spot_img
Beranda blog Halaman 50

KIW 3,7K Fun Run Jadi Simbol Pertumbuhan dan Semangat Kebersamaan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – PT Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), bagian dari Holding BUMN Danareksa, menandai usia ke-37 dengan perayaan yang sarat makna. Mengusung tema “Growing Stronger, Moving Faster”, KIW tak sekadar merayakan perjalanan panjangnya, tetapi juga menegaskan peran sebagai motor penggerak ekonomi dan mitra masyarakat.

Puncak perayaan berlangsung meriah lewat KIW 3,7K Fun Run & Bazaar Festival 2025, Sabtu (4/10).

Sebanyak 370 peserta yang terdiri dari tenant, mitra, media, dan masyarakat umum mengikuti Fun Run sejauh 3,7 kilometer.

Rute dari Kantor KIW menuju kawasan baru KIW Edge menjadi simbol pertumbuhan dan pengembangan infrastruktur investasi.

Direktur Utama PT KIW, Ahmad Fauzie Nur, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang seremonial, melainkan momentum mempererat kolaborasi.

“KIW ingin hadir bukan hanya sebagai kawasan industri, tetapi juga sebagai katalisator yang membawa manfaat bagi tenant, mitra, dan masyarakat. Perjalanan 37 tahun menjadi bukti komitmen kami untuk terus tumbuh bersama lingkungan sekitar,” ujarnya.

Selain olahraga, Bazaar Festival menghadirkan semangat pemberdayaan lokal.

Tujuh UMKM dari tujuh kelurahan di Kecamatan Tugu ikut serta, sementara tenant KIW berkontribusi lewat penjualan 690 paket sembako murah.

Program Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman (Pak Rahman) juga digelar untuk mendukung stabilitas harga dan ketahanan pangan.

Tak berhenti di situ, KIW menunjukkan kepedulian sosial dan lingkungan melalui berbagai program keberlanjutan, seperti pembagian bibit tanaman dari DLHK Jateng, penjualan sayur murah oleh Dinas Pertanian Kota Semarang, donor darah PMI Kendal, hingga cek kesehatan gratis dari RS Primaya dan RS Siloam.

Beragam hiburan rakyat dan permainan interaktif turut menambah semarak suasana, menjadikan acara ini ruang rekreasi inklusif bagi masyarakat sekitar kawasan industri.

Kesuksesan gelaran ini tak lepas dari dukungan para sponsor, di antaranya PT Putra Wijayakusuma Sakti, TUV Rheinland Indonesia, Mekari, BTN, BSI, Bank Mandiri, PT Nindya Beton, dan PT Pola Dwipa.

Lewat perayaan HUT ke-37, KIW meneguhkan visinya sebagai kawasan industri hijau dan modern yang tak hanya fokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada keseimbangan sosial dan lingkungan.

Dengan semangat sinergi ini, KIW melangkah pasti menuju masa depan industri yang inklusif serta di mana tenant berkembang, mitra berjejaring, dan masyarakat ikut maju bersama.

Menapaki Tanah Harapan di Basidondo, Jejak Ekspedisi Patriot UNDIP Ungkap Realitas dan Asa Pembangunan

0

TOLITOLI (Pertamanews.id) – Tim I Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro memulai langkahnya di Kawasan Transmigrasi Basidondo, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah.

Program transmigrasi telah menjadi salah satu tonggak sejarah pembangunan Indonesia sejak awal kemerdekaan dengan tujuan memeratakan penduduk, mengurangi kesenjangan ekonomi, dan membuka lahan-lahan baru sebagai pusat produksi.

Adapun susunan Tim 1 Ekspedisi Patriot di Kawasan Basidondo: Dzul Fahmi Afriyanto S.KM, M.K.M., Muhammad Zulfikar., Dasdo Wahyu Saragih S.PWK., Wahyu Amara mahfidarani S.P., Dheta Nafisah Hapsari (Komunikasi Publik/ UNDIP/ Tim Ekspedisi Patriot)

Di Sulawesi Tengah, program ini melahirkan Kawasan Transmigrasi Basidondo yang menaungi tiga kecamatan, yakni Basidondo, Lampasio, dan Ogodeide.

Dari hamparan lahan yang dahulu asing, masyarakat transmigran menumbuhkan kampung baru, membangun kehidupan, serta merawat harapan di tanah perantauan.

