spot_img
Beranda blog Halaman 33

Program MBG Dorong Tumbuh Kembang Anak dan Kesejahteraan Warga Bekasi

0

BEKASI (Pertamanews.id) – Upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat terus digeber melalui Program Makan Bergizi (MBG) yang menjadi inisiatif nasional untuk menekan angka stunting dan memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia. Gizi seimbang dan tepat merupakan kunci mendasar dalam sebagai langkah utama untuk mencetak generasi unggul yang akan menjawab tantangan dimasa depan. 

DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar Sosialisasi Program MBG di GOR Serbaguna Samudera Jaya, Kabupaten Bekasi pada Sabtu, (8/11). Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Putih Sari, Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi BGN, Ndaru Kusumajati, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Darissalam, serta masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Putih Sari menjelaskan bahwa program MBG tidak hanya difokuskan pada pemenuhan gizi anak-anak, tetapi juga memiliki dampak ekonomi bagi masyarakat. Pemerintah terbuka bagi masyarakat yang ingin terlibat aktif dalam program MBG khususnya di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Selain memberikan pemenuhan gizi yang optimal bagi anak-anak Indonesia, kita juga berharap melalui adanya SPPG di setiap wilayah dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat agar dapat berkembang,” tutur Putih Sari.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan program MBG membutuhkan dukungan bersama dari seluruh elemen masyarakat. Pemerintah menyadari betul program strategis nasional ini perlu mendapat perhatian dan dukungan khusus dari berbagai pihak agar dapat berjalan dengan optimal.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Ndaru Kusumajati menekankan pentingnya edukasi mengenai gizi seimbang bagi anak usia dini. Gizi yang tepat di masa tumbuh kembang memegang peran vital dalam perkembangan otak, kemampuan berpikir, konsentrasi, dan pertumbuhan fisik anak. 

“Kita berharap seluruh masyarakat memahami pentingnya pemenuhan gizi bagi anak-anak agar mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang produktif dan optimal. Bersama-sama, kita menuju Indonesia Emas 2045 dengan membangun generasi penerus yang sehat dan berkualitas,” jelasnya.

Lebih lanjut, Darissalam mengajak pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan warga untuk bersinergi menyukseskan MBG. “Kita akan berhasil menuju Indonesia Emas 2045 apabila tumbuh kesadaran bahwa pemenuhan gizi anak adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami bahwa upaya pencegahan stunting tidak hanya bergantung pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga kesadaran kolektif untuk menerapkan pola makan sehat dan menjaga tumbuh kembang anak secara berkelanjutan.

Program MBG menjadi langkah nyata dalam mewujudkan Indonesia yang sehat, kuat, dan berdaya, sekaligus mempersiapkan generasi muda menuju Indonesia Emas 2045.**

MBG Hadir di Bekasi, Pastikan Anak Sekolah Mendapat Gizi Optimal

0

BEKASI (Pertamanews.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disosialisasikan ke masyaraka di Aula Musdalifah, Asrama Haji Bekasi, Jumat, (7/11). Tujuan utama sosialisasi program MBG ini adalah meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang bagi anak-anak dan menjaga kualitas makanan yang dikonsumsi.

Mewakili Anggota DPR RI Komisi IX, Sukur H. Nababan yang berhalangan hadir dalam acara tersebut, Moh. Iqbal Alam Islami yang juga merupakan Tenaga Ahli DPR RI menyampaikan dukungan penuh pemerintah terhadap pelaksanaan program tersebut.

“Program ini adalah langkah nyata untuk memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan gizi yang layak. Kami mendorong sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat agar pelaksanaannya optimal,” ungkapnya.

Perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN), Analis Kebijakan Muda Badan Gizi Nasional, Ade Tias Maulana, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa program MBG merupakan langkah strategis pemerintah untuk menanggulangi kekurangan gizi pada anak usia sekolah.

“Program ini ditujukan bagi peserta didik agar memperoleh asupan gizi yang cukup setiap hari,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ade menambahkan bahwa program MBG juga memiliki dampak ekonomi positif bagi masyarakat, karena melibatkan pelaku usaha kecil dan menengah dalam penyediaan bahan pangan. Dengan begitu, keberadaan program ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan tetapi juga menggerakkan roda ekonomi lokal.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Dudung Abdul Wahid, menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan pangan dalam pelaksanaan MBG. Pemerintah juga menjamin makanan yang disediakan sudah mengikuti standar gizi yang ditetapkan, termasuk kebutuhan akan protein, vitamin, mineral, dan energi yang mencukupi.

