spot_img
Beranda blog Halaman 5

PLN Raih Penghargaan Platinum pada Nusantara CSR Awards 2026 melalui Program Pemberdayaan Masyarakat di PLTA Upper Cisokan

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – PT PLN (Persero) kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih penghargaan Kategori Platinum dalam ajang Nusantara CSR Awards 2026.

Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk Pemberdayaan Berbasis Kompetensi: Program Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Masyarakat Sekitar Proyek PLTA Upper Cisokan.

Program ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen PLN dalam mendorong kemandirian dan peningkatan kapasitas masyarakat di sekitar wilayah operasional, khususnya di kawasan proyek PLTA Upper Cisokan.

Melalui program tersebut, PLN mengoptimalkan potensi produktif masyarakat dengan memberikan pelatihan dan sertifikasi di berbagai bidang.

Kompetensi yang diberikan meliputi operator excavator, Ahli K3 Umum, tenaga satuan pengamanan, traffic lightman, flagman, hingga tenaga administrasi.

Pelatihan dilakukan secara intensif, mencakup aspek teknis maupun manajerial, sehingga peserta memiliki bekal yang komprehensif untuk memasuki dunia kerja.

Sebanyak 179 peserta telah mengikuti program pelatihan ini. Inisiatif tersebut dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya akses masyarakat usia produktif di sekitar proyek terhadap peluang kerja yang sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.

Melalui TJSL ini, PLN secara konsisten memberikan dukungan peningkatan kompetensi agar masyarakat dapat terlibat langsung dalam kegiatan pembangunan, khususnya di proyek PLTA Upper Cisokan.

Senior Manager Perizinan, Pertanahan dan Komunikasi PLN UIP JBT, Ferdyan Hijrah Kusuma, meyakini bahwa pembangunan ekonomi masyarakat tidak cukup hanya dengan membuka lapangan kerja, tetapi juga harus diiringi dengan upaya mencetak tenaga kerja yang siap kerja, terampil, dan berdaya saing.

Oleh karena itu, program ini tidak hanya menjadi kegiatan pelatihan semata, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang tangguh dan mandiri.

“Kami bersyukur program TJSL kami berhasil meraih penghargaan ini. Namun, bagi kami hal yang lebih penting adalah masyarakat memperoleh peningkatan kompetensi yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dunia kerja. Tidak hanya pada proyek PLTA Upper Cisokan, namun pada setiap sektor pekerjaan,” lanjut Ferdyan.

Ke depan, PLN akan terus memperluas dan memperkuat program-program pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional. ***

Halal Bi Halal, Hotel Ciputra Semarang Perkuat Soliditas dan Semangat Kerja Karyawan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa dalam gelaran Halal Bi Halal yang diselenggarakan Hotel Ciputra Semarang pada Rabu, 8 April 2026 di Puri Suite Meeting Room. Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus membangun kembali semangat kebersamaan di lingkungan kerja pasca-Idulfitri.

Acara dihadiri langsung oleh General Manager, jajaran kepala departemen, serta seluruh karyawan dari berbagai divisi. Balutan busana muslim yang dikenakan para peserta semakin menambah nuansa religius dan kekhidmatan sejak awal kegiatan berlangsung.

Kemeriahan dibuka dengan penampilan band internal yang terdiri dari para karyawan, membawakan lagu-lagu bernuansa religi dan kebersamaan. Penampilan tersebut sukses menciptakan suasana akrab dan menghangatkan interaksi antarpegawai.

Memasuki inti acara, tradisi saling bersalam-salaman dan bermaaf-maafan menjadi momen utama yang sarat makna. Kegiatan ini mencerminkan nilai ketulusan dan keharmonisan yang terus dijaga di lingkungan kerja.

Kebersamaan semakin terasa saat seluruh peserta menikmati hidangan khas Lebaran yang disajikan secara prasmanan, mulai dari opor ayam, sambal goreng ati, hingga ketupat dan lontong.

General Manager Hotel Ciputra Semarang, Erny Kusmastuti, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kegiatan Halal Bi Halal sebagai bagian dari budaya perusahaan.

