spot_img
Beranda blog Halaman 264

Tertarik dengan Inovasi Lingkungan dan Kehutanan, KLHK Pelajari Inovasi Perencanaan ke Jateng

0

SEMARANG (Harianterkini.id) – Inovasi di bidang lingkungan dan kehutanan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menarik perhatian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk melakukan studi lapangan. Sebanyak 38 peserta Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) dari KLHK mempelajari inovasi perencanaan dan kegiatan yang telah dilakukan oleh Pemprov Jateng.

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Sumber Daya Manusia Kementerian LHK, Kusdamayanti, menyatakan bahwa kegiatan studi lapangan ini bertujuan untuk memfasilitasi peserta dalam mempelajari berbagai inovasi di Provinsi Jateng. Harapannya, program yang dilaksanakan oleh Pemprov Jateng dapat menjadi inspirasi untuk menciptakan aksi perubahan yang bisa diterapkan di unit kerja masing-masing.

“Ini untuk memperkaya wawasan para peserta,” kata Kusdamayanti di Gedung B Kantor Setda Provinsi Jateng, Kamis, 6 Juni 2024.

Ditambahkan pula, setelah studi lapangan, para peserta akan menyusun aksi perubahan yang hasilnya akan dipresentasikan dalam seminar pada 13 Juni 2024.

Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno, mengatakan bahwa Jawa Tengah telah melakukan banyak inovasi di bidang lingkungan dan kehutanan. Salah satunya adalah inovasi pemanfaatan lahan kritis, yang bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, berupa program pemanfaatan sedimentasi laut di Pantai Moro Demak untuk merevitalisasi fungsi sosial, ekonomi, bakau, tambak, pariwisata, dan sebagainya.

Baru-baru ini, Pemprov Jateng bekerja sama dengan KLHK dalam program Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030, dengan agenda menurunkan emisi gas rumah kaca untuk mengendalikan perubahan iklim.

Sumarno menegaskan bahwa Pemprov Jateng sangat fokus pada masalah lingkungan dan kehutanan, yang dibuktikan melalui asesmen bersama terhadap perizinan usaha. Semua pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun perusahaan atau stakeholder terkait, harus terlibat dalam menjaga kelestarian lingkungan

KTP Kendalikan Subsidi, Pemda Jamin Ketersediaan dan Harga LPG 3 Kg melalui DTKS

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan mendukung penuh penerapan pembelian LPG 3 kg dengan menggunakan KTP. Selain itu juga akan turut melakukan pengawasan, khususnya terkait jalur distribusi, agar stok LPG 3 kg tetap terjaga, sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), dan tepat sasaran.

Hal tersebut ditegaskan Muhammad Santoso, Analis Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah. Ia pun memastikan akan terus melakukan sosialisasi terkait ketentuan pembelian LPG 3 kg dengan menggunakan KTP.

“Tentunya selain pengawasan distribusi kita juga terus lakukan sosialisasi dan desiminasi terkait dengan ketentuan penerapan KTP untuk pembelian LPG 3 kg ini agar tepat sasaran,” tegasnya.

Santoso mengingatkan, hanya masyarakat miskin, usaha mikro, petani dan nelayan yang berhak mengkonsumsi LPG 3 kg sesuai dengan peraturan. Untuk itu, ia berharap masyarakat yang tidak masuk dalam 4 (empat) kriteria itu tidak menggunakan LPG 3 kg.

“Kita berharap mereka yang mampu itu bisa membeli LPG non subsidi saja. Kemudian pedagang kecil itu yang kita bantu. Sementara petani biasanya kita lihat luasan lahan pertaniannya dan nelayan biasanya kapalnya berukuran lebih kecil dari 5 gross ton,” tukasnya.

Hal senada dikatakan Plt. Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Bambang Pramusinto. Dalam hal ini, Pemkot Semarang mendukung penuh penerapan pembelian LPG 3 kg di pangkalan dengan menggunakan KTP, demi terwujudnya penyaluran subsidi LPG 3 kg yang lebih tepat sasaran, khususnya bagi masyarakat kurang mampu.

“Kita tengah berkoordinasi dengan Pertamina terkait dengan kebijakan tersebut. Dan kita juga mengimbau masyarakat bisa menyesuaikan, dimana yang mampu jangan konsumsi LPG 3 kg,” katanya.

Bambang menjelaskan, Pemkot Semarang akan melakukan pendataan di tingkat kelurahan, yang akan disesuaikan dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Dengan demikian, nantinya pengawasan terhadap pemakai LPG 3 kg akan lebih mudah dan tepat sasaran.

