spot_img
Beranda blog Halaman 4

Meet n’ Eat Rooms Inc Semarang Bidik Anak Muda Lewat Promo Kuliner “The Late Shift”

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Meet n’ Eat Resto and Space, Rooms Inc Semarang, menghadirkan promo kuliner terbaru bertajuk “The Late Shift” bagi masyarakat yang ingin menikmati hidangan lezat dalam suasana nyaman dan modern selepas beraktivitas.

Promo tersebut berlangsung mulai 20 Juli hingga 20 September 2026, setiap hari mulai pukul 18.00 WIB. Program ini menyasar pekerja kantoran, mahasiswa, komunitas, hingga masyarakat umum yang ingin bersantai sekaligus menikmati pilihan kuliner pada malam hari.

Melalui “The Late Shift”, Meet n’ Eat menawarkan beragam menu spesial dengan harga mulai Rp50.000. Pilihan makanan yang tersedia antara lain Chicken Ramen, Gultik, Ramen Steak, serta Congee with Homemade Chilli Oil.

Tak hanya makanan, tersedia pula sejumlah pilihan minuman seperti Spy Spice, Black Tee, Bird in the Jungle, Crush Koffie & Cream, dan Apple Truffle.

Promo tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Rooms Inc Semarang untuk terus menghadirkan inovasi di sektor Food and Beverage, sekaligus memperkuat Meet n’ Eat sebagai salah satu pilihan tempat kuliner dan berkumpul di Kota Semarang.

General Manager Rooms Inc Semarang, Kusnadi, mengatakan “The Late Shift” dihadirkan untuk memperkuat posisi Meet n’ Eat Resto and Space sebagai destinasi kuliner yang menawarkan pengalaman berbeda bagi tamu maupun masyarakat umum.

“Kami tetap memperhatikan kualitas sekaligus harga yang terjangkau. Meet n’ Eat diharapkan menjadi tempat favorit untuk bersantai, berkumpul bersama teman maupun keluarga, atau sekadar menikmati waktu selepas beraktivitas sepanjang hari,” ujarnya.

Sementara itu, Marketing Communication Rooms Inc Semarang, Nathania Justine, mengatakan promo tersebut menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat, khususnya anak muda Kota Semarang, yang mencari tempat kuliner untuk menikmati waktu selepas bekerja maupun pada malam hari.

“Promo ini kami hadirkan sebagai salah satu pilihan menu bagi masyarakat, terutama anak muda Kota Semarang yang mencari kuliner selepas pulang kerja atau saat malam hari,” katanya.

Promo “The Late Shift” dapat dinikmati setiap hari selama periode 20 Juli hingga 20 September 2026, mulai pukul 18.00 WIB, di Meet n’ Eat Resto and Space, Rooms Inc Semarang, yang berada di kawasan strategis DP Mall Semarang.

Informasi lebih lanjut mengenai promo dan reservasi dapat diperoleh melalui akun Instagram @meet atau dengan menghubungi Rooms Inc Semarang.***

Lokakarya Nasional di FH UNDIP Fokus Wujudkan Alternatif Pemidanaan dalam KUHP-KUHAP Baru

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Penerapan KUHP dan KUHAP baru menuntut perubahan paradigma aparat penegak hukum dalam menangani perkara pidana. Pemidanaan tidak lagi semata-mata berorientasi pada penghukuman, tetapi juga diarahkan pada pemulihan, rehabilitasi, dan penyelesaian yang lebih proporsional.

Hal tersebut mengemuka dalam Lokakarya Nasional KUHP dan KUHAP Baru yang digelar di Fakultas Hukum Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang, 19–21 Agustus 2026. Kegiatan tersebut mengusung tema “Penyelarasan Ide Dasar Pembaruan KUHP dan KUHAP dalam Mewujudkan Alternatif Pemidanaan di Indonesia.”

Tema tersebut menegaskan pentingnya menyelaraskan pemahaman terhadap ide dasar pembaruan hukum pidana dengan praktik penegakan hukum, khususnya dalam mendorong hadirnya alternatif pemidanaan yang tidak selalu berujung pada pidana penjara.

Ketua Umum ASPERHUPIKI, Fachrizal Afandi, S.Psi., S.H., M.H., Ph.D., menegaskan seluruh aparat penegak hukum, mulai polisi, jaksa hingga hakim, terikat pada ketentuan KUHP dan KUHAP baru. Karena itu, perubahan regulasi harus diikuti perubahan cara pandang dalam penegakan hukum.

“Kita sekarang punya paradigma baru, tidak hanya orientasinya membalas kejahatan, retributif, tapi juga pemulihan dan rehabilitasi,” kata Fachrizal di sela kegiatan di Fakultas Hukum UNDIP, Semarang, Jumat (21/8).

Menurut Fachrizal, tantangan penerapan KUHP dan KUHAP baru bukan sekadar memahami pasal demi pasal. Lebih dari itu, diperlukan kesamaan pemahaman di antara aparat penegak hukum agar semangat pembaruan hukum pidana tidak berhenti pada perubahan aturan tertulis.

Ia juga menekankan pentingnya memperkuat pemahaman kalangan akademisi, khususnya dosen hukum. Akademisi dinilai memiliki posisi strategis dalam menerjemahkan perubahan hukum pidana ke dalam pendidikan sekaligus praktik hukum di masyarakat.

Sementara itu, Guru Besar Hukum Pidana Fakultas Hukum UNDIP, Prof. Dr. Pujiyono, S.H., M.Hum., menilai penyelarasan pemahaman menjadi kebutuhan mendesak dalam implementasi KUHP baru.

“Jadi, keseimbangan formal dan keseimbangan material. Begitupun asas elastisitas,” ujarnya.

Pujiyono juga menyoroti budaya pemidanaan yang selama ini cenderung menjadikan pidana penjara sebagai pilihan utama. Hampir setiap tindak pidana dikaitkan dengan ancaman penjara, sementara kapasitas lembaga pemasyarakatan terus menghadapi persoalan kelebihan penghuni.

“Selama ini kalau kita lihat suatu tindak pidana itu ancaman semuanya kan selalu pidana penjara. Pidana penjara selalu diterapkan sehingga LP penuh,” katanya.

