spot_img
Beranda blog Halaman 71

Dukung Penuh Program MBG, Kejati Jateng Verifikasi 120 Lokasi Dapur Gizi di Jawa Tengah

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Tengah, Dr. Hendro Dewanto, menegaskan komitmen penuh institusinya dalam mendukung dan mengawal secara ketat kebijakan strategis Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Badan Gizi Nasional (BGN), yang turut dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Deputi BGN Mayjen TNI (Purn) Dadang Hendrayudha dan Bupati/Wali kota se Jawa Tengah, di Kota Semarang, beberapa waktu lalu.

Dalam forum tersebut, Kajati Hendro menyampaikan, Kejati telah melakukan verifikasi lapangan (survei) terhadap 120 usulan lokasi pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diajukan oleh pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

“Hasil survei dari jajaran Kejaksaan di daerah menunjukkan 95 lokasi dinyatakan siap dibangun, sementara 25 lokasi lainnya belum memenuhi syarat. Untuk lokasi yang belum siap, kami dorong agar segera ditindaklanjuti oleh tim Satgas dan dikoordinasikan melalui Kejaksaan Negeri di masing-masing wilayah.” kata dia.

Ia menegaskan bahwa data hasil survei lengkap, termasuk titik koordinat lokasi, telah dikirimkan ke Badan Gizi Nasional sebagai acuan pelaksanaan pembangunan fisik dapur.

Lebih lanjut, Kajati Hendro menyatakan peran Kejaksaan tidak semata-mata sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam memastikan program nasional benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah mendukung penuh kebijakan Pemprov Jawa Tengah dalam percepatan Program Makan Bergizi Gratis. Kami akan terus mengawal setiap tahapan secara ketat mulai dari verifikasi, distribusi anggaran, hingga pelaksanaan di lapangan,” tegasnya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengungkapkan bahwa hingga akhir Juli 2025, realisasi penerima manfaat Program MBG baru mencapai 9,8 persen atau sekitar 953.912 orang, dari total sasaran sekitar 9,6 juta jiwa yang meliputi pelajar, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

“Kendala utama terletak pada minimnya jumlah dapur SPPG yang aktif. Dari kebutuhan 2.753 unit, saat ini baru tersedia 335 unit. Artinya, kita masih kekurangan lebih dari 2.400 dapur,” ujar Luthfi.

Ia meminta seluruh pemerintah daerah untuk segera mengaktifkan dapur-dapur yang sudah terdaftar dan menyelesaikan kendala teknis maupun administratif. Bahkan, ia telah menginstruksikan pembentukan Satgas MBG di setiap kabupaten/kota melalui SK Bupati/Wali Kota.

“Kalau sekarang baru 335 unit, berarti ada sesuatu yang tersumbat. Maka mari kita buka penyumbat itu bersama-sama. Ini wujud keseriusan kita dalam membangun generasi yang sehat dan tangguh,” kata Gubernur Luthfi.

Jateng Peringkat Dua Nasional

Berdasarkan data BGN per 28 Juli 2025, terdapat 2.378 unit dapur SPPG aktif secara nasional, yang melayani lebih dari 7,4 juta warga setiap harinya. Jawa Tengah menempati peringkat kedua secara nasional setelah Jawa Barat dalam hal jumlah dapur aktif.

Tiga kabupaten dengan jumlah dapur aktif terbanyak di Jateng adalah Banyumas 32 unit, Blora 21 unit, Cilacap 16 unit, Sementara itu, Batang, Pekalongan, dan Rembang menjadi daerah prioritas untuk percepatan pembenahan sarana dapur.

Deputi BGN Mayjen (Purn) Dadang Hendrayudha mengapresiasi cepatnya langkah Jawa Tengah dalam merespons pelaksanaan program MBG. Ia menilai keberhasilan Jateng merupakan model nasional kolaborasi vertikal dan horizontal antarinstansi.

“Sinergi antara Kejaksaan, pemerintah daerah, dan pusat sangat baik di Jawa Tengah. Ini bisa menjadi contoh untuk daerah lain dalam mempercepat solusi atas masalah gizi nasional,” ujarnya.

Ditambahkan Kajati Hendro, keberhasilan Program MBG tidak bisa hanya dibebankan pada satu pihak. Menurutnya, seluruh elemen, baik pusat maupun daerah, harus bekerja sama, termasuk pengawalan yang dilakukan oleh institusi Kejaksaan.

“Program ini menyangkut masa depan generasi penerus. Maka dari itu, Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah berkomitmen untuk terus mengawal setiap tahapannya mulai dari perencanaan, verifikasi, penyaluran anggaran, hingga pelaporan dan pelaksanaan. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami terhadap pembangunan sumber daya manusia,” tutupnya.

AXA Mandiri dan RS EMC Jalin Kemitraan Strategis untuk Transformasi Layanan Kesehatan

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) menandatangani kesepakatan dengan EMC Healthcare (RS EMC Group) untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan dalam program Custom Clinical Pathway (CCP).

