JAKARTA (Pertamanews.id) – Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia, Budi Arie Setiadi, S.Sos., M.Si., mengatakan pengaturan publisher rights akan segera disahkan dalam waktu dekat.
Publisher rights merupakan aturan yang mewajibkan platform digital untuk memberikan nilai ekonomi pada konten berita dari media lokal dan nasional.
“InsyaAllah sebentar lagi. Kita akan menyambut disahkannya regulasi ini oleh Bapak Presiden Republik Indonesia,” ujarnya, dilansir laman RRI, Senin (19/02).
Dalam acara Konvensi Nasional Media Massa, Menkominfo menyebutkan langkah ini menjadi upaya untuk memastikan agar pelaku industri tidak tergerus oleh disrupsi digital.
“Justru menguatkan dan beberapa kebijakan tersebut sebagaimana Rancangan Perpres mengenai Publisher Rights serta pengaturan dalam Undang-Undang ITE,” jelasnya.
Selanjutnya ia mendorong penerapan regulasi publisher rights diikuti dengan inovasi yang dilahirkan oleh industri pers nasional. Ia berharap upaya ini dapat membuat masa depan industri pers semakin optimis dan adaptif.
“Saya yakin bahwa spirit ini akan menghadirkan masa depan industri pers yang penuh optimisme. Industri pers yang agile (berpikir) dan adaptif, industri pers yang berkualitas dan berkelanjutan,” tutupnya.
SEMARANG (Pertamanews.id) – Program Pascasarjana Magister Manajemen (MM) Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Semarang, sebagai inisiatif baru dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas di bidang manajemen. Langkah ini merupakan, bagian dari komitmen STIE Semarang dalam memberikan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri dan pasar kerja saat ini.
Program Magister Manajemen dirancang, untuk mempersiapkan calon-calon pemimpin bisnis dan manajemen serta pemerintahan, yang memiliki pemahaman mendalam tentang konsep-konsep manajemen modern dan keterampilan praktis yang diperlukan untuk sukses di lingkungan bisnis dan pemerintahan yang dinamis.
Program ini nantinya, juga akan menawarkan kurikulum yang komprehensif, menekankan pemahaman dan penguasaan manajemen pemerintahan, manajemen pemasaran, manajemen kewirausahaan dan konsep-konsep kunci sumber daya manusia, alat, dan teknologi yang dibutuhkan oleh para profesional masa depan.
Selain itu, dalam upaya untuk meningkatkan kapasitas SDM di sektor pemerintahan, Direktur Program Studi Magister Manajemen (MM) STIE Semarang Dr.St Sunarto,MS mengatakan, program studi Magister Manajemen menghadirkan program Kepemerintahan. Program ini akan memberikan pemahaman yang mendalam tentang dinamika dan tantangan dalam pengelolaan pemerintahan, baik di tingkat nasional maupun lokal.
Program Studi ini juga, memfokuskan pada pengelolaan dan manajemen kepemerintahan dari tingkat nasional hingga tingkat desa dan kelurahan. Dengan semakin kompleksnya tantangan yang dihadapi oleh pemerintah, baik dalam skala nasional maupun lokal, kebutuhan akan para profesional yang terlatih dalam manajemen pemerintahan semakin meningkat.
“Prodi S-2 MM STIE Semarang ini memiliki perhatian pada pengelolaan dan manajemen kepemerintahan. Tata kelola pemerintahan sangat penting termasuk hingga tingkat desa dan kelurahan. Kami bertekad untuk bisa mencetak lulusan unggul mendukung sumber daya manusia (SDM) di dalam manajemen pemerintahan di Tanah Air,” kata St Sunarto, beberapa waktu yang lalu.
Para mahasiswa juga akan diberikan kesempatan untuk terlibat dalam proyek-proyek penelitian dan magang di perusahaan-perusahaan terkemuka untuk memperoleh pengalaman praktis yang berharga.
