spot_img
Beranda blog Halaman 398

Pompa Semangat Personel, Dirut PLN Spontan Datangi Pos Siaga Kelistrikan di Lokasi-lokasi Penting KTT ASEAN

0

LABUAN BAJO (Pertamanews.id) – Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo secara spontan mendatangi langsung pos siaga kelistrikan di lokasi-lokasi penting agenda Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-42 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kedatangannya ke pos-pos tersebut bertujuan untuk memompa semangat para personel di lapangan dalam menjaga keandalan listrik tanpa kedip.

Diketahui pada hari Rabu (10/5), agenda KTT ASEAN meliputi; upacara pembukaan, ASEAN leaders Interface, High Level Task Force dan jamuan makan malam. Agenda-agenda tersebut dilaksanakan di Hotel Meruorah dan Hotel Ayana. Oleh karena itu, Darmawan mendatangi pos siaga di kedua lokasi tersebut.

“Tugas kita semua memastikan tiap agenda pada KTT ASEAN berjalan optimal. PLN tidak tidur, kita harus tetap semangat menjalankan tugas untuk membawa harum nama bangsa Indonesia,” tegas Darmawan saat bebincang dengan para personel PLN di pos siaga Hotel Meruorah.

Dirinya juga berpesan, keandalan pasokan listrik untuk agenda internasional ini tidak hanya diperoleh dari infrastruktur yang telah diperkuat, namun juga kondisi personel yang prima.

“Rekan-rekan semua, perjalanan masih cukup panjang jadi mohon jaga stamina dan kesehatan. Tak lupa, jaga terus kedisiplinan dan koordinasi. Jaga terus totalitas, pengabdian dan loyalitas. Kita semua saat ini sedang berkorban demi bangsa ini,” tegas Darmawan.

Dalam kesempatan yang sama, salah seorang personel PLN bernama Hendra M Aditia yang tengah bertugas di pos siaga Hotel Ayana mengaku kaget sekaligus senang ketika tiba-tiba didatangi oleh Direktur Utama PLN.

“Kami sangat senang dan surprise Dirut dan jajaran BOD datang mengunjungi kami malam-malam. Rasa capek seketika hilang dan menjadi semangat kembali. Ini merupakan dukungan yang luar biasa kepada kami petugas siaga,” tutur Hendra.

Hendra juga berharap jerih payahnya dalam tugas khusus untuk mengamankan pasokan listrik yang andal dan tanpa kedip akan berbuah manis bagi kelancaran gelaran internasional ini.

“Semoga kehadiran PLN yang memberikan pelayanan terbaik untuk keandalan suplai tenaga listrik di venue-venue KTT ASEAN ini dapat berjalan baik, lancar dan aman sampai dengan selesai,” terang Hendra.

Diketahui, pada pos siaga di lokasi Hotel Ayana, PLN menyiagakan 28 personel yang dilengkapi dengan 2 unit Uninteruptible Power Supply (UPS), 1 Unit Gardu Bergerak (UGB) dan 2 unit genset. Sementara pada pos siaga di lokasi Hotel Ayana, PLN menyiagakan 28 personel yang dilengkapi dengan 14 unit Uninteruptible Power Supply (UPS), 1 Unit Gardu Bergerak (UGB) dan 2 unit genset.

Peringati 25 Tahun Reformasi, Komunitas Utan Kayu dan Penerbit KPG Gelar Tur Buku di Semarang dan Yogyakarta

0

JAKARTA (pertamanews.id) – Dalam rangka memperingati 25 Tahun Reformasi, Komunitas Utan Kayu dan Penerbit KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) berkolaborasi untuk menghadirkan rangkaian acara Tur Buku KPG yang diselenggarakan pada 11, 12, dan 15 Mei 2023 di Semarang dan Yogyakarta.