Dalam KUHP baru, pidana penjara memang tetap dipertahankan. Namun, penggunaannya didorong lebih selektif dan proporsional dengan mempertimbangkan karakter tindak pidana, tingkat kesalahan pelaku, dampak terhadap korban, serta kepentingan masyarakat.

Sejumlah alternatif pemidanaan juga mendapat ruang, di antaranya pidana pengawasan, kerja sosial, denda, tindakan tertentu hingga pendekatan restorative justice.

Lokakarya tersebut turut membahas sejumlah mekanisme baru dalam sistem peradilan pidana, seperti deferred prosecution agreement, plea bargaining, dan denda damai.

Persoalannya kini bergeser dari sekadar pembentukan aturan menuju tahap implementasi. Perubahan undang-undang dinilai tidak otomatis mengubah praktik apabila polisi, jaksa, hakim, pemasyarakatan, dan akademisi masih memiliki tafsir maupun tingkat kesiapan yang berbeda.

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan implementation gap, yakni kesenjangan antara aturan yang telah ditetapkan dengan penerapannya di lapangan.

Karena itu, lokakarya yang diikuti sekitar 100 akademisi tersebut diarahkan untuk menghasilkan rekomendasi akademik dan kelembagaan guna mendukung penerapan KUHP dan KUHAP baru secara selaras.

Pertaruhan pembaruan hukum pidana Indonesia pada akhirnya bukan hanya soal berlakunya KUHP dan KUHAP baru. Tantangan terbesarnya adalah memastikan aparat penegak hukum benar-benar meninggalkan budaya pemidanaan yang terlalu bergantung pada penjara dan mulai menerapkan paradigma pemidanaan yang lebih adil, proporsional, serta berorientasi pada pemulihan.***

PLN UIP JBT Perkuat Komitmen Transisi Energi dengan Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik di Lingkungan Kantor

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (PLN UIP JBT) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung transisi energi nasional melalui berbagai langkah nyata, baik dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan berbasis energi bersih maupun implementasi budaya rendah emisi di lingkungan kerja.

Salah satu wujud komitmen tersebut adalah pembangunan ekosistem kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) di lingkungan kantor sebagai bagian dari upaya mendukung target Net Zero Emissions (NZE) Indonesia.

Sebagai unit yang berperan dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan strategis, PLN UIP JBT tidak hanya mendorong peningkatan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT), tetapi juga memastikan penerapan prinsip keberlanjutan dalam operasional perusahaan.

Hal ini diwujudkan melalui penggunaan kendaraan operasional berbasis listrik secara bertahap di lingkungan unit induk maupun unit pelaksana.

Saat ini, transformasi tersebut telah menunjukkan hasil yang signifikan. Dari total 84 kendaraan operasional yang dimiliki PLN UIP JBT, sebanyak 51 kendaraan telah beralih menjadi kendaraan listrik atau mencapai 60,71% dari keseluruhan armada operasional.

Proses transisi ini dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan operasional dan infrastruktur pendukung, serta ditargetkan mencapai 100% kendaraan operasional berbasis listrik pada penghujung tahun 2026.

General Manager PLN UIP JBT, Kishartanto Purnomo Putro, mengatakan bahwa transformasi penggunaan kendaraan operasional berbasis listrik merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendukung dekarbonisasi sektor transportasi sekaligus memberikan contoh nyata penerapan transisi energi di lingkungan kerja.

“Sebagai perusahaan yang berada di garis depan transisi energi, kami tidak hanya berperan dalam menghadirkan sistem kelistrikan yang andal dan ramah lingkungan, tetapi juga memastikan bahwa budaya transisi energi diterapkan dalam aktivitas operasional sehari-hari. Penggunaan kendaraan listrik ini merupakan langkah konkret untuk mengurangi emisi karbon sekaligus mendorong pemanfaatan energi yang lebih bersih dan berkelanjutan,” ujar Kishartanto.

Ia menambahkan bahwa transformasi armada operasional dilakukan secara bertahap agar berjalan optimal tanpa mengganggu kinerja.

Dengan dukungan infrastruktur yang memadai, PLN UIP JBT optimistis target penggunaan 100% kendaraan operasional listrik pada akhir tahun 2026 dapat tercapai.

Di samping itu, PLN UIP JBT juga menyediakan berbagai infrastruktur pendukung, di antaranya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang dapat dimanfaatkan oleh kendaraan listrik milik pegawai, maupun masyarakat umum. Selain itu, PLN UIP JBT juga menyediakan fasilitas home charging guna memberikan kemudahan dan fleksibilitas dalam pengisian daya kendaraan listrik.

Keberadaan SPKLU dan fasilitas home charging menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi.

Infrastruktur tersebut diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan pengguna kendaraan listrik sekaligus mendorong semakin luasnya adopsi kendaraan rendah emisi di lingkungan kerja.

Langkah ini juga sejalan dengan berbagai program keberlanjutan yang dijalankan PLN, mulai dari pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang mendukung integrasi energi baru terbarukan, pengembangan sistem kelistrikan yang andal, hingga penerapan operasional perusahaan yang lebih ramah lingkungan.

Melalui pembangunan ekosistem kendaraan listrik di lingkungan kantor, PLN UIP JBT berharap dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengurangan emisi karbon, mempercepat transformasi energi nasional, serta menjadi teladan dalam penerapan gaya hidup dan budaya kerja yang berkelanjutan.

Upaya ini menjadi bukti bahwa transisi energi tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui perubahan perilaku dan inovasi dalam operasional sehari-hari demi masa depan Indonesia yang lebih hijau.***

Liburan Bareng Keluarga Makin Seru, Grandhika Pemuda Semarang Hadirkan Promo Stay Fun Family

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia turut terasa di Hotel Grandhika Pemuda Semarang.

Mengusung nuansa merah putih, hotel ini menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan dan pengalaman spesial bagi tamu maupun karyawan sepanjang momentum kemerdekaan.

Memasuki suasana perayaan kemerdekaan, area Hotel Grandhika Pemuda Semarang dihiasi dekorasi bernuansa merah putih.

Para tamu yang menginap juga mendapatkan pengalaman berbeda melalui welcome drink dengan sajian minuman khas berbahan rempah lokal.

