spot_img
Beranda blog Halaman 3

Demi Keselamatan, KAI Daop 4 Semarang Tutup Perlintasan Sebidang yang Tidak Dijaga

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang melakukan penutupan perlintasan sebidang yang tidak dijaga di JPL 46 Km 34+1 petak jalan Gubug – Karangjati, Desa Milir, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan pada Selasa (19/5).

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka percepatan program peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang yang dilakukan secara serentak di wilayah Jawa dan Sumatera Tahun 2026.

Sebelum pelaksanaan penutupan perlintasan sebidang, KAI Daop 4 Semarang telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat kewilayahan setempat, serta pihak-pihak terkait guna memastikan proses penutupan berjalan aman dan lancar.

Langkah ini diambil untuk mencegah kecelakaan antara kereta api dan kendaraan bermotor di perlintasan sebidang, yang sering kali berujung pada korban jiwa serta kerusakan sarana dan prasarana perkeretaapian.

Sesuai Pasal 94 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian ayat 1 menyebutkan bahwa untuk keselamatan perjalanan kereta api dan pemakai jalan, perlintasan sebidang yang tidak mempunyai izin harus ditutup.

Dan pada ayat 2 menyebutkan bahwa Penutupan perlintasan sebidang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah.

“Berdasarkan regulasi tersebut dan demi keselamatan bersama, KAI akan secara tegas melakukan penutupan perlintasan sebidang yang tidak dijaga dan berisiko tinggi terhadap kecelakaan. Keselamatan perjalanan kereta api serta para pengguna jalan harus menjadi prioritas utama,” ujar Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif.

KAI terus bersinergi dengan pemerintah daerah, Kementerian Perhubungan sebagai regulator, serta aparat kewilayahan seperti TNI, Polri dan Komunitas Railfans dalam upaya meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang.

Berdasarkan data tahun ini di wilayah Daop 4 Semarang, hingga 19 Mei 2026 telah terjadi 12 kecelakaan di perlintasan sebidang. Sementara itu, sepanjang tahun 2025 tercatat 21 kecelakaan di perlintasan sebidang.

Angka kecelakaan tersebut menunjukkan bahwa diperlukan langkah tegas dan serius untuk mengatasi permasalahan ini, salah satunya dengan menutup perlintasan sebidang yang tidak dijaga.

Hingga tanggal 19 Mei Tahun 2026 Daop 4 Semarang telah melaksanakan penutupan sebanyak 6 perlintasan sebidang dan untuk program penutupan perlintasan sebidang di Daop 4 Semarang selama tahun 2026 sebanyak 11 perlintasan sebidang yang tidak dijaga.

KAI berharap semua pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat, dapat berperan aktif dalam menciptakan keselamatan di perlintasan sebidang.

“Kepedulian semua pemangku kepentingan, termasuk para pengguna jalan, sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman di sekitar jalur kereta api. Keselamatan segenap anak bangsa adalah tanggung jawab kita bersama,” tutup Luqman.

ROCA Restaurant ARTOTEL Yogyakarta Perkenalkan Menu Baru Bernuansa Tradisi Nusantara

0

YOGYAKARTA (Pertamanews.id) – ARTOTEL Yogyakarta kembali menghadirkan inovasi kuliner melalui program bertajuk “Chef’s Kiss”, sebuah rangkaian signature creations yang menyuguhkan pengalaman bersantap lebih personal dengan mengangkat sisi autentik dan kisah di balik kreasi para chef.

Program ini tidak sekadar menghadirkan hidangan lezat, melainkan juga menjadi medium eksplorasi rasa yang sarat cerita, memadukan memori, akar budaya, serta perjalanan hidup sang chef ke dalam setiap sajian.

Melalui “Chef’s Kiss”, para tamu diajak menikmati pengalaman kuliner yang lebih mendalam, di mana setiap menu merepresentasikan identitas dan inspirasi personal penciptanya.

Pada edisi terbaru, ARTOTEL Yogyakarta memperkenalkan dua menu spesial bercita rasa nusantara, yakni Salmon Pucung dan Sate Ayam Ambal.