“Setiap makanan harus memenuhi standar kebersihan, penyimpanan, dan distribusi agar aman dan bergizi bagi anak-anak,” jelasnya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh pihak dapat bekerja sama dalam mewujudkan keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis. Program ini diyakini akan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas generasi muda Indonesia anak-anak yang lebih sehat, cerdas, dan produktif demi masa depan bangsa yang lebih baik.*

Program Makanan Bergizi Gratis Dorong Generasi Sehat dan Cerdas di Cilacap

0

CILACAP (Pertamanews.id) – Pemerintah terus memperluas pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) melalui kegiatan sosialisasi di berbagai daerah, salah satunya yang digelar di GOR Zamzam, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah Sabtu, (8/11).

DPR RI dan Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi langkah awal untuk melahirkan generasi sehat, cerdas dan produktif.

Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Teti Rohatiningsih menjelaskan bahwa Program MBG merupakan inisiatif strategis dari Presiden Prabowo Subianto untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak bangsa sebagai langkah konkret menuju Generasi Indonesia Emas 2045.

“Program ini menyasar peserta didik mulai dari PAUD hingga SMA, termasuk pesantren, serta kelompok non-peserta didik seperti balita, ibu hamil, dan ibu menyusui,” ujar Teti.

Menurutnya, kehadiran MBG tidak hanya penting untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga berperan sebagai penggerak ekonomi lokal.

“Dengan adanya Sentra Produksi Pangan dan Gizi (SPPG), masyarakat turut dilibatkan dalam proses produksi dan distribusi makanan bergizi. Hal ini menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat ketahanan pangan daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Direktorat Promosi Badan Gizi Nasional, Teguh Suparngadi, menegaskan bahwa pembentukan Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan tindak lanjut untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan efektif dan berkelanjutan.

“BGN hadir untuk mengoordinasikan lintas sektor, memastikan kualitas gizi masyarakat meningkat, dan menekan ketimpangan akses pangan antara daerah perkotaan dan pedesaan,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya edukasi gizi bagi masyarakat. “Banyak keluarga yang belum mampu menyediakan makanan seimbang karena keterbatasan ekonomi dan minimnya pengetahuan gizi. Program MBG hadir untuk menjawab tantangan tersebut,” tuturnya.

Teguh menambahkan, masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam pengawasan pelaksanaan MBG melalui kanal pengaduan resmi BGN di laman bgn.co.id, guna memastikan transparansi dan akuntabilitas program.

Kualitas pangan dan gizi merupakan kunci utama dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul. Program Makan Bergizi Gratis juga sejalan dengan visi Indonesia 2045 yang menargetkan terciptanya generasi emas atau generasi yang mampu membawa Indonesia menjadi negara maju.

Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Program MBG diharapkan menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi.***

Program Makan Bergizi Hadir di Bekasi, Fokus pada Generasi Sehat dan Produktif

0

BEKASI (Pertamanews.id) – Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas kesehatan dan gizi masyarakat melalui Program Makan Bergizi (MBG). Program strategis nasional ini adalah sebuah terobosan baru yang dirancang pemerintah untuk mempercepat penurunan stunting serta meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia. 

DPR RI bersama BGN menggelar sosialisasi Program MBG di GOR Serbaguna Samudera Jaya, Kabupaten Bekasi pada (8/11). ini untuk menjelaskan mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang dalam menunjang pertumbuhan anak serta masa depan pembangunan bangsa. 

Sosialisasi program MBG dengan mengangkat tema besama mewujudkan generasi sehat Indonesia itu dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Putih Sari, Analis Madya Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi (BGN) Ndaru Kusumajati, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Darissalam serta tokoh masyarakat setempat. 

Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Putih Sari menegaskan bahwa program MBG merupakan langkah nyata pemerintah untuk memastikan anak-anak di seluruh daerah mendapatkan gizi yang layak. Gizi seimbang dan tepat merupakan kunci mendasar dalam sebagai langkah utama untuk mencetak generasi unggul yang akan menjawab tantangan dimasa depan. 

