spot_img
Beranda blog Halaman 4

Pengadilan Tinggi Ketok Palu, Hukuman Tiga Terdakwa Korupsi Lahan 700 Hektar Diperberat

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Pengadilan Tindak Pidana Korupsi tingkat banding memperberat vonis terhadap tiga terdakwa dalam perkara korupsi pembelian lahan seluas 700 hektar oleh BUMD Cilacap, PT Cilacap Segara Artha (CSA), dari Yayasan Diponegoro yang terkait Kodam IV/Diponegoro.

Putusan tersebut disampaikan melalui keterangan resmi Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Arfan Triono, di Semarang, Kamis (16/4/2026).

“Putusan di tingkat banding ini memperberat hukuman para terdakwa dibandingkan putusan sebelumnya,” ujar Arfan.

Dalam keterangannya, terdakwa Andi Nur Huda dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dalam dakwaan kesatu primair.

Majelis hakim menjatuhkan hukuman 13 tahun penjara, denda Rp650 juta subsider 4 bulan kurungan, serta kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp152,15 miliar kepada negara melalui Pemda Cilacap dan PT CSA.

Nilai tersebut diperhitungkan dengan aset berupa tanah dan bangunan yang telah disita. Jika tidak mencukupi, diganti dengan pidana penjara selama 4 tahun.

Terdakwa Awaludin Muri dijatuhi hukuman 10 tahun penjara serta denda Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan. Ia juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp1,8 miliar.

Jika dalam satu bulan tidak dibayarkan, harta bendanya akan disita, dan apabila tidak mencukupi, diganti dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan.

Sementara itu, terdakwa Iskandar Zulkarnain divonis 10 tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider 3 bulan kurungan.

Iskandar dibebani uang pengganti sebesar Rp4,02 miliar. Jika tidak dibayar dalam waktu satu bulan, asetnya akan disita atau diganti dengan pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan.

“Perkara ini berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam pembelian lahan oleh BUMD Cilacap yang menimbulkan kerugian negara dalam jumlah besar,” kata Arfan.

Vonis di tingkat banding ini lebih berat dibandingkan putusan sebelumnya di Pengadilan Tipikor Semarang.

Dalam putusan tingkat pertama, Awaludin yang merupakan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Cilacap divonis 2 tahun 6 bulan penjara. Andi Nur Huda, mantan Direktur Utama PT Rumpun Sari Antan (RSA), divonis 2 tahun 10 bulan penjara.

Adapun Iskandar Zulkarnain, mantan Kepala Bagian Perekonomian Setda Cilacap, divonis 3 tahun 9 bulan penjara.***

Job Fair Semarang Disesaki Pelamar, KAI Tegaskan Rekrutmen Resmi Tanpa Pungutan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pada hari pertama dalam gelaran “Campus Job Fair Semarang 2026” berdasarkan data pada pukul 14.00 WIB sebanyak 1200 pencari kerja telah memadati booth PT Kereta Api Indonesia (Persero). Kegiatan jobfair ini berlangsung selama dua hari mulai Rabu (15/4) hingga Kamis (16/4) pada pukul 08.00 – 17.00 WIB di Gedung Muladi Dome, Universitas Diponogero.

Antusiasme tinggi terlihat, di mana para pelamar rela antre untuk mendapatkan informasi hingga mendaftar langsung di booth KAI. Momen ini menjadi bukti besarnya minat masyarakat untuk berkarier di dunia perkeretaapian.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyampaikan di tengah tingginya animo pendaftaran, masyarakat juga diingatkan untuk tetap waspada terhadap potensi penipuan yang mengatasnamakan rekrutmen KAI.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu berhati-hati terhadap informasi rekrutmen yang tidak resmi. Proses rekrutmen KAI hanya dilakukan melalui website resmi recruitment.kai.id dan tidak dipungut biaya apapun,” tegas Luqman.

Selain itu, KAI Daop 4 Semarang juga mengimbau kepada para pencari kerja yang akan hadir pada hari berikutnya agar mempersiapkan seluruh persyaratan yang dibutuhkan sejak awal guna mempercepat proses pendaftaran di lokasi job fair. Informasi lengkap terkait persyaratan rekrutmen dapat diakses melalui website resmi recruitment.kai.id.