Magister Manajemen dengan Akreditasi Baik
Diketahui, Program Studi Magister Manajemen STIE Semarang telah mendapatkan akreditasi Baik dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), sesuai dengan Surat Keputusan Nomor 136/DE/A.5/AR.10/XII/2022. Dengan Surat Keputusan izin operasional dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 59/E/0/2014.
Dengan adanya akreditasi Baik dari BAN-PT, siap menghasilkan lulusan yang memiliki pemahaman mendalam tentang konsep-konsep manajemen terkini serta keterampilan praktis yang dibutuhkan untuk berhasil di dunia bisnis yang kompetitif saat ini. Adapun 3 bidang konsentrasi yakni, Manajemen Pemasaran, Manajemen Sumber Daya Manusia dan Manajemen Keuangan.
Program pascasarjana ini akan membantu mempersiapkan generasi masa depan pemimpin bisnis dan manajemen yang berkualitas dan kompeten dalam menghadapi tantangan global yang kompleks.
Sarana dan Prasarana Terbaik STIE Semarang menyediakan sarana dan prasarana terbaik guna mendukung kegiatan belajar mengajar para mahasiswa. Dalam upaya memastikan pengalaman pendidikan yang berkualitas, STIE Semarang telah menginvestasikan secara besar-besaran dalam fasilitas yang diperlukan.
Ruang Kelas Modern Terdapat ruang kelas dengan kapasitas 25 tempat duduk, dilengkapi dengan LCD projector dan LED TV 50″. Fasilitas ini memungkinkan penggunaan teknologi terbaru dalam penyampaian materi pembelajaran serta mendukung interaksi antara dosen dan mahasiswa.
Laboratorium Komputer yang Lengkap Laboratorium komputer STIE Semarang memiliki kapasitas 25 tempat duduk dan dilengkapi dengan perangkat lunak terkini serta akses internet yang cepat. Hal ini memungkinkan mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan teknologi informasi yang diperlukan dalam analisis data dan pemecahan masalah.
Laboratorium Pasar Modal dan Tax Center STIE Semarang juga menyediakan laboratorium khusus untuk studi pasar modal dan pajak. Fasilitas ini memungkinkan mahasiswa untuk memahami praktik terkini dalam dunia keuangan dan perpajakan serta mengembangkan keterampilan praktis dalam analisis keuangan dan perencanaan pajak.
Perpustakaan yang Komprehensif Perpustakaan STIE Semarang terdiri dari Ruang Referensi yang dilengkapi dengan koleksi buku, jurnal, dan publikasi terkini dalam bidang manajemen dan ekonomi. Selain itu, mahasiswa juga memiliki akses ke Virtual Library, yang memungkinkan mereka untuk mengakses berbagai sumber daya elektronik dari mana saja dan kapan saja.
Dengan menyediakan sarana dan prasarana yang lengkap dan mutakhir, STIE Semarang bertujuan untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang kondusif dan memastikan bahwa para mahasiswa Program Magister Manajemen dapat mengembangkan potensi mereka secara maksimal.
Informasi Pendaftaran
Dengan dibukanya pendaftaran mahasiswa baru, Ketua Program Magister Manajemen (MM) STIE Semarang, Dr. Rokhmad Budiyono, SPd, MM mengatakan, kurikulum Program Magister Manajemen untuk semester ganjil 2024 sejalan dengan peraturan baru yang dikeluarkan oleh Kementerian Pndidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) pada tahun 2023.
Mahasiswa S2 hanya perlu menempuh 36 SKS untuk menyelesaikan program studi mereka. Hal ini mengakibatkan beban SKS yang relatif ringan bagi mahasiswa S2, dan banyak dari mereka mungkin belum menyelesaikan beban SKS yang memadai untuk lulus.
” Program Pasca Sarjana S2 MM STIE Semarang menerima pendaftaran semester genap 2023. Di semester genap ini masih kurikulum lama, sehingga mahasiswa S2 cukup menempuh 36 sks. Sehingga beban SKS mahasiswa untuk lulus S2 belum banyak. Berbeda dengan tahun ajaran baru semester ganjil 2024, sudah diterapkan kurikulum baru sesuai dengan peraturan baru Dikti tahun 2023 yang mewajibkan S2 minimal menempuh 60 SKS,” jelas Dr. Rokhmad.
