spot_img
Beranda blog Halaman 7

Perkuat Ekosistem Pangan, BULOG Hubungkan Petani Tebu Blora dengan Industri

0

BLORA (Pertamanews.id) — Perum BULOG menegaskan komitmennya dalam mendukung kesejahteraan petani tebu di Kabupaten Blora dengan memfasilitasi penyaluran hasil panen ke pabrik gula (PG) di wilayah Jawa Tengah.

Langkah konkret tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara (PTPN), yang memiliki sejumlah pabrik gula di Jawa Tengah.

Upaya ini menjadi bagian dari strategi BULOG dalam memperkuat ekosistem pangan nasional sekaligus memastikan hasil panen petani terserap optimal oleh industri dalam negeri.

Direktur Utama Perum BULOG, Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan kesiapan lembaganya untuk menjadi penghubung antara petani dan industri gula nasional.

“Kami berkomitmen hadir di tengah petani, termasuk di Blora, untuk memastikan hasil panen tebu mereka dapat tersalurkan dengan baik ke pabrik gula, sehingga memberikan nilai tambah dan kepastian pasar bagi petani,” ujarnya.

BULOG juga memandang langkah ini sebagai respons konstruktif atas dinamika yang berkembang di lapangan, termasuk adanya aksi penyampaian aspirasi dari sebagian petani tebu di Blora.

Aspirasi tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya bersama dalam memperbaiki tata niaga tebu dan gula nasional agar lebih berpihak kepada petani.

Dalam pelaksanaannya, BULOG terus menjalin koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga pihak PTPN dan SGN, guna memastikan proses penyerapan berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal bagi petani.

Melalui langkah ini, BULOG berharap dapat meredam berbagai persepsi negatif yang berkembang di masyarakat sekaligus menunjukkan kehadiran negara dalam menjaga stabilitas sektor pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani tebu.***

Hotel Ciputra Semarang Rutin Gelar Simulasi Evakuasi Kebakaran, Perkuat Standar Keselamatan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Hotel Ciputra Semarang kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga keselamatan dengan menggelar simulasi evakuasi kebakaran secara rutin. Kegiatan ini melibatkan seluruh karyawan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapan menghadapi situasi darurat.

Simulasi diawali dengan pembunyian alarm kebakaran. Tim Engineering dan Security dengan sigap memandu proses evakuasi menuju titik aman, sementara tim pemadam internal melakukan penanganan api menggunakan hydrant dan selang pemadam.

Dalam skenario yang dirancang menyerupai kondisi nyata, kegiatan ini juga mencakup proses penyelamatan korban yang digambarkan terjebak di lantai tiga gedung hotel. Simulasi terselenggara melalui kerja sama dengan Dinas Kebakaran Kota Semarang yang memberikan arahan teknis serta evaluasi menyeluruh agar pelaksanaannya sesuai standar keselamatan nasional maupun internasional.

Selain melatih respons karyawan, simulasi ini juga menjadi momentum untuk menguji keandalan sistem alarm kebakaran, jalur evakuasi, serta efektivitas peralatan pemadam yang dimiliki hotel.

General Manager Hotel Ciputra Semarang, Erny Kusmastuti, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata komitmen hotel dalam menciptakan lingkungan kerja dan layanan yang aman.

“Kami ingin memastikan seluruh aspek keselamatan berjalan optimal demi memberikan perlindungan maksimal bagi karyawan maupun tamu,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan seluruh karyawan dalam menghadapi kondisi darurat melalui pelatihan rutin, termasuk edukasi penggunaan berbagai peralatan keselamatan seperti APAR, fire blanket, hingga sistem hydrant.***

Nikmati Sensasi Kuliner Eksklusif di Hotel GranDhika Pemuda Semarang dengan Menu Spesial yang Modern dan Trendy

0

SEMARANG (Harianterkini.id) – Tidak terasa waktu liburan telah usai, saatnya menyambut hari baru dengan penuh sukacita. Dengan ini, Hotel GranDhika Pemuda Semarang kembali menghadirkan pengalaman kuliner yang tak terlupakan melalui rangkaian promo menu spesial yang dirancang untuk memanjakan lidah para pecinta kuliner dengan mengusung konsep yang lebih Modern dan Trendy dengan sentuhan cita rasa internasional dan local.

