spot_img
Beranda blog Halaman 4

BGN Sosialisasikan Modul Program MBG untuk Tingkatkan Gizi Masyarakat Jayapura

0

 

Kabupaten Jayapura, Papua (Pertamanews.id) – Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus di implementasikan ke masyarakat melalui edukasi gizi dan peningkatan kualitas pelaksanaan di lapangan. Kegiatan yang dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) ini berlangsung di Aula Kantor Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura, Kabupaten Jayapura, Papua, pada Kamis, (21/5).  

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Plt. Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN, Dr. Gunalan bersama jajaran pemerintah daerah, KPPG, serta peserta dari seluruh Kabupaten Jayapura. Dalam kesempatan itu, Gunalan menegaskan bahwa Program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan makanan bergizi, tetapi juga membangun pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pola makan sehat dan gizi seimbang bagi anak-anak.

“Pentingnya penguatan implementasi Program MBG melalui edukasi gizi dan peningkatan kualitas pelaksanaan di lapangan. Materi yang dibahas meliputi modul ‘Protein Hewani vs Nabati’ dan ‘Nudging Techniques’ guna meningkatkan pemahaman gizi seimbang dan pola makan sehat anak,” ujar Gunalan.

Menurutnya, edukasi mengenai keseimbangan konsumsi protein hewani dan nabati menjadi langkah penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Selain itu, pendekatan “nudging techniques” dinilai efektif untuk membiasakan anak memilih makanan sehat, khususnya sayur, tanpa adanya paksaan.

Gunalan juga menjelaskan bahwa Program MBG secara nasional terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Ia menambahkan bahwa keberhasilan Program MBG juga membutuhkan dukungan dari seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, sekolah, orang tua, hingga masyarakat. 

Dengan kolaborasi yang kuat, program ini diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan memiliki kualitas sumber daya manusia yang unggul di masa depan. Melalui sosialisasi ini, masyarakat Kabupaten Jayapura diharapkan semakin memahami pentingnya pola konsumsi sehat dan mendukung keberlanjutan Program MBG agar manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh anak-anak dan keluarga di Papua.***

MORAZEN Yogyakarta Dukung Tumbuh Kembang Anak melalui Program MORA Impact

0

KULON PROGO (Pertamanews.id) – MORAZEN Yogyakarta kembali menjalankan program MORA Impact sebagai bagian dari komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) yang rutin dilaksanakan setiap bulan melalui berbagai kegiatan sosial bagi masyarakat sekitar hotel.

Pada periode kali ini, MORA Impact berfokus pada program pencegahan stunting bagi anak-anak di Kelurahan Karangwuni dan Kelurahan Temon Wetan, Kabupaten Kulon Progo. Sebanyak 25 anak menerima bantuan paket nutrisi yang terdiri dari kacang hijau, susu bubuk, multivitamin, telur omega-3, ayam 2 kilogram, serta biskuit bergizi.

Program ini dihadirkan sebagai bentuk kepedulian MORAZEN Yogyakarta terhadap kesehatan dan tumbuh kembang anak sejak usia dini, sekaligus mendukung upaya peningkatan asupan gizi bagi masyarakat di sekitar wilayah hotel.

General Manager David Priambowo menyampaikan bahwa MORA Impact menjadi salah satu langkah nyata hotel dalam menghadirkan kontribusi sosial yang relevan dan berkelanjutan.

“Melalui MORA Impact, kami ingin terus hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui kegiatan yang memberikan manfaat nyata. Kami berharap program ini dapat membantu mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak-anak sehingga mereka dapat tumbuh dengan baik dan optimal,” ujar David Priambowo.

Lurah Kelurahan Karanguni, Anwar Musadad, turut menyambut positif kegiatan tersebut.

“Bantuan dari MORAZEN Yogyakarta sangat berarti bagi warga kami. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi kesehatan anak-anak di Kulon Progo,” tuturnya.

Program pencegahan stunting ini menjadi bagian dari pilar kesehatan dalam MORA Impact yang terus berjalan setiap bulan.