Untuk calon mahasiswa yang ingin mendaftar ke Program Magister Manajemen di STIE Semarang, berikut adalah syarat-syarat yang diperlukan untuk pendaftaran:
Foto kopi Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Foto kopi Kartu Keluarga (KK).
Foto kopi ijazah S1 yang telah dilegalisir.
Foto kopi transkrip nilai S1 yang telah dilegalisir.
Dua lembar foto berwarna ukuran 3×4.
Dua lembar foto berwarna ukuran 4×6.
Selain itu, terdapat biaya pendaftaran dan matrikulasi yang perlu dibayarkan: Biaya Pendaftaran: Rp 500.000,- Biaya Matrikulasi: Rp 1.500.000,-
Total biaya pendaftaran dan matrikulasi adalah Rp 2.000.000,-. Pembayaran dapat dilakukan melalui transfer ke rekening Bank BRI dengan nomor rekening 043501100100309 atas nama Yayasan Pendidikan Akademi Koperasi Semarang.
Dengan lengkapnya syarat-syarat pendaftaran dan penjelasan mengenai biaya yang diperlukan, diharapkan calon mahasiswa dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk mendaftar ke Program Magister Manajemen di STIE Semarang.
SEMARANG (Pertamanews.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyatakan, upaya penanganan banjir terus ditingkatkan dengan menambah kapasitas pompa dan normalisasi saluran air.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (Kabid SDA) Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Mochamad Hisam Ashari menyebut jika penambahan pompa dan normalisasi saluran air akan dilakukan tahun ini.
Dia menjelaskan, normalisasi saluran dilakukan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Misalnya saluran air sepanjang Kaligawe sampai Jembatan Gotong Royong di Tlogosari.
“Tahun ini lagi berjalan untuk normalisasi mulai Kaligawe sampai Tlogosari,” kata Hisham, Senin (19/2).
Hisyam mengatakan, normalisasi tersebut akan membuat aliran air menuju Rumah Pompa Tenggang lancar. Sebab, Jembatan Nogososro di Tlogosari yang awalnya rendah menjadi penghambat telah dinaikkan. Pihaknya juga akan menyelaraskan normalisasi yang dilakukan BBWS Pemali Juana dengan melakukan peningkatan saluran yang berada di Tlogosari.
“Jadi talut saluran yang sudah miring-miring itu tahun ini kami perbaiki. Sehingga aliran dari Tlogosari ke Tenggang lancar,” ujarnya.
Menurutnya, penanganan di bagian Timur ini sedang dikebut pengerjaannya. Pasalnya, pada tahun sebelumnya wilayah yang menjadi aliran menuju Rumah Pompa Tenggang dan Sringin tersebut acap kali dilanda banjir.
“Kalau tahun kemarin yang besar ada di wilayah Timur, Tenggang dan Sringin. Untuk musim hujan kali ini kami sudah melakukan beberapa upaya dan terus berupaya lagi,” katanya.
Pihaknya mengakui, Rumah Pompa Kali Sringin terbebani oleh aliran Kali Tenggang. Namun dengan dilakukan normalisasi di Kali Tenggang beban tersebut akan segera berkurang. Termasuk, BBWS Pemali Juana sebagai pelaksana utama akan menambah pompa di Rumah Pompa Pasar Waru dan Kandang Kebo untuk mengurangi beban tersebut.
“Kami, tahun ini juga akan menambah kapasitas pompa di Trimulyo, karena selama ini kapasitas pompa masuk Sringin kurang. Sehingga tahun ini kami bangun rumah pompa, sekalian penambahan kapasitas pompanya hampir dua kali lipat dari yang sekarang,” ujarnya.