Kedua hidangan tersebut hadir sebagai bentuk eksplorasi rasa yang mengombinasikan tradisi kuliner Indonesia dengan pendekatan modern.

Salmon Pucung menawarkan perpaduan unik antara bahan premium berupa salmon dengan kekayaan rempah khas nusantara yang memberikan sensasi rasa otentik sekaligus berbeda.

Sementara itu, Sate Ayam Ambal menghadirkan kembali kekayaan kuliner tradisional Indonesia melalui racikan autentik yang menggugah selera.
Kedua menu tersebut menjadi representasi perpaduan inovasi dan tradisi dalam satu sajian.

Pengunjung dapat menikmati Salmon Pucung dengan harga Rp125.000++ dan Sate Ayam Ambal seharga Rp55.000++, sebagai pilihan kuliner spesial yang menawarkan pengalaman rasa sepadan dengan kualitas yang disajikan.

General Manager ARTOTEL Yogyakarta, Timur Wahyu Trapsilo, mengatakan bahwa program “Chef’s Kiss” dihadirkan untuk memberikan pengalaman bersantap yang lebih bermakna bagi para tamu.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman bersantap yang tidak hanya berfokus pada rasa, tetapi juga cerita di balik setiap hidangan. ‘Chef’s Kiss’ menjadi salah satu cara kami untuk menghadirkan sesuatu yang lebih personal, autentik, dan berkesan bagi setiap tamu yang datang ke ARTOTEL Yogyakarta,” ujarnya.
Menu terbaru dari ROCA Restaurant ini mulai dapat dinikmati sejak Mei 2026. Untuk informasi lebih lanjut maupun reservasi, tamu dapat menghubungi nomor 0815-7488-9333 atau mengunjungi akun Instagram resmi ARTOTEL Yogyakarta dan ROCA Restaurant Jogja.***

Dulu Raih Emas SEA Games, Kini Airlangga Ardianza Sukses Bangun Bisnis Sepatu Roda Bersama JNE

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Berawal dari bonus medali emas ajang Southeast Asian Games, Airlangga Ardianza sukses membangun bisnis sepatu roda lokal Ardianz yang kini dipakai ribuan atlet dan komunitas di berbagai daerah Indonesia.

Di balik pertumbuhan usahanya, peran jasa logistik, khususnya JNE, menjadi bagian penting dalam perjalanan bisnis yang telah dirintis sejak 2012.

Airlangga bukan sosok baru di dunia sepatu roda. Pria asal Semarang itu merupakan mantan atlet nasional yang pernah mempersembahkan medali emas untuk Indonesia pada SEA Games 2011.

Namun, selepas meraih prestasi, ia justru melihat persoalan lain dalam olahraga yang membesarkan namanya: mahalnya harga perlengkapan bagi atlet muda.

“Waktu itu harga sepatu roda mahal, di atas Rp1 juta bahkan sampai Rp2 juta lebih. Saya berpikir bagaimana anak-anak tetap bisa jadi atlet dengan perlengkapan yang terjangkau,” ujar Airlangga saat ditemui di kediamannya yang kini juga difungsikan sebagai gudang usaha, belum lama ini.

Berangkat dari keresahan tersebut, Airlangga mulai bereksperimen memodifikasi sepatu roda berbahan plastik murah dengan mengganti roda, bearing, hingga spesifikasi tertentu agar layak digunakan latihan dan kompetisi.

Dari situ lahir ide membangun merek sendiri bernama Ardianz, yang diambil dari nama belakangnya, Ardianza.

Usaha tersebut mulai dirintis pada 2012 bersamaan dengan berdirinya klub dan sekolah sepatu roda yang ia bangun. Produk awal dipakai oleh atlet binaannya sendiri.

Hasilnya tak disangka. Klub binaan Airlangga kerap menjuarai kompetisi hingga membuat banyak komunitas sepatu roda lain penasaran dengan perlengkapan yang digunakan.

“Awalnya dipakai internal klub. Karena sering juara, klub lain mulai tanya pakainya apa, akhirnya kami mulai produksi lebih banyak,” katanya.