Hotel GranDhika Pemuda Semarang menawarkan menu spesial Beef Bulgogi dengan kualitas daging sapi premium yang dimarinasi dengan bumbu khas Korea yang kaya akan rasa manis, gurih, dan smoky. Dengan Herby D’orange sebagai pendamping sempurna yang memiliki rasa yang segar dengan sentuhan herbal yang memberikan sensasi refreshing sekaligus menenangkan. Dengan keseimbangan rasa manis dan asam yang pas, Herby D’orange tidak hanya menyegarkan, tetapi juga menjadi pelengkap yang sempurna untuk Beef Bulgogi dengan memberikan pengalaman minum yang berbeda. Tidak hanya itu, Hotel GranDhika Pemuda Semarang juga menawarkan Shirataki Poke Bowl dan Nangka Brulee sebagai alternatif menu ringan dengan kombinasi bahan segar dan rendah kalori. Serta Kopi Kolak Pisang yang memberikan pengalaman berbeda dengan perpaduan kopi dan cita rasa tradisional Indonesia yang hangat dan autentik.

Seluruh menu ini dapat Anda nikmati dengan harga terjangkau, mulai dari Rp40.000 hingga Rp85.000 saja, dengan kualitas hidangan ala hotel berbintang yang disajikan oleh chef profesional. Didukung dengan suasana restaurant yang nyaman, modern, serta pelayanan terbaik, menjadikan setiap kunjungan Anda semakin berkesan. Tersedia juga ruang meeting dengan konsep yang lebih private untuk berkumpul bersama keluarga maupun teman-teman.

Nikmati pengalaman bersantap yang berbeda di Hotel GranDhika Pemuda Semarang, baik untuk makan siang santai, dinner romantis, meeting formal, hingga hangout bersama orang terdekat. Jangan lewatkan kesempatan untuk mencicipi menu spesial ini dan rasakan sendiri perpaduan rasa yang unik dan menggugah selera.Untuk Informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi nomor reservasi WhatsApp official di 62 811-2850-1712 atau Telp. (024) 2920 – 7788 dan jangan lupa follow Instagram @grandhikapemudasemarang untuk mengetahui update promo lainnya.

April 2026, Kota Semarang Disulap Jadi Arena Event Olahraga Nasional

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Bulan April 2026 menjadi momentum penting bagi Kota Semarang sebagai pusat aktivitas olah raga nasional.

Beragam event dari berbagai cabang olah raga berskala nasional akan digelar sepanjang bulan ini dengan menghadirkan atlet, komunitas, hingga peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Rangkaian agenda tersebut menjadi penanda meningkatnya kepercayaan berbagai organisasi dan komunitas olah raga untuk menjadikan Kota Semarang sebagai lokasi penyelenggaraan event. Pemerintah Kota Semarang pun memastikan kesiapan kota dalam mendukung kelancaran seluruh kegiatan, mulai dari penyediaan venue, perizinan, hingga dukungan teknis lainnya.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng menyampaikan bahwa kehadiran berbagai event olah raga ini menjadi peluang strategis bagi Kota Semarang, baik dari sisi penguatan citra kota maupun dampak langsungnya bagi masyarakat.

“Ini adalah bentuk kepercayaan yang harus kita jaga bersama. Kota Semarang harus mampu menjadi tuan rumah yang baik, yang siap dari sisi fasilitas dan memberikan kenyamanan bagi seluruh peserta yang datang dari luar daerah,” ujar Agustina.

Menurutnya, penyelenggaraan event olah raga dalam waktu yang berdekatan juga memberikan efek positif terhadap pergerakan ekonomi lokal.

Aktivitas peserta dan pendukung yang datang akan berdampak pada sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga UMKM di sekitar lokasi kegiatan.