Kini, pihaknya juga terus melakukan analisa di sejumlah ruas jalan Kota Semarang yang sering tergenang air. Beberapa saluran yang tak mampu menampung debit air masuk daftar normalisasi.
“Kami masih melakukan pemantauan di sejumlah ruas jalan. Setiap kali hujan kami turun menganalisa apa-apa yang menjadi penyebab. Beberapa jalan ada yang masih tergenang, seperti Jalan Tanjung nanti salurannya akan kami normalisasi,” ujarnya.
Dia mencontohkan, sejumlah drainase yang dinormalisasi tahun lalu seperti di sepanjang Jalan Tentara Pelajar, Kedungmundu, dan Jalan Imam Bonjol sudah lancar.
“Peningkatan tersebut membuat banjir tidak seperti tahun-tahun kemarin. Termasuk di Imam Bonjol karena drainase terus berkelanjutan, kemarin salurannya, tahun ini kami tambah kapasitas pompa yang ada di sana,” tuturnya.
Upaya tersebut, menurutnya, tak lepas dari peran dan perhatian Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu yang aktif memantau penanganan banjir di lapangan. Pihaknya berharap masyarakat dapat bekerja sama mencegah terjadinya banjir dengan tidak membuang sampah sembarangan, terutama di saluran air.
“Bu Ita (sapaan akrab Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu) sangat memperhatikan upaya penanganan banjir,” tegasnya.
SEMARANG (Pertamanews.id) – Pembukaan Harajuku Street di Queen City Mall membawa nuansa baru yang terinspirasi langsung dari jalanan di Jepang.
Dengan konsep yang menggabungkan hidangan lokal hingga merek-merek ternama, Harajuku Street menawarkan pengalaman kuliner yang unik. Acara pembukaan diawali dengan penampilan Taiko, alat musik tradisional khas Jepang, yang memberikan sentuhan khas Jepang.
Secara simbolis, pembukaan Harajuku Street ditandai dengan kagami biraki. Harajuku Street hadir untuk memberikan warna baru dalam bersantai, dengan harapan menjadi destinasi kuliner yang memikat bagi para pengunjung.
Diketahui, Food area yang terletak di lantai 3 Queen City Mall akan segera hadir di Queen City Mall dengan perayaan Soft Opening yang akan dilaksanakan pada tanggal 26 Januari 2024.
Queen City Mall membuka Harajuku Street sebagai bagian dari konsep lifestyle experience yang diusungnya.
CEO SRLand Properties, Vonny Tresno Santoso, mengungkapkan bahwa sekitar 30 persen dari tenant di mall tersebut merupakan restoran dengan ragam kuliner mulai dari yang mewah hingga yang terjangkau.
“Konsep dari Queen City Mall itu kita Lifestyle experience, jadi hamper 30 persen tenant kita itu makanan dari yang high sampai low, di lantai 3 ini adalah full lifestyle dan makanan, dan yang paling special adalah Harajuku Street dan pada saat kita buat konsep mall ini, kita buat konsep yang special di Semarang dengan mengusung family friendly” ungkap Vonny.
Vonny Tresno Santoso menjelaskan Harajuku Street merupakan konsep pertama di Jawa Tengah yang mengusung tema ala Jepang secara menyeluruh.
Konsep interior ala jepang di impor dari Jepang agar atmosfer Jepang bisa dirasakan dengan lebih kuat. Tak hanya itu, masakan lokal juga tetap tersedia untuk memberikan variasi rasa kepada pengunjung.
“Harajuku Street ini merupakan konsep yang pertama di Jawa Tengah, kita benar-benar dengan konsep ala jepang semua, banyak barang yang kita impor dari Jepang, supaya lebih kerasa jepangnya. Tidak ketinggalan, kita juga menghadirkan masakan lokal juga” ungkapnya
Lebih lanjut, Keunikan dari area ini adalah adanya banyak spot selfie yang menarik, serta akan disertai dengan layanan penyewaan pakaian ala Jepang. Tak lupa, makanan khas Jepang seperti ramen juga menjadi primadona. Okisaki dari Sriratu telah dibuka di mall ini untuk memperkaya pengalaman kuliner di Harajuku Street.