Tak mudah membangun usaha dari nol. Airlangga mengaku modal awal bisnis berasal dari bonus SEA Games yang diterimanya sebagai atlet nasional.

Dana tersebut digunakan untuk mendatangkan puluhan set perlengkapan sepatu roda dari luar negeri.

Namun, cobaan datang di fase awal usaha ketika ia tertipu perantara impor hingga mengalami kerugian.

“Pernah ketipu makelar impor, uang hilang. Tapi akhirnya barang ditemukan di Jakarta dan kita tebus lagi,” ungkapnya.

Persaingan bisnis juga menjadi tantangan tersendiri. Saat merek yang sebelumnya dijual mulai masuk ke ritel besar dengan harga lebih murah, Airlangga memutuskan fokus membangun merek sendiri yang memiliki identitas dan kekuatan hukum.

Keputusan itu menjadi titik balik. Produk Ardianz berkembang menjadi perlengkapan sepatu roda dari level pemula hingga atlet kompetitif.

Desain dilakukan langsung oleh Airlangga, sementara produksi masih bekerja sama dengan sejumlah pabrik di luar negeri dengan spesifikasi yang disesuaikan untuk kebutuhan atlet Indonesia.

“Semua spesifikasi saya tes langsung ke atlet-atlet. Dari ukuran roda, posisi frame, sampai karakter kecepatannya,” jelas pria 36 tahun tersebut.

Seiring berkembangnya bisnis, kebutuhan pengiriman menjadi semakin tinggi. Airlangga mengaku telah menggunakan layanan JNE sejak awal membangun usaha karena aksesnya yang mudah dan pelayanan yang dinilai mendukung pelaku UMKM.

Ia mengenal JNE dari outlet di kawasan Sultan Agung, Semarang. Dari sana, ia mulai memanfaatkan layanan member usaha dengan sistem pembayaran bulanan dan layanan penjemputan paket (pickup service).

“Dulu kenalnya karena dekat. Terus ditawari sistem member, pengiriman bisa direkap per bulan, ada potongan juga,” katanya.

Kini, pengiriman produk dilakukan rutin dua hingga tiga kali dalam sepekan ke berbagai wilayah Indonesia, mulai Jakarta, Kalimantan, hingga Papua.

Bahkan untuk pengiriman skala besar, Airlangga memanfaatkan layanan kargo.
Menurutnya, pelayanan menjadi faktor utama tetap bertahan menggunakan JNE di tengah banyaknya pilihan ekspedisi.

“Dulu awal-awal belum paham packing. Di JNE dibantu wrapping, dibantu packing juga. Hal kecil begitu menurut saya sangat membantu,” ujarnya.

Tak hanya bisnis sepatu roda, saat pandemi Covid-19, jasa pengiriman juga membantu menopang usaha jahit milik istrinya yang beralih memproduksi masker.

Perjalanan bisnis Ardianz kini terus berkembang. Rumah keluarga yang dulu menjadi tempat tinggal kini disulap menjadi gudang penyimpanan produk sekaligus lokasi pembinaan atlet muda.

Airlangga bahkan menyediakan tempat tinggal sederhana bagi atlet binaannya yang menjalani latihan di Semarang.

Meski sibuk menjalankan usaha, ia tetap aktif membina atlet sepatu roda dan terlibat dalam pembinaan olahraga di Jawa Tengah. Tahun lalu, ia dipercaya membawa tim Indonesia berlaga di Korea Selatan.

Baginya, bisnis ini bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi bentuk kepedulian agar olahraga sepatu roda tetap berkembang dan bisa dijangkau lebih banyak anak-anak Indonesia.

“Kalau saya, yang penting olahraga ini tetap hidup. Anak-anak bisa punya kesempatan jadi atlet tanpa harus terkendala alat yang mahal,” tutupnya.***

Long Weekend Makin Seru, Hotel GranDhika Pemuda Semarang Hadirkan Kelas Seni hingga BBQ Night dengan City View

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Momentum libur panjang dan cuti bersama di bulan Mei 2026 dimanfaatkan Hotel GranDhika Pemuda Semarang dengan menghadirkan beragam agenda menarik bagi masyarakat.