CCP adalah pendekatan sistematis dalam pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk memberikan perawatan yang terstruktur, efisien, dan sesuai standar medis. AXA Mandiri dan RS EMC Group menyepakati program CCP untuk sebelas jenis penyakit. Momen penandatanganan ini menjadi simbol peresmian program CCP pertama AXA Mandiri bersama rumah sakit.

“Kerja sama ini meliputi penetapan tarif layanan rumah sakit yang transparan, efisien dan tepat guna bagi nasabah, rumah sakit dan perusahaan asuransi. Semoga rekanan rumah sakit lainnya bisa turut bergabung dalam program ini agar jangkauan CCP semakin luas, serta manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” tutur Direktur Kepatuhan AXA Mandiri, Rudy Kamdani.

Layanan khusus ini tersedia secara otomatis di RS EMC Group saat nasabah AXA Mandiri menjalani rawat inap. Nasabah akan mendapatkan biaya perawatan yang efisien dan transparan tanpa mengurangi kualitas pelayanan.
Dengan kehadiran program CCP ini, AXA Mandiri dan RS EMC Group mampu mengurangi beban biaya rawat inap bagi nasabah AXA Mandiri. Berdasarkan catatan AXA Mandiri terdapat sebelas penyakit yang paling banyak diklaim nasabah.

“Kami percaya bahwa kerja sama ini merupakan langkah penting dalam membangun sistem kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan tarif yang disepakati bersama, kami dapat memberikan pelayanan terbaik tanpa membebani masyarakat,” ujar Sales dan Marketing Director RS EMC Group, drg. Nailufar, MARS.

Kesepakatan ini juga mencerminkan semangat kolaborasi antara penyedia layanan kesehatan dan perusahaan asuransi untuk memastikan masyarakat mendapatkan hak atas pelayanan kesehatan yang layak.

Selain penandatanganan kerja sama, pada momen yang sama AXA Mandiri dan RS EMC Group berbagi pengalaman tentang layanan kesehatan agar edukasi dan inklusi asuransi semakin luas. Gelaran acara ini juga bertujuan untuk mempererat hubungan antara rumah sakit rekanan dengan AXA Mandiri.

Di samping program CCP, komitmen AXA Mandiri untuk melayani nasabah juga tercermin dalam pembayaran klaim dan manfaat. AXA Mandiri telah membayarkan total klaim dan manfaat asuransi sebesar Rp8,3 triliun di tahun 2024 serta melindungi lebih dari 3,8 juta tertanggung di seluruh Indonesia. Pencapaian ini mengukuhkan posisi AXA Mandiri sebagai perusahaan nomor satu di pangsa pasar bancassurance di Indonesia.

Juli 2025, KAI Daop 4 Bukukan Angka Keberangkatan Tembus 637 Ribu

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – KAI Daop 4 Semarang mencatat sebanyak 637.060 penumpang telah diberangkatkan sepanjang bulan Juli 2025. Jumlah tersebut meningkat 16,5% dari tahun sebelumnya yaitu 2024 yang mencatat volume total sebanyak 546.818 penumpang.

Jumlah total volume penumpang yang diberangkatkan KAI Daop 4 tersebut terdiri dari 555.997 penumpang Kereta Api Jarak Jauh dan 81.063 penumpang Kereta Api Lokal.

KAI Daop 4 juga mencatat kenaikan jumlah penumpang untuk masing-masing KA jarak jauh dan lokal. Untuk KA jarak jauh meningkat 11,8% dibanding 2024 yang mencatat volume sebanyak 497.254 penumpang. Adapun untuk KA lokal meningkat cukup signifikan yaitu sebanyak 63,5% dimana pada 2024 mencatat volume sebanyak 49.564 penumpang.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, mengungkapkan bahwa capaian volume penumpang selama Juli 2025 menunjukkan peran penting transportasi kereta api dalam mendukung mobilitas masyarakat, khususnya selama periode libur akhir pekan.

“Angka ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan. KAI yang terus kami tingkatkan. Kereta api kini menjadi pilihan utama karena menawarkan moda transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu. KAI Daop 4 akan terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik demi memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan,” ujar Franoto.

Adapun stasiun dengan volume keberangkatan KA Jarak Jauh terbanyak adalah Stasiun Semarang Poncol dengan jumlah 153.542 penumpang, disusul Stasiun Semarang Tawang sebanyak 149.272 penumpang, Stasiun Tegal 80.833 penumpang, Stasiun Pekalongan 64.180 penumpang, Stasiun Pemalang sebanyak 30.996 penumpang, dan Stasiun Cepu sebanyak 25.766 penumpang, dan Stasiun Weleri 20.279 penumpang

Sementara itu, untuk layanan KA Lokal, Stasiun Semarang Tawang mencatat keberangkatan tertinggi dengan 35.713 penumpang, diikuti Stasiun Ngrombo 14.416 penumpang, Stasiun Semarang Poncol 12.304 penumpang, Stasiun Cepu 3.408 penumpang, dan Stasiun Alastua 3.118 penumpang.

