spot_img
Beranda blog Halaman 70

Kota Semarang Masuk 22 Daerah Raih Predikat Utama KLA 2025

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kota Semarang berhasil meraih predikat Utama, peringkat tertinggi dalam ajang Penganugerahan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) 2025 yang diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri PPPA, Arifah Fauzi, kepada Wali Kota Semarang, Agustina, di Jakarta, Jumat (8/8).

Predikat ini menandai Kota Semarang sebagai salah satu dari 22 kabupaten/kota di Indonesia yang berhasil mencapai tingkat tertinggi penilaian KLA tahun ini. Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kota Semarang bersama seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar apresiasi, melainkan pengingat akan pentingnya tanggung jawab bersama dalam membangun kota ramah anak.

“Kota kita bukan hanya layak huni, tetapi juga layak dicintai,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri PPPA, Arifah Fauzi, menekankan bahwa program KLA kini telah menjadi bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, sehingga upaya mewujudkan kota layak anak merupakan prioritas nasional.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kerja keras semua pihak.

“Predikat Utama ini adalah bukti nyata kerja keras kita bersama. Namun, ini bukanlah akhir, melainkan dorongan untuk terus berinovasi demi pemenuhan hak dan perlindungan anak,” katanya.

Agustina berharap, Kota Semarang dapat terus menjadi kota yang tidak hanya layak huni, tetapi juga menjadi tempat terbaik bagi anak-anak untuk tumbuh, bermain, dan berkembang menuju masa depan gemilang.

Rayakan Kemerdekaan, KAI Beri Diskon Tiket Kereta Komersial hingga 20%

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2025, PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta menghadirkan program promo “Merdeka” berupa potongan harga 20% untuk tiket kereta api komersial.

Promo ini berlaku khusus untuk keberangkatan pada 17 Agustus 2025, dengan pembelian tiket pada periode 12–17 Agustus 2025 di seluruh channel resmi penjualan KAI.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, mengatakan program ini merupakan bentuk apresiasi kepada pelanggan sekaligus ajakan untuk merayakan kemerdekaan dengan cara positif.

“Kami ingin mengajak masyarakat memanfaatkan momentum HUT RI untuk bepergian dengan kereta api yang nyaman, tepat waktu, dan lebih ramah lingkungan. Diskon ini menjadi kesempatan bagi pelanggan untuk merasakan layanan KAI dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya, kemarin.

Diskon berlaku untuk kereta api komersial di Pulau Jawa dan Sumatra, namun tidak berlaku bagi layanan kelas khusus seperti Luxury, Compartement, Priority, Imperial, Panoramic, maupun kereta wisata lainnya.

Tarif promo ini juga tidak dapat digabungkan dengan diskon atau reduksi lain, serta tidak berlaku pada tarif khusus. Tiket dengan harga promo tetap dapat dibatalkan atau diubah jadwal sesuai ketentuan KAI.

Sebagai informasi, KAI Daop 1 Jakarta pada hari-hari biasa mengoperasikan rata-rata 69 Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ).

Jumlah ini meningkat menjadi 73–75 KAJJ saat akhir pekan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang. Stasiun Gambir menjadi pusat keberangkatan terbesar dengan 34–41 KAJJ per hari, disusul Stasiun Pasar Senen dengan 34 KAJJ per hari.

KAI mengingatkan masyarakat agar segera memesan tiket promo karena jumlah tempat duduk yang tersedia terbatas.

Program ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak masyarakat menggunakan kereta api sebagai moda transportasi andalan yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan, sejalan dengan upaya mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) melalui transportasi publik berkelanjutan.

Aksi Unik Pemilik Batik Benang Raja, Belanja Gratis Cukup dengan Tanda Tangannya

0

SALATIGA (Pertamanews.id) — Sebuah usaha dikatakan sukses bukan dilihat hanya dari omzet atau popularitas, namun juga perlakuan yang baik kepada konsumen maupun karyawan. Prinsip inilah yang menginspirasi Ariawan Santoso atau yang lebih dikenal dengan Mr. Kingthread atau Ko King, pemilik brand Batik Benang Raja dalam membangun dan mengelola bisnisnya.

