spot_img
Beranda blog Halaman 34

Pentingnya MBG untuk Tumbuh Kembang Anak, Ditekankan dalam Sosialisasi di Bekasi

0

BEKASI (Pertamanews.id) – Pemerintah bersama para pemangku kebijakan terus memperkuat upaya mewujudkan generasi sehat dan produktif melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini disampaikan dalam kegiatan sosialisasi MBG yang diselenggarakan di Aula Musdalifah Asrama Haji Bekasi, Rabu (5/11).

Sosialisasi ini dilakukan untuk memberikan pembekalan kepada masyarakat mengenai pentingnya menjalani pola makan hidup sehat sejak dini.

Anggota Komisi IX DPR RI, Sukur H. Nababan yang turut hadir secara daring menegaskan bahwa program MBG adalah investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia. Ia menekankan bahwa pemenuhan gizi anak pada usia sekolah merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kemampuan belajar sekaligus menekan risiko masalah kesehatan di masa mendatang.

“Sosialisasi diperlukan agar masyarakat memahami tujuan dan mekanisme pelaksanaan program. Ia juga mendorong pembentukan jejaring kerja di tingkat sekolah untuk mempercepat realisasi program MBG di berbagai wilayah,” tutur Sukur H. Nababan.

Menambahkan, perwakilan Badan Gizi Nasional, Letkol Cba. Bagja Mulia, menekankan manfaat program MBG bukan hanya dari sisi kesehatan anak, tetapi juga dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Melalui program ini, kita tidak hanya menyiapkan generasi yang sehat, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Peserta Didik Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Siti Aisyah, menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah nyata mendukung tumbuh kembang peserta didik sekaligus mendorong suasana belajar yang lebih kondusif. Menurutnya, keberhasilan program ini membutuhkan kerja sama yang kuat antara sekolah, pemerintah, dan orang tua.

“Program MBG merupakan langkah positif dalam mendukung tumbuh kembang anak sekaligus meningkatkan semangat belajar di sekolah, kerja sama antara pemerintah, sekolah, dan orang tua sangat diperlukan agar pelaksanaannya dapat berjalan efektif,” jelas Siti Aisyah.

Sosialisasi program MBG ini diharapkan menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam mewujudkan generasi sehat, cerdas, dan berdaya saing melalui pelaksanaan MBG secara berkelanjutan.*

Program MBG Dorong Kesehatan dan Pendidikan Berkualitas Anak di Bekasi

0

BEKASI (Pertamanews.id) – Pemerintah terus memperkuat upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini kembali disosialisasikan DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Musdalifah, Asrama Haji Kota Bekasi, pada Rabu, (5/11).

Pada kegiatan tersebut, hadir dua narasumber yang memberikan pemaparan mendalam terkait urgensi penerapan program MBG di lingkungan pendidikan, yaitu Kepala Seksi Peserta Didik Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Siti Aisah, dan Analis Kebijakan Ahli Muda dari Badan Gizi Nasional, Bagja Mulia.

Pada kesempatannya, Kepala Seksi Peserta Didik Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Siti Aisah menegaskan bahwa kesehatan dan pendidikan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Kualitas pembelajaran sangat bergantung pada kondisi fisik dan mental peserta didik. Ia menilai, program MBG membawa dampak positif yang signifikan terhadap keberlangsungan pendidikan yang berkualitas.

“Program makan bergizi gratis ini sangat membantu meningkatkan kesehatan dan konsentrasi belajar peserta didik. Anak yang sehat akan tumbuh menjadi generasi cerdas dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Siti Aisah.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua, sekolah, serta masyarakat dalam mendukung pelaksanaan program agar dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Muda dari Badan Gizi Nasional, Bagja Mulia menjelaskan bahwa program MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan status gizi peserta didik, tetapi juga memberikan efek berganda bagi perekonomian masyarakat.

“Program ini mendorong perputaran ekonomi lokal, mulai dari petani, pelaku usaha kecil, hingga penyedia bahan pangan,” jelas Bagja.

Bagja juga turut menyoroti pentingnya penerapan standar kebersihan dalam pengelolaan dapur penyedia makanan MBG.

