spot_img
Beranda blog Halaman 247

Keren ! SCU Gelar Expo KKU/KKS, Mahasiswa Promosikan Kuliner dan Fashion Lokal

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Mahasiswa Soegijapranata Catholic University (SCU) aktif memasarkan produk-produk dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di dalam Expo KKU/KKS Semester Genap 2023/2024.

Melalui program Kuliah Kerja Usaha (KKU) dan Kuliah Kerja Sinergis (KKS), 655 mahasiswa terlibat dalam mendampingi kegiatan RT/RW dan PKK di sekitar kampus mereka.

Selain mempromosikan kuliner dan fashion lokal, mahasiswa juga menampilkan hasil program kerja seperti penyuluhan pengasuhan anak dan pembuatan taman untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekitar.

Mitra UMKM yang berpartisipasi juga ikut serta dalam talkshow dan workshop dengan tema “Menggunakan Kecerdasan Menghadapi Kesulitan untuk Pertumbuhan Bisnis,” yang memberikan wawasan berharga bagi para pelaku usaha lokal.

Talkshow & Workshop KKU/KKS

Para pelaku UMKM mitra dampingan mahasiswa juga berkesempatan mengikuti Talkshow “Menggunakan Kecerdasan Menghadapi Kesulitan untuk Pertumbuhan Bisnis.”

Melalui kegiatan ini, Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (P3M) SCU, Rudy Elyadi, MM menuturkan pihaknya ingin mendorong para pelaku UMKM menciptakan usaha yang berkelanjutan.

“Kecerdasan untuk mengatasi permasalahan bisnis itu menjadi penting untuk keberlanjutan usaha agar tetap terjaga,” ujarnya.

Selain itu, Rudy juga mengajak mitra dampingannya ikut mengasah keterampilannya dalam desain grafis. Kegiatan tersebut dirangkum dalam Workshop “Pelatihan Penggunaan Canva sebagai Media Komunikasi Mitra dan Pelanggan.”

Menurut Rudy, pelatihan tersebut menjadi wadah pihaknya untuk berbagi kiat pentingnya komunikasi dalam memasarkan suatu produk.

“Mitra nanti diajarkan untuk bagaimana membuat foto produknya menjadi menarik dengan memanfaatkan teknologi. Menunjang marketing-nya juga,” tegas Rudy.

Bersamaan dengan Expo KKU/KSS, rangkaian kegiatan tersebut diselenggarakan di Kampus 1 SCU Bendan pada 4 Juli 2024. Adapun rangkaian kegiatan tersebut sekaligus merupakan puncak capaian akhir dalam program KKU/KKS.

Program KKU/KKS

Sebelumnya, mahasiswa KKU telah melakukan pendampingan kepada para pelaku UMKM. Bersamaan dengan itu, mahasiswa KKS juga menggagas ide untuk mendukung berbagai program kerja RT/RW dan PKK.

Seluruh mitra dampingan mahasiswa tersebar di 25 kelurahan dan 9 kelurahan di Kota Semarang. Program ini sendiri telah berjalan lebih dari 2 bulan sejak 16 Mei 2024.

Dalam kesempatan ini, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) SCU juga menggandeng beberapa wilayah mitra dampingan. Hal tersebut tertuang dalam perjanjian kerja sama yang ditandatangi Rudy bersama 3 kelurahan di Kota Semarang. Kelurahan tersebut adalah Tegalsari, Mangunharjo, dan Pongangan.

“Memang banyak permintaan dikarenakan di dekat wilayah mereka ada program KKU/KKS dari kami yang menarik mereka. Harapannya tahun depan sudah bisa menyebarkan mahasiswa di sana,” tambah Rudy.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Jateng Ungkap Diskominfo Miliki Peran Penting sebagai Representasi Pemprov Jateng

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Jateng, Sujarwanto Dwi Atmoko, menegaskan bahwa Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) memiliki peran krusial sebagai representasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Dia mengimbau agar seluruh pegawai di dinas tersebut mengikuti perkembangan teknologi dengan cermat dan menyediakan informasi yang dapat dipercaya.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sujarwanto dalam apel pagi di Halaman Kantor Diskominfo Jateng pada Rabu (3/7/2024). Menurutnya, saat ini banyak data yang beredar di masyarakat, dan oleh karena itu, peran Diskominfo tidak hanya sebatas sebagai penyedia informasi tetapi juga sebagai regulator untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat dapat dipercaya dan diverifikasi.