“Halal Bi Halal bukan sekadar tradisi, tetapi momentum penting untuk mempererat hubungan antar karyawan sekaligus membangun semangat baru. Kami berharap nilai kebersamaan, solidaritas, dan saling memaafkan yang terbangun hari ini dapat terus dijaga dan menjadi fondasi kuat dalam mendorong kinerja serta kesuksesan Hotel Ciputra Semarang ke depan,” ujar Erny.

Melalui kegiatan ini, manajemen berharap tercipta lingkungan kerja yang semakin harmonis, solid, dan produktif, seiring dengan komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu.***

PGN Group Raih PROPER Emas dan Hijau

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Sebagai Subholding Gas Pertamina, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) kembali menunjukkan konsistensinya dalam menjalankan operasional bisnis yang mengedepankan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Atas langkah konkret tersebut, PGN Group berhasil meraih 4 (empat) Emas dan 5 (lima) PROPER Hijau pada Anugerah Lingkungan PROPER 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Selasa (7/4/2026).

PROPER Emas merupakan peringkat tertinggi dalam Penghargaan PROPER atas pengelolaan dan inovasi sosial – lingkungan (CSR) secara konsisten yang berdampak besar bagi masyarakat dan berkelanjutan. Daftar PGN Group yang mendapatkan PROPER Emas:

  1. PGN Stasiun Pagardewa
  2. Pertamina Gas (Pertagas) Operation Kalimantan Area (OKA)
  3. Pertamina Gas (Pertagas) Operation East Java Area (OEJA)
  4. Pertamina Gas (Pertagas) Operation South Sumatera Area (OSSA)

Sedangkan PROPER Hijau diberikan atas pengelolaan lingkungan yang melampaui dari yang dipersyaratkan dalam peraturan (beyond compliance). Daftar PGN Group yang mendapatkan PROPER Hijau:

  1. Pertamina Gas (Pertagas) Operation West Java Area (OWJA)
  2. PGN Stasiun Panaran
  3. PGN Stasiun Cimanggis
  4. PGN Sales and Operation Region III
  5. Saka Energi Indonesia

Menteri LH/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa PROPER adalah motor transformasi yang mendorong perusahaan tidak hanya taat, tetapi melampaui ketaatan melalui inovasi, efisiensi sumber daya, dan kontribusi nyata kepada masyarakat.

Transformasi ini menjadi pondasi penting bagi masa depan industri nasional, dimana pertumbuhan ekonomi, keberlanjutan lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat berjalan dalam satu arah yang tidak terpisahkan.

“PROPER Emas dan Hijau yang didapatkan tahun ini merupakan bukti konsistensi PGN Group tidak hanya fokus pada ketahanan energi nasional, tetapi juga berdedikasi terhadap penurunan emisi, efisiensi energi, pelestarian lingkungan dan kemandirian masyarakat di sekitar wilayah operasional. Kami percaya bahwa keberlanjutan bisnis gas bumi harus berjalan selaras dengan kelestarian ekosistem sekitar,” ujar Direktur Utama PGN Arief Kurnia Risdianto.

Capaian ini tentunya juga didukung oleh berbagai inovasi unggulan dalam membantu masyarakat agar lebih berdaya dan mandiri secara ekonomi dengan mengoptimalkan hasil bumi di lingkungan, program pelatihan keterampilan bagi masyarakat serta pengembangan pengembangan ekonomi kreatif berbasis energi bersih.

Salah satu penghargaan PROPER Emas diberikan kepada Stasiun Kompresor Gas Pagardewa di Sumatera Selatan berkat program inovatif Pesona Tani Dewa (Pertanian Sustainable, Optimal, dan Adaptif Petani Pagardewa) yang dilaksanakan di Desa Pagardewa, Lubai Ulu, Muara Enim, Sumatera Selatan.

Program ini hadir sebagai solusi atas rendahnya pendapatan petani karet, produktivitas kebun yang menurun dan ancaman kebakaran lahan.