“Setiap dapur penyedia MBG wajib memenuhi standar higienitas. Apabila ditemukan pelanggaran, sanksi tegas akan diberikan, termasuk pencabutan izin operasional,” tegasnya.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi wujud nyata kolaborasi lintas sektor dalam mendukung terwujudnya generasi Indonesia yang sehat, unggul, dan berdaya saing melalui penyediaan makanan bergizi yang merata bagi seluruh peserta didik.***

Bangun Generasi Sehat dan Cerdas, Program Makan Bergizi Gratis Disosialisasikan di Bekasi

0

BEKASI (Pertamanews.id) – Komisi IX DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN) kembali melaksanakan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Aula Muzdalifah, Asrama Haji Kota Bekasi pada Minggu, (10/11). Pemerintah menyadari betul pentingnya masa pertumbuhan sajak dini, MBG bukan sekedar pemenuhan makan bergizi, namun juga sebagai investasi jangka panjang bangsa Indonesia.

Dalam sambutannya, Komisi IX DPR RI, Sukur H. Nababan menyampaikan bahwa Program MBG merupakan langkah strategis Presiden untuk memastikan pemenuhan gizi anak dilakukan secara merata. Ia menyebut program ini bukan hanya soal penyediaan makanan, tetapi juga investasi masa depan bangsa.

“Kualitas sumber daya manusia ditentukan dari bagaimana kita memastikan anak-anak kita mendapatkan gizi yang baik sejak dini. Program MBG adalah langkah membangun generasi yang sehat, cerdas, dan produktif,” ujar Sukur H. Nababan.

Kemudian, Analis Kebijakan Muda Badan Gizi Nasional (BGN), Ade Tias M, menjelaskan bahwa Program MBG dirancang tidak hanya untuk anak usia sekolah, tetapi juga sebagai upaya membangun budaya makan sehat di tengah masyarakat. 

“Program ini bukan hanya tentang makanan bergizi, tetapi tentang membangun kesadaran gizi sebagai fondasi kemajuan bangsa,” tegas Ade.

Sementara itu, Dinas Sosial Kota Bekasi, Ester,  menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam implementasi program ini, mulai dari mekanisme penyediaan menu hingga distribusi makanan kepada peserta didik. 

“Program ini memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk tumbuh sehat dan belajar lebih baik. Semua pihak perlu terlibat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ester juga menyatakan bahwa Kota Bekasi siap menjadi daerah percontohan pelaksanaan MBG di wilayah perkotaan yang padat penduduk. Partisipasi aktif dari masyarakat, mulai dari sekolah, tenaga kesehatan, hingga tokoh masyarakat lokal, diharapkan mampu memperkuat sistem pengawasan pangan yang partisipatif dan menyeluruh. 

Keberhasilan program ini tak bisa bergantung pada penyediaan makanan semata. Diperlukan dukungan dari aspek non-materiil, terutama dalam membangun kesadaran dan pemahaman masyarakat akan pentingnya gizi seimbang. Di sinilah edukasi gizi memainkan peran krusial, baik melalui kurikulum formal sekolah maupun pendekatan di luar ruang kelas, guna mengoptimalkan dampak dari kebijakan pemerintah tersebut.*

DPR RI dan BGN Sosialisasi MBG di Bekasi untuk Tingkatkan Gizi Masyarakat

0

BEKASI (Pertamanews.id) – Kegiatan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali digelar di Kota Bekasi bertempat di Aula Musdalifah, Asrama Haji Bekasi, pada Jumat, (7/11). Acara ini merupakan bagian dari upaya bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan mitra kerja DPR RI Komisi IX dalam memastikan masyarakat mendapat pemahaman menyeluruh mengenai manfaat serta arah kebijakan program MBG.

Sosialisasi ini merupakan agenda, Anggota DPR RI Komisi IX Sukur H. Nababan, yang turut hadir secara online. Kegiatan tersebut menghadirkan beberapa narasumber kunci, di antaranya Analis Kebijakan Muda Badan Gizi Nasional (BGN), Ade Tias Maulana, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Nurjamil, perwakilan Mitra Kerja Komisi IX DPR RI, Muhammad Iqbal serta ratusan peserta yang merupakan warga setempat.