Selain bidang kesehatan, MORA Impact juga menghadirkan berbagai program di bidang pendidikan dan kemasyarakatan sebagai bentuk komitmen jangka panjang MORAZEN Yogyakarta terhadap pembangunan sosial dan kesejahteraan masyarakat sekitar.***

PGN Garap Studi Ekosistem CCS dan Transportasi CO₂, Dukung Pengembangan Amonia Rendah Karbon

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi energi dan pencapaian target Net Zero Emission (NZE) melalui penandatanganan Joint Study Agreement (JSA) mengenai studi teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) pada ajang IPA Convex 2026, Kamis (21/5/2026).

Kolaborasi strategis ini dilakukan bersama Holding Migas PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Hulu Energi (PHE), dan PT Pupuk Indonesia (Persero) dalam rangka pengembangan amonia rendah karbon (blue ammonia) di Indonesia.

Melalui kerja sama ini, para pihak akan melakukan studi komprehensif guna mengkaji aspek teknis, legal, ekonomi, dan komersial terkait pengembangan ekosistem CCS.

Fokus utama sinergi ini adalah menciptakan rantai pasok amonia rendah karbon yang efisien dan berkelanjutan, mulai dari penangkapan emisi karbon, transportasi CO₂, hingga injeksi CO₂ ke dalam formasi geologi bawah tanah yang aman.

“Dalam kerja sama CCS ini, PGN mengambil peran sebagai penyedia transportasi CO₂. Langkah ini merupakan salah satu pilar penting dalam strategi step out PGN untuk memperluas portofolio bisnis ke ranah energi bersih dan dekarbonisasi,” jelas Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Hery Murahmanta.

Untuk mendukung inisiatif tersebut, PGN akan mengoptimalkan aset dan sumber daya yang dimiliki, termasuk infrastruktur gas bumi eksisting serta kapabilitas dalam pengembangan jaringan pipa.

Salah satu strategi yang dikedepankan adalah pemanfaatan right of way (ROW) jalur pipa gas bumi yang telah ada untuk pengembangan jaringan transportasi CO₂.

“Kerja sama ini merupakan wujud nyata PGN dalam mengintegrasikan infrastruktur gas bumi dengan teknologi masa depan guna menekan emisi karbon. Pemanfaatan ROW jalur pipa eksisting akan mempercepat integrasi ekosistem CCS secara efisien, sekaligus menegaskan peran kami sebagai transporter utama CO₂ ke depan,” ujar Hery.

Studi bersama ini akan memetakan wilayah-wilayah strategis yang memiliki potensi besar dalam pengembangan ekosistem CCS dan produksi amonia rendah karbon.

Fokus area awal dalam koridor studi ini meliputi Jawa Barat dan Jawa Timur, yang memiliki klaster industri dengan kebutuhan/intensitas energi yang besar. Selain itu, para pihak juga akan mengkaji potensi wilayah lain yang dinilai strategis dari sisi infrastruktur dan keekonomian.

Sinergi antara Pertamina Group dan Pupuk Indonesia ini diharapkan dapat menjadi pionir dalam pengembangan CCS di Indonesia.

Dengan menggabungkan kompetensi sektor hulu dari PHE, kekuatan infrastruktur dari PGN, serta kapabilitas industri pupuk dan amonia dari Pupuk Indonesia, proyek ini ditargetkan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi baru sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional yang lebih ramah lingkungan.*

DPWK FT UNDIP Gandeng University of Pennsylvania, Perkuat Riset Ketahanan Iklim dan Kota Berkelanjutan

0

AMERIKA SERIKAT (Pertamanews.id) – Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Diponegoro (DPWK FT UNDIP) memperkuat kolaborasi internasional dengan University of Pennsylvania (UPenn), Amerika Serikat, guna mendorong solusi konkret terhadap perubahan iklim dan keberlanjutan perkotaan.