“Sumber data yang bagus saja tidak cukup, karena data bisa dibaca dan ditafsir dengan versi masing-masing. Tapi dengan kemampuan Diskominfo mengolah data, menjadi basis data, kita harap mampu menjadi buku putih terhadap semua informasi,” ujar Sujarwanto yang juga Plt Asisten Administrasi Setda Jateng.

Dia menekankan bahwa hal ini penting mengingat di era disrupsi informasi saat ini, masyarakat banyak mengonsumsi informasi dari berbagai platform digital. Oleh karena itu, Diskominfo sebagai wajah Pemprov Jateng perlu aktif menyebarkan informasi melalui media sosial dan memanfaatkan semua portal digital yang mereka kelola serta masing-masing dinas.

“Jadi, yang disajikan dalam portal itu, harus bersumber dari data yang bagus,” lanjutnya.

Kepala Diskominfo Jateng, Riena Retnaningrum, mengatakan bahwa ekosistem digital di Jawa Tengah sudah terbentuk dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan penghargaan Digital Government Award dari Presiden RI Joko Widodo, yang menunjukkan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) tertinggi, yaitu mencapai 4,26.

“Kita memperoleh indeks tertinggi 4,26, dan (Pj Gubernur Nana Sudjana) satu-satunya gubernur yang maju menerima penghargaan itu,” tuturnya.

Riena juga menekankan pentingnya agar setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) secara tertib menyampaikan data kinerja mereka sesuai dengan tenggat waktu yang ditentukan, yaitu paling lambat tanggal 10 setiap bulannya.

“Sehingga kita bisa mengolah data menjadi berita. Kita jualan Jateng dari segala sisi,” pungkas Riena.

Hebat! Baru Jabat Kajari Bengkalis Selama 19 Hari, Sri Odit Megonondo Tangkap 3 Tersangka Korupsi Pupuk Subsidi TA 2020/2021

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyaluran dan penjualan pupuk subsidi di Kabupaten Bengkalis pada Tahun Anggaran 2020/2021. Ketiga tersangka tersebut langsung ditahan setelah hasil gelar perkara oleh Tim Penyidik pada Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Bengkalis pada Rabu (3/7).

Kepala Kejari Bengkalis, Sri Odit Megonondo menyatakan, mereka sebelumnya telah diperiksa sebagai saksi selama kurang lebih 3 jam.

“Diperiksa sebagai saksi selama kurang lebih 3 jam,” ujarnya, Rabu sore.

Setelah dilakukan gelar perkara, status ketiga orang tersebut dinaikkan menjadi tersangka. Ketiganya adalah DS (48) yang merupakan pengecer pupuk subsidi, FY (41) yang bertugas sebagai penyuluh pertanian dan anggota Tim Verifikasi dan Validasi Kecamatan (PNS), serta N (60) yang merupakan anggota Tim Verifikasi dan Validasi (Pensiunan PNS).

“Tiga tersangka itu masing-masing berinisial DS (48) selaku pengecer pupuk subsidi, FY (41) selaku penyuluh pertanian dan Tim Verifikasi dan Validasi Kecamatan (PNS), serta N (60) selaku Tim Verifikasi dan Validasi (Pensiunan PNS),” ujar Odit.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, ketiganya langsung diperiksa dan kemudian ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bengkalis untuk 20 hari ke depan.

“Tiga tersangka langsung dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bengkalis untuk dilakukan penahanan selama 20 hari ke depan,” tegas mantan Koordinator pada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah itu.

Modus operandi yang dilakukan para tersangka dalam kasus ini adalah dengan mengajukan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang tidak sesuai dengan fakta, sehingga pupuk subsidi diberikan kepada petani yang sebenarnya tidak memenuhi syarat, menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp497.103.422.

“Hal ini mengakibatkan pupuk subsidi diterima oleh petani yang tidak memenuhi syarat,” kata Herdianto didampingi Kasi Pidsus, Hengki Fransiscus Munthe.

Para tersangka dijerat dengan Pasal-pasal berdasarkan Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2002. Kasus ini merupakan tindakan pertama yang ditangani oleh Sri Odit Megonondo setelah menjabat sebagai Kajari Bengkalis selama 19 hari sejak pelantikannya pada 14 Juni 2024.

“Ketiga tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak PIdana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 21 Tahun 2002 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak PIdana Korupsi, Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” pungkas Herdianto.