Reformasi telah melahirkan banyak perubahan. Hal-hal yang dianggap tabu, seperti wacana feminisme dan seksualitas, semakin dapat diperbincangkan. Peringatan seperempat abad peristiwa bersejarah di Indonesia ini bertepatan pula dengan 25 tahun berkarya bagi Ayu Utami, novelis yang namanya muncul pada akhir pemerintahan Orde Baru lewat novel debutnya Saman yang terbit pada 12 Mei.

Oleh karena itu, rangkaian acara tur buku ini dibuka dengan Diskusi Buku Ayu Utami yang bertemakan “25 Tahun Reformasi, Quo Vadis Ayu Utami?”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Taman Indonesia Kaya pada Kamis, 11 Mei 2023 pukul 19.00 WIB di Taman Indonesia Kaya, Semarang. Diskusi buku ini menghadirkan tiga pembicara, yaitu Ayu Utami, Angelika Riyandari (Dosen Fakultas Sastra dan Bahasa Unika Soegijapranata), dan Christina M. Udiani (Editor Senior & Manajer Produksi KPG).
Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama antara Taman Indonesia Kaya dan Komunitas Utan Kayu, serta didukung oleh Kepustakaan Populer Gramedia, Ruang Rabu PLMP, Unika Soegijapranata, Gerakan Indonesia Kita, Hysteria Collective, Bukit Buku, Dewan Kesenian Semarang, dan www.indonesiakaya.com.

Dalam menyambut kegiatan diskusi Buku Ayu Utami “25 Tahun Reformasi, Quo Vadis Ayu Utami?” ini, Bukit Buku yang tergabung dalam komunitas Grobak Hysteria di Semarang bersama Penerbit KPG dan Komunitas Utan Kayu juga menggelar tantangan baca buku “Berbagi Pengalaman Membaca Ayu Utami” di media sosial yang diselenggarakan dari Jumat, 5 Mei 2023 hingga Rabu, 10 Mei 2023 pukul 12.00 WIB.

Peserta akan ditantang untuk membuat unggahan konten berupa foto mengulas buku Ayu Utami terbitan KPG di Instagram. 5 Peserta yang beruntung akan mendapatkan paket buku dan merchandise dari Penerbit KPG. Pengumuman dibacakan saat acara Diskusi Buku Ayu Utami di Semarang dan juga melalui media sosial.

Masih di Semarang, rangkaian acara dilanjutkan dengan diskusi buku Membaca Goenawan Mohamad dengan tema “Sastra, Politik, dan Goenawan Mohamad”. Acara ini diselenggarakan pada Jumat, 12 Mei 2023, pukul 15.00 WIB di Monod Diephuis & Co, Kota Lama, Semarang, Jawa Tengah. Diskusi buku ini menghadirkan narasumber intelektual asal Semarang yaitu Donny Danardono (Pengajar Filsafat Unika Soegijapranata, Penulis), Triyanto Triwikromo (Pengajar Fakultas Sastra Universitas Diponegoro, Pemimpin Redaksi Suara Merdeka, Penulis) dan Triyanto Lukmantoro (Pengajar Fakultas Komunikasi, Universitas Diponegoro).

Acara ini diselenggarakan oleh Komunitas Utan Kayu bekerja sama dengan Ruang Rabu PMLP Unika Soegijapranata, dan didukung oleh Unika Soegijapranata, Kepustakaan Populer Gramedia, Gerakan Indonesia Kita, Suara Merdeka, dan Monod Dephuis & Co.

Nirwan Dewanto menggambarkan dalam suratnya untuk Ayu Utami di buku Membaca Goenawan Mohamad (KPG, 2023), pemikiran sastra Goenawan Mohamad ialah upaya memberi landasan kepada puisi modern, “suara sumbang modernitas”. “Teori sastra Goenawan ialah ikhtiar untuk memberi kerangka tentang bagaimana menangkap “totalitas yang kita alami dalam pertemuan pertama kita dengan karya”, yaitu “karya murni”.