“Kami berharap melalui program ini, pemerataan akses gizi dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Anak-anak kita harus tumbuh sehat, kuat, dan berdaya saing. Kesadaran masyarakat mengenai pentingnya gizi juga menjadi bagian penting dalam keberhasilan program ini,” ujarnya.

Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Darissalam, juga menekankan manfaat sosial dan ekonomi dari program tersebut. “Selain mendukung tumbuh kembang anak, program ini turut membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Kita berharap masyarakat dapat memanfaatkan program ini dengan baik, berpartisipasi aktif, dan bersama-sama menjaga keberlanjutannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ndaru Kusumajati menyampaikan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mengawal keberhasilan program MBG. “Program ini bukan hanya soal membagikan makanan bergizi, tetapi juga membangun kesadaran kolektif bahwa generasi penerus kita harus disiapkan sejak dini. Dengan dukungan semua pihak, kita sedang membangun pondasi menuju Indonesia Emas 2045,” jelasnya.

Melalui pelaksanaan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Bekasi semakin memahami peran penting pemenuhan gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, tenaga kesehatan, dan keluarga menjadi kunci mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan kompetitif di masa depan.*

Pemerintah Tegaskan Misi Besar di Balik Program Makan Bergizi Gratis

0

TANGERANG (Pertamanews.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali disosialisasikan di Markas Dakwah Al Fuqron, Banten pada Jumat, (07/11). Sosialisasi program MBG menjadi momentum penting dalam memperkuat pemahaman masyarakat terhadap urgensi pemenuhan gizi untuk mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa, Kepala Subbagian Tata Usaha KPPG Jakarta Yusda Aripin Salman, Ketua Yayasan Apimsa Bhakti Bangsa, H. Ahmad Subadri serta ratusan peserta yang merupakan warga setempat.

Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz menegaskan bahwa peningkatan potensi pertumbuhan dan perkembangan anak merupakan titik kritis dalam membangun kualitas sumber daya manusia. 

“Program MBG ini bukan sekadar penyediaan makanan bergizi, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Misi Badan Gizi Nasional (BGN) adalah memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan akses gizi yang berkualitas, edukasi yang memadai, serta dukungan yang berkelanjutan,” tutur Neng Eem Marhamah.

Sementara itu, Yusda Aripin Salman menjelaskan latar belakang peluncuran MBG sebagai respons terhadap masih tingginya angka stunting, masalah anemia, dan ketimpangan akses pangan bergizi. 

“Urgensi MBG sangat jelas mendukung Indonesia Emas 2045 dengan meningkatkan asupan gizi dan pengetahuan masyarakat. Sasaran program ini mencakup peserta didik dari PAUD hingga SMA, serta ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Semua makanan yang disalurkan telah memenuhi empat standar pelaksanaan, yaitu kecukupan kalori, komposisi gizi, standar higienis, dan keamanan,” paparnya.

Menanggapi, Ketua Yayasan Apimsa Bhakti Bangsa, H. Ahmad Subadri menambahkan bahwa pemenuhan gizi merupakan fondasi bagi pembangunan manusia yang unggul.

“Visi Badan Gizi Nasional adalah terwujudnya manusia Indonesia yang berkualitas. Gizi yang baik sejak dini berperan penting dalam membentuk kemampuan belajar, kesehatan, dan produktivitas generasi mendatang,” ungkapnya.

Program MBG juga menekankan penggunaan produk lokal sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan daerah dan pemberdayaan ekonomi desa. Dengan kemitraan antara BUMDes, koperasi, dan pelaku usaha lokal, program ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian pangan sekaligus pemerataan ekonomi masyarakat.

Melalui sosialisasi di Banten ini, para pemangku kepentingan sepakat bahwa MBG bukan sekadar program bantuan, melainkan langkah strategis membangun fondasi bangsa yang sehat, kuat, dan berdaya saing tinggi.*

MBG di Palembang: Upaya Nyata Pemerintah untuk Generasi Sehat dan Sejahtera

0

PALEMBANG (Pertamanews.id) – Pemerintah terus memperluas langkah nyata dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi program MBG yang digelar di Ballroom Airish Hotel, Kota Palembang, pada Jumat, (7/11).

Anggota Komisi XIII DPR RI, H. SN Prana Putra Sohe, dalam sambutannya menegaskan bahwa program MBG merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan setiap lapisan masyarakat mendapatkan akses terhadap makanan bergizi.