“Setiap event yang hadir membawa pergerakan. Ini menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal untuk ikut merasakan dampaknya. Karena itu, kami ingin memastikan manfaatnya bisa dirasakan secara luas oleh masyarakat,” lanjutnya.

Sepanjang April 2026, sejumlah agenda olah raga yang akan digelar di Kota Semarang antara lain,
18–19 April 2026 berupa Seri I Java Race (oleh IMI Pusat) di Sirkuit Mijen
18–19 April 2026 ada event Jateng Series Gate Ball di Lapangan Tri Lomba Juang,
23–26 April 2026 ada event Sirkuit Nasional (Sirnas) Padel di Main, Connection, dan Mesa Padel
25 April 2026 akan diadakan Launching Football Academy Aruna di Balaikota Semarang
26 April 2026 Jambore CB Nasional di Sirkuit Mijen dan pada 27 April 2026 akan diadakan Coaching Clinic Football Academy di Lapangan Sidodadi

Selain itu, rangkaian kegiatan juga akan berlanjut pada awal Mei, di antaranya kompetisi sepak bola kelompok usia (KU) 13 yang dijadwalkan pada tanggal 2–3 Mei 2026 di kawasan Citarum.

Kepala Dinas Pemuda dan Olah raga Kota Semarang, Fravarta Sadman menjelaskan bahwa sebagian besar event tersebut merupakan kegiatan dari organisasi maupun komunitas olah raga tingkat nasional yang memilih Kota Semarang sebagai lokasi penyelenggaraan.

“Peran kami lebih pada memfasilitasi, baik dari sisi penggunaan lokasi, rekomendasi, maupun koordinasi dengan pihak terkait agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan lancar,” terang Fravarta.

Ia menambahkan, kesiapan Kota Semarang sebagai tuan rumah menjadi perhatian utama, terutama dalam memastikan kenyamanan peserta selama mengikuti kegiatan di Kota Semarang.

Pemerintah Kota Semarang melalui dinas terkait terus memperkuat dukungan terhadap penyelenggaraan berbagai aktivitas olah raga sebagai bagian dari upaya mendorong gaya hidup sehat di tengah masyarakat.

Momentum ini juga menjadi ruang guna memperkenalkan Kota Semarang sebagai kota yang terbuka bagi berbagai kegiatan berskala regional maupun nasional.

Dengan rangkaian agenda yang padat sepanjang bulan April, Kota Semarang diharapkan semakin menguat sebagai kota tujuan kegiatan olah raga sekaligus ruang pertemuan berbagai komunitas dari seluruh Indonesia. (Adv)

WFA Masih Dikaji, Pemkot Semarang Tegaskan Pelayanan Publik Tak Boleh Terganggu

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang memastikan rencana penerapan Work From Anywhere (WFA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) akan dilakukan secara selektif dan tetap mengutamakan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Meski demikian, kebijakan tersebut masih menunggu arahan resmi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang, Joko Hartono, menyampaikan hal tersebut usai kegiatan Apel Pagi Terpusat dan Halal Bihalal Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriyah di Halaman Balaikota Semarang, Senin (30/3).

Ia menegaskan bahwa Pemkot Semarang akan mengikuti kebijakan pemerintah pusat terkait penerapan WFA, dengan tetap mempertimbangkan karakteristik pekerjaan ASN di daerah yang sebagian besar membutuhkan kehadiran fisik.

“Kami ikuti nanti yang diputuskan oleh Kementerian Dalam Negeri. Karena kami menginduknya di Kementerian Dalam Negeri. Tapi yang jelas di Pemerintah Daerah itu kita adalah pelayan masyarakat garda terdepan. Yang jenis-jenis pekerjaannya, jenis-jenis layanannya itu menuntut kehadiran fisik,” ujar Joko.

Menurutnya, tidak semua jenis pekerjaan dapat dilaksanakan dari jarak jauh atau secara WFA.

Oleh karena itu, Pemkot Semarang akan menerapkan prinsip kehati-hatian dalam mengimplementasikan kebijakan tersebut.