Dalam paparannya, Analis Kebijakan Muda Badan Gizi Nasional, Ade Tias Maulana menegaskan bahwa Program MBG merupakan komitmen pemerintah pusat untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, sekaligus memperkuat fondasi kesehatan generasi muda. Ia menyampaikan bahwa seluruh pemerintah daerah baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota mendukung penuh keberlangsungan program ini.

“Program ini masih tergolong baru, sehingga diperlukan masukan, kritik, dan saran dari berbagai lapisan masyarakat agar pelaksanaannya dapat berjalan maksimal,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Nurjamil, menekankan pentingnya Program MBG dalam mempersiapkan Indonesia menyambut bonus demografi. Menurutnya, peningkatan kualitas gizi tidak hanya berdampak pada kesehatan anak, tetapi juga turut menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

“Melalui program ini, kita dapat menyiapkan generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif demi masa depan bangsa,” tuturnya. 

Program MBG sendiri dirancang untuk menurunkan angka stunting, memperbaiki kualitas gizi masyarakat, serta meningkatkan kesehatan dan kecerdasan anak bangsa. Dengan terus diperkuat oleh sosialisasi dan partisipasi aktif masyarakat, program ini diharapkan mampu menjadi salah satu pilar penguatan sumber daya manusia Indonesia.

Acara sosialisasi di Bekasi berlangsung interaktif, di mana para peserta diberikan ruang untuk menyampaikan pertanyaan, masukan, serta diskusi terkait pelaksanaan MBG ke depan. Dengan antusiasme masyarakat dan sinergi lintas sektor, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat berjalan optimal dan menyentuh seluruh kelompok yang membutuhkan.***

Hadirkan Kehangatan di November, Hotel Ciputra Semarang Luncurkan Paket Roasted Chicken Elegan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Menyambut musim liburan akhir tahun di bulan November 2025, Hotel Ciputra Semarang, hotel bintang lima yang berlokasi strategis di kawasan Simpang Lima, kembali menghadirkan berbagai promo spesial untuk para tamu dan masyarakat Semarang.

Mulai dari Thanksgiving Buffet Dinner, Hantaran Roasted Chicken, hingga rangkaian menu spesial bertajuk Holiday Seasons: Flavors of Joy, seluruh promo ini dirancang untuk memberikan pengalaman bersantap yang hangat, penuh cita rasa, dan berkesan di penghujung tahun.

Untuk momen kebersamaan yang penuh makna, Thanksgiving Buffet Dinner akan digelar pada Kamis, 27 November 2025 di The Gallery Restaurant dengan harga IDR 189.000 net per orang.

Para tamu dapat menikmati hidangan buffet lengkap bertema Thanksgiving, mulai dari roasted turkey hingga berbagai dessert manis yang menggugah selera. Tersedia juga promo Early Bird Buy 4 Get 5 hingga 15 November 2025.

Bagi yang ingin berbagi kehangatan di rumah, Hotel Ciputra Semarang juga menawarkan Hantaran Roasted Chicken seharga IDR 250.000 net per paket, sudah termasuk Cranberry and Mushroom Sauce, serta Roasted Potato and Vegetable. Hidangan ini dikemas elegan, cocok untuk hantaran keluarga, rekan kerja, maupun bingkisan spesial di musim perayaan.

Tak hanya itu, The Gallery Restaurant juga mempersembahkan menu eksklusif Holiday Seasons Flavors of Joy, menampilkan beragam pilihan hidangan internasional dan lokal seperti Beef Wellington, Carbonara Chicken Brule, Beef Taliwang, Ayam Lodho, serta minuman hangat seperti Wedang Bandrek dan Es Cincau Sirup Ambon.

Harga menu mulai dari IDR 55.000++, tersedia sepanjang bulan November hingga Desember 2025.

General Manager Hotel Ciputra Semarang, Erny Kusmastuti, menyampaikan, “Akhir tahun selalu identik dengan kebersamaan dan rasa syukur. Melalui rangkaian promo kuliner ini, kami ingin menghadirkan pengalaman bersantap yang tidak hanya lezat, tetapi juga penuh kehangatan dan keceriaan. Hotel Ciputra Semarang berkomitmen untuk selalu memberikan inovasi dalam sajian kuliner, baik untuk dinikmati langsung di restoran maupun dibawa pulang sebagai hantaran spesial.”