“Spesialnya dari area ini banyak tempat selfie, kita lagi minta tim kita untuk adakan sempat penyewaan pakaian Jepang. Selain itu di Harajuku Street ini ada makanan lokal, dan juga disini ada Okisaki dari Sriratu.” ujarnya.
Dengan adanya Harajuku Street Food Area di Queen City Mall, diharapkan akan memberikan warna baru bagi pengalaman belanja dan bersantap di pusat perbelanjaan ini.
Harajuku Street Food Area juga diharapkan dapat menjadi destinasi kuliner yang memikat bagi warga Semarang dan sekitarnya. Harajuku Street Food Area membuka pintu pada pukul 10.00 WIB (jam operational) dan mengundang semua pencinta kuliner untuk menikmati salah satu ikon dari Queen City Mall.
Jangan lewatkan Soft Opening Harajuku Street Food Area di Queen City Mall pada tanggal 26 Januari 2024. Ikuti terus perkembangan kami di media sosial kami IG @queencitymall atau silakan kunjungi www.queencity.id untuk informasi lebih lanjut dan update terbaru.
JAKARTA (Pertamanews.id) – Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia, Budi Arie Setiadi, S.Sos., M.Si., mendorong industri pers nasional mengembangkan inovasi. Hal itu bisa dilakukan dengan menangkap berbagai peluang kehadiran digitalisasi global.
“Menyikapi disrupsi yang ada, saya mengajak kita semua untuk tidak gentar. Kita justru harus menangkap peluang yang dihadirkan oleh teknologi digital,” ujarnya, dilansir laman RRI, Senin (19/02).
Dalam acara Konvensi Nasional Media Massa, Menkominfo menyebutkan perkembangan teknologi digital, media sosial dan artificial intelligence (AI) menjadi faktor pemicu industri pers secara global. Untuk itu, dirinya mendorong industri pers agar mengadopsi dan mengembangkan teknologi baru serta meningkatkan keahlian karyawan.
“Melakukan upscalling (menaikkan kemampuan, red) karyawan. Agar memiliki kemampuan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan dan peluang perkembangan teknologi,” ujarnya.
Diakhir kesempatan ia juga mendorong industri pers nasional mengikuti perkembangan tren konten yang populer di masyarakat. Misalnya seperti konten podcast atau konten digital lainnya.
SEMARANG (Pertamanews.id) – Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mendampingi Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Zulkifli Hasan (Zulhas) mengecek stok dan harga beras di Pasar Bulu Jalan Mgr Sugiyopranoto, Semarang pada Selasa (20/2).
Bersama jajarannya, Mendag menuju ke pedagang sembako atau bahan pokok kemudian mendengarkan keluh kesah para pedagang soal kelangkaan beras. Zulhas mengakui jika saat ini kondisi stok beras memang menipis.
Tak hanya di Kota Semarang saja, pada sejumlah daerah di provinsi lain pun beras juga mengalami kenaikan harga. Ia menjelaskan, pemicu kenaikan harga ini dikarenakan masih dalam awal musim tanam. Saat ini, beras premium dijual di harga Rp 85.000,00 per lima kilogram.
“Jadi memang ya saya keliling ke mana-mana di Jateng dan kemarin di Jatim, Bekasi sama Pak Presiden waktu itu, memang beras premium, beras lokal, harganya naik. Sampai hari ini masih bergerak naik,” ujarnya.
“Ya karena beras lokal yang diminta itu produksinya turun, diperkirakan Januari sampai Maret. Dibanding tahun lalu, itu 2 juta (ton) lebih bedanya, artinya turun karena pindah musim. Yang harusnya (masa tanam sampai panen) Januari-Maret ini, tapi jadi Maret-Mei. Sehingga barangnya langka, barangnya sedikit, jadi harganya naik,” ucap dia.