Selain itu, Pertagas OKA, salah satu area operasi Pertagas menjalankan berbagai inovasi dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan. Inovasi yang dilakukan yaitu PERSOFEXT (Personal Fire Extinguisher) yang mampu menurunkan penggunaan air sebesar 4m³, Inovasi Pipa Distribusi WTP desa Karya Jaya yang telah mengurangi timbunan sampah sebesar 0,01038 Ton, serta Industrial Wipes sebagai pengganti kain majun yang dapat mengurangi timbulan limbah B3 sebesar 34,2 kg per tahun.

“PGN Group berkomitmen untuk terus meningkatkan standar pengelolaan lingkungan hidup dan merangkul masyarakat sebagai mitra strategis dalam menggerakan ekonomi secara lebih inklusif. Hal ini juga menjadi bagian dari kontribusi aktif PGN untuk tumbuh bersama masyarakat seiring dengan keberlanjutan lingkungan yang terjaga untuk generasi masa depan,” tutup Arief.***

Sido Muncul Lakukan Penyegaran Direksi, Bidik Kinerja Lebih Optimal

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk melakukan penyegaran jajaran direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Kamis (9/4).

Dalam forum tersebut, perseroan juga menyetujui pembagian dividen sebesar Rp1,1 triliun dari kinerja tahun buku 2025.

Direktur Utama Irwan Hidayat menegaskan bahwa perubahan susunan direksi merupakan langkah strategis untuk memperkuat fondasi organisasi di tengah dinamika bisnis yang terus berkembang.

“Perubahan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan kinerja perusahaan ke depan,” ujarnya.

Ia kini memimpin jajaran direksi bersama David Hidayat, Maria Reviani, Budiyanto, dan Darmadji Sidik. Manajemen meyakini komposisi baru tersebut akan meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan perusahaan.

“Dengan komposisi baru ini, kami optimistis kinerja perusahaan akan semakin baik dan adaptif terhadap perubahan,” katanya.

Dari sisi kinerja, perseroan mencatat penjualan sebesar Rp4,08 triliun sepanjang 2025, tumbuh 4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Laba bersih mencapai Rp1,23 triliun dengan marjin operasi sebesar 38 persen dan marjin bersih 30 persen.

Manajemen menyebut capaian tersebut diraih di tengah berbagai tantangan global, mulai dari pola konsumsi masyarakat yang lebih selektif hingga fluktuasi nilai tukar.

Meski demikian, perusahaan mampu menjaga stabilitas usaha dan profitabilitas. Kinerja ekspor turut menjadi penopang, dengan pertumbuhan mencapai 31 persen dan kontribusi sebesar 9 persen terhadap total penjualan.

Produk Sido Muncul kini telah menjangkau pasar internasional seperti Malaysia, Nigeria, dan Filipina.
Sementara itu, susunan Dewan Komisaris tidak mengalami perubahan sebagai bentuk kesinambungan pengawasan.

Posisi Komisaris Utama tetap dijabat Jonatha Sofjan Hidajat bersama Johan Hidayat, Sigit Hartojo Hadi Santoso, Venancia Sri Indrijati Wijono, Lindawati Gani, serta Mohammad Adib Khumaidi.

Manajemen berharap sinergi antara direksi dan komisaris terus terjaga guna memperkuat tata kelola perusahaan yang baik.

Ke depan, prospek bisnis 2026 dinilai tetap konstruktif seiring membaiknya daya beli masyarakat dan meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan.***

UNDIP Gandeng Universitas Tiongkok, Luncurkan Program Double Degree Teknik Kimia

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Universitas Diponegoro (UNDIP) resmi menjalin kerja sama akademik internasional dengan Beijing University of Chemical Technology (BUCT) melalui program double degree di bidang Teknik Kimia.

Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Agreement on Double Degree Program yang digelar secara hybrid melalui Zoom Meeting, Selasa (7/4).

Kerja sama ini menjadi langkah strategis UNDIP dalam memperluas jejaring global sekaligus memperkuat kualitas pendidikan berbasis standar internasional.