“Nanti kita juga akan koordinasi dengan para Lurah dan dinas sosial. Lalu kita lakukan verifikasi, sehingga nanti akan kelihatan, misal ada yang menerima di luar DTKS, maka bisa kita lihat alasannya apa. Karena ini kan data kemiskinan sifatnya dinamis ya,” jelas Bambang.

Terpisah, Ketua Harian Lembaga Pembinaan dan Perlindungan Konsumen (LP2K) Jawa Tengah, Abdun Mufid mengatakan, LPG 3 kg memang merupakan barang subsidi yang harus diawasi penyalurannya. Untuk itu, pihaknya mendukung program pembelian LPG 3 kg dengan menggunakan KTP sebagai instrumen untuk memastikan subsidi tepat sasaran.

“LPG 3 kg memang kan barang subsidi yang ditujukan bagi orang miskin, jadi harus dilakukan upaya pengendalian agar tepat sasaran,” katanya.

Menurut Mufid, pembelian dengan KTP ini sudah tepat, namun juga harus dibarengi dengan ‘screening’ yang jelas, apakah memang mereka yang terdata ini berhak untuk membeli LPG 3 kg. Hal ini bisa dilakukan dengan sistem ‘list to people’ dan ‘people to list’.

“Artinya, ‘list’ yang sudah terdaftar ini bisa dilakukan pengecekan di lapangan, dengan melibatkan aparat pemerintah di kecamatan dan kelurahan,” ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, data yang telah masuk sejauh ini bisa disinkronkan dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) milik pemerintah. Ini untuk memastikan bahwa pengguna LPG 3 kg sesuai dengan ketentuan yang telah diatur oleh pemerintah.

“Termasuk nanti juga harus diketahui, berapa maksimal yang boleh dikonsumsi dalam seminggu atau sebulan. Kalau UMKM, apakah benar penggunaannya untuk usaha atau tidak,” ujarnya.

Mufid menuturkan, pemerintah juga harus gencar melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait dengan aturan pengguna LPG 3kg. Hal ini untuk menghindari terjadinya gesekan antara masyarakat dengan pangkalan LPG.

“Pangkalan ini kan eksisting di wilayahnya sendiri. Jadi harus ada sosialisasi yang jelas dari pemerintah tentang regulasi yang ada, untuk menghindari konflik dengan tetangganya sendiri,” tandasnya.

Kota Semarang Alami Deflasi, Mbak Ita Minta Semua Pihak Tetap Waspada

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Kota Semarang mengalami deflasi sebesar 0,21 persen di bulan Mei 2024. Komoditas penyumbang deflasi di Kota Semarang antara lain kelompok makanan-minuman, tembakau 0,25 persen, transportasi 0,02 persen, dan perumahan, air, listrik 0,02 persen.

Sedangkan gabungan wilayah di Jawa Tengah mengalami deflasi seiring penurunan harga komoditas pangan utama sebesar 0,22 persen mark to market (MtM) atau 2,66 persen year-over-year (YoY) pada Mei 2024. Untuk komoditas penyumbang deflasi yakni turunnya harga beras, daging ayam ras, tomat, angkutan antar kota dan cabai rawit.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan, meski mengalami deflasi, ia meminta kepada semua pihak terkait untuk tetap waspada. Saat ini yang menjadi perhatian yakni sayur buncis sedang mengalami kenaikan harga dan bisa menjadi pemicu kenaikan inflasi.

Selain itu, Mbak Ita, sapaan akrabnya juga terus mendorong pemantauan stok cabai dan bawang merah, mengingat komoditas pangan itu juga menjadi salah satu faktor kenaikan inflasi di samping BBM dan tiket-tiket transportasi seperti kereta api dan pesawat.

“Tapi kalau namanya ketersediaan cabai, bawang merah tadi malah buncis dan yang lalu malah bayam kan lucu, sehingga tadi saya tekankan kepada teman-teman termasuk Dinas untuk sinergi. Karena kita tahu data dari BPS kan setiap hari Selasa. Pada saat survei itu ditemukan di pasar ada stok yang tidak ada, mestinya ini kan tanggung jawab lurah pasar dan naik ke Dinas Perdagangan,” ujar Mbak Ita saat memimpin Rapat Koordinasi Inflasi Mei 2024 dan Mitigasi Pengendalian Inflasi Juni 2024 di Balai Kota Semarang, Kamis (6/6).

Mbak Ita juga meminta kepada jajarannya untuk menyiapkan skema-skema pengendalian inflasi di bulan Juni ini. Sebagai upaya menekan angka inflasi, dirinya pun telah merancang skema seperti menurunkan subsidi pangan di samping pantauan stok-harga cabai dan bawang merah.

