spot_img
Beranda blog Halaman 415

Masyarakat Senang, Kereta Api Makassar-Parepare Sudah Bisa Digunakan

0

MAKASSAR (Pertamanews.id) – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pengoperasian jalur kereta api (KA) Makassar-Parepare Antar Maros-Barru, Rabu (29/03).

Acara tersebut berlangsung di Depo Kereta Api Maros, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan yang juga turut diresmikan Presiden.

“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim pada siang hari ini saya resmikan pengoperasian jalur kereta api Makassar-Parepare Antar Maros-Barru dan Depo Kereta Api Maros,” ujar Presiden.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi kembali menekankan pentingnya pembangunan transportasi massal yang dapat menghubungkan antarprovinsi, kabupaten, dan kota di tanah air.

Keterlambatan pembangunan transportasi massal yang terjadi di hampir semua kota besar, lanjut Presiden, memicu masyarakat untuk menggunakan transportasi pribadi yang berpotensi memicu kemacetan.

“Seperti yang sekarang kita lihat karena keterlambatan membangun transportasi massal, baik untuk penumpang maupun untuk barang, semua berbondong-bondong menggunakan kendaraan pribadi akhirnya macet di semua kota sekarang ini, tidak hanya di Jakarta. Jakarta, Bandung, Medan, Surabaya, Semarang, di Makassar sudah macet semuanya, karena kita terlambat membangun transportasi publik,” ujarnya.

Oleh karena itu, Presiden mendorong dan mengapresiasi pembangunan jalur KA Makassar-Parepare yang merupakan bagian dari pembangunan KA Trans Sulawesi. Presiden berharap proyek KA Trans Sulawesi ini nantinya akan menyambungkan wilayah-wilayah yang ada di pulau tersebut.

“Saya sangat senang dan menghargai apa yang sudah kita mulai ini, jalur kereta api Trans Sulawesi, yang nantinya insyaallah akan sambung menyambung dari Makassar sampai ke utara di Sulawesi Utara di Manado,” ucapnya.

Presiden pun berharap jalur kereta api ini tidak hanya menjadi pilihan transportasi bagi masyarakat tetapi juga dapat menekan biaya logistik yang sekaligus dapat meningkatkan daya saing Sulawesi Selatan dan juga Indonesia.

“Ini kalau nanti betul-betul sudah keretanya banyak, ada untuk penumpang, ada untuk wisata, ada untuk barang, ini akan memberikan daya saing, competitiveness negara kita akan semakin baik karena barang diangkut dengan alat transportasi yang murah,” tandasnya.

Turut mendampingi Presiden, antara lain, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, dan Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman.

Resahkan Warga! Warung Berkedok Toko Kelontong Ternyata Jual Miras

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang menggerebek dua lokasi penjual minuman keras (miras) di Kota Semarang, Selasa (28/3).

Adapun sebanyak 194 botol minuman beralkohol yang dijual tanpa izin (ilegal) berhasil disita. Warung miras tersebut ditemukan berkedok toko kelontong yang berdampingan dengan perumahan warga.

Dua lokasi itu, antara lain di Jalan Lebdosari dan Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng). Di lokasi Lebdosari, petugas mengamankan sebanyak 44 botol miras. Sedangkan lokasi kedua, petugas juga menyita 150 botol.

Penyitaan ini bermula ketika adanya laporan dari masyarakat soal penjualan minuman keras yang masih beroperasi di tengah bulan puasa. Ratusan botol yang berhasil disita tersebut berbagai jenis miras antara lain seperti anggur merah, kawa-kawa, dan lain sebagainya.

Sekretaris Satpol PP Kota Semarang Marthen Stevanus Da Costa, mengatakan operasi yang dilakukan pihaknya ini berdasarkan Perda Kota Semarang Nomor 8 Tahun 2009.

“Selain itu juga razia miras dilakukan karena ada laporan masyarakat soal penjualan miras di sekitar perumahan,” ujar Marthen.

Setelah ditindaklanjuti, pihaknya mengaku terkejut lantaran penjual miras di Kalibanteng Kulon lokasinya berdekatan dengan perumahan. Di lokasi itu, pihaknya pun berhasil menyita 150 miras dengan berbagai jenis.

“Ada berbagai jenis miras yang kita sita, seperti bir, vodka, kawa-kawa, soju dan lain-lain,” ungkapnya.

Tidak hanya menyita saja, Satpol PP juga melakukan tindakan tegas berupa penyegelan terhadap dua lokasi yang berkedok dua warung kelontong.

Hal itu bertujuan agar para penjual tidak mengulangi perbuatannya. Di tambah, kedua toko tersebut tidak memiliki perizinan lengkap penjualan miras.