Program double degree tersebut mengusung skema 2+2, di mana mahasiswa akan menempuh dua tahun pertama di UNDIP dan melanjutkan dua tahun berikutnya di BUCT dengan kurikulum terintegrasi dari kedua institusi.

Rektor UNDIP, Suharnomo, menegaskan bahwa kolaborasi internasional merupakan kunci dalam meningkatkan daya saing perguruan tinggi di tingkat global.

“Untuk menjadi universitas berkelas dunia, kemitraan global menjadi kunci dalam meningkatkan mutu akademik sekaligus memperluas kontribusi di tingkat internasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, kerja sama ini tidak hanya berfokus pada mobilitas mahasiswa, tetapi juga membuka peluang luas untuk pengembangan riset bersama, pertukaran dosen, serta transfer teknologi.

“Melalui program double degree ini, mahasiswa akan memperoleh pengalaman akademik lintas negara yang memperkaya wawasan global, meningkatkan daya saing, serta membentuk kompetensi lulusan yang adaptif,” imbuhnya.

Sementara itu, Vice President BUCT, Wang Feng, menyambut positif kesepakatan tersebut. Ia menyebut kerja sama ini sebagai tonggak penting dalam memperdalam hubungan akademik kedua institusi.

“Penandatanganan program double degree ini menjadi pencapaian penting dalam memperdalam kerja sama antar universitas. Lebih dari sekadar kesepakatan akademik, ini adalah komitmen bersama untuk mencetak talenta unggul di bidang teknik kimia dengan perspektif internasional,” katanya.

Menurutnya, program ini tidak hanya menyelaraskan kurikulum, tetapi juga memperkuat hubungan pendidikan antara Indonesia dan Tiongkok.

Ke depan, BUCT berharap kolaborasi dapat diperluas ke bidang riset, pertukaran dosen, serta integrasi antara dunia akademik dan industri.

Dalam implementasinya, kedua universitas sepakat untuk saling mengakui kredit akademik dan memberikan gelar sarjana dari masing-masing institusi bagi mahasiswa yang berhasil menyelesaikan program.

Penandatanganan kerja sama dilakukan oleh pimpinan kedua universitas dan perwakilan fakultas, dilanjutkan dengan sesi diskusi pengembangan program ke depan.

Kegiatan ini juga dihadiri jajaran pimpinan serta delegasi dari kedua institusi. Dari pihak UNDIP, hadir Wakil Rektor Riset, Inovasi, Kerja Sama dan Komunikasi Publik Wijayanto; Direktur Reputasi, Kemitraan dan Konektivitas Global Hadiyanto; serta Dekan Fakultas Teknik Jamari beserta jajaran.

Sementara dari BUCT, turut hadir sejumlah pimpinan fakultas dan pengelola program internasional.
Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai penghubung lintas negara, sekaligus mencetak sumber daya manusia unggul di bidang teknik kimia yang siap menghadapi tantangan global.***

Dirut PLN Darmawan Prasodjo Raih Penghargaan Green Leadership, PLN Borong 11 PROPER Emas KLH 2025

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Green Leadership PROPER dalam ajang Anugerah Lingkungan PROPER 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Penghargaan ini menjadi yang ketiga kalinya diraih, sekaligus menegaskan konsistensi kepemimpinannya dalam mendorong transformasi hijau di tubuh PLN.

Di bawah navigasi Darmawan, kinerja lingkungan PLN juga menunjukkan capaian yang positif. Sepanjang 2025, PLN berhasil meraih 11 PROPER Emas dan 35 PROPER Hijau dalam penilaian kinerja pengelolaan lingkungan.

Capaian ini mencerminkan keberhasilan perseroan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam operasional bisnis.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, yang mengapresiasi para pemimpin perusahaan atas kontribusinya dalam mendorong praktik bisnis berkelanjutan.