Kemudian, rangkaian acara diakhiri dengan diskusi dan bedah buku Membaca Goenawan Mohamad dengan tema “Bahasa Puisi, Ambiguitas, dan Kegamblangan” yang hendak membicarakan dua kutub gagasan dalam pilihan berbahasa tersebut. Dalam acara diskusi buku ini, akan dihadirkan dua pembicara, yaitu St. Sunardi dan Taufiqurrahman. Kegiatan ini diselenggarakan pada Senin, 15 Mei 2023 pukul 15.00 WIB di Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Dalam acara ini Komunitas Utan Kayu menggandeng Penerbit KPG dan Universitas Sanata Dharma.

“Goenawan Mohamad lebih mengutamakan “bahasa puisi” dan “ambiguitas” dalam menyampaikan pokok gagasannya. Kegamblangan adalah suatu bentuk dan cara yang seolah dihindari oleh Goenawan Mohamad. Gagasan ini terus Goenawan Mohamad pertahankan sejak ia muncul sebagai penyair dan intelektual pada era 1960-an. Pertanyaannya adalah mengapa? Lalu, apakah ambiguitas dan “bahasa puisi” itu sendiri tidak membawa suatu nilai tertentu?” ujar Alpha Hambally, editor KPG yang ikut menyunting buku Membaca Goenawan Mohamad bersama Ayu Utami.

Ayu Utami

Ayu Utami adalah novelis yang namanya muncul pada masa reformasi. Sebelumnya Ayu Utami adalah seorang wartawan, tetapi karena media tempat ia bekerja dibredel oleh pemerintahan Orde Baru, Ayu Utami menyalurkan kreativitasnya ke dalam sebuah novel yang kemudian beroleh pemenang pertama dalam Sayembara Roman DKJ (kini Sayembara Novel DKJ) pada 1998.

Karya itu pun menjadi novel pertama yang diterbitkan oleh KPG (Kepustakaan Populer Gramedia). Melalui karya-karyanya, Ayu Utami telah memberikan kita beragam pengalaman baru dalam membaca dan melihat karya sastra Indonesia. Novel-novel Ayu Utami berbicara akan banyak isu yang meliputi reformasi, seksualitas dan keperempuanan, hingga apa yang kemudian ia tawarkan sebagai spriritualisme kritis, yaitu bagaimana kita sebaiknya melalui kehidupan beragama tanpa kehilangan nalar kritis.

Dua puluh lima tahun sejak karya itu terbit, Ayu Utami pun telah melahirkan banyak karya. Larung (2001) sebagai kelanjutan Saman. Bilangan Fu (2008) yang diikuti serinya yaitu Manjali dan Cakrabirawa (2010), Lalita (2012), dan Maya (2013). Ada juga karya-karya seperti Si Parasit Lajang (2013), Pengakuan: Eks Parasit Lajang (2013), Anatomi Rasa (2019) dan masih banyak lagi. Ayu Utami banyak meraih penghargaan untuk kerjanya dalam dunia sastra. Ia juga memberi apresiasi kepada penulis pemula melalui sayembara Hadiah Sastra untuk Pemula “Rasa” yang dimulai sejak 2022.

Angelika Riyandari

Angelika Riyandari adalah seorang Dosen Fakultas Bahasa dan Seni Unika Soegijapranata sejak 1996. Ia menyelesaikan pendidikan S–2 di University of Nottingham dan S–3 di University of Western Australia. Disertasi doktoralnya pada 2020 berjudul, “Cultural Differences in the Representation of Women in Indonesian and Australian Internationally-licensed Women’s Magazines”.

Christina M. Udian

Christina Maria Udiani adalah editor senior di penerbit KPG. Awal bergabung di KPG dua dekade silam, Mbak Christin (sapaan akrabnya) ditempatkan di bagian keuangan. Suatu hari lulusan akuntansi itu minta banting setir, “saya ingin coba edit buku,” katanya di tengah rapat. Permintaannya dikabulkan dan profesi ini ternyata awet buatnya. Kini, Christina menjabat sebagai asisten manager KPG.