Salah satu perlakuan baik Ko King yang dikenal masyarakat adalah memberikan kejutan kepada konsumen dengan menggratiskan belanjaannya melalui tanda tangannya. Melalui podcast Cerita Joni yang ditayangkan di YouTube @jne_id https://www.youtube.com/watch?v=4DSj43f-BD0 Ko King menceritakan tentang perjalanan Batik Benang Raja.

Cerita Joni merupakan podcast JNE tentang kisah-kisah inspiratif brand owner di Indonesia. Dalam episode Batik Benang Raja Ko King menceritakan tentang perjalanan usaha yang berbasis di Jl. Taman Pahlawan Nomor 62, Kutowinangun, Kecamatan Tingkir, Salatiga tersebut.

Dipandu Ecca Sekar dalam podcast tersebut, Ko King menceritakan bahwa “bayar dengan tanda tangan” berawal dari niat yang sederhana. Yakni memaknai bahwa kedatangan konsumen ke Batik Benang Raja berarti mereka sudah memberikan kepercayaan. Kepercayaan konsumen ini pun harus dihargai dengan memberikan kebahagiaan kepada mereka.

Dalam “bayar dengan tanda tangan” ini, konsumen yang beruntung akan mendapatkan belanjaan mereka secara gratis karena dibayari oleh Ko King sendiri. Dengan begitu, diharapkan konsumen akan merasa senang dan bahagia. Sementara itu, agar catatan pembukuan penjualan tetap baik, Ko King tidak menyerahkan barang itu begitu saja, melainkan memberikan tanda tangan “sakti” pada nota pembelian barang.

Di sisi lain, memberikan kebahagiaan bagi konsumen juga akan memberikan makna besar terhadap diri Ko King. “Bisa memberikan rasa bahagia kepada konsumen itu benar-benar menyentuh hati saya,” ujarnya dalam Cerita Joni.

Salah satu kisah konsumen yang paling menyentuhnya adalah ketika suatu hari ada ayah dan dua anak perempuan datang ke tokonya untuk berbelanja. Namun ternyata sang ayah tidak memiliki cukup uang untuk membayar belanjaan tersebut. Melihat hal itu, Ko King menghampiri mereka dan memberikan barang yang tidak bisa mereka bayar itu secara gratis.

“Jadi pada waktu itu ada satu orang ayah dengan dua orang putri datang ke toko Batik Benang Raja. Dua orang putri ini pingin beli baju tapi enggak ada uangnya, akhirnya dia cuma beli satu hijab terus dia bayar. Saya panggil, ternyata memang hanya mampu beli satu karena uang mau dipakai untuk lainnya di rumah. Lalu saya ngomong, Pak, udah beli aja saya bayarin. Saya datang ke kasir saya lalu saya tanda tangan. Bapaknya kemudian ngomong semoga Tuhan yang balas kebaikan ini ya,” urai Ko King yang sudah memulai usaha penjualan batik ini sejak 11 tahun lalu.

“Pada waktu datang mereka sekeluarga dengan muka muram. Setelah saya bayarin mereka pulang naik motor itu dengan keadaan bahagia. Itu benar-benar menyentuh hati saya,” imbuh Ko King.

Sementara itu, toko Batik Benang Raja ini sekarang semakin berkembang mulai dari satu outlet kini sudah ada 11 cabang di berbagai kota di Indonesia. Apakah Ko King masih punya cita-cita lainnya?

Ko King mengungkapkan bahwa dengan kesuksesan bisnisnya saat ini, ia masih ingin memberikan manfaat kepada lebih bagi banyak orang. Ini juga menyiratkan bahwa bisnisnya diharapkan akan terus berkembang seiring berjalannya waktu.