“Kepada teman-teman pimpinan perusahaan, CEO (Chief Executive Officer), diucapkan terima kasih yang luar biasa dari kami. Bagian dari compliance yang telah Bapak lakukan berkontribusi serius dalam rangka membangun banyak hal, mulai dari efisiensi sumber daya kita, kemudian pencegahan pencemaran, dan banyak kemudian kegiatan-kegiatan yang mampu membangun ekonomi masyarakat secara langsung maupun tidak langsung,” ungkap Hanif di Jakarta (7/4).

Menurut Hanif, PROPER berperan sebagai kompas yang mengarahkan dunia usaha dalam menjalankan praktik bisnis berkelanjutan dengan prinsip ekonomi hijau.

Ia menambahkan bahwa penganugerahan ini turut mendorong kinerja industri untuk melampaui standar kepatuhan terhadap peraturan lingkungan hidup.

“Hari ini tentu menjadi hari yang berbahagia untuk kita semua. Yang hadir di depan saya ini sejatinya adalah tokoh-tokoh yang kemudian memberi arah lingkungan hidup di nasional. Sekali lagi terima kasih,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Darmawan Prasodjo menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan kepada perseroan.

Ia menegaskan bahwa dalam lima tahun terakhir, PLN terus mempercepat transisi energi bersih melalui pengembangan energi baru terbarukan (EBT), penurunan emisi, serta pengolahan limbah bernilai ekonomi.

“Terima kasih kami sampaikan kepada Kementerian Lingkungan Hidup atas penghargaan yang diberikan. Bagi PLN, PROPER bukan sekadar kepatuhan, melainkan akselerasi transformasi. Komitmen kami adalah menyediakan listrik andal yang memberi nilai bagi lingkungan dan kesejahteraan,” ucap Darmawan.

Darmawan melanjutkan, ke depan PLN akan terus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), mempercepat target Net Zero Emissions 2060, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperluas program pemberdayaan masyarakat.

“Kami terus mendorong inovasi teknologi hijau, kolaborasi global, dan menjadikan keberlanjutan sebagai budaya kerja. PROPER adalah momentum untuk bertransformasi dari sekadar compliance menjadi lead dalam transisi energi. Kini tugas PLN bukan hanya menyediakan listrik yang andal, tapi juga memastikan listrik tersebut semakin bersih, ramah lingkungan, dan memberikan nilai tambah bagi kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, PLN terus menjalankan berbagai inisiatif penurunan emisi gas rumah kaca, mulai dari dekarbonisasi, hingga pengembangan pembangkit EBT. Tercatat pada periode 2021 hingga 2025, PLN berhasil meningkatkan angka reduksi emisi dari 12,9 juta ton CO2 menjadi 51,1 juta ton CO2.

Perseroan juga mencatat kemajuan dalam pengembangan energi baru terbarukan yang telah mencapai sekitar 9,4 gigawatt (GW) pada 2025.

Bukan hanya itu, PLN juga melakukan ekspansi pembangkit berbasis gas dengan produksi mencapai 33,7 terawatt hour (TWh) pada 2025.

Sementara itu, sebagai salah satu inisiatif dekarbonisasi, sejak 2023 PLN telah mengembangkan hidrogen dengan mengoperasikan Green Hydrogen Plant (GHP) pertama di Indonesia yang berada di Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Muara Karang, Jakarta.

PLN juga menjadi pionir dengan menghadirkan GHP pertama di Asia Tenggara yang memanfaatkan energi panas bumi, berlokasi di Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang, Jawa Barat pada 2024.

Kini, kelebihan produksi hidrogen di pembangkit listrik PLN yang sebelumnya tidak dimanfaatkan, telah dikembangkan dan menjadi GHP yang tersebar di 22 lokasi di seluruh Indonesia dengan total kapasitas mencapai 203 ton per tahun.

Ke depan, pemanfaatan green hydrogen dapat semakin dioptimalkan sebagai co-firing Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU), bahan bakar transportasi ramah lingkungan, serta kebutuhan di sektor industri.