“Yang jelas untuk jenis-jenis pekerjaan yang membutuhkan kehadiran secara fisik, tetap kita akan hadir secara fisik,” tegas Joko.

Pihaknya menambahkan, selama masa libur Lebaran, ASN di Kota Semarang telah diberikan kesempatan untuk menerapkan skema WFA secara terbatas. Namun demikian, mayoritas ASN tetap masuk kerja karena tuntutan pelayanan publik yang tidak bisa ditinggalkan.

Dirinya menyebutkan bahwa per 30 Maret 2026, seluruh ASN telah diwajibkan kembali bekerja secara fisik di kantor dan kehadirannya dipantau secara ketat.

Selain itu, Pemkot Semarang juga memastikan bahwa disiplin ASN tetap menjadi perhatian utama. Pengawasan kehadiran dilakukan secara langsung, termasuk melalui inspeksi mendadak (sidak), guna menjamin pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal.

Lebih lanjut, Joko kembali menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap rencana penerapan WFA.

Pemerintah Kota Semarang berkomitmen menjaga kualitas layanan, khususnya pada sektor yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. (Adv)

Disinformasi Produk, Irwan Hidayat Pilih Dialog dan Edukasi

0

KABUPATEN SEMARANG (Pertamanews.id) – Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat, memilih pendekatan edukatif dalam merespons berbagai serangan terhadap produk di media sosial. Ia menilai, langkah tersebut lebih efektif dibandingkan menempuh jalur hukum.

Irwan mengungkapkan, setiap kali muncul unggahan negatif terkait produk seperti Tolak Angin, pihaknya langsung melakukan penelusuran untuk mengetahui sumber serta motif di balik konten tersebut.

“Setelah ditelusuri, ternyata banyak yang hanya ikut-ikutan repost tanpa memahami dampaknya,” ujarnya saat Kampanye Menabung Saham di Agrowisata Sido Muncul, Senin (30/3).

Ia menyebut, mayoritas pelaku bukan pihak berkepentingan, melainkan netizen yang sekadar mencari perhatian. Bahkan, tidak sedikit di antaranya merupakan pengguna produk Sido Muncul sendiri.

“Mereka tidak tahu dan tidak berpikir panjang soal efek postingannya,” katanya.

Irwan menegaskan, pihaknya tidak gegabah membawa persoalan ke ranah hukum. Ia lebih memilih berdialog langsung guna memberikan pemahaman kepada pihak terkait.

“Saya malah kasihan, karena yang dicari hanya ketenaran. Kalau dibawa ke hukum, malah tambah susah,” ungkapnya.

Ia pun mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam bermedia sosial, khususnya saat menyebarkan informasi. Menurutnya, verifikasi menjadi hal penting sebelum membagikan konten ke publik.

“Kalau tidak tahu, sebaiknya tidak usah posting. Kalau sudah terlanjur, lebih baik dihapus,” tegasnya.

Pendekatan edukatif ini dinilai menjadi langkah strategis dalam menjaga citra perusahaan. Selain mampu meredam potensi konflik, cara tersebut juga mendorong peningkatan literasi digital di masyarakat. ***

Sido Muncul Gaspol Ekspansi dan Digitalisasi Jelang Pergantian Kepemimpinan

0

UNGARAN (Pertamanews.id) — PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk mulai mematangkan proses regenerasi kepemimpinan. Direktur perusahaan, Irwan Hidayat, memastikan transisi ke generasi penerus dilakukan secara bertahap, terstruktur, dan transparan, dengan target rampung pada 2027.

Irwan mengungkapkan, rencana pergantian pengurus telah dipublikasikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 17 Maret 2026. Ia kembali dipercaya memimpin sementara, terutama karena faktor pengalaman dan posisinya sebagai yang paling senior di antara anggota keluarga.

“Kenapa saya dipilih, karena saya paling tua. Tapi tugas saya hanya mengantar ke generasi penerus,” ujarnya.