“Enggak cuma untuk keuntungan saya pribadi. Saya ingin berguna untuk 1.000 orang karyawan. Artinya saya punya cita-cita memberikan lapangan pekerjaan minimal 1.000 orang karyawan. Enggak cuma memberikan pekerjaan, tapi saya juga ingin memberikan dampak yang positif bagi karyawan. Bahagia itu yang saya kejar karena buat saya sebuah brand ini bisa dikatakan sukses itu nggak dilihat dari omset atau popularitas, tapi ketika sebuah brand ini bisa menyentuh kehidupan banyak orang,” imbuhnya.

Sementara itu, saat ini Ko King terus berusaha memberikan yang terbaik untuk karyawan. Misalnya memberikan gaji yang baik, memberikan cuti sesuai hak mereka, dan memenuhi hak-hak lainnya.

Prinsip tersebut juga sama dengan JNE yang punya keyakinan berbagi, memberi, dan menyantuni orang dalam bisnis adalah sebuah alasan yang baik dalam berbisnis. Tidak heran jika Batik Benang Raja memilih JNE sebagai mitra dalam urusan pengantaran pesanan-pesanannya.

“JNE untuk bisnis saya juga cukup banyak membantu. Pemasaran Batik Benang Raja melalui media sosial bisa menjangkau di seluruh Indonesia dengan JNE,” kata dia.

Di sisi lain, salah satu keunggulan dari produk Batik Benang Raja sendiri adalah kualitasnya. Selain itu, Batik Benang Raja juga melibatkan UMKM-UMKM terbaik untuk menjadi mitranya.

“Kami sudah bekerja sama dengan produk UMKM lokal untuk memproduksi barang-barang yang ada di Batik Benang Raja. Saya punya pemikiran kalau di toko ini cuma dari saya barangnya jadi monoton. Tapi kalau saya campur dengan UMKM lokal kan jadi bermacam-macam dan konsumen lebih senang,” imbuh Ko King.

Dorong Ekonomi Sektor UMKM , Anggota Komisi D DPRD Jateng H. Siswanto Hadiri Peresmian Green House dam Mentoring UMKM Batursari Demak

0

DEMAK (Pertamanews.id) – Upaya penguatan ekonomi kreatif dan sektor pertanian modern di Desa Batursari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, mendapat dorongan baru dengan diresmikannya Green House Sarwo Ijo Farm, Sabtu (9/8). Kegiatan ini dirangkai dengan mentoring bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi desa.

Peresmian yang berlangsung di kawasan Puncang Tama, Batursari, ini dihadiri Anggota DPRD Jawa Tengah H. Siswanto, ST, MT, Kepala Desa Batursari Sutikno, SE, Ketua Penyelenggara Septia Lutfi, serta sejumlah tokoh masyarakat setempat. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah, legislatif, dan masyarakat dalam mendorong potensi lokal.

Anggota Komisi D DPRD Jateng dari Fraksi Partai Golkar, H. Siswanto, ST, MT yang menegaskan, UMKM memiliki peran strategis sebagai ujung tombak ekonomi rakyat.

“UMKM bukan hanya soal usaha kecil, tapi juga tentang bagaimana mengembangkan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Dengan inovasi dan dukungan teknologi, UMKM di desa bisa menembus pasar yang lebih luas,” ujar dia yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Demak.

Ia menambahkan, keberhasilan UMKM sangat bergantung pada kemauan pelaku usaha untuk terus belajar, beradaptasi dengan tren pasar, dan memanfaatkan peluang kolaborasi.

Menurutnya, pemerintah daerah bersama DPRD siap memfasilitasi pelatihan, akses permodalan, dan pembukaan jejaring pemasaran agar produk lokal dapat bersaing di tingkat nasional bahkan internasional.

Selain sektor pertanian melalui Green House Sarwo Ijo Farm yang akan mengoptimalkan produksi hortikultura dengan sistem modern, kegiatan ini juga memperkuat aspek perlindungan usaha melalui materi khusus tentang Hak Kekayaan Intelektual (HaKI).

Dosen, Praktisi Hukum yang juga Konsultan Hak Kekayaan Intelektual, Henri P., ST, SH, MH, MM, C.Med, CLA dalam paparannya menjelaskan pentingnya pelaku usaha memahami hak cipta, merek, dan paten.