JLC 2025 Semarang, JNE Satukan Pebisnis Lokal dalam Misi Besarkan Jejaring Nasional

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Semarang menjadi kota Ke-15 penyelenggaraan acara JLC Member Gathering 2025 yang berlangsung di Gumaya Tower Hotel (6/11).

Mengangkat tema ‘Stronger Business Together’, JLC Member Gathering bertujuan mengapresiasi para member yang telah konsisten mempercayakan JNE sebagai jasa pengirimannya.
Melalui kegiatan ini, JNE ingin memberikan nilai lebih kepada seluruh member, sekaligus membangun koneksi yang lebih erat antara perusahaan dan pelaku usaha dari berbagai daerah. Dengan semangat kolaborasi, JLC Member Gathering menjadi ruang bertemu, berbagi pengalaman, serta memperluas jejaring antarpelaku usaha yang tergabung dalam komunitas JLC.
Turut hadir dalam acara ini Kepala Cabang JNE Semarang, Wahyu Sangerti Alam, serta narasumber inspiratif dari Naruna Official, yang merupakan pelanggan setia JNE sejak tahun 2022.
Dalam acara JLC Member Gathering 2025, para member memiliki kesempatan untuk berbagi pengalaman, tantangan, dan solusi yang dihadapi dalam bisnis mereka. Selain itu, acara ini juga dirancang untuk memperkuat jaringan antar member.
Rangkaian acara dibuka dengan penyampaian materi perihal informasi terkini mengenai layanan dan inovasi terbaru dari JNE yang dilanjut dengan sesi sharing inspiratif yang dibawakan oleh narasumber dengan materi yang dapat meningkatkan skill dan knowledge seputar pemasaran digital dan pengembangan bisnis.
Oktavianus Dwi Wahyu, Co-Founder Naruna mengatakan, Naruna Ceramic adalah perusahaan keramik asal Salatiga yang memproduksi berbagai peralatan makan dan kerajinan tangan, seperti piring, gelas, dan mangkuk.

Meskipun baru berdiri di tahun 2019, produk Naruna dikenal hingga ke mancanegara karena sudah mengekspor produknya ke luar negeri.
“Ekspedisi memiliki peran penting bagi perjalanan bisnis Naruna karena produk kami sebagian besar adalah produk keramik yang membutuhkan penanganan khusus dan JNE menjawab kebutuhan kami.” ujar Oktavianus.
Sebagai bentuk penghargaan kepada para member, acara juga diramaikan dengan sesi door prize dan ditutup dengan makan malam bersama, yang menjadi momentum untuk mempererat hubungan antar peserta secara informal dan membangun relasi yang lebih dekat.
Davis Gunawan, selaku Research & Product Division Head, mengungkapkan, “Kami ingin memastikan bahwa setiap member mendapatkan nilai lebih menjadi bagian dari JNE. Melalui kegiatan JLC Member Gathering 2025, kami berharap dapat bertemu dan menemukan banyak peluang baru, serta memberikan dukungan yang dibutuhkan para member dalam mengembangkan bisnis mereka. Acara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah bagi para member untuk mendapatkan pengetahuan baru dan membangun jaringan yang lebih luas.”

Sejak diluncurkan pada tahun 2009, kini JLC memiliki lebih dari 800 ribu member. JLC telah menggelar berbagai program, antara lain penukaran poin dengan beragam hadiah menarik, seperti gadget, voucher belanja, tiket nonton, hingga peralatan rumah tangga dan donasi. Selain itu JLC juga memiliki program Point Exchange, dimana poin JLC dapat di tukarkan dengan Poin dari program loyalty partner dan dapat digunakan sebagai alat pembayaran di merchant partner.
Eri Palgunadi, selaku SVP Marketing Group Head JNE, mengungkapkan, “Sejalan dengan tagline JNE, ‘Connecting Happiness’, JLC Member Gathering 2025 kami selenggarakan untuk memperkuat hubungan dan kolaborasi antara JNE dan para member. Acara ini bukan hanya tentang networking, tetapi juga tentang memberikan inspirasi dan dukungan yang dibutuhkan untuk mencapai kesuksesan dan kebahagiaan melalui bisnis masing-masing.” **

Lewat PLTS Atap Semarang, CCEP Indonesia Buktikan Transformasi Energi Berkelanjutan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 1,2 MWp di Pabrik Semarang, Ungaran, pada Kamis (6/11).