Peningkatan Kualitas, STIE Semarang Dapat Akreditasi B dari LAMEMBA

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Semarang semakin dikenal di kalangan akademik setelah berhasil memperoleh Akreditasi B (Baik Sekali) dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA), baru-baru ini.

Pencapaian ini menandai peningkatan kualitas pendidikan dan pengelolaan institusi yang signifikan.

Keberhasilan ini merupakan hasil dari upaya keras seluruh civitas akademika STIE Semarang, termasuk dosen, staf, dan mahasiswa, dalam meningkatkan kualitas akademik dan manajerial.

Direktur Pascasarjana STIE Semarang, Dr. St. Sunarto, MS., mengungkapkan rasa gembiranya atas keberhasilan Prodi Magister Manajemen meraih akreditasi Unggul. Menurutnya, akreditasi ini tidak hanya meningkatkan reputasi STIE Semarang, tetapi juga memberikan kepercayaan lebih kepada masyarakat dan calon mahasiswa terhadap mutu pendidikan yang diberikan.

“Kami sangat bangga dan bersyukur atas pencapaian ini. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi dunia bisnis dan manajemen di Indonesia,” ujar Sunarto, di Semarang, Rabu (3/7).

Sertifikat Akreditasi (B) Baik Sekali dari LAMEMBA yang diterbitkan 28 Juni 2024

Prestasi ini juga membuka peluang baru bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk menempuh pendidikan di kampus yang terletak di Kota Semarang ini.

LAMEMBA, sebagai lembaga akreditasi yang diakui secara nasional, melakukan evaluasi menyeluruh terhadap berbagai aspek institusi, termasuk kurikulum, fasilitas, kualitas pengajaran, dan penelitian.

Proses akreditasi yang ketat ini memastikan bahwa STIE Semarang memenuhi standar tinggi yang ditetapkan untuk institusi pendidikan ekonomi, manajemen bisnis, dan akuntansi.

Disisi lain, Kepala Prodi Magister Manajemen STIE Semarang, Dr. Rokhmad Budiyono, S.Pd., M.M menyampaikan dengan adanya akreditasi ini STIE Semarang lebih siap bersaing di dunia kerja dan memberikan kontribusi yang signifikan dalam bidang manajemen dan bisnis.

” Ini juga menunjukkan bahwa Prodi Magister Manajemen STIE SEMARANG memiliki kualitas yang tidak kalah dengan program serupa di perguruan tinggi lain,” kata Rokhmad.

Saat ini, STIE Semarang telah berhasil menarik minat 142 mahasiswa dari 5 angkatan yang berbeda, dengan perkuliahan yang terbagi dalam semester ganjil dan genap.

Dengan akreditasi ini, STIE Semarang berharap dapat menarik lebih banyak calon mahasiswa berkualitas serta memperluas jaringan kerjasama dengan berbagai institusi pendidikan dan industri.

STIE Semarang juga akan menggelar acara wisuda untuk mahasiswa program S2 pada tanggal 13 Juli mendatang, menandai pencapaian baru dalam menyumbangkan lulusan yang siap bersaing di dunia kerja.

UNDIP Raih Penghargaan Implementasi Program Mahasiswa Peduli Stunting Terbaik 2024 dari BKKBN

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Universitas Diponegoro (UNDIP) berhasil meraih penghargaan Implementasi Program Mahasiswa Peduli Stunting Terbaik 2024″ dalam acara Apresiasi Program Percepatan Penurunan Stunting yang diselenggarakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Indonesia pada perayaan bulan keluarga nasional 2024 yang diselenggarakan Semarang.

Penghargaan bergengsi ini merupakan bukti konkret dari dedikasi dan komitmen UNDIP melalui Pusat Pelayanan Kuliah Kerja Nyata (P2KKN) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) dalam upaya menurunkan angka stunting di Indonesia.

Kegiatan Implementasi Program Percepatan Penurunan Stunting ini di laksanakan dalam program Kuliah Kerja Nyata Tim II 2022/2023 pada bulan Juli hingga Agustus 2023 dengan fokus utama pada percepatan penurunan stunting di 10 wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Brebes, Kabupaten Tegal, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Batang, Kabupaten Pati, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Klaten, Kabupaten Sragen, dan Kabupaten Wonogiri.