KAI menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan secara transparan dan profesional tanpa perantara. Apabila terdapat pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu, dapat dipastikan hal tersebut merupakan modus penipuan.

Melalui momentum job fair ini, KAI tidak hanya membuka peluang karier, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar lebih cermat dalam menyaring informasi, sehingga terhindar dari praktik penipuan berkedok rekrutmen.

Program MBG Perkuat Pemulihan Pascabencana di Pidie Jaya dan Pidie Libatkan UMKM BUMDes

0

ACEH (Pertamanews.id) – Upaya pemulihan ekonomi masyarakat di wilayah pascabencana di Aceh terus diperkuat melalui pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). MBG merupakan program yang berbasis dengan pemberdayaan ekonomi lokal khususnya di Kabupaten Pidie Jaya dan Pidie dengan melibatkan UMKM dan BUMDes.

Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Direktur Pemberdayaan dan Partisipasi Masyarakat (PPM) Tengku Syahdana menjadikan program MBG tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi langkah awal menggerakkan kembali aktivitas ekonomi yang sempat terpuruk.

Pemilihan Aceh sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Kondisi pascabencana dinilai membutuhkan pendekatan yang tidak hanya fokus pada aspek sosial, tetapi juga menyentuh pemulihan ekonomi masyarakat secara menyeluruh.

“Pemilihan lokasi ini didasarkan pada kebutuhan untuk mengintegrasikan program pemenuhan gizi dengan upaya pemulihan ekonomi lokal. Dalam konteks pascabencana, tantangan yang dihadapi masyarakat tidak hanya bersifat sosial, tetapi juga penurunan aktivitas ekonomi,” tutur Tengku Syahdana di Pidie Jaya, Rabu, (15/4).

Melalui skema program MBG, kegiatan ini diarahkan agar mampu menjadi pemicu awal bangkitnya kembali rantai pasok dan aktivitas usaha masyarakat secara bertahap.

Lebih lanjut, Tengku Syahdana juga menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang dengan pendekatan berbasis hasil. Forum yang digelar menjadi ruang strategis untuk mempertemukan kebutuhan dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan pelaku usaha lokal yang memiliki potensi untuk terlibat dalam rantai pasok.

“Kegiatan ini tidak berhenti pada diskusi, tetapi juga difungsikan untuk membangun ekosistem yang menghubungkan kebutuhan program dengan pelaku usaha lokal,” jelasnya.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilakukan pula kunjungan lapangan dan bazar UMKM. Aktivitas ini memungkinkan terjadinya interaksi langsung antara pelaku usaha dan BGN, sekaligus menjadi sarana untuk mengukur kesiapan serta kapasitas usaha di lapangan.

Dari sisi dampak, masyarakat disebut mulai merasakan manfaat, terutama dalam jangka pendek melalui peningkatan transaksi ekonomi saat bazar berlangsung. Sementara dalam jangka menengah, peluang keterlibatan dalam rantai pasok program MBG diharapkan mampu menciptakan keberlanjutan usaha.

“Dalam jangka pendek terjadi perputaran ekonomi langsung, sedangkan dalam jangka menengah terbuka peluang usaha yang lebih berkelanjutan bagi pelaku lokal,” tukasnya.

Untuk memastikan keterlibatan pelaku usaha berjalan efektif, BGN menggandeng dinas terkait dalam proses seleksi dan identifikasi peserta. Pendekatan berbasis data digunakan agar pelaku usaha yang terlibat benar-benar sesuai dengan kebutuhan program dan tepat sasaran.***

Bea Cukai Semarang Bakar 7,3 Juta Batang Rokok Ilegal

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Bea Cukai Semarang bersama Satpol PP Kota Semarang dan Pemerintah Kota Semarang memusnahkan jutaan batang rokok ilegal dan ribuan liter minuman beralkohol ilegal, Rabu (15/4/2026).

Pemusnahan yang digelar di halaman Balai Kota Semarang ini menyasar barang hasil penindakan sepanjang Juni–Desember 2025.