Jumlah volume ini menunjukkan bahwa transportasi kereta api masih menjadi pilihan utama bagi masyarakat untuk perjalanan antarkota dan regional. Franoto menyatakan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap layanan KAI terus meningkat karena peningkatan kualitas layanan, fasilitas yang ramah pelanggan, dan kemudahan akses melalui layanan digital seperti aplikasi Access by KAI.

“KAI Daop 4 Semarang memandang bahwa volume pelanggan yang tinggi merupakan bagian dari transformasi ekosistem mobilitas yang lebih berkelanjutan. Dengan tingginya jumlah penumpang KA Jarak Jauh dan Lokal, ada kontribusi langsung terhadap penguatan sektor-sektor pendukung lainnya seperti pariwisata, perdagangan, dan ekonomi lokal di sekitar stasiun,” ungkap Franoto.

Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang, KAI Daop 4 terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat dan daerah, termasuk integrasi layanan antarmoda dan peningkatan pelayanan di stasiun. Selain itu, perusahaan juga aktif mendorong digitalisasi layanan, peningkatan aspek keselamatan dan keamanan, serta mendukung terciptanya sistem transportasi publik yang ramah lingkungan.

Gumaya Tower Hotel Ramaikan Semarang Great Sale 2025 dengan Golf Staycation Eksklusif

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Menyemarakkan program Semarang Great Sale yang di canangkan Pemerintah Kota Semarang setiap tahunnya, Gumaya Tower Hotel turut ambil bagian pada festival belanja terbesar ini dengan menghadirkan paket spesial untuk tamu menginap dan juga berbagai promo menarik untuk semua tamu yang dapat di nikmati di restaurant Noble Court dan Chatter Lounge.

Selama periode Semarang Great Sale 1-31 Agustus 2025, Hotel Gumaya memberikan Diskon sampai dengan 60% untuk Paket Golf Staycation, bagi tamu yang menginap di tipe Deluxe mendapatkan akses untukmenggunakan fasilitas Golf Simulator yang tersedia di area Lantai 3.

Fasilitas golf simulator merupakan satu-satunya dan terbaru di Kota Semarang, diperuntukan untuk penggemar olahraga golf untuk berlatih atau bagi tamu yang baru akan mulai mencoba berlatih bermain golf.

Dengan penambahan fasilitas olahraga ini, diharapkan tamu akan semakin nyaman selama bermalam di Gumaya Tower Hotel yang sudah melakukan renovasi dengan upgrade beberapa fasilitas yang lebih modern dan mewah seperti tersedianya mesin kopi di setiap kamar dan fasilitas entertain melalui Android TV 50 inch untuk menikmati streaming Netflix, Youtube, atau Disney+

Tak hanya promo kamar, Hotel berlokassi di pusat kota Semarang ini juga menghadirkan penawaran menarik di restaurant.

Paket Meet Up yang tersedia di Chatter Lounge dapat di nikmati oleh semua tamu baik yang menginap atau tamu yang hendak bersantai atau bertemu dengan kolega. Hanya dengan Rp. 45.000,-nett tamu bisa menikmati pilihan minuman Fresh Juice atau Kopi yang di padukan dengan cemilan viral Canele atau Croissant Almond.

Selain itu Noble Court Chinese Restaurant selama periode Semargress memberikan promo voucher diskon senilai Rp. 50.000 yang bisa didapatkan saat tamu membeli menu dimsum. Tamu dapat menikmati aneka pilihan menu Dimsum yang tersedia setiap harinya dengan harga mulai Rp. 20.000nett / porsi.

Adrian Reynald sebagai Marcomm Gumaya Hotel menjelaskan “Partisipasi Gumaya Tower Hotel dalam Semarang Great Sale 2025 merupakan wujud dukungan nyata terhadap inisiatif Kota Semarang dalam menggerakkan roda perekonomian dan mempromosikan pariwisata lokal. Melalui promo-promo menarik yang kami hadirkan, Gumaya Tower Hotel ingin memberikan nilai lebih bagi masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Semarang selama periode Semargres.

Untuk informasi lebih lengkap tentang promo-promo yang tersedia di Gumaya Tower Hotel, kunjungi www.gumayahotel.com atau ikuti akun Instagram @gumayatowerhotel.

KAI Daop 4 Semarang Ukir Prestasi, Sabet Dua Penghargaan Bergengsi Sektor Transportasi

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – KAI Daop 4 Semarang meraih dua penghargaan dalam ajang Semarang Marketing Festival 2025 yang diselenggarakan oleh Markplus Institute dan MCorp, Selasa (5/8), di Hotel Santika Semarang.