Menurut Irwan, proses regenerasi kali ini jauh lebih kompleks dibanding sebelumnya. Jika generasi pendiri hanya terdiri dari lima bersaudara, kini terdapat 13 anggota keluarga dari lima cabang keluarga yang akan terlibat dalam kepemimpinan.

“Kalau dulu kami berlima cukup saling tahu, cukup telepon. Sekarang sudah 13 orang dari lima keluarga, jadi harus ada aturan yang transparan,” jelasnya.

Dalam satu tahun ke depan, manajemen akan fokus menyempurnakan seluruh aspek perusahaan sebelum estafet kepemimpinan diserahkan.

Pembenahan dilakukan mulai dari regulasi internal, sistem produksi, keuangan, hingga aspek lingkungan agar memenuhi standar maksimal.

“Kami ingin menyerahkan perusahaan dalam kondisi sempurna, patuh 100 persen terhadap aturan. Jangan sampai ada celah saat diserahkan ke generasi berikutnya,” tegas Irwan.

Di sisi bisnis, perusahaan juga menyiapkan strategi penguatan kinerja melalui peningkatan penjualan dan ekspansi pasar global. Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperluas pemasaran produk suplemen serta membuka kantor pemasaran di luar negeri.

“Kami dorong penjualan, terutama suplemen dan ekspor. Tahun ini kami fokus membangun kantor marketing di luar negeri,” katanya.

Untuk mendukung tata kelola perusahaan yang lebih modern, Sido Muncul juga tengah mengembangkan sistem digital berbasis monitoring real-time. Sistem ini memungkinkan seluruh aktivitas bisnis terpantau secara langsung tanpa menunggu laporan berkala.

“Kami buat sistem monitoring real time, jadi semua proses bisa langsung dikontrol, tidak menunggu laporan setelah kejadian,” imbuhnya.

Meski transisi kepemimpinan akan dilakukan dalam beberapa tahun ke depan, Irwan menegaskan para pendiri tidak akan serta-merta melepas perusahaan.

Pendampingan terhadap generasi penerus akan tetap dilakukan selama dua hingga tiga tahun setelah transisi.

“Kami tidak akan meninggalkan begitu saja. Tetap kami dampingi agar transisi berjalan baik,” ujarnya.

Terkait kepemimpinan, Irwan menilai posisi CEO idealnya tetap dipegang oleh keluarga selama memiliki kompetensi yang memadai. Menurutnya, pemilik perusahaan memiliki tingkat tanggung jawab dan komitmen yang lebih tinggi dibandingkan profesional eksternal.

“Kalau dari keluarga mampu, lebih baik dari keluarga. Tidak ada yang lebih total daripada pemilik,” tandasnya.

Ia memastikan seluruh calon penerus telah dibekali pendidikan dan pengalaman yang cukup, bahkan sebagian memiliki rekam jejak kerja antara 15 hingga 25 tahun.

“Semua berpendidikan baik dan punya pengalaman panjang, jadi tidak diragukan,” pungkasnya.***

Rayakan Paskah, ZERU Sky Terrace Tawarkan Dinner & Brunch Premium

0

SEMARANG (Pertamanews.id) — Menyambut momen Paskah dengan nuansa elegan, ZERU Sky Terrace di Padma Hotel Semarang menghadirkan program spesial bertajuk “An Easter Culinary Rendezvous: Dinner & Sunday Brunch” pada 4–5 April 2026.

Program eksklusif akhir pekan ini menawarkan pengalaman bersantap premium dengan menghadirkan kolaborasi chef internasional serta dua konsep dining yang dirancang khusus untuk memanjakan pecinta kuliner di Kota Semarang.

Sorotan utama dalam perayaan ini adalah kolaborasi “Four Hands” antara Stéphane Simond, kreator di balik CORK French Tavern, dan Surya Mahardika selaku Chef de Cuisine ZERU Sky Terrace.

Keduanya menghadirkan menu eksklusif yang memadukan teknik kuliner Prancis klasik dengan sentuhan modern yang inovatif.