“HaKI bukan sekadar formalitas, tapi menjadi tameng hukum dan aset tak berwujud yang bisa meningkatkan nilai usaha,” tegasnya.

Mentoring UMKM ini dipandu moderator Dr. Sudarwanto, SPd, MPd, yang memastikan diskusi berjalan interaktif. Peserta mendapatkan kesempatan bertanya langsung mengenai peluang pengembangan usaha, pemasaran digital, hingga prosedur pendaftaran HaKI.

Sementara itu,Kepala Desa Batursari, Sutikno, SE, berharap peresmian Green House dan program mentoring ini menjadi awal transformasi ekonomi desa.

“Kami ingin Batursari mebagai pusat UMKM yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing tinggi, sehingga dapat menambah nilai ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga ” katanya.

Dengan kombinasi inovasi pertanian modern dan pemberdayaan UMKM, kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan warga, serta memperkuat ketahanan ekonomi di tingkat desa.

Pembangunan Green House Sarwo Ijo Farm diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan produksi tanaman hortikultura, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi petani muda dan pelajar. Dengan penerapan teknologi pertanian yang efisien, hasil panen dapat lebih konsisten dan bernilai jual tinggi, sekaligus membuka peluang ekspor di masa depan.

Dengan kombinasi inovasi pertanian modern dan penguatan UMKM, Batursari diharapkan mampu menjadi role model desa mandiri berbasis ekonomi kreatif dan pertanian berkelanjutan di Jawa Tengah.

Hotel Ciputra Semarang Tancap Gas ke Masa Depan Melalui Think Tank 2025

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Hotel Ciputra Semarang, hotel bintang lima yang berlokasi strategis di jantung Kota Semarang, sukses menggelar Think Tank 2025 dengan tema Empowered Communication by Creating Positive Energy, Engagement, Result.

Acara yang berlangsung penuh antusiasme ini menjadi ajang bertukar ide segar dan out of the box dari para peserta untuk menjawab tantangan dan peluang di dunia perhotelan.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bapak Michael G. Predikaris, General Manager Cluster Hotel Ciputra Jakarta dan Hotel Ciputra Semarang, serta dipimpin oleh Ibu Erny Kusmastuti, General Manager Hotel Ciputra Semarang.

Berbagai topik strategis dibahas, mulai dari tren terbaru industri perhotelan, konsep keberlanjutan (sustainability), peran Artificial Intelligence (AI) dalam membentuk masa depan industri, hingga penerapan konsep IKIGAI untuk memupuk motivasi dan tujuan kerja yang selaras.

Sesi ini juga menjadi momentum untuk meninjau kinerja hotel terkini dan memperkuat komitmen dalam mencapai target anggaran tahun 2025.

Erny Kusmastuti menyampaikan, “Think Tank 2025 ini bukan sekadar diskusi, tetapi sebuah langkah nyata untuk menguatkan sinergi, menumbuhkan energi positif, dan memacu kreativitas tim. Dengan kolaborasi yang solid dan visi yang jelas, saya yakin Hotel Ciputra Semarang akan terus memberikan pelayanan terbaik dan berinovasi demi pengalaman tamu yang tak terlupakan.”

KAI Imbau Perhatikan Jadwal, Argo Muria Segera Layani Batang Demi Kenyamanan Penumpang

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Komitmen KAI Daop 4 Semarang untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat kembali ditunjukkan dengan menambah daftar kereta api yang berhenti untuk naik turun penumpang di Stasiun Batang.

Per 15 Agustus 2025 nanti, KAI Daop 4 Semarang akan menambahkan KA Argo Muria relasi Stasiun Semarang Tawang – Gambir pp untuk melayani masyarakat di Stasiun Batang.

Dengan kehadiran KA Argo Muria yang menggunakan kereta eksekutif New Generation, pelanggan dari dan menuju Batang kini dapat merasakan pengalaman perjalanan kelas eksekutif yang lebih nyaman dan modern.