Penghargaan pertama, Semarang Industry Marketing Champion 2025 – Transportation, dianugerahkan kepada Kepala Daop 4 Semarang, Daniel Johannes Hutabarat. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti kepada Kepala Daop 4 Semarang, Daniel Johannes Hutabarat.

Sementara itu, penghargaan kedua bertajuk Entrepreneurial Marketing Corporate diberikan kepada KAI Daop 4 Semarang atas peran aktifnya dalam mengimplementasikan nilai-nilai Entrepreneurial Marketing, yaitu Creativity, Innovation, Entrepreneurship, dan Leadership dalam lanskap korporasi. Penghargaan ini diserahkan oleh Founder & Chair MCorp Hermawan Kartajaya kepada Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo mewakili KAI Daop 4 Semarang.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo mengatakan bahwa penghargaan ini didedikasikan kepada insan KAI dan pelanggan yang selama ini telah menjadi bagian penting dalam perjalanan transformasi layanan KAI.

“Penghargaan ini kami persembahkan kepada seluruh insan KAI yang terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, serta kepada pelanggan yang senantiasa memberikan kepercayaan, masukan, dan loyalitas. Mereka adalah sumber inspirasi bagi perusahaan untuk terus berinovasi dan menghadirkan layanan kereta api yang adaptif, modern, dan berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungan,” ujar Franoto.

Ia menambahkan, tema “Sustainable Marketing in the AI Era” yang diangkat dalam Indonesia Marketing Festival 2025 menjadi refleksi sekaligus dorongan bagi KAI Daop 4 untuk semakin aktif membentuk lanskap pemasaran yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.

“Bagi kami, keberlanjutan tidak hanya soal lingkungan, tetapi juga tentang bagaimana kami membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan, mengintegrasikan teknologi seperti AI untuk memahami kebutuhan mereka, dan memastikan bahwa setiap langkah pemasaran yang kami lakukan turut memperkuat ekosistem transportasi publik yang ramah, efisien, dan manusiawi,” jelas Franoto.

Sementara itu, dalam sambutannya, Founder & Chair MCorp Hermawan Kartajaya menyampaikan bahwa penghargaan yang diberikan dalam rangkaian Indonesia Marketing Festival (IMF) 2025 bukan sekadar bentuk apresiasi, melainkan juga ajakan bagi seluruh pelaku industri untuk bertransformasi secara berkelanjutan di tengah pesatnya perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).

Ia menekankan bahwa tema “Sustainable Marketing in the AI Era” mendorong perusahaan untuk tidak hanya fokus pada pencapaian bisnis jangka pendek, tetapi juga pada keberlanjutan relasi dengan pelanggan, relevansi sosial, serta kontribusi terhadap ekosistem yang lebih luas.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti dalam sambutannya menyampaikan bahwa Semarang Marketing Festival adalah wujud nyata dari kolaborasi lintas sektor yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade. Ia mengapresiasi peran berbagai pihak, termasuk pelaku industri, akademisi, dan BUMN seperti KAI, yang telah menjadi bagian penting dalam membentuk kemajuan Kota Semarang.

“Kami tidak bekerja sendiri. Kami didukung oleh simpul-simpul strategis seperti bandara, pelabuhan, dan tentu saja stasiun kereta api. KAI adalah bagian penting dari ekosistem kota ini dan tadi penghargaan yang diterima memang the best untuk KAI,” kata Agustina.

Ia mengajak semua pihak untuk tidak ragu bekerja sama secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari ekosistem pembangunan Kota Semarang.

Nama Charoen Pokphand Dicatut Untuk Investasi Ternak Babi

0
Direktur Hukum & Kepatuhan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, Yustinus B Solakira (kiri) serahkan surat pernyataan kepada Sekum MUi Jateng.

SEMARANG (Pertamanews.id) – PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk menegaskan tidak memiliki unit usaha peternakan babi, apalagi rencana untuk mendirikan peternakan babi di Kabupaten Jepara. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Direktur Bidang Hukum dan Kepatuhan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, Yustinus B Solakira, saat bersilaturahmi ke Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah, di Kompleks Masjid Baiturrahman Semarang, Rabu (6/8).

Menurut Yustinus, pihaknya terkejut saat mendapati nama perusahaan disebut dalam Fatwa MUI Nomor Kep.FW.01/DP-P.XIII/SK/VIII/2025 sebagai pihak yang akan mendirikan peternakan babi di wilayah Jepara.

“Banyak yang mengkonfirmasi kepada kami, termasuk para wartawan. Karena kami tidak pernah merasa akan mendirikan perternakan babi dan berkirim surat ke MUI, maka kami mulai melakukan penelusuran dan perlu lakukan klarifikasi,” ungkap Yustinus.

Ia menjelaskan, setelah menelusuri surat yang dikirim ke MUI Kabupaten Jepara dan ditandatangani oleh seseorang bernama Arip Abidin yang mengaku sebagai Direktur Investasi, pihaknya menemukan kejanggalan.