”Harapannya, inisiatif-inisiatif yang kami jalankan ini bukan hanya berdampak positif terhadap pelestarian lingkungan, namun juga dapat memberikan multiplier effect dengan mendorong terciptanya lapangan kerja, memperkuat ekonomi lokal, serta mendukung pembangunan infrastruktur nasional,” pungkas Darmawan.***

Menyalakan Lebih dari Sekadar Listrik: Rencana TJSL PLN UIP JBT 2026 untuk Kehidupan yang Lebih Baik

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Di banyak tempat, kehidupan masih berjalan dengan segala keterbatasannya. Air bersih belum selalu dekat, peluang ekonomi belum sepenuhnya terbuka, dan harapan sering kali harus diperjuangkan lebih keras setiap harinya. Situasi seperti ini bukan hal baru.

Namun bagi PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT), situasi tersebut bukan untuk dibiarkan melainkan untuk diubah.

Tahun 2026 menjadi langkah penting. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN UIP JBT telah menyiapkan berbagai inisiatif yang akan dijalankan sepanjang tahun.

Bukan sekadar program bantuan, tetapi rangkaian upaya terencana untuk menghadirkan perubahan nyata di tengah masyarakat, khususnya di sekitar wilayah proyek PLN.

Selama tahun 2026 Program TJSL PLN UIP JBT akan menyasar berbagai kebutuhan mendasar hingga pemberdayaan ekonomi.

Penyediaan sarana air bersih menjadi salah satu fokus utama menjawab kebutuhan yang selama ini menjadi tantangan bagi banyak masyarakat di Cianjur, Sukabumi, Bandung, hingga wilayah lainnya.

Namun, cerita TJSL tidak berhenti pada air di balik setiap program, ada proses panjang yang memastikan bahwa setiap langkah tepat sasaran.

Dimulai dari pemetaan kebutuhan masyarakat, analisis isu strategis nasional, hingga penyelarasan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).

Dari sinilah arah program ditentukan mengintegrasikan aspek pendidikan, ekonomi, lingkungan, dan penciptaan nilai bersama (Creating Shared Value). Berbagai rencana pun mulai disusun, masing-masing membawa harapan baru.

Di sektor ekonomi, PLN UIP JBT akan mendorong pengembangan UMKM dan pemberdayaan kelompok rentan agar mampu berdiri lebih mandiri. Di sektor lingkungan, program seperti pengelolaan sampah, konservasi, hingga penanaman pohon menjadi bagian dari komitmen menjaga keberlanjutan.

Sementara di bidang sosial, hadir program pendidikan, sanitasi sehat, hingga kesiapsiagaan bencana yang memperkuat ketahanan masyarakat.

Bahkan di wilayah pesisir, inovasi tambak berbasis listrik dirancang untuk mendukung ketahanan pangan. Di sisi lain, potensi desa juga diangkat melalui pengembangan desa wisata yang diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru.

Dari edukasi melalui Srikandi Movement Goes to School, penerangan desa lewat Desa Terang, hingga penguatan peran perempuan melalui Women Support Women.

Setiap program dirancang untuk menjawab kebutuhan yang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama: meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

General Manager PLN UIP JBT, Kishartanto Purnomo Putro menegaskan bahwa kehadiran PLN harus dirasakan lebih luas dari sekadar listrik.

“PLN tidak hanya hadir untuk menghadirkan listrik, tetapi juga untuk tumbuh bersama masyarakat. Melalui program TJSL 2026, kami ingin memastikan bahwa setiap langkah pembangunan yang kami lakukan juga membawa manfaat nyata bagi lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa seluruh program telah dirancang dengan pendekatan berkelanjutan.

“Kami menyelaraskan seluruh program dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, sehingga dampaknya tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi juga untuk masa depan. Ini adalah komitmen kami untuk menciptakan nilai bersama antara PLN dan masyarakat,” tambah Kishartanto.

Pada akhirnya, TJSL bukan hanya tentang apa yang akan dibangun, tetapi tentang perubahan yang akan terjadi. Tentang air yang nantinya mengalir lebih dekat ke rumah warga.

Tentang usaha kecil yang perlahan berkembang. Tentang desa yang menjadi lebih mandiri dan berdaya.