Chef Stéphane, yang memiliki pengalaman lebih dari 17 tahun di dunia kuliner internasional, dikenal dengan pendekatannya dalam menginterpretasikan masakan Prancis secara kontemporer.

Bersama Chef Surya, mereka menciptakan sajian musiman yang menggabungkan keanggunan cita rasa Prancis dengan konsep rooftop dining khas ZERU yang dinamis dan lebih dekat dengan selera pengunjung.

Rangkaian acara dimulai dengan Dinner eksklusif pada Sabtu, 4 April 2026 pukul 18.00 WIB. Bertempat di rooftop ZERU yang menawarkan panorama kota, tamu akan disuguhkan hidangan multi-course pilihan seperti Beef Tartare signature, Grilled Hokkaido Scallop, hingga Wood-Fire Wagyu Beef MB6.

Pengalaman bersantap ini semakin lengkap dengan pilihan wine premium yang menambah kesan mewah dan berkelas.

Kemudian, perayaan berlanjut dengan Easter Sunday Brunch pada Minggu, 5 April 2026 pukul 11.00–14.30 WIB.

Konsep brunch yang hangat dan santai ini menyajikan beragam menu Prancis dan internasional, mulai dari Live Salad Station, Mezze & Canapés, aneka roti homemade, hingga sajian khas seperti Parmesan Wheel dengan pilihan meat & pasta.

Untuk hidangan utama, tersedia Wood-Fired Grilled Australian Steak MB6 serta berbagai pilihan dessert yang menggugah selera.

Tak hanya menawarkan kuliner, acara ini juga dirancang sebagai pengalaman keluarga dan lifestyle dining, lengkap dengan suasana hangat serta panorama Kota Semarang dari ketinggian.

Aktivitas seperti Golden Egg Hunt turut menambah keseruan bagi para tamu yang datang bersama keluarga.

Melalui program spesial ini, Padma Hotel Semarang mengajak masyarakat merayakan Paskah dengan perpaduan kemewahan kuliner, kebersamaan, dan pengalaman rooftop yang berkesan di jantung kota.***

Irwan Hidayat Dorong Budaya Nabung Saham di Kalangan Karyawan Sido Muncul

0

UNGARAN (Pertamanews.id) — Momentum Lebaran dimanfaatkan Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat, untuk mengajak karyawannya mulai menabung saham.

Kampanye ini digelar di pabrik Sido Muncul Ungaran, Senin (30/3), bekerja sama dengan Ina Sekuritas.

Direktur PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Irwan Hidayat mengatakan kebiasaan masyarakat membawa pulang uang saat Lebaran sering berujung habis tanpa perencanaan jelas.

Ia mendorong agar dana tersebut dialihkan menjadi tabungan saham yang lebih produktif.

“Kalau uangnya cuma disimpan atau dibawa pulang, setahun bisa habis tanpa terasa. Kenapa tidak ditabung dalam bentuk saham,” katanya.

Irwan menilai masyarakat Indonesia masih minim literasi investasi saham, terlihat dari jumlah investor yang baru sekitar 3–4 persen dari total penduduk. Angka ini jauh tertinggal dibandingkan Amerika Serikat yang mencapai lebih dari 60 persen.

“Di Indonesia yang pernah beli saham itu baru sekitar 3 sampai 4 persen. Sementara di Amerika bisa sampai 62 persen penduduknya berinvestasi di saham,” ujarnya.

Ia menjelaskan konsep yang ia dorong bukan sekadar investasi, melainkan menabung secara bertahap sesuai kemampuan. Karyawan dapat menyisihkan sebagian penghasilan, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah, untuk dibelikan saham perusahaan yang memiliki rekam jejak baik.

“Jangan dianggap investasi yang berat, tapi menabung dalam bentuk saham. Bisa pilih perusahaan yang sudah terbukti seperti BCA, BRI, Mandiri, atau Sido Muncul sendiri,” jelasnya.

Irwan mengakui selama ini edukasi saja tidak cukup untuk mengubah kebiasaan masyarakat. Karena itu, ia memilih memberi contoh langsung dengan mendorong karyawan Sido Muncul menjadi investor saham.