Kereta eksekutif New Generation memiliki desain kabin yang lebih lega, pencahayaan ambient, kursi ergonomis yang dapat diputar, serta fasilitas colokan listrik di setiap tempat duduk.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo mengatakan bahwa sehubungan dengan hal tersebut KAI Daop 4 juga melakukan penyesuaian jadwal KA Argo Muria keberangkatan Stasiun Semarang Tawang.

“KA Argo Muria yang awalnya berangkat dari Stasiun Semarang Tawang pukul 17.00 WIB, menjadi berangkat lebih awal pukul 16.55 WIB. Kami mengimbau kepada masyarakat yang sudah terbiasa menggunakan KA Argo Muria dari Stasiun Semarang Tawang agar memastikan kembali jadwal keberangkatannya kembali nantinya agar tidak tertinggal kereta,” kata Franoto.

Franoto menambahkan bahwa untuk stasiun-stasiun Daop 4 selanjutnya seperti Pekalongan dan Tegal, jadwal kedatangan dan keberangkatan KA Argo Muria masih sama seperti jadwal semula.

Berikut jadwal terbaru KA Argo Muria relasi Stasiun Semarang Tawang – Gambir per 15 Agustus 2025 nantinya:

  • Semarang Tawang: berangkat 16.55
  • Batang: datang 17.51 berangkat 17.53
  • Pekalongan: datang 18.02 berangkat 18.04
  • Tegal: datang 18.42 berangkat 18.44
  • Cirebon: datang 19.30 berangkat 19.35
  • Bekasi: datang 21.40 berangkat 21.42
  • Jatinegara: datang 21.55 berangkat 21.57
  • Gambir: datang 22.11

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Customer Service KAI di stasiun atau Contact Center KAI melalui telepon di 121, WhatsApp 08111-2111-121, email cs@kai. id, atau media sosial KAI121.

Penambahan pemberhentian KA Argo Muria di Stasiun Batang merupakan bagian dari inisiatif strategis KAI Daop 4 Semarang untuk memperluas jangkauan layanan kereta api kelas unggulan, sejalan dengan meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat di wilayah Batang dan sekitarnya.

“Melalui kebijakan ini, kami ingin memastikan bahwa masyarakat Batang memiliki akses langsung terhadap layanan kereta api unggulan yang nyaman dan cepat tanpa harus menuju stasiun di kota tetangga. Hal ini juga sejalan dengan visi kami dalam mendorong pertumbuhan wilayah melalui peningkatan konektivitas,” tutup Franoto.

Program MBG Disosialisasikan di Kampar Riau, Fokus Cegah Stunting dan Malnutrisi

0

KAMPAR (Pertamanews.id) – Pemerintah melalui Komisi IX DPR RI terus mendorong peningkatan gizi masyarakat melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program MBG merupakan langkah nyata pemerintah dalam memerangi gizi buruk seperti stunting dan malnutrisi.

Sosialisasi dengan mengangkat tema bersama mewujudkan generasi sehat Indonesia ini bertempat di Aula Kantor Kelurahan Pulau, Bangkinang pada Rabu, 6 Agustus 2025. Tujuan sosialisasi program MBG adalah untuk menambah wawasan masyarakat mengenai pentingnya menjalani pola hidup sehat.

Acara sosialisasi program MBG dihadiri oleh anggota Komisi IX DPR RI Sahidin, Tenaga Ahli Bidang Keuangan sekaligus Kepala Badan Gizi Nasional Beny Sudarmaji, Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi BGN Yasmien Nuur Ditrie (Zoom), dan Lurah Pulau Suriati.

Dalam kesempatannya, anggota Komisi IX DPR RI Sahidin menekankan pentingnya program MBG sebagai bagian dari strategi nasional untuk menciptakan generasi emas Indonesia. Ia menyampaikan bahwa tugas Komisi IX DPR RI adalah mengawal pelaksanaan program ini agar benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

“Program MBG membutuhkan pentingnya sinergi antara pusat dan daerah dalam mendukung kebijakan gizi nasional. Masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga berperan aktif dalam pengawasan dan edukasi lingkungan sekitar,” tutur Sahidin.