Langkah tersebut diwujudkan melalui partisipasi dosen DPWK FT UNDIP, Wiwandari Handayani, dalam sejumlah agenda akademik di University of Pennsylvania, salah satu kampus terbaik dunia yang menempati peringkat 15 versi QS World University Rankings 2026.

Dalam kunjungan itu, Wiwandari menjadi dosen tamu pada mata kuliah Water Worlds: Cultural Responses to Catastrophic Flooding and Sea Level Rise yang diampu Prof. Simon Richter.

Ia juga tampil sebagai pembicara dalam seminar di Perry World House bertajuk When Urbanization Meets Climate Risk: SDG Challenges along the Pantura Java Coast – Indonesia.

Forum tersebut membahas tantangan urbanisasi, risiko perubahan iklim, hingga penguatan pembangunan berkelanjutan di kawasan pesisir utara Pulau Jawa atau Pantura.

Tak hanya itu, DPWK FT UNDIP juga mempresentasikan proyek kolaborasi internasional dalam jejaring Global Center of Spatial Methods for Urban Sustainability (SMUS). Salah satu fokusnya adalah Science Communication Project yang mengangkat konsep ec(h)otone di pesisir Semarang-Demak sebagai pendekatan memahami relasi manusia dan lingkungan pesisir.

Kolaborasi ini turut membuka ruang pertukaran gagasan dengan mahasiswa dari Weitzman School of Design dan Water Center UPenn guna memperkuat perspektif akademik serta sinergi riset lintas institusi.

“Kolaborasi lintas institusi di tingkat internasional menjadi kunci lahirnya inovasi untuk menjawab isu global, termasuk perubahan iklim. Melalui kerja sama ini, diharapkan muncul solusi konkret dan berkelanjutan bagi tantangan perkotaan di masa depan,” ujar Wiwandari.

DPWK FT UNDIP menegaskan kerja sama dengan UPenn menjadi bagian dari penguatan kontribusi akademik dalam mendukung target pembangunan berkelanjutan atau SDGs, khususnya kota berkelanjutan, penanganan perubahan iklim, dan penguatan kemitraan global.***

UNDIP Dipercaya Menjadi Tuan Rumah PIMNAS 2026, Perkuat Posisi sebagai Kampus Penggerak Inovasi Mahasiswa

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Universitas Diponegoro (UNDIP) kembali memperoleh kepercayaan nasional dengan ditunjuk sebagai tuan rumah Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-39 Tahun 2026.

Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Nomor 1644/DST/B2/DT.01.00/2026 tertanggal 14 Mei 2026 yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Kepercayaan ini menjadi momentum penting bagi UNDIP karena sebelumnya kampus ini telah dua kali sukses menjadi penyelenggara ajang ilmiah mahasiswa paling bergengsi di Indonesia tersebut, yakni pada PIMNAS XI Tahun 1998 dan PIMNAS XXVII Tahun 2014.

Kembalinya PIMNAS ke UNDIP sekaligus menegaskan kapasitas universitas dalam membangun ekosistem akademik, inovasi, dan kompetisi mahasiswa yang kuat di tingkat nasional.

Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa penunjukan UNDIP sebagai tuan rumah bukan sekadar kehormatan institusional, tetapi juga bentuk kepercayaan pemerintah terhadap kapasitas akademik dan tata kelola universitas dalam mendukung pengembangan talenta muda Indonesia.

“PIMNAS bukan hanya kompetisi mahasiswa, tetapi ruang lahirnya inovasi, kolaborasi, dan gagasan masa depan Indonesia. UNDIP siap menyambut seluruh peserta dari berbagai perguruan tinggi dengan semangat kolaboratif dan atmosfer akademik yang kuat. Kami ingin menghadirkan PIMNAS yang tidak hanya sukses penyelenggaraan, tetapi juga meninggalkan dampak dan pengalaman akademik yang bermakna untuk mahasiswa,” ujar Rektor UNDIP.