Mulai dari kelas seni kreatif untuk keluarga hingga sajian BBQ Night dengan panorama Kota Semarang, seluruh kegiatan dirancang untuk menghadirkan pengalaman staycation yang berbeda dan berkesan.

Salah satu agenda unggulan yang disiapkan adalah Kelas Cup Painting yang akan digelar pada Sabtu, 23 Mei 2026 mulai pukul 10.00 WIB.

Kegiatan ini menjadi pilihan menarik bagi keluarga yang ingin mengisi waktu liburan dengan aktivitas kreatif bersama anak-anak maupun pasangan.

Dalam kelas tersebut, peserta akan diajak melukis di media gelas bersama instruktur berpengalaman, Mrs. Intan Esty.

Menariknya, kegiatan ini tidak membutuhkan kemampuan melukis profesional sehingga cocok diikuti semua kalangan.

Dengan harga Rp160 ribu per orang, peserta sudah mendapatkan fasilitas brunch, totebag, doorprize menarik, hingga potongan harga 15 persen untuk menu food and beverage hotel.

Tidak hanya menghadirkan aktivitas seni, Hotel GranDhika Pemuda Semarang juga rutin menggelar BBQ Night setiap Jumat malam mulai pukul 19.00 hingga 21.30 WIB di area swimming pool lantai 5.

Konsep yang diusung memadukan casual fine dining dengan sensasi all you can eat. Beragam menu tersedia mulai dari appetizer, hidangan utama, hingga dessert.

Pengunjung juga dapat menikmati aneka pilihan beef, chicken, dan seafood dengan variasi menu yang menggugah selera.

Cukup dengan Rp150 ribu per orang, tamu dapat menikmati sajian BBQ sambil ditemani city view Kota Semarang di malam hari yang menjadi daya tarik tersendiri.

Manajemen Hotel GranDhika Pemuda Semarang berharap rangkaian kegiatan ini dapat menjadi alternatif pilihan masyarakat untuk menikmati long weekend dengan suasana yang hangat, santai, sekaligus penuh kreativitas.

Informasi lebih lanjut mengenai promo dan event dapat diakses melalui akun Instagram resmi Hotel GranDhika Pemuda Semarang atau melalui layanan reservasi WhatsApp di 0811-2850-1712 dan telepon (024) 2920 7788.***

Kunjungi Gedung Pers, Solusi Bangun Indonesia Jalin Sinergi Strategis dengan PWI Jateng

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – PT Bangun Solusi Indonesia Tbk Pabrik Cilacap, bagian dari Semen Indonesia  Group mengadakan kunjungan silaturahmi ke kantor PWI Jawa Tengah  di Gedung Pers, Semarang, Selasa 12 Mei 2026.

Visitasi  ini bertujuan untuk mempererat kemitraan dengan media sekaligus memperkuat sinergi antara perusahaan dan insan pers di wilayah operasional.

Putut Hardi Suseno, Corporate Communication Superintendent Region 2 Bangun Solusi Indonesia menjelaskan, media relations bersama PWI dan puluhan wartawan di Semarang ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi, edukasi produksi, dan transparansi informasi program strategis kepada publik.

“Selain bersilaturahmi, kunjungan ini juga memberikan kesempatan untuk berbagi wawasan terkait teknologi produksi semen dan komitmen korporasi dalam praktik bisnis yang ramah lingkungan. Kami juga siap bersinergi dengan wartawan melalui berbagai kegiatan,” kata Putut.

Kunjungan Putut diterima Ketua PWI Jateng Setiawan Hendra Kelana, Wakil Ketua Bidang Organisasi Sunarto, Wakil Ketua Bidang Pendidikan Alkomari, Wakil Sekretaris Bakhtiar Rivai, Ketua Dewan Kehormatan Amir Machmud NS, serta Ketua Badan Pengembangan Usaha Organisasi Aning Karindra Ariyanti.

Dalam kesempatan tersebut, Putut memaparkan sejarah Solusi Bangun Indonesia yang memiliki jangkauan operasional luas, termasuk di Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Kalimantan. Dengan produk andalan Dynamix, dia juga menjelaskan bagaimana pabrik ini terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pemimpin pasar (market leader) semen di wilayah Jawa Tengah dan sekitarnya.