Kemudian, Tenaga Ahli Keuangan, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Beny Sudarmaji menjelaskan bahwa Program MBG merupakan program prioritas nasional yang bertujuan untuk menciptakan generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas sejak usia dini. Program ini menyasar anak-anak usia PAUD hingga SD.

“Pelaksanaan MBG tidak sekadar memberikan makanan gratis, tetapi memastikan makanan yang diberikan bernutrisi, sehat, dan sesuai standar gizi nasional. BGN juga telah merancang sistem kontrol, pelatihan pelaksana lapangan, dan pemantauan berkelanjutan untuk menjamin kualitas program,” papar Beny Sudarmaji.

Selain itu, Beny juga menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi lokal. Program MBG didesain untuk melibatkan petani, UMKM, dan penyedia pangan lokal sebagai pemasok bahan baku makanan bergizi, sehingga ada dampak ekonomi langsung di masyarakat.

Senada, Yasmien Nuur Ditrie, selaku Direktorat Promosi dan Edukasi Gizi (via Zoom) menyoroti pentingnya edukasi gizi sebagai kunci utama keberhasilan program MBG. Menurutnya, literasi gizi harus ditanamkan sejak dini dan menjadi bagian dari budaya sehari-hari.

“Program MBG melibatkan banyak pihak, mulai dari pelaksana lapangan (SPPG), tenaga kesehatan dan kependidikan, pemerintah, orang tua, hingga petani lokal. Dampaknya tidak hanya pada pemenuhan kebutuhan gizi anak (sekitar 20–30% kebutuhan kalori harian), tetapi juga pada pertumbuhan ekonomi daerah dan kebiasaan makan sehat jangka Panjang,” jelas Yasmien.

Ia juga menyampaikan bahwa peran orang tua sangat penting dalam membentuk pola makan anak. Kebiasaan makan sehat, edukasi melalui contoh, dan keterlibatan anak dalam menyiapkan makanan merupakan bagian dari strategi besar program ini untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan mandiri.

Menanggapi program MBG, Lurah Pulau Suriati menegaskan bahwa pemerintah daerah dan masyarakat setempat mendukung penuh inisiatif Presiden RI melalui program MBG yang bertujuan membentuk generasi sehat, cerdas, dan tangguh.

“Saya berharap dengan adanya sosialisasi program MBG ini membuat pengetahuan bertambah dan dapat disebarluaskan ke lingkungannya masing-masing.

Sosialisasi ini menjadi momen penting dalam memperluas pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi sejak dini, serta menguatkan sinergi lintas sektor dalam mendukung program MBG. Diharapkan, hasil dari kegiatan ini mampu mendorong implementasi program yang tepat sasaran dan berdampak nyata bagi anak-anak Indonesia.***

Indosat Ooredoo Hutchison Perkenalkan Teknologi AI Canggih Hadapi Ancaman Spam dan Scam di Indonesia

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) meluncurkan inovasi terbarunya dalam memperkuat perlindungan digital masyarakat.

Berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi), Indosat meluncurkan fitur Anti-Spam dan Anti-Scam, solusi berbasis kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) yang dirancang untuk melindungi pengguna dari berbagai ancaman penipuan digital yang terus meningkat.

Solusi ini hadir sebagai respons terhadap ancaman yang nyata. Berdasarkan Asia Scam Report 2024 dari Global Anti-Scam Alliance (GASA), sebanyak 65% masyarakat Indonesia menerima upaya penipuan setiap minggunya, mulai dari pesan teks phishing, tawaran kerja palsu, hingga skema penipuan investasi. Kondisi ini menunjukkan urgensi atas perlindungan digital yang lebih kuat dan inklusif.

Fitur Anti-Spam dan Anti-Scam Indosat bekerja secara otomatis dan real-time untuk mendeteksi pengirim pesan atau penelepon mencurigakan, menyaring potensi ancaman, serta memberikan peringatan kepada pelanggan.

Teknologi ini dikembangkan di atas fondasi AIvolusi5G, kombinasi kecanggihan AI dengan jaringan 5G milik Indosat yang responsif, adaptif, dan relevan.