Sementara itu Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan, Prof. Dr.rer.nat. Ir. Heru Susanto, S.T., M.M., M.T. menegaskan bahwa UNDIP akan bergerak mempersiapkan berbagai aspek penyelenggaraan, mulai dari infrastruktur, akomodasi, sistem pendukung kompetisi, hingga penguatan atmosfer akademik yang inklusif dan produktif.

Lebih lanjut, penunjukan sebagai tuan rumah ini merupakan tantangan tersendiri, karena sudah barang tentu fokus UNDIP akan terbagi dalam penyiapan sebagai tuan rumah dan penyiapan prestasi sebagai salah satu delegasi.

“UNDIP memiliki pengalaman panjang dalam penyelenggaraan kegiatan ilmiah nasional berskala besar. Penunjukan ini menjadi motivasi bagi kami untuk menghadirkan PIMNAS yang berkualitas, profesional, dan mampu memperkuat budaya riset serta inovasi mahasiswa Indonesia,” jelasnya.

PIMNAS sendiri merupakan puncak kompetisi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang mempertemukan karya-karya terbaik mahasiswa Indonesia dalam bidang riset, teknologi, pengabdian masyarakat, kewirausahaan, hingga gagasan futuristik.

Ajang ini menjadi indikator penting kualitas inovasi dan budaya ilmiah mahasiswa di perguruan tinggi Indonesia.

Ribuan peserta dari ratusan perguruan tinggi di Indonesia yang telah lolos seleksi ketat akan mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM).

Kompetisi ini mencakup setidaknya sembilan bidang utama, mulai dari riset eksakta, riset sosial humaniora, karsa cipta, kewirausahaan, pengabdian masyarakat, penerapan IPTEK, karya inovatif, video gagasan konstruktif dan gagasan futuristik.

Dalam Pimnas tahun 2025 di makasar, Universitas Diponegoro (UNDIP) mencatatkan capaian gemilang pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-38 yang diselenggarakan di Universitas Hasanuddin, UNDIP meraih ke posisi 4 tahun 2025 dengan menyabet total 14 medali.***

FEB UNDIP dan UTP Malaysia Implementasikan Energi Berkelanjutan di Desa Pesisir Timbulsloko

0

DEMAK (Pertamanews.id) — Departemen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (IESP) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (UNDIP) bersama Universiti Teknologi PETRONAS (UTP) Malaysia melaksanakan kegiatan International Community Service di Desa Timbulsloko, Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Kegiatan ini menjadi bagian dari kolaborasi internasional dalam mendorong pembangunan berkelanjutan di kawasan pesisir yang menghadapi berbagai tantangan sosial, ekonomi, dan lingkungan akibat perubahan iklim dan abrasi pantai.

Program tersebut merupakan rangkaian dari International Summer Course in Energy Economics and Economic Development for Coastal Transformation yang sebelumnya diselenggarakan di FEB UNDIP.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa dari kedua perguruan tinggi diajak memahami secara langsung dinamika kehidupan masyarakat pesisir, termasuk persoalan keterbatasan akses energi, perubahan lingkungan kawasan pantai, hingga tantangan keberlanjutan ekonomi masyarakat.

Inisiator kegiatan, Dr. Jaka Aminata bersama Prof. Akhmad Syakir Kurnia, menjelaskan bahwa pengabdian internasional ini dirancang tidak hanya sebagai ruang pembelajaran akademik, tetapi juga sebagai media membangun sensitivitas sosial mahasiswa terhadap persoalan nyata masyarakat pesisir.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa dari kedua institusi diajak memahami secara langsung kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan masyarakat pesisir yang terdampak perubahan kawasan pantai. Salah satu persoalan yang kami temukan adalah keterbatasan penerangan listrik di beberapa titik aktivitas warga,” ujar Dr. Jaka Aminata.

Sebagai bentuk implementasi solusi berbasis energi berkelanjutan, tim pengabdian memasang lampu tenaga surya (solar panel street lights) di sejumlah titik strategis yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

Penerangan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan keamanan dan aktivitas warga pada malam hari, sekaligus menjadi contoh pemanfaatan energi terbarukan yang ramah lingkungan di kawasan pesisir.