“Pemicu deflasi saat ini salah satunya harga beras turun. Kalau pemicu inflasi bawang merah cabai. Tapi cabai ini surplusnya lima hari, termasuk bawang merah tapi tanggal 17 ini Idul Adha, nah ini makanya kita harus pacu untuk bisa segera ada stok. Sehingga tidak ada terjadi gejolak harga bahan pokok itu,” terangnya.

Lebih lanjut, Mbak Ita berharap peran Lurah Pasar dalam keterlibatan menjaga ketersediaan stok dan harga bahan pangan, dengan memaksimalkan perannya. Ke depan, ia telah mengajak Bank Indonesia untuk supervisi terkait peran Lurah Pasar.

“Lurah Pasar ini sangat berperan dalam pengendalian inflasi di pasar. Sehingga saya juga nanti memberikan apresiasi kepada Lurah Pasar untuk melihat contoh pasar tradisional tapi konsepnya modern seperti di Bandung. Kemudian juga rantai distribusi yang menjadi pemicu inflasi turun. Kenapa di Bandung inflasi rendah, termasuk Jakarta, karena Jakarta punya food station yang dikelola oleh Pasar Jaya. Kemudian di Bandung suplai bahan pokok di sekitarnya, karena memang ada perkebunan. Nah ini kita harus support dan saya minta kepada BPKAD untuk menginventarisir kalau bisa nanti dapat insentif untuk penanam cabai dan bawang. Sehingga ketersediaan stok bahan pokok bisa terjamin di Kota Semarang,” imbuhnya.

Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang dalam upaya pengendalian inflasi terus menggenjot Gerakan Pasar Murah. Lewat Pasar Pangan Rakyat Murah dan Aman (Pak Rahman) rencananya akan digelar sebanyak 23 kali di bulan Juni 2024. Selain itu juga dilakukan optimalisasi kios TPID. Koordinasi dengan Dinas Pertanian Kota Semarang terkait Gerakan menanam tanaman lokal penggati beras juga terus digencarkan.

UNDIP Bersaing di Posisi 43 Regional Asia Tenggara dalam QS WUR 2025

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Lembaga Pemeringkatan International, Quacquarelli Symonds (QS) pada Rabu 5 Juni 2024 merilis QS World University Ranking (QS WUR) 2025.

Dalam rilis pemeringkatan QS WUR 2025 itu, Universitas Diponegoro menempati posisi 721-730, meningkat 70 peringkat dari posisi tahun sebelumnya pada 791-800. Dengan posisi itu menempatkan UNDIP pada peringkat #43 Regional Asia Tenggara dan #8 se-Indonesia.

Pemeringkatan QS WUR menilai sembilan aspek yang harus dicapai dengan performa tinggi oleh Perguruan Tinggi meliputi Academic Reputation, Citations per Faculty, Employer Reputation, Employment Outcomes, Faculty Student Ratio, International Faculty, International Research Network, International Students), dan yang terakhir Sustainability.

Performa kesembilan aspek ini ditentukan oleh aktivitas akademik diiringi inovasi terus-menerus yang dijalankan oleh Perguruan Tinggi dalam mengembangkan institusi. Hasil pemeringkatan yang dicapai UNDIP tak lepas dari performa maksimal seluruh pihak baik pimpinan, staf, dosen, mahasiswa, maupun mitra kerja UNDIP.

Dari kesembilan aspek penilaian QS WUR, UNDIP mengalami peningkatan skor pada aspek Employer Reputation (naik 62 peringkat), Academic Reputation (naik 50 peringkat), dan International Faculty (naik 58 peringkat). Produktivitas riset juga mengalami peningkatan, dengan jumlah artikel 8.510 dan sitasi 33.063.

Sedangkan enam aspek lain masih perlu kinerja maksimal dari seluruh pihak untuk meningkatkan kualitasnya, meliputi aspek Faculty Student Ratio, Citations per Faculty, International Research Network, International Students, Employement Outcomes, dan Sustainability.

Usaha untuk meningkatkan skor keenam aspek tersebut akan selalu diupayakan oleh para dosen, staf dan mahasiswa agar kualitas riset meningkat, dan jaringan kolaborasi internasional UNDIP semakin kuat dan meluas, sehingga rekognisi UNDIP secara internasional juga semakin baik.

Hasil pemeringkatan ini dilaporkan langsung oleh Kepala Kantor Pemeringkatan, Prof. Dr. Ir. Hadiyanto, S.T., M.Sc., IPU, kepada Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si.

Rektor UNDIP menyambut gembira hasil pemeringkatan QS WUR 2025 raihan UNDIP yang menunjukkan posisi peringkat taraf dunia. Hasil pemeringkatan ini menjadi tolok ukur kinerja UNDIP sebagai Universitas Berkelas Dunia dengan visi sebagai An Excellent World-class Research University.