Melalui kerja sama erat dengan BKKBN, program ini melibatkan mahasiswa UNDIP yang berperan aktif dalam memberikan edukasi, penyuluhan, dan intervensi langsung kepada masyarakat di wilayah-wilayah tersebut.

Program ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi yang seimbang bagi anak-anak serta memberikan pendampingan dalam penerapan pola makan sehat dan perawatan kesehatan yang optimal.

Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menyatakan rasa syukur dan kebanggaannya atas penghargaan ini.

“Kami sangat berterima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh BKKBN. Penghargaan ini merupakan pengakuan atas kerja keras dan dedikasi seluruh tim UNDIP, terutama mahasiswa yang telah terjun langsung ke lapangan untuk berkontribusi dalam penurunan angka stunting di Indonesia. Kami akan terus berupaya untuk menjalankan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat dan berkontribusi pada pembangunan bangsa,” ungkap Rektor UNDIP.

Ketua P2KKN LPPM UNDIP, Kurniawan Teguh Martono, S.T., M.T., menambahkan, Kolaborasi dengan BKKBN dalam program ini menjadi momentum penting bagi UNDIP dalam meningkatkan peran serta mahasiswa dalam pengabdian kepada masyarakat.

” Kami berharap program ini dapat menjadi contoh bagi institusi lain dan dapat diperluas ke wilayah-wilayah lainnya di Indonesia,” tambah Kurniawan.

Penghargaan ini tidak hanya menjadi prestasi bagi UNDIP, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam upaya penurunan stunting serta peningkatan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

UNDIP berkomitmen untuk terus melanjutkan program-program pengabdian masyarakat yang berdampak positif dan berkelanjutan.

Pertamina Hulu Rokan Buka Pendaftaran Magang Bagi Lulusan S1, D4, dan D3

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) kembali membuka kesempatan magang kerja angkatan (batch) ke-5 bagi putra-putri Riau lulusan S1, D4 atau D3.

Pendaftaran program magang kerja PHR dibuka pada 3-9 Juli 2024. Corporate Secretary PHR Rudi Ariffianto mengatakan, program magang kerja yang telah berjalan sejak tahun 2022 ini memberikan banyak manfaat bagi peserta.

Selain dapat pengalaman mengenal dunia kerja, program magang ini juga mampu memberikan keterampilan dalam meningkatkan daya saing para peserta di dunia kerja. Program magang kerja PHR ini akan berlangsung selama 6 bulan dengan penempatan di Riau dan Jakarta.

“Setelah mengikuti program magang kerja ini, para peserta mendapatkan kesempatan dan bekal yang cukup untuk lebih berkembang sekaligus memiliki daya saing yang tinggi di dunia kerja sesuai latar belakangnya masing-masing,” ujar Rudi.

Rudi menambahkan, program magang kerja ini terbuka bagi putra dan putri Riau. Nantinya, peserta yang lolos seleksi akan ditempatkan di Riau dan Jakarta sesuai dengan pilihan formasi yang dibuka.

Adapun persyaratan penempatan magang di Provinsi Riau, calon peserta harus kelahiran atau domisili atau asal perguruan tinggi dari Riau.

Sedangkan untuk penempatan magang di Jakarta terbuka untuk umum, berasal dari perguruan tinggi dan domisili seluruh Indonesia. Program magang kerja PHR dapat diikuti oleh lulusan S1, D4 dan D3 dibuktikan dengan ijazah atau Surat Keterangan Lulus (SKL), IPK minimal 3.00 dan belum bekerja.

Peserta lulus dari perguruan tinggi dengan akreditasi minimal B atau baik sekali. Selain itu, peserta yang lolos bersedia ditempatkan di seluruh Wilayah Kerja (WK) Rokan PT PHR, sesuai dengan lokasi magang yang dipilih para peserta (Riau/Jakarta).

Proses pendaftaran akan dibuka pada 3-9 Juli 2024. Para peserta bisa mendaftar di laman https://magangphr.id. Tahapan seleksi magang akan berlangsung dari 10–29 Juli 2024 meliputi seleksi administrasi, tes TPA (online), wawancara (online) dan tes kesehatan.

Lalu pada 26 Agustus 2024 para peserta magang yang lulus seleksi akan melaksanakan onboarding dan orientasi. Pada 27 Agustus 2024 program magang angkatan ke-5 dimulai. Peserta Program Magang Kerja PHR akan mendapat benefit berupa uang saku, BPJS kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan dan sertifikat.