Ia menilai bahwa program ini bukan hanya sekadar upaya pemenuhan gizi, tetapi juga strategi untuk memperkuat ketahanan pangan dan memperkuat ekonomi masyarakat.

“Program Makan Bergizi Gratis ini adalah wujud nyata perhatian pemerintah terhadap kualitas hidup rakyatnya. Kita tidak hanya bicara soal makanan, tetapi tentang membangun masa depan yang lebih sehat dan berdaya. Anak-anak, ibu hamil, dan lansia perlu mendapat perhatian khusus karena mereka merupakan fondasi masa depan bangsa,” ujar Prana Putra Sohe.

Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengawasi jalannya program MBG agar pelaksanaannya sesuai dengan standar dan prinsip transparansi.

Menurutnya, pengawasan dari masyarakat akan menjadi kunci agar manfaat program ini benar-benar dirasakan secara merata.
Selain itu, narasumber dari Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi, Rieska Fajarmawati, menyampaikan bahwa pelaksanaan MBG turut menggerakkan ekonomi lokal melalui pemanfaatan bahan pangan dari wilayah sekitar Sentra Produksi dan Penyediaan Gizi (SPPG).

“Dengan melibatkan masyarakat setempat, kita tidak hanya memastikan bahan makanan yang segar dan berkualitas, tetapi juga membuka peluang kerja baru di lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran bersama bahwa gizi bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga bagian dari pembangunan nasional. Melalui MBG, pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat bergandengan tangan untuk mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, produktif, dan mandiri secara pangan.***

Pemerintah Gencarkan Sosialisasi Program MBG di Depok, Tegaskan Komitmen Perbaikan Gizi Nasional

0

DEPOK (Pertamanews.id) – Program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) terus disosialisasikan pemerintah ke masyarakat untuk memperluas penerima manfaat. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan menambah pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya asupan gizi sejak dini untuk mendukung tumbuh kembang yang maskimal.

DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi program MBG di Depok, Jawa Barat pada Jumat, (7/11). Acara ini turut dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, H. Achmad Ru’yat, Ketua Umum MPDI, KH. Ayi Abdul Rosyid, Perwakilan Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi Badan Gizi Nasional (BGN), Kolonel Cba R. Wira Manggala, serta ratusan masyarakat.

Dalam sambutannya, Anggota Komisi IX DPR RI, Achmad Ru’yat menjelaskan bahwa program MBG merupakan wujud nyata janji kampanye Presiden RI Prabowo Subianto sekaligus komitmen negara dalam menyiapkan generasi unggul sejak masa kehamilan hingga usia 18 tahun. Ia menegaskan bahwa pembangunan Indonesia yang sangat beragam hanya dapat dicapai bila seluruh pemangku kepentingan bersatu. 

“Program ini lahir karena perhatian besar Presiden terhadap kesehatan dan perkembangan anak sejak 1000 hari pertama kehidupan,” ujar Achmad Ru’yat.

Menambahkan, perwakilan Badan Gizi Nasional Kolonel Wira Manggala memaparkan bahwa MBG dirancang untuk menjawab tingginya angka anak dengan masalah gizi, termasuk stunting. Ia menekankan bahwa persoalan gizi tidak hanya berkaitan dengan ekonomi, melainkan juga pola makan dan minimnya edukasi gizi.

“Program ini memastikan manfaat gizi diterima langsung oleh anak, bukan hanya berupa bantuan tunai yang belum tentu efektif,” jelasnya. 

Sementara itu, KH. Ayi Abdul Rosyid menyatakan bahwa pesantren merupakan mitra strategis dalam pelaksanaan MBG karena telah terbiasa mengelola konsumsi ribuan santri setiap hari. Ia menegaskan kesiapan pesantren untuk berkolaborasi dan berharap peningkatan gizi anak khususnya santri dapat tercapai melalui program ini. 