Dia menambahkan, Dynamix adalah produk semen kantung unggulan dari Solusi Bangun Indonesia. Lokasi pabrik berada di empat titik strategis yaitu Cilacap, Tuban, Naragong, dan Lhoknga.

Tak ketinggalan, Putut menyinggung penerapan teknologi RDF (Refuse Derived Fuel) oleh perusahaan untuk mengolah berton-ton sampah kota menjadi bahan bakar alternatif pengganti batu bara.

Ketua PWI Setiawan Hendra Kelana menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kunjungan tim dari Solusi Bangun Indonesia. Harapannya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kolaborasi antara insan pers dan perusahaan sehingga terjalin komunikasi yang lebih terbuka dan konstruktif.

”Selama ini, hubungan PWI dengan SIG dan anak usaha yang lain juga bagus, misalnya sinergi melalui peningkatan kompetensi wartawan, gathering media, dan kunjungan pabrik. Semoga ke depan, kolaborasi PWI dengan Solusi Bangun Indonesia terus diperkuat,” tambahnya. **

Sosialisasi MBG di Kotabaru Dorong Pemenuhan Gizi dan Pencegahan Stunting

0

Kotabaru, Kalimantan Selatan (Pertamanews.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus disosialisasikan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas gizi anak dan mencegah stunting sejak dini. Sosialisasi MBG kali ini digelar di Kantor Desa Tegal Rejo, Kecamatan Kelumpang Hilir, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (9/5). 

Kegiatan tersebut menghadirkan Anggota Komisi IX DPR RI, Hj. Mariana, Kepala KPPG Balikpapan Paska Pakpahan, S.E., serta Penyuluh Kesehatan Puskesmas Serongga Ike Milatun Asfa, SKM sebagai narasumber. 

Dalam sambutannya, Hj. Mariana menegaskan bahwa Program MBG merupakan salah satu program prioritas nasional yang digagas Presiden Republik Indonesia untuk menciptakan generasi sehat dan berkualitas.

“Program MBG adalah program yang sangat mulia. Tujuannya sederhana namun berdampak besar, yaitu memastikan anak-anak kita berangkat ke sekolah dalam keadaan kenyang dan siap belajar. Kita semua memahami, anak yang datang ke sekolah dengan perut kosong tentu sulit berkonsentrasi. Namun ketika kebutuhan gizinya terpenuhi, semangat dan fokus belajarnya meningkat,” ujar Mariana. 

Ia juga menambahkan bahwa program tersebut tidak hanya berdampak pada kesehatan dan pendidikan anak, tetapi juga turut menggerakkan perekonomian masyarakat di daerah.

“Di berbagai daerah yang sudah menjalankan program ini, kita melihat dampak yang nyata. Tingkat kehadiran siswa meningkat, konsentrasi belajar membaik, dan orang tua merasa terbantu karena pengeluaran rumah tangga untuk konsumsi anak berkurang. Bahkan, program ini juga membuka lapangan kerja baru. Satu dapur SPPG dapat menyerap puluhan tenaga kerja dari masyarakat sekitar dan menggerakkan ekonomi desa melalui pembelian bahan pangan lokal seperti beras, telur, sayur, ayam, dan ikan,” jelasnya. 

Meski demikian, Mariana mengakui bahwa pelaksanaan program yang masih berjalan dalam tahap pengembangan membutuhkan pengawasan bersama agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.

Melalui MBG, anak-anak diharapkan mendapatkan asupan gizi yang cukup dan seimbang setiap hari, sehingga dapat membantu meningkatkan kesehatan, konsentrasi belajar, serta mencegah terjadinya stunting sejak usia dini.

Melalui sosialisasi ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang dan turut mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis demi terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan kuat.***

Sosialisasi MBG di Desa Empat Balai Dorong Gizi dan Ketahanan Pangan Daerah

0

Kampar, Riau (Pertamanews.id) – Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersama mitra kerja kembali digelar di Aula Pondok Pesantren Muhammadiyah Hamzah Yunus Kuok Nosa Pandan, Dusun Kebuh Tengah, Desa Empat Balai, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Riau, Kamis (8/5). Kegiatan ini menghadirkan Anggota Komisi IX DPR RI Ir. H. Sahidin, Kepala Desa Sumber Makmur Abdi Sukri, S.T., serta Kepala KPPG Pekanbaru Dr. Syartiwidya, STP., MSi.