Sebanyak 7.397.830 batang rokok ilegal dan 3.318 liter MMEA dimusnahkan. Nilainya ditaksir mencapai Rp11,48 miliar, dengan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan sebesar Rp7,65 miliar.

Rokok ilegal dimusnahkan melalui metode insinerasi bersuhu tinggi hingga 1.200 derajat celcius bekerja sama dengan PT Wastec International. Sementara MMEA dimusnahkan secara simbolis sebelum dibawa ke fasilitas akhir.

Kepala Kantor Bea Cukai Semarang, Mochamad Syuhadak, mengungkapkan pelaku menggunakan berbagai modus untuk mengelabui petugas.

“Kami menemui berbagai modus seperti penggunaan mobil pribadi (Rush, Innova, Calya) yang dimodifikasi suspensinya agar tetap terlihat normal meski bermuatan penuh, hingga modus menggunakan kompartemen khusus di bawah muatan sampah plastik dan kelapa guna mengelabui petugas di lapangan,” ungkap Syuhadak.

Selain itu, pelaku juga memanfaatkan jasa pengiriman dengan modus misdeclaration, yakni menyamarkan barang sebagai sarung, peci, parfum, hingga buku.

Sepanjang semester II 2025, Bea Cukai Semarang mencatat 128 kali penindakan. Secara total selama 2025, penindakan mencapai 28,79 juta batang rokok ilegal dan 7.337,80 liter MMEA.

“Pemberantasan rokok ilegal adalah ikhtiar kolektif untuk melindungi masyarakat dan menjaga keadilan bagi industri yang patuh. Melalui ketegasan ini, kita memastikan penerimaan negara tetap optimal demi kesejahteraan rakyat lewat penyaluran DBHCHT. Mari kita perkuat sinergi untuk mewujudkan wilayah yang bersih dari barang ilegal,” pungkas Syuhadak.

Pemusnahan ini menjadi bagian dari kampanye “Gempur Rokok Ilegal” yang terus digencarkan untuk menekan peredaran barang ilegal di wilayah Semarang dan sekitarnya.***

Dari Sungai hingga Seni Tradisi, Desa Duren Bersiap Menjadi Destinasi Wisata Unggulan Bersama PLN Peduli

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Di balik perbukitan hijau Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang terdapat sebuah desa yang perlahan mulai membuka diri kepada dunia. Desa Duren bukan hanya tentang bentang alam yang asri, tetapi juga tentang cerita, tradisi, dan semangat warganya dalam menjaga warisan budaya.

Dari aliran Sungai Serang yang mengalir tenang hingga denting musik pengiring tari tradisional, setiap sudut desa ini menyimpan potensi yang siap memikat wisatawan.

Melihat potensi tersebut, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) tahun 2026 mengambil peran dalam mendorong pengembangan Desa Wisata Duren Wahyu Tirta Mulya. Program ini menjadi langkah nyata dalam menghidupkan potensi lokal agar mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Di Desa Duren, wisata bukan sekadar perjalanan menikmati alam. Wisatawan dapat merasakan sensasi menyusuri sungai melalui aktivitas river tubing yang telah lebih dulu dikenal, sekaligus menikmati panorama perbukitan yang masih asri. Namun lebih dari itu, desa ini menyimpan kekuatan lain yaitu budaya.

Di sela aktivitas wisata, pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan seni tradisional seperti reog dan tari topeng ireng yang penuh energi dan makna. Iringan musik tradisional, gerakan dinamis para penari, serta semangat kebersamaan masyarakat menjadi pengalaman yang tidak mudah ditemukan di tempat lain. Potensi budaya inilah yang menjadi daya tarik kuat untuk menghadirkan pengalaman wisata yang autentik dan berkesan.

Tidak hanya budaya dan alam, kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Duren juga menjadi bagian dari daya tarik tersendiri. Aktivitas pertanian, produk UMKM seperti olahan pangan dan kerajinan, hingga interaksi hangat warga membuka peluang bagi wisata berbasis pengalaman (experience tourism) yang kini semakin diminati.