Pimpin Peluncuran PPDB 2024, Walikota Semarang Sebut Tak Ada Sekolah Favorit

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu memimpin peluncuran dan sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat TK, SD, dan SMP tahun ajaran 2024.

PPDB tahun ini akan dibuka pada 18 hingga 22 Juni 2024 pada tingkatan Taman Kanak-kanak (TK), dan untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) berlangsung mulai tanggal 24 hingga 28 Juni 2024.

“Kami harap di PPDB 2024 bisa berjalan dengan lancar,” kata perempuan yang akrab disapa Mbak Ita, seusai peluncuran dan sosialisasi PPDB 2024 di SMP Negeri 5 Semarang, Jalan Sultan Agung Kota Semarang, Kamis (6/6).

Mbak Ita mengatakan, sekarang ini tak ada yang namanya sekolah favorit. Menurutnya standar sekolah saat ini sama. Dia meminta orang tua tak perlu berkecil hati bila tak diterima di sekolah impian.

“Karena sekarang sudah banyak sekolah SD maupun SMP yang sudah banyak didukung BOS-nya oleh Pemerintah Kota Semarang,” katanya.

Pelaksanaan PPDB 2024 mengacu pada Peraturan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Permendikbud) Nomor 1 Tahun 2021, juga petunjuk teknis (juknis) di Permendikbud Nomor 47 Tahun 2023.

Dalam sosialisasi tersebut, melibatkan para camat, lurah, dan organisasi kemasyarakatan. Termasuk sebelumnya sosialisasi telah dilakukan di seluruh tingkat satuan pendidikan.

“Karena sudah muncul petunjuk teknis (juknis) pada 2023 maka kami harus on the track, tidak berani lagi modifikasi,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang, Bambang Pramusinto.

Tahun sebelumnya, pelaksanaan PPDB masih menerapkan sistem modifikasi yaitu, menggabungkan jalur penerimaan baik zonasi, prestasi, hingga afirmasi.

“Sosialisasi ini kami upayakan menyeluruh hingga ke tingkat bawah, berlapis-lapis, kalau bingung komunikasi dengan sekolah terdekat, bisa telepon juga,” ujarnya.

Ada tiga jalur penerimaan di tingkat TK/SD yaitu zonasi sebanyak 79 persen, afirmasi, 16 persen, dan mutasi 5 persen. Sementara tingkat SMP terdapat empat jalur yaitu, zonasi 51 persen, prestasi 28 persen, afirmasi 16 persen, dan mutasi 5 persen.

“Jalur prestasi durasi 3 tahun, bisa satu untuk piagam tertinggi, bisa kota, provinsi, dan nasional yang otomatis diterima tinggal pilih sekolah mana,” ujarnya.

Dalam ketentuan, jalur zonasi hanya akan membaca calon peserta didik yang dibuktikan tinggal atau berdomisili minimal satu tahun. Cara itu disebut dapat mengantisipasi praktik curang menumpang kartu keluarga (KK) di dekat satuan pendidikan yang dituju.

Sementara jalur mutasi hanya berlaku bagi calon peserta didik yang mengikuti orang tuanya pindah tugas. Dalam hal ini hanya berlaku bagi anak dari ASN, TNI, Polri, dan pegawai BUMN.

“Antisipasi manajemen risiko kami sudah siapkan tim, ini sudah dimonitor KPK dan Ombudsman. Jangan percaya pada oknum-oknum, karena ini PPDB sudah sesuai sistem,” pungkasnya.

KPU Siapkan Kebijakan Kolaborasi dengan Pers untuk Dukung Pilkada 2024

0

JAKARTA (Pertamanews.id) – Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI August Mellaz mengatakan bahwa lembaganya sedang menyiapkan kebijakan kolaborasi KPU di daerah dengan insan pers guna mendukung penyelenggaraan Pilkada Serentak 2024.

“Kami juga berkepentingan agar teman-teman, terutama media, ya, untuk nanti bisa kami buatkan semacam kebijakan agar bisa berinteraksi dan berkolaborasi langsung dengan teman-teman kami di provinsi dan kabupaten/kota dalam penyelenggaraan pilkada menjadi lebih baik,” ujar Anggota Mellaz, Rabu (5/6).

Ia menjelaskan bahwa peraturan tersebut disiapkan setelah lembaganya melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan Pemilu 2024.

“Saya setuju, bagaimana pun juga proses-proses misinformasi juga potensinya ada. Apalagi dalam konteks pilkada kan dinamika politik lokalnya sangat berbeda,” jelas Anggota Mellaz.