Dalam kegiatan tersebut, Ir. H. Sahidin menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan ibu hamil. Menurutnya, tingginya angka stunting, gizi buruk, dan malnutrisi masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan perhatian bersama.

“Program MBG hadir sebagai langkah nyata untuk memastikan generasi muda Indonesia tumbuh sehat, cerdas, dan mampu bersaing di masa depan,” ujar Ir. H. Sahidin.

Ia menjelaskan, sasaran utama program meliputi peserta didik mulai dari PAUD hingga SMA/pesantren, serta ibu hamil dan ibu menyusui. Selain memberikan manfaat kesehatan, program ini juga diyakini mampu memperkuat perekonomian masyarakat melalui keterlibatan UMKM, petani, nelayan, dan pelaku usaha pangan lokal.

“Pemanfaatan bahan pangan lokal di Riau menjadi kekuatan penting agar program ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” tambahnya.

Sebagai anggota Komisi IX DPR RI, Ir. H. Sahidin juga menegaskan pentingnya pengawasan agar pelaksanaan program berjalan transparan, tepat sasaran, dan berkelanjutan.

“Kami di DPR RI akan terus mengawal kebijakan dan anggaran agar manfaat program ini benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya di Dapil Riau II,” tegasnya.

Program MBG bukan sekadar memberikan makanan gratis, tetapi menciptakan ekosistem ekonomi baru yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan daerah.

Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan antusiasme masyarakat yang tinggi. Para peserta berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat demi menciptakan generasi Indonesia yang sehat, kuat, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.***

Kongres SneX 2026 Jadi Sorotan, Muchamad Lutfi Al Farizi Muncul sebagai Figur Pembaharu

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – ​Bursa calon pemimpin kelompok suporter fanatik PSIS Semarang, SneX (Semarang Extreme) periode 2026-2029 kian memanas.

Pemilihan punggawa atau Ketua Umum SneX sendiri akan berlangsung 17 Mei 2026 melalui gelaran Konggres di Aula Balaikota Semarang.

Yang menarik adalah munculnya nama Muchamad Lutfi Al Farizi sebagai kandidat Ketua Umum. Sosok ini diharapkan banyak kalangan bisa membawa angin segar sekaligus harapan baru bagi komunitas suporter di Kota Atlas.

​Lutfi, yang merupakan sosok berpengalaman di jajaran pengurus SneX periode 2023-2026, memantapkan diri untuk maju dengan membawa visi besar: menjadikan SneX sebagai organisasi suporter yang solid, cerdas, beretika, dan berbudaya.

​Tidak hanya modal semangat di atas tribun, Lutfi memiliki latar belakang pendidikan yang mentereng.

Lulusan S1 Teknik Sipil Universitas Semarang (USM) dengan IPK 3,8 ini membuktikan figur suporter masa kini adalah mereka yang mampu memadukan intelektualitas dengan loyalitas tanpa batas kepada klub kebanggaan, PSIS Semarang.

​Selama masa jabatannya di kepengurusan sebelumnya, Lutfi dikenal sebagai “arsitek” di balik manajemen massa dan administrasi organisasi yang rapi.

Ia terbukti piawai dalam mengelola database anggota, perizinan, hingga menjaga hubungan harmonis dengan pihak eksternal dan manajemen klub.

​Membawa Misi “Suporter Modern”

​Dalam pernyataannya, Lutfi menegaskan SneX ke depan harus mampu memberikan dampak positif, tidak hanya bagi klub, tapi juga bagi masyarakat Semarang dan lingkungan sepak bola nasional.

​”Kami ingin membangun ekosistem di mana dukungan kepada PSIS dilakukan dengan sportivitas tinggi, tanpa kekerasan, dan menolak rasisme. SneX harus menjadi kebanggaan Kota Semarang,” tegas Lutfi dalam visi-misinya.