Dan di setiap perubahan itu, ada satu benang merah yang sama bahwa kehadiran PLN bukan hanya sebagai penyedia energi, tetapi sebagai bagian dari perjalanan masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik.***

Andalkan Ilmu dari UNDIP, dr. Audrianto Pimpin Layanan Medis di Zona Konflik Lebanon

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kiprah alumni Universitas Diponegoro kembali menembus panggung global. dr. Audrianto, Sp.Rad., lulusan Program Studi Spesialis Radiologi Fakultas Kedokteran (FK) UNDIP, dipercaya memimpin tim medis dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon.

Dalam penugasan sebagai Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Hospital XXIX-P pada misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) periode 2025–2026, dr. Audrianto menghadapi tantangan kompleks: keterbatasan fasilitas medis hingga situasi keamanan yang dinamis di wilayah konflik.

Ia menegaskan, fondasi pendidikan yang diperolehnya di FK UNDIP menjadi bekal utama dalam menjalankan tugas di lapangan. Kurikulum yang menyeimbangkan teori dan praktik, serta paparan literatur internasional, dinilai membentuk pola pikir adaptif sekaligus standar klinis berkelas global.

“Pendidikan di FK UNDIP sangat suportif dalam membentuk kepercayaan diri kami di kancah internasional. Selain aspek medis teknis, kemampuan komunikasi global dan publikasi ilmiah menjadi modal utama saat berkoordinasi dengan tenaga medis lintas negara di misi PBB,” ujar dr. Audrianto, Selasa (31/3/2026).

Di tengah keterbatasan fasilitas medis di Lebanon, peran radiologi menjadi krusial sebagai penunjang diagnosis. Namun, menurutnya, kecanggihan alat bukanlah faktor utama dalam menentukan ketepatan diagnosis.

“Radiologi adalah unsur penunjang yang vital, namun sebagai spesialis, kita tetap harus mengutamakan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Hampir 70 persen diagnosis dapat ditegakkan dari dua proses awal tersebut,” tegasnya.

Kondisi di lapangan kerap hanya menyediakan alat dasar seperti X-Ray dan ultrasonografi (USG). Dengan ketajaman analisis klinis, dr. Audrianto mampu mengoptimalkan fasilitas yang ada untuk penanganan pasien, sebelum menentukan langkah lanjutan seperti CT-Scan atau MRI sesuai urgensi.

Tak hanya berperan sebagai dokter spesialis, ia juga memikul tanggung jawab sebagai komandan yang harus menjamin keselamatan personel di tengah ancaman serangan di sekitar wilayah penugasan. Dalam situasi tertentu, pelayanan medis bahkan dilakukan dari dalam bunker.

Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi ujian nyata profesionalisme dan dedikasi tenaga medis di medan kemanusiaan.

“Di medan tugas, tidak ada zona nyaman. Pendidikan yang kuat di FK UNDIP adalah modal, namun dedikasi setulus hati adalah yang membuat kita mampu bertahan dan memberi manfaat bagi kemanusiaan,” pungkasnya.***

Tak Ada Celah, Kejari Kota Semarang Hancurkan Sabu hingga Puluhan Ribu Pil Ilegal

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang memusnahkan barang bukti dari puluhan perkara tindak pidana yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht), dalam kegiatan yang digelar di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kota Semarang, Selasa (6/4/2026).

Pemusnahan tersebut mencakup barang bukti dari 97 perkara tindak pidana umum serta 3 perkara tindak pidana khusus. Dari jumlah itu, kasus narkotika dan zat adiktif lainnya mendominasi dengan 62 perkara, sementara 35 perkara lainnya merupakan tindak pidana umum.

Kepala Kejari Kota Semarang, Andhie Fajar Arianto, mengatakan pemusnahan ini merupakan bagian dari komitmen penegak hukum dalam menuntaskan perkara sekaligus mencegah penyalahgunaan barang bukti.