“Surat tersebut dibuat bukan atas nama perusahaan kami. Dasarnya, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk tidak ada program atau perencanaan membangun peternakan babi. Kop surat yang digunakan untuk berkirim surat ke MUI Kabupaten Jepara beda dengan kop surat PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. Selain itu, di perusahaan kami tidak ada karyawan bernama Arip Abidin, apalagi menjabat sebagai Direktur Investasi,” jelasnya.

“Jadi kesimpulannya, surat tersebut memalsukan nama perusahaan kami. Informasi ini penting diketahui MUI Jawa Tengah sekaligus masyarakat,” tegas Yustinus.

Dalam kunjungannya, tim dari PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk diterima oleh Sekretaris Umum MUI Jateng Drs KH Muhyiddin MAg, Sekretaris Dr H Agus Fathudin Yusuf MA, dan Sekretaris Komisi Fatwa MUI Jateng KH Dr Ahmad Izzudin MAg.

“Kami sangat berterima kasih kepada MUI Jawa Tengah yang telah memberi ruang pada kami untuk menyampaikan klarifikasi dan informasi penting ini. Dalam pertemuan, kami sampaikan profil perusahaan PT Charoen Pokphand Indonesia sebagai perusahaan yang bergerak di bidang peternakan unggas ayam, mulai dari pakan, anak ayam, kemitraan ayam broiler dan rumah potong, serta ayam olahan,” lanjut Yustinus.

Yustinus juga menegaskan bahwa pihaknya sepakat dengan penolakan terhadap pendirian peternakan babi, karena bertentangan dengan syariat umat Islam dan juga kondisi sosial masyarakat.

“Kami sudah berupaya mencari dan menghubungi Arip Abidin, kami undang ke Jakarta untuk kami minta penjelasannya, namun tidak datang dan hingga kami ke Semarang dia juga tidak bisa dihubungi,” jelasnya.

Yustinus mengimbau agar masyarakat lebih waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan perusahaannya. Ia menyebut sudah beberapa kali nama PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk dimanfaatkan pihak-pihak tidak bertanggung jawab, baik melalui penawaran online maupun investasi fiktif.

Sementara itu, Sekretaris Umum MUI Jateng Drs KH Muhyiddin MAg mengapresiasi klarifikasi yang disampaikan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. Ia berharap perusahaan tersebut dapat segera melengkapi bukti-bukti kuat untuk mengungkap kebohongan oknum yang mengaku sebagai Direktur Investasi perusahaan tersebut.

Ibis Styles Semarang Simpang Lima Tunjukkan Kepedulian Sosial di Ulang Tahun Ketiganya

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Tahun 2025 menjadi tahun sukacita bagi Ibis Styles Semarang Simpang Lima, yang kini memasuki usia ke-3.

Tiga tahun perjalanan ini bukan sekadar angka, melainkan wujud dedikasi dalam memberikan pengalaman menginap yang menyenangkan, nyaman, dan berkesan bagi setiap tamu.

Hotel yang terletak di seberang lapangan Pancasila di area Simpang Lima ini menghadirkan tema 3volution sebagai bentuk komitmen untuk selalu bertumbuh dan berinovasi dalam segi produk dan layanan.

Mengusung semangat “Inspiring Styles, Caring Hearts”, adapun rangkaian acara yang diselenggarakan antara lain CSR bersama anak yatim, Donor Darah, serta Rafting bersama Staff.

Acara pertama diselenggarakan sebagai bentuk komitmen pada nilai kemanusiaan dan rasa syukur, Ibis Styles Semarang Simpang Lima mengundang anak-anak yatim untuk berbagi kebahagiaan.

Melalui santunan dan momen kebersamaan, hotel ingin menyampaikan pesan bahwa kepedulian adalah warna sejati dari sebuah keberhasilan.

Acara kedua adalah Donor Darah yang akan dilaksanakan pada 25 Agustus 2025. Hotel menggandeng pihak PMI Kota Semarang serta Kodim Kota Semarang.

Melalui aksi bertajuk Setetes Darah, Sejuta Kebaikan ini, hotel mengajak seluruh karyawan, tamu, dan masyarakat umum untuk ikut serta dalam langkah kecil berdampak besar: menyelamatkan nyawa.

Terakhir yang tak kalah menarik adalah kegiatan rafting bersama staff. Merayakan kebersamaan, manajemen mengajak seluruh tim untuk menikmati serunya rafting di Sungai Elo Magelang.

Selain membangun kekompakan, kegiatan ini menjadi simbol keberanian dan sinergi dalam menghadapi tantangan, sekaligus cerminan semangat kami dalam memberikan layanan terbaik kepada tamu.