Mengatasi kelangkaan ini, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Bulog untuk segera menyediakan beras berlabel SPHP atau beras subsidi yang dijual berkisar Rp 11.000/kilogram. Dirinya pun meminta kepada masyarakat untuk tidak panik karena pemerintah akan menggelontorkan beras sebanyak 250 ton.
“Pemerintah membanjiri pasar dengan SPHP atau beras bulog yang bersubsidi. Dijual berkisar Rp 10.900 per kilonya. Jadi konsumen masyarakat bisa alternatif. Kalau mahal sekali dia bisa beli beras subsidi yang kualitasnya tidak kalah,” paparnya.
Lebih lanjut, untuk stok beras di bulan Ramadan, Bulog juga telah melaporkan jika mempunyai stok sebanyak 2 juta ton. Ia memastikan jika kualitas beras yang tersedia ini juga tidak kalah dengan beras premium.
Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, jika beras saat ini masih menjadi salah satu komoditi yang harganya tinggi. Untuk di Kota Semarang, ketersediaan beras saat ini juga masih dalam menunggu masa panen.
“Karena memang masa tanam dan panen mundur, diperkirakan bulan Maret. Kemudian kalau Bulog Insya-Allah harganya, karena ini kan disubsidi oleh pemerintah, sehingga tetap di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET),” terangnya.
Ke depan, Mbak Ita sapaan akrabnya telah meminta kepada Dinas Perdagangan Kota Semarang untuk terus melakukan pemantauan ketersediaan beras. Ia juga mengimbau agar masyarakat bisa beralih sementara ke beras subsidi, mengingat kualitasnya juga baik.
“Kita harapkan nanti dari Disperindag untuk selalu memonitor, karena kalau suplai SPHP-nya berkurang nanti harga SPHP juga akan naik. Dan karena permintaan tinggi kemudian persediaan kurang juga akan terjadi kenaikan harga,” imbuhnya.
SEMARANG (Pertamanews.id) – Jaksa Agung ST Burhanuddin menyampaikan pidato pada acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan untuk Dr. Amir Yanto, S.H., M.M., M.H., CGCAE sebagai Kepala Badan Pemulihan Aset, sebuah unit baru di Kejaksaan Republik Indonesia. Dalam pidatonya, Jaksa Agung menyatakan bahwa peristiwa ini akan menjadi tonggak sejarah dalam menjadikan Kejaksaan sebagai pusat dalam upaya penegakan hukum yang berfokus pada pemulihan keuangan dan perekonomian negara. Dia mengucapkan selamat kepada Dr. Amir Yanto atas pelantikannya, yakin bahwa penempatan jabatan tersebut telah melalui proses pertimbangan yang matang sebagai pemimpin yang dapat dipercaya. Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum, Ketut Sumedana Selasa (20/2).
“Jaksa Agung menyatakan keyakinannya bahwa Kepala Badan Pemulihan Aset yang baru akan mampu menggapai tujuan besar bersama melalui dukungan dan penguatan terhadap Badan Pemulihan Aset, untuk mencapai kinerja optimal dan menjadikannya sebagai otoritas sentral dalam pemulihan aset. Dia juga menegaskan bahwa hari ini merupakan tonggak sejarah dengan pelantikan Kepala Badan Pemulihan Aset yang pertama, menekankan bahwa menjadi pionir tidaklah mudah, seperti kapal besar yang baru berlayar di lautan.”
Jaksa Agung memberikan pesan kepada Kepala Badan Pemulihan Aset untuk segera beradaptasi dengan tugas, struktur organisasi, visi, dan misi baru. Dia menyoroti kompleksitas tugas baru tersebut, mulai dari penelusuran hingga penyelesaian aset, serta perlunya kesatuan dalam pola kerja dan standarisasi kinerja di semua tingkatan.