Namun, pembangunan di kawasan ini masih menyisakan banyak tantangan, khususnya pada aspek infrastruktur dasar, ekonomi, dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Kawasan Transmigrasi Basidondo dihuni oleh beragam latar belakang etnis. Sebagian besar transmigran berasal dari suku Jawa, Bali, Sunda, dan Nusa Tenggara, dengan dominasi warga Jawa dan Bali.

Mereka kemudian hidup berdampingan dengan masyarakat lokal yang berasal dari suku Bugis, Mandar, Dondo, Tolitoli, Kaili, Mori, Buol, dan Bajo.

Dari perjumpaan itu lahirlah kehidupan sosial yang semakin erat, di mana masyarakat saling bergandengan tangan dalam membangun kampung dan mengelola lahan untuk pengembangan perekonomian yang stabil dan berkelanjutan. Kini, perbedaan asal-usul bukan lagi sekat, melainkan kekuatan yang menyatukan satu sama lain, sejalan dengan jargon Kabupaten Tolitoli: “Salam Gotong Royong.”

Observasi infrastruktur dan kondisi sosial ekonomi masyarakat

Dalam misi pengabdian dan penelitian, Tim I Ekspedisi Patriot UNDIP turun langsung melakukan wawancara dan observasi infrastruktur serta kondisi sosial-ekonomi di Kawasan Transmigrasi Basidondo.

Kegiatan ini bertujuan untuk memahami denyut nadi kehidupan masyarakat, mulai dari kondisi jalan dan jembatan, akses air bersih, hingga pola mata pencaharian yang menjadi tumpuan hidup sehari-hari.

Hal ini dilakukan untuk melihat bagaimana masyarakat menjalani keseharian mereka dalam keterbatasan, baik dari aspek sosial budaya, kesehatan lingkungan, pendidikan, maupun potensi ekonomi yang masih terpendam.

Dalam kegiatan turun langsung ke lapangan, Tim I menggandeng pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan masyarakat untuk mengidentifikasi permasalahan serta potensi kawasan.

Aspirasi masyarakat ditampung sebagai acuan partisipatif, bukan hanya sekadar mendengar keluhan, tetapi juga menindaklanjutinya secara konkret.

Hasil penelusuran tim menunjukkan masih banyak infrastruktur yang berada dalam kondisi sangat tidak layak.

Mulai dari akses jalan yang rusak, jembatan gantung yang menjadi akses menuju permukiman dan kantong produksi pertanian kini sudah lapuk dan hampir roboh, hingga kebutuhan akan sarana prasarana masyarakat di kawasan transmigrasi yang belum tercukupi.

Meski berbahaya, masyarakat tetap harus melaluinya karena tidak ada jalan lain.

Jembatan lain yang menghubungkan dua desa sekaligus pusat administrasi bahkan sudah putus, sehingga warga terpaksa memutar jalan dengan waktu tempuh hingga satu jam.

Selain itu, akses air bersih dan listrik juga belum merata. Masih ada dusun di Kecamatan Basidondo yang belum tersentuh fasilitas dasar ini, sehingga menambah beban hidup masyarakat.

Seorang warga dengan nada getir menuturkan, “Bagaimana ekonomi masyarakat bisa maju kalau akses jalannya saja untuk dilewati tidak bisa. Andaikan jembatan itu sudah terhubung, pasti para petani bisa dengan mudah membawa hasil panennya untuk dijual.”

Di sisi lain, data lapangan memperlihatkan bahwa mayoritas masyarakat menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan perkebunan dengan komoditas unggulan seperti kakao, kelapa, cengkeh, jeruk, kopi, jagung, dan kelapa sawit. Namun, karena keterbatasan infrastruktur distribusi, hasil panen ini belum dapat memberikan nilai tambah maksimal.

Rekomendasi Tim Ekspedisi Patriot

Melihat kondisi ini, Tim Ekspedisi Patriot UNDIP kemudian merumuskan sejumlah rekomendasi.

Pertama, perlunya pendanaan infrastruktur prioritas berupa perbaikan dan pengaspalan jalan, renovasi jembatan gantung utama, pembangunan kembali jembatan yang putus, serta percepatan distribusi fasilitas air bersih dan listrik ke dusun-dusun yang belum terjangkau.