​Salah satu poin revolusioner yang ia usung adalah pembangunan Ekosistem Ekonomi Kolektif.

Lutfi berencana mewadahi potensi dan bakat anggota SneX ke dalam bentuk usaha kreatif guna menopang kemandirian finansial organisasi.

​Fokus Kedisiplinan dan Kreativitas

​Jika terpilih, Lutfi berkomitmen untuk meningkatkan kualitas koordinasi tribun dan koreografi yang selama ini menjadi identitas Semarang Extreme.

Dengan bekal keahlian problem solving dan crisis management, ia siap menghadapi tantangan manajemen konflik yang sering terjadi di dunia suporter.

​”SneX harus lebih solid, kreatif, dan tertib. Citra positif adalah harga mati agar kita bisa menjadi mitra strategis bagi klub dan memberikan teror mental yang sportif bagi lawan di stadion,” tambahnya.

​Kini, mata seluruh pendukung PSIS Semarang tertuju pada proses pemilihan ini. Apakah tangan dingin Lutfi Al Farizi akan membawa SneX ke era baru yang lebih profesional? Menarik untuk ditunggu. (***)

Tolak Angin Gandeng PERDAMI Gelar Operasi Katarak Gratis di Kapuas Hulu

0

PUTUSSIBAU (Pertamanews.id) — Di tengah masih banyaknya warga kurang mampu yang belum terjangkau layanan operasi mata, PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk melalui produk Tolak Angin kembali menggelar operasi katarak gratis di Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Jumat (8/5/2026).

Dalam aksi sosial tersebut, Tolak Angin bekerja sama dengan Asia Muslim Charity Foundation (AMCF) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) Cabang Kalimantan Barat membantu operasi untuk 100 mata pasien dengan total bantuan senilai Rp150 juta.

Bantuan diserahkan langsung Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat kepada Direktur RSUD dr. Achmad Diponegoro, Paulus Miki, S.Farm.

Penyerahan turut disaksikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu Sudarso, S.Pd., MM, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Triwati, S.P., M.Si., serta Ketua PERDAMI Cabang Kalimantan Barat dr. Wisudawan Abdullah, Sp.M.

Irwan Hidayat menegaskan, operasi katarak gratis menjadi komitmen berkelanjutan perusahaan untuk membantu masyarakat mendapatkan kembali penglihatannya.

Menurutnya, masih banyak warga yang belum bisa menjalani operasi meski telah ada program BPJS.

“Kalau seseorang kehilangan penglihatan, maka 50 persen kualitas hidupnya ikut hilang. Karena itu kami terus berupaya membantu masyarakat melalui operasi katarak gratis,” ujar Irwan Hidayat.

Ia menyebut, sejak 2011 Sido Muncul bersama PERDAMI telah membantu lebih dari 58 ribu operasi mata di berbagai daerah di Indonesia. Namun angka penderita katarak yang belum tertangani dinilai masih cukup besar.

“Kami bersyukur masih bisa terus berbakti melalui operasi katarak gratis. Tapi kami juga tahu masih begitu banyak masyarakat yang belum mendapatkan operasi. Karena itu kegiatan seperti ini akan terus kami lakukan,” katanya.

Irwan juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, pihak rumah sakit, AMCF, dan PERDAMI yang mendukung terselenggaranya kegiatan sosial tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, rumah sakit, AMCF, dan semua pihak yang telah membantu sehingga kegiatan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap para pasien yang telah menjalani operasi dapat kembali melihat dengan lebih baik dan menjalani aktivitas secara normal.

“Semoga para pasien yang dioperasi hari ini dapat melihat dunia dengan lebih baik lagi dan kualitas hidupnya meningkat. Saya berharap semuanya sehat,” tutup Irwan Hidayat.

Selain operasi katarak gratis, Sido Muncul juga aktif menjalankan berbagai program sosial lain seperti operasi bibir sumbing gratis dan penanganan stunting.