Tak hanya menghadirkan kemeriahan di dalam hotel, Grandhika Pemuda Semarang juga ikut mengambil bagian dalam kegiatan sosial melalui donasi buku yang telah dipersiapkan oleh InJourney Hospitality.

Langkah tersebut menjadi bagian dari semangat berbagi sekaligus mendukung penguatan budaya literasi.

Semangat kemerdekaan juga dirasakan seluruh karyawan melalui berbagai perlombaan tradisional khas perayaan 17 Agustus. Mulai dari lomba makan kerupuk, estafet bola, hingga permainan lainnya digelar untuk membangun suasana kebersamaan.

Bagi manajemen, kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan. Berbagai perlombaan menjadi sarana mempererat komunikasi, kekompakan, serta kerja sama antarkaryawan.

Tak berhenti pada rangkaian kegiatan, Hotel Grandhika Pemuda Semarang juga menghadirkan promo spesial Agustus yang menarik bagi masyarakat yang ingin menikmati waktu bersama keluarga.

Ada paket Spirit of Independence dengan harga mulai Rp645.000, serta Stay Fun Family seharga Rp699.000.

Khusus paket Stay Fun Family, tamu mendapatkan free playing kit di dalam kamar sehingga anak-anak tetap memiliki aktivitas menyenangkan selama menginap.

Dengan berbagai fasilitas dan aktivitas tersebut, keluarga tidak perlu repot menyusun agenda ke luar hotel.

Momen liburan dapat dinikmati dengan lebih praktis sekaligus tetap menghadirkan pengalaman menginap yang berkesan.

Melalui rangkaian dekorasi, kegiatan sosial, perlombaan karyawan hingga promo menginap, Hotel Grandhika Pemuda Semarang ingin menjadikan perayaan HUT RI ke-81 bukan sekadar seremoni, tetapi juga momentum untuk berbagi, mempererat kebersamaan, dan menciptakan pengalaman positif bagi para tamu.***

Nexa Resmi Hadirkan Internet Rumah Bernama TitanHome, Diperkenalkan Mealui Turnamen Padel Nasional dan Konser Musik Terbesar di Jawa Tengah

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Kebutuhan akan koneksi internet rumah yang cepat dan stabil di wilayah Jawa Tengah kini meningkat seiring peningkatan aktivitas bekerja dan belajar dari rumah. Menjawab tantangan tersebut, PT Internet Mulia Untuk Negeri (NEXA), perusahaan Internet & Digital Solutions yang telah berpengalaman lebih dari 16 tahun melayani 10.000+ pelanggan corporate, kini secara resmi meluncurkan TitanHome, layanan internet khusus rumah tangga, Pada (21/08/2026).

Kajian komparatif terhadap literatur teknis global mengenai konektivitas internet menunjukkan bahwa jaringan fiber optik unggul dalam pemanfaatan bandwidth dan kualitas layanan dibanding teknologi nirkabel, meski biaya pemasangan awal relatif lebih tinggi. Riset lain mencatat bahwa stabilitas latensi jaringan fiber tetap terjaga bahkan saat trafik padat, karakteristik yang berkontribusi pada hasil pembelajaran daring dan layanan kesehatan jarak jauh yang lebih baik, karena keduanya bergantung pada transfer data cepat dan konsisten.

Temuan ini sejalan dengan pertimbangan NEXA memilih fiber optik murni sebagai basis TitanHome, sekaligus memperkuat alasan ekspansi ke segmen rumah tangga di Jawa Tengah.

Layanan ini dibangun di atas infrastruktur fiber optik dengan koneksi unlimited tanpa FUP, dan tersedia dalam empat tingkatan paket yaitu Essential, Pro, Elite, dan Ultima dengan kecepatan mulai dari 30 Mbps hingga 200 Mbps. Untuk proses beralih dari provider lain, TitanHome menyediakan One Day Switching Service tanpa biaya, serta fitur Smart Device Priority yang mengatur prioritas trafik antar perangkat secara otomatis.

Diferensiasi & Keunggulan Layanan TitanHome

TitanHome menghadirkan sejumlah fasilitas unggulan:

  1. One Day Switching Service: Proses perpindahan dari provider lama tanpa biaya migrasi dan selesai hanya dalam 1 hari kerja.
  2. Smart Device Priority: Teknologi yang otomatis memprioritaskan kelancaran koneksi pada aktivitas penting keluarga di tengah padatnya pemakaian perangkat di rumah.
  3. SLA Grade Reliability: Jaminan kestabilan jaringan berstandar korporasi bisnis agar koneksi selalu minim gangguan.

Kemeriahan Spesial Peluncuran TitanHome: Hadirkankan Atlet Internasional Hingga Deretan Artis Ternama

Peresmian TitanHome ditandai dengan dua rangkaian kegiatan besar di Kota Semarang:

  • Turnamen Padel “Clash of Titans” (Soft Launch): Turnamen padel korporat pertama di Indonesia yang sukses digelar pada 11–12 April 2026 di Main Padel Semarang. Diikuti lebih dari 200 peserta korporasi nasional, event ini menyalurkan CSR Impact Fund senilai Rp40.000.000 serta menghadirkan laga eksibisi atlet padel internasional (Elisabeth Nogueras & Marc Bernils) dan atlet nasional (Novhela Rheza & Rafael Jose).
  • Konser Musik “Home of Sound” (Grand Launch): Digelar di Marina Convention Center (MCC) Semarang pada 21 Juni 2026, menyedot antusiasme lebih dari 10.000 penonton. Konser ini menghadirkan Vierratale, Juicy Luicy, Guyon Waton, IDGITAF, Juan Reza, dan APV, serta dilengkapi instalasi teknologi TitanHome Booth dan Giant Cube Landmark.

“Jika NEXA tumbuh dari kepercayaan perusahaan untuk solusi internet bisnis, maka TitanHome lahir untuk tumbuh dari kedekatan dan kepercayaan keluarga Indonesia. Melalui pendekatan yang aktif lewat olahraga di Clash of Titans dan konser hiburan di Home of Sound, kami ingin TitanHome tidak hanya dikenal sebagai layanan internet cepat, tetapi juga dapat dirasakan manfaatnya secara langsung sejak hari pertama kehadirannya” ungkap Priyo Suyono, CEO NEXA.