Melalui program TJSL ini, PLN akan mendukung pengembangan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari peningkatan akses melalui pavingisasi, hingga penyediaan sarana pendukung wisata seperti perlengkapan river tubing dan papan informasi. Selain itu, masyarakat juga akan mendapatkan pelatihan pengelolaan desa wisata agar mampu mengelola potensi yang dimiliki secara profesional dan berkelanjutan.

General Manager PLN UIP JBT, Kishartanto Purnomo Putro, menyampaikan bahwa Desa Duren memiliki kombinasi potensi yang sangat kuat untuk berkembang menjadi destinasi wisata unggulan.

“Desa Duren memiliki keunikan yang lengkap—alam yang indah, budaya yang hidup, serta masyarakat yang memiliki semangat untuk berkembang. Ini adalah modal besar untuk menciptakan destinasi wisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa PLN ingin menjadi bagian dari perjalanan desa dalam mengembangkan potensi tersebut.

“Melalui program TJSL, kami tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat. Harapannya, Desa Duren dapat menjadi contoh desa wisata yang mampu tumbuh dari kekuatan lokalnya sendiri, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi warganya,” tambah Kishartanto.

Kepala Desa Duren, H. Wahyudi, S.M., menyambut baik dukungan dari PLN dan menyampaikan optimismenya terhadap masa depan desa wisata ini.

“Kami melihat program ini sebagai peluang besar bagi masyarakat Desa Duren untuk berkembang. Potensi yang kami miliki selama ini akan semakin terarah dengan adanya pendampingan dan dukungan dari PLN, baik dari sisi infrastruktur maupun peningkatan kapasitas masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam pengembangan desa wisata.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama. Dengan semangat gotong royong, kami optimis Desa Duren dapat menjadi destinasi wisata yang dikenal luas dan memberikan manfaat bagi seluruh warga,” tambahnya.

Dengan sinergi antara PLN, pemerintah desa, dan masyarakat, Desa Duren kini tengah bersiap menapaki langkah baru. Dari aliran sungai hingga panggung budaya, desa ini perlahan membuka diri menjadi destinasi yang menawarkan lebih dari sekadar wisata—tetapi juga cerita, pengalaman, dan kearifan lokal yang autentik.***

BPK RI Tinjau PLTA Upper Cisokan, PLN Tegaskan Komitmen Akuntabilitas dan Kesiapan Proyek

0

BANDUNG (Pertamanews.id) – Dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan terhadap pengelolaan keuangan negara, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) melaksanakan kunjungan kerja ke proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Upper Cisokan di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Kunjungan yang dipimpin oleh Kepala Subdirektorat Pemeriksaan VII.A.2 BPK RI, Rendy Bagus Nugraha ini secara khusus bertujuan untuk melakukan pemeriksaan atas subsidi dan kompensasi yang berkaitan erat dengan pengelolaan aset.

Hal tersebut dinilai krusial karena memiliki dampak langsung terhadap skema pendanaan pembangunan PLTA Upper Cisokan sebagai salah satu proyek strategis nasional di sektor ketenagalistrikan.

Dalam kegiatan tersebut, jajaran PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) menyampaikan paparan komprehensif terkait progres pembangunan proyek, skema pembiayaan, serta pengelolaan aset yang mendukung keberlangsungan proyek.

PLN juga memaparkan berbagai langkah pengendalian internal dan mitigasi risiko yang telah dilakukan untuk memastikan setiap proses berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

PLN menegaskan kesiapan penuh dalam menyediakan data dan informasi secara transparan dan akurat sebagai bagian dari komitmen terhadap prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Hal ini sekaligus menjadi wujud keseriusan PLN dalam menjaga akuntabilitas, khususnya dalam pengelolaan subsidi, kompensasi, dan aset yang menjadi perhatian dalam pemeriksaan BPK RI.

General Manager PLN UIP JBT, Kishartanto Purnomo Putro, menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi momentum strategis untuk memastikan keselarasan antara pelaksanaan proyek dengan rencana yang telah ditetapkan.