Dengan kemampuan pemrosesan langsung di jaringan (on-network), fitur ini tidak memerlukan perangkat canggih atau koneksi premium, sehingga dapat diakses oleh semua kalangan, di mana pun mereka berada.

Vikram Sinha, President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, menegaskan komitmen Indosat dalam menciptakan ruang digital yang aman dan terpercaya.

“Indosat meyakini bahwa perlindungan digital adalah hak dasar setiap masyarakat Indonesia. Kolaborasi kami dengan Tanla dalam menghadirkan solusi AI powered Anti-Spam dan Anti-Scam menunjukkan bahwa teknologi dapat melindungi kehidupan digital sehari-hari. Dibangun di atas Sovereign AI Factory milik Indosat yang didukung GPU NVIDIA Blackwell tercanggih, solusi ini memperkuat kemampuan Indonesia dalam menghadapi spam dan scam secara real-time, memperkokoh ketahanan digital bangsa dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap dunia digital.”

Peluncuran fitur Anti-Spam dan Anti-Scam ini berkolaborasi dengan Tanla, mitra teknologi AI, dan didukung oleh kolaborator global seperti, Mastercard, GSMA, dan GASA.

Dengan semangat gotong royong, Indosat bersama para mitra berkolaborasi untuk menanggulangi permasalahan spam dan scam di Indonesia.

Peluncuran ini juga menyoroti bagaimana inovasi yang diinisiasi perusahaan memainkan peran penting dalam memerangi penipuan dan memastikan akses digital yang lebih aman, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh kawasan Asia Pasifik.

Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, menyampaikan dukungannya terhadap inisiatif ini.

“Pemerintah menyambut baik langkah kolaboratif yang diinisiasi oleh Indosat sebagai bagian dari upaya kolektif membangun ruang digital yang aman. AI harus membawa teknologi lebih dekat dan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk berkembang. Indonesia tidak ingin hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pembentuk arah pemanfaatan AI yang sesuai dengan kebutuhan nyata masyarakat.”

Inovasi ini merupakan bagian dari transformasi Indosat menuju AI-TechCo, dengan komitmen menghadirkan solusi yang aman, modern, dan inklusif.

Melalui kampanye “AI untuk Kita Semua”, Indosat memastikan bahwa teknologi AI dapat diakses dan dirasakan manfaatnya oleh semua orang, tanpa terkecuali. Peluncuran ini juga sejalan dengan tujuan besar Indosat dalam memberdayakan Indonesia.

Suara ‘Duk-Duk’ di Rel Kereta, Ternyata Karena Celah yang Disengaja

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Bagi penumpang kereta api, suara “duk-duk” yang terdengar saat melintasi rel mungkin sudah tidak asing lagi.

Suara ini muncul setiap kali roda kereta melintas di atas sambungan antar batang rel. Namun, tahukah Anda bahwa celah di antara sambungan rel itu bukanlah cacat konstruksi, melainkan bagian dari desain teknis yang sangat penting?

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta menjelaskan bahwa keberadaan celah pada sambungan rel berfungsi untuk menjaga kestabilan dan keselamatan jalur rel, khususnya dalam menghadapi perubahan suhu.

Menurut Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, celah antar sambungan rel adalah bagian dari rekayasa termal yang sudah diperhitungkan secara matang.

Celah tersebut dibutuhkan untuk mengantisipasi pemuaian dan penyusutan rel akibat fluktuasi suhu, terutama saat terkena panas matahari secara langsung.

“Rel terbuat dari baja, yang secara alami akan memuai saat panas dan menyusut saat dingin. Tanpa celah, pemuaian ini bisa menyebabkan rel melengkung, atau bahkan retak karena tekanan yang terlalu besar,” ujar Ixfan.

Fenomena ini dikenal dalam fisika sebagai thermal expansion atau pemuaian termal. Di siang hari, suhu permukaan rel bisa meningkat drastis, yang akan memicu pemuaian panjang rel.

Jika tidak ada ruang ekspansi yang cukup, risiko seperti track buckling—pelengkungan rel yang membahayakan bisa terjadi dan membahayakan perjalanan kereta api.