Tentang TitanHome

TitanHome merupakan layanan internet rumah dari NEXA yang dirancang untuk mendukung kebutuhan rumah modern yang semakin dinamis dan terkoneksi. Menghadirkan pilihan paket Essential, Pro, dan Elite. TitanHome dengan cakupan area layanan yang kini telah aktif melayani wilayah Jawa Tengah dan Jakarta, menawarkan koneksi cepat dan stabil, tanpa batas kuota, serta layanan pelanggan yang responsif. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi website titanhome.net.id dan follow instagram di @titanhome.id.

Perluas Akses Bacaan Berkualitas, Dinas Arsip Semarang Kolaborasi dengan Balai Bahasa Jateng

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang resmi menjalin kerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah melalui penandatanganan Rencana Kerja Sama (RKS).

Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat budaya literasi sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan berkualitas.

Penandatanganan RKS berlangsung dalam acara Bengkel Sastra: Menulis Fiksi Mini Bersama Gol A Gong sekaligus Penyerahan Hadiah Sayembara Buku Cerita Anak Dwibahasa Jawa-Indonesia Tahun 2026 di Aula Cipto Mangunkusumo, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Kamis (20/8).

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan literasi lintas daerah dan instansi, di antaranya Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang Nur Huda Iskandar, Bunda Literasi Kabupaten Semarang Hj. Peni Ngesti Nugraha, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Semarang M. Taufiqur Rahman, Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Semarang Musyarofah, serta Duta Baca Indonesia Gol A Gong.

Turut hadir para pegiat literasi, komunitas baca, penulis, penerjemah, dan ilustrator.

Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Dwi Laily Sukmawati menegaskan, kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi segera diwujudkan melalui berbagai program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Literasi tidak dapat dibangun oleh satu lembaga saja. Literasi tumbuh ketika pemerintah, sekolah, keluarga, perpustakaan, komunitas, dan masyarakat bergerak bersama,” ujar Laily.

Dalam kerja sama tersebut, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah akan mendukung penyediaan koleksi digital maupun cetak karya Balai Bahasa untuk dimanfaatkan melalui Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang.

Selain itu, kolaborasi juga mencakup pembinaan dan pelatihan literasi bahasa dan sastra di Kota Semarang. Sejumlah platform dan sumber literasi yang dikembangkan Balai Bahasa, seperti SABDA (Sistem Adaptif Belajar Bahasa Daerah) dan Sibaja (Senarai Istilah Budaya Jawa), juga dapat dimanfaatkan di lingkungan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang.

Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Semarang Nur Huda Iskandar menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi antarlembaga menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem literasi yang lebih kuat dan berkelanjutan.

“Ini menjadi sebuah langkah kolaboratif dalam upaya kita bersama untuk memperkuat ekosistem literasi. Karenanya, kami berterima kasih kepada Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah dan semua pihak yang memiliki komitmen kuat untuk dapat bersama-sama mencerdaskan bangsa dan masyarakat,” kata Huda.

58 Buku Cerita Anak Dwibahasa Diluncurkan

Selain penandatanganan kerja sama, kegiatan tersebut juga menjadi momentum peluncuran 58 judul Buku Cerita Anak Dwibahasa Jawa-Indonesia Tahun 2026.

Buku-buku tersebut merupakan hasil kolaborasi antara penulis, penerjemah, dan ilustrator lokal. Kehadirannya diharapkan dapat menyediakan bahan bacaan yang bermutu dan menarik bagi anak-anak sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa Indonesia dan bahasa Jawa sebagai bagian dari kekayaan budaya.

Dalam kesempatan yang sama, Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah juga mendapat apresiasi atas prestasinya meraih penghargaan dari Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai UPT dengan Kontributor Karya Cetak dan Karya Rekam Digital Terbaik.

Gol A Gong Bekali Peserta Teknik Menulis Fiksi Mini

Rangkaian kegiatan ditutup dengan Bengkel Sastra: Menulis Fiksi Mini yang dipandu langsung oleh Gol A Gong.

Kegiatan tersebut memberikan pengalaman dan pengetahuan mengenai teknik menulis fiksi mini sekaligus mendorong peserta dari berbagai latar belakang untuk berani menuangkan gagasan dalam bentuk karya tulis.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, sinergi antara pemerintah, lembaga kebahasaan, perpustakaan, komunitas, dan pegiat literasi diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan serta mendorong tumbuhnya budaya literasi di Kota Semarang.****

Limbah Dapur dan Pertanian Disulap Jadi POC, KKN Undip Libatkan KWT Se-Kecamatan Bulu

0

SUKOHARJO (Pertamanews.id) — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) 2026 mengajak masyarakat mengolah limbah organik rumah tangga dan pertanian menjadi produk yang lebih bermanfaat.

Bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) dan PKK Dusun Baseng, Desa Gentan, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, mahasiswa menggelar sosialisasi pengelolaan sampah sekaligus pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC), Kamis (30/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Gentan tersebut menjadi program kerja multidisiplin pertama Tim KKN II Undip dengan melibatkan mahasiswa dari sembilan program studi.

Pelatihan digelar bersamaan dengan kegiatan perkumpulan rutin KWT se-Kecamatan Bulu. Kegiatan tersebut turut dihadiri perangkat desa serta perwakilan Dinas Pertanian Kecamatan Bulu.

Program ini dilatarbelakangi belum optimalnya pengelolaan limbah organik yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga dan pertanian masyarakat.

Limbah seperti sisa panen, kulit buah, dan sampah sayuran sebagian masih dibakar bersama sampah anorganik atau dibuang ke sungai yang telah mengering.

Melalui pelatihan tersebut, mahasiswa KKN memperkenalkan metode sederhana mengolah limbah organik menjadi POC dengan memanfaatkan bahan yang mudah diperoleh masyarakat, seperti air cucian beras, molase, dan EM4 sebagai aktivator.

Tidak hanya mengolah limbah organik, kegiatan ini juga memperkenalkan pemanfaatan kembali limbah anorganik berupa galon bekas sebagai komposter.

Dua galon bekas dimodifikasi dengan cara dilubangi, digabungkan, dan dilengkapi keran sehingga dapat digunakan sebagai wadah fermentasi.