Kedua, pemetaan dan penguatan komoditas unggulan melalui pendataan yang lebih detail dan peningkatan akses pasar, disertai pelatihan pengolahan hasil pertanian untuk meningkatkan daya saing.

Ketiga, dokumentasi menyeluruh terkait profesi utama masyarakat serta diversifikasi ekonomi dengan pelatihan keterampilan tambahan agar masyarakat memiliki peluang usaha baru di luar sektor pertanian.

Seorang pejabat Kecamatan Basidondo menyampaikan, “Kabupaten Tolitoli ini, khususnya Kawasan Transmigrasi Basidondo, berada pada wilayah strategis untuk pengembangan dan pembangunan ekonomi daerah karena dekat dengan IKN, sehingga dapat menopang dan menjual hasil perkebunan dan pertanian.”

Ekspedisi ini menjadi bukti bahwa pembangunan kawasan transmigrasi tidak bisa hanya dipandang sebagai program pemerataan penduduk semata, melainkan sebagai tanggung jawab berkelanjutan yang harus ditopang dengan infrastruktur memadai, dukungan pada komoditas unggulan, serta diversifikasi mata pencaharian.

Upaya ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), di antaranya pengentasan kemiskinan (SDG 1), peningkatan ketahanan pangan (SDG 2), pemenuhan akses air bersih dan energi (SDG 6 dan 7), pertumbuhan ekonomi dan perbaikan infrastruktur (SDG 8 dan 9), pembangunan permukiman berkelanjutan (SDG 11), serta penguatan kemitraan antara masyarakat, pemerintah, dan perguruan tinggi (SDG 17). Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat yang menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat Indonesia.

Harapannya, rekomendasi yang dihasilkan dapat menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan pusat.

Dengan langkah konkret, Kawasan Transmigrasi Basidondo bukan hanya mampu bertahan, tetapi juga tumbuh menjadi contoh keberhasilan pembangunan yang maju, berdampak, dan membanggakan Sulawesi Tengah.

Rayakan 80 Tahun TNI, Ferry Wawan Cahyono Dorong Semangat Gotong Royong Bangsa

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Dalam momentum Hari Ulang Tahun ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jawa Tengah Ferry Wawan Cahyono mengajak seluruh masyarakat untuk semakin memperkuat dukungan dan kedekatan dengan TNI.

Menurut Ferry, usia ke-80 bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi menjadi pengingat bahwa TNI telah delapan dekade menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan, kedaulatan, dan persatuan bangsa.

“Kekuatan TNI lahir dari rakyat, berjuang bersama rakyat, dan selalu hadir di tengah masyarakat. Prinsip inilah yang meneguhkan jati diri TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, dan tentara nasional,” ujarnya, Sabtu (5/10).

Ferry menilai, tema HUT ke-80 TNI tahun ini — “TNI Prima, TNI Rakyat, Indonesia Maju” — sangat relevan dengan semangat zaman.

Tema itu menunjukkan komitmen TNI untuk terus bertransformasi menjadi kekuatan pertahanan yang modern dan profesional tanpa meninggalkan akar kedekatan dengan rakyat.

“Sinergi antara TNI dan rakyat adalah cita-cita besar yang akan mempercepat terwujudnya Indonesia yang berdaulat, aman, dan makmur. Karena itu, masyarakat harus terus mendukung TNI dalam setiap langkah pengabdiannya,” tegas Ferry.

Ia juga mengapresiasi kiprah TNI yang tidak hanya bertugas di medan pertahanan, tetapi juga aktif membantu masyarakat dalam penanganan bencana, pembangunan daerah, hingga program sosial kemasyarakatan.

“TNI bukan hanya penjaga kedaulatan, tapi juga penjaga harapan rakyat. Di usia ke-80 ini, semoga TNI semakin kuat, semakin dekat dengan rakyat, dan terus menjadi kebanggaan bangsa,” tambahnya.

Ferry berharap, semangat pengabdian TNI yang tak pernah padam menjadi inspirasi bagi seluruh elemen bangsa untuk terus bekerja sama menjaga Indonesia agar tetap aman dan sejahtera.

“Mari kita jadikan HUT TNI ke-80 ini sebagai momentum memperkokoh persatuan dan meneguhkan semangat gotong royong antara rakyat dan TNI demi Indonesia maju,” pungkasnya.