“Nanti pemilik akan ke Satpol PP untuk menyatakan tidak mengulangi perbuatan. Tapi barang bukti tetap kita tahan untuk diserahkan ke Polrestabes Semarang guna pemusnahan,” tegas Marthen.

Saat media meminta wawancara terhadap toko yang berlokasi di Kalibanteng Kulon, pemilik enggan berkomentar terkait operasi ini.

Antisipasi Lonjakan Penumpang Pelabuhan Merak, Polisi Bakal Lakukan Delaying System

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Korlantas Polri dan Kementerian Perhubungan akan memberlakukan kebijakan penundaan perjalanan atau delaying system di Pelabuhan Merak-Bakauheni. Hal itu dilakukan untuk mencegah terjadinya penumpukan kendaraan menjelang Lebaran 2023 nanti.

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyatakan akan ada 2.694 pos yang didirikan dalam pelaksanaan pengamanan di jalur mudik Lebaran 2023. Pos tersebut terdiri dari, pengamanan, pelayanan, dan terpadu.

“Total pos pengamanan, pelayanan, dan terpadu 2.694. Terdiri dari pos pengamanan 1.559, pos pelayanan 745, dan pos terpadu 390,” ujar Kasubdit Penegakan Hukum Korlantas Polri, Brigjen. Pol. Aan Suhanan dalam diskusi yang diselenggarakan Divisi Humas Polri, Selasa (28/3).

Terkait dengan strategi menghadapi peningkatan jumlah kendaraan, ia menerangkan, tetap akan dilakukan contra flow dan one way.

“Karena ada pelebaran jalur, di Tol Jakarta-Cikampek tidak akan kita lakukan one way, tapi contra flow,” jelasnya.

Sementara, untuk rekayasa lalu lintas menuju pelabuhan, akan dilakukan delaying system di Rest Area KM 43, KM 68, dan KM 97 Tol Tangerang-Merak. Sebab, berdasarkan tahun lalu, penumpukan terjadi di mulut pelabuhan, sehingga membuthkan delaying system masuknya kendaraan.

Nadiem Kesal Calistung Jadi Syarat Masuk SD

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikburistek) Nadiem Anwar Makarim menyebutkan agar jangan menjadikan tes membaca, menulis, dan menghitung (calistung), sebagai kriteria atau syarat anak dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) di jenjang SD/MI.

“Kemampuan calistung yang sering dibangun secara instan masih dianggap sebagai satu-satunya bukti keberhasilan belajar, bahkan tes calistung masih diterapkan sebagai syarat penerimaan peserta didik baru (PPDB) SD/ MI/ sederajat,” ujar Mendikbudristek saat peluncuran Merdeka Belajar Episode ke-24, di Jakarta, Selasa (28/3).

Untuk mengakhiri miskonsepsi tersebut, Mendikbudristek menyampaikan empat fokus yang perlu dilakukan dalam pembelajaran.

Pertama, transisi PAUD ke SD perlu berjalan dengan mulus. Proses belajar mengajar di PAUD dan SD/ MI/ sederajat kelas awal harus selaras dan berkesinambungan.

Kedua, setiap anak memiliki hak untuk dibina agar kemampuan yang diperoleh tidak hanya kemampuan kognitif, tetapi juga kemampuan fondasi yang holistik.

Merdeka Belajar Episode 24 Transisi PAUD ke SD Yang Menyenangkan

“Bukan hanya kognitif, anak-anak juga berhak mendapatkan kemampuan holistik seperti kematangan emosi, kemandirian, kemampuan berinteraksi, dan lainnya,” imbuh Mendikbudristek.

Berikutnya, dikatakan Mendikbudristek, fokus ketiga adalah terkait kemampuan dasar literasi dan numerasi harus dibangun mulai dari PAUD secara bertahap dan dengan cara yang menyenangkan.

Keempat, “siap sekolah” merupakan proses yang perlu dihargai oleh satuan pendidikan dan orang tua yang bijak. Setiap anak memiliki kemampuan, karakter, dan kesiapan masing-masing saat memasuki jenjang SD, sehingga tidak dapat disamaratakan dengan standar atau label-label tertentu.

“Siap sekolah adalah proses, bukan hasil. Bukan sekadar pemberian label antara anak yang sudah siap atau belum siap sekolah,” jelas Mendikbudristek.

Mudik Gratis 2023, Sebanyak 3 Bus Disiapkan Pemkab Kudus untuk Masyarakatnya

0

KUDUS (Pertamanews.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus fasilitasi masyarakat mudik gratis untuk pulang ke kampung halaman menggunakan bus, hal ini memakan anggaran sebanyak Rp 40 juta.