“Seluruh barang bukti yang dimusnahkan telah memiliki kekuatan hukum tetap dan dirampas untuk dimusnahkan sesuai putusan pengadilan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, aparat memusnahkan berbagai jenis barang bukti, di antaranya narkotika jenis sabu seberat 859,2 gram, tembakau sintetis, serta ratusan ribu butir obat-obatan terlarang. Di antaranya terdapat lebih dari 109 ribu butir pil DMP, 64 ribu pil berlogo Y, dan 38 ribu pil Yarindo.

Selain itu, turut dimusnahkan berbagai obat keras seperti alprazolam dalam berbagai merek dan jenis, serta sejumlah tablet lain yang kerap disalahgunakan. Tidak hanya itu, aparat juga menghancurkan 18 unit telepon genggam, 10 senjata tajam, serta puluhan ribu bungkus rokok ilegal tanpa pita cukai.

Proses pemusnahan dilakukan dengan metode berbeda sesuai jenis barang. Rokok ilegal dimusnahkan dengan cara dibakar, sementara perangkat elektronik seperti telepon genggam dihancurkan hingga tidak dapat digunakan kembali.

Untuk narkotika dan obat-obatan, pemusnahan dilakukan dengan cara diblender, sedangkan senjata tajam dimusnahkan menggunakan alat gerinda.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), antara lain perwakilan dari Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah, Kepolisian Resor Kota Besar Semarang, Pengadilan Negeri Semarang, serta Bea dan Cukai.

Kejari Semarang menegaskan, pemusnahan barang bukti ini tidak hanya sebagai bentuk eksekusi putusan pengadilan, tetapi juga menjadi pesan tegas kepada masyarakat bahwa negara tidak memberi ruang bagi peredaran narkotika dan barang ilegal lainnya.***

Kotta Hotel Semarang Sukses Gelar “Kotta Lama Market” Bersama Pasar Wangi

0

Semarang (Pertamanews.id) – Kotta Hotel Semarang bekerja sama dengan Pasar Wangi sukses menyelenggarakan event “Kotta Lama Market” pada 3–4 April 2026 lalu di kawasan Kota Lama Semarang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendukung industri kreatif sekaligus mendorong gaya hidup berkelanjutan di tengah masyarakat.

Kotta Lama Market menghadirkan 17 tenant yang terdiri dari pelaku usaha food and beverage, fashion, serta produk kreatif lokal. Produk yang ditampilkan mengedepankan nilai keberlanjutan dan konsep mindful living.

Tidak hanya berfokus pada transaksi, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai aktivitas interaktif. Pengunjung dapat mengikuti workshop kreatif, sesi yoga, hingga sound healing yang dirancang sebagai ruang relaksasi dan refleksi.

Suasana acara semakin hidup dengan alunan musik vinyl yang dikurasi secara khusus. Konsep ini memperkuat karakter kawasan Kota Lama sebagai ruang kreatif yang dinamis dan berdaya tarik.

Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang sebagai bentuk dukungan terhadap kolaborasi antara sektor hospitality dan komunitas kreatif.

Perwakilan manajemen Kotta Hotel Semarang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen menghadirkan pengalaman yang relevan dengan perkembangan gaya hidup saat ini.

“KOTTA LAMA MARKET merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus menghadirkan pengalaman yang relevan dengan perkembangan gaya hidup saat ini, khususnya yang mengedepankan aspek eco culture dan kolaborasi komunitas lokal,” ujarnya.

CEO Kotta Hospitality Management, Jessica Adi Rasanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang bagi pelaku lokal untuk berkembang sekaligus menghidupkan kawasan Kota Lama.

“Kehadiran event seperti ini tidak hanya memberikan ruang bagi brand dan kreator lokal untuk berkembang, tetapi juga membawa energi baru yang membuat kawasan Kota Lama Semarang semakin hidup dan relevan sebagai destinasi gaya hidup,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Kotta Hotel Semarang menegaskan perannya sebagai ruang kolaborasi yang mendorong kreativitas dan pertumbuhan komunitas. Ke depan, program serupa akan terus dikembangkan untuk menghadirkan pengalaman yang berdampak bagi masyarakat dan kota.