Desa Timbulsloko sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah pesisir di Kabupaten Demak yang menghadapi tantangan abrasi dan rob dalam beberapa tahun terakhir.

Kondisi tersebut berdampak pada infrastruktur desa, akses mobilitas warga, hingga kualitas hidup masyarakat.

Karena itu, pendekatan pembangunan berbasis keberlanjutan dan adaptasi perubahan iklim menjadi sangat penting untuk mendukung ketahanan kawasan pesisir.

Selain memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, program ini juga menjadi implementasi nyata konsep sustainable energy yang dipelajari peserta selama summer course.

Mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis di ruang kelas, tetapi juga melihat bagaimana inovasi energi ramah lingkungan dapat diterapkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan dan inklusif.

Interaksi lintas negara dalam kegiatan ini juga memperkuat pengalaman global mahasiswa dalam memahami isu pembangunan pesisir dan transformasi energi di negara berkembang.

Kegiatan International Community Service ini sekaligus mempertegas komitmen UNDIP dalam memperkuat kolaborasi internasional yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Melalui sinergi pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, UNDIP terus mendorong implementasi pembangunan berkelanjutan sejalan dengan semangat UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat, khususnya dalam mendukung ketahanan masyarakat pesisir dan transformasi energi hijau di Indonesia.***

Demi Keselamatan, KAI Daop 4 Semarang Tutup Perlintasan Sebidang yang Tidak Dijaga

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang melakukan penutupan perlintasan sebidang yang tidak dijaga di JPL 46 Km 34+1 petak jalan Gubug – Karangjati, Desa Milir, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan pada Selasa (19/5).

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka percepatan program peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang yang dilakukan secara serentak di wilayah Jawa dan Sumatera Tahun 2026.

Sebelum pelaksanaan penutupan perlintasan sebidang, KAI Daop 4 Semarang telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat kewilayahan setempat, serta pihak-pihak terkait guna memastikan proses penutupan berjalan aman dan lancar.

Langkah ini diambil untuk mencegah kecelakaan antara kereta api dan kendaraan bermotor di perlintasan sebidang, yang sering kali berujung pada korban jiwa serta kerusakan sarana dan prasarana perkeretaapian.

Sesuai Pasal 94 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian ayat 1 menyebutkan bahwa untuk keselamatan perjalanan kereta api dan pemakai jalan, perlintasan sebidang yang tidak mempunyai izin harus ditutup.

Dan pada ayat 2 menyebutkan bahwa Penutupan perlintasan sebidang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah.

“Berdasarkan regulasi tersebut dan demi keselamatan bersama, KAI akan secara tegas melakukan penutupan perlintasan sebidang yang tidak dijaga dan berisiko tinggi terhadap kecelakaan. Keselamatan perjalanan kereta api serta para pengguna jalan harus menjadi prioritas utama,” ujar Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif.

KAI terus bersinergi dengan pemerintah daerah, Kementerian Perhubungan sebagai regulator, serta aparat kewilayahan seperti TNI, Polri dan Komunitas Railfans dalam upaya meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang.

Berdasarkan data tahun ini di wilayah Daop 4 Semarang, hingga 19 Mei 2026 telah terjadi 12 kecelakaan di perlintasan sebidang. Sementara itu, sepanjang tahun 2025 tercatat 21 kecelakaan di perlintasan sebidang.

Angka kecelakaan tersebut menunjukkan bahwa diperlukan langkah tegas dan serius untuk mengatasi permasalahan ini, salah satunya dengan menutup perlintasan sebidang yang tidak dijaga.

Hingga tanggal 19 Mei Tahun 2026 Daop 4 Semarang telah melaksanakan penutupan sebanyak 6 perlintasan sebidang dan untuk program penutupan perlintasan sebidang di Daop 4 Semarang selama tahun 2026 sebanyak 11 perlintasan sebidang yang tidak dijaga.