Untuk memastikan kesinambungan Badan Pemulihan Aset, Jaksa Agung meminta pejabat baru untuk segera menyusun rencana dan roadmap yang menjadi landasan bagi pelaksanaan tugas secara hati-hati dan cermat. Dia juga menyampaikan harapannya agar Badan Pemulihan Aset dapat menjadi otoritas tunggal dalam pemulihan aset nasional melalui proses legislasi Undang-Undang Perampasan Aset yang sedang berjalan.
Jaksa Agung menutup pidatonya dengan harapannya bahwa Badan Pemulihan Aset akan menjadi otoritas yang dipercaya dalam pemulihan aset, dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dalam acara tersebut.
SEMARANG (Pertamanews.id) – Wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektoral berikut komitmen dalam menangani masalah TBC. Dengan jumlah kasus TBC mencapai 6.527 pada tahun 2023, masalah TBC di Kota Semarang tidak bisa dianggap remeh.
“Masalah TBC ini bukan hanya masalah kesehatan semata, tetapi juga persoalan ekonomi dan perilaku hidup sehat serta yang kedua adalah sanitasi total berbasis masyarakat,” ungkap mbak Ita sapaan akrabnya saat menghadiri Peluncuran Program USAID Bebas TBC di Hotel Harris pada Senin (19/2).
Dirinya juga menekankan perlunya sinergitas dalam upaya penanggulangan TBC. Mbak Ita menegaskan bahwa penanggulangan penyakit ini tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi juga membutuhkan partisipasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media. “DKK harus membuat time table. Jangan hari ini ada gerakan peluncuran kegiatan setelah itu selesai. Kita bisa berkolaborasi bersama-sama lintas sektoral,” tambahnya.
Melalui sejumlah kerja sama antar pihak seperti Forkopimda, OPD Pemkot Semarang, Instansi lintas sektor dan NGO, dirinya pun berharap ada satu komitmen bersama untuk melawan penyakit mematikan dan ini menuju langkah awal bebas dari TBC dan menuju generasi emas 2045.
“Membutuhkan sinergitas intervensi yang melibatkan multi-sektor serta peningkatan pemberdayaan masyarakat. Dan sebagai bentuk komitmen Pemkot Semarang untuk menuju Eliminasi TBC tahun 2028, adalah dengan adanya Peraturan Wali kota Nomor 39 tahun 2017 tentang Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanggulangan TBC,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Mochamad Abdul Hakam, menyoroti pentingnya keterlibatan semua pihak dalam upaya penanggulangan TBC. Menurutnya, tidak cukup hanya mengandalkan Dinas Kesehatan atau rumah sakit dalam penanganan masalah ini. “Tetapi semua unsur yang terlibat di dalamnya adalah termasuk teman-teman dari kecamatan, kelurahan, OPD seluruhnya termasuk akademisi dan NGO. Karena sekali lagi kalau semuanya terlibat, Insyaa Allah 2028 nanti bisa kita capai,” ungkap Hakam.
Sementara itu, Provincial Manager USAID Bebas TB Jawa Tengah, Endang Nuraini mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran Pemkot Semarang yang telah berkomitmen bersama-sama menuntaskan angka TBC. Pihaknya memastikan bakal intens melakukan koordinasi untuk mewujudkan Kota Semarang zero TBC di tahun 2028.
“USAID Bebas TBC akan fokus melakukan pendampingan kegiatan di Kota Semarang seperti meningkatkan penemuan kasus TBC, kualitas screening, dan diagnosis layanan TBC. Lalu optimalisasi pencegahan TBC dan memperkuat sistem kesehatan untuk mempercepat eliminasi TBC. Kami juga terus memperkuat kemitraan TBC dengan pemangku kepentingan dan komunitas, serta riset implementasi untuk meningkatkan penanggulangan TBC,” imbuhnya.
Peluncuran Program USAID Bebas TBC ini merupakan implementasi dari Perpres Nomor 67 tahun 2021 tentang Penanggulangan TBC. Dengan pendampingan kegiatan dari USAID Bebas TBC, Provinsi Jawa Tengah, termasuk Kota Semarang, diharapkan dapat mempercepat langkah menuju eliminasi TBC pada tahun 2030.