Berdasarkan riset, Indonesia diproyeksikan akan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045 dan program ini dapat menjadi pilar penting dalam mendukung generasi muda yang sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan.*

Pemerintah Pastikan Makanan MBG Sesuai Standar Gizi dan Higienis

0

JAKARTA SELATAN (Pertamanews.id) – Pelaksaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dijalankan dengan empat prinsip utama, yakni kecukupan kalori, komposisi gizi seimbang, standar higienis, dan keamanan pangan. Pemerintah akan menjamin makanan yang diberikan kepada penerima manfaat sesuai dengan standar gizi yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Kegiatan sosialisasi program MBG kali ini bertempat di Gedung IKSG, Ulujami Kec. Pesanggrahan Kota Jakarta Selatan Kamis, (6/11).

Sosialisasi yang dimulai pada pukul 12.30 WIB itu dihadiri oleh ratusan peserta yang merupakan warga setempat. Acara sosialisasi program MBG di Jakarta ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Surya Utama, Anggota DPRD Prov DKI, Astrid Margareta, Tenaga Ahli Direktorat Promosi Badan Gizi Nasional, Anyelir Puspa Kemala.

Anggota Komisi IX DPR RI, Surya Utama, menyampaikan program MBG sebagai bagian dari bentuk kepedulian negara pada warganya, Presiden Prabowo Subianto menetapkan bahwa Makan bergizi Gratis (MBG) adalah Program Strategis nasional. Keputusan ini ditaja oleh Presiden, bukan sebuah semula jadi, tapi memang melalui proses persiapan serta perencanaan yang matang.

“Badan Gizi Nasional adalah lembaga baru yang dibentuk akhir tahun lalu untuk dipercaya mengemban tugas tersebut untuk ‘menggawangi’ serta memastikan program berjalan sebagaimana yang dicita-citakan. Melalui program ini, anak-anak sekolah, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui mendapatkan akses terhadap makanan bergizi seimbang yang aman dan higienis,” tutur Surya Utama.

Surya Utama juga memastikan bahwa kualitas gizi memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan pendidikan dan masa depan bangsa.

“Program Makan Bergizi Gratis sudah dirancang terutama anak-anak, balita, serta ibu hamil dan menyusui sebagai subyek penerima manfaat, masyarakat mendapat perhatian secara khusus oleh negara melalui program MBG ini,” tambahnya.

Menambahkan, Anggota DPRD DKI Jakarta, Astrid Margareta yang juga hadir pada kesempatan tersebut, menyampaikan pentingnya dukungan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis yang digagas oleh pemerintah.

“MBG dibentuk sebagai langkah visioner dan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi penerus bangsa yang cerdas, sehat, dan berdaya saing,” jelas Astrid Margareta.

Sementara itu, Tenaga Ahli Direktorat Promosi Badan Gizi Nasional, Anyelir Puspa Kemala, menjelaskan pekerjaan besar ini membutuhkan kolaborasi bersama, tidak hanya pemerintah, masyarakat pun diharapkan turut serta berperan aktif untuk bersama mewujudkan cita-cita besar ini.

“Program ini bukan sekadar intervensi gizi, tetapi juga investasi jangka panjang dalam membangun SDM unggul dan produktif,” ujar Puspa, perwakilan BGN dalam Sosialisasi Program MBG di Jakarta Selatan.

Puspa menjelaskan bahwa MBG tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada penerima program seperti siswa, ibu hamil, dan masyarakat prasejahtera, tetapi juga mendorong tumbuhnya ekonomi lokal melalui pemanfaatan produk pangan daerah.

“Makan Bergizi Gratis identik dengan produk lokal, karena kami ingin memastikan bahan pangan berasal dari masyarakat setempat. Dengan begitu, kita tidak hanya menyehatkan anak bangsa, tapi juga memperkuat ekonomi daerah,” tutupnya.

“Kami ingin setiap SPPG tidak hanya menjadi tempat makan bergizi, tapi juga pusat penggerak ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat,” tutupnya.**

Program MBG Disosialisasikan di Kebayoran: Perkuat Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045

0

JAKARTA SELATAN (Pertamanews.id) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dibentuk dengan tujuan meningkatkan gizi masyarakat terutama peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Kelompok sasaran ini menjadi harapan baru bangsa karena akan mencapai masa produktivitas menuju generasi emas Indonesia ditahun 20245.

Kegiatan sosialisasi program MBG kali ini berlangsung di Aula Masjid Daarul Muqorrobien, Kebayoran Baru, Sabtu (8/11). Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Anggota Komisi IX DPR RI Surya Utama, Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta Astrid Margareta, serta Tenaga Ahli Direktorat Promosi Badan Gizi Nasional Anyelir Puspa Kemala.