Primaningrum, selaku General Manager Ibis Styles Semarang Simpang Lima menjelaskan, “Tiga tahun bukanlah perjalanan yang singkat, dan kami bersyukur dapat terus hadir memberikan pengalaman menginap yang nyaman dan berwarna bagi para tamu. Terimakasih banyak atas kepercayaan dari semua tamu, kerja keras semua karyawan, serta stakeholder terkait yang telah banyak membantu dalam pengelolaan hotel selama ini.”

“Ke depan, kami berharap Ibis Styles Semarang Simpang Lima dapat terus tumbuh, berinovasi, dan menjadi pilihan utama bagi para wisatawan maupun pelaku bisnis di Semarang. Tunggu kejutan luar biasa dari kami di tahun ini, sebuah langkah besar yang akan membawa pengalaman menginap lebih berkesan dengan rangkaian fasilitas baru yang akan disediakan. Hotel kami siap melangkah ke babak baru dengan inovasi untuk memukau para tamu”, tutup Prima.

Sosialisasi MBG di Desa Rejowinangun Kalsel, DPR & BGN Tekankan Gizi Sebagai Fondasi SDM Unggul

0

TANAH BAMBU (Pertamanews.id) – Dalam upaya memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia masyarakat, anggota Komisi IX DPR RI Mariana, bersama Badan Gizi Nasional (BGN) melaksanakan kegiatan strategis di Kota Tanah Bumbu Desa Rejowinangun guna mengatasi permasalahangizi yang masih menjadi tantangan serius di masyarakat.

Kegiatan sosialisasi bersama mewujudkan generasi sehat Indonesia ini bertempat di Gedung Serba Guna, Desa Rejowinangun Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan Rabu, 6 Agustus 2025. Tujuan sosialisasi program MBG adalah untuk menambah wawasan masyarakat mengenai pentingnya menjalani pola hidup sehat.

Acara sosialisasi program MBG dihadiri oleh anggota Komisi IX DPR RI Mariana, Tenaga Ahli SDM dan Madya Badan Gizi Nasional Mochamad Halim, dan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Adventina.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program penyediaan makanan bergizi gratis yang dirancang secara terstruktur dan berkelanjutan, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam mempercepat penanganan stunting dan memperbaiki status gizi nasional.

Dalam sambutannya, Mariana menekankan bahwa intervensi gizi sejak dini merupakan kunci dalam menciptakan generasi unggul Indonesia.

“Gizi yang cukup dan seimbang bukan hanya tentang pertumbuhan fisik, tetapi juga menyangkut kecerdasan, produktivitas, dan daya saing bangsa. Kami ingin memastikan bahwa setiap anak Indonesia tumbuh dalam lingkungan yang mendukung potensi maksimal mereka,” ujar Mariana.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya peran lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat dalam menyukseskan program ini. “Keberhasilan program ini tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan keterlibatan penuh dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan keluarga sebagai unit terkecil yang menentukan kualitas gizi harian anak,” tambahnya.

Kemudian, Tenaga Ahli SDM dan Madya Badan Gizi Nasional Mochamad Halim menegaskan bahwa pemenuhan gizi masyarakat merupakan investasi jangka panjang bagi kualitas bangsa. Menurutnya, intervensi gizi yang tepat dan berkelanjutan akan menentukan arah masa depan Indonesia, baik dari aspek kesehatan publik maupun daya saing ekonomi.

“Gizi yang baik adalah pondasi pembangunan nasional. Anak-anak yang mendapatkan asupan bergizi sejak dini akan tumbuh menjadi generasi yang sehat secara fisik, cerdas secara mental, dan kuat secara emosional. Ini bukan sekadar program sosial, tetapi strategi pembangunan SDM yang akan menentukan posisi Indonesia dalam peta global ke depan,” ujar Halim.

Ia juga menekankan pentingnya literasi gizi di tingkat akar rumput. Dalam program ini, tidak hanya makanan bergizi yang disediakan, tetapi juga edukasi yang menyeluruh kepada keluarga, pengelola sekolah, dan tokoh masyarakat mengenai pentingnya pola makan yang seimbang dan beragam.

“Kami ingin membangun ekosistem masyarakat yang sadar gizi, dari rumah tangga hingga institusi pendidikan. Pola konsumsi masyarakat perlu diarahkan agar tidak hanya kenyang, tetapi juga bernilai gizi tinggi,” jelas Halim.

Lebih jauh, ia menyoroti aspek keamanan dalam pelaksanaan program, khususnya terkait sistem pendaftaran dan kemitraan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi).

“Kami tidak ingin upaya mulia ini tercoreng oleh praktik-praktik menyimpang. Oleh karena itu, kami tegaskan bahwa semua bentuk kerja sama dan pendaftaran dapur SPPG hanya dilakukan melalui website resmi Badan Gizi Nasional. Tidak ada jalur alternatif, tidak ada pungutan dalam bentuk apa pun. Masyarakat harus waspada terhadap oknum yang mencoba memanfaatkan program ini untuk kepentingan pribadi,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Tanah Bumbu Adventina menyampaikan analisis mendalam mengenai tantangan gizi nasional yang kompleks. Ia menyoroti fenomena kekurangan gizi, kelebihan gizi, dan kekurangan mikronutrien yang kini dihadapi oleh berbagai kelompok usia di Indonesia.