Perusahaan bahkan berencana memperluas program sosial untuk penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).***

NIMATS 2026 UNNES Perluas Partisipasi, Libatkan LPK Pemagangan Jepang

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Lomba Akademik NIMATS Universitas Negeri Semarang (UNNES) 2026 kembali digelar sebagai wadah pengembangan kemampuan bahasa Jepang bagi pelajar.

Mengusung tema 夕暮に光、睡蓮咲く (Yuugure ni Hikari Suiren Saku) yang berarti “indahnya teratai melepas senja”, kegiatan ini merepresentasikan semangat transisi menuju masa depan yang lebih cerah melalui pendidikan dan kompetisi.

Rangkaian lomba yang menjadi bagian dari festival budaya Jepang Nihon Matsuri ini diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Fakultas Bahasa dan Seni UNNES. Puncak kegiatan berlangsung pada Sabtu, 2 Mei 2026, bertempat di kampus Fakultas Bahasa dan Seni UNNES, Semarang.

Ketua pelaksana kegiatan, Muhammad Musyafa’ Mudzakir Sa’id, menjelaskan bahwa ajang ini tidak sekadar kompetisi, tetapi juga ruang aktualisasi diri bagi pelajar yang menekuni bahasa Jepang.

“Lomba Akademik Bahasa Jepang NIMATS kami harapkan dapat menjadi wadah bagi para pelajar untuk mengukur dan mengembangkan kemampuan bahasa Jepang mereka. Tahun ini, kami juga memperluas partisipasi dengan melibatkan peserta dari LPK agar pengalaman kompetisi semakin beragam dan bermakna,” ujarnya.

Adapun kategori lomba yang dipertandingkan meliputi Lomba Cerdas Cermat Bahasa Jepang (LCC), Kana Taikai (baca tulis huruf kana), serta lomba pidato berbahasa Jepang.

Kompetisi ini diikuti oleh siswa SMA/SMK serta peserta dari Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) se-Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dosen pembina kegiatan, Dwi Puspitosari, S.Pd., M.A., menegaskan bahwa NIMATS telah menjadi agenda tahunan yang dinanti sekaligus memiliki nilai strategis dalam pengembangan pembelajaran bahasa Jepang.

“Lomba Akademik bahasa Jepang NIMATS yang diselenggarakan setiap tahun ini diharapkan menjadi ajang bergengsi bagi para pelajar dalam membuktikan kemampuan dan pengetahuan tentang Jepang. Mulai tahun ini, kami juga mengajak partisipasi aktif dari LPK pemagangan ke Jepang sebagai bagian dari pelajar bahasa Jepang di jalur nonformal,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keterlibatan peserta dari berbagai latar belakang pendidikan diharapkan mampu menciptakan tantangan positif bagi pelajar, guru, maupun instruktur dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Jepang.

“Semoga langkah ini mendorong peningkatan kompetensi dan pengembangan diri, baik di pendidikan formal maupun nonformal,” imbuhnya.

Dalam kompetisi tahun ini, sejumlah sekolah dan lembaga pelatihan berhasil meraih prestasi. Pada kategori Lomba Cerdas Cermat (LCC), SMAN 1 Yogyakarta keluar sebagai juara pertama, disusul SMAN 5 Semarang di posisi kedua, dan SMKN 1 Pringapus di posisi ketiga.

Sementara itu, pada kategori Kana Taikai, Nathania Filia Renata dari SMA Ciputra Kasih Semarang meraih juara pertama. Posisi kedua diraih Marchel Ridho Maulana dari SMAN 10 Semarang, dan juara ketiga diraih Daniel Jastin Manuela Tunggal dari SMK Wishuda Karya Kudus.

Pada kategori pidato bahasa Jepang, Febrian Ristianto dari LPK Global Bahtera College berhasil meraih juara pertama, diikuti Muh Salman dari lembaga yang sama sebagai juara kedua, serta Muhammad Iqbal dari LPK Shiawase Lestari Indonesia sebagai juara ketiga.

Dengan terselenggaranya NIMATS 2026, UNNES kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang aktif mendorong pengembangan kompetensi global, khususnya dalam bidang bahasa dan budaya Jepang.

Ajang ini diharapkan terus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berprestasi dan membuka peluang di kancah internasional.***