Pemkot Semarang Berhasil Kendalikan Angka Inflasi pada Juni 2024

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Badan Pusat Statistik (BPS) menilai Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang berhasil mengendalikan angka inflasi. Hal ini terbukti di mana pada Juni 2024 tingkat inflasi kota Semarang -0,26 persen, Artinya mengalami deflasi di atas ekspektasi.

Kepala BPS Kota Semarang Fachruddin Tri Ubajani mengatakan, Semarang dua bulan berturut-turut mengalami deflasi. Setelah Mei 2024 lalu mengalami deflasi 0,21 persen, bulan Juni ini Ibu Kota Jawa Tengah deflasi mencapai 0,26 persen.

“Ini patut diapresiasi karena di tengah HBKN (Hari Besar Keagamaan Nasional) Idul Adha dan musim liburan semester yang normalnya kota-kota besar mengalami tekanan inflasi. Semarang justru dapat mengendalikan inflasi bahkan berada di atas ekspektasi,” kata Fachruddin.

Tak hanya itu, lanjut dia, angka inflasi Year on Year (YoY) Kota Semarang sebesar 2,22 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,29.

“IHK dan tingkat inflasi bulanan semuanya mengalami penurunan yang artinya kota Semarang sukses kendalikan inflasi,” imbuh Fachruddin.

Dirinya menyebut, perekonomian di kota Semarang dinilai stabil. Deflasi bahkan sudah terjadi sejak bulan Ramadhan, hal itu terlihat dari harga pangan yang melandai dan cenderung turun.

“Dari bawang merah, ayam ras, angkutan udara, bayam dan bawang putih. Lima komoditas, empat di antaranya berasal dari pangan. Kemungkinan ini kembali normalnya harga pangan setelah inflasi tinggi. Setelahnya, bulan Mei dan Juni turun,” paparnya.

Menurutnya, kelompok makanan, minuman, tembakau dan restoran memiliki andil cukup tinggi terhadap inflasi Kota Semarang. Sementara rekreasi, olahraga budaya dan kelompok kesehatan tidak mengalami perubahan atau stabil.

Fachruddin menjelaskan, ada beberapa kondisi yang harus diperhatikan sebagai langkah mengamankan potensi inflasi pada bulan Juli, salah satunya pendidikan.

“Pemkot Semarang di bawah kepemimpinan ibu Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu sudah mengantisipasinya. Ada program Gerbang Harapan bahkan bantuan gratis seragam bagi siswa miskin,” imbuh dia.

Terkait Inflasi tahunan YoY (Year on Year) Kota Semarang yang mencapai 2,22 persen, angka tersebut menurut Fachruddin sudah sangat ideal.

“Sebetulnya YoY 2,22 persen itu sudah sangat ideal. Menurut Bank Indonesia, inflasi yang disarankan itu kisaran 1,5 – 3,5. Menurut kami antara 2-3 berarti daya beli masyarakat masih terjangkau, dari sisi para pedagang juga masih untung,” pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengaku optimis perekonomian kota Semarang tetap stabil meskipun di tengah hari keagamaan Nasional dan libur sekolah.

“Alhamdulillah mengalami deflasi. Apalagi BPS sudah memberikan ‘warning’ agar bulan Juli jangan sampai terjadi inflasi tinggi. Hal ini karena adanya Hari Raya Nasional. Kedua, adanya libur sekolah dan penerimaan siswa maupun mahasiswa baru,” kata Mbak Ita, sapaannya, Selasa (2/7).

Mbak Ita menjelaskan, pasca Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), tentunya akan butuh perlengkapan sekolah dan seragam.

“Mudah-mudahan bulan Juli masih ada di kisaran 2,22 persen, karena masih ada PR pengadaan seragam anak-anak sekolah. Ini yang harus kita perhatikan. Saya sudah minta ke Dinas Pendidikan (Disdik), lewat program Gerbang Harapan dan bantuan gratis seragam bagi siswa miskin. Harapannya bisa membantu masyarakat,” imbuhnya.

Kepala LKPP Apresiasi Kinerja Mbak Ita dalam Pengelolaan Barang dan Jasa di Pemkot Semarang

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Hendrar Prihadi mengapresiasi kinerja Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu dalam pengelolaan barang dan jasa.

Hendi, begitu dia dipanggil menilai pengelolaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang yang telah berjalan dengan baik harus diapresiasi.