Berikut jadwal tahapan Pilkada 2024:

  1. 27 Februari—16 November 2024: Pemberitahuan dan pendaftaran pemantau pemilihan;
  2. 24 April—31 Mei 2024: Penyerahan daftar penduduk potensial pemilih;
  3. 5 Mei—19 Agustus 2024: Pemenuhan persyaratan dukungan pasangan calon perseorangan;
  4. 31 Mei—23 September 2024: Pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih;
  5. 24—26 Agustus 2024: Pengumuman pendaftaran pasangan calon;
  6. 27—29 Agustus 2024: Pendaftaran pasangan calon;
  7. 27 Agustus—21 September 2024: Penelitian persyaratan calon;
  8. 22 September 2024: Penetapan pasangan calon;
  9. 25 September—23 November 2024: Pelaksanaan kampanye;
  10. 27 November 2024: Pelaksanaan pemungutan suara; dan
  11. 27 November—16 Desember 2024: Penghitungan suara dan rekapitulasi hasil penghitungan suara

Siap Darling, UNDIP Dorong Generasi Muda Lakukan Aksi Nyata untuk Lingkungan

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Sebagai bentuk kepedulian dan kesadaran terhadap lingkungan sekaligus dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup, Universitas Diponegoro (UNDIP) mendapat kepercayaan sebagai tuan rumah pada kegiatan Kampus Darling dari Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) bekerjasama dengan Harian Kompas.

Berkonsep Kuliah Umum dengan tajuk “Literasi Digital Hijau Menuju Masa Depan Berkelanjutan” yang dilaksanakan di Gedung Prof. Sudarto, S.H. Kampus UNDIP Tembalang, Semarang pada Rabu, 5 Juni 2024.

Kegiatan Siap Darling (Sadar Lingkungan) merupakan gerakan yang diinisiasi oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation melalui sosial media sejak November 2018. Gerakan yang menyasar generasi muda terlebih gen Z dimana sebagian besar mendominasi sebagai pengguna internet (digital native) di Indonesia.

Gen Z dianggap memiliki modal literasi digital yang dapat dimanfaatkan untuk membuat perubahan pada isu-isu fundamental. Termasuk, tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan yang membutuhkan kolaborasi penanganan antara pemerintah, swasta, dan elemen masyarakat lainnya.

Selama tiga tahun terakhir (2020–2022), indeks literasi digital Indonesia terus meningkat hingga 3,54, sehingga tergolong tinggi. Diharapkan gen Z dapat menyebarkan konten-konten kredibel, berkualitas dan positif tentang kegiatan mencintai lingkungan dan bumi di platform digital. Tak hanya menjadi generasi yang sekedar peduli terhadap lingkungan tetapi juga melakukan aksi nyata.

Dengan slogan “bikin perubahan itu ngga bisa sendirian” Siap Darling akan menjadikan semakin banyak generasi muda yang terlibat dan turut menjaga kelestarian alam.

Berkesempatan memberikan sambutannya, Rektor UNDIP Prof. Dr. Suharnomo, S.E.,M.Si. mengucapkan rasa terimakasih kepada BLDF yang akan semakin menghijaukan kampus UNDIP di Rembang dan Batang serta mengapresiasi dukungan pada kegiatan BLDF yang berkolaborasi bersama Kompas.

Setiap minggu UNDIP harus speak up (berbicara) di media dan diharapkan menjadi guidance bagi masyarakat. Kedepan UNDIP bisa hadir di ranah publik dan harus menjadi media darling terhadap banyak wartawan terkait keilmuwan dan sebagainya.

“Ruang publik yang kurang maksimal secara keilmuan padahal UNDIP adalah oase dimana mempunyai banyak researcher (ilmuwan) dan dalam banyak hal harus dikomunikasikan kepada masyarakat. Kalau tidak, research hanya untuk research padahal seharusnya research untuk rakyat,” imbuh Rektor UNDIP.

Dengan taglinenya “UNDIP Bermartabat, UNDIP Bermanfaat” menjadikan UNDIP exist dan bermanfaat untuk masyarakat. “Harapannya keberadaan UNDIP dapat berperan mengurangi angka kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah dan menjadikan Jawa Tengah sebagai penyangga pangan nasional. UNDIP harus hadir untuk membantu masyarakat. Kalau ada rekognisi internasional dan lain sebagainya pasti diharapkan itu bagian refleksi dari internal business process di UNDIP yang baik tetapi memberikan kemanfaatan bagi masyarakat menjadi tujuan yang utama dengan melakukannya secara bersama-sama/ bekerjasama,” tegas Prof Suharnomo diakhir pidato.