Dibangun di atas lahan 13.722 m² dengan 2.197 modul surya, sistem ini menyuplai sekitar 17% kebutuhan energi harian pabrik dan menurunkan emisi hingga 1.400 ton CO2 per tahun.

Peresmian ini dihadiri oleh H. Ngesti Nugraha, Bupati Semarang; Sujarwanto Dwiatmoko, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Daerah Provinsi Jawa Tengah; Daniel Lestanto, Executive Vice President PT PLN (Persero); serta jajaran manajemen dari CCEP Indonesia.

Acara ini menjadi bagian dari semangat kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam upaya percepatan transisi energi di Tanah Air.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah turut menunjukkan komitmennya melalui Perda No. 12/2018 tentang Rencana Umum Energi Daerah (RUED) yang menargetkan 21,32% bauran energi terbarukan pada 2025.

“Inisiatif PLTS Atap CCEP Indonesia semakin memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai provinsi yang proaktif dalam mendukung target emisi nasional, membuka peluang ekonomi hijau, dan menciptakan lapangan kerja baru,” ujar Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam sambutan yang dibacakan Sujarwanto, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah.

Di Jawa Tengah sendiri, bauran EBT sudah mencapai 18,33% pada 2024 .

Angka tersebut akan terus ditingkatkan seiring dengan target bauran EBT sebesar 21,32% hingga akhir tahun ini.

Dengan potensi energi surya mencapai 194.280 MWp, Jawa Tengah dinilai berpeluang besar menjadi pusat industri hijau nasional.

Direktur Public Affairs, Communications, and Sustainability CCEP Indonesia, Lucia Karina, menyampaikan bahwa inisiatif PLTS ini merupakan wujud nyata kontribusi dunia usaha terhadap agenda transisi energi terbarukan secara bertahap dan berkelanjutan.

“Melalui PLTS Atap di Pabrik Semarang, kami ingin menunjukkan bahwa transisi energi dapat diimplementasikan secara nyata di tingkat operasional. Dengan dukungan dan kebijakan yang jelas dan tepat serta kolaborasi multipihak, Indonesia dapat terwujudnya industri rendah karbon,” ujarnya.

Sistem PLTS di Semarang ini dilengkapi teknologi pemantauan digital real-time untuk menjaga optimalisasi produksi energi, dan diharapkan menjadi inspirasi bagi sektor industri lain.

Sebelumnya, CCEP Indonesia telah mengoperasikan PLTS 7,2 MWp di Bekasi dan 2,4 MWp di Pasuruan. Melalui kombinasi instalasi PLTS dan pembelian Renewable Energy Certificate (REC) dari PLN sebesar 90 GWh (2023–2025), sekitar 29,5% konsumsi listrik CCEP kini berasal dari energi terbarukan.

Efisiensi energi juga diterapkan pada sistem teknologi di lini produksi dan penggunaan lemari pendingin hemat energi yang menggunakan refrigeran ramah lingkungan.

Lemari pendingin ini mampu menurunkan konsumsi energi hingga 23–57%, sekaligus menurunkan emisi Scope 3.

Peresmian PLTS Semarang ini disertai diskusi panel bertajuk “Kolaborasi Multipemangku Kepentingan untuk Pencapaian Target Emisi Indonesia melalui Energi Terbarukan”, yang menghadirkan perwakilan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, mitra strategis, serta pelaku industri.

Inisiatif ini menegaskan peran CCEP Indonesia sebagai mitra strategis pemerintah dalam mempercepat transisi energi bersih dan memperkuat daya saing industri nasional.***

Bangun Masa Depan Rendah Karbon, Jateng Gandeng Industri dan Komunitas

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Jawa Tengah terus mendorong percepatan capaian Net Zero Emission (NZE) melalui transisi penggunaan energi dari energi fosil ke energi baru terbarukan (EBT).