Dalam kesempatan tersebut, Surya Utama menyampaikan bahwa program MBG merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah untuk menyiapkan generasi penerus bangsa yang sehat dan berdaya saing.

“Kita harus bangga menjadi warga Indonesia, dan mewujudkan Indonesia Emas 2045 harus dimulai dari hal sederhana yaitu mengubah perilaku hidup sehat. Dengan pola gizi yang baik dan asupan makanan bergizi, anak-anak kita akan tumbuh menjadi generasi yang kuat, cerdas, dan berkarakter,” ujarnya.

Surya menambahkan bahwa dukungan masyarakat terhadap pelaksanaan program MBG sangat penting agar manfaatnya bisa dirasakan secara luas dan berkelanjutan.

Sementara itu, Astrid Margareta menegaskan bahwa MBG merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.

“Program Makan Bergizi Gratis ini adalah langkah strategis pemerintah dalam menciptakan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Saya berharap pelaksanaannya bisa merata di seluruh Indonesia, sehingga anak-anak mendapatkan asupan bergizi dan tumbuh menjadi generasi pintar serta berakhlak baik,” jelasnya.

Astrid juga mengimbau masyarakat untuk mendukung penuh program ini dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan. “Mari kita bergandengan tangan demi masa depan anak-anak kita,” tambahnya.

Sementara itu, Anyelir Puspa Kemala memaparkan bahwa program MBG hadir sebagai solusi terhadap berbagai persoalan gizi nasional, seperti stunting, anemia, dan ketimpangan akses pangan.

“Program ini tidak hanya berfokus pada aspek gizi, tetapi juga menyentuh bidang pendidikan, kemiskinan, dan ekonomi. MBG membantu membuka lapangan kerja, menggerakkan ekonomi lokal, dan memastikan setiap anak mendapat makanan bergizi sesuai standar yang telah ditetapkan,” terangnya.

Dengan sosialisasi yang terus dilakukan di berbagai daerah, diharapkan program MBG mampu memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.***

Pentingnya MBG untuk Tumbuh Kembang Anak, Ditekankan dalam Sosialisasi di Bekasi

0

BEKASI (Pertamanews.id) – Pemerintah bersama para pemangku kebijakan terus memperkuat upaya mewujudkan generasi sehat dan produktif melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini disampaikan dalam kegiatan sosialisasi MBG yang diselenggarakan di Aula Musdalifah Asrama Haji Bekasi, Rabu (5/11).

Sosialisasi ini dilakukan untuk memberikan pembekalan kepada masyarakat mengenai pentingnya menjalani pola makan hidup sehat sejak dini.

Anggota Komisi IX DPR RI, Sukur H. Nababan yang turut hadir secara daring menegaskan bahwa program MBG adalah investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia. Ia menekankan bahwa pemenuhan gizi anak pada usia sekolah merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kemampuan belajar sekaligus menekan risiko masalah kesehatan di masa mendatang.

“Sosialisasi diperlukan agar masyarakat memahami tujuan dan mekanisme pelaksanaan program. Ia juga mendorong pembentukan jejaring kerja di tingkat sekolah untuk mempercepat realisasi program MBG di berbagai wilayah,” tutur Sukur H. Nababan.

Menambahkan, perwakilan Badan Gizi Nasional, Letkol Cba. Bagja Mulia, menekankan manfaat program MBG bukan hanya dari sisi kesehatan anak, tetapi juga dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Melalui program ini, kita tidak hanya menyiapkan generasi yang sehat, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Peserta Didik Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Siti Aisyah, menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah nyata mendukung tumbuh kembang peserta didik sekaligus mendorong suasana belajar yang lebih kondusif. Menurutnya, keberhasilan program ini membutuhkan kerja sama yang kuat antara sekolah, pemerintah, dan orang tua.

“Program MBG merupakan langkah positif dalam mendukung tumbuh kembang anak sekaligus meningkatkan semangat belajar di sekolah, kerja sama antara pemerintah, sekolah, dan orang tua sangat diperlukan agar pelaksanaannya dapat berjalan efektif,” jelas Siti Aisyah.

Sosialisasi program MBG ini diharapkan menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam mewujudkan generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing melalui pelaksanaan MBG secara berkelanjutan.*