Bahan organik kemudian dimasukkan ke dalam komposter dan dicampur dengan air cucian beras, tanah kasar, serta larutan molase dan EM4.

Metode tersebut diharapkan tidak hanya memberikan alternatif pengolahan sampah organik, tetapi juga mengurangi limbah rumah tangga berupa wadah plastik bekas.

Seluruh tahapan pembuatan dipraktikkan secara langsung oleh anggota KWT dan PKK dengan pendampingan mahasiswa KKN. Mulai dari pemilahan bahan, memasukkan limbah ke dalam komposter, pencampuran bahan aktivator, hingga proses fermentasi dilakukan bersama selama kegiatan.

POC selanjutnya difermentasi selama kurang lebih 14 hari sebelum dapat dimanfaatkan.

Sebagai tindak lanjut untuk memastikan program dapat diterapkan secara mandiri setelah masa KKN berakhir, Tim KKN II Undip menyerahkan 14 unit komposter percontohan kepada KWT.

Setiap komposter dilengkapi pupuk siap pakai. Tim KKN juga menyerahkan sekitar 30 bibit tanaman sebagai media percontohan untuk mengaplikasikan pupuk tersebut pada tanaman.

Peralatan dan bahan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan KWT untuk mengembangkan praktik pengolahan sampah sekaligus penggunaan pupuk organik di lahan pertanian warga.

Ketua KWT Desa Gentan, Kecamatan Bulu, Yayuk, menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan yang disertai pemberian alat, bahan, serta pupuk siap pakai membuat teknologi pengolahan limbah lebih mudah diterapkan.

“Pelatihan yang juga memberikan alat, bahan, serta pupuk siap pakai seperti ini lebih mudah diaplikasikan ke tanaman-tanaman yang sudah dimiliki di kebun KWT dan dapat mendukung keberlanjutan pemakaian ke depannya,” ujar Yayuk.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi menjadi langkah awal bagi masyarakat Dusun Baseng dan wilayah Kecamatan Bulu dalam menerapkan pengelolaan sampah berbasis rumah tangga dan pertanian.

Dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar, pembuatan POC dinilai dapat menjadi solusi sederhana untuk mengurangi pembakaran dan pembuangan limbah sekaligus menghasilkan pupuk yang dapat digunakan kembali untuk mendukung aktivitas pertanian masyarakat.

Tim KKN II Universitas Diponegoro (Undip) 2026 yang terlibat dalam kegiatan tersebut terdiri atas Ishak Yodistian selaku Koordinator Desa, Meily Fathimah sebagai Wakil Koordinator Desa, Nadhira Mazaya sebagai Sekretaris, Muhammad Luthfi sebagai Bendahara, Rahmatika Alya sebagai Humas, Najwa Aulia Suharyono dan Naurah Izzati sebagai PDD (Publikasi dan Dokumentasi), Aurelia Ramadina sebagai Logistik, serta Riksi Cici sebagai Konsumsi.

Semarak Kemerdekaan, Warga RT 02/RW 05 Dadapsari Gelar Tasyakuran

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terasa hangat di lingkungan Jalan Purwogondo II, RT 02/RW 05, Kelurahan Dadapsari, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang.

Puluhan warga yang terdiri atas bapak-bapak, ibu-ibu, remaja hingga anak-anak berkumpul dalam acara tasyakuran dan doa bersama, Selasa (18/8/2026) malam.

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi warga untuk tidak hanya mensyukuri kemerdekaan yang telah diraih bangsa Indonesia, tetapi juga mempererat silaturahmi dan menjaga kerukunan antarwarga.

Acara berlangsung meriah dengan balutan suasana khas peringatan kemerdekaan. Tenda bernuansa merah putih, berbagai perlengkapan kegiatan, hingga rangkaian hiburan dan pembagian hadiah lomba membuat suasana kampung semakin semarak.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua RW 05 Kelurahan Dadapsari, Hendro, Ketua RT 02/RW 05 Tomi Setiawan, sesepuh kampung Selamet Widodo, serta warga setempat.

Acara dipandu Rachman Polalo, warga Jalan Purwogondo II yang bertindak sebagai pembawa acara. Kegiatan diawali dengan doa pembuka dan pembacaan Al-Fatihah yang dipimpin Rachman Polalo.

Selanjutnya, warga bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu-lagu perjuangan.

Suasana kemudian dibuat khidmat melalui prosesi mengheningkan cipta yang dipimpin Ibu Wahyuni untuk mengenang jasa dan pengorbanan para pahlawan yang telah berjuang merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Bukan hanya itu saja, pada kesempatan acara tasyakuran dalam rangka HUT ke 81 dirgahayu kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 – 17 Agustus 2026 juga dilaksanakan doa kemerdekaan ucapbersama

Ketua RW Tekankan Pentingnya Guyub dan Keterbukaan

Dalam sambutannya, Ketua RW 05 Kelurahan Dadapsari, Hendro, mengapresiasi kekompakan warga RT 02 yang dinilainya semakin terlihat dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan.

Hendro berpesan agar semangat kebersamaan, keguyuban dan kerukunan tidak hanya muncul ketika ada kegiatan peringatan hari besar, tetapi juga menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

“Yang paling penting adalah kekompakan, kebersamaan dan keguyuban warga harus terus kita jaga. Jangan hanya berkumpul ketika ada acara seperti malam tasyakuran atau peringatan kemerdekaan,” ujar Hendro saat memberikan sambutan, Selasa, 18 Agustus 2026.

“Dalam kegiatan kampung, termasuk kerja bakti, saya berharap warga bisa bersama-sama turun dan ikut berpartisipasi,” imbuhnya.

Menurutnya, kerja bakti bukan sekadar membersihkan lingkungan, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi dan mempererat hubungan antarwarga.

“Kalau kita sering bertemu, saling menyapa dan bekerja bersama, insyaallah rasa persaudaraan akan semakin kuat. Kampung yang baik bukan hanya kampung yang bersih, tetapi kampung yang warganya guyub, rukun dan saling peduli,” katanya.

Hendro juga menyampaikan pesan dari pihak kelurahan mengenai penggunaan warna merah putih dalam pengecatan jalan lingkungan. Ia mengingatkan warga agar tidak mengecat permukaan jalan dengan warna merah putih secara sembarangan karena warna tersebut merupakan simbol bendera kebangsaan Indonesia.