DPR dan BGN Sosialisasi MBG di Riau, Dorong Gizi Seimbang dan Ekonomi Lokal

0

PEKANBARU – Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) kembali melaksanakan sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), kali ini digelar di Kota Pekanbaru, Riau pada Kamis (2/10). MBG menjadi salah satu agenda strategis nasional yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian pangan berbasis lokal.

Program MBG menyasar anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dengan penyediaan menu bergizi sesuai standar kesehatan dan keamanan pangan. Tak hanya berfokus pada aspek kesehatan, program ini juga diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi lokal melalui keterlibatan petani, nelayan, hingga pelaku usaha mikro sebagai pemasok bahan baku pangan.

Anggota Komisi IX DPR RI Maharani, yang hadir dalam kegiatan ini menegaskan pentingnya dukungan dari seluruh pihak agar program berjalan berkelanjutan.

“Program ini dirancang agar manfaatnya dirasakan langsung masyarakat, baik penerima gizi maupun penyedia pangan lokal. Saya berharap kita semua mendukung program ini agar dapat berjalan berkesinambungan karena sangat bermanfaat untuk masyarakat banyak,” ujar Maharani.

Sementara itu, Kolonel Inf. Erin Adriyanto, Analis Kebijakan Ahli Madya BGN, menekankan bahwa MBG merupakan momentum penting menuju visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, program ini tidak hanya soal pemenuhan gizi, tetapi juga tentang peningkatan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan nasional.

“Secara umum, Program MBG bukan hanya tentang pemenuhan gizi, tetapi juga bagaimana meningkatkan kesehatan masyarakat, mengurangi kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, serta memastikan akses terhadap makanan bergizi semakin mudah didapatkan,” ungkapnya.

Dengan konsep “Menu Dibuat Lokal”, bahan baku yang digunakan dalam penyediaan makanan berasal dari potensi daerah, sehingga membuka peluang tumbuhnya pasar baru di sektor pangan. Hal ini sejalan dengan semangat MBG yang menekankan empat standar utama yakni kecukupan kalori, kandungan gizi seimbang, standar higienis, dan keamanan pangan.

Melalui pelaksanaan sosialisasi di Riau, Program MBG diharapkan mampu menjadi tonggak penguatan kesehatan masyarakat sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan dukungan bersama, MBG dapat menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan masyarakat sehat, mandiri, dan sejahtera menuju Indonesia Emas 2045.*

Program MBG di Kota Serang Jadi Langkah Strategis Wujudkan Anak Cerdas dan Sehat

0

SERANG (Pertamanews.id) – Program Makan Bergizi untuk Anak Sekolah (MBG) terus disosialisasikan ke berbagai daerah, termasuk di Kota Serang, Provinsi Banten.

Kegiatan sosialisasi kali ini digelar di SMKN 2 Kota Serang pada selasa, (30/9). Sosialisasi program MBG ini bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya menjalani pola makan hidup sehat.

Kegiatan sosialisasi dengan mengankat tema bersama mewujudkan generasi sehat Indonesia ini dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI Tubagus Haerul Jaman, Tenaga Ahli Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi Badan Gizi Nasional (BGN) Rahma Dewi Auliyasari, serta Staf Administrasi DPR RI Ahmad Sanukri.

Dalam sambutannya, anggota Komisi IX DPR RI Tubagus Haerul Jaman menegaskan pentingnya keberlanjutan program MBG sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

“Program ini tidak hanya sekadar menjawab isu kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan generasi bangsa. Kami di Komisi IX DPR RI akan terus mengawal implementasinya, termasuk di Kota Serang, agar anak-anak kita tumbuh menjadi generasi unggul menuju Indonesia Emas,” ujar Tubagus Haerul Jaman.

Sementara itu, Tenaga Ahli Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi Badan Gizi Nasional Rahma Dewi Auliyasari menyampaikan bahwa MBG merupakan program prioritas nasional dengan sasaran yang luas, mulai dari anak-anak usia dini hingga remaja sekolah, serta kelompok masyarakat lain seperti ibu hamil dan menyusui.

“Program ini tidak hanya fokus pada kecukupan gizi, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal. Dengan melibatkan pelaku usaha pangan dan penyedia layanan dapur sehat, program MBG bisa memberi manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya di Serang,” jelasnya.