Dalam kurun waktu 5 tahun ke depan, USAID Bebas TBC akan fokus melakukan pendampingan kegiatan di Kota Semarang dengan berbagai program kerja yang mencakup peningkatan penemuan kasus TBC, peningkatan kualitas skrining dan diagnosis TBC, peningkatan kualitas layanan TBC, optimalisasi pencegahan TBC, memperkuat sistem kesehatan, memperkuat kemitraan TBC dengan pemangku kepentingan, serta riset implementasi untuk meningkatkan penanggulangan TBC.
SEMARANG (Pertamanews.id) – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah melakukan pencanangan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) 2024.
Pencanangan tersebut dilakukan saat apel di halaman kantor Kejati Jateng, dipimpin Kajati Dr. I Made Suarnawan, SH, MH, di Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (19/02).
Kegiatan pencanangan tersebut juga diikuti Wakajati Teguh Subroto, SH MH, Asintel Dr. Sunarwan, SH MH, Aspidsus Wahyu Sabrudin, SIP, SH, MH, Aspidum Adi Wibowo, SH MH, Asbin Sugiyanta, SH MH, Aspidmil Kolonel Laut (H) Muhammad Yunus, S.H, para Koordinator dan Kasi pada Kejati Jateng dan seluruh pegawai Kejaksaan Tinggi Jateng.
Dalam apel pencanangan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama dan pakta integritas oleh Kajati dan seluruh jajaran.
“Penandatangan komitmen bersama dan pakta integritas ini sebagai tanda komitmen bersama untuk mewujudkan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM pada Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah,” Kata Kajati Made.
Menurutnya, untuk membangun zona integritas menuju WBK dan WBBM di Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, maka seluruh jajaran Kejati diminta untuk menerapkan perubahan.
Pembangunan Zona Integritas (ZI) ini, merupakan kewajiban bagi ASN terlebih lagi Kejaksaan Tinggi Jateng, sebagai salah satu unsur penegakan hukum, yang berperan dalam mewujudkan keadilan, kepastian hukum dan kemanfaatan hukum di Jawa Tengah.
JAKARTA (Pertamanews.id) – Kualitas udara di Jakarta hari ini, Senin (19/2/24) masuk kategori tidak sehat dengan indeks kualitas udara (air quality index/AQI) 130 (kisaran 100-200) berdasarkan situs pemantau kualitas udara (IQAir) pada pukul 05.55 WIB.
Dilansir dari beritasatu, kualitas udara tersebut menempatkan Jakarta pada peringkat 13 sebagai kota dengan udara terburuk di dunia.
Angka polusi udara sebesar itu dihitung berdasarkan PM 2.5 dengan nilai konsentrasi 47,5 mikrogram per meter kubik. Angka itu memiliki tingkat kualitas udara tidak sehat bagi kelompok sensitif karena dapat merugikan manusia atau kelompok hewan sensitif. Selain itu, bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan atau nilai estetika.
Kota dengan kualitas udara terburuk urutan pertama hingga Senin pagi, yaitu Lahore, Pakistan 258, Dhaka, Bangladesh 247, Mumbai, India 193, Delhi, India 180, dan urutan kelima Chengdu, Tiongkok di angka 167.
Keenam Wuhan, Tiongkok 164, Milan, Italia 162, urutan Kathmandu, Nepal 159, dan Yangon, Myanmar 155, urutan kesepuluh Kampala, Uganda di angka 151.
Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, menerbitkan Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 593 Tahun 2023 tentang Satuan Tugas (satgas) Pengendalian Pencemaran Udara sebagai Kebijakan untuk Mempercepat Penanganan Polusi Udara.
Ruang lingkup satgas, di antaranya menyusun standar operasional prosedur (SOP) penanganan pencemaran udara di DKI Jakarta, mengendalikan polusi udara dari kegiatan industri, dan memantau secara berkala kondisi kualitas udara, hingga dampak kesehatan dari polusi udara.