“Celah ini menjadi solusi untuk menyerap tekanan dari pemuaian tersebut, sehingga beban tidak terkonsentrasi di satu titik sambungan,” jelasnya.

Untuk menyambungkan rel yang memiliki celah ini, KAI menggunakan perangkat tambahan berupa rail joint bars (plat sambungan) dan fish bolts (baut khusus).

Sistem ini tak hanya menjaga fleksibilitas rel terhadap perubahan suhu, tapi juga mempermudah perawatan serta penggantian rel ketika dibutuhkan.

Meski demikian, di jalur strategis dengan lalu lintas tinggi, KAI mulai banyak menggunakan jenis rel modern yakni Continuous Welded Rail (CWR), yaitu rel panjang tanpa celah sambungan konvensional.

Pada rel jenis ini, manajemen ekspansi termal dilakukan dengan metode yang lebih kompleks, seperti penggunaan rail anchor dan sistem ballast retention untuk menjaga kestabilan struktur rel.

“Kami ingin masyarakat memahami bahwa suara sambungan rel dan celah antar batang rel adalah bagian dari sistem keselamatan yang telah memenuhi standar internasional,” katanya.

Dengan edukasi ini, KAI berharap masyarakat semakin memahami kompleksitas teknis di balik sistem perkeretaapian nasional, dan mengapresiasi upaya yang terus dilakukan untuk menjaga keamanan, kenyamanan, dan keandalan perjalanan kereta api di Indonesia.

Wali Kota Agustina Siap Bertemu Pemkab Demak Bahas Dampak TPA Ilegal di Wilayah Perbatasan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyatakan kesiapan untuk berdialog dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak guna menyelesaikan persoalan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) ilegal yang berada di kawasan perbatasan antara Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang (Semarang) dan Desa Kebonbatur, Kecamatan Mranggen (Demak). Lokasi TPA liar tersebut berada tak jauh dari kawasan Brown Canyon.

Permasalahan TPA ilegal ini mendapat sorotan dari masyarakat karena menimbulkan tumpukan sampah dan aktivitas pembakaran terbuka yang mengganggu lingkungan sekitar. Asap yang ditimbulkan dikhawatirkan berdampak langsung terhadap warga di wilayah Kota Semarang.

Menanggapi hal itu, Agustina menyebut bahwa perlu ada koordinasi lintas wilayah untuk mencari solusi bersama. Ia juga berharap Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dapat berperan sebagai fasilitator pertemuan antara kedua pemerintah daerah.

“Kalau Pemerintah Provinsi mempertemukan kita, ya kita siap bertemu,” kata Agustina, Selasa (5/8).

Agustina menegaskan bahwa Pemerintah Kota Semarang tetap memegang tanggung jawab atas pengelolaan wilayahnya.

Namun ia mengingatkan bahwa persoalan yang berdampak lintas batas, seperti asap pembakaran sampah dari wilayah Kabupaten Demak yang mencemari udara Kota Semarang, perlu ditangani secara bersama dengan dukungan dari pemerintah tingkat provinsi.

“Kalau itu (masalah) berada di wilayah Semarang, ya kami yang tangani. Tapi kalau pembakaran sampah terjadi di Demak dan asapnya masuk ke Semarang, itu harus kami laporkan ke Pemerintah Provinsi,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mengajak masyarakat di kawasan perbatasan untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah secara sembarangan, apalagi di lokasi yang bukan peruntukannya sebagai TPA.

“Masyarakat juga harus ikut peduli, tidak membuang sampah sembarangan. Kalau kita ingin lingkungan bersih, maka harus ada kesadaran bersama,” tambah Agustina.

Permasalahan TPA ilegal di wilayah perbatasan Semarang–Demak ini menjadi perhatian serius, terutama karena menyangkut kualitas lingkungan hidup dan kenyamanan warga.

Pemerintah daerah diharapkan dapat segera duduk bersama untuk membahas langkah-langkah penanganan yang menyeluruh dan berkelanjutan.