Senada dengan itu, Ahmad Sanukri menekankan bahwa makan bergizi bukan sekadar persoalan kenyang, melainkan kualitas asupan yang dikonsumsi.

“Konsep makan bergizi adalah memberikan makanan yang sehat, seimbang, dan berkualitas agar anak-anak kita tumbuh sehat, kuat, dan cerdas. Keberhasilan program ini tentu memerlukan dukungan dari semua pihak, baik pemerintah, sekolah, maupun orang tua,” ungkapnya.

Melalui sosialisasi ini, masyarakat Serang diharapkan semakin memahami pentingnya pola makan bergizi dan mendukung pelaksanaan Program MBG. Sinergi berbagai pihak menjadi kunci untuk mewujudkan generasi sehat yang mampu membawa Indonesia ke masa depan yang lebih baik.*

Sosialisasi MBG di Cianjur Tekankan Gizi Sebagai Pondasi Masa Depan Bangsa

0

CIANJUR (Pertamanews.id) – Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali digelar di Cianjur dengan disambut antusiasme masyarakat. DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperluas implementasi program MBG untuk memberikan memberikan akses gizi ke masyarakat.

Kegiatan sosialisasi program MBG kali ini bertempat di Nusantara Room, Pondok Lembah Sukanagalih Cianjur pada Selasa (30/9). Sosialisasi dengan mengangkat tema bersama mewujudkan generasi sehat Indonesia ini dihadiri oleh ratusan peserta.

Sosialisasi program MBG dihadiri oleh Anggota Komisi IX DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa, Tenaga Ahli Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi Ande Citra Restiawan, Dinas Kesehatan Bid.Gizi Kab. Cianjur Lepi Ali Firmansyah.

Dalam pemaparannya, Neng Eem menegaskan bahwa program MBG bukan hanya sebatas pemenuhan nutrisi masyarakat, tetapi merupakan investasi jangka panjang bangsa.

“Makan Bergizi Gratis ini adalah langkah strategis untuk memastikan generasi kita tumbuh sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan. Ini bukan sekadar konsumsi harian, tetapi sebuah investasi untuk masa depan Indonesia,” tutur Neng Eem Marhamah.

Ia juga menambahkan bahwa program ini membawa dampak luas, tidak hanya pada kesehatan masyarakat tetapi juga perekonomian daerah.

“Program ini memiliki efek domino. Ketika dapur-dapur penyedia makanan bergizi tumbuh, maka perputaran ekonomi lokal ikut bergerak. Dengan begitu, manfaatnya dapat dirasakan secara inklusif oleh masyarakat,” lanjut Neng Eem.

Sementara itu, Ande Citra Restiawan selaku Tenaga Ahli Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi mengajak warga untuk mendukung penuh pelaksanaan MBG.

“Program ini tidak hanya untuk anak sekolah, tetapi juga membuka peluang kerja dan menggerakkan sektor usaha lokal. Inilah kesempatan kita untuk bersama-sama membangun bangsa dari aspek gizi,” ungkapnya.

Senada dengan itu, perwakilan Dinas Kesehatan Cianjur, Lepi Ali Firmansyah, menegaskan pentingnya sosialisasi yang berkesinambungan.

“Masyarakat perlu memahami bahwa gizi adalah pondasi kesehatan. Dengan dukungan semua pihak, kita bisa memastikan program ini berjalan dengan baik dan memberi manfaat nyata,” ucapnya.

Sosialisasi di Cianjur ini menunjukkan bahwa MBG disambut positif oleh masyarakat. Melalui keterlibatan aktif warga, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan, program ini diharapkan menjadi pilar penting dalam mencetak generasi emas Indonesia 2045.*

SCU Resmi Kukuhkan Guru Besar Baru, Prof. Christin Soroti Fenomena BPD di Masyarakat

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Soegijapranata Catholic University (SCU) menorehkan sejarah baru dengan mengukuhkan Prof. Dr. Christin Wibhowo, S.Psi., M.Si., Psikolog, sebagai guru besar di bidang psikologi. Acara pengukuhan digelar di Kampus SCU Bendan, Semarang, Rabu (1/10).

Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Dari Kepribadian Ambang Menuju Kepribadian yang Berkembang: Sebuah Transformasi Ilmiah dan Kemanusiaan”, Prof. Christin menyoroti fenomena sosial yang kian mengkhawatirkan.