“Pertama saya mengapresiasi langkah kinerja Pemkot Semarang terutama Bu Wali Kota,” kata Hendi, saat Seminar Sinergitas Tata Kelola Sebagai Early Warning System Pengadaan Barang dan Jasa di Kota Semarang, Selasa (2/7/2024).

Menurutnya, terobosan perempuan yang akrab disapa Mbak Ita tersebut telah mengedepankan produk dalam negeri untuk urusan pengadaan barang maupun jasa.

Begitu halnya memanfaatkan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pengadaan itu sebagian besar melalui e-Katalog. Dalam catatannya, Pemkot Semarang sudah bagus.

“Rapornya bagus, kami tunjukkan mulai dari pengadaan barang jasa pro dalam negeri oke, keterlibatan UMKM oke, merubah sebagian proses pengadaan lewat e-Katalog,” ujarnya.

Dia mengatakan hasil yang baik dari Pemkot Semarang tersebut akan dijadikan bahan percontohan dalam proses pengadaan barang dan jasa untuk sistem e-Audit. Dia optimistis Kota Semarang akan menjadi pionir.

Ada dua hal yang menurutnya, bisa dilakukan Pemkot Semarang agar menjadi pionir yaitu, konsolidasi pengadaan, dan audit. Dalam audit tersebut dilakukan Inspektorat Pemkot Semarang, LKPP, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hingga Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Walau begitu, pihaknya menekankan pentingnya kejelian sebelum melakukan pengadaan barang atau jasa lewat e-Katalog agar memiliki kebermanfaatan bagi masyarakat. Termasuk di dalamnya terkait pengawasan pengadaan barang dan jasa agar lebih maksimal.

“Bisa lho Semarang jadi pionir untuk dua hal yaitu konsolidasi pengadaan, dan audit yang di dalamnya akan terintegrasi antara Inspektur Pemkot Semarang, LKPP, KPK, dan BPKP. Jadi Sebelum diproses APH, ini diselesaikan dulu di inspektur sehingga harapannya meringankan beban pengawasan barang dan jasa dan di Kota Semarang lebih clear,” katanya.

Hendi mengatakan Pemkot Semarang pasti bisa meningkatkan pengadaan barang dan jasa lebih baik lagi. Dengan begitu, harapannya akan bermanfaat bagi masyarakat dalam pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu memastikan akan menjalankan pengelolan pengadaan barang dan jasa yang baik. Termasuk arahan-arahan yang diberikan Hendi selama ini.

“Kami selesai dari ini rapat dengan teman-teman akan melakukan satu konsolidasi pengadaan dan terkait e-Audit, diharapkan bisa menjadi contoh untuk kabupaten/kota lainnya,” katanya.

Menurutnya, dengan rapor pendadaan barang dan jasa yang bagus dari LKPP tersebut, Pemkot Semarang siap untuk dijadikan percontohan karena e-Audit.

Begitu halnya, pihaknya akan mengakomodir pelaku usaha di Kota Semarang agar bisa memasarkan produknya melalui e-Katalog.

“Tentu ini menjadi PR bagaimana para pelaku usaha yang bisa masuk e-Katalog adalah warga Kota Semarang, ini saya akan dorong,” tuturnya.

400 Kilogram Bawang Merah Dipanen, Mbak Ita Beberkan Kota Semarang Daulat Pangan

0

SEMARANG (Awall.id) – Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu memanen bawang merah di Agro Plalangan, Kecamatan Gunungpati, Selasa (2/7/2024). Sekali panen, lahan 200 meter persegi itu bisa menghasilkan 400 kilogram bawang merah.

Di lahan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang itu, perempuan yang akrab disapa Mbak Ita tersebut memanen sekaligus menanam bawang merah.

Tampak, Wali Kota Semarang perempuan pertama itu menunjukkan cultivator, mesin pengolah tanah di lahan yang akan ditanami bawang merah. Dia juga mahir mengoperasikan mesin pertanian (alsintan) itu.

Mbak Ita yang ditemani para Duta Petani Cilik, dan Duta Remaja Tani, hingga santri-santri dari pondok pesantren itu juga memanen pepaya california.

“Lahan seluas 200 meter persegi bisa menghasilkan bawang merah 400 kilogram tiap panennya,” kata Mbak Ita.

Ratusan kilogram bawang merah yang dipanen itu selalu habis dalam waktu singkat. Tiap kali panen, bawang merah produksi Dinas Pertanian Kota Semarang itu dipasarkan lewat Badan Usaha Milik Petani atau BUMP.