Kali ini, Pemkab Kudus menyediakan sebanyak 3 bus gratis yang mengantar masyarakat pulang ke kampung halaman.

“Pemerintah mengizinkan warga mudik, maka tahun ini Pemkab Kudus menganggarkan untuk menyediakan bus untuk menjemput warga Kudus yang berada di Jakarta agar bisa pulang ke kampung halamannya,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus Catur Sulistyanto di Kudus, Selasa (28/3).

Salah satu dari tiga bus yang disiapkan, kata Catur, dibantu oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kudus. Ketiga bus itu, disewa dari Jakarta dengan total kuota menampung 144 orang.

Saat ini, kuota bus telah terisi penuh. Sedangkan untuk pemberangkatan mudik, pihaknya masih menunggu arahan dari Pemerintah Pusat.

Sebelumnya, Catur mempelajari desain berkoordinasi dengan paguyuban warga Kudus yang ada di Jakarta untuk pendaftaran peserta mudik.

“Kami juga tetap melakukan verifikasi terhadap nama-nama yang disetorkan untuk memastikan bahwa mereka memang warga Kudus,” jelasnya.

Dia juga turut menyampaikan harapan agar kegiatan mudik gratis tahun ini bisa terlaksana dengan lancar. Pasalnya kegiatan ini pernah disetop selama hampir tiga tahun.

Sesuai rencana, pemberangkatan rombongan dari tiga bus itu akan diawali dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Sementara Cuti dan Libur bersama pada Lebaran 2023 berlangsung selama delapan hari, mulai tanggal 19, 20, 21, 22, 23, 24, dan 25 April 2023.

Sediakan Menu PSK, Warung Ini Dibongkar Satpol PP

0

KUDUS (Pertamanews.id) – Disinyalir menyediakan Pekerja Seks Komersial (PSK) dan Minuman Keras (Miras), sebuah warung makanan semi permanen di sepanjangan Jalan Boulevard (Simpang Kencing), Kecamatan Jati, Kudus ditutup paksa dan disegel oleh petugas gabungan Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP ), Selasa (28/3).

Selain petugas gabungan Satpol PP yang turun langsung ke warung-warung, para beberapa personel Babinsa juga membantu proses pengamanan.

Camat Jati, Kabupaten Kudus, Fiza Akbar mengatakan, pembongkaran dilakukan karena pihaknya mensinyalir warung tersebut digunakan untuk menjual minuman keras (miras) dan menyediakan pekerja seks komersial (PSK). Dia mengatakan, telah ada banyak aduan dari masyarakat terkait hal tersebut.

“Bulan Ramadan ini jadi momen yang tepat bagi kita semua untuk bersama, bersatu padu mengurangi penyakit masyarakat. Hari ini kami laksanakan pembongkaran warung esek-esek di wilayah Kecamatan Jati,” ujar Fiza saat ditemui di lokasi pembongkaran.

Dia mengungkapkan, selain karena jadi warung esek-esek, puluhan bangunan warung yang dibongkar tersebut berdiri di atas lahan milik Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus. Sehingga warung yang dibongkar tersebut merupakan bangunan liar.

“Total warung yang dibongkar itu ada 34. Dari jumlah tersebut, 23 warung di antaranya terindentifikasi sebagai warung esek-esek,” tandasnya.

Salah Beli Tiket, Puluhan Bonek dipulangkan dari Semarang

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Jajaran Polrestabes Semarang memulangkan 90 Bonek yang hendak menyaksikan laga PSIS lawan Persebaya di Stadion Jatidiri, Rabu (29/3/2023), besok.

Puluhan suporter asal Surabaya tersebut terhalau oleh petugas kepolisian ketika melakukan patroli pengamanan pertandingan di wilayah Terboyo, Kecamatan Genuk Kota Semarang pada Selasa (28/3), siang.

Kapolsek Genuk, Kompol Ris Andrian mengatakan puluhan suportes Bonek ini dipulangkan karena salah membeli tiket untuk tribun utara yang digunakan untuk SNEX suporter PSIS.

“Dari hasil pemeriksaan sementara, ada kesalahan antara koordinator dan puluhan Bonek. Katanya dia sudah koordinasi, sudah dapat tiket cuman sama koordinatornya itu yang dibeli tiket untuk Snex. Jadikan tidak bisa masuk,” ungkap Ris Andrian dilokasi.

Menurutnya, puluhan suporter ini tertipu oleh pembelian tiket. Meski demikian, pihaknya pun tetap memulangkan suporter tanpa tiket pendukung Persebaya ini.

“Tertipu mereka salah tribun, akhirnya yaudah kita balik kanan (pulangkan). Balik kanan karena tidak ada tiket meskipun dia tidak mau dikembalikan setelah kita cek ke panitia tiketnya Snex,” ujarnya.