Dirinya berharap melalui sinergi ini akan semakin meningkatkan pengawasan terhadap pekerjaan pembangunan agar dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami menyambut baik kunjungan kerja BPK RI sebagai bagian dari penguatan pengawasan. PLN berkomitmen menjaga akuntabilitas dalam pengelolaan subsidi, kompensasi, dan aset, sehingga dapat mendukung keberlanjutan pendanaan proyek. Harapannya, pembangunan PLTA Upper Cisokan dapat berjalan sesuai dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) yang telah disahkan,” ujarnya.

Selain paparan di ruang pertemuan, rangkaian kunjungan kerja juga dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke lokasi proyek.

Dalam kunjungan lapangan tersebut, tim BPK RI melihat secara langsung progres konstruksi, termasuk pekerjaan utama yang tengah berlangsung di area pembangunan PLTA Upper Cisokan.

Melalui kunjungan ini, diharapkan terbangun pemahaman yang lebih komprehensif terkait kondisi aktual proyek serta pengelolaan keuangan yang mendukungnya. PLN optimistis, dengan pengawasan yang konstruktif dari BPK RI, pembangunan PLTA Upper Cisokan dapat berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan memberikan kontribusi optimal bagi sistem ketenagalistrikan nasional serta transisi energi bersih di Indonesia.***

Sejak 2022, UNDIP Sudah Jalankan Program Makan Bergizi Gratis

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG), Universitas Diponegoro (UNDIP) ternyata telah lebih dulu menggulirkan inisiatif serupa sejak 2022.

Melalui Program Food Truck UNDIP, kampus ini menyediakan makan siang gratis bagi mahasiswa kurang mampu sebagai upaya mendukung kesehatan dan produktivitas belajar.

Program tersebut menjadi wujud kepedulian UNDIP dalam memastikan mahasiswa tetap mendapatkan asupan gizi yang layak, terutama bagi mereka yang menghadapi keterbatasan ekonomi selama menjalani studi.

Rektor UNDIP, Suharnomo, menegaskan bahwa komitmen ini telah berjalan sebelum isu makan bergizi gratis menjadi perhatian luas seperti saat ini.

“Ketika hari ini kita berbicara tentang makan bergizi gratis, Universitas Diponegoro sesungguhnya telah memulai sejak tahun 2022 melalui program Food Truck UNDIP. Program ini membagikan makanan bergizi gratis bagi mahasiswa yang membutuhkan,” ungkap Prof. Suharnomo.

Setiap tahun, UNDIP mengalokasikan anggaran sebesar Rp6 miliar untuk mendukung operasional program tersebut.

Dengan kapasitas produksi yang terkelola baik, Food Truck UNDIP mampu menyediakan sekitar 1.850 porsi makan siang setiap hari, atau setara dengan sekitar 450.000 paket makanan dalam setahun.

Dari sisi produksi, pengelolaan makanan dilakukan secara profesional oleh unit jasa boga internal kampus.

Manajer Jasa Boga Aroemanis Catering PT UNDIP Maju, Kristi Febi Nugrahaningrum, menjelaskan bahwa seluruh proses dilakukan dengan standar higienis yang ketat.

“Dapur kami beroperasi dari hari Minggu hingga Kamis. Seluruh tim profesional terlibat langsung mulai dari proses pengolahan, pemilihan bahan baku, hingga penyusunan menu yang memenuhi standar sehat dan bergizi,” tuturnya.

Untuk menjaga kualitas, tim dapur menyusun menu bulanan dan berkoordinasi dengan pemasok bahan segar yang dikirimkan sehari sebelum pengolahan.

Setiap hidangan dirancang mengandung komposisi seimbang antara sayur, protein, dan karbohidrat guna memenuhi kebutuhan gizi mahasiswa.

Pengawasan mutu juga menjadi perhatian utama.

Direktur Kemahasiswaan dan Alumni UNDIP, Edy Surahmad, memastikan bahwa kontrol terhadap kandungan nutrisi dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami dari Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni senantiasa memantau komposisi nutrisi dalam Food Truck. Hal ini penting agar mahasiswa mendapatkan asupan yang seimbang untuk menunjang aktivitas akademik mereka,” jelasnya.