Ke depan, pihaknya juga akan memasarkan hasil pertanian melalui Lumbung Pangan Kota Semarang (Lumpang Semar) yang ada di tiap kelurahan dan kecamatan. Upaya ini menurutnya bisa menunjukkan Kota Semarang bisa daulat pangan.

“Kalau seperti ini bisa memutus mata rantai distribusi, mungkin nanti selain BUMP, bisa ke Lumpang Semar karena ada di tiap kelurahan dan kecamatan,” ujarnya.

Politikus PDI Perjuangan ini menyatakan bahwa gerakan daulat pangan oleh masyarakat dan untuk masyarakat harus terus ditingkatkan.

Dia menunjukkan inflasi Kota Semarang secara year on year (y-on-y) sebesar 2,22 persen, dibandingkan nasional yang mencapai 2,56 persen.

“Inflasi year on year Kota Semarang 2,22, di bawah nasional 2,56, diharapkan bisa menjadi gerakan daulat pangan,” ujarnya.(

Teknik Sipil SCU Eksplorasi Struktur dan Bangunan Bersejarah di Semarang

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Soegijapranata Catholic University (SCU) berdiskusi tentang struktur dan bangunan cagar budaya di Kota Semarang.

Mereka mendiskusikan hal tersebut bersama dosen Fakultas Arsitektur dan Desain (FAD) SCU, Dr. Krispantono dalam Diskusi Bulanan (Disbul) Teknik Sipil SCU.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa, 2 Juli 2024. Bersama para dosen Program Studi Teknik Sipil dan FAD SCU, mereka berkumpul di Gedung Henricus Constant, Kampus 1 SCU Bendan.

Bersamaan dengan itu, sejumlah mahasiswa Program Studi Arsitektur SCU juga ikut berdiskusi dalam forum tersebut.

Studi Kasus Pasar Johar dan Gedung Pajak/Keuangan Negara Semarang

Mengambil studi kasus pada Pasar Johar Semarang, Dr. Krispantono mencoba membuka rahasia bangunan cagar alam di Kota Semarang dapat tetap berdiri kokoh walau sudah dimakan waktu.

Dikenal sebagai pasar tradisional termegah di Kawasan Asia Tenggara, Dr. Krispantono menilai suhu dingin menjadi hal menarik yang bisa diulik dari Pasar Johar. Selain itu, ia juga melihat pasar ini tetap tidak kekurangan cahaya meskipun tidak ada lampu yang meneranginya.

“Tidak pakai AC tapi bisa dingin dan tidak pakai lampu tetapi terang. Bisa dikatakan sebagai zero energy karena tidak ada tenaga listrik di sana,” jelas Dr. Krispantono.

Selain Pasar Johar, Dr. Krispantono juga melihat kasus serupa pada Gedung Pajak/Keuangan Negara yang terletak di Kawasan Kota Lama, Semarang. “Menjadi unik karena karakter bangunannya itu juga besar-besar dan merupakan khasnya di era kolonial,” ungkapnya.

Keunikan lainnya yang bisa ditemukan di kedua bangunan cagar budaya tersebut yaitu tidak adanya semen serta beton bertulang yang digunakan dalam strukturnya. Sebaliknya, bangunan tersebut hanya berupa dinding bata tebal yang disusun menjulang ke atas.

Hal ini ditemui dalam kasus bangunan cagar budaya lainnya yang sudah berdiri sebelum tahun 1915. Selepasnya, sudah banyak bangunan yang telah menggunakan rangka dalam strukturnya.

“Bukan hanya dindingnya, melainkan juga plat lantainya yang masih kuat dari 1800-an hingga sekarang. Jadi alasan kuatnya itulah yang coba kami bedah,” tambah Dr. Krispantono.

Diskusi Bulanan Teknik Sipil SCU

Koordinator Disbul Teknik Sipil SCU, Ir. Widija Suseno menilai topik ini revelan bagi mahasiswanya, mengingat struktur bangunan menjadi salah satu fokus dalam program studinya.

“Penting juga untuk melestarikan (bangunan cagar budaya) karena merupakan peninggalan dari masa kolonial. Kenyataannya bangunan tersebut masih kokoh dan kuat, penting untuk diketahui struktur dan bahan bangunannya seperti apa,” ujarnya.