KAI berharap semua pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat, dapat berperan aktif dalam menciptakan keselamatan di perlintasan sebidang.

“Kepedulian semua pemangku kepentingan, termasuk para pengguna jalan, sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman di sekitar jalur kereta api. Keselamatan segenap anak bangsa adalah tanggung jawab kita bersama,” tutup Luqman.

ROCA Restaurant ARTOTEL Yogyakarta Perkenalkan Menu Baru Bernuansa Tradisi Nusantara

0

YOGYAKARTA (Pertamanews.id) – ARTOTEL Yogyakarta kembali menghadirkan inovasi kuliner melalui program bertajuk “Chef’s Kiss”, sebuah rangkaian signature creations yang menyuguhkan pengalaman bersantap lebih personal dengan mengangkat sisi autentik dan kisah di balik kreasi para chef.

Program ini tidak sekadar menghadirkan hidangan lezat, melainkan juga menjadi medium eksplorasi rasa yang sarat cerita, memadukan memori, akar budaya, serta perjalanan hidup sang chef ke dalam setiap sajian.

Melalui “Chef’s Kiss”, para tamu diajak menikmati pengalaman kuliner yang lebih mendalam, di mana setiap menu merepresentasikan identitas dan inspirasi personal penciptanya.

Pada edisi terbaru, ARTOTEL Yogyakarta memperkenalkan dua menu spesial bercita rasa nusantara, yakni Salmon Pucung dan Sate Ayam Ambal.

Kedua hidangan tersebut hadir sebagai bentuk eksplorasi rasa yang mengombinasikan tradisi kuliner Indonesia dengan pendekatan modern.

Salmon Pucung menawarkan perpaduan unik antara bahan premium berupa salmon dengan kekayaan rempah khas nusantara yang memberikan sensasi rasa otentik sekaligus berbeda.

Sementara itu, Sate Ayam Ambal menghadirkan kembali kekayaan kuliner tradisional Indonesia melalui racikan autentik yang menggugah selera.
Kedua menu tersebut menjadi representasi perpaduan inovasi dan tradisi dalam satu sajian.

Pengunjung dapat menikmati Salmon Pucung dengan harga Rp125.000++ dan Sate Ayam Ambal seharga Rp55.000++, sebagai pilihan kuliner spesial yang menawarkan pengalaman rasa sepadan dengan kualitas yang disajikan.

General Manager ARTOTEL Yogyakarta, Timur Wahyu Trapsilo, mengatakan bahwa program “Chef’s Kiss” dihadirkan untuk memberikan pengalaman bersantap yang lebih bermakna bagi para tamu.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman bersantap yang tidak hanya berfokus pada rasa, tetapi juga cerita di balik setiap hidangan. ‘Chef’s Kiss’ menjadi salah satu cara kami untuk menghadirkan sesuatu yang lebih personal, autentik, dan berkesan bagi setiap tamu yang datang ke ARTOTEL Yogyakarta,” ujarnya.
Menu terbaru dari ROCA Restaurant ini mulai dapat dinikmati sejak Mei 2026. Untuk informasi lebih lanjut maupun reservasi, tamu dapat menghubungi nomor 0815-7488-9333 atau mengunjungi akun Instagram resmi ARTOTEL Yogyakarta dan ROCA Restaurant Jogja.***

Dulu Raih Emas SEA Games, Kini Airlangga Ardianza Sukses Bangun Bisnis Sepatu Roda Bersama JNE

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Berawal dari bonus medali emas ajang Southeast Asian Games, Airlangga Ardianza sukses membangun bisnis sepatu roda lokal Ardianz yang kini dipakai ribuan atlet dan komunitas di berbagai daerah Indonesia.

Di balik pertumbuhan usahanya, peran jasa logistik, khususnya JNE, menjadi bagian penting dalam perjalanan bisnis yang telah dirintis sejak 2012.

Airlangga bukan sosok baru di dunia sepatu roda. Pria asal Semarang itu merupakan mantan atlet nasional yang pernah mempersembahkan medali emas untuk Indonesia pada SEA Games 2011.