Stanislaus Sunardi

Stanislaus Sunardi atau lebih dikenal dengan St. Sunardi memiliki perhatian khusus pada pengembangan kajian budaya dan sastra. Merupakan salah satu dosen di Ilmu Religi dan Budaya (IRB), Pasca Sarjana Universitas Sanata Dharma (USD). Menjalani pendidikan filsafat membuatnya bergelut pada ilmu budaya, sastra dan ideologi. Kala itu, ketika mendalami teologi Kristen Katolik, Sunardi ditugaskan untuk melanjutkan pendidikan S2 bahasa Arab dan Islam di Roma. Bergeser dari studi S2nya, Sunardi melanjutkan pendidikan S3 jurusan Sastra Arab. Menurutnya, pertimbangan pemilihan sastra Arab lebih karena kajian sastra ternyata bisa membantu banyak untuk memahami berbagai persoalan sosial, politik bahkan keagamaan.

Taufiqurrahman

Taufiqurrahman merupakan seorang penulis lulusan mahasiswa filsafat Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia berasal Yogyakarta dan telah mulai menulis sejak duduk di kursi SMP.

Berdiri pada tahun 1970, PT Gramedia Asri Media atau Toko Gramedia adalah salah satu Strategic Business Unit (SBU) Kelompok Kompas Gramedia yang bergerak di bisnis retail dengan produk utama buku dan alat-alat tulis. Hal ini berkaitan dengan misi untuk ikut berperan dalam usaha mencerdaskan dan mencerahkan kehidupan bangsa melalui penyebaran informasi dan pengetahuan.

Hingga 2020, Gramedia telah memiliki 122 stores yang tersebar di seluruh Indonesia. Dalam perkembangannya, PT Gramedia Asri Media melakukan pengembangan usaha seperti ekspor dan distribusi buku, pengadaan stationery, produk multimedia, fancy, CD, alat musik dan olahraga, serta penerbitan, dengan private label seperti Gramedia Kids, Teeny Teensy, Eversac dan Millors.

Mahasiswa Ilkom USM Bantu UMKM dengan Edukasi Digital Marketing dan Sosial Media Strategy

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Mahasiswa Universitas Semarang (USM) Program Studi Ilmu Komunikasi mengadakan workshop terkait digital marketing dengan kelompok sasaran masyarakat di kelurahan Pandean Lamper, Semarang, Rabu (10/5).

Kelompok mahasiswa ini terdiri atas Suparti, Bintari Wilda, Rizky Cahya, Timotius, Ajeng Kusuma dan M. Arif.

Diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, kegiatan ini mengusung tema ‘Pelatihan pengelolaan Digital marketing guna optimalisasi promosi dan penjualan pada komunitas UMKM Pandean Lamper Semarang’.

Salah satu Mahasiswa USM, Suparti mengatakan Sosialisasi ini diadakan karena masih minimnya pengetahuan masyarakat terhadap Digital Marketing.

“Dibekali ilmu dari kampus kami ingin bersama-sama menularkan kepada banyak masyarakat pentingnya Digital Marketing untuk mendongkrak pasar yang lebih luas,” ujar Suparti.

Selain itu, dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan dapat mengembangkan potensi di kelurahan Pandean Lamper, Semarang.

Kegiatan ini menghadirkan Owner Sky Production yang juga sebagai mahasiswa Ilkom USM, Bintari Wilda.

Menurut Bintari dengan adanya Digital Marketing masyarakat bisa memperoleh banyak manfaat serta menjangkau pasar yang lebih luas.

“Banyak manfaat yang ada di Digital Marketing contohnya tidak mengeluarkan biaya yang besar serta pembeli dapat mencari barang yang kita pasarkan dengan mudah,” kata Bintari.

Sosial Media Strategy

Selain Digital Marketing para kelompok mahasiswa USM juga memberikan pelatihan Sosial Media Strategy, hal ini menjadi pondasi yang baik dalam memulai berbisnis.

Menggunakan sosial media untuk mempromosikan suatu produk atau jasa merupakan pilihan yang tepat, dengan menggunakan media sosial sebagai platform bagi pelaku usaha tidak membutuhkan modal dan tenaga yang besar.