Ia menyinggung meningkatnya kasus penyalahgunaan narkoba, perceraian, kekerasan dalam rumah tangga, hingga tindakan melukai diri sendiri yang menurutnya terkait erat dengan gangguan kepribadian ambang atau borderline personality disorder (BPD).

“Perilaku-perilaku tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan kepribadian ambang. Namun, melalui pengasuhan yang tepat, dukungan sosial, serta kemampuan membangun self-compassion, individu dengan kepribadian ambang dapat berkembang menjadi pribadi yang lebih sehat dan berdaya,” ujar Prof. Christin dalam saat confrensi pers bersama Rektor SCU Robertus Aji Setiawan.

Menggunakan metafora “kembang”, ia menggambarkan perjalanan manusia menuju pertumbuhan pribadi.

“Akar adalah kerentanan biologis, tanah yang subur adalah pengasuhan yang baik, sedangkan hujan dan sinar matahari melambangkan dukungan sosial. Dengan proses ini, pribadi yang rapuh dapat bertransformasi menjadi pribadi yang berkembang,” jelasnya.

Rektor SCU, Robertus Aji Setiawan, memberikan apresiasi atas capaian akademik yang diraih Prof. Christin.

“Pengukuhan Prof. Christin menjadi guru besar adalah kebanggaan bagi universitas. Kami berharap pencapaian ini menjadi inspirasi bagi dosen-dosen lain untuk terus meningkatkan kualitas diri. SCU kini bahkan memiliki wakil rektor khusus yang menangani pengembangan sumber daya manusia, agar kualitas pengajar semakin baik,” ungkap Aji.

Ia menambahkan, “Pengukuhan ini semakin
memperkuat komitmen SCU dalam mendorong kemajuan akademik dan pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya dalam bidang psikologi yang erat kaitannya dengan problematika kemanusiaan.”

Naik Dibanding Tahun Sebelumnya, KAI Daop 4 Semarang Berangkatkan 538.135 Penumpang KA pada September 2025

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – KAI Daop 4 Semarang mencatat sebanyak 538.135 penumpang kereta api telah diberangkatkan sepanjang bulan September 2025. Angka tersebut meningkat sekitar 10% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang memberangkatkan sebanyak 488.643 penumpang kereta api.

Jumlah tersebut terdiri dari KA Komersial sebanyak 468.209 penumpang serta KA PSO (mendapatkan subsidi dari pemerintah) yang dikelola Daop 4 seperti Airlangga dan Kedung Sepur sejumlah 69.926 penumpang.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa peningkatan jumlah penumpang tersebut dipengaruhi oleh adaya libur panjang di bulan September set berbagai promo yang diberikan dalam rangka merayakan HUT ke-80 KAI seperti promo Birthday Sale, Flash Sale, dan lainnya.

Selain itu, faktor kenyamanan dan ketepatan waktu perjalanan KA juga bisa menjadi alasan utama masyarakat memilih kereta api sebagai moda transportasi.

“Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran layanan KAI di usia 80 tahun ini semakin relevan dan dibutuhkan masyarakat. Kami berterima kasih atas kepercayaan pelanggan yang terus memilih kereta api sebagai moda transportasi andalan,” ujar Franoto Wibowo.

Ia menatakan bahwa, dalam usia yang ke-80 tahun, KAI terus bertransformasi memberikan layanan terbaik melalui modernisasi sarana, digitalisasi layanan, serta peningkatan kenyamanan di stasiun maupun selama perjalanan.

“Capaian kenaikan jumlah penumpang ini sekaligus menjadi motivasi bagi KAI Daop 4 Semarang untuk terus memberikan pelayanan yang aman, nyaman, dan tepat waktu,” tutup Franoto.

Penggunaan Media PAPI DERA SIGETAMA 3D Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Dan Hasil Belajar Pada Pembelajaran IPA Sekolah Dasar

0

Oleh: Ardy Febriyanto, S.Pd.
Guru SD Negeri 1 Banyutowo Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal

KENDAL (Pertamanews.id) – Pembelajaran IPA di sekolah dasar masih mengalami kesulitan dalam memahami konsep-konsep sains yang bersifat abstrak.