“Ini juga menjadi perhatian dari kelurahan. Kalau melakukan pengecatan jalan, jangan menggunakan warna merah putih sebagai warna jalan. Merah putih adalah simbol bendera kebangsaan kita, sehingga penggunaannya harus tetap kita hormati,” jelasnya.

Di sisi lain, Hendro mengapresiasi pelaksanaan tasyakuran RT 02 yang menurutnya tahun ini terlihat lebih meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Ia menilai penggunaan tenda bernuansa merah putih, backdrop atau MMT, serta berbagai perlengkapan kegiatan membuat suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI semakin semarak.

“Kalau saya lihat, acara tasyakuran RT 02 tahun ini lebih meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sekarang sudah ada tenda bernuansa merah putih, MMT yang bagus dan perlengkapan kegiatan yang semakin baik. Ini tentu menjadi kebanggaan kita bersama,” ungkapnya.

Menurut Hendro, peningkatan kegiatan lingkungan tersebut salah satunya terbantu oleh adanya Bantuan Operasional (BOP) sebesar Rp25 juta per RT per tahun yang diberikan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.

Ia berharap bantuan tersebut benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga.

“Saya juga berharap BOP Rp25 juta ini bisa dimanfaatkan dengan baik dan manfaatnya bisa dirasakan seluruh warga. Karena ini merupakan uang untuk kepentingan masyarakat, maka pengelolaannya harus terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Hendro meminta seluruh ketua RT di lingkungan RW 05 untuk mengedepankan keterbukaan dalam pengelolaan anggaran operasional tersebut.

“Jangan hanya RT 02, tetapi seluruh RT di lingkungan RW 05 saya harapkan sama-sama terbuka dalam pengelolaan anggaran. Apa yang direncanakan, apa yang dilaksanakan, dan bagaimana manfaatnya untuk warga harus bisa dikomunikasikan dengan baik,” katanya.

Ia juga berharap semangat berkumpul tidak berhenti pada kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan.

“Terima kasih atas undangannya. Saya berharap bukan hanya ketika ada acara seperti ini warga mau berkumpul. Ketika ada rapat atau pertemuan warga juga harus kompak hadir. Bahkan bulan depan saya akan datang dan melihat langsung pertemuan warga RT 02. Saya ingin memastikan komunikasi dan kebersamaan antarwarga tetap berjalan,” ujarnya.

Hendro pun menyampaikan apresiasi kepada Ketua RT 02 Tomi Setiawan yang telah mengundangnya dalam kegiatan tersebut.

“Semoga warga RT 02 semakin guyub, semakin rukun dan semakin kompak. Mari kita jaga lingkungan kita bersama-sama,” tuturnya.

Ketua RT: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Kebersamaan

Sementara itu, Ketua RT 02/RW 05, Tomi Setiawan, menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga yang telah meluangkan waktu untuk hadir dalam kegiatan tasyakuran.

Menurut Tomi, kekompakan warga merupakan modal penting dalam menjaga kehidupan bermasyarakat di lingkungan RT 02.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh warga RT 02 yang selama ini selalu kompak menjaga kampung tetap guyub dan rukun. Kehadiran bapak-bapak, ibu-ibu, anak-anak dan para remaja malam ini menjadi bukti bahwa kebersamaan itu masih kuat,” ujar Tomi.

Ia menilai peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum untuk mengingat kembali bahwa kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan kegiatan seremonial.

“Memaknai kemerdekaan bukan hanya dengan memasang bendera atau mengadakan lomba. Yang lebih penting adalah bagaimana kita mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif, menjaga kerukunan, membantu tetangga dan menciptakan lingkungan yang aman serta nyaman bagi semua,” katanya.

Tomi juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Semarang melalui BOP sebesar Rp25 juta per RT per tahun.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Ibu Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, yang telah memberikan bantuan operasional Rp25 juta per RT setiap tahun. Bantuan tersebut sangat membantu kegiatan di lingkungan kami, termasuk mendukung berbagai kegiatan warga dan membuat lingkungan kampung menjadi lebih meriah serta tertata,” ungkapnya.

Menurut Tomi, keberadaan BOP juga menjadi kesempatan bagi warga untuk memperkuat kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

“Harapan kami tentu bantuan ini dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Yang paling penting adalah bagaimana anggaran tersebut digunakan sesuai kebutuhan warga, dikelola dengan baik dan memberikan manfaat yang nyata untuk lingkungan,” katanya.

Tomi menjelaskan, pelaksanaan tasyakuran pada 18 Agustus 2026 sengaja dilakukan sehari setelah puncak peringatan HUT Kemerdekaan agar tidak berbenturan dengan agenda warga di lingkungan RT lain.

“Kenapa kita laksanakan tanggal 18 Agustus, karena di RT sebelah juga sudah melaksanakan tasyakuran. Kami tidak ingin kegiatan bersamaan dan jalan ditutup semua. Jadi kami atur waktunya supaya seluruh kegiatan warga bisa berjalan dengan baik dan tetap saling menghormati,” jelasnya.

Ia berharap tradisi tasyakuran dan kebersamaan tersebut dapat terus dipertahankan pada tahun-tahun mendatang.

“Terima kasih sekali lagi kepada seluruh warga yang sudah hadir. Mari kita jaga RT 02 agar selalu guyub, rukun, saling membantu dan saling menghormati. Dirgahayu Republik Indonesia. Merdeka, merdeka, merdeka!” serunya.

Sesepuh Kampung Harap Kerukunan Turun kepada Anak Cucu

Suasana haru sekaligus hangat terasa ketika sesepuh kampung, Selamet Widodo, menyampaikan sambutan.

Widodo mengaku terharu dan bangga melihat warga RT 02 masih mempertahankan tradisi berkumpul dan menggelar tasyakuran dalam memperingati kemerdekaan.

Menurutnya, jumlah warga yang hadir bukan menjadi ukuran utama keberhasilan sebuah kegiatan. Hal yang lebih penting adalah adanya niat untuk bersyukur dan menjaga hubungan baik antarwarga.