Sementara Director Communications Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara saat sambutan menyebutkan bahwa Filosofi Djarum Foundation lahir dari dalam dan berkembang bersama lingkungan. Dengan misi turut memajukan Indonesia dengan menjadi negara digdaya seutuhnya melalui 5 pilar Bakti (Bakti Sosial, Bakti Olahraga, Bakti Lingkungan, Bakti Pendidikan, Bakti Budaya).

“Bakti lingkungan dibentuk tahun 1979, seiring menyadari pentingnya partisipasi dan kolaborasi digital dengan generasi anak muda sehingga 5 tahun yang lalu diluncurkan gerakan Siap Darling. Dimana gerakan milenial berbasis digital berupa ajakan-ajakan tentang konten-konten positif terkait bagaimana menyelamatkan bumi dan berbagai macam isu-isu lingkungan juga melalui berbagai kanal di media sosial serta aktifasi penanaman,” jelas Mutiara.

Mutiara mengungkapkan sampai saat ini sudah ada 3000 mahasiswa di 250 kampus di 170 kota yang tergabung didalam Darling Squad. Jadi ini adalah volunteer basis yang memang ingin berpartisipasi aktif secara offline/ aktif menanam ataupun ikut didalam media sosial.

“Inisiasi kampus Darling sendiri sudah bersama 9 universitas telah menanam 6700 pohon bersama 8400 mahasiswa. Nantinya dengan UNDIP akan dilakukan bulan Agustus mendatang melakukan penanaman dengan mengkampanyekan gerakan Siap Darling Siap Sadar Lingkungan” terangnya.

Kegiatan kampus Darling ini selain dari jajaran pejabat UNDIP dan civitas academica, turut dihadiri pula Haryo Damardono Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas (Kompas.id); Ayu Kartika Indarti Senior Staff Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas dan C. Wahyu Haryo, Kepala Desk Regional Harian Kompas.

Pada sesi pemberian materi Kuliah Umum juga mengundang beberapa narasumber diantaranya Satya Rakasiwi yang membawakan judul “Panduan subskripsi dan elaborasi platform”. Kemudian paparan dari Haryo Damardono bertema “Paparan Materi Literasi Digital bersama Kompas”. Selanjutnya presentasi oleh Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kerja Sama Wijayanto, S.IP., M.Si., Ph.D. dengan membawakan materi yang berjudul “Gen Z, Revolusi Digital dan Tantangan Resesi Demokrasi Global” serta paparan Materi BLDF dari Dandy Mahendra. Penampilan terakhir menghadirkan Jerhemy Owen & Ira Ratnati pada Talkshow bersama BLDF dan kreator konten terkait lingkungan.

Paska Kecelakaan, Akses Kendaraan Roda 4 di Perlintasan Sebidang Krengseng-Weleri Ditutup

0

KENDAL (Pertamanews.id) – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang bersama Dishub Kabupaten Kendal menutup akses untuk kendaraan roda 4 atau lebih pada perlintasan sebidang tidak terjaga Km 40+6 petak jalan Stasiun Krengseng – Stasiun Weleri Jalan KH Abdul Wahab Desa Payung Kecamatan Weleri Kabupaten Kendal, pada Kamis (6/6).

Penutupan akses ini dilaksanakan paska terjadinya temperan antara KA 160 Joglosemarkerto relasi Tegal – Semarang dengan mobil pada Rabu (5/6) malam kemarin pada perlintasan sebidang tersebut. “Penutupan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat pengguna jalan raya,” jelas Manager Humas KAI Daop 4 Semarang Franoto Wibowo.

Sebelum dilaksanakan penutupan, KAI bersama Dishub Kabupaten Kendal, Polsek Weleri dan Koramil Weleri telah melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Kepala Desa dan perangkat desa terkait dalam tindak lanjut upaya peningkatan keselamatan pada perlintasan sebidang dimaksud yang bertempat di Kantor Desa Payung pada Kamis (6/6).

Franoto menegaskan bahwa tindakan penutupan tersebut dilakukan sesuai dengan UU 23 tahun 2007 tentang perkeretaapian Pasal 94 yang berbunyi, (1) Untuk keselamatan perjalanan kereta api dan pemakai jalan, perlintasan sebidang yang tidak mempunyai izin harus ditutup, (2) Penutupan perlintasan sebidang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah, mengingat jika tidak segera dilakukan penutupan pada perlintasan sebidang tanpa ijin, tidak dijaga atau liar maka dampaknya akan terus memakan korban baik pengguna jalan raya dan khususnya perjalanan KA itu sendiri.

KAI bersama pemerintah dan para stakeholder terus bersinergi untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang melalui berbagai upaya. Upaya pemerintah daerah sudah sangat positif dengan turut membantu dalam penutupan perlintasan sebidang yang tidak terjaga untuk menciptakan keselamatan bersama, baik pengguna jalan maupun keselamatan perjalanan kereta api.