Selain memberikan manfaat langsung bagi penerima, program ini juga membuka peluang bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman kerja.

Mahasiswa yang terlibat sebagai kru lapangan mengaku mendapatkan pengalaman praktis di bidang food and beverage (F&B), sekaligus memperluas jejaring lintas fakultas.

Sementara itu, mahasiswa penerima manfaat turut merasakan dampak positif program ini.

Variasi menu yang ditawarkan, mulai dari olahan ikan hingga daging, dinilai membantu memenuhi kebutuhan konsumsi harian, terutama bagi mahasiswa perantau.

Program Food Truck UNDIP tidak hanya berlangsung di kampus utama Tembalang, tetapi juga menjangkau kampus UNDIP di Pekalongan, Jepara, Rembang, dan Batang melalui unit masing-masing.

Inisiatif ini menegaskan keseriusan UNDIP dalam menempatkan mahasiswa sebagai pusat proses pendidikan.

Lebih dari sekadar bantuan, program Food Truck menjadi representasi nilai kemanusiaan dan tanggung jawab sosial kampus dalam mewujudkan semangat “UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat.”***

Kemenlu RI dan UNDIP Kolaborasi, Kuliah Diplomasi Publik dan Film 12 Mile Digelar

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Universitas Diponegoro (UNDIP) bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI) melalui Direktorat Diplomasi Publik menggelar kuliah Public Diplomacy bertema “Diplomasi Maritim Indonesia: Arus Utama Soft Power dalam Isu Kedaulatan dan Hukum Laut”.

Kegiatan ini berlangsung di Gedung ICT lantai 5 Kampus UNDIP Tembalang, Selasa (7/4), dan diikuti pimpinan universitas, perwakilan Kemenlu RI, serta mahasiswa.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNDIP, Prof. Dr.rer.nat. Ir. Heru Susanto, S.T., M.M., M.T., mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai sarana memperluas wawasan mahasiswa terkait diplomasi maritim.

“Patut bersyukur dapat mengikuti acara Public Diplomacy ini. Mudah-mudahan kita bertambah wawasan tentang diplomasi maritim,” ungkap Prof. Heru.

Ia menegaskan, Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga dan mengelola wilayah lautnya. Menurutnya, diplomasi menjadi kunci agar Indonesia mampu berdaulat dalam memanfaatkan kekayaan maritim.

“Kebetulan kita tinggal di Indonesia yang kepulauan dan maritim. Hal tersebut merupakan anugerah dari Tuhan, sehingga kita harus menjaganya. Namun, tentunya kita perlu melakukan diplomasi dengan negara lain agar kita berdaulat memanfaatkan kekayaan alam dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia,” imbuhnya.

Direktur Diplomasi Publik Kemenlu RI, Ani Nigeriawati, yang juga alumni FISIP UNDIP, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan kemitraan antara Kemenlu RI dan perguruan tinggi.

“Public Diplomacy Goes to Campus merupakan bentuk kemitraan Kemenlu RI dengan UNDIP sehingga acara ini dapat terlaksana dengan baik,” kata Ani.
Ia juga menilai Semarang sebagai kota pelabuhan memiliki posisi strategis dalam konteks diplomasi maritim Indonesia.

“Tentunya sangat tepat jika berbicara mengenai diplomasi maritim di Semarang. Karena Semarang sejak menjadi Kota Pelabuhan dan menjadi pintu interaksi Indonesia dengan dunia,” ujarnya.

Dalam sesi pemaparan materi, Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu RI, Heru Hartanto Subolo, menekankan pentingnya membangun kesadaran publik bahwa sektor maritim merupakan identitas sekaligus kekuatan strategis Indonesia.

“Oleh karena itu, masyarakat harus memahami diplomasi maritim ini. UNDIP juga harus mengambil peran dalam hal ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Deputi Direktur Hukum dan Perjanjian Kewilayahan Kemenlu RI, Dr. Gulardi Nurbintoro, memaparkan perjuangan panjang diplomasi Indonesia dalam memperoleh pengakuan sebagai negara kepulauan melalui Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS) 1982.