Langkah ini dilakukan dengan mendorong kolaborasi multisektor untuk mencapai target 21,32% bauran EBT pada akhir tahun ini.

Sujarwanto Dwiatmoko, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, menyampaikan bahwa hingga tahun 2024 Jawa Tengah telah berhasil memanfaatkan 18,55% EBT dalam penggunaan energinya.

Pemanfaatan EBT terus ditingkatkan dengan memaksimalkan potensi kewilayahan yang dimiliki Jawa Tengah.

Jawa Tengah sendiri saat ini sedang mengembangkan potensi mikrohidro di wilayah aliran sungai seperti Banyumas, energi bayu atau angin di Demak dan Brebes, serta energi panas bumi di Wonosobo dan Tegal.

Usaha yang dilakukan pemerintah daerah itu berjalan beriringan dengan upaya pelaku industri seperti Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) yang mulai memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLST) Atap di fasilitas produksinya.

“Apa yang dilakukan CCEP Indonesia] ini pas dengan apa yang terus kita dorong. Mulai menggunakan air sebagai sumber bahan baku yang berkelanjutan, sambil memelihara Daerah Aliran Sungai (DAS) sehingga suplai airnya tetap ada, industrinya juga menggunakan energi yang ramah lingkungan. Langkah-langkahnya bagus,” kata Sujarwanto pada Kamis (6/11).

Dari sisi infrastruktur, PT PLN (Persero) terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan instalasi PLTS Atap dari sektor industri.

Hal ini terlihat dalam rekomposisi kuota PLTS Atap yang diakomodasi dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN dimana hingga 2028, terdapat kuota pembangkitan PLTS Atap hingga 2 GWP.

“Kami punya daftar tunggu sekitar 375 MWP. Artinya, demand-nya itu sudah ada dan harus bisa kami angkut semua, supaya bisa tercover. Harapan kami, industri-industri lain bisa mengikuti [langkah] CCEP Indonesia karena energi bersih itu menjadi tanggungjawab kita sendiri,” ucap Daniel Lestanto, Executive Vice President Penjualan dan Pelayanan Pelanggan Retail PT PLN (Persero).

Daniel mengungkapkan bahwa perkembangan jumlah pelanggan PLTS Atap di Indonesia terus mengalami pertumbuhan signifikan.

Hingga September 2025, daya terpasang dari fasilitas PLTS Atap telah mencapai 708 MWP dimana 567 MWP berasal dari sektor industri.

Di Jawa Tengah sendiri, ada sekitar 2.000-2.500 industri yang telah memanfaatkan PLTS Atap tersebut dengan beban puncak sekitar 88 MWP.

“PLN pada prinsipnya sangat commit, untuk mendukung terciptanya energi bersih. Sesuai arahan Presiden dan Direksi. Dukungan itu diwujudkan lewat berbagai parameter yang sudah kami siapkan. termasuk didalamnya penambahan kuota untuk PLTS Atap,” tegas Daniel.

Komitmen Industri untuk Bisnis Berkelanjutan
Keputusan perusahaan untuk beralih ke energi bersih didorong oleh strategi keberlanjutan jangka panjang dan tuntutan pasar global.

Natasha Gabriella, Head of Sustainability CCEP Indonesia, menjelaskan bahwa motivasi ini didorong oleh dua faktor utama.

Faktor pendorong internal mencakup inovasi produk PLN seperti Green Tariff dan Renewable Energy Certificate (REC) yang menjanjikan beban investasi EBT yang jauh lebih rendah. Sementara faktor penarik eksternal adalah regulasi internasional, seperti di Uni Eropa dan Amerika Serikat, yang mewajibkan perhitungan emisi karbon dan potensi penerapan pajak karbon.

“Kami percaya jika kami ingin bisnis kami bertahan untuk jangka panjang, bukan hanya 5-10 tahun tapi mungkin hingga 100 tahun dari sekarang, memang harus dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Natasha.

Komitmen keberlanjutan itu dilakukan dengan mendorong pemanfaatan PLTS Atap di fasilitas produksi yang dimiliki CCEP Indonesia di Pabrik Semarang.