“Masalah gizi saat ini tidak lagi berdiri sendiri, melainkan saling tumpang tindih dan mengakar lintas generasi. Oleh karena itu, pendekatan harus bersifat holistik, integratif, dan berbasis data, dengan memperkuat edukasi, peningkatan akses pangan bergizi, dan pengawasan distribusi makanan sehat,” jelas Adventina.

Lebih lanjut, beliau mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut serta dalam pengawasan mutu dan keamanan pangan, terutama di lingkungan sekolah dan komunitas.

“Kesadaran kolektif menjadi kunci keberhasilan jangka panjang. Kesehatan anak bukan hanya urusan pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama,” imbuhnya.

Program ini menjadi bukti bahwa sinergi antara lembaga legislatif, pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dapat menciptakan perubahan nyata. Lebih dari sekadar pemberian makanan, inisiatif ini berorientasi pada pembentukan budaya hidup sehat yang akan membawa Indonesia menuju generasi emas 2045 sehat, cerdas, dan berdaya saing global.***

Program Makan Bergizi Gratis Disosialisasikan di Desa Rejowinangun Kalsel

0

TANAH BAMBU (Pertamanews.id) – Dalam rangka memperkuat pondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia, anggota Komisi IX DPR RI Mariana bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional (BGN) menyelenggarakan kegiatan strategis di Desa Rejowinangun, Tanah Bumbu.

Kegiatan sosialisasi ini dirancang untuk menjawab persoalan gizi yang masih menjadi tantangan serius, terutama bagi anak-anak dan ibu hamil.

Sosialisasi dengan mengangkat tema bersama mewujudkan generasi sehat Indonesia ini bertempat di Gedung PKK Kapet, Simpang Empat, Batulicin Tanah Bumbu, pada Rabu, 06 Agustus 2025.

Tujuan sosialisasi program MBG adalah untuk menambah wawasan masyarakat mengenai pentingnya menjalani pola hidup sehat.

Acara sosialisasi program MBG dihadiri oleh anggota Komisi IX DPR RI Mariana, Tenaga Ahli SDM dan Madya Badan Gizi Nasional Mochamad Halim, dan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Adventina.

Program MBG merupakan bagian dari skema penyediaan makanan bergizi secara gratis yang dilaksanakan secara terstruktur dan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam upaya percepatan penanganan stunting serta peningkatan status gizi nasional secara menyeluruh.

Anggota Komisi IX DPR RI Mariana menegaskan bahwa intervensi gizi sejak usia dini adalah fondasi utama dalam membentuk generasi emas Indonesia di masa depan.

“Gizi yang cukup dan seimbang bukan hanya soal tumbuh kembang fisik, melainkan berhubungan erat dengan kapasitas intelektual, produktivitas, dan daya saing bangsa. Setiap anak Indonesia berhak tumbuh dalam lingkungan yang mendukung potensi maksimalnya,” tegas Mariana.

Ia juga mendorong sinergi antarsektor, termasuk peran aktif keluarga dan masyarakat.

“Keberhasilan program ini bergantung pada gotong royong berbagai pihak—dari pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga para tokoh masyarakat. Keluarga adalah lini pertama pertahanan gizi anak,” tambahnya.

Kemudian, Tenaga Ahli SDM dan Madya Badan Gizi Nasional Mochamad Halim dalam paparannya menekankan bahwa pemenuhan gizi bukan sekadar urusan kesejahteraan sosial, tetapi investasi jangka panjang bagi kualitas bangsa. 

“Gizi yang optimal adalah prasyarat mutlak bagi bangsa yang ingin maju. Kita ingin mencetak generasi yang kuat secara fisik, tajam dalam berpikir, dan tangguh menghadapi tantangan global,” ujarnya.

Lebih lanjut, Halim mengangkat pentingnya membangun ekosistem masyarakat sadar gizi melalui edukasi yang komprehensif. Ia menyebutkan bahwa strategi pembangunan sumber daya manusia harus dimulai dari perut yang sehat dan otak yang terasah sejak dini.

“Kami tidak hanya memberikan makanan bergizi, tetapi juga membekali masyarakat dengan pengetahuan tentang pola makan sehat, pentingnya keberagaman pangan, dan praktik konsumsi yang bertanggung jawab. Semua lini, mulai dari rumah tangga hingga sekolah, harus menjadi bagian dari gerakan sadar gizi,” jelasnya.