Materi sistem gerak manusia merupakan salah satu contoh yang sulit dipahami karena melibatkan struktur internal tubuh seperti tulang, sendi, dan otot yang tidak dapat diamati secara langsung.

Akibatnya, siswa cenderung hanya menghafal istilah tanpa memahami fungsi dan mekanisme yang mendasarinya.

Hal tersebut didukung oleh Data Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 melaporkan skor sains sebesar 383 poin dan literasi membaca Indonesia sebesar 352 poin, jauh di bawah rata-rata OECD yaitu sekitar 485 poin (OECD, 2023).

Hal ini berakibat pada kurang maksimalnya motivasi belajar dan hasil belajar IPA khususnya siswa kelas VI SD N 1 Banyutowo.

Maka dibutuhkan media pembelajaran yang mampu menjebatani pemahaman abstrak menjadi pemahaman kongkret serta mewujudkan pembelajaran yang mendalam dan aktif bermakna.

Hal tersebut sejalan dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) yang menggalakkan pendekatan pembelajaran Deep Learning yang diatur dalam Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025.

Pendekatan ini menekankan bahwa pembelajaran tidak hanya berhenti pada hafalan atau penguasaan materi secara dangkal, melainkan mengutamakan pemahaman konsep secara menyeluruh, perkembangan keterampilan berpikir kritis, dan kemampuan reflektif siswa sebagai peserta aktif dalam proses belajar.

Maka saya berinovasi dengan membuat dan menggunakan Media “PAPI DERA SIGETAMA 3D” Papan Pintar Dengan Replika Sistem Gerak Tangan Manusia 3 Dimensi untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar IPA sistem gerak manusia terutama siswa kelas VI SD N 1 Banyutowo, Kabupaten Kendal.

PAPI DERA SIGATAMA 3D yaitu Papan Pintar Dengan Replika Sistem Gerak Tangan Manusia 3 Dimensi. Sebuah papan yang berisi informasi mengenai organ-organ sistem gerak manusia dilengkapi dengan replika tangan manusia tiga dimensi yang dapat digunakan dan dimainkan siswa seperti tangan robot sehingga edukatif dan menyenangkan untuk para siswa.

Pada awal pembelajaran guru mengajak siswa untuk menggerakkan tangan mereka dan menanyakan bagaimana tangan tersebut dapat bergerak.

Kemudian guru memperlihatkan media “PAPI DERA SIGETAMA 3D” kepada siswa dan menjelaskan sistem gerak manusia terdiri dari tulang, sendi, dan otot.

Siswa berkelompok dan bekerja sama membuat replika tangan manusia 3D seperti tangan robot.

Kemudian siswa mendemonstrasikan/memainkan replika tangan 3D buatan mereka dan menganalisa bagaimana fungsi tulang, sendi, dan otot dari demonstrasi mereka.

Kemudian siswa membuat “PAPI DERA SIGETAMA 3D” dengan cara memasangkan replika tangan manusia 3 dimensi yang sudah mereka buat pada sebuah papan yang terbuat dari kardus kemudian mereka tambahkan penjelasan mengenai bagian bagian sistem gerak tangan dan informasi mengenai fungsi masing masing organ penyusun sistem gerak manusia pada papan tersebut, sehingga menjadi sebuah papan pintar media literasi yang di dalamnya termuat informasi sistem gerak manusia beserta media replika tangan manusia yang bisa di gunakan.

Setelah selesai membuat siswa mempresentasikan media PAPI DERA SIGETAMA 3D buatan mereka di depan kelas.

Kemudian mereka memasang karya mereka pada pojok baca, madding, kelas, madding sekolah, dan berbagai sudut dinding sekolah sehingga dapat menjadi sumber literasi tidak hanya untuk siswa itu sendiri tetapi untuk siswa lain satu sekolahan.

Dalam pembelajaran sistem gerak manusia menggunakan media PAPI DERA SIGETAMA 3D siswa terlihat sangat antusias dalam bekerja sama membuat media tersebut.

Siswa juga dapat menemukan pemahamannya secara mandiri mengenai fungsi-fungsi dari masing masing organ penyusun sistem gerak manusia dimana tali menarik benang sehingga tangan dapat bergerak melambangkan fungsi otot yang menggerakan tulang dan sendi yang dapat membuat tulang bergerak ke berbagai arah.