Instalasi itu dibangun di atas lahan 13.722 m² dengan 2.197 modul surya. Dengan kapasitas 1,2 MWP, sistem ini mampu memenuhi sekitar 17% kebutuhan energi harian pabrik dan menurunkan emisi hingga 1.700 ton CO₂e per tahun.

Peresmian PLTS Atap ini menandai komitmen keberlanjutan yang dijalankan CCEP Indonesia masih akan terus berlanjut.

Director of Public Affairs, Communications, and Sustainability CCEP Indonesia, Lucia Karina, memastikan bahwa inisiatif energi bersih tidak hanya terbatas pada pemanfaatan panel surya, tetapi perusahaan terus menilai opsi lain.

“Pemanfaatan] Solar panel kami sedang mencoba kolaborasi dengan kawasan industri, karena ada satu pabrik lagi di kawasan industri yang coba kami kerjasamakan untuk memasang PLTS Atap. Tetapi yang pasti, inisiatif keberlanjutan itu tetap ada, tidak cuma di solar panel, mungkin juga yang lain akan terus kami coba, kami asses kira-kira mana yang paling pas,” tutup Karina.***

UNDIP Resmikan Animal Health Center: Sinergi Kampus dan Industri untuk Pendidikan dan Pelayanan Kesehatan Hewan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Fakultas Peternakan dan Pertanian (FPP) Universitas Diponegoro (UNDIP) meresmikan Undip Animal Health Center (UAHC) sebagai upaya dalam mewujudkan UNDIP yang bermartabat dan bermanfaat.

Fasilitas ini diharapkan dapat mendukung kegiatan akademik sekaligus memberikan pelayanan kesehatan hewan bagi masyarakat.

Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan semua pihak dalam berdirinya UAHC.

“UAHC bentuk kontribusi nyata kampus kepada masyarakat dan bisa jadi sarana praktik mahasiswa. Fakultas Peternakan dan Pertanian kini sudah berada di level yang sangat baik, dan kami ingin semua fakultas di UNDIP memiliki standar yang sama dalam mendukung kegiatan akademik dan pengabdian. Kami juga mengucapkan terimakasih kepada PT Medion yang telah mendukung kegiatan ini, ” ujarnya, Minggu (2/11).

Dekan FPP UNDIP, Prof. Sugiharto, S.Pt., M.Sc., Ph.D. menyampaikan bahwa pendirian UAHC merupakan langkah strategis dalam memperkuat kegiatan pembelajaran di bidang kesehatan hewan.

“UAHC ini didanai penuh (fully funded) oleh PT Medion sebagai bentuk keterlibatan industri dalam dunia pendidikan yang diharapkan dapat mendukung dua mata kuliah di Program Studi Peternakan, yaitu Ilmu Kesehatan Ternak dan Kesehatan Masyarakat Veteriner. Selain itu, UAHC juga akan memberikan pelayanan pemeriksaan dan pengobatan hewan bagi masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa UAHC juga menjadi tempat praktik bersama sejumlah dokter hewan yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Kota Semarang. Selain memberikan layanan medis, fasilitas ini juga menyediakan penjualan pakan dan perlengkapan hewan kesayangan, jasa grooming, hingga pet hotel.

Hasil operasional UAHC nantinya akan dialokasikan untuk beasiswa penuh bagi mahasiswa FPP UNDIP.

Pendirian UAHC terlaksana berkat dukungan dari PT Medion sebagai mitra industri. Business Developtment Manager PT Medion, Adi Susanto Cahyadi, S.Farm., M.M., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dengan UNDIP.

“Kami telah lama bermitra dengan UNDIP dalam berbagai bidang, mulai dari close house, beasiswa, kuliah tamu, penelitian, hingga penyerapan lulusan. Saat ini tercatat banyak sekali lulusan terbaik UNDIP telah berkontribusi di PT Medion, dari berbagai divisi mulai produksi hingga manajerial,” ungkapnya.

Kolaborasi baru antara UNDIP dengan PT Medion ini diharapkan dapat memberikan dampak yang maksimal, khususnya di bidang pelayanan kesehatan hewan kesayangan.