“Sejak awal kemerdekaan terus diperjuangkan. Agar kita bisa berdaulat dalam memanfaatkan sumber daya laut dan kapal asing tidak seenaknya masuk ke perairan Indonesia. Hingga akhirnya diakui pada tahun 1982. Yang tadinya 3 mil menjadi 12 mil,” ucap Dr. Gulardi.

Diskusi yang dimoderatori oleh Robetmi Jumpakita Pinem, S.AB., MBA, Ph.D tersebut juga menghadirkan Guru Besar FISIP UNDIP, Prof. Ika Riswanti Putranti, A.Md.A.K., S.H., M.H., Ph.D., sebagai penanggap. Ia menegaskan bahwa masa depan Indonesia sangat bergantung pada pengelolaan sektor maritim.

“Laut memiliki nilai strategis yang luar biasa. Masa depan Indonesia ada di laut,” ujar Prof. Ika.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran film “12 Mile: Guiding The Archipelago” yang mengangkat sosok diplomat sekaligus mantan Menteri Luar Negeri RI, Mochtar Kusumaatmadja.

Film ini menyoroti perjuangan panjang dalam memperluas batas laut Indonesia dari 3 mil menjadi 12 mil demi kedaulatan negara.

Produser film tersebut, Dr. M. Agus Imanuddin, S.H., M.Si., mengungkapkan bahwa film ini dibuat untuk memperkenalkan kembali jasa besar Mochtar Kusumaatmadja kepada generasi muda.

“Banyak orang yang tidak kenal sosok Mochtar Kusumaatmadja. Padahal jasanya besar bagi Bangsa Indonesia. Oleh karena itu, yang melatarbelakangi untuk membuat film yang mengangkat Mochtar Kusumaatmadja supaya lebih dikenal oleh banyak orang, terutama di kalangan generasi sekarang,” ujar Dr. Agus.***

LamiPak Ganjar Karya Terbaik dalam Anugerah Jurnalistik 2026

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – PT Lami Packaging Indonesia (LamiPak) resmi mengumumkan para pemenang Anugerah Jurnalistik LamiPak (AJL) 2026 dalam seremoni penghargaan yang berlangsung khidmat di Ruang Rajawali 2, Hotel Ambhara, Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Ajang ini menjadi bentuk apresiasi perusahaan kepada insan pers yang dinilai berkontribusi dalam mengedukasi publik melalui karya jurnalistik yang mendalam, akurat, dan berkualitas.

Kompetisi yang berlangsung sejak 28 Januari hingga 14 Maret 2026 tersebut berhasil menjaring hampir seratus karya dari berbagai media nasional maupun daerah.

Penilaian tahun ini menitikberatkan pada ketajaman analisis, akurasi data, serta dampak sosial dari setiap karya yang dihasilkan.

Perwakilan manajemen LamiPak Indonesia menyebutkan, ajang ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung ekosistem media yang sehat, sekaligus memberikan ruang bagi jurnalis untuk menjalankan fungsi kontrol sosial, khususnya dalam menyajikan informasi berimbang terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Kami percaya bahwa jurnalisme yang kuat adalah pilar penting dalam kemajuan industri dan bangsa. Melalui AJL 2026, kami ingin memberikan ruang apresiasi bagi karya-karya yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu memberikan perspektif baru bagi pembaca,” ujar Ahmad Rizalmi selaku

PR Manager PT Lami Packaging Indonesia dalam sambutan di Hotel Ambhara.

Dewan juri yang terdiri dari praktisi media senior dan akademisi menetapkan pemenang dalam dua kategori, yakni hardnews dan feature.

Para pemenang tidak hanya menerima plakat penghargaan, tetapi juga dana pembinaan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan profesionalisme jurnalis di Indonesia.

Adapun dewan juri terdiri dari Alexander Sudrajat (Detik.com) mewakili media online, Jajang Dirajanagara (iNews TV) dari media televisi, Ujang Sunda (Harian Rakyat Merdeka) dari media cetak, serta Dr. Yoki Yusanto dari Untirta sebagai perwakilan akademisi.

Proses penjurian dilakukan secara anonim (blind review), di mana dewan juri tidak mengetahui identitas jurnalis maupun asal media peserta.