Tetapi sebagai pelaku usaha tetap harus merencanakan sosial media strategy yang tepat dan efektif untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.

Seperti yang disampaikan oleh, Rizky Cahya dalam memberikan materinya ia mengatakan, efek dari pelaku usaha yang konsisten dalam memasarkan produk ke sosial media akan mendapatkan respon yang baik.

“Perlunya konsistensi dalam memasarkan dengan platform sosial media akan memberikan dampak yang besar terhadap produk yang kita tawarkan,” tandasnya.

Terakhir, dengan adanya sosial media strategy dapat meningkat brand awareness, memudahkan penjualan sehingga bisa mendapatkan target pasar yang sesuai serta mendapatkan feedback dari produk yang sudah dijual.

Presiden Jokowi Ajak Dunia Usaha Berkolaborasi: Wujudkan ASEAN Sebagai Pusat Pertumbuhan

0

LABUAN BAJO (Pertamanews.id) – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengajak dunia usaha untuk berkolaborasi untuk mewujudkan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan atau epicentrum of growth.

Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat memimpin pertemuan ASEAN Leaders’ Interface with Representatives of ASEAN-Business Advisory Council (BAC), di Hotel Meruorah, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu (10/05/2023).

“Mari bergandengan erat menyusun agenda bersama, untuk memastikan kawasan ini terus menjadi epicentrum of growth,” ujar Presiden.

Menurut Presiden, kolaborasi, kerja sama, dan sinergi yang terjalin antara pemerintah dan dunia usaha telah membawa ASEAN untuk mampu menghadapi pandemi COVID-19. Kolaborasi dan sinergi tersebut, lanjutnya, juga sangat diperlukan dalam menghadapi tantangan yang masih sangat berat, risiko geopolitik yang masih besar, serta berjatuhannya lembaga keuangan di Amerika Serikat dan Eropa.

“Dalam situasi ini, kita harus semakin memperkuat kolaborasi untuk menjaga ASEAN sebagai epicentrum of growth,” ujarnya.

Presiden pun meyakini, ASEAN memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi.

“Potensi ekonomi kawasan kita sangat besar, ekonomi yang tumbuh di atas rerata dunia, bonus demografi, kemudian middle class yang terus meningkat 65 persen pada tahun 2030,” tandasnya.

Turut mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto, dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno.

KPK Bongkar Modus Korupsi di Lembaga Pemasyarakatan

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan beberapa modus korupsi yang terjadi di lembaga pemasyarakatan (Lapas).

Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri menyampaikan, lapas merupakan sektor yang sangat rentan terjadinya tindak pidana Korupsi.

KPK juga pernah mengungkap praktik Korupsi di Lapas Sukamiskin pada 2018 lalu.

“KPK juga telah menerima sejumlah aduan masyarakat soal modus korupsi dalam Lapas, mulai pungutan liar atau pungli dan suap-menyuap,” ujar Ali Fikri, Rabu (10/5).

Berdasarkan laporan masyarakat, terdapat dugaan pungutan liar (pungli), penyalahgunaan anggaran, penyalahgunaan wewenang.

Selain itu, ada pula suap-menyuap, serta pengadaan barang atau jasa yang merugikan negara.

Kasus Pembunuhan Korban Dicor, Tersangka : Dendam Terbalaskan dan Merasa Puas

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – M. Husein (28) merupakan tersangka kasus pembunuhan dengan korban dimutilasi dan dicor mengaku merasa puas usai melakukan aksi kejam tersebut.

Kejadian tersebut terjadi di tempat usaha ruko air isi ulang AHS Arga Tirta, Jalan Mulawarman Raya, Kelurahan Kramas, Tembalang, Semarang dengan korban bernama Irwan Hutagalung (63).

M.Husein mengaku motif tersangka melakukan aksi tersebut karena merasa sakit hati sering dipukuli dan dimaki oleh korban yang merupakan sebagai atasannya perihal pekerjaan.