“Kalau cuma diajari, orang sering lupa. Yang paling penting itu praktik. Maka saya mulai dari karyawan sendiri,” tegasnya.

Dari sekitar 4.000 karyawan Sido Muncul, saat ini baru sekitar 30 orang yang memiliki saham. Kondisi ini menjadi alasan kuat bagi manajemen untuk menggencarkan kampanye literasi keuangan di internal perusahaan.

“Dari 4.000 karyawan, yang punya saham baru sekitar 30 orang. Ini yang ingin kita ubah,” tandasnya.

Ia berharap ke depan semakin banyak karyawan yang rutin menabung saham sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang. Dengan cara ini, kesejahteraan karyawan diharapkan meningkat seiring pertumbuhan perusahaan tempat mereka bekerja.***

Agustina Wilujeng Apresiasi Komitmen ASN Jaga Stabilitas Kota Selama Libur Lebaran

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pemerintah Kota atau Pemkot Semarang menggelar Apel Pagi Terpusat yang dilanjutkan Halal Bihalal Idul Fitri 1 Syawal 1447 H di Halaman Balaikota Semarang, Senin (30/3/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), pejabat Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, hingga pimpinan BUMD sebagai momentum memperkuat soliditas pasca Lebaran.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN yang tetap menjalankan tugas selama masa libur Lebaran sehingga Kota Semarang tetap kondusif dan menjadi tujuan singgah para pemudik.

“Secara khusus, saya menyampaikan apresiasi setinggi- tingginya kepada seluruh ASN yang tetap bersiaga bertugas selama masa Lebaran kemarin dan hasilnya, Kota Semarang sangat damai dan menjadi destinasi kunjungan wisata bagi para pemudik dan mereka-mereka yang akan menuju ke kota-kota lainnya yang melewati Kota Semarang,” ujarnya.

Menurutnya, dedikasi ASN yang tetap siaga menjadi kunci terciptanya rasa aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan yang melintas di Kota Semarang.

Ia menegaskan kontribusi tersebut mencerminkan kualitas pelayanan publik yang membanggakan.

“Terima kasih, saudara-saudara sekalian tetap berdiri ikhlas guna memastikan Kota Semarang tetap kondusif, aman dan nyaman bagi setiap pemudik dan wisatawan. Kontribusi saudara adalah wajah asli pelayanan publik Kota Semarang yang membanggakan,” lanjutnya.

Dalam evaluasinya, Agustina menyebut arus mudik dan balik Lebaran tahun ini berjalan relatif lancar dengan minim gangguan berarti. Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan berbagai pihak berjalan efektif dalam mengendalikan situasi.

“Kejadian-kejadian istimewa juga tidak begitu banyak. Artinya bahwa proses pengendalian yang disiapkan oleh jajaran baik dari Polri maupun dari Polda, Kapolrestabes, bekerja sama dengan seluruh komponen dari pemerintah kota, dari kabupaten dan dari provinsi berjalan dengan sangat lancar,” terang Agustina.

Ia menambahkan tingginya mobilitas pemudik yang singgah di Kota Semarang, meski hanya sebentar, memberikan dampak positif terhadap citra dan perekonomian kota.

Agustina menegaska, meskipun ASN secara administratif mendapatkan masa libur, namun pada praktiknya mereka tetap menjalankan fungsi pemantauan, terutama menghadapi potensi bencana dan lonjakan aktivitas masyarakat selama periode Lebaran.

“Memang kita berkomitmen, dan kita membuat seruan, dan Alhamdulillah ini berhasil, bahwa ASN walaupun mereka liburan panjang, tetapi tidak sepenuhnya libur,” ungkap Agustina.

Melalui apel dan halal bihalal ini, Pemerintah Kota Semarang berharap semangat kebersamaan, keikhlasan, dan dedikasi yang telah ditunjukkan selama masa Lebaran dapat terus terjaga dan ditingkatkan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada warga Kota Semarang. (Adv)