Kemudian, sesuai Peraturan Menteri Perhubungan No 94 Tahun 2018 Pasal 2, pihak yang bertanggungjawab atas pengelolaan jalan yang berpotongan dengan jalur kereta api adalah pemilik jalannya.

“KAI berharap seluruh pihak dapat proaktif dan bersama-sama menjalankan tugas sesuai kewenangannya masing-masing untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api maupun para pengguna jalan itu sendiri,” ujar Franoto.

KAI juga mengimbau masyarakat pengguna jalan agar mendahulukan perjalanan Kereta Api, hal tersebut sesuai dengan UU 23 tahun 2007 tentang Perekeretaapian pada Pasal 124 yang menyatakan pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api.

KAI meminta kepada pengguna jalan agar berhati-hati dan mematuhi rambu-rambu yang terdapat di perlintasan sebidang. “Dijaga maupun tidak dijaga, pengguna kendaraan wajib untuk waspada dan berhati-hati ketika akan melintasi perlintasan sebidang. Berhenti sejenak, tengok kanan dan kiri, pastikan tidak ada KA yang akan lewat, baru boleh jalan,” jelasnya.

KAI bersama pemerintah daerah dan para stakeholder akan terus melakukan upaya peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang, baik dengan melengkapi fasilitas keselamatan di perlintasan sebidang, hingga menutup perlintasan sebidang tidak terjaga yang rawan kecelakaan dan/atau menyebabkan terjadinya kecelakaan.

“Upaya ini dilaksanakan untuk menjamin keselamatan bersama, baik untuk keselamatan perjalanan kereta api maupun keselamatan masyarakat pengguna jalan raya,” tutup Franoto.

Peringati Hari Lingkungan Hidup, Pegawai PLN UIP JBT Turun Langsung Bersihkan Sungai Cikapundung

0

BANDUNG (Pertamanews.id) – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh setiap tanggal 5 Juni, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (PLN UIP JBT) menggelar aksi bersih Sungai Cikapundung yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat. Aksi ini juga menjadi bagian dari program Green Employee Involvement di mana pegawai PLN dapat terlibat secara aktif sebagai relawan dalam upaya pelestarian lingkungan.

Bekerjasama dengan organisasi non-profit River Cleanup Indonesia, aksi ini diikuti lebih dari 75 orang meliputi pegawai PLN UIP JBT, instansi pemerintahan serta para relawan. Sejumlah rangkaian kegiatan dijalankan mulai dari membersihkan bantaran hingga aliran sungai, pengumpulan sampah, penimbangan sampah (langsung dihitung), penyerahan bantuan PLN Peduli dan juga sesi “River Talks” untuk membahas tentang manajemen sampah. Pada aksi ini, PLN UIP JBT berhasil mengumpulkan sampah seberat 1.441,92 Kg. Nantinya, sampah tersebut akan dipilah dan diolah oleh River Clean Up Indonesia untuk menjadi barang yang memiliki nilai guna.

PLH General Manager PLN UIP JBT, Rifki Santoso menyebutkan bahwa aksi ini tidak hanya bertujuan untuk membersihkan sungai dari sampah, namun juga menjadi sarana edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

“Sungai Cikapundung adalah salah satu sumber kehidupan yang perlu kita jaga bersama. Dengan menjaga kebersihan sungai, kita turut menjaga kualitas air dan ekosistem di sekitarnya,” kata Rifki.

Rifki juga memberikan apresiasi kepada setiap pihak yang telah terlibat aktif dalam aksi peduli lingkungan tersebut. Dirinya turut mengajak seluruh pihak untuk menjadikan momen Hari Lingkungan Hidup Internasional menjadi titik tolak kesadaran akan pentingnya menjaga alam dan lingkungan serta semakin berperan aktif dalam upaya pelestarian lingkungan.

“Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh unsur pemerintah, seluruh pegawai PLN yang telah yang turut berpartisipasi dalam aksi bersih-bersih Sungai Cikapundung. Tidak lupa juga kami sampaikan apresiasi untuk rekan-rekan River Cleanup yang terus berjuang membersihkan sampah sungai di banyak negara lain termasuk di Indonesia, salah satunya dalam kolaborasi hari ini,” ucap Rifki.

Aksi nyata yang dilakukan PLN ini dilakukan untuk mengurangi timbunan sampah yang dapat menurunkan kualitas kehidupan masyarakat, dan tentunya selaras dengan capaian Tujuan Pembanguan Berkelanjutan (TPB) 12, yakni konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Kepala UPTD Taman Hutan Raya Ir. H. Juanda Dinas Kehutanan Jawa Barat yang diwakili Kepala Bagian Tata Usaha, Diantoro mengatakan bahwa saat ini pihaknya juga tengah mengembangkan program-program untuk menanggulangi sampah dan kotoran yang telah mencemari Sungai Cikapundung.