“Korban sejak pertengahan bulan puasa sering membentak, memukul kepala saya karena beranggapan ada saja pekerjaan yang belum beres,” bebernya.

Lebih lanjut, Ia mengatakan atas kelakuan korban timbul perasaan dendam untuk menghabisi nyawa korban sejak Senin (1/5/2023).

Kemudian Kamis (4/5/2023) malam, tersangka mengaku melakukan penusukan dengan linggis di pipi kanan dan kiri korban saat sedang tidur di lokasi kejadian

“Jum’at dinihari, kemudian saya memotong leher korban dalam keadaan hidup. Kemudian tangan kanan dan kiri saya potong karena digunakan sering menampar saya,” katanya.

Sabtu sore, Husein menuturkan membawa korban ke samping tempat usaha korban dan mengecornya dengan semen dan pasir. Sedangkan potongan kepala dan tangan di masukan kekarung.

“Usai mengecor korban, saya lalu melarikan diri ke Banjarnegara di rumah kosong milik teman saya bernama Feri,” bebernya.

Merasa Puas

Bukanya menyesal, Husein saat ditanyai para awak media justru merasa puas karena sudah melakukan aksi tersebut.

“Ya memang karena saya sakit hati atas perlakuan korban. Saya merasa puas, karena dendam saya terbalaskan,” pungkasnya.

Kasus Bos Ajak Karyawan Menginap, Ridwal Kamil: Saya Kutuk Habis!

0

BANDUNG (Pertamanews.id) – Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil mengecam kabar bos perusahaan di Cikarang yang mengajak staycation karyawannya jika ingin perpanjang kontrak kerja.

Hal itu merupakan sebuah kriminalitas jika terbukti, maka aturan tersebut bisa masuk ranah pidana.

“Menggunakan pelecehan seksual untuk syarat kenaikan atau perpanjangan kontrak, itu saya kutuk habis. Tidak boleh terjadi. Apakah itu oknum, apakah itu sifatnya sebuah hal baru yang mewabah, itu harus kita hentikan,” kata Ridwan, Selasa (9/5).

Ridwan Kamil meminta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat untuk memastikan bahwa upaya perlindungan terhadap pekerja menjadi salah satu fokus pemerintah serta melakukan penelusuran lebih lanjut mengenai kasus ini.

“Penanganan cukup oleh dinas tenaga kerja seperti yang kita lakukan sekarang,” tegasnya.

Selanjutnya, Ridwan Kamil memastikan terkait ajakan bos kepada karyawan tidur bareng dilakukan oleh oknum, pasalanya perbuatan ini sangat tidak pantas dan menghilangkan kewibawaan sebagai pemimpin perusahaan.

“Karena perusahaan itu kan sudah ada aturan, ada peraturan perusahaan bahwa perjanjian kerja sama itu merupakan aturan tertinggi di perusahaan. Jadi kalau ada kontrak diperpanjang dan sebagainya. Itu sudah ada di aturan perusahaannya dan itu adalah oknum pastinya,” tandasnya.

Lolos Hukuman Mati, Teddy Minahasa Divonis Penjara Seumur Hidup

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat (Jakbar) memvonis mantan Kapolda Sumatra Barat Irjen Pol Teddy Minahasa dengan pidana penjara seumur hidup dalam kasus narkoba jenis sabu.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Barat menilai, Teddy terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah terlibat dalam peredaran sabu sebagaimana dakwaan jaksa penuntut umum (JPU).

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Teddy Minahasa Putra dengan pidana penjara seumur hidup,” ujar ketua majelis hakim Jon Saragih saat membacakan amar putusan di PN Jakarta Barat, Selasa (9/5).

“Memerintahkan terdakwa tetap berada dalam tahanan,” tambah Hakim.

Dalam menjatuhkan putusan tersebut, hakim turut mempertimbangkan sejumlah keadaan yang memberatkan dan meringankan.

Hal memberatkan yaitu tidak mengakui perbuatannya, menyangkal perbuatannya dan berbelit memberikan keterangan, menikmati keuntungan dalam penjualan narkotika jenis sabu, tidak mencerminkan aparat penegak hukum dengan baik, perbuatan terdakwa telah mengkhianati perintah presiden dalam menindak narkoba, dan tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkoba.