Secara khusus, Halim juga menyoroti aspek tata kelola program melalui sistem pendaftaran Dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi). Ia menekankan pentingnya keterbukaan informasi dan integritas proses.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap dapur yang tergabung adalah mitra terpercaya yang memenuhi standar keamanan pangan dan etika pelayanan. Untuk itu, kami mengingatkan seluruh calon mitra dan masyarakat bahwa proses pendaftaran Dapur SPPG hanya dapat dilakukan melalui situs resmi Badan Gizi Nasional,” tegas Halim.

Ia mengingatkan bahwa tidak ada jalur khusus atau pungutan biaya apapun dalam proses tersebut.

“Kami menolak segala bentuk praktik tidak resmi. Jika ada yang mengaku sebagai perantara atau meminta imbalan dalam pendaftaran Dapur SPPG, masyarakat diminta segera melaporkan. Transparansi adalah prinsip utama kami,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Tanah Bumbu, memberikan analisis menyeluruh terkait kompleksitas tantangan gizi yang dihadapi masyarakat Indonesia saat ini, mulai dari kekurangan gizi, kelebihan gizi, hingga defisiensi mikronutrien.

“Ketiganya saling bertumpuk dan memerlukan pendekatan terpadu, berbasis data, serta kolaborasi lintas sektor. Edukasi dan akses pangan yang berkualitas harus berjalan beriringan dengan pengawasan distribusi makanan sehat,” paparnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam menjaga mutu pangan, terutama di lingkungan pendidikan.

“Kesehatan anak adalah cerminan kesadaran kolektif. Kualitas gizi bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama,” tutupnya.

Program ini membuktikan bahwa kolaborasi antara lembaga legislatif, pemerintah pusat dan daerah, serta masyarakat, dapat menjadi kekuatan besar dalam mendorong perubahan. Bukan sekadar aksi sosial sesaat, melainkan langkah nyata menuju pembentukan budaya hidup sehat demi terwujudnya Generasi Emas 2045: sehat, cerdas, dan siap bersaing di panggung dunia.

Sosialisasi Program MBG Hadir di Desa Tanjung Kemala OKU, Disambut Antusias Warga

0

OKU SUMSEL (Pertamanews.id) – DPR RI bersama Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar sosialisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam mewujudkan generasi sehat Indonesia. Program MBG merupakan langkah nyata Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memberikan penguatan gizi.

Sosialisasi dengan mengangkat tema bersama mewujudkan generasi sehat Indonesia ini bertempat di Desa Tanjung Kemala, Batu Raja Timur, OKU pada Selasa 5 Agustus 2025. Kegiatan sosialisasi program MBG yang diinisiasi DPR RI dan BGN mendapat antusiasme dari warga setempat.

Acara sosialisasi program MBG dihadiri oleh anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani, Staf Analisis Madya Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN Alwin Supriyadi, Anggota DPRD Kabupaten Oku Induk komisi 3 Sapriyanto, 

Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani menyambut baik langkah pemerintah dalam menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat, terutama untuk mendukung kelompok anak-anak, lansia, dan ibu hamil. Program ini merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap pentingnya kesejahteraan gizi masyarakat yang terkadang terbatas aksesnya.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, masalah gizi masih menjadi tantangan serius di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di wilayah kita tercinta OKU Induk. Angka stunting dan kasus kekurangan gizi pada anak-anak masih cukup memprihatinkan dan perlu kita tangani secara bersama-sama,” terang Irma Suryani.

Sebagai bentuk komitmen untuk membangun generasi masa depan yang lebih sehat dan cerdas, pemerintah bersama DPR RI mendorong pelaksanaan program makan bergizi gratis di sekolah. Ini merupakan salah satu langkah nyata untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak kita, khususnya mereka yang berada di usia sekolah dasar.

“Kami menyadari bahwa keberhasilan program ini tidak mungkin tercapai tanpa keterlibatan semua pihak, terutama masyarakat lokal. Oleh karena itu, kami sangat mengapresiasi dukungan dan kerjasama dari para tokoh masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ulu Induk yang selama ini telah menjadi ujung tombak dalam memberikan edukasi dan contoh kepada warga,” tambah Irma.

Badan Gizi Nasional akan memberikan pendampingan, ilmu, dan arahan dalam menyusun program ini agar sesuai dengan standar gizi nasional. Pemerintah daerah juga turut berperan aktif dalam pelaksanaan program MBG dengan melakukan monitoring dan pengawasan di seluruh Kecamatan. 

Harapannya tentunya dengan program MBG ini bertujuan untuk memastikan kualitas makanan yang disajikan sesuai dengan standar kesehatan dan kebutuhan gizi siswa. 

Dengan adanya program MBG, diharapkan dapat meningkatkan kesehatan dan gizi anak- anak di Kabupaten OKU, serta mendukung proses belajar mengajar yang lebih optimal.

Berdasarkan riset, Indonesia diproyeksikan akan memiliki populasi muda yang besar pada tahun 2045 dan program ini dapat menjadi pilar penting dalam mendukung generasi muda yang sehat, produktif, dan siap bersaing di masa depan.***