua menu tersebut yakni Pisang Kaleo dan Ayam Panggang Kecombrang, hasil eksplorasi Chef Ardi yang memadukan teknik memasak modern dengan kekayaan rempah khas Indonesia.

Pisang Kaleo dibanderol Rp45.000++ per porsi. Menu ini lahir dari ide sederhana Chef Ardi setelah keluarganya membawa ayam Kaleo dan pisang. Dari situ, muncul gagasan untuk mengolah bumbu Kaleo yang biasanya digunakan untuk ayam menjadi sajian berbahan pisang.

Hasilnya, rasa manis alami pisang berpadu dengan bumbu Kaleo yang gurih, pedas, dan kaya rempah. Perpaduan tersebut memberikan karakter rasa yang berbeda, namun tetap akrab di lidah.

Sementara itu, Ayam Panggang Kecombrang ditawarkan dengan harga Rp65.000++. Hidangan ini mengandalkan ayam panggang berbumbu rempah yang dipadukan dengan kecombrang.

Proses pemanggangan menghasilkan cita rasa gurih yang lebih kuat, sedangkan kecombrang memberikan aroma segar dan sentuhan floral. Kombinasi tersebut menghasilkan sajian dengan rasa kaya rempah namun tetap ringan.

General Manager ARTOTEL Yogyakarta Timur Trapsilo mengatakan, peluncuran dua menu tersebut merupakan bagian dari upaya ROCA Restaurant menghadirkan inovasi kuliner dengan tetap mempertahankan karakter cita rasa Indonesia.

“Kami ingin menghadirkan menu yang mampu memberikan pengalaman baru bagi para tamu. Bersama Chef Ardi, kami mengangkat inspirasi dari momen-momen sederhana dan mengolahnya menjadi hidangan yang unik, kreatif, serta tetap dekat dengan kekayaan cita rasa Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, setiap menu diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman bersantap, tetapi juga meninggalkan cerita dan kesan bagi para tamu.

Kedua menu Chef Ardi tersebut kini dapat dinikmati di ROCA Restaurant, ARTOTEL Yogyakarta selama periode program “Chef’s Kiss”. Informasi dan reservasi dapat dilakukan melalui nomor 0815 7488 9333 atau Instagram @artoteljogja dan @roca_jogja.