Sementara hal yang meringankan Teddy Minahasa di antaranya belum pernah dihukum dan terdakwa banyak mendapat penghargaan.

Jenderal bintang dua itu dinilai terbukti melanggar Pasal 114 Ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Vonis hakim tersebut lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum yang meminta agar Teddy Minahas dihukum mati.

Tindak pidana itu turut melibatkan AKBP Dody Prawiranegara, Linda Pujiastuti, Kompol Kasranto, Aiptu Janto Parluhutan Situmorang, Muhammad Nasir, dan Syamsul Maarif.

Keenam terdakwa kini masih menunggu sidang pembacaan putusan yang akan digelar pada besok, Rabu (10/5).

Mayat Dicor di Tembalang Semarang, Kapolrestabes Semarang: Sebelum Dimutilasi Korban Dianiaya

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar mengatakan mengenai penemuan mayat dicor, sebelum dimutilasi menjadi empat bagian, korban dianiaya menggunakan linggis.

Irwan menyebut bahwa korban yang bernama Irwan Hutagalung (63) atau pemilik usaha ruko air isi ulang AHS Arga Tirta, Jalan Mulawarman Raya, Kelurahan Kramas, Tembalang, Semarang itu ditemukan dalam keadaan tubuhnya terpotong menjadi empat bagian.

“Hasil autopsi kami belum terima tapi di lengan kanan itu terlihat tebasan dan di leher. Kemudian, korban diduga kuat sebelum dicor dengan menggunakan semen sebelumnya dianiaya sampai meninggal dunia dengan menggunakan linggis,” kata Irwan di lokasi kejadian saat melakukan olah TKP, Selasa (9/5/2023), siang.

Berdasarkan olah TKP, pihaknya juga mengatakan bahwa petugas juga menemukan temuan baru yakni pakaian korban yang masih tampak berlumuran darah. Lalu juga ada linggis dan semen yang digunakan untuk mengecor korban.

“Masih ada darah di pakaian korban. Di TKP yang sempit kira-kira 1 meter. Linggis kemungkinan untuk menganiaya korban dan menggali lubang,” jelasnya.

Sementara itu, mengenai meninggalnya korban, tambahnya, berdasakan keterangan saksi Yuli, saat Kamis dia masih melihat korban beraktivitas.

“Tapi ketika di hari Jumat dia sudah tidak menemui korban. Kemungkinan korban sudah tidak ada sekira Jumat baik dinihari maupun di hari itu,” beber Irwan.

Saat ini pihak Kepolisian masih melakukan pendalaman kasus dengan mengumpulkan semua data dari Olah TKP, keterangan para saksi maupun hasil forensik untuk segera mengungkap kasus tersebut.

Sukses Pemilu 2024, Butuh Kearifan Media

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Sukses penyelenggaraan Pemilu 2024, kini menjadi dambaan masyarakat Indonesia. Salah satu indikasi sukses, antara lain bakal terpilihnya pemimpin nasional yang mampu memimpin dengan amanah, berkeadilan dan berkejujuran tinggi, hingga mampu menyejahterakan masyarakat.

Menuju suksesnya agenda nasional tersebut diperlukan kontribusi kearifan media massa dan media sosial di Tanah Air dalam pemberitaan Pemilu 2024.

“Tanpa sikap arif yang mengedepankan nurani dari kalangan media massa dan media sosial, rasanya sulit untuk mewujudkan Pemilu damai berkeadilan yang saat ini didambakan masyarakat,” tegas Ketua PWI Jawa Tengah H Amir Machmud NS, SH MH, pada Halaqoh Ulama yang diselenggarakan MUI Jawa Tengah bekerja sama dengan Badan Kesbangpol Jawa Tengah, di Convention Hall, Masjid Agung Jawa Tengah, Sabtu (6/5).