Mekanisme ini diterapkan untuk memastikan penilaian berlangsung objektif dan bebas dari bias.

Acara penganugerahan ditutup dengan sesi ramah tamah dan diskusi antara manajemen, dewan juri, serta para finalis, sebagai upaya memperkuat sinergi antara industri dan media.

Berikut pemenang AJL 2026:

Kategori Hardnews:

  • Juara 1: Fadel Prayoga (Daulat.co)
  • Juara 2: Inung Kurniawati (Poskota Online)
  • Juara 3: Alfin Wahyu Yulianto (Tribunnews)
    Kategori Feature:
  • Juara 1: Tatang Budimansyah (iNews)
  • Juara 2: Dinosius Reynaldo (Kompas.id)
  • Juara 3: Dionisius Lagaama Rebon (Pos-kupang.com)

Sebagai informasi, LamiPak merupakan penyedia solusi pengemasan aseptik yang berkomitmen pada inovasi dan keberlanjutan.

Melalui berbagai inisiatif, perusahaan terus berupaya memberikan nilai tambah bagi industri sekaligus mendukung literasi informasi di Indonesia.***

Program TJSL Berbasis Kompetensi, Antar Manager PLN UPP JBT 1 Raih Platinum Leader Performance

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Prestasi membanggakan kembali diraih insan PT PLN (Persero). Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Tengah 1 (UPP JBT 1), Nugroho Budi Sulaksono, berhasil meraih penghargaan sebagai 100 Manajer Program Terbaik Indonesia 2026 dengan predikat Platinum Leader Performance pada ajang Nusantara CSR Awards 2026.

Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilan dalam pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Masyarakat Sekitar Proyek PLTA Upper Cisokan.

Dengan skor 90,60, kepemimpinan Nugroho dinilai menunjukkan tingkat keselarasan yang sangat tinggi dalam berbagai aspek strategis, mulai dari pemetaan risiko lokal, perumusan strategi program, implementasi aksi mitigasi, hingga verifikasi dampak di lapangan.

Selain itu, aspek kesiapsiagaan organisasi, pengelolaan komunikasi publik, serta kontribusi terhadap perlindungan nilai ekonomi perusahaan juga menjadi indikator penilaian utama.

Sepanjang periode 2023–2025, PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) telah melaksanakan program pelatihan keterampilan dan sertifikasi kompetensi kepada 179 warga masyarakat di sekitar wilayah pembangunan PLTA Upper Cisokan.

Program ini difokuskan bagi warga masyarakat di Kecamatan Cipongkor dan Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, yang merupakan lokasi strategis pembangunan proyek tersebut.

Program ini dilatarbelakangi oleh kondisi di mana masih banyak masyarakat yang telah memiliki pengalaman kerja maupun kemampuan teknis, namun belum dapat terserap dalam proyek karena belum memiliki sertifikat kompetensi yang diakui secara legal.

Melalui inisiatif ini, PLN mendorong peningkatan kapasitas masyarakat agar dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan, sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas di berbagai sektor.

Lebih dari sekadar pelatihan, program ini dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang melalui penguatan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Hal ini sejalan dengan implementasi pilar pendidikan dalam TJSL PLN yang mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya TPB 4 (Pendidikan Berkualitas), TPB 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta TPB 10 (Mengurangi Ketimpangan).

Manager PLN UPP JBT 1, Nugroho Budi Sulaksono, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak.

“Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras tim dalam memetakan, merencanakan hingga mengeksekusi program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang tentunya untuk mengembangkan kapasitas dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa program ini juga membuka ruang kolaborasi antara PLN, pemerintah daerah, lembaga pelatihan, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan.

Pencapaian ini sekaligus menjadi wujud komitmen PLN untuk tidak hanya berfokus pada kegiatan business as usual, tetapi juga terus menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat sekitar.

“Kami berharap pelatihan dan sertifikasi kompetensi yang telah diperoleh para peserta dapat dimanfaatkan secara optimal dalam dunia kerja, sehingga mampu meningkatkan taraf hidup dan kemandirian ekonomi masyarakat,” tutup Nugroho. ***