“Saya merasa terharu dan bangga melihat kekompakan warga RT 02. Walaupun yang hadir mungkin tidak lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya, tetapi saya melihat semangat kebersamaan itu tetap ada. Acara yang sederhana seperti ini justru bisa menjadi sangat meriah dan berkesan karena dilaksanakan dengan hati,” ujar Widodo.

Ia berharap semangat gotong royong yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat tidak hilang di tengah perubahan zaman.

“Jangan sampai kebersamaan ini hanya menjadi kenangan. Kita harus menjaga keguyuban, kerukunan dan gotong royong ini supaya bisa diwariskan kepada anak-anak dan cucu kita. Mereka harus melihat bahwa orang tua dan para sesepuhnya memberikan contoh bagaimana hidup bermasyarakat dengan saling menghormati dan saling membantu,” tuturnya.

Widodo menambahkan, kemerdekaan harus dimaknai sebagai kesempatan untuk membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik.

“Para pahlawan sudah berjuang dengan pengorbanan yang luar biasa untuk memberikan kemerdekaan kepada kita. Tugas kita sekarang adalah menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan dengan kebaikan. Kalau di tingkat kampung saja kita bisa rukun, saling membantu dan tidak mudah terpecah, itu juga merupakan bentuk kita menghargai perjuangan para pahlawan,” katanya.

Potong Tumpeng hingga Pembagian Doorprize

Rangkaian tasyakuran kemudian dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas kemerdekaan yang telah dinikmati bangsa Indonesia selama 81 tahun.

Pemotongan tumpeng dilakukan Ketua RT 02 Tomi Setiawan. Potongan tumpeng kemudian diserahkan kepada sesepuh kampung Selamet Widodo dan Ketua RW 05 Hendro sebagai simbol penghormatan kepada para sesepuh serta pengikat kebersamaan antara warga, RT dan RW.

Setelah prosesi tumpeng, suasana acara semakin cair. Canda tawa warga pecah ketika pembawa acara mulai membagikan hadiah berbagai perlombaan 17 Agustus yang telah digelar sejak 1 Agustus 2026.

Beragam kategori lomba diikuti warga, mulai dari anak-anak hingga ibu-ibu. Pembagian hadiah menjadi salah satu momen yang paling ditunggu karena mempertemukan kembali peserta lomba dalam suasana santai dan penuh kegembiraan.

Kemeriahan kemudian berlanjut dengan pembagian puluhan doorprize. Warga tampak antusias mengikuti pengundian hingga suasana acara semakin semarak.

Selain menjadi ajang hiburan, rangkaian kegiatan tersebut menjadi ruang interaksi lintas generasi. Anak-anak, remaja, orang tua hingga para sesepuh dapat berkumpul dalam satu suasana yang sama.

BOP Dimanfaatkan untuk Memperindah Lingkungan

Warga Jalan Purwogondo II juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Semarang melalui BOP Rp25 juta per RT per tahun.

Dukungan tersebut antara lain dirasakan warga dalam penataan lingkungan menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Di lingkungan RT 02/RW 05, warga kini memiliki tiang-tiang bendera dan penyangga yang tertata sehingga kawasan Jalan Purwogondo II terlihat lebih serasi dengan nuansa merah putih selama bulan kemerdekaan.

Bagi warga, keberadaan fasilitas tersebut tidak sekadar mempercantik lingkungan. Tiang bendera juga menjadi simbol bahwa semangat kemerdekaan hadir hingga ke tingkat lingkungan terkecil di tengah masyarakat.

Warga berharap program BOP tersebut dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak kegiatan lingkungan yang dapat dilaksanakan secara bersama-sama.

“Terima kasih kepada Ibu Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat melalui BOP Rp25 juta per RT. Semoga program ini bisa terus berjalan pada tahun-tahun berikutnya dan manfaatnya semakin dirasakan warga,” ungkap salah seorang warga.

Bagi masyarakat Jalan Purwogondo II, tasyakuran HUT ke-81 Kemerdekaan RI bukan sekadar agenda tahunan. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk merawat ingatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat.

Di tengah kesibukan kehidupan perkotaan, tradisi berkumpul, berdoa bersama, makan bersama dan saling berbagi menjadi cara sederhana warga menjaga nilai gotong royong.

Malam itu, kemerdekaan dirayakan bukan dengan kemewahan, melainkan dengan kebersamaan. Dari sebuah lingkungan kecil di Jalan Purwogondo II, semangat merah putih terus dirawat melalui kerukunan, kepedulian dan keguyuban warga.

Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah. Warga kembali berbincang santai, menikmati hidangan bersama, sembari membawa pulang semangat yang sama: menjaga kampung tetap guyub, rukun dan penuh kekeluargaan.

Merdeka bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga tentang menjaga persatuan dan membangun kehidupan yang lebih baik bersama-sama.***

Lima Tim Bertanding, RT 01 Sabet Juara Piala Kemerdekaan Kampung SlametPiala

0

KENDAL (Pertamanews.id) — Semangat kemerdekaan dan kebersamaan warga Kampung Slamet terlihat dalam gelaran Piala Kemerdekaan Kampung Slamet by CGM yang berlangsung di Lavia Minisoccer. Turnamen tersebut diikuti lima tim, yakni RT 01, RT 02, RT 03, RT 04, dan CGM.

Pertandingan berlangsung kompetitif dengan menjunjung tinggi sportivitas. Antusiasme warga juga terlihat sepanjang turnamen. Menariknya, seluruh pertandingan digelar pada siang hari di tengah teriknya matahari.

Kepala Dusun Slamet, Ary Dimianto, menyambut positif pelaksanaan turnamen tersebut. Menurutnya, kegiatan olahraga yang melibatkan masyarakat dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi dan meningkatkan kekompakan warga.

“Event ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Selain olahraga, kegiatan seperti ini bisa mempererat silaturahmi dan kekompakan warga. Semoga ke depan kegiatan seperti ini bisa terus diistiqamahkan.”

Setelah melalui rangkaian pertandingan, RT 01 berhasil keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua ditempati tim CGM, disusul RT 02 sebagai juara ketiga, RT 04 juara keempat, dan RT 03 juara kelima.