Namun, selepas meraih prestasi, ia justru melihat persoalan lain dalam olahraga yang membesarkan namanya: mahalnya harga perlengkapan bagi atlet muda.

“Waktu itu harga sepatu roda mahal, di atas Rp1 juta bahkan sampai Rp2 juta lebih. Saya berpikir bagaimana anak-anak tetap bisa jadi atlet dengan perlengkapan yang terjangkau,” ujar Airlangga saat ditemui di kediamannya yang kini juga difungsikan sebagai gudang usaha, belum lama ini.

Berangkat dari keresahan tersebut, Airlangga mulai bereksperimen memodifikasi sepatu roda berbahan plastik murah dengan mengganti roda, bearing, hingga spesifikasi tertentu agar layak digunakan latihan dan kompetisi.

Dari situ lahir ide membangun merek sendiri bernama Ardianz, yang diambil dari nama belakangnya, Ardianza.

Usaha tersebut mulai dirintis pada 2012 bersamaan dengan berdirinya klub dan sekolah sepatu roda yang ia bangun. Produk awal dipakai oleh atlet binaannya sendiri.

Hasilnya tak disangka. Klub binaan Airlangga kerap menjuarai kompetisi hingga membuat banyak komunitas sepatu roda lain penasaran dengan perlengkapan yang digunakan.

“Awalnya dipakai internal klub. Karena sering juara, klub lain mulai tanya pakainya apa, akhirnya kami mulai produksi lebih banyak,” katanya.

Tak mudah membangun usaha dari nol. Airlangga mengaku modal awal bisnis berasal dari bonus SEA Games yang diterimanya sebagai atlet nasional.

Dana tersebut digunakan untuk mendatangkan puluhan set perlengkapan sepatu roda dari luar negeri.

Namun, cobaan datang di fase awal usaha ketika ia tertipu perantara impor hingga mengalami kerugian.

“Pernah ketipu makelar impor, uang hilang. Tapi akhirnya barang ditemukan di Jakarta dan kita tebus lagi,” ungkapnya.

Persaingan bisnis juga menjadi tantangan tersendiri. Saat merek yang sebelumnya dijual mulai masuk ke ritel besar dengan harga lebih murah, Airlangga memutuskan fokus membangun merek sendiri yang memiliki identitas dan kekuatan hukum.

Keputusan itu menjadi titik balik. Produk Ardianz berkembang menjadi perlengkapan sepatu roda dari level pemula hingga atlet kompetitif.

Desain dilakukan langsung oleh Airlangga, sementara produksi masih bekerja sama dengan sejumlah pabrik di luar negeri dengan spesifikasi yang disesuaikan untuk kebutuhan atlet Indonesia.

“Semua spesifikasi saya tes langsung ke atlet-atlet. Dari ukuran roda, posisi frame, sampai karakter kecepatannya,” jelas pria 36 tahun tersebut.

Seiring berkembangnya bisnis, kebutuhan pengiriman menjadi semakin tinggi. Airlangga mengaku telah menggunakan layanan JNE sejak awal membangun usaha karena aksesnya yang mudah dan pelayanan yang dinilai mendukung pelaku UMKM.

Ia mengenal JNE dari outlet di kawasan Sultan Agung, Semarang. Dari sana, ia mulai memanfaatkan layanan member usaha dengan sistem pembayaran bulanan dan layanan penjemputan paket (pickup service).

“Dulu kenalnya karena dekat. Terus ditawari sistem member, pengiriman bisa direkap per bulan, ada potongan juga,” katanya.

Kini, pengiriman produk dilakukan rutin dua hingga tiga kali dalam sepekan ke berbagai wilayah Indonesia, mulai Jakarta, Kalimantan, hingga Papua.

Bahkan untuk pengiriman skala besar, Airlangga memanfaatkan layanan kargo.
Menurutnya, pelayanan menjadi faktor utama tetap bertahan menggunakan JNE di tengah banyaknya pilihan ekspedisi.