“Isu strategis di Tahura itu yaitu masalah sampah dan mohon maaf saya sampaikan yaitu tercemarnya Sungai Cikapundung akibat kohe (kotoran hewan) sapi dari atas. Itu adalah program yang sedang kami kembangkan dan maksimalkan untuk penyelesaian masalah tersebut,” jelas Diantoro.

Kepala Bidang Operasional dan Pemeliharaan Kementerian PUPR BBWS Citarum, Jaya Sampurna yang turut hadir, juga menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan aksi peduli lingkungan tersebut.

“Terima kasih kami ucapkan kepada PLN yang telah turut menjaga kebersihan sungai Cikapundung. Kegiatan ini merupakan contoh nyata bahwa dengan kolaborasi, kita dapat menjaga lingkungan yang lebih bersih dan sehat untuk generasi mendatang,” kata Jaya.

Pada sesi River Talks, Manager Perizinan dan Komunikasi PLN UIP JBT, Heryana Rinaldi Hidayat menjelaskan Green Employee Involvement merupakan bagian dari Employee Volunteering Program yang mana merupakan wadah yang diinisiasi untuk meningkatkan jiwa kepedulian pegawai PLN agar terlibat secara aktif sebagai relawan dalam program peduli lingkungan.

Dengan kepedulian ini diharapkan juga pegawai dapat menjadi influencer bagi stakeholders dan masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan.

“Kegiatan seperti ini setiap tahun biasanya (dilaksanakan), tapi kegiatan yang melibatkan seluruh pegawai kami usahakan minimal setahun sekali. Tahun lalu kita di Kendal, di pantai, bersih-bersih pantai,” ungkap Heryana.

Heryana juga mengatakan bahwa sering kali penumpukan sampah terjadi dikarenakan tidak adanya pengkategorian jenis sampah saat dibuang. Menurutnya hal tersebut dapat menambah kesulitan dalam memproses sampah.

“Jadi mungkin yang sederhana, di Bandung sempat terjadi kesulitan untuk penyaluran sampah. Itu menjadi trigger di kecamatan-kecamatan jadi disediakan tempat penampungan sampah dapur. Jadi kuncinya memang pemilahan dahulu. Karena yang bikin jadi berat (sampah) itu karena tidak dipisah dari rumah. Setelah dipisah (sampah plastik dan sampah lainnya), Insya Allah langkah berikutnya akan lebih mudah,” tutur Heryana.

Persaingan Kerja Semakin Kompleks, Ini Pesan Ferry Wawan Cahyono Hadapi Pasar Kerja Global

0

SEMARANG (Pertamanews.id) – Dalam rangka menjawab kebutuhan dunia kerja yang semakin kompleks, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Ferry Wawan Cahyono, mengimbau tenaga kerja untuk mempersiapkan diri agar mampu bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif.

Ferry menekankan pentingnya pengembangan keterampilan dan pengetahuan bagi para pekerja. “Di era globalisasi ini, persaingan di dunia kerja tidak hanya terjadi di tingkat lokal, tetapi juga internasional. Oleh karena itu, tenaga kerja harus memiliki kemampuan yang unggul dan adaptif terhadap perubahan,” ujar Ferry, di Semarang, Kamis (6/6).

Ferry juga menyoroti pentingnya pendidikan dan pelatihan sebagai kunci untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja.

“Pendidikan formal saja tidak cukup. Kita perlu mengembangkan program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Kerjasama antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan sangat diperlukan untuk mewujudkan hal ini,” tambahnya.

Selain itu, Ferry juga mengingatkan pentingnya penguasaan teknologi dan bahasa asing.

“Kemampuan teknologi dan komunikasi internasional merupakan keahlian yang harus dimiliki oleh setiap pekerja saat ini. Tanpa itu, sulit untuk bersaing di pasar kerja yang semakin global,” kata Ferry.

Dirinya mengakui, pihaknya tentu akan terus memperjuangkan kebijakan-kebijakan yang mendukung peningkatan kualitas tenaga kerja di daerah ini.

Langkah-langkah konkret seperti pengembangan program pelatihan, kerja sama dengan industri, dan penyediaan akses pendidikan yang berkualitas akan menjadi prioritas dalam mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi dunia kerja yang dinamis.

“Kita tentu berharap dengan adanya persiapan tenaga kerja yang terampil dan kompeten, itu akan menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang,” tandasnya.