Pembelajaran menggunakan media PAPI DERA SIGETAMA 3D juga meningkatkan motivasi belajar siswa kelas VI SD N 1 Banyutowo dari 59,25% kategori sedang menjadi 79,5% dalam kategori tinggi, Serta meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SDN 1 Banyutowo dengan nilai rata- rata ulangan IPA siswa kelas VI SDN 1 Banyutowo awalnya 64,06 mengalami kenaikan menjadi 87,19 dalam pembejaran IPA system gerak manusia.

Selain itu media PAPI DERA SIGETAMA 3D menjadi kebanggaan para siswa karena media buatannya dapat dijadikan media sumber literasi yang bermanfaat untuk semua siswa yang membacanya. (***)

KAI Daop 4 Lestarikan Budaya Nasional dengan Hadirkan Ragam Kegiatan Bertema Batik di Stasiun Semarang Tawang

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang menggelar ragam kegiatan bertema batik yang berlangsung di Stasiun Semarang Tawang pada Rabu (2/10).

Acara ini menghadirkan berbagai kegiatan menarik, mulai dari fashion show busana batik, bazaar UMKM, live music gamelan, hingga workshop membatik menggunakan canting yang diikuti langsung oleh pelanggan KA.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa ragam kegiatan batik ini merupakan salah satu bentuk komitmen KAI dalam melestarikan warisan budaya bangsa, yakni batik.

“Kami ingin para penumpang dapat lebih mengenal dan mengapresiasi kekayaan batik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang telah diakui dunia. Melalui acara ini, KAI mengajak masyarakat untuk terlibat langsung dalam proses membatik menggunakan canting dan sekaligus mengenal sejarah batik lebih dalam melalui berbagai kegiatan,” ungkapnya.

Pagelaran fashion show menjadi salah satu daya tarik utama. Deretan koleksi busana karya Wastra Batik tampil memukau dengan model yang berlenggak-lenggok anggun di tengah hall stasiun. Koleksi tersebut menggambarkan filosofi batik sebagai simbol perjalanan rasa, selaras dengan tema Hari Batik Nasional 2025 “Merawit Rasa”, yakni merangkai cita, rasa, dan makna dalam setiap helai kain batik.

Selanjutnya tak kalah menarik juga dihadirkan workshop membatik. Kegiatan ini bekerja sama dengan Wastra Batik mengajak pelanggan KA untuk melihat dan mencoba langsung proses pembuatan batik tradisional. Motif-motif khas seperti Batik Semarangan, Pekalongan, Asem, Lurik, Madura, hingga tenun dipraktikkan menggunakan canting, memberikan pengalaman autentik dan edukatif bagi pengunjung.

Ragam acara batik di Stasiun Semarang Tawang semakin meriah dengan adanya pertunjukan live music gamelan yang mengalun syahdu, menambah nuansa tradisi khas Jawa yang berpadu harmonis dengan aktivitas di stasiun. Alunan gamelan tidak hanya menjadi pengiring fashion show, tetapi juga menghadirkan pengalaman berbeda bagi para penumpang yang sedang menunggu keberangkatan, seolah membawa mereka menyelami akar budaya Nusantara di tengah perjalanan modern dengan kereta api.

Tidak hanya fashion show saja, bazaar UMKM lokal Semarang juga turut memeriahkan acara. Empat UMKM asal Kota Semarang, yakni Ida Modiste, Anindya Batik, Katun Ungu, dan RDSHOP menyuguhkan berbagai produk khas mulai dari makanan ringan hingga ragam kain batik dengan motif unik, seperti batik Semarangan dan batik kontemporer.

Franoto mengatakan bahwa ragam kegiatan bertema batik di stasiun juga menunjukkan bahwa stasiun dapat menjadi ruang publik yang inklusif, bukan hanya sebagai tempat naik dan turun penumpang, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial, edukasi, dan budaya.

Ia menambahkan, acara ini juga menjadi bentuk apresiasi KAI kepada para pelanggan setia, dengan menghadirkan pengalaman yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat nilai budaya.

“Melalui acara ini, KAI berupaya untuk terus mendekatkan seni dan budaya Indonesia kepada masyarakat dan penumpang, serta memperkuat identitas bangsa melalui pengenalan dan pelestarian batik sebagai warisan leluhur,” tutupnya.