Pihaknya mengaku kedatangan 90 Bonek ini memang sudah memiliki niat untuk mendukung Persebaya. Bahkan saat diperiksa, mereka datang menggunakan atribut tanpa membawa minuman keras (miras) dan senjata tajam.

“Sebenarnya bagus mereka memang berangkat terkoordinir ada koordinator dan maksudnya memang ingin nonton, ya cuman itu dari tiket yang dibeli tiketnya salah” pungkasnya.

Indonesia Berpotensi Gagal Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Persiapan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 sudah hampir rampung, namun dengan adanya pemberitaan terkait batalnya Piala Dunia U-20 di Indonesia membuat semua pihak menjadi gelisah terutama Pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-20 Shin Tae Yong.

Adanya polemik antar dua belah pihak Kepala Daerah Provinsi (Jawa Te­ngah dan Bali) atas keikutsertaan Timnas Israel membuat FIFA berpi­kir kembali soal tempat penyelenggaraan.

Shin Tae Yong mengungkapkan kegelisahan karena ajang ini bisa menjadi kebanggan indonesia sebagai tuan rumah.

“Saya sudah mendengar masalah drawing dibatalkan. Memang Saya juga gelisah dan sangat disayangkan. Tapi saya berharap Piala Dunia berjalan lancar di Indonesia, apalagi untuk kemajuan sepakbola Indonesia, itu penting,” ujar Shin Tae Yon

Piala Dunia U-20 di Indonesia terancam batal digelar di Tanah Air setelah banyaknya penolakan akibat keikutsertaan timnas Israel. Penolakan itu dianggap sebagai dukungan diplomatik terhadap perjuangan Palestina.

Saat ini, FIFA juga terpaksa membatalkan jadwal semula Drawing Piala Dunia U-20 2023 yang harusnya dilaksanakan pada 31 Maret 2023.

Keputusan itulah yang memunculkan spekulasi otoritas sepak bola dunia tersebut akan menganulir status tuan rumah Indonesia.

Adapun tiga nama negara yang memiliki peluang menggantikan Indonesia sebagai tuan rumah. Meliputi Argentina, Peru, dan Qatar.

Terakhir, Shin Tae Yong menyampaikan jika Piala Dunia U-20 benar-benar batal digelar di Indonesia, maka pekerjaan Shin Tae Yong selama tiga tahun terakhir akan sia-sia.

“Saya sudah bekerja keras dari 2020 untuk Piala Dunia U-20. Jadi saya mau Indonesia dapat tampil di Piala Dunia U-20 nanti,” tutur Tae Yong.

Wapada! Gunung Anak Krakatau Meletus Lagi

0

LAMPUNG (Pertamanews.id) – Gunung Anak Krakatau, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung kembali mengalami erupsi sore ini, Selasa (28/3) sekitar pukul 15:13 WIB.

Tim Pos Pengawas Gunung Anak Krakatau Jumono, mengatakan tinggi kolom letusan sekitar 1500 meter di atas puncak atau 1657 meter di atas permukaan laut.

“Kolom abu terlihat berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah Barat Laut,” ujarnya.

Pihaknya juga mengatakan, Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 70 mm dan durasi 89 detik.

Sebelumnya, pada Senin kemarin, dari pagi hingga sore terjadi 1 kali gempa tremor harmonik dengan amplitudo 16 mm, durasi 132 detik. Gunung api terlihat jelas pada sore hari.

Terakhir ia menyampaikan, masyarakat disekitar lereng gunung krakatau dihimbau harus tetap waspada dengan adanya bencana letusan susulan.

“Masyarakat diimbau tidak mendekati G. Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah aktif,” tutupnya.

KPK Tetapkan Bupati Kapuas dan Istrinya Sebagai Tersangka

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Bupati Kapuas Ben Brahim S Bahat dan istrinya, Anggota DPR RI Ary Egahni Ben Bahat ditetapkan tersangka atas kasus dugaan tindak pidana korupsi, pada Selasa (28/3).

Pasutri ini diduga memangkas sejumlah uang pembayaran Aparatur Sipil Negara.

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri membenarkan dua tersangka tersangka itu merupakan Ben Brahim S Bahat dan istrinya Ary Egahni Ben terjerak kasus dugaan korupsi.

“Keduanya mengkorupsi uang ASN seolah-olah harus membayarkan utang ke mereka,” ujarnya.

Tak hanya memangkas uang ASN,

“Seolah-olah memiliki utang pada penyelenggara negara tersebut, padahal diketahui hal tersebut bukanlah utang,” kata Ali.

kedua tersangka juga diduga menerima suap terkait dengan jabatannya.