Halaqoh Ulama seri2, yang digagas MUI Jawa Tengah tersebut, dibuka oleh Ketum MUI Jateng Dr KH Ahmad Darodji, MSi, mengetengahkan tema, Peran MUI dalam penguatan Pemilu Damai, dengan subtema Menemukan Pemimpin dan Politisi Santun.

Pada Jumat (5/5) malam tampil tiga narasumber sekaligus secara panel. Yakni Komisioner KPU Jawa Tengah, Ikhwanudin, mengetangahkan tema Syarat Calon Pemimpin Politik: Penekanan dan Catatan atas Persyaratan dalam Peraturan Pemilu, Rektor UIN Walisongo, Semarang, Prof Dr H Imam Taufiq, MAg dengan tema Panduan Ajaran Islam dalam Menemukan Pemimpin Politik yang Santun: Fatwa – Fatwa MUI Terkait, serta Ketua Bidang Fatwa MUI Jawa Tengah KH Kharis Shodaqoh.

Amir Machmud yang berbicara pada sesi akhir Halaqoh menegaskan, mewujudkan kearifan media untuk berpegang teguh kepada idealisme jurnalistik, yang tercover dalam UU Pers Nomor 40 Tahun 1999, diperkuat dalam Kode Etik Jurnalistik dan Kode Perilaku Wartawan, rasanya menjadi tantangan berat di tengah arus industrialisasi media digital saat ini. Fenomenanya, idealisme jurnalistik mainstream, kini sedang dalam kondisi tidak kuat menghadapi arus disrupsi digital, bahkan ada kecenderungan yang ikut arus..

“Yang memperihatinkan, setiap hari informasi yang tersaji di media sosial mencerminkan jurnalisme “iblis” yang penuh nuansa hoaks, bukan jurnalisme “Malaikat” yang didambakan publik. Hal ini sebagai bukti pengaruh kuatnya arus informasi di media sosial yang belum memberi nilai kesantunan, pencerahan dan pemberdayaan. Isu-isu yang diviralkan banyak yang sesungguhnya tidak patut untuk konsumsi publik,” tandas Amir Machmud.

Ketua PWI Jawa Tengah ini mengajak kalangan media massa dan media sosial untuk kembali pada fitrahnya, menjalankan fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontro sosial. Dalam konteks menuju Pemilu 2024, agar mampu memberi warna sebagai media yang jernih, mengawal pemilu agar terselenggara secara jujur, adil, berkualitas serta mampu membangkitkan partisipasi pemilih yang tinggi.

“Kita berharap, media mampu menjadi wadah bagi terlaksananya pendidikan politik yang positif kepada khalayak. Peran ini yang kita tunggu. Dari pemberitaan media, publik agar menjadi paham kapan pemilu diselenggarakan, apakah sudah terdaftar sebagai pemilih, siapa saja mencalonkan dan yang akan dipilih sesuai nurani. Publik paham pula tentang hak dan tanggung jawab dalam Pemilu,” harapnya.

Amir menyatakan respek tinggi atas inisiasi yang dibangun MUI Jawa Tengah menyelenggara Halaqoh Ulama sehingga akan mampu membangun wanaca yang positif untuk suksesnya Pemilu 2024.
Sementara itu, Kiai Kharis Shodaqoh pada hari pertama Halaqoh menyampaikan, sulthon (pemimpin negara) memiliki peranan sangat penting dalam kehidupan.

Pengasuh Pondok Pesantren AlItqon Bugen Kota Semarang itu mengibaratkan, ketika seorang ulama melihat ada perjudian, kemudian membacakan ayat Alquran tentang haramnya judi, tentu belum tentu bisa membubarkan perjudian tersebut.

“Tapi kalau polisi yang datang, pasti langsung bubar perjudiannya. Penjudinya lari semua. Maka penting sekali sinergi ulama dengan umara,” katanya.

Menurut dia, dalam politik tidak ada istilah santun. Dia setuju MUI berada di tengah-tengah, sebab jika mendorong atau mendukung calon, tentu tidak tepat.