“Dulu awal-awal belum paham packing. Di JNE dibantu wrapping, dibantu packing juga. Hal kecil begitu menurut saya sangat membantu,” ujarnya.

Tak hanya bisnis sepatu roda, saat pandemi Covid-19, jasa pengiriman juga membantu menopang usaha jahit milik istrinya yang beralih memproduksi masker.

Perjalanan bisnis Ardianz kini terus berkembang. Rumah keluarga yang dulu menjadi tempat tinggal kini disulap menjadi gudang penyimpanan produk sekaligus lokasi pembinaan atlet muda.

Airlangga bahkan menyediakan tempat tinggal sederhana bagi atlet binaannya yang menjalani latihan di Semarang.

Meski sibuk menjalankan usaha, ia tetap aktif membina atlet sepatu roda dan terlibat dalam pembinaan olahraga di Jawa Tengah. Tahun lalu, ia dipercaya membawa tim Indonesia berlaga di Korea Selatan.

Baginya, bisnis ini bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi bentuk kepedulian agar olahraga sepatu roda tetap berkembang dan bisa dijangkau lebih banyak anak-anak Indonesia.

“Kalau saya, yang penting olahraga ini tetap hidup. Anak-anak bisa punya kesempatan jadi atlet tanpa harus terkendala alat yang mahal,” tutupnya.***

Long Weekend Makin Seru, Hotel GranDhika Pemuda Semarang Hadirkan Kelas Seni hingga BBQ Night dengan City View

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Momentum libur panjang dan cuti bersama di bulan Mei 2026 dimanfaatkan Hotel GranDhika Pemuda Semarang dengan menghadirkan beragam agenda menarik bagi masyarakat.

Mulai dari kelas seni kreatif untuk keluarga hingga sajian BBQ Night dengan panorama Kota Semarang, seluruh kegiatan dirancang untuk menghadirkan pengalaman staycation yang berbeda dan berkesan.

Salah satu agenda unggulan yang disiapkan adalah Kelas Cup Painting yang akan digelar pada Sabtu, 23 Mei 2026 mulai pukul 10.00 WIB.

Kegiatan ini menjadi pilihan menarik bagi keluarga yang ingin mengisi waktu liburan dengan aktivitas kreatif bersama anak-anak maupun pasangan.

Dalam kelas tersebut, peserta akan diajak melukis di media gelas bersama instruktur berpengalaman, Mrs. Intan Esty.

Menariknya, kegiatan ini tidak membutuhkan kemampuan melukis profesional sehingga cocok diikuti semua kalangan.

Dengan harga Rp160 ribu per orang, peserta sudah mendapatkan fasilitas brunch, totebag, doorprize menarik, hingga potongan harga 15 persen untuk menu food and beverage hotel.

Tidak hanya menghadirkan aktivitas seni, Hotel GranDhika Pemuda Semarang juga rutin menggelar BBQ Night setiap Jumat malam mulai pukul 19.00 hingga 21.30 WIB di area swimming pool lantai 5.

Konsep yang diusung memadukan casual fine dining dengan sensasi all you can eat. Beragam menu tersedia mulai dari appetizer, hidangan utama, hingga dessert.

Pengunjung juga dapat menikmati aneka pilihan beef, chicken, dan seafood dengan variasi menu yang menggugah selera.

Cukup dengan Rp150 ribu per orang, tamu dapat menikmati sajian BBQ sambil ditemani city view Kota Semarang di malam hari yang menjadi daya tarik tersendiri.

Manajemen Hotel GranDhika Pemuda Semarang berharap rangkaian kegiatan ini dapat menjadi alternatif pilihan masyarakat untuk menikmati long weekend dengan suasana yang hangat, santai, sekaligus penuh kreativitas.

Informasi lebih lanjut mengenai promo dan event dapat diakses melalui akun Instagram resmi Hotel GranDhika Pemuda Semarang atau melalui layanan reservasi WhatsApp di 0811-2850-1712 dan telepon (024) 2920 7788.***