Panitia juga memberikan sejumlah penghargaan individu. Gelar Top Scorer diraih Sulis dari RT 02 dan Anis dari RT 04. Sementara penghargaan Kiper Terbaik diberikan kepada Jarkasi dari RT 01.

Adapun penghargaan Pemain Terbaik diraih Tri Wibowo dari CGM. Sementara itu, RT 01 dinobatkan sebagai Suporter Terbaik berkat dukungan dan antusiasme sepanjang pertandingan.

Panitia penyelenggara, Gus Dr. Muhamad Rikza Saputro, M.Pd., M.M., M.H., mengatakan pemilihan waktu pertandingan pada siang hari bukan tanpa alasan. Kondisi tersebut menjadi bagian dari pesan reflektif dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Kami sengaja melaksanakan pertandingan pada siang hari, ketika terik matahari benar-benar menyengat. Kami ingin merasakan sedikit bagaimana beratnya perjuangan para pahlawan dahulu. Mereka mempertahankan Indonesia dengan mengorbankan nyawa, jiwa, raga, keluarga, bahkan seluruh yang mereka miliki.”

Menurut Gus Rikza, peringatan kemerdekaan tidak cukup hanya dilakukan melalui seremoni. Momentum tersebut juga perlu dimanfaatkan untuk memperkuat persaudaraan dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Harapan kami, melalui kegiatan sederhana ini warga semakin guyub, semakin dekat satu sama lain, dan olahraga menjadi wasilah untuk menumbuhkan rasa cinta kepada NKRI. Kemerdekaan harus kita isi dengan kebersamaan, gotong royong, sportivitas, dan kegiatan yang memberikan manfaat.”

Antusiasme tidak hanya ditunjukkan para pemain. Para suporter dan tokoh masyarakat juga turut menikmati jalannya pertandingan.

Nila Nadia Latifah, S.Ag., M.Pd., yang hadir sebagai suporter, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, turnamen bukan hanya menghadirkan pertandingan olahraga, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan warga.

“Sangat antusias mendukung tim. Bukan hanya pertandingannya, tetapi perjalanan dan kebersamaannya juga sangat menyenangkan. Kita bisa berkumpul, saling mendukung, dan menikmati momentum kemerdekaan bersama.”

Hal senada disampaikan tokoh masyarakat sekaligus penggerak PKK, Dwi Handayani. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan hiburan sekaligus mempererat hubungan antarwarga.

“Saya sangat terhibur dengan kegiatan ini. Melihat warga berkumpul, saling mendukung, dan menikmati pertandingan bersama tentu menjadi kebahagiaan tersendiri. Semoga kegiatan seperti ini terus ada karena sangat baik untuk kebersamaan masyarakat.”

Piala Kemerdekaan Kampung Slamet by CGM pun tidak sekadar menjadi ajang perebutan gelar juara. Turnamen tersebut menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan, menumbuhkan sportivitas, serta menghidupkan semangat kemerdekaan di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan olahraga dan kebersamaan, warga Kampung Slamet turut mengisi kemerdekaan dengan semangat gotong royong, persaudaraan, dan kecintaan terhadap NKRI.***

Sambut HUT RI ke-81, ARTOTEL Yogyakarta Sajikan Rijsttafel Set dan Minuman Kreasi Baru

0

YOGYAKARTA (Pertamanews.id) — Dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang diperingati setiap 17 Agustus, ARTOTEL Yogyakarta menghadirkan program promo dan kuliner spesial bertajuk “Hadiah Kemerdekaan”.

Program yang berlangsung sepanjang Agustus 2026 ini mengajak para tamu menikmati pengalaman menginap di jaringan hotel ARTOTEL Group di Indonesia sekaligus mencicipi sajian khas Nusantara yang dikemas dengan sentuhan modern.

Sebagai bentuk apresiasi kepada member setia ARTOTEL Wanderlust, ARTOTEL Yogyakarta menghadirkan promo menginap melalui mekanisme redeem points. Poin yang dimiliki member dapat ditukarkan dengan berbagai voucher menginap di jaringan hotel ARTOTEL Group.

Melalui program “Hadiah Kemerdekaan”, ARTOTEL Yogyakarta ingin mengajak para tamu merayakan semangat kemerdekaan melalui pengalaman menginap dan bersantap yang berkesan. Perpaduan promo eksklusif bagi member ARTOTEL Wanderlust dengan sajian kuliner spesial diharapkan dapat menjadi bagian dari momen kebersamaan dalam memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia.

General Manager ARTOTEL Yogyakarta, Timur Trapsilo, mengatakan Hari Kemerdekaan merupakan momentum penuh makna yang ingin dihadirkan melalui pengalaman yang dapat dinikmati para tamu.

“Rijsttafel Set sebagai menu spesial bulan Agustus, dipadukan dengan dua kreasi minuman baru yaitu Lapis Ube dan Batavia Pop, kami persembahkan sebagai bagian dari perayaan tersebut. Harapan kami, setiap tamu yang datang tidak hanya menikmati hidangan yang kami sajikan, tetapi juga merasakan semangat kebersamaan dan kekayaan budaya Indonesia yang kami hadirkan melalui program Hadiah Kemerdekaan,” ujarnya.

ARTOTEL Wanderlust merupakan program loyalitas ARTOTEL Group yang menawarkan berbagai keuntungan bagi para anggotanya. Tamu dapat mendaftarkan diri sebagai member secara gratis melalui aplikasi ARTOTEL Wanderlust yang tersedia untuk perangkat Android maupun iOS.

Member ARTOTEL Wanderlust secara otomatis mendapatkan berbagai keuntungan, di antaranya diskon 10 persen untuk menginap, diskon 5–15 persen untuk produk makanan dan minuman (F&B), serta Birthday Reward berupa diskon 50 persen untuk menginap saat ulang tahun.

Member yang aktif bertransaksi juga berkesempatan meningkatkan tier keanggotaan mulai dari Silver, Gold hingga Black. Semakin tinggi tier, semakin banyak keuntungan yang dapat diperoleh, seperti room upgrade, late check-out, VIP treatment, dan berbagai fasilitas lainnya.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program “Hadiah Kemerdekaan”, masyarakat dapat menghubungi WhatsApp 0815 7288 9333 atau melalui akun Instagram @artoteljogja.