“Kami berharap hadirnya UAHC menjadi titik awal kolaborasi baru antara Medion dan UNDIP dalam memberikan pelayanan prima di bidang kesehatan hewan, sekaligus mempersiapkan lulusan yang kompeten dan adaptif terhadap kebutuhan industri,” tambahnya.

Dukungan juga diberikan oleh Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jawa Tengah I. Ketua PDHI Jateng I, drh. Theresia Anna Ekawati, menyampaikan bahwa berdirinya UAHC sangat relevan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan hewan.

“Sejak pandemi, semakin banyak masyarakat yang memelihara hewan kesayangan, terutama kucing. UAHC hadir menjawab kebutuhan tersebut, tidak hanya bagi hewan ternak tetapi juga hewan peliharaan,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Universitas Diponegoro dan PDHI Cabang Jawa Tengah I.

Kerja sama ini menjadi landasan bagi pengembangan bidang kesehatan hewan, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat, serta memperkuat sinergi antara dunia akademik dan praktisi dokter hewan di Jawa Tengah.

Sebagai rangkaian kegiatan peresmian, turut dilaksanakan pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi gratis bagi hewan peliharaan yang didukung oleh PDHI Jateng I bersama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan provinsi Jawa Tengah.

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata pengabdian Universitas Diponegoro bersama mitra dalam memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.

Dengan diresmikannya Undip Animal Health Center, Universitas Diponegoro mempertegas komitmen untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam bidang pendidikan, riset, serta pelayanan kesehatan hewan di Indonesia.***

Tren Positif Oktober 2025, Penumpang KAI Daop 4 Semarang Bertambah 9%

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – KAI Daop 4 Semarang melaporkan keberangkatan sebanyak 540.136 penumpang kereta api selama Oktober 2025. Angka ini naik sekitar 9% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencatat 494.453 penumpang.

Rinciannya terdiri dari 469.461 penumpang KA Komersial dan 70.675 penumpang KA PSO (dengan subsidi pemerintah).

Jumlah tersebut termasuk KA Lokal yang semakin diminati oleh masyarakat, seperti KA Blora Jaya, Kedung Sepur, dan Banyubiru, yang mengangkut 65.706 penumpang sepanjang bulan Oktober 2025.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, menyatakan bahwa peningkatan ini menggambarkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan KA, baik untuk perjalanan jarak jauh, menengah, maupun lokal.

“Peningkatan jumlah penumpang juga berkat perawatan dan perbaikan rutin jalur KA, terutama di jalur utara Jawa yang sering terdampak cuaca ekstrem. Kami memastikan perjalanan tetap aman dan lancar,” ujar Franoto.

Dia juga menambahkan, mobilitas masyarakat yang meningkat menjelang akhir tahun dan kepercayaan yang terus tumbuh pada moda kereta api menjadi faktor pendukung tren positif ini.

Beberapa KA favorit penumpang pada Oktober adalah KA Kaligung, Kamandaka, Ambarawa Ekspres, dan Airlangga, yang masing-masing mencatat lebih dari 40 ribu penumpang dalam sebulan.

Menjelang musim libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), KAI Daop 4 Semarang sudah melakukan persiapan dari sisi operasional, pelayanan, dan infrastruktur. Program perawatan sarana-prasarana terus berjalan untuk memastikan kelancaran perjalanan selama liburan panjang.

“Kenaikan penumpang pada Oktober menjadi sinyal awal meningkatnya permintaan di masa Nataru. Kami melakukan pengecekan intensif jalur, kesiapan lokomotif, dan rangkaian KA sebagai antisipasi, selain itu juga adanya hasil yang positif dari inpeksi keselamatan yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan DJKA ,” tambah Franoto.

KAI Daop 4 Semarang juga terus meningkatkan kualitas layanan di stasiun dan kereta, dengan menyediakan ruang tunggu lebih nyaman, optimalisasi boarding, serta kemudahan transaksi digital lewat aplikasi Access by KAI dan vending machine.

“Peningkatan jumlah penumpang ini memotivasi kami untuk terus memberikan layanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu. Kami berkomitmen menjaga kepercayaan pelanggan melalui inovasi dan peningkatan kualitas di